Married By Accident (Chapter 4)

Married By Accident (Chapter 4)

fwfet (1)

MAIN CAST : Kim Jongin

                      : Kim Hyuna

: Krystal Jung

: Kim Myungsoo

:  Son Naeun

 

Genre          : Marriege Life, Romance, Angst.

PG                : 17

Author         : Sexygeek95

Lenghth       : Multichapter  / Chapter 4

WARNING     : Mungkin FF ini berisi Konten NC walaupun ga vulgar Serius, karena mungkin saya akan menggunakan bahasa yang agak kasar dan Serampangan, EYD? Oh maaf masih belum bisa sempurna menggunakannya. FEEL GA DAPET, ALUR NGAWUR, PENULISAN BIKIN SAKIT MATA, PLOT PASARAN.

Disclaimer     : Walaupun tidak memiliki hak cipta mohon untuk tidak mencopy cerita saya, karena cerita ini milik saya sepenuhnya. Sementara Pemain yang saya pakai adalah MILIK TUHAN, Orang Tua dan Agency masing – Masing.

 

Summary     :

Jongin adalah King Dance di Kampusnya, ia memiliki begitu banyak Pesona di dalam dirinya, Dia kaya, Pintar menari dan Sexy, Sedangkan Kim Hyuna Juga memiliki kedudukan yang sama, dia adalah Queen Dance, dia cantik dan dia Sexy, tentunya dia juga kaya, tetapi bagaimana bila mereka bersama? Akan kah mereka menjadi pasangan sempurna karena mereka memiliki latar belakang yang hampir sama?

Jongin POV

 

 

Kenapa Myungsoo takut sekali aku mengingatkan kepada Hyuna tentang masalalu kami, lagi pula aku hanya ingin memastikan kimmi itu Hyuna, tidak ada maksud untuk bersamanya.

 

Tatapan jongin tertuju pada yeoja disamping Myungsoo yang kini sedang mengigiti jari – jari lentiknya “kimmi selalu melakukannya ketika ia akan berada ditempat tinggi, dan kebiasaannya belum berubah semenjak beberapa tahun lalu” ucapku lirih, sampai hanya aku sendirilah yang dapat mendengar perkataanku tersebut.

 

Entah setan pada yang mendorongku mendekati Hyuna yang sendiri karena Myungsoo pergi ketoilet, “jangan mengigiti jarimu seperti itu, kasian kukumu” dan jongin memberikan Hyuna permen lolipop yang berada disaku celanaku

 

 

“ini lebih baik, dan bawalah lolipop kemanapun kau akan berpergian menggunakan pesawat noona” dan aku meninggalkannya disana.

 

MARRIED BY ACCIDENT CHAPTER 4 —-

 

Happy Reading chingus ^^

 

“hyuna, apa yang kau makan?” tanya myungsoo yang baru saja menyelesaikan urusannya.

 

“Lolipop” jawab hyuna dengan cengiran, sementara myungsoo mengangguk dan menggandeng lengan hyuna begitu juga dengan jongin yang memeluk bahu krystal.

 

 

 

Seorang anak perempuan sedang menangis menjerit ketika seorang wanita paruh baya membawanya ke tempat tatto tubuh, dia baru saja berusia 10 tahun umur korea, namun entah apa yang ada didalam pikiran Nenek itu sehingga anak perempuan dan anak laki – laki disebelahnya harus ditatto, menggunakan huruf kaligrafi jepang.

 

 

“sudah, jangan menangis lagi” ucapnya pada keduanya sambil terus mengusap lembut surai kedua anak tersebut, “ini aku lakukan agar suatu saat nanti bila kalian terpisah jauh, kalian akan mengingat satu sama lain” jelasnya.

 

“tapi kai tidak mengerti nenek, maksud tulisan ini apa? Ini bukan bahasa latin atau hangul ‘kan?” sementara anak perempuan disamping jongin juga menganggukan kepala dengan cepat, karena dia juga tidak dapat membaca apa yang kini tertulis dipinggang mereka.

 

“itu kaligrafi jepang, itu adalah nama kalian masing – masing, dipinggang hyuna tertulis K A I dan dipinggangmu tertulis K I M M I “ mereka berdua hanya mengangguk tanpa mengerti apa yang dimaksud dari sebuah tatto itu.

 

“aku harap mereka selalu bersama, terpisah dan kembali bersama, selamanya”batin nenek itu.

 

 

 

Kai, kimmi dan L tumbuh bersama, meskipun L lahir 2 tahun sebelum mereka, mereka tetap menghabiskan waktu bermain bersama – sama, bermain rumah – rumahan, hide and seek. Bermain sepeda bersama, makan bersama bahkan mereka juga tidur bersama, dasar anak – anak.

 

Tetapi bukan berarti mereka bersama dan semua baik – baik saja, mereka kadang berkelahi hanya karena menentukan siapa dan apa yang akan mereka mainkan hari ini, berebut es krim dikedai paman leeteuk, atau berebut balon gratis dari paman shindong.

 

Tapi kali ini pertengkaran mereka lebih dari sebuah pertengkaran berebut balon atau es krim.

 

“Kai, aku ini hyungmu harusnya kau yang menjadi anaknya dan aku appanya kimmi eommanya, kau kan masih bayi huh” ucap L sambil menunjuk – nunjuk kai dan cemberut.

 

“tidak mau, kemarin aku menjadi anjing kalian, lalu aku menjadi supir, sekarang aku harus menjadi appa dan hyung jadi anak kami” bantah Kai yang tak kalah galak dari hyungnya.

 

“tidak mau, kau kan masih bayi enak saja kau saja jadi anaknya”

 

“enak saja, aku punya gigi baru disebelah kanan kata eomma aku ini sudah besar”

 

“dasar, lihat gigi depanmu baru saja tanggal dan belum menumbuh kembali, kau ini bayi”

 

“tidak mau, aku sudah besar”

 

 

“kalian hentikan” kini anak perempuan satu – satunya diantara mereka mengangkat bicara karena telah bosan mendengar pertengkaran bodoh itu.

 

Gadis itu menarik napas, dan berkata “aku tidak ingin bermain rumah – rumahan hari ini, aku tidak bisa bermain dengan kalian, hari ini aku dan kris oppa akan pergi jalan – jalan”

 

“MWO?” kini kai juga L sama – sama  terkejut.

 

“hih, kenapa mata kalian seperti itu, menakutkan sudah ya aku pergi dulu, itu kris oppa sudah menjemputku bye – bye Kai, L” ucap kimmi dan menjauh dari mereka, menghampiri seorang anak laki – laki yang lebih tinggi dari mereka, dengan baju berlambang superman dan topi yang sengaja dibalik juga sepedanya menjemput kimmi.

 

“siapa dia! Dasar perebut pacar orang” ucap kai berkacak pinggang.

 

“mwoya, kimmi itu pacarku, bukan kau”

 

“aku”

 

“aku”

 

“aku”

 

“akuuuuuu!” dan lagi mereka berdua berkelahi dengan tarik menarik rambut masing – masing yang berakhir dengan tangisan keduanya karena rambut L terjambak dan Kai yang tersungkur ditanah, dan jangan lupakan jeweran ibu mereka yang menambah volume suara tangisan dua bocah itu.

 

 

 

Kai masih menangis akibat jeweran dari ibunya, dia berniat ingin mengadu kepada neneknya, karena neneknya begitu sangat mencintainya. “Nenek” ucapnya manja masuk kedalam ruangan neneknya, dan disana ada sepupu jauhnya bernama Chen.

 

“kau kenapa Kai,?” ucap sang nenek khawatir dan memangku cucu kesayangannya tersebut “kau dimarahi eommamu lagi ya? Bertengkar dengan L lagi?” dan Kai hanya mengangguk diiringi cengiran konyol Chen.

 

“baiklah, tidurlah” nenek Kai mulai mengusap punggung cucu kesayangannya itu, biasanya kai akan segera tertidur bila seperti ini, tetapi kali ini dia tetap terjaga dan mendengar semua obrolan dari sepupunya dan neneknya itu.

 

Tetapi percuma, karena matanya sudah panas dan tenaganya sudah terkuras habis akibat dia menangis seperti anak kudanil kehilangan induknya.

 

ESOK HARINYA.

 

“Kimmi” panggil kai dan berjalan berdampingan dengan Kimmi saat pulang sekolah siang itu.

 

“Satu – satunya cara agar kau bisa memiliki Nara sepenuhnya adalah dengan cara menikahinya Chen” otak pintar kai memutar ingatan tentang pembicaraan antara nenek dan sepupunya itu.

 

“apa aku harus menikahi kimmi ya?” batin kai.

 

Kai menggandeng tangan kimmi, dan mereka tersenyum sepanjang jalan menuju gerbang sekolah.

 

“kimmi” panggilnya lagi

 

“ada apa kai?” kini mata polos milik kimmi menatap mata elang milik kai sempurna

 

“menikah yuk” ucap kai dengan santainya, seolah pernikahan adalah permainan ayun – ayunan dimana kau melayang tinggi dan merasa terbang sementara.

 

“menikah itu apa?” kini pertanyaan polos keluar dari mulut yeoja berkucir dua itu.

 

“hmmm” kai nampak berfikir dengan menggesek – gesekan jari telunjuknya ke dagunya

 

“bila kau menikah, kau akan bersamanya setiap hari, dan kau bisa mempunyai anak – anak yang akan meneruskan margamu, anak – anak yang akan menambah semangat hidupmu. Menikah itu mengasyikan kau bisa ‘bermain’ sepanjang hari”

 

“ah, kata nenek ku menikah itu mengasyikan kita bisa bermain sepanjang hari, bersama setiap hari dan kita akan punya anak” oh ayolah seorang kim jongin anak berusia 10 tahun sedang membicarakan pernikahan kepada teman kecilnya ini, dan kata ‘bermain’ dengan maksud yang tentunya tidak sama dengan neneknya pun dia lontarkan dengan polosnya.

 

“Oh begitu ya, baiklah aku mau tapi kita kan masih kecil”

 

“tapi aku cinta kimmi” lagi, kai terus mengatakan sebuah kata yang dalam arti sebenarnya pun dia tidak mengerti.

 

“cinta?”

 

“em, sangat cinta, cinta itu…. ah sudahlah tidak penting yang jelas chen hyung bilang cinta itu semanis ice cream coklat di kedai paman leeteuk” jelasnya.

 

“oh begitu ya,”

 

“iya, kimmi mau menikah dengan kai ‘kan?”

 

“iya, kimmi mau tapi nanti kita beli ice cream ya”

 

“iya, tenang saja” dan mereka berdua bergandengan lagi, tetapi baru saja mereka melangkah kai segera menghentikan langkah mereka lagi “tunggu”

 

“ada apa?”

 

Kai berlari mengambil bunga kecil dan bertangkai panjang didekat gerbang sekolah mereka membentuknya melingkar seperti sebuah cincin. Dan memakaikannya kejari kecil milik kimmi, dan sangat pas.

 

“lihat, indah ‘kan? Mulai saat ini kita sudah menikah ya” ucap kai

 

“hanya seperti itu? Tidak mau ah, sepertinya aku pernah melihat acara pernikahan yoona sepupu chanyeol menikah itu memakai baju putih panjang, tidak memakai baju seperti ini, aku tidak mau menikah denganmu, kau payah” dan kimmi melepaskan genggaman kai lalu jalan mendahuluinya.

 

“ya, tunggu dulu” kai mengejar kimmi dan menarik lengan yeoja itu “baiklah, kau akan memakai rok putih panjang, aku akan membawakannya sepertinya eommaku punya satu dilemarinya tunggu aku ditaman sore ini ya, jangan terlambat”

 

“hmm bagaimana yaaa”

 

“oh ayolah” kini kai merengek, dan kimmi tersenyum jahil melihat kai seperti itu, tetapi akhirnya yeoja kecil itu mengangguk dan tersenyum kepada namja didepannya.

 

“baiklah, aku pulang ya bye – bye kai” kimmi melambaikan tangannya saat supirnya menjemput dan meninggalkan kai yang tersenyum lebar disana.

 

 

 

“eomma, eommaa” kai terus saja berulang kali memanggil eommanya, meskipun tidak ada respon yang dia dapat karena Lee ahjuma setelahnya mengatakan bahwa eommanya sedang pergi bersama ayahnya.

 

CKLEK

 

Kai masuk kedalam kamar kedua orang tuanya dan membuka lemari super besar milik ibunya, “ah ini pasti baju putih yang dimaksud” dan dia segera mengambil baju putih itu dan memasukannya kedalam ranselnya.

 

 

Dan asal kalian tahu yang dibawanya bukan gaun pengantin yang dimaksud kimmi, tetapi gaun tidur tipis milik ibunya yang berwarna putih transparan.

 

Dan kai kini sampai ditaman dengan sepedanya, dia tersenyum ketika melihat kimmi yang bermain ayun – ayunan.

 

“kimmi” panggilnya dan melambaikan tangannya, membuat yeoja itu mendekat kearahnya.

 

“ini, ini baju menikahnya kau pakai ya” kimmi pun menurut dan memakai baju itu.

 

“kai, gaun ini tidak panjang”

 

“aish sudahlah, yang pentingkan berwarna putih ayo kita menikah” ajak kai dan merogoh kantung celananya mengeluarkan sebuah cincin hello kitty.

 

“wah bagus sekali cincinnya” ucap kimmi saat kai memakaikan cincin itu.

 

“nah sekarang kita berjalan bersama ayo” kai menggandeng lengan kimmi, tetapi tiba – tiba myungsoo datang menendang bokongnya.

 

“Aduh, sakit bodoh” ucap kai kepada hyungnya.

 

“kenapa kalian tidak mengajakku bermain huh” tanya L

 

 

“kami ini tidak bermain, kami sedang menikah!” jawab kai sambil mengusap – usap bokongnya.

 

“apa? Tidak boleh kalian kan masih kecil”

 

“tidak apa – apa,”

 

“kau ini, “ dan kembali lagi L dan kai berkelahi dengan aksi dorong – mendorong, kimmi pun berusaha melerai mereka.

 

“hey berhenti” ucapnya tetapi mereka berdua sama sekali tidak mendengar, dan juga tidak menyadari bahwa mereka kini berada didekat jalan raya disekitar taman.

 

“aduh” kimmi terjatuh saat tidak sengaja terdorong oleh tangan kai, membuatnya harus mendaratkan bokongnya diaspal jalan, tapi baru saja dia berdiri untuk melerai mereka tiba – tiba mobil dalam keadaan kecepatan tinggi menabrak tubuh mungilnya membuatnay terpental jauh dan mendarat diaspal lagi dengan darah memenuhi wajahnya.

 

 

“KIMMMIIIIII” mereka berdua berteriak menyaksikan kejadian tragis itu tepat terjadi didepan mata mereka, perlahan orang – orang sekitar berkumpul menyaksikan seorang gadis kecil tengah sekarat disana.

 

“kimmi, kimmi” kai terus mengoyakan tubuh yeoja itu tetapi tetap tidak ada jawaban disana.

 

 

*——-*

 

 

Setelah kejadian itu, L terus – menerus menyalahkan kai, membuat kai terus meringkuk dalam selimut tebalnya, tidak ada yang mau dia lakukan hanya sekedar untuk makan, karena kai akan bangkit dari tempat tidurnya jika ia ingin buang air.

 

“sudahlah sayang, jangan menyalahkan kai terus, dia tidak sengaja lagi pula saat ini kimmi sedang mendapat pengobatan yang lebih baik dijepang sana, kasihan adikmu” ucap eomma L sammbil mengelus –elus putra sulungnya tersebut.

 

“Eomma, aku pindah ke jepang ya, aku ingin belajar disana saja” ucapnya memohon – mohon dengan air mata dimatanya.

 

“boleh, tapi nanti jika L sudah setingkat SMA eomma akan mengijinkan L tinggal disana, oke sayang” dan L hanya mengangguk kembali lagi memeluk ibunya dengan sisa – sisa air mata diwajahnya.

 

Karena waktu terus berlalu dan dunia pun terus berputar, perlahan baik Kai maupun L melupakan kejadian pilu itu, tetapi tetap saja L yang kini sudah memakai nama aslinya yaitu Myungsoo tetap bersikeras untuk menempuh pendidikan dijepang.

 

Lain halnya dengan Kai . jongin yang tetap berada dikorea, karena bagaimanapun kai adalah putra bungsu, dan sibungsu memang ditakdirkan untuk tetap tinggal dirumah mewahnya apapun yang terjadi.

 

 

Dan ini adalah perjuangan seorang myungsoo memulai lagi perkenalannya dengan kimmi yang sekarang menggunakan nama aslinya yaitu hyuna, karena appa hyuna berkata bahwa kepala hyuna akan sakit hebat bila ia dipaksa memingat masa lalunya, tentu saja myungso juga tidak ingin hyuna mengingat masa lalunya, masa dimana ada jongin dihatinya, tidak dia berada dijepang bukan untuk itu.

 

Tetapi untuk mendapatkan cinta hyuna untuk dirinya sendiri, tidak masalah bila ia harus menulang dari awal sebagi myungsoo sitampan, dan bukan si L yang imut.

 

Selang beberapa tahun keluarga Kim Suho pun pindah dan berdomisili dikorea lagi, dan hyuna juga myungsoo yang saat musim semi lalu berikrar menjadi seorang kekasih mulai melanjutkan kisah mereka di negeri gingseng tersebut.

 

Flasback end.

 

Mereka berempat berada disebuah mobil mewah, tanpa tahu kemana mereka akan pergi, tidak seperti biasanya kali ini suasana dalam mobil itu begitu tenang, tidak ada peperangan kecil yang biasa terjadi, karena mungkin mereka masih mnegalami jet-lag. Terbukti krystal memilih tidur dibahu jongin sementara hyuna juga memilih untuk tidur dalam dekapan hangat myungsoo.

 

“tuan muda kita sampai” ucap sang supir dengan hormatnya kepada dua pangeran yang ia bawa tersebut. Perjalanan yang agak jauh membuat mereka tertidur dalam damai, perlahan mereka semua membuka matanya dan satu persatu turun dari mobil itu.

 

“kalian akan tinggal disini, tuan besar Woobin telah menyiapkan dua mobil didalam, menghindari keributan seperti biasa, tetapi kalian harus tinggal diatap yang sama, sekali lagi selamat berlibur tuan muda” lalu supir itu membungkuk sebagai hormatnya dan perlahan melajukan kendaraan itu menjauh dari sana.

 

“woah, indah sekali jongin! Lihat rumah ini tepat menghadap ke pantai, dan kita akan menikmati sunset setiap harinya”

 

“tentu saja” jongin menggendong krystal ala bridal style membawanya pada salah satu kamar disana.

 

**** **** ***

 

“hyuna, apa kau ingat tempat ini?” tanya myungsoo sambil memeluk hyuna dari belakang dan mencium pipi mulus gadisnya itu.

 

“tentu saja, ini adalah tempat pertama kalinya kita bertemu myung, tempat ini tak akan aku lupakan meskipun rambutku memutih nanti” jawab hyuna

 

“dan aku akan membuatnya lebih tidak terlupakan dari apa yang telah kita buat disini, lebih dari itu honey, tetapi sebaiknya kita tidur kau lelah ‘kan? Besok kita akan membuat memory baru disini, hanya kim myungsoo dan kim hyuna” dan myungsoo mengecup kening hyuna, lalu membawanya kealam mimpi mereka berdua.

 

 

 

Esok harinya hyuna terbangun karena sinar matahari yang perlahan masuk lewat jendela kaca kamar bercat putih itu “enghh” dia sedikit meregangkan otot – ototnya sesekali meraba – raba kasurnya, mencari sesuatu disana namun tidak dia temukan.

 

“myungsoo” panggilnya namun tidak ada respon, dan dia butuh waktu 5 menit untuk mengumpulkan nyawanya dan memastikan bhawa myungsoonya benar – benar tidak ada saat ia terbangun.

 

Hyuna melirik meja disamping kasurnya, melihat sebuah bunga mawar merah yang indah dan sebuah catatan yang ditulis oleh myungsoonya.

 

“selamat pagi princess, maaf aku pergi pagi – pagi sekali, aku akan membeli sesuatu, jangan lupa sarapanmu okey, aku sudah menyiapkannya, love you”

 

Hyuna tersenyum, dan ia perlahan melangkahkan kaki – kaki jenjangnya kearah dapur, dan pemandangan panas ia dapatkan pagi itu, dimana jongin sedang melakukan french kiss bersama krystal.

 

Mereka menyadari kehadiran hyuna dan jongin langsung melepas ciumannya “maaf” ucap hyuna singkat dan memutar balik tubuhnya menjauhi mereka, diringi tatapan yang sulit diartikan dari seorang kim jongin dan tatapan kesal dari krystal.

 

“jongin, seharusnya kakekmu hanya memberikan liburan ini untuk kita” ucap krystal setelahnya, namun jongin hanya mengecup pipi krystal singkat dan pergi meninggalkan krystal.

 

“kau selalu emnjadi penghalangku hyuna, aku bersumpah kau tidak akan pernah menjadi istri dari myungsoo lihat saja…” dan gadis itu menulis pesan kepada seseorang sambil memperlihatkan smirknya.

 

“lihat saja hyuna, we start new game and you’ll be loser, just loser”

 

—- 0000 — 000

 

 

Myungsoo sedang memilih manik – manik yang berbentuk kalung disebuah toko, “canti sekali” dia hampir saja mengambil kalun gitu sebelum tangan lainnya juga menyentuh kalung itu.

 

Dan saat itu seakan dunianya terhenti saat myungsoo menatap kedua mata itu, mata yang dulunya pernah ia kagumi, untuk sesaat dia hampir saja kehabisan pasokan udara, myungsoo melupakan cara bernapas disepersekian detik berikutnya, ketika ia mendapati Son Naeun; seseorang yang dulu pernah ada dihatinya kini berada didepannya.

 

 

Setelah beberapa tahun lamanya dia tidak melihat sosok gadis yang dulunya pernah membuatnya melupakan hyuna sementara waktu itu kini berada didepannya.

 

“h-hai” sapa sang gadis itu, mungkin saat ini dia juga merasakan hal yang sama pada myungsoo, dia mungkin merasakan kegugupan luar biasa. Bagaimanapun dia masih mengingat dimana ia meninggalkan myungsoo demi ilhoon.

 

Myungsoo langsung menarik tangannya, dan bergegas meninggalkan gadis itu disana.

“myungsoo, tunggu” ucap naeun dan berusaha mengejar myungsoo. Tetapi myungsoo terus menjauh, dan karena kehilangan keseimbangannya karena mengejar myungsoo gadis itu pun terjatuh.

 

“Ahh” jeritnya dibelakang sana, myungsoo pun dengan refleknya menengok kearah suara tersebut, sebagian hatinya memerintahkannya untuk membantu gadis itu, gadis yang dulunya pernah membuatnya terjatuh lebih dari sekedar luka, tetapi otaknya memerintahnya berlari meninggalkan gads itu.

 

Tetapi kali ini, myungsoo mengikuti hati kecilnya dia berbalik arah dan membantu naeun, meskipund engan tatapan dingin, ia tetap menopang tubuh naeun dan membawanya ke kursi terdekat disana.

 

 

Disebuah cafe, dimana mereka pernah melakukan beberapa kali kencan disana, bahkan tulisan tangan naeunpun masih ada disalah satu bangku dicafe tersebut, myungsoo merutuki kebodohan hatinya yang menggerakan kerja sarafnya mmebantu gadis itu, karena akibatnya adalah saat ini myungsoo dengan ibanya mendengarkan semua penuturan naeun, tentang penyelasan naeun meninggalkan myungsoo, dan mau tidak mau myungsoo pun mengelus punggung naeun sedikit memberinya ketenangan.

 

“kau tahu myungsoo, aku selalu berusaha mencarimu, aku ingin kembali seperti dulu myungsoo” kini dengan tiba – tiba naeun memeluk myungsoo, dan yang myungso lakukan adalah diam, tidak membalas atau menolaknya.

 

 

—- —- —-

 

“myungsoo, kau sudah pulang?” ucap hyuna, sebenarnya terdapat penekanan dalam pertanyaan itu karena myungsoo yang kini baru saja muncul didepannya saat waktu menunjukan pukul 09.00 pm.

 

“eum, maaf ya handphoneku kehabisan battery” dan myungsoo meninggalkan hyuna disana, ada yang aneh disini tidak biasa – biasanya myungsoo bersikap seperti ini, bahkan beberapa kali hyuna mengajaknya bicara tetap saja myungsoo menanggapinya dengan mengambang, seperti ada hal lain yang dia pikirkan.

 

Dan keanehan itu terulang lagi karena myungsoo tiba – tiba tertidur, tanpa mengecup kening hyuna atau sekedar mengucapkan selamat malam.

 

Hyuna hanya bisa menghela nafasnya, dan menyelimuti myungsoo dia sudah memandangi kekasihnya itu selama dua jam lebih, tanpa berkata apapun.

 

Perlahan dia meninggalkan kasurnya, dan pergi meninggalkan kamar, berjalan menuju ruang tamu sekedar ingin mengalihkan pikirannya karena keanehan sikap myungsoo hari ini. Dan diamelihat jongin yang sedang serius menonton layar didepannya namun tatapannya kosong.

 

“ada apa dengan kakak beradik ini” batin hyuna

 

Tetapi hyuna hanya mengambil posisi disamping jongin dan merebut remote ditangan pria itu, memencet random tombol yang ada disana, sekedar mencari acara yang menurutnya layak ditonton.

 

Tetapi berkali – kai, tetap saja dia tidak menemukan apa yang dia inginkan dan hanya terus memindahkan dari satu chanel ke chanel lainnya.

 

“kau ingin membuatku rabun huh?” kini jongin angkat bicara karena merasa terganggu terhadap sikap hyuna.

 

“lalu pergilah, dan tidurlah” ucap hyuna singkat tanpa menghentikan aksinya.

 

“baiklah, aku memang sangat ingin tidur malam ini, kau tahu mataku ini lelah, sangat lelah dan bisakah kau membantuku karena besok pagi aku harus mengantarkan krystal ketempat eonninya”

 

“apa keuntungan untukku bila membantumu?” tanya hyuna pada jongin.

 

“aku akan mengajakmu berkeliling kota ini, bagaimana?” jawab jongin.

 

“yatuhan, itu sama sekali bukan keuntungan untukku, pertama aku besar dikota ini, dan kedua aku bisa bersama myungsoo dan ketiga, siapa yang mengatakan bahwa aku ingin pergi bersamamu, huh?”

 

Jongin mengacak rambutnya sendiri dan berfikir keras. Dia tersenyum sepertinya otak – otak pintarnya memunculkan sebuah ide.

 

“hey, apa kau pernah dengar kalau akhir pekan nanti yaitu lusa akan berkumpul para dancer disalah satu bar yang berada disini, temanku moonkyu yang memberitahu, kau pasti suka dan disana akan ada penampilan spesial”

 

“benarkah?”

 

“hmm” jongin mengangguk pasti, untuk meyakinkan hyuna.

 

“baiklah, apa yang harus aku lakukan?”

 

“tidak tahu, hanya saja turuti kata hatimu” dan kini jongin mulai mengambil posisi yang pas disamping hyuna.

 

Hyuna dengan ragu – ragu mulai menempelkan tangannya ke punggung jongin, perlahan mengusapnya dengan lembut dan seperti disihir, jongin pun terlelap dalam waktu kurang dari satu menit.

 

“dasar, dia malah tertidur dengan lelapnya huh” hyuna meninggalkan jongin disana, mengambil selimut dikamarnya dan menyelimuti jongin dia menatap kearah wajah jongin dan berguman “sepertinya aku pernah mengalami kejadian seperti ini, tetapi kapan ya?” tetapi hyuna hanya mengangkat bahunya tidak peduli dengan rasa penasarannya.

 

Dia berjalan menuju salah satu kamar disana, bukan kamarnya dan myungsoo tetapi kamar lainnya dilantaii bawah, enta mengapa rasanya malas sekali untuk bertemu dengan myungsoo.

 

Dan hasilnya pagi – pagi sekali myungsoo terbangun dengan keadaan cemas karena hyuna tidak ada disampingnya, dia sedikit berlari meninggalkan kamarnya dan mencari hyuna disetiap sisi ruangannya itu.

 

“kemana dia” gumannya sambil terus mencarinya, namun nihil dia tidak menemukan siapa – siapa disana, bahkan krystal dan jonginpun sama sama menghilang.

 

Kakinya menuntunnya kearah pantai, sambil terus menerus mengedarkan pandangannya. Dan dia malah menemukan sosok yang ia kenali perlahan berjalan menuju tengah pantai, dia sangat mengenali sosok itu.

 

“NAEUN, NAEUN” teriaknya, namun jangankan berhenti berbalikpun tidak, yeoja itu bahkan terus menuju kearah pantai yang semakin dalam, saat ini saja hanya bahu dan kepalanya yang terlihat.

 

Myungsoo berlari secepat yang ia mampu menyusul naeun, meskipun agak terlambat karena badan naeun sepenuhnya tenggelam namun ia masih sempat menyelamatkannya dan membawanya kepinggir pantai.

 

“naeun, sadarlah” myungsoo terus memompa dada naeun, dan terus memberikan napas buatan agar naeun bernapas lagi dan berhasil.

 

Perlahan naeun mulai mngeluarkan air asin itu dari mulutnya.

 

“APA YANG KAU LAKUKAN? APA KAU GILA?” teriak myungsoo.

 

“biarkan aku mati myungsoo, buat apa aku hidup? Aku tidak punya kesempatan lagi bersamamu ‘kan? Dan kebahagiaanku hanya bersamamu” kini naneun mulai terisak.

 

Jiwa lelaki myungsoo membuatnya memluk naneun dan membawanya ke rumahnya. Setelah beberapa lama akhirnya kondisi naeun mulai stabil, dan myungsoo memberikan baju hyuna untuk naneun karena bajunya kotor dan basah.

 

“terimakasih” ucap naeun saat myungsoo membawakannya coklat panas.

 

“seharusnya kau tidak menyelamatkan ku seharusnya aku mati saja—“

 

“berhenti bicara son naeun, “ kini myungsoo membawa naeun kedalam pelukannya, entah sebenci apapun myungsoo kepada naeun, dia tetap saja peduli.

 

Mereka berpelukan tanpa menyadari ada seseorang yang menatap adegan itu dengan mata berkaca – kaca. Dia tidak berteriak atau menghampiri mereka, tetapi dia berjalan melewati mereka seolah dia tidak melihat apa – apa.

 

Derapan langkahnya membuat myungsoo terkejut ketika melihat sosok hyuna kini menaiki tangga, menuju kamar mereka.

 

“hyuna….” panggilnya, dan bergegas menyusulnya, sementara naeun disana hanya tersenyum licik “kau akan menjadi milikku lagi myungsoo”

 

Myungsoo membuka pintu kamarnya, dan disana ia mendapati gadisnya sedang berganti pakaian. “mau pergi?” tanyanya dengan rasa gugup, dia tahu dia sedang bersalah.

 

“iya” jawab hyuna, tetapi myungsoo malah erkejut karena tidak ada tanda – tanda hyuna marah, dia khawatir, kalian tahu “jika seorang gadis tidak lagi marah atas kesalahan yang kalian lakukan, itu tandanya dia tidak mencintaimu lagi”

Seketika myungsoo mengingat pernyataan dongwoon beberapa tahun lalu, itu dan dia langsung memeluk hyuna “maafkan aku, aku hanya menolongnya oke, tak lebih dari itu, aku menolongnya bukan karena dia dulunya kekasihnya, aku hanya tak tega melihatnya”

 

Tapi hyuna teta diam, tidak berkata satu kata pun.

 

“hyuna..”

 

“myungsoo, aku baik – baik saja oke, dia cinta pertamamu atau cinta terakhirmu aku sama sekali tidak peduli, “ ucapnya jeda sebentar dan hyuna kembali melanjutkan kata – katanya “jangan mengikutiku, jangan pernah” lanjutnya.

 

—– 0000 ——

 

 

JongStal side.

 

“jongin, kau lihat jessica unni cantik sekali ya memakai gaun pengantin seperti itu” krystal dan jongin kiini berada ditempat pernikahan kakak krystal.

 

“iya, cantik” entah mengapa jongin menanggapinya tidak seantusias biasanya, karena perlu dikteahui bahwa jongin adalah fanboy dari jessica, dia sangat suka melihat jessica ketika ia bernyanyi dan beradu akting.

 

Entah mengapa pikirannya melayang jauh, memikirkan kejadian bersama hyuna semalam “bahkan dia masih mengingat cara untuk membuatku tertidur, dia masih melakukan kebiasaannya, tetapi dia tidak memingatku, bagaimana bisa?”batinnya.

 

“jongin…”

 

“jongin, kau ini mendengarku tidak sih?” kini krystal merajuk didepan jongin, membuat jongin tersenyum karena gemas dengan wajah pacarnya.

 

“hey, kau mencoba menggoda ku nona jung?” ucapnya.

 

Krystal bersiap mengambil langkah seribu dari sana, dia sangat tidak menyukai pandangan jongin seperti itu, dia harus melarikan diri selagi ia bisa.

 

Dan jongin hanya terkekeh melihat tingkah gadisnya itu.

 

Selang beberapa lama, akhirnya jongin memutuskan pulang dan berpamitan ke keluarga Jung, tetapi kali ini dia sendiri, karena krystal memutuskan akan menginap disana, menghabiskan waktu bersama keluarganya.

 

Dalam perjalanan, jongin terhenti disebuah Cafe dia melihat hyuna yang sedang duduk sendiri sambil memandangi gelas didepannya, awalnya dia tidak peduli tetapi entah mengapa dia malah memarkirkan mobilnya dan menghampiri hyuna.

 

“hai” ucapnya

 

Hyuna hanya diam tidak menanggapi panggilan dari jongin yang kini berada didepannya.

 

“ayolah, kim–, maksudku hyuna ada apa?”

 

“tidak apa – apa, tinggalkan aku” ucapnya menatap jongin datar.

 

“hey, kau ini angkuh sekali, “ jongin mulai kesal karena tingkah gadis didepannya ini, “aku memang tidak tahu apa masalahmu, tapi aku rasa aku punya janji kepadamu, ayo ikut aku” kini tangan jongin menarik tangan hyuna, menggenggamnya, dan jongin semat terkejut karena sela – sela diantara jemarinya sangat pas saat ia menyatukannya ke sela – sela jari milik hyuna.

 

“ini tidak berubah”  batinnya.

 

Sementara hyuna hanya diam, dan tidak menolak mungkin dia benar  benar dalam mood yang buruk hanya untuk sebuah melayangkan argumen kepada laki – laik disebelahnnya ini.

 

“kajja” setibanya disebuah bar yang cukup mewah hyuna mulai memberikan perhatiannya kepada jongin, dia menatap antusias pemandangan didepannya ketika sebagian orang bersama – sama melakukan gerakan break dance, dia menyukai ini.

 

“kau tidak akan menemukannya di Seoul noona, jadi tunggu apa lagi ayo bergabung bersama mereka” jongin menarik hyuna ke lantai dansa, dan disambut meriah para dancer disana, perlahan mereka mulai mengikuti alunan musik yang mulai menyatu ke jiwa mereka masing – masing, emnghasilkan sebuah gerakan apik yang sayang sekali untuk diabaikan,

 

Bahkan saat ini, jongin dan hyuna sedang berduet, entah mengapa mereka terlihat begitu kompak padahal barang sekalipun mereka tidak pernah melakukan latihan atau apapun, hanya saja mereka mengikuti naluri mereka.

 

“kau memang cerminan diriku hyuna” bisik jongin ketika ia merapatkan dirinya ke tubuh hyuna, mengangkatnya dan hyuna pun berpegangan pada bahu jongin, membuat dahinya juga dahi jongin bersentuhan, saling menatap satu sama lain.

“kau tahu, kali ini aku setuju” dan hyuna tersenyum, senyum yang sebenarnya kai rindukan dari seorang kimmi.

 

Malam itu ditutup oleh teriakan dari sebagian besar pengunjung, mereka bersenang – senang sebagian besar hanya bersulang menggunakan beer – beer mahal, sebagian lainnya mulai menyuntikan zat seperti morfin dan kawan – kawannya, dan posisi hyuna saat ini sangat tidak menguntungkan dirinya, karena seorang pemuda menyuntikan zat itu kepadanya.

 

Membuatya mulai terhuyung, dan sukses mendaratkan tubuh ramping hyuna kedalam dekapannya, “kau milikku noona” ucapnya seduktif, hyuna ingin berteriak tapi zat itu membuat onsentrasinya memburuk,

 

Dalam hatinya berteriak “jongin, aku takut” entah mengapa ia terus mengulang – ulang kalimat itu, dia memanggil jongin.

 

“BUGGG”

 

“DAG” sebuah suara tinjuan membuat seorang pemuda terhuyung dan jatuh, dan seorang dalam pelukannya juga terjatuh ke lantai. Kini mereka berteriak dan berhamburan keluar, karena jongin membabi buta terus menerus memukuli pemuda itu.

 

“U JERK, HOW DARE YOU TOUCH MY GF?!” pukulan jongin terhenti saat memastikan pemuda itu benar – benar tidak berdaya, dan jongin melihat hyuna yang tersungkur dilantai pun langsung menggendongnya

 

“maafkan aku, “ jongin membawa hyuna kedalam mobil, disepanjang perjalanan hyuna teru smenerus berguman tidak jelas.

 

“myungsoo selingkuh, dia kembali pada cinta pertamanya aku membencinya,”

 

Jongin tertegun mendengarnya, cinta pertama? Bukankah cinta pertama myungsoo itu hyuna? Pertanyaan – pertanyaan itu terus muncul diotaknya. Sampai konsentrasinya harus terpecah karena hyuna tiba – tiba berteriak.

“jangan bawa aku pulang, aku membenci muka peremuan jalang itu, jangan bawa aku pulang”

 

“hey tenang, kita tidak akan pulang oke,” jongin terus menerus berfikir kemana ia harus membawa hyuna dalam keadaan seperti ini, dia juga tidak memikirkan untuk pulang saat tu bisa habis dia dipukuli myungsoo membawa hyuna dalam keadaan mabuk.

 

Jongin bersusah payah membawa hyuna kesalah satu ruangan hotel, bukan karena tubuh hyuna berat, bahkan hyuna lebih ringan dari pada tubuh pacarnya, dia bersusah payah karena hyuna terus menerus menggesekan dadanya kearah dada bidang jongin dengan tatapan menggoda.

 

“shit, lelaki bajingan itu juga menyuntikan obat perangsang” umpat jongin, karena hyuna terus menerus menggodanya dengan cara meniup – niup daun telinganya.

 

Jongin merebahkan badan hyuna kekasur, dia berusah payah menahan hasrat yang ebrgejolak dalam dirinya karena hyuna terus menggodanya.

 

Dia buru – buru meninggalkan hyuna didalam sana. Dan langsung menengak sebotol air putih guna melancarkan pikirannya.

 

“sialan, kenapa dia menggoda sekali huh” ucapnya.

 

Jongin memutuskan untuk duduk didepan TV, teatapi entah mebgapa acara kesukaannya ini sangat tidak menarik ketika hyuna datang dan hanya menggunakan Bra juga Cdnya.

 

“oh yatuhan, apalagi ini” ucapnya.

 

“jongin, ‘ “Panggil hyuna manja dan duduk dipangkuan jongin. Tatapan menggoda itu berusaha jongin hindari tetapi semakin dihindari semakin hassratnya menjadi.

 

“kenapa kau mengabaiakanku jongin, apa aku juga tidak beranggapan bahwa aku seksi? Apa kau juga beranggapan bahwa aku tidak menarik hiks, apa itu sebabnya myungsoo berlari kearah mantannya lagi” jongin terkejut saat hyuna mulai menangis,

 

“jangan menangis” ucapnya mengusap lembut pipi basah hyuna. “tatap aku hyuna, apa aku terlihat mengabaikanmu? Aku begitu menginginkanmu, entah sejak kapan tetapi aku begitu menginginkanmu, tapi kau tau kan kalau—“

 

 

Jongin memmbulatkan matanya ketika hyuna menempelkan bibirnya ke bibir tebal milk jongin, hanya sebuah kecupan dan bibir mereka hanya menempel.

 

“kau menginginkanku ‘kan?” ucap hyuna dengan nada serak dan membuat libido jongin naik begitu cepat.

 

“tapi..—“

 

“bawa aku kepelukanmu jongin, “

 

Jongin menatap hyuna, sebagian hatinya berkata “jangan jongin, dia sedang mabuk, apa yang dia katakan itu dikendalikan oleh morfin dan perangsang” tetapi sebagian sisi hatinya berkata lain “jongin, ini kesempatanmu jangan naif kau juga menginginkan ini, kimmi hyuna adalah kimmi-mu”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hayooo, maaf yaa aku telat ngepostnya seriously aku lagi mood ngerjain Gsnya KAISOO maaf ya kalo part ini kurang muasin kalian, dan satu lagi ff ini bakalan aku bikin kaya cerita drama, kalau bosen danjenuh yah gpp, aku wajarin kokJ

Jangan lupa koment, karena kalian sangat membantu.

 

 

Dan aku emminta maaf oke, karena gabisa balasin koment kalian satu – satu tapi serius aku selalu baca koment kalian setiap kalinya aku ga mood nerusin ini ff, kaya semacam semangat gitulah,

 

 

Salam dari pacarnya kyungsoo kkk

Iklan

38 pemikiran pada “Married By Accident (Chapter 4)

  1. wahwah…,lucu bnget ngebayangin kimi sma kai kcil..hhhh…,XD. Hmm…,naeun jhat jga ya…krain yeoja baik”. Hhh….,kai tahan jngan smpe kgda iman kkk….tpi gtu aja udah kgda…kkk..ok next dlu udah pnsran sma reaksinya kai…XD

  2. makasiih thor buat cerita’a 😀
    ternyata cinta segitiga itu udah terjalin sejak mereka keciil .. bete bgt sma myngsoo, knapa dya nyalahin Jongin. padahal kan Myungsoo juga salah … aaaaaaaa myungsoo nyebeliin :-X kasiian kai, dya pastti ngerasa ketakutan bgt, apalagi dya masiih keciil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s