Madly (Chapter 2)

Madly (Chapter 2)

Title : Madly (Chapter 2)

Author : Tamtam

Cast : Shin Hyuna (OC), Kim Jong In (EXO), Do Kyungsoo (EXO)

Other cast : Jang Nayoung (OC), Oh Sehun (EXO)

Lenght : Cheptered

Genre : School life

Rating : 15

Summary : Aku lelah dengan semua, enyahlah dari hidupku. Kalau tidak aku akan semakin menggilaimu.

 

Author Pov

Perlahan Sehun melangkahkan kakinya mendekati Hyuna. Sedangkan gadis itu masih belum menutup mulutnya. Jarak antara Sehun dan Hyuna semakin dekat, membuat Nayoung menelan ludahnya. Ia tidak habis fikir, mengapa Hyuna masih tetap bergeming walau tangan Sehun kini sudah menyentuh bahunya?

“A-apa y-yang kau lakukan Sehun?”

Saat kesadaran Hyuna pulih, bisa dilihatnya wajah Sehun yang mendekat kearahnya. Badan Hyuna menegang ketika hembusan nafas Sehun menyentuh kulit lehernya.

“Aku serius dengan peerkataanku! Bila kau berubah pikiran dan mulai menyukaiku, kau hanya perlu menghubungiku!”

Setelah berkata seperti itu Sehun segera pergi, sebelumnya ia memberikan satu kedipan kepada Hyuna. Hyuna masih tidak bergerak, ucapan Sehun barusan seperti ilusi baginya. Namun Hyuna langsung mengenyahkan pendapatnya itu saat Nayoung menguncang tubuhnya secara brutal.

“Kau dalam masalah Hyuna! Ya! Hyuna bagaimana bisa kau menggoda Sehun? Bukankah kau menyukai Jongin?”

Hyuna menghempaskan tangan Nayoung kasar. Menggoda? Yang benar saja! Hyuna mengenal Sehun hanya sebatas nama dan itu pun karena Sehun adalah teman Jongin.

“Ya! Berhenti berkata aku menggodanya! Aku tidak menyukai Sehun! Aku hanya menyukai Jongin. Kau tahu itu dengan jelas Nayou-“

Ucapan Hyuna berhenti begitu saja saat seseorang berada dihadapannya, sosok itu menatap Hyuna lekat hingga membuat tubuh Hyuna kembali menegang.

“Kau menyukai Jongin-ah?”

Nayoung memutar tubuhnya untuk melihat siapa yang tengah bertanya. Lagi-lagi Nayoung harus menelan ludahnya ketika melihat Kyungsoo sedang menatap Hyuna dalam.

“Kau benar-benar dalam masalah Hyuna-ya!”

Walau pelan Hyuna masih dapat mendengar bisikkan Nayoung. Sepertinya kali ini Hyuna memang berada dalam masalah!

 

Hyuna pov

Aku melangkahkan kaki malas ketika memasuki ruang kelas. Hancur sudah hidupku! Sebentar lagi Jongin pasti menjauh dariku. Walaupun aku tidak pernah dekat dengannya. Tapi semuanya berbeda bila ia mengetahui bahwa aku menyukainya. Aku duduk dikursiku sambil menatap Jongin yang tengah sibuk dengan handphonenya. Disebelahnya bisa kulihat Kyungsoo tengah menyalin catatan yang entah milik siapa. Saat aku hendak memalingkan wajahku dari sosok Jongin, mata bulat milik seseorang menatapku. Kyungsoo melihatku, iaseakan meminta jawaban atas pertanyaan yang tadi dilayangkannya padaku. Aku segera menunduk, memutuskan kontak mataku dengannya. Nayoung, aku harus bagaimana?

Aku menghentikan langkahku, bel pertanda pulang baru saja berdengar. Tapi derasnya hujan membuatku dan beberapa orang lebih memilih menetap dikoridor utama. Berteduh dari tetes demi tetes air yang berjatuhan. Aku hanya dapat mengendus kesal setelah melihat jam pada pergelangan tanganku. Lima menit sudah berlalu tapi Nayoung masih belum terlihat. Ketika bel pergantian pelajaran, Nayoung meminta izin untuk pulang terlebih dahulu karena sebuah urusan. Tapi setengah jam yang lalu, ia mengirim pesan padaku untuk tidak segera pulang. Ia berkata bahwa ia akan menjemputku.

“Sedang menunggu seseorang?”

Aku mengangguk pelan menjawab pertanyaan entah dari siapa. Tanganku tengah sibuk menggetik pesan untuk Nayoung.

“Kau tidak perlu menekan handphone-mu sekeras itu”

Aku bisa mendengar suaranya yang terkekeh pelan. Sesaat aku terdiam, suaranya begitu aku kenal. Aku memalingkan wajahku dan mendapati dirinya yang sedang tersenyum. Aku terdiam, mataku membulat menyaksikan Jongin tengah tersenyum tipis kepadaku. Jongin tersenyum kepadaku? Tuhan, betapa indahnya makhluk ciptaanmu ini!

“Aku juga sedang menunggu seseorang”

Ia berkata pelan, kulihat ia tengah melirik handphone-nya sekilas.

“Yeojachingu-mu?”

Aku berkata pelan. Aku memilin-milin tanganku sambil menunggu jawabannya. Ia menatapku sebentar sebelum bersuara.

“Aniyo. Aku menunggu Sehun-ah”

Aku mendesah lega mendengar jawabannya, ia sempat menatapku sekilas. Namun tak lama ketika mengingat ia menunggu seorang Oh Sehun, aku merasa khawatir. Lantaran Sehun yang mengetahui bahwa aku menyukai Jongin.

“Jongin-ssi, aku permisi annyeong”

Aku lebih memilih menghindari Oh Sehun dari pada harus menemuinya. Saat kaki ku hendak melangkah, tangan seseorang mencekal lenganku pelan.

“Annyeong Hyuna-ya. Apa kau sudah berubah pikiran?”

Sehun menarikku hingga berada dihadapannya. Aku berdoa dalam hati agar mulut Sehun terkunci rapat. Supaya ia tidak berkata bahwa aku menyukai temannya itu.

“Kalian sangat akrab rupanya?”

Aku memalingkan wajahku kearah Jongin. Dengan cepat aku menggelengkan kepala, kemudian menatap Jongin. Meminta pertolongan.

“Kau menakutinya Sehun-ah”

Jongin melepaskan genggaman Sehun pada lenganku, sepertinya ia mengerti arti tatapanku.

“Kau tahu Jongin, yeoja ini tengah menyukai seseorang”

Jongin menatapku seolah bertanya ‘benarkah?’ kepadaku. Aku diam mematung, dalam hati aku merutuki mulut Oh Sehun.

“Kau pasti tidak mengetahuinya, kau kan tidak dekat dengan yeoja ini. Walaupun kalian sekelas!”

Aku menatap tajam Sehun, bisa-bisanya ia menyindirku seperti ini. Menyebalkan!

Aku tidak memperdulikan jawaban yang akan dikeluarkan Jongin karena aku sudah berlari kearah Kyungsoo yang tengah berjalan sendiri. Aku membungkuk memberi salam perpisahan kepada mereka ketika Sehun memanggil namaku.

 

Kyungsoo pov

Aku menoleh kesebelah kananku ketika seseorang melepas earphone yang tengah ku gunakan begitu saja. Ku lihat Hyuna tengah meyematkan earphone itu disalah satu telinganya.

“Jangan bertanya! Lanjutkan saja perjalananmu!”

Aku menggeleng pelan melihat kelakuan gadis ini. Ia selalu begini. Bersikap aneh karena sesuatu hal. Aku sudah lama mengenal Hyuna. Hampir lima tahun aku selalu melihat berbagai macam kelakuan gadis ini.

“Jangan memandangku terus, ingat aku masih marah kepadamu!”

Aku tersenyum samar mengingat alasannya marah terhadapku. Dan alasan itu membuat Hyuna seakan tidak mengenal ku disekolah. Tiga tahun yang lalu, perusahan tempat appa-ku bekerja memindahkan appa-ku ke jepang. Jadi mau tidak mau aku pun harus ikut. Hyuna menolak mentah-mentah keputusanku yang memilih pergi meninggalkannya. Di saat ulang tahunnya ke dua belas, aku pergi tanpa memberitahunya. Bukan maksud ku untuk seperti itu, aku hanya tidak ingin perayaan ulang tahunnya gagal karenaku.

Setelah enam bulan berlalu, akhirnya aku kembali. Walaupun hanya seorang diri ditambah dengan pengasuhku.Aku harus memohon kepada appa agar mengizinkan ku kembali ke korea. Karena yang kudengar dari eomma Hyuna bahwa Hyuna sangat sedih karena kepergianku. Dengan ditemani Kang ahjumma aku kembali. Tapi tidak seperti dugaanku, ketika aku berada dihadapan Hyuna yang saat itu tengah bermain ayunan ditaman kompleks. Hyuna menatapku tajam kemudian berteriak bahwa ia membenciku. Tak lama air matanya mengalir lalu ia berlari meninggalkanku seorang diri. Mulai dari situ, aku tidak pernah dekat dengannya seperti dulu. Hyuna pun bertingkah seolah ia tidak mengenalku.

“Tidak bisakah kau memaafkanku?”

Hyuna masih menegakkan kepalanya tanpa menoleh sedikit pun kepadaku.

“Tidak cukupkah selama dua tahun ini kau bertingkah seolah tidak mengenalku?”

Aku melepaskan earphone yang berada ditelinga Hyuna. Kemudian membawanya kehadapanku.

“Lepaskan tanganmu, aku tidak ingin orang lain salah paham!”

Hyuna memberontakkan tangannya yang tengah ku genggam. Jarak kami dengan sekolah sudah cukup jauh. Air hujan sudah membasahi kami, membuat baju seragam kami basah kuyup.

“Berhentilah menjadi keras kepala Hyuna! Aku tahu kau sudah memaafkanku, buktinya kau rela menerjang hujan untuk berjalan bersamaku. Padahal kau bisa menghentikan langkahmu dan berteduh dipohon rindang dekat gerbang”

Aku tahu bahwa Hyuna tengah menangis, aku tahu walau air hujan menutupi air matanya.

“Aku membencimu Do Kyungsoo!”

Hyuna berlari meninggalkanku. Aku tidak mengejarnya, karena aku tahu saat ini Hyuna hanya butuh sendiri. Hyuna apa aku menyakitimu?

TBC

 

 

Kamsahamnida yang sudah rela menyisihkan waktunya untuk membaca ff ini J Maaf ya update-nya super duper lama. Dan maaf kalau misalnya ceritanya enggak nyambung. Dibutuhkan kritik dan saran J Sekali lagi Kamsahamnida.

Iklan

15 pemikiran pada “Madly (Chapter 2)

  1. Sehun kliatan evil-nya nih 😀 tp aku suka^^
    Kasian jg sm Kyungsoo dibenci sm Hyuna, mereka sahabatan kan thor? Trus Kyungsoo sm Jongin deket jg ya?
    Next deh thor, jd penasaran sm lanjutannya, jangan lama” yah..trus agak panjangan ya :3 hehe^^

    • hahaha
      iya mereka sahabatan, jongin sama kyungsoo juga deket 😛
      diusahan agak panjang ya, hatus nyari ilham buat inspirasi soalnya 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s