PSEUDO LOVE : Nal Bwa !

FanFiction

By: Bae Bi Hyun

 Nal Bwa!

PSEUDO LOVE: Nal Bwa!

Author: Bae Bi Hyun (Atrika Fitri Nur Cahyani)

Genre: Angst, Hurt Love

Leght: Oneshoot

Rating: Aman

Cast:   – Bae Bi Hyun

– Byun Baek Hyun

– Choi Ai Ra

– Mark Lee

– Other Cast

Soundtrack “JIN-GONE”

 

Summary: ‘Jebalyo… Nal Bwa!’

 

Aku kembali memandangi foto itu, entah telah berapa lama aku berdiri disini dengan mata yang tak bisa lepas dari senyumnya. Dia, Byun Baekhyun. Idolaku..ah, tidak! Lebih tepatnya, cinta petamaku.

“Bi!!!”

Aku seketika menolehkan kepalaku.Aku tersenyum pada seseorang disana. Dia, Mark Lee. Ah, aku lebih suka memanggilnya Markonah.

Wae?”

“Apa kau akan terus berdiri disana?Kajja masuk! Kelas akan dimulai!”

Aku sedikit terkekeh melihatnya memanyunkan bibirnya lagi. Dia Sahabatku, ah! Tidak juga.Dia sudah seperti saudara bagiku.

“Apa aku tak boleh memandang Baekhyun Oppa?Lagipula dia terlihat sangat tampan difoto ini. Ah..aku akan berterimakasih pada pak tukang yang memasangkan banner iklan ini disini. Karenanya setiap hari aku bisa memandang pacarku dikampus”

Aku tersenyum lagi.Entah mengapa aku tak pernah bisa tidak tersenyum saat melihat binar matanya, difoto.

“Pacarmu?” Mark mengerutkan keningnya heran. Sebentar lagi dia pasti akan tertawa.

“Bwahahahahahahh…”

Benarkan apa kataku. Dia sekarang sedang terduduk ditanah sembari memukuli pahanya sendiri beberapa kali.Adakah yang lucu?

“Hahah.. Hahah.. Yaa.. Bae Bi Hyun temanku yang paling imut..aku tau kau seorang penulis tapi imajinasimu sungguh terlalu Bi Hyun-a.. hahah”

Kini dia mulai bangkit dan membersihkan sisa tanah ditasnya.Aku memanyunkan bibirku beberapa centi. Dia membuatku kesal lagi!

“Yaa!!”

“Hahah..sudah. Ayo masuk.Kalau kau masih mau disini silahkan.Aku tak mau harus berdiri didepan kelas seharian karena telat. Bye” Mark mulai melangkah pergi. Dihukum? Astaga! Aku lupa hari ini Jang saem yang mengajar. Bisa mati aku!

“Yaaa Markonah Tunggu Aku!!”

 

Aku memasangkan earphone dikedua telingaku.Setiap hari selalu seperti ini. Aku akan duduk disini dan menunggu bis lewat. Tapi jika biasanya aku akan mati kebosanan karena menunggu. Kali ini aku sedikit terhibur karena banner iklan besar yang terpampang diseberang sana. Disana terlihat jelas Baekhyun Oppa sedang tersenyum manis sembari membawa sebuah minuman. Hahh.. Aku suka sekali saat ia tersenyum seperti itu. Meski aku tau itu bukan hanya untukku.

“Biii!!!”

Samar-samar aku mendengar ada yang memanggilku.Tidak jelas karena aku sedang mendengar alunan lagu di earphoneku.Lagu Baekhyun Oppa. Hh..entah kenapa hatiku langsung menghangat saat mendengar suaranya. Suaranya bagaikan alunan musik lembut yang dapat memanjakan telingaku.Aku selalu menutup mataku saat mendengarnya sedang bernyanyi.Bahkan terkadang aku hingga tertidur.

“BIHYUUUUUUNN!!!”

NEEE

Aku seketika membuka mata dan terlonjak dari tempat dudukku.Seseorang meneriakkan namaku dengan keras tepat ditelingaku. Oh! Aku berharap telingaku akan baik-baik saja.

“Yaa!! Kau tak mau pulang eoh! Bis sudah datang!”

Aira menatapku garang sembari menunjuk bis yang semua orang didalamnya juga sedang menatapku. Oh! Demi Baekhyun yang semakin imut, aku berjanji tak akan memejamkan mataku lagi dihalte bis.

Mianhae.. Mianhae..”

Aku nyengir tak jelas.Aira menarikku lalu kami segera masuk bis. Hah! Memalukan!

 

Kini aku sibuk mengetik kata per kata dan baris per baris di laptopku. Namun konsentrasiku terpecah saat Aira terus menerus bicara dan tak mau diam. Astaga! Ingin sekali aku menyumpal mulutnya dengan bakpao XIumin atau Dollar $uho.Untung saja dia sahabatku. Hhahh!!

“Astaga Bihyun! Demi apa!Mengapa semua yang ada disini Baekhyun Baekhyun dan Baekhyun. EXO EXO EXO. Untung kau tinggal sendirian. Kupastikan siapapun yang tinggal diapartemen ini denganmu tak kan betah walau hanya satu hari. Gelas saja bergambar Baekhyun.Astaga!”

Aku hanya diam melihatnya berkeliling di apartemenku. Yah..ini memang pertama kalinya dia main kemari. Aku adalah mahasiswi pertukaran pelajar.Karenanya aku tinggal sendiri Karena Appa dan Eommaku tidak di Seoul.

“Tapi Lumayan. Selera desainmu bagus juga. Hmmm….”

Hhhah..tak bisakah dia diam? Ah..pergi saja lebih bagus.

“Aira-ya..aku mau menulis. Bagaimana bisa aku berimajinasi kalau kau terus memecah bayangan diatas kepalaku dengan suaramu”

Aku mencoba bersabar. Ya Tuhan! Kenapa aku punya dua sahabat yang sama-sama aneh. Mark yang akan tertawa walau tak ada yang lucu sama sekali, dan Aira yang tak akan bisa diam walau ia sedang makan 2 burger sekaligus.

“Heh..kau memangnya sedang menulis apa hah?”

Ia mulai mendekat. Gawat! Dia pasti akan menertawakanku jika ia tau apa yang sedang aku tulis.

“Tidak apa apa” aku menutup laptopku dengan cepat, yang sudah ku-save sebelumnya tentu.

“Haiss..kau menulis apa?”

“Bukan Apa Apaaa”

Aku kini mendorongnya untuk keluar dari apartemenku.Dia mengerutkan keningnya.

“Eh Yaa kau mengusirku?”

“Ayo temani aku!”

“Kemana?”

Kajja

 

Aku terus tersenyum.Sementara Aira terus memanyunkan bibirnya sedari tadi.Aku yakin aku bisa menggantungkan jemuranku dimulutnya sekarang.

“Yaa Bi! Apa maksudnya aku harus menemanimu mengantre disini? Kenapa mau ngantre saja mengajakku?Kukira kau akan mentraktirku makan siang!”

Dia mengomel lagi.Aku menahan tawaku melihat ekspresinya. Hahah..aku tau dia sebenarnya tak keberatan menemaniku. Dia hanya sedang merajuk.

“Aku bosan mengantre sendirian. Jadi kuajak kau”

Aku menampilkan eyesmileku. Saat ini kami sedang mengantre tiket Exo The Lost Planet in Seoul. Ya! Akhirnya mereka menggelar konser perdana mereka.Dan akhirnya aku bisa mendengar suara Baekhyun dan melihatnya secara langsung. Kyaaaaa…

“Kau tidak bosan. Tapi aku yang mati berdiri karena bosan”

Kulihat dia memutar bola matanya jengah.Aku kini mengatupkan kedua tanganku dan memohon padanya.

Jebal…”

“…..”

“Ra-ya….”

Aishh ne ne ne. jangan merengek seperti bayi!Kau pikir aku ibumu ha?”

“Kyaa gomawo Aira…”

Aku menggoyang goyangkan lengannya.Senang sekali mengerjai dia. Tak sadar antrean didepanku sudah menghilang.Dan kini giliranku membeli tiket. Namun tiba-tiba loket itu menutup dan meninggalkan kata “SOLD OUT”. MWOYA!!

Mwoya??Habis??”Aku hanya melongo tak percaya.Apa gunanya aku berdiri satu jam disini? Sial!

“Yaaa apa maksudnya habis??Kalian bahkan menutupnya tepat saat sahabatku mau beli.Kalian sengaja hah!!”

Entah kenapa Aira ikut geram.Ia tak mau penantian tadi sia-sia, mungkin.

“Sudahlah Aira… mungkin memang aku sedang tidak beruntung.Ayo kita pulang” Aku menariknya pergi dengan berat hati.Tak rela? Tentu saja! Aku tadi bahkan sudah membayangkan saat mendengar dan melihat Baekhyun secara langsung.

“Tapi Bi..Gwencha..”

Gwenchana

 

Aku berjalan gontai memasuki apartemenku.Lalu menjatuhkan diriku keatas sofa.Aku menghela nafas berat. Kini mataku menatap foto Baekhyun super besar yang terbingkai indah di dinding. Aku mulai bangkit untuk berdiri.Menatap mata Baekhyun yang juga sedang menatapku.Dia sedang tersenyum.Manis sekali.

Mianhae… Aku belum bisa melihatmu. Aku berjanji, aku akan secepatnya bisa mendengar langsung suaramu. Eo? Kau berjanjilah mau menatap kameraku saat aku memfotomu.Kau saja selalu menatap kamera polarlight eonni.Apa kau tak mau melihat kameraku juga? Pasti kau mau.”

Aku tersenyum lalu menyentuh pipinya.Ia tersenyum, dan aku melihat itu sebagai jawaban, Ya.

“Dimana aku bisa mendapat tiketnya?”

 

Aku menekan-nekan tombol remote dengan jengah.Besok adalah hari pertama konser EXO.Dan aku belum mendapat satu lembar tiketpun.Eotteokkae?

“Aiisshh… Aku bisa gila”

Kini aku meraih jaket tebalku dan pergi keluar.Masa bodoh dengan hujan yang sedang turun.Aku harus mendapat tiketnya.

 

Aku mendengus sembari mengeratkan jaketku saat dinginnya malam menusuk nusuk ke permukaan kulitku.Aku sedang terduduk di halte saat ini. Dasar bis sial! Kemana mereka saat aku butuh? Aish..kenapa nasibku sial sekali ha?

‘BRUUGGH’

Aku langsung terhenyak saat mendengar sebuah suara. Ya! Suara itu terdengar jelas ditengah suara hujan. Ya Tuhan! Apapun itu?Aku sedang tidak beruntung hari ini.Apa yang ini juga nasib sialku? Bertemu dengan preman dan yang paling mengerikan, hantu.

“Aiishh.. Bihyun! Kenapa pikiranmu aneh sekali ha?Mana ada hantu disini. Tapi..”

Aku kini mulai memberanikan diri untuk mencari asal suara itu.Persetan dengan kakiku yang sudah bergetar sedari tadi.Lebih baik aku mati ketakutan daripada aku harus mati penasaran dan akhirnya gentayangan. Ah..tidak ada yang lebih baik.

“N.. Nuguya?”

Aku mengendap-endap pelan.Berjalan ke arah belakang halte yang sangat gelap.Aku memejamkan mataku.Demi apapun aku benar-benar takut.

“Kyaa..”

Aku sedikit berjengkit kaget.Hingga hampir saja payungku terbang, namun aku masih bisa menahan untuk tidak berteriak.Disana, aku melihat sesosok manusia yang tergeletak pingsan.Wajahnya tertutup rambutnya yang hitam.Dan tubuhnya sudah basah kuyub.Apa ia masih hidup? Aku mendekatinya dengan waswas.

C.. Chogiyo..”

Aku kini berjongkok disampingnya.Kuberanikan diriku memegang pergelangan tangannya. Memastikan bahwa ia masih hidup.

“Syukurlah..dia masih hidup”

Aku menghela nafas lega. Setelah kuperhatikan, ia seorang namja. Dan sepertinya aku mengenalnya.Aku mengamatinya.Ia memakai jaket tebal, dan tercetak logo EXO disana.

“Ah..namja ini juga seorang exotic? Ck!”

Namun setelah aku mengamatinya lagi?Aku semakin yakin bahwa aku mengenalnya.Karena penasaran, perlahan kusibakkan rambut yang menutupi wajahnya.Mataku langsung membulat sempurna seakan mau keluar dari tempatnya.Mulutku membuka dan tangan juga kakiku serasa lemas.Payungku langsung terlepas dan aku terduduk disampingnya.Masa bodoh denganku yang sekarang kehujanan.Dia..Dia..

Aku terus memandanginya, tak mau menoleh sedikitpun kearah lain. Tidak! Bahkan aku belum sepenuhnya percaya akan apa yang aku lihat. Dia.. Byun Baekhyun. Ya! Orang yang sekarang sedang terlelap damai ditempat tidurku.Setelah tadi aku mati-matian menyuruh Mark untuk menjemputku di halte, aku juga memaksanya untuk menggantikan baju Baekhyun Oppa yang basah dengan baju namja yang aku punya.Aku membeli baju itu memang untuk Baekhyun Oppa, dan sekarang dia mengenakannya.Aku senang karena baju itu pas untuknya.Aku kembali tersenyum, entah keberapa ratus kalinya.Namun berbeda.Ini sangat berbeda dibanding saat aku hanya memandang fotonya.Saat ini aku benar-benar mamandangnya secara langsung.Dia terlihat imut dan polos saat tertidur seperti itu.Untunglah kata Mark Baekhyun tidak apa-apa.Hanya pengaruh alkohol. Ya! Mark adalah calon dokter. Aku berfikir dua kali untuk memanggil dokter memeriksa Baekhyun.Aku masih belum rela dia pergi. Yah..aku egois bukan? Tapi..untuk apa dia mabuk seperti ini? Kini aku mengulurkan tanganku.Memberanikan diri untuk menyentuh keningnya.

“Sudah mendingan”

Aku menarik tanganku kembali.Dan kembali memandang wajah polosnya saat tertidur.Entah kenapa mataku sepenuhnya terkunci pada wajahnya.Tampan. Yah! Aku memang sudah gila. Orang orang mungkin akan menganggapku gila, menyukai bahkan mencintai seorang idol seperti mencintai namja biasa. Jika semua fans sepertiku, mungkin tak ada fans yang dapat menikah didunia ini.

“Bi..”

Kini aku menoleh.Menatap Mark yang berdiri di ambang pintu kamarku.Aku tersenyum padanya.

“Masuklah”

“Apa kau berencana membiarkannya disini?”

Aku terdiam. Yah! Aku tau ini salah.Seharusnya aku segera menelfon agencynya dan mengembalikannya.Namun aku belum bisa. Belum!

“Baiklah, setidaknya kau punya waktu hingga dia membuka mata. Aku yakin dia akan langsung pergi dan mengira kau adalah salah satu sasaeng fans yang menyanderanya.” Mark mencibir. Aku hanya terdiam dan kembali memandang Baekhyun. Membayangkan saat ia bangun nanti ia akan langsung pergi meninggalkanku.

“Aku tak tau Mark..aku tak tau”

“Terserah kau saja, aku harus pulang.Jika kau butuh aku, telfon saja.Bye

Aku hanya memandanginya yang sudah menghilang dibalik pintu.Lalu memandang Baekhyun Oppa, lagi.

“Tak apa jika kau pergi, ireona jebal..” aku mengelus rambutnya pelan, lalu setitik air mata jatuh dari pelupuk mataku.

Saranghae..”

 

Pantulan cahaya matahari menusuk melalui celah-celah yang ada dikamarku.Aku terbangun, memegang kepalaku yang sedikit berdenyut.Mencoba mengumpulkan kembali seluruh nyawaku.Setelah terkumpul sempurna, aku mengerutkan keningku tajam.Seingatku, tadi malam aku tertidur disamping Baekhyun. Kenapa sekarang aku ada diatas ranjang?

“Apa mungkin..semua itu mimpi?”

Aku mencoba berfikir keras.Aku lalu berdiri.Mencari bukti untuk memastikan semua itu bukanlah mimpi.

“Eo?”

Aku terkejut saat melihat sebuah amplop yang tergeletak di meja.Aku segera mengambilnya dengan buru-buru.

 

To : Bae Bi Hyun

  1. . Bi Hyun-a

Aku tau namamu dari foto yang terpajang di kamarmu, fotomu yang kau edit denganku.Aku kaget sekali saat terbangun dan melihat diriku berada dikamar yang penuh dengan gambarku. Kamarku saja tidak seperti itu, huh!.

Lalu aku melihatmu yang terlelap damai sambil terduduk disampingku. Aku jadi yakin pasti kau yang sudah menolongku. Gomawoyo..dan kau berat sekali! hahaha

Maaf langsung pergi tanpa pamit padamu.Aku sudah telat untuk rehearsal konser nanti. Hm..aku tidak yakin kau mau. Tapi aku meninggalkan satu tiket diamplop ini.Pergilah jika kau tidak sibuk.

Gomawo atas semuanya..dan gomawo karena kau mau menjadi fans seorang Byun Baekhyun yang seperti ini.

Sampai jumpa.. Bi Hyun-a J

 

_Baek_

 

Aku menangis sekaligus tersenyum membaca surat itu. Aku sedih karena Baekhyun sudah pergi. Namun aku senang karena setidaknya, ia tahu namaku, dan ia sudi menulis sebuah surat untukku. Dia, Byun Baekhyun, Dia tau namaku.

 

Aku menata kembali letak rambutku.Entah keberapa kalinya, aku kembali tersenyum.Saat ini aku berdiri tepat didepan Seoul Olympic Stadium.Dengan selembar tiket ditanganku.Tiket yang diberikan Baekhyun untukku.

“Ramai sekali”

Aku menengok kesana kemari.Melihat orang-orang yang sibuk berlalu lalang.

“Aww!”

Aku sedikit terhuyung setelah seseorang menabrak bahuku. Ah, dia seorang ahjussi.

“Maaf nona. Maaf”

Gwenchana ahjussi..tak apa” aku tersenyum tulus. Kulihat ahjussi itu sangat terburu-buru. Tapi kenapa ia keluar dari backstage? Ah..itu bukan urusanku.

Aisshh..”

Aku kembali melirik ahjussi itu sedang sangat sibuk menjawab dua telefon sekaligus.Ia terlihat sedang repot. Aku mencoba menatap ke arah lain dan tidak mencampuri urusan orang. Namun tiba-tiba ahjussi itu menepuk pundakku.

“Nona..”Aku seketika menoleh.

“Ne.. ahjussi. Waeyo?”

“Bisakah kau membantuku sebentar? Kau sedang tak sibuk kan? Konsernya juga masih satu jam lagi”

Ahjussi itu memasang wajah memohon padaku.Aku tersenyum.

“Tentu.Apa yang bisa kulakukan untukmu ahjussi?”

“Ini. Bisakah kau memberikan map ini pada seseorang bernama Kim Jung Hoon? Dia menunggu di backstage

Backstage?” aku mengerutkan keningku.

“Iya.Kumohon.Bilang saja kau kusuruh. Namaku Lee Byung Hoon. Kau bisa menggunakan namaku sebagai alasan masuk backstage.Kha!Aku percaya padamu nona. Aku pergi”

Baru saja aku ingin membuka mulutku.Namun ahjussi itu sudah pergi dengan ponsel menempel ditelinganya.Aku mendadak lemas.Backstage?

“Aish..Eotteokkae?”

 

Aku berjalan pelan mendekati pintu backstage yang dijaga oleh 2 pengawal itu. Astaga! Apa mereka sedang menjaga pintu penjara?

Annyeong..”

Aku membungkuk pada semua pengawal berwajah sangar itu. Ya Tuhan..Kuatkan hambamu ini.

“Ada yang bisa saya bantu nona?”

“Emm..itu.. anu.. em.. tadi ada seorang ahjussi yang memberiku map ini. Katanya harus diserahkan kepada orang yang ada didalam”

Kedua pengawal itu saling memandang satu sama lain. Lalu memandangku.

“Siapa ahjussi yang menyuruhmu”

“Lee Byung Hoon”

“Biar kami periksa map itu”

Aku pun menyerahkan map itu kepada mereka. Mereka memeriksa map itu dan memandangku.

“Biar kami sampaikan.Untuk siapa?”

Sial! Aku lupa tadi untuk siapa.

“Aku lupa.Biar aku saja. Aku yang diberi amanah tadi”

Kulihat mereka berdiskusi sebentar. Lalu menyodorkan map itu kembali kepadaku.

“Masuklah. Tapi jangan macam-macam”

“Memangnya wajahku seperti teroris apa”

Aku mencibir kecil.Mereka lalu membuka jalan untukku.

 

Aku berjalan pelan sembari mengingat nama orang yang harusnya mendapat map ini. Dan.. ‘cling!’

“Ahh ne! Kim Jung Hoon! Astaga..aku ini pelupa sekali!”

Aku menepuk-nepuk kepalaku sendiri. Dasar Pabo Bi Hyun!

Baru beberapa langkah aku berjalan lagi.Namun jantungku dipaksa untuk berdebar kencang.Mataku mebulat sempurna.Dan mulutku terbuka. Dia…

“B.. Baek..”

Aku sudah berniat menyapanya agar dia melihatku.Apa dia mengenalku? Apa dia mengingat namaku? Namun kuurungkan niatku saat kulihat ia berjalan bersama dengan yeoja. Dia, Kim Taeyeon.

Aku sudah membuka mulutku.Namun lidahku tiba-tiba saja kelu dan membisu.Kim Taeyeon itu menggandeng tangan Baekhyun dan mereka berjalan melewatiku begitu saja. Hatiku serasa ambles. Bagai tanah diujung jurang yang bisa longsor kapan saja. Kenyataan bahwa mereka bermesraan didepanku, bukan! Bukan itu yang membuat hatiku sakit. Justru Kenyataan bahwa Baekhyun mengabaikanku, ia seolah tidak mengenalku. Padahal baru kemarin, apa secepat itu dia melupakanku? Aku menunduk.Merasakan dadaku yang sangat sesak. Sakit!

Aniya.. Bihyun..ini bukan waktu yang tepat untuk menangis!”

Dengan cepat kuhapus setitik air mata yang jatuh.Aku lalu kembali berjalan maju. Lebih baik segera memberikan map ini dan keluar. Aku tak mau melihat Baekhyun seperti itu lagi. Lebih baik aku tak melihatnya daripada aku melihatnya, namun ia tak pernah melihatku. Lebih parahnya, ia seolah tak melihatku ada.

 

“EXOOOOOO……”

Aku sedikit mengernyit saat orang disampingku berteriak sangat keras. Aish..telingaku bisa sakit. Namun aku tak terlalu perduli.Aku menatap kedepan. Mereka, EXO. Aku tersenyum, yah..sudah kubilang aku pelupa. Dan aku sudah melupakan apa yang terjadi di backstage tadi. Kuarahkan kamera SLR-ku tepat terfokus kepada seseorang disana, siapa lagi?Tentu saja Byun Baekhyun.

“APA KALIAN SIAP BERSENANG-SENANG?????”

Aku tersenyum melihat Baekhyun berteriak kepada fans.Ia mengedarkan pandanganya ke seluruh penjuru stadium. Aku berteriak dalam hati, berdoa agar Baekhyun mau memandang kameraku barang sedetik.

“Ayolah Baek… Kumohon”

Sia-sia. Dia tidak akan pernah memandangku.

 

“Kami akan memilih satu persatu diantara kalian untuk naik keatas panggung. APA KALIAN SIAAP???”

Aku melotot kegirangan saat Suho bicara seperti itu.Dalam hati aku berdoa agar Baekhyun memilihku.Ya… meski itu sangat tidak mungkin.

“Baek.. Cepatlah..kami sudah memilih tinggal kau”

Semua tertawa saat Chanyeol mengejek Baekhyun yang kebingungan, aku pun terkekeh.

“Yaa!!Geurae..mmm”

Ia tampak berfikir, aku menatapnya – lagi – meski ia tak pernah menatapku.

“Aaa… aku memilih Taeyeon nuna saja!”

Aku melengos mendengarnya. Aku yakin bukan hanya aku, tapi semua orang yang ada disini sama denganku. Kemudian terlihat Taeyeon yang naik ke atas panggung.Dan segera menggandeng tangan Baekhyun. Mereka…

 

Aku berjalan masuk ke apartemenku dengan lemas.Aku segera menghempaskan tasku ke sofa begitu saja. Kutatap gambar Baekhyun yang sedang tersenyum manis. Aku tersenyum, pahit.

“Baekkie-ya..”

Tanganku terulur menyentuh pipinya.Pipi yang dulu juga sempat kusentuh dengan kedua tanganku saat memeriksa suhu tubuhnya.Aku menatapnya penuh luka.Air mataku turun begitu saja.Dan ini pertama kalinya, aku menangis didepan Baekhyun.

“Sudah kuduga, tak mungkin kalian tak ada apa-apa saat kulihat kalian bergandengan dibackstage, aku sudah tau itu”

Aku semakin terisak, entah kenapa lututku serasa melemas.Tubuhku luruh ke lantai besamaan dengan air mataku yang semakin deras mengalir. Aku tak tau..rasanya sangat menyakitkan, dan menyesakkan. Kupukul-pukul dadaku berharap sesak ini segera menghilang bersama angin.Agar aku dapat tersenyum kembali esok hari.Namun sia-sia, rasanya semakin menyesakkan.

Aku menunduk.Terisak dalam keheningan.Mencoba melampiaskan semua perasaan yang ada dihatiku.Aku sudah tahu sejak awal bahwa ini salah.Mencintai seorang idol seperti mencintai seorang laki-laki biasa. Dia, Baekhyun. Aku terjerat akan pesonanya. Aku tahu, bahkan sangat tahu. Aku tak akan bisa memilikinya bahkan walau hanya berharap dia mau menganggapku, memandangku. Semua orang bilang aku gila, kurang kerjaan, tak tau diri, atau apalah itu.Saat Baekhyun bertingkah konyol, bahkan terkadang lebih terkesan ‘idiot’. Saat ia tertawa, menangis, saat ia terjaga, bahkan saat ia tertidur sekalipun. Aku menyukai itu semua. Ya! Sekarang pun aku telah mengetahui sebuah fakta. Fakta bahwa Baekhyun sudah menjadi milik orang lain. Namun, bukankah aku mencintainya?Karena itu, aku akan terus memandangnya. Memandangnya dengan kedua mataku.Memandangya dengan ketulusan hatiku.Jika nanti semua orang membenci dan meninggalkannya. Maka aku akan selalu ada disini, duduk manis untuk menunggunya. Menunggu saat ia butuh seseorang untuk bersandar. Aku akan selalu disini, untuk melihatnya.

 

Jebal Nal Bwa Nal Bwabwa Nal Bwabwa

(Tolong lihatlah aku Lihatlah aku Lihatlah aku)

Na ireoke neol neukyeo neol neukyeo neol neukyeo

(Aku masih merasakanmu merasakanmu merasakanmu seperti ini)

Aesseo jabeun maltu Aesseo jabeun miso Aesseo jabeun neonde

(Mencoba mengingat caramu bicara, Mengingat caramu tersenyum, Mengingat semua tentangmu)

 

“Aku tahu, aku bukan siapa-siapa. Hanya seorang fans yang sedang berimajinasi. Tapi tak bisakah?Walau hanya dalam sebuah imajinasi, sekali saja, sedetik saja, kau menatapku, melihatku, dan menganggapku.Jebalyo… Nal Bwa!”___Bihyun

 

END

 

Iklan

8 pemikiran pada “PSEUDO LOVE : Nal Bwa !

  1. Kya! Feelnya dapet!
    Bener2 mencurahkan perasaan seorang fans… 😥
    Tpi emang aku nggak terlalu ngangep berlebihan seperti bi hyul *takut terluka* #plak
    Tpi aku serius! Ffnya bener2 daebak!
    Keep writing!!! Ciptain lagi ffnya bagus! ^^

  2. Ih ff nya bagus bngett thor ..tpi agak nyesek pas baekhyun gandengan tangan ama taeyeon ajhumma .. huft maksud ku taeyeon nuna . 😛
    lnjutt thor . daebakk

  3. Ih ff nya bagus bngett thor ..tpi agak nyesek pas baekhyun gandengan tangan ama taeyeon ajhumma .. huft maksud ku taeyeon nuna . 😛
    lnjutt thor . daebakk

  4. Ih ff nya bagus bngett thor ..tpi agak nyesek pas baekhyun gandengan tangan ama taeyeon ajhumma .. huft maksud ku taeyeon nuna . 😛
    Daebakk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s