Mr. Milk And Mrs. Coffee (Chapter 1)

Mr. Milk And Mrs. Coffee (Chapter 1)

 

Tittle               : Mr. Milk and Mrs. Coffee (Chapter 1)

Author           : L.zy

Twitter          : @luthfiah_fya &@L_zy1208

Genre            : Romance, family, school life

Length           : Chaptered

Main cast      : Chloë Lee (OC)

Oh Sehun

Do Kyungsoo

Other cast    : Find it by yourself readers!^^

 

Desclaimer  : OC is mine. Semua cast kecuali oc milik tuhan YME. Cerita dan alur is pure my imagination. And fanfic ini punya author seorang. Please don’t be plagiator and don’t be silent reader. Please don’t forget RCL!^^ PLAGIATOR? GO AWAY!! SIDERS? AUTHOR DOAIN SEMOGA INSAF DAN MAU NGASIH KOMENTARNYA^^ PLEASE RCL!!! #maksa

Author’s note : Holla! Annyeonghaseyo readers! Author yang kece dan cantik ini bawain ff pertama author^^ sebelumnya author ga pernah ada niat buat bikin ff tapi, semenjak jadi fangirlnya exo gini deh keke~. Btw, ada beberapa adegan or scene or kejadian(?) di ff ini diambil dari kisah nyata  pengalaman someone. You know what I mean ‘someone’. But it’s not a real story. Karena author masih pemula, jadi maafkan kalo ada typo, kata atau kalimat yang kurang pas, kurang dapet feelnya dan ceritanya gajeL. But I hope you like my ff and please kritik dan saran author perlu banget buat progress ff author kedepannya^^. Mianhae, jeongmal mianhaeyo kalo ff nya absurd.Oke maaf kebanyakan cuap-cuap><.Langsung aja! Check this out!                                                                              Fanfiction ini juga udah pernah di post di wp sebelah (itu juga kalian bisa liat kalo udah di publish)

 

 

 

Happy reading!!^^

 

 

Author POV

 

New York City, USA

07.00 p.m

At Kediaman keluarga Lee

Keluarga Lee sedang makan malam bersama di ruang makan.Mungkin tepatnya keluarga Kim, bukan lagi keluarga Lee. Karena setelah satu tahun tuan Lee meninggal, istrinya memutuskan untuk menikah lagi dengan teman dekat tuan Lee yang juga bekerja di perusahaan yang sama.

 

Chloë POV

 

Seperti biasa, aku sedang menyantap makan malamku di ruang makan bersama eomma, eonni dan… eemm..paman Kim. Masih sulit rasanya untuk memanggil paman Kim dengan sebutan appa.

Jika kalian bertanya-tanya mengapa, akan ku ceritakan.

But before that, let me introduce myself.

My name is Chloë Lee, aku sekolah di Sheryl Junior High School *ngarang*. Aku berada di tingkat akhir dan sudah menjalankan ujian akhir kelulusan. Sungguh lega rasanya akan segera meninggalkan sekolah yang mengerikan ini. Aahh… sebenarnya sekolah ini tidak mengerikan, bahkan sekolah ini adalah salahsatu sekolah terbaik dan elit disini.Namun, yang mengerikan adalah siswanya.

Awalnya, aku mempunyai banyak teman disekolah ini bahkan, hampir semua siswa disini mengenalku.

Namun keadaan berubah semenjak appaku meninggal satu tahun yang lalu.Teman-teman dekatku menjauhiku. Aaah..bukan, mereka membullyku. Hampir setiap hari aku menjadi bahan olokan di kelas dan menurutku yang paling parah saat jam istirahat aku dihina oleh teman yeojaku (yang awalnya  teman dekatku) dengan bahasa yang kasar dan ia juga mendorongku hingga aku terjatuh.

Dia dan gengnya selalu menghinaku, mereka bilang ‘jangan centil!’ atau ‘jangan so kecantikan! You’re the ugliest person in the world!’.

Bahkan yang awalnya kuanggap sebagai sahabatku, yang selalu ada untukku disaat semua orang menjauhiku, dia malah menghianatiku dan mengikuti geng sialan itu.

Tidak sampai disitu, dulu saat aku masih duduk di bangku elementary school, teman-teman namjaku pernah mencakar lenganku hingga berdarah, dan waktu itu mereka juga pernah memukuliku hingga lebam dan meninggalkan bekas berwarna biru.

Itu gara-gara aku tidak mau memberikan surat cinta yang aku tulis untuk seorang namja, dan mereka marah karena aku tidak mau memberi tahu isi surat itu kepada mereka.

Aku tidak tahu mengapa mereka semua melakukan itu kepadaku.Padahal aku tidak pernah mempunyai masalah dengan mereka.

 

Aku mempunyai kakak perempuan yang kupanggil ‘eonni’.

Dia Michelle Lee.

Aku dan dia sama-sama lahir di New York.Dia 5 tahun lebih tua dariku.Dia cantik dan juga memiliki kulit yang putih, mungkin karena gen nya lebih dominan ke appa yang notabene nya orang Korea, berbeda denganku yang memiliki kulit yang lebih coklat.

Namun eomma dan appa bilang, walaupun eonni berkulit putih, tetap yang tercantik dan manis itu aku yang berkulit eksotis (coklat), bermata bulat tidak seperti eonni yang bermata sipit seperti orang Korea, berhidung mancung, bibir yang seksi dan juga rambut hitam panjang yang indah dan lembut.

Hahaha~ mereka memang paling bisa membuatku senang dan tertawa. Okay, cukup untuk perkenalannya. Kita mulai saja ceritaku yang tertunda tadi.

 

 

 

Author POV

 

Flashback 1 year ago….

 

“Chloë! Michelle! Appa akan segera berangkat ke bandara!”Teriak nyonya Lee dari lantai bawah.

Tak lama kemudian, adik-kakak itupun keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah.

“Girls, appa berangkat dulu ya.Jaga kesehatan kalian.Makan yang teratur dan juga belajar yang rajin. Appa akan sangat merindukan kalian”

Tuan Lee mencium kening kedua putrinya dan memeluk mereka.

“Us too!Appa jangan lupa untuk selalu memberi kabar kepada kami” Ujar Chloë si bungsu.

“Appa tidak akan lupa. I promise”

Tuan Lee mengacak rambut anak kesayangannya.

“And you Michelle, jangan bermain terus. Rajinlah belajar seperti adikmu. Pintar, berprestasi dan selalu menurut” Nasihat tuan Lee.

“Aah..yes appa. Suatu saat nanti, I promise I will make you proud” Michelle menepuk dadanya membanggakan.

“Yasudah, sekarang eomma akan mengantar appa ke bandara”

“Yes eomma” Ujar mereka serempak

“Baiklah eomma dan appa pergi dulu. Bye!”

“Bye!”

 

-skip-

 

At Airport

 

“Sebentar lagi pesawatnya akan take off. Jaga diri disana baik-baik honey”

Ujar nyonya Lee khawatir.

“Yes Adilyn. Kau tidak perlu khawatir.Kau yang jaga diri dan anak-anak.Oh ya, mengapa mereka tidak mengantarku sampai ke bandara?”

Tanya tuan Lee kepada istrinya yang bernama asli Adilyn Zousy.

“Kau tahu, anak-anak kita tidak suka perpisahan. Mereka akan sedih”

“Ya, aku tahu.Yasudah, aku masuk pesawat dulu.Aku akan segera pulang Adilyn”.Tuan Lee mencium kening istrinya dan pergi.

 

 

* * mr. milk and mrs. coffee * *

 

 

Pagi hari di kediaman keluarga Lee.Chloë sedang menunggu sarapan di meja makan sambil memainkan ponselnya.Sedangkan Michelle masih di kamarnya sedang berdandan.Berbeda dengan nyonya Lee yang masih terlelap dalam mimpinya.Hingga suara telepon rumah berdering nyaring diruang makan.

 

Kriiing….. kriiing….

 

Telepon rumah keluarga Lee berbunyi.Pembantu rumah tangga yang sedang menyiapkan sarapan untuk Chloë dan Michelle langsung berlari untuk mengangkat telepon, namun langsung di hadang oleh Chloë.

“Biar aku saja yang mengangkatnya” Seru Chloë.

“Hallo? Kediaman keluarga Lee disini”

“ya. Apakah ini kau Chloë?”

Kata orang di seberang sana.

“Yes it’s me. Uncle Kim? What happened?”

Ternyata penelepon itu adalah rekan kerja sekaligus teman dekat appanya, yaitu paman Kim, begitu cara Chloë dan Michelle memanggilnya.

“Chloë kumohon untuk tegar dan sabar” Ujar paman Kim dengan suara yang bergetar.

“What do you mean uncle? I don’t understand”

“Appamu, dia… dia… dia sudah tidak ada”

Paman Kim berbicara terbata-bata karena tidak kuasa menahan tangisnya.

“W…what?! Oh ayolah paman, ini tidak lucu! Ini masih pagi, eomma dan eonni belum bangun.Apa maksudmu?!”

Chloë sungguh tidak percaya kabar ini.Menurutnya ini masih pagi dan ini waktu yang tidak tepat untuk membuat lelucon dan menyebabkan semua orang didalam rumah itu terkejut, paman Kim memang orang yang humoris dan selalu membuat oranglain tertawa.

Chloë masih atau mungkin tidak akan percaya kabar ini. Karena tadi malam appanya menelepon dan dia baik-baik saja.

“Paman tidak sedang melucu Chloë, kumohon untuk tabah dan sabar. Appa sudah bahagia disana… disurga”

Paman Kim mencoba meyakinkan dan disana terdengar suara isak tangisnya. Mungkin, ia sudah tidak bisa menahan tangisnya lebih lama lagi.

Wajar saja, paman Kim adalah sahabat appanya sejak lama.

“Kau bohong! Kau bohong paman! Sungguh ini tidak lucu! Kau bohong!Aku tidak percaya!”

Chloë berteriak keras dan melepaskan telepon yang di genggamnya.Dia shock.Matanya memanas.Dan akhirnya, cairan bening itu keluar dari mata indahnya.

“Tidak! Tidak! Aku tidak percaya! Appa… hiks..appa..hiks..”. Chloë mengacak rambutnya kasar.

“Hey! Chloë what happened? Mengapa kau belum pergi sekolah?”

Nyonya Lee menuruni tangga tergesa-gesa diikuti Michelle dibelakangnya.

“Appa… appa..appa, eomma! Appa sudah tidak ada..hiks” Chloë menunjuk telepon rumah yang tergeletak dilantai.

“Apa maksudmu?! Jangan becanda!”

Nyonya Lee pun mengangkat telepon itu yang masih tersambung.Ia shock, sama seperti Chloë.

“Nyonya ada apa? Apa yang terjadi?”

Pembantu rumah tangga itu bertanya khawatir.

“Hubungi semua kerabat dan siapkan upacara kematian untuk tuan”

Nyonya Lee masih shock. Sangat shock hingga mematung, dan perlahan air matanya mengalir. Namun ia segera menghapus air mata itu. Ia harus terlihat kuat didepan kedua anaknya, namun tetap saja tidak bisa dan tidak akan pernah bisa.

Nyonya Lee langsung memeluk kedua anaknya yang menangis.Dan…. nyonya Lee menangis dalam diam.

Semenjak hari itu, Chloë si bungsu yang periang menjadi pendiam dan lebih suka menyendiri.Sedangkan Michelle si sulung menjadi nakal dan jarang berada di rumah.Nyonya Lee sangat khawatir dengan kedua anaknya.

Namun disaat sulit seperti itu, paman Kim selalu ada dan mambantu.

Setahun kemudian, mereka menikah dan posisi tuan Lee sebagai wakil presdir digantikan oleh paman Kim. Lalu keadaan berangsur-angsur membaik, terutama ekonomi keluarga Lee yang sempat menurun kembali  naik dan membaik.

Nyonya Lee yang awalnya hanya mempunyai 4 cabang butik, menjadi sukses dan membuka cabang butiknya lagi di 2 ibukota negara.Ia mempunyai brand sendiri.

 

Flashback End…

 

 

Keadaan hening menyelimuti acara makan malam keluarga itu.Nyonya Kim (nyonya Lee) merasa bosan dan tak terbiasa dengan suasana ini memutuskan untuk membuka topik pembicaraan tentang rencana kepergiannya ke Seoul, Korean Selatan untuk membuka cabang butiknya disana.

“Eheem… Chloë, Michelle. Eomma akan membuka cabang baru butik eomma di Seoul, Korea Selatan”

Kata nyonya Kim dengan senyum mengembang di wajahnya yang sudah tidak muda lagi.

“Really? That’s good eomma”

“Ini bukan hanya bagus, tapi hebat!Yang awalnya hanya membuka dikota ini, lalu di Baverly Hills, lalu berkembang lagi. Kemudian setelah eomma membuka cabang di Singapore dan Jepang, sekarang Korea Selatan! Dan yang terpenting eomma ingin Chloë menemani eomma nanti”

“Uhuuk….”

Chloë tersedak sosis yang tadi dimakannya.

“Ya ampuun… cepat minum”

Nyonya Kim langsung memberikan segelas air kepada Chloë.

“Ooh sis, responmu terlalu berlebihan”

Michelle menepuk-nepuk punggung adiknya.Dan menggelengkan kepalanya.

“Tapi eomma, aku masih harus sekolah dan menghadiri acara kelulusan. Setelah ujian kemarin, bukan berarti aku bebas”

“Eomma tahu, lagipula hanya dua minggu-“

Nyonya Kim belum selesai bicara namun langsung dipotong oleh Chloë.

“What?!Hanya dua minggu?!Hanya?! Itu lama eomma….” Chloë merajuk.

“Eomma belum selesai berbicara.Jangan dipotong dulu, tidak sopan. Lagipula, jika urusannya sudah selesai kurang dari dua minggu, kita akan langsung pulang. Ayolaah… temani eomma honey… toh tidak ada ruginya dan disana kau bisa bersenang-senang menghabiskan waktu liburanmu”

Nyonya Kim merayu anaknya agar mau menuruti permintaannya.Memang lucu perilaku ibu dan anak yang satu ini.

“Mengapa tidak bersama paman saja?”Ujar Chloë ketus.

“Ya, benar. Kan masih ada paman Kim”

Kini giliran Michelle membuka suara.

“Appa sangat sibuk disini dan tidak mungkin ikut.Dan eomma tegaskan lagi, kalian harus memanggil paman Kim appa.Sudah berapa kali eomma bilang? Kalian harus memanggilnya appa”

Nyonya Kim berbicara tegas kepada kedua anaknya.

“Okay APPA!”

Ujar Chloë dan Michelle dengan penekanan pada kata ‘appa’.

“Kau harus ikut eomma ke Seoul.Ini perintah dan eomma sudah mengurus urusan disekolahmu. Kita berangkat lusa”

“Baiklah eomma. Aku harap aku bisa bersenang-senang disana”

Chloë pun menyerah.Ia pikir, tidak ada gunanya juga membantah perkataan orangtua.

“Pasti. Kau akan bersenang-senang disana. Eomma janji”

“Eomma, aku ikut”

Kata Michelle tiba-tiba.

“Kau..mau ikut?”

Ulang nyonya Kim dan Chloë hampir bersamaan.

“Ya, aku ingin menghabiskan waktu cuti kuliahku disana dan bersenang-senang. Mengunjungi semua mall ternama disana, shopping, dan pergi ke Namsan Tower”

“Baiklah, eomma akan mengurus tiketnya dan pembayaran rumahnya sekarang”

Nyonya Kim meninggalkan meja makan dan pergi menuju ruang kerjanya.

“Okay” Kata sepasang kakak-beradik itu serempak. Namun sesaat kemudian….

“What?!!!”Mereka berteriak heboh.

“Eomma membeli rumah di Seoul?”

Chloë bertanya tidak percaya dengan ekspresi speechless nya yang lebih terlihat seperti orang bodoh.

“Woow cool!” Kata Michelle terkagum.

“Ya, eomma membeli rumah di daerah Gangnam” Tuan Kim membuka suara.

“Untuk apa appa?”Chloë bertanya dengan muka polos.

“Tentu saja untuk kita tempati pabo!Iya kan appa?”

Michelle menjitak kepala adiknya.

Tuan Kim tertawa bahagia.Akhirnya Chloë dan Michelle mau memanggilnya dengan sebutan appa tanpa paksaan.Camkan itu ‘TANPA PAKSAAAN’.

 

 

* * mr. milk and mrs. coffee * *

 

 

At Incheon Airport

 

 

Chloë POV

 

Aku menghirup udara sebanyak-banyaknya dan mengeluarkannya secara perlahan.Setelah menempuh perjalanan yang panjang dan melelahkan, akhirnya sampai juga. Woohoo….. Welcome to South Korea!! So glad to see you!

Walaupun awalnya aku menolak diajak eomma kesini, tapi setelah kupikir-pikir, mungkin ini akan sangat menyenangkan dan dapat menambah pengalamanku.

Seoul, sepertinya kota yang tepat untuk menyegarkan pikiranku dengan suasana dan lingkungan baru. Setelah stress dengan ujian akhir kelulusan dan juga perilaku teman-teman yeojaku disekolah.

Aku sedang menunggu supir yang akan menjemput kami disalahsatu café disini. Eomma dan eonni sedang memesan minuman untuk kami bawa pulang.

Tiba-tiba seorang pria paruh baya menghampiriku dan membungkukkan badannya.

“Annyeonghaseyo, apakah agassi nona Chloë Lee?”

Tanya pria paruh baya itu dalam bahasa Korea.

“Aah ne. Choi ahjussi?” Ulangku ragu.

“Ne”

“Tunggu sebentar ahjussi. Eomma dan eonni sedang memesan minuman”

Jawabku dalam bahasa Korea.

Ternyata pria paruh baya tadi Choi ahjussi supir pribadi yang eomma bilang.

Setelah eomma dan eonni datang, kami langsung berangkat menuju rumah baru kami didaerah Gangnam.

 

 

-skip-

 

 

Aku sudah sampai didepan rumah baruku.Ini… besar dan mewah seperti rumahku di NYC (New York City).Rumah yang lainnya juga tak kalah besar dan mewah.Seperti rumah di seberang rumahku dan rumah disebelah rumahku *ngertikan?*.

Tentu saja, ini adalah kawasan elit di kota Seoul. Tanpa menunggu lama lagi, akupun langsung masuk kedalam rumah. ‘apa ini tidak terlalu berlebihan untuk sekedar tinggal selama 2 minggu?Terkadang eomma memang selalu berlebihan’ batinku.

“Eem..eomma, apa ini tidak terlalu berlebihan?”

“Tidak sayang. Lagipula kita akan sering mengunjungi rumah ini nanti”

“Lalu, jika kita tidak ada, siapa yang akan mengurus rumah sebesar ini nanti?”Tanya eonni yang tak tahu sejak kapan sudah berada disampingku.

“Ada Choi ahjussi, istrinya dan para maid yang lain”

Waaah… eomma hebat.Ini mengagumkan.

Akupun berjalan-jalan mengelilingi rumah baruku ini.

Pertama aku pergi ke halaman belakang rumahku. Disini terdapat taman yang indah dengan bunga-bunga yang bermacam-macam dan juga lampu taman yang aku yakin jika dimalam hari akan sangat indah saat menyala. Dan terdapat kolam renang yang cukup besar namun tidak sebesar kolam renang rumahku di NYC. Aah… semuanya mengagumkan.

Eh? Disini juga terdapat ayunan?Haha~ seperti anak kecil saja.Tapi aku sangat menyukai ayunan karena banyak kenangan yang mengingatkanku pada appa.Saat appaku masih ada.

Aku masih ingat saat aku masih kecil, appaku membuatkan ayunan untukku dipohon halaman belakang rumahku dulu.Dan saat itu aku juga meminta dibuatkan rumah pohon oleh appa. Haah… that was a best time I’ve ever felt dan salah satu momen yang sangat aku rindukan.

Setelah melihat-lihat sekeliling rumah, akupun memutuskan untuk kelantai atas dimana kamarku berada.

 

 

 

Author POV

 

Chloë sedang menyusun barang-barangnya di kamar barunya. Dia menyusun beberapa baju di lemari dan alat make up di meja riasnya. Sebenarnya, dia bukan tipikal yeoja yang suka berdandan. Setelah semuanya selesai, ia turun kelantai bawah dan makan. Namun bukannya makanan yang enak didapatnya, malah suruhan dari nyonya Kim.

“Chloë tolong ambilkan tas eomma di dalam mobil”

‘oh yang benar saja. Aku lelah dan baru membereskan semua barang-barangku yang tidak sedikit itu dan sekarang sudah disuruh lagi-_-‘ batin Chloë menggerutu.

“Choi ahjumma kemana? Para maid yang lain mana? Aku lelah eomma…”

Keluh yeoja berparas cantik itu.

“Tidak tahu.Mungkin dia masih di halaman belakang.Dan kau tidak boleh mengeluh seperti itu. Kau sudah besar Chloë dan sudah sepatutnya kau mandiri”

“Ah yasudahlah”

“Dan satu lagi, mobilnya masih didepan rumah, not in the garage”

Chloë pun berjalan malas menuju mobilnya.

Saat ia menutup pintu mobil, tak sengaja pandangannya melihat seorang namja di seberang rumahnya yang sedang membuang sampah. Dan mata mereka bertemu sesaat namun, saat Chloëhendak menyunggingkan senyuman, namja itu sudah terlebih dahulu memasuki rumahnya.

 

 

 

 

To be continued~^0^~

 

 

 

Holla!!!^ gimana??? Eotte??Absurd?? Miaaann 😥 author kan masih pemula. So, maaf kalo masih ada kesalahan.Author mohon RCL dan kritik juga sarannya buat memperbaiki fanfic author selanjutnya dan juga next chapter fanfic ini. Author bakal lanjutin ke chapter selanjutnya kalo comment kalian banyak, jadi tergantung comment kalian niihh… tapi tenang aja, author bakal terus lanjutin ko walaupun comment kalian dikit karena author ga sejahat itu>,< tapi, mungkin agak lama karena kan sedikit hehe ^^#maksaaaa

Ohya, dan maaf juga di chapter 1 ini ga ada poster-__- nanti deh kalo author ada waktu, bakal nyempetin buat bikin posternya.

Jujur karena ini fanfic pertama author, awalnya bingung dan author ga punya temen yang suka bikin ff kaya author gini. Jadi ga pede gitu gara-gara takut ceritanya absurd-__-

Ngomong apa lagi yaa???ohya… btw, author ini 01 line jadi masih bocah-__-yaudah mungkin cukup segitu aja yaa

Please jangan lupa RCL, kritik dan saran ya chinguuuu….

 

 

Kamsahamnida, annyeong!!!^3^/

 

 

 

~xoxo~

Iklan

23 pemikiran pada “Mr. Milk And Mrs. Coffee (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s