DON’T FORGET ME, FOREVER [Part 1 Of 2]

DON’T FORGET ME, FOREVER [Part 1 Of 2]

Tittle               : Don’t Forget Me, Forever [Part 1 Of 2]

Author            : @Ddiena_Layna/ Jung Nana

Main Cast       : Choi Hana [OC], Xi Luhan [EXO], Kim Narin [OC], Xiumin [EXO]

Support Cast  : Member EXO, Member Super Junior, and Other cast.

Genre              : Romance, Sad, Family, School life

Length            : TwoShoot

Rating             : PG-21

Disclaimer  : Cinta itu bukan sekedar perasaan, tapi bagaimana kita mampu menjaga dan melindunginya. Cinta menimbulkan rasa kebahagiaan dan Perpisahan menimbulkan kepedihan serta keputus asaan. Tapi siapa sangka dengan itu semua kita dapat mengerti apa arti Cinta itu sebenarnya. –My Note–

Cerita ini sengaja aku buat sesuai permintaan sahabat saya dan juga kado buat teman saya, tapi cerita ini Murni karya saya. Perhatian! typo berterbangan dimana2, [WARNING !!!] NO PLAGIAT! Because story is be mine. Jangan lupa commenannya ya!! Langsung Saja… Happy Reading!!~

‡‡‡ EXO † From Exo Planet ‡‡‡

-Author POV-

“Hana-ya” teriak yeoja paruh baya yang sedang sibuk menata makanan diatas meja makan.

“Ne omma.”

“Cepat turun, ayo sarapannya sudah siap.”

“iya omma, aku sudah disini.” Ucap Hana sambil menarik kursi dan mendudukinya.

“nanti malam kita diajak makan malam dirumah keluarga Kim, kamu bisa ikut kan?” tanya Choi yooran omma hana.

“oh, keluarga almarhum eonni-nya omma ya? ada apa memangnya?”

“begini, sebenarnya omma sudah lama menjalin hubungan dengan dia.” Kata yooran retoris yang membuat anaknya bingung.

“maksud omma?” tanya hana polos, tapi tiba-tiba dia mengerti akan maksut perkataan ommanya. “Omma menjalin hubungan dengan Kim Jong woon? Yesung Samchon (paman)? Sejak kapan?” tanya hana kaget.

“sekitar satu tahun yang lalu semenjak eonni meninggal kita jadi dekat dan setelah delapan bulan kepergian eonni, dia menjalin hubungan dengan omma. Mianhae omma tidak cerita sebelumnya, omma hanya takut kamu menolak hubungan omma dengan Yesung.” Ucap yooran sambil menggenggam tangan hana.

“Untuk apa hana melarang atau menolak hubungan omma dengan yesung Samchon, hana senang jika omma bahagia.” Ucap hana dengan tulus dan merekapun saling berpelukan.

“ya sudah ayo makan dulu, nanti kamu telat berangkat sekolah.”

“Iya omma.” Hana tersenyum dan memakan omerise buatan ommanya dengan lahab.

‡‡‡ EXO † From Exo Planet ‡‡‡

-Hankang High School-

“Hana-ya!! Choi Hana!!” teriak jaera yang berlari menuju ke arah Hana.

“Eh ada apa nih? Kenapa kok lari-larian sih ra-ya?”

“kok kamu malah tanya ada apa, aku itu nyariin kamu tau tidak. Aku tadi ke kelas kamu kata Chen kamu udah keluar pada waktu bel istirahat bunyi, ya aku bingung nyariin kamu.”

“Memangnya ada apa kamu nyariin aku sampai seperti itu?”

“aku dapet kabar katanya kamu mau pindah sekolah pada minggu depan, apa bener itu?” tanya jaera dengan wajah penasaran.

“tidak kok, kamu kata siapa? Aku tidak ada inisiatif mau pindah sekolah.” Jawab hana dengan bingung.

“aku dengar dari ruang guru, kamu kan tau sendiri aku wakil ketua kelas jadi aku bisa keluar masuk dari sana. Jadi kamu tidak akan pindah? Tapi, kenapa para Seonsaengnim sibuk membicarakanmu.” Tanya Jaera bingung.

“Entahlah, mungkin yang dimaksut oleh Seonsaengnim bukan aku. Yang namanya Hana Bukan hanya aku saja kan?”

“May be, ehh kamu mau kemana?”

“Kantin, mau ikut tidak?”

“Boleh, aku sudah kehausan karena berputar-putar mencarimu tadi.” Ucap Jaera sambil mempoutkan bibirnya.

“baiklah kali ini aku akan mentraktirmu minum, kajja!” balas Hana sambil merangkul pundak Jaera yang lebih tinggi darinya.

********************************XOXO********************************

-Kim House Family-

“Appa tumben bisa makan malam dengan kita ya oppa?” ujar yeoja berambut cokelat -Kim Narin- kepada oppanya yang berwajah manis dan tampan –Kim JoonMyeon-.

“kamu ini aneh Rin pada waktu appa tidak bisa makan bersama kita kamu bertanya-tanya, giliran appa bisa makan dan berkumpul bersama kita kamu malah banyak Tanya.” Balas Joonmyeon dengan wajah bingung.

“Ihh.. oppa, nyebelin banget! Appa lihat kelakuan anak laki-lakimu itu, dia sangat-sangat menyebalkan.” Adu Narin pada Yesung.

“Joonmyeon! Narin! Sudahlah, kok jadi bertengkar begini.” Ujar Yesung menengahi.

“Suho oppa dulu yang mulai appa.”

“Ehh,, aku kenapa memangnya? Kau ini sudah kelas dua Sekolah Menengah Ataskan, jadi berfikirlah yang dewasa saengie.”

“Tau ah, aku lagi sebel sama kamu oppa!”

“Terserah kau sajalah Rin, oppa mau gimana lagi. Oh iya, katanya appa punya sesuatu yang ingin dibicarakan. Sebenarnya apa yang ingin appa bicarakan kepada kami?” Tanya suho dengan muka tenangnya.

“begini kita tidak hanya makan bertiga saja, karena appa mengundang keluarga Choi makan bersama kita.” Ujar Yesung.

“Maksud appa keluarga Choi itu, Dongsaengnya Omma-kan? Yooran imonim (bibi)?” Tanya Narin dengan wajah mengingat-ingat.

“tumben Appa mengajak mereka makan bersama.” Tanya Suho.

“apa salahnya appa mengundang mereka, terakhir kita bertemu dengan mereka saat kita berada di pemakaman omma kan. Mereka juga keluarga kita walau omma sudah tidak ada.” Jawab Yesung.

Ting Tong~ Tinggg Tonggg~

“Ahjummonim,, tolong bukakan pintunya ya dan suruh mereka masuk kemari.” Ujar Yesung.

“Baik Tuan.” Ujar sang pelayan dan pergi membuka pintu, selang beberapa menit datanglah pelayan itu lagi yang kali ini tak sendirian melainkan datang bersama Yooran dan Hana.

“Oppa, aku punya perasaan kurang baik saat melihat mereka disini sekarang.” Bisik Narin ke pada Suho.

“Itu hanya perasaanmu saja.”

“Annyeonghaseyo.” Sapa Hana dan Yooran saat sampai di ruang makan.

“Annyeonghaseyo, silahkan duduk!” balas Yesung.

“Ne.” jawab Yooran dan Hana dan Duduk di kursi yang masih kosong.

“anak-anak perkenalkan diri kalian.” Perintah Yesung.

“Annyeonghaseyo nama saya Joonmyeon, kalian bisa memanggilku Suho. Dan ini yeodongsaengku Kim Narin panggil saja Rin atau Nana.” Ucap Suho.

“Ne Annyeong nama saya Choi Hana, panggil saja aku Hana.” Ucap hana sambil membungkuk dan melihat kearah narin yang memandangnya dari atas ke bawah.

‘kenapa dia memandangku seperti itu?’ batin Hana.

****Acara Makan di-Skip ya****

-Ruang Bersantai-

“Kenapa appa mengumpulkan kami disini eoh? Aku mau belajar appa dan banyak tugas yang harus aku kerjakan!” keluh Narin.

“Dan aku harus mengajarinya mengerjakan tugasnya appa dan aku juga ingin mengerjakan Sekripsiku yang masih terbengkalai.” Sahut Suho sambil menutup bukunya.

“Baiklah kita langsung ke inti pembicaraan saja, begini sudah lama appa dan Yooran Imonim menjalin hubungan.” Ucap yesung yang membuat Suho dan Narin menatap wajah sang ayah terkejut. “Appa ingin menikah dengan Yooran-ssi dan appa juga ingin kalian menerimanya sebagai Omma kalian.” Lanjut yesung yang membuat narin membulatkan matanya.

“MWO? Jadi maksud appa, appa ingin turun ranjang begitu? Andwe! Aku tidak terima.” Tolak Narin sambil berdiri dan menatap Yooran dengan tatapan benci.

“Imonim, bagaimana bisa kau menggoda appaku? Apa kau lupa bahwa dia adalah suami dari ommaku yang tak lain adalah eonni-mu, apa karena omma sudah meninggal itu sebabnya kau mendekati appaku?” pernyataan Narin membuat Hana kesal, dia tak terima ommanya di hina seperti ini.

“Jaga ucapanmu Narin-ssi, kau tak berhak menghina ommaku seperti itu.” Belanya dengan wajah Kesalnya.

“Siapa kau berani-beraninya melarangku untuk berbicara? Memangnya kenapa kalau aku berbicara seperti itu, aku bicara dengan mulutku bukan dengan mulutmu jadi sebaiknya kau tak usah ikut campur.” Bentak Narin Emosi.

“SUDAH!” bentak Yesung pada Narin.

“Hah.. appa sudah berani membentakku? Appa sudah berubah, dulu saat omma masih hidup appa tak pernah membentakku. Tapi hanya karena yeoja tak tahu diri ini appa berubah, bagaimana mungkin appa secepat itu melupakan Omma! Bagaimana mungkin app…”

Plakk!!

Sebuah tamparan melayang di pipi Narin yang membuat Suho, Yooran serta Hana terkejut dan tak menyangka Yesung yang terkenal dengan sifatnya yang sabar dan tenang bisa melakukan hal yang kasar kepada anak perempuannya.

Narin menatap sang appa dengan mata yang berkaca-kaca dia berjalan mundur dan berlari meninggalkan ruangan itu dan masuk ke kamarnya.

“Yesung-ah, kenapa kau melakukannya?” gumam Yooran sambil memegang tangan yesung yang masih bergetar hebat sehabis menampar sang anak perempuan yang selalu dia sayangi.

“Apa yang di katakana Narin benar, Appa memang sudah berubah. Aku awalnya menerima appa bersama dengannya, tapi aku tak terima appa berlaku kasar terhadap Narin. Jika appa melakukan hal ini lagi, aku akan membawa Narin pergi bersamaku. Lagipula appa akan memiliki keluarga baru, jadi appa bisa saja hidup tanpa aku dan Narin di sisi appa.” Perkataan suho memang terdengan santai dan tenang, namun tatapan suho sangat datar dan dingin yang membuat yesung sadar bahwa suho sedang menahan emosinya. Karena ini pertama kalinya dia melihat anak laki-lakinya ini marah kepadanya. Setelah kepergian Suho, yesung terjatuh duduk di lantai, menatap nanar tangannya.

“Mianhae Narin sayang, appa benar-benar tidak bermaksut melakukan itu.” Gumam yesung.

“Yesung-ah gwaenchana?” Tanya Yooran.

“An-gwaenchana.”

“Samchon, ini adalah cobaan di Hubungan anda dan omma. Jika anda merasa tidak mampu melewatinya saya mohon jangan memaksakan diri anda, ini akan menyakiti perasaan Omma juga.” ucap Hana.

“Tidak Hana-ya, Aku akan menikah dengan ommamu dan mulai saat ini panggil aku dengan sebutan Appa ne?” mohon yesung pada Hana

“Ne,, Appa.” Jawab Hana yang membuat Yooran dan Yesung tersenyum.

“Baiklah aku akan mengantarkan kalian pulang, ayo.” Ucap yesung sambil berdiri dan mengambil kunci mobil diatas meja.

“Apa tidak apa-apa kau meninggalkan mereka dan mengantarkan aku dan Hana pulang oppa? Aku sangat menghawatirkan Narin.” Ucap Yooran dengan suara khawatir.

“Gwaenchana chagiya, kajja.” Merekapun meninggalkan rumah kediaman Kim tersebut.

-Author POV END-

‡‡‡ EXO † From Exo Planet ‡‡‡

-Hana POV-

-Golden High Class Apartment Seoul-

“Apa oppa tidak mau mampir terlebih dahulu?” Tanya omma setelah kita sampai di halaman apartmant.

“Ania, lain kali saja. Oh iya, Hana-ya appa lupa memberi tahumu minggu depan kamu akan pindah sekolah ke sekolah yang sama dengan Narin.” Ucap appa kepadaku.

“Hah? Jadi yang dikatakan jaera benar, jadi appa yang mengurusi surat pemindahan sekolahku?”

“iya, maafkan omma ya karena tak memberitahumu, omma benar-benar lupa.” Ucap omma padaku.

“Gwaenchana omma.”

“baiklah, kalian masuk dan istirahatlah.” Ucap yesung appa.

“ahh.. tapi tunggu dulu, kapan omma dan appa akan menikah?”

“Dua minggu lagi Hana-ya, kenapa kau sudah tidak sabar ya?” Tanya yesung appa.

“tidak appa, akukan hanya bertanya saja.”

“yasudah kami masuk kedalam ya oppa, jangan bawa mobil dengan kecepatan yang tinggi.”

“iya, selamat tidur Chagi-ya.. Hana-ya..” ucap Yesung appa sambil masuk kedalam mobil dan aku pun membungkuk hormat sebelum berjalan masuk kedalam Gedung Apartment.

********************************XOXO********************************

#Two Week Later

-Kim House Family-

“Omma,, Appa selamat atas pernikahannya.” Teriakku bahagia meluk omma dan appa.

“iya terimakasih sayang.” Balas appa.

“Akurasa peranku disini sudah cukup.” Ucap Narin dan beranjak pergi.

“Narin.. Narin! Kim Narin!” teriak appa yang membuat Narin menghentikan langkahnya.

“setidaknya beri salam kepada omma dan saudara barumu sayang.” Pinta appa yang membuat Narin eonni menoleh dan menatap omma dengan wajah meremehkan.

“Omma? Dimana omma? Aku tak melihat omma berada disini dan apa yang appa katakan, Saudara?! Maksud appa Suho oppa? Jika appa menanyakan saudaraku yang lain maaf aku tidak punya saudara yang lain, apalagi Dia!” tunjuk Narin eonni padaku dan dia berjalan pergi menuju kamarnya dengan langkah yang cepat.

“Selamat atas pernikahanmu appa.” Kali ini suho oppa yang menjawabnya, aku sedikit lega ada yang menghargai pernikahan omma dan appa.

“terimakasih karena merestui pernikahan appa dan menerima yooran dan Hana sebagai omma dan saudaramu Suho-ah.”

“ Appa jangan salah faham dulu, aku memang merestui pernikahan appa. Tapi aku masih belum bisa menerima yooran Imonim sebagai pengganti omma dan Hana sebagai dongsaengku dan Narin.” Penjelasan Suho oppa membuatku menganga lebar.

“Apa maksudmu oppa?” tanyaku.

“Aku lelah karena seharian menghabiskan waktu untuk berdiri dengan rekan kerja appa, aku permisi ke kamar.” Balas suho oppa dan masuk ke kamarnya, tanpa menjawab pertanyaanku.

-Hana POV END-

‡‡‡ EXO † From Exo Planet ‡‡‡

#Three Moon Later

-Author POV-

-Seoul Of Performing Art High School-

“Narin-ah, kok belum pulang?”

“Oh Luhan.. Belum lah, kalau aku sudah pulang tak mungkin aku berada di hadapanmu saat ini Luhan. Memangnya ada apa?” Tanya Narin dengan wajah ramahnya.

“Apa kau melihat Hana?” pertanyaan Luhan membuat senyuman Narin luntur.

“Untuk apa kau menanyakannya padaku? Kau salah orang Luhan, kenapa kau tidak bertanya saja pada ommanya.”ucap Narin datar.

“Biasa saja kali ya, akukan bertanya padamu karena kau saudaranya. Yah siapa tahukan kau tahu dimana dia sekarang.” Ucap Luhan santai.

“Memang ada urusan apa kau mencarinya?”

“Rahasia dong..” sahut Luhan yang membuat Narin kesal.

“Terserah kau sajalah jika tak mau memberitahuku, tak masalah juga buatku.” Balas Narin Cuek.

“Eihh.. marah ya?”

“siapa juga yang marah padamu, kau melihat namja chinguku tidak?” Tanya Narin dengan wajah yang bingung.

“Siapa?” Tanya Luhan yang langsung mendapatkan pukulan manis di kepalanya.

“Ahh.. Appo!!” rintih Luhan.

“siapa lagi kalau bukan sahabatmu sendiri, Kim Minseok.. Xiumin!”

“ohh.. Baozi? Dia sedang latihan sepak bola dengan Club sepak bola.”

“Ha? Kalau begitu kenapa kau disini, bukankah kau salah satu anggota Club sepak bola?”

“Bukan anggota, tapi aku ini wakil ketuanya.” Ucap Luhan santai.

“Lha terus ngapain kau tidak ikut latihan bersama Baozi Luhannie?”

“Hanya sedang malas saja. Eh itu Hana..” ucap luhan yang langsung berlari kearah Hana.

“Hay Chagi-ya..” sapa Luhan.

“Oh, Luhan oppa ada apa?” tanya Hana bingung.

“Tidak ada.” Ucap Luhan sambil tersenyum manis.

“Dasar Namja Ganjen.” Ejek Narin yang masih disana.

“Sirik ya, udah pergi sana.” Balas Luhan kesal.

“Ini juga mau pergi, bisa rusak mataku melihat kalian berdua disini.” Jawab narin dengan kesal sambil berjalan pergi.

“Dia kenapa sih kok Ketus gitu sama kamu, bukankah kalian bersaudara?” tanya Luhan.

“Kami hanya saudara tiri oppa.” Balas Hana dengan nada sedih.

“sudah sabar ya, nanti dia juga menerima kenyataan bahwa kalian adalah saudara. Nanti kamu pulang bareng aku kan?” tanya Luhan.

“Hemm.. mungkin.” Jawab Hana

“Kok jawabnya gitu, tau ah aku marah.”

“Eh? Kok marah ngomong sih?” tanya Hana.

“Itukan karateristik aku.” Balas Luhan.

“Yasudah, Ayo!” ajak Hana.

“Kemana?” tanya Luhan.

“Pulanglah Oppa, atau kamu mau menginap disini oppa?” tanya Hana sambil tersenyum manis.

“Tidak mau, akukan takut gelap.” Balas luhan kesal.

“katanya Manly?” Goda Hana.

“Aku memang Manly, hanya saja Namja Manly juga pasti memiliki kekurangan bukan hanya aku saja.” Bela luhan.

“Aigoo~ banyak sekali Alasannya.” Ucap Hana sambil berjalan meninggalkan Luhan, Mereka berjalan ke tempat Parkir Motor Luhan.

“Ayo naik!” ucap Luhan sambil menstarter motornya dan Hanapun naik keatas motor Luhan dan motor itupun melaju pergi mninggalkan lapangan Sekolah.

********************************XOXO********************************

-Kim House Family-

Besok aku akan bertanding sepak bola dengan Seoul High School Academy dan aku ingin kamu menonton dan mendukungku ya.” pinta Luhan.

“Akan aku usahakan untuk datang dan mendukungmu.” Balas Hana.

“kamu selalu bilang begitu, tapi ujung-ujungnya Telat.” Kesal Luhan.

“yang penting aku datangkan oppa.” Bela Hana.

“ pokoknya kali ini jangan telat ya, aku butuh dukunganmu Chagiya.” Ucap manja Luhan.

“iya..Iya, Yasudah aku masuk dulu ya.” jawab Hana sambil berjalan ingin meninggalkan tempat namun tangannya ditahan oleh Luhan.

“ada apa lagi oppa?” tanya Hana namun saat Hana menoleh saat itu juga luhan mencium pipi Hana yang membuat Hana bengong.

“Masuk sana, besok jangan lupa ya!” ujar luhan sambil mengacak rambut Hana perlahan. “Aku pulang duluan ya, Bye Chagiya~” lanjut Luhan dan kemudian tancap Gas Pergi dengan motornya meninggalkan Hana yang masih Bengong di depan gerbang rumahnya, hingga sebuah suara menyadarkannya dari lamunannya.

“Sedang apa kau berdiri disini?” tanya Narin yang baru saja keluar dari Mobil Xiumin.

“Chagi-ya aku pulang ya, sampai ketemu besok.” Ucap Xiumin dari dalam mobil.

“Ne, Chagi-ya hati-hati ne. Besok aku akan datang dan mendukungmu.” Ucap Narin

“tentu saja, tolong usahakan datang. Yasudah aku pulang, Bye Bye.” Balas Xiumin dan tancap Gas pergi meninggalkan Hana dan Narin.

“kau belum menjawab pertanyaanku.” Ujar Narin.

“aku tidak sedang ngapa-ngapain, aku baru saja diantar Luhan oppa jadi ya aku berdiri disini.” Jawab Hana.

“Oh.” Balas Narin.

“Eonni, apa besok kau akan datang ke pertandingan sepak bola sekolah?” tanya Hana.

“Iya kenapa?” jawab Narin sambil membuka Gerbang rumahnya dan masuk ke dalam rumah, diikuti pula oleh Hana yang masuk kedalam rumah.

“kita berangkat bersama ya?” tanya Hana.

“Shirro~” tolak Narin mentah-mentah. “Kau ingat Hana, jangan karena aku menanggapi pembicaraanmu dan membiarkanmu memanggilku Eonni. Itu adalah pertanda bahwa aku sudah menerimamu, Jangan bermimpi terlalu tinggi!” Lanjut Narin dengan suara Datar dan Wajah yang tak bersahabat.

Saat hendak meninggalkan Hana, langkah Narin terhenti mendengar seruan Hana dan diapun membalikkan badan.

“Kenapa eonni tak mau menerima keberadaan kami, yang bahkan kita selama ini sudah bersama menjadi satu keluarga bukan? Kenapa eonni masih belum bisa menerima kenyataan?” tanya Hana dengan nada sedihnya.

“kita? Keluarga katamu?, sebenarnya yang kau maksud Kita itu siapa? Aku rasa kata ‘Kita’ hanya berlaku untukmu dan ommamu saja! Dan apa tadi kau bilang keluarga? Siapa yang kau sebut sebagai Keluarga sebenarnya, aku tidak merasa menjadi keluargamu.” Balas Narin sambil tersenyum meremehkan.

“Kenapa kau membenci aku dan ommaku? Apa salah kami?” tanya Hana.

“berhentilah pura-pura tidak tahu di depanku, karena aku sudah muak melihat actingmu dan ommamu yang belaga baik padaku.” Ucap Narin yan membuat Hana membelalakkan mata.

“Eonni! Kamu boleh menghinaku tapi jangan menghina Ommaku, dia adalah orang yang baik dan tak seburuk yang kamu bayangkan!” ucap Hana Emosi.

“ Itu hanya pembelaanmu saja karena kau adalah Anaknya, buah tidak jatuh dari pohonnya kan? Aku berharap kau tak melakukan hal yang ibumu lakukan kepada Luhan.” Sindir Narin.

“Kim Narin! Kim Hana! Bisa tidak sehari kalian tidak bertengkar.” Teriak Suho yang baru saja datang dan sudah disuguhi pertengkaran sengit dari kedua dongsaengnya.

“Kalau dia tidak memulai aku tidak mungkin bertengkar dengannya oppa.” Ucap Narin dan masuk ke dalam rumah meninggalkan Suho dan Hana.

“Maafkan Rin ya, dia dari kecil sangat dekat dengan omma dan mungkin itu sebabnya saat ada orang yang menggantikan omma dia masih belum bisa menerimanya dengan semudah itu.” Ujar suho dengan nada lembutnya.

“aku mengerti oppa, terimakasih sudah peduli kepadaku dan baik kepada omma.” Ucap Hana dengan air mata yang sudah keluar karena tak dapat ia tahan.

“Eh? Kok malah nangis sih, udah jangan nangis dong!” balas suho sambil memeluk Hana dan masuk kedalam rumah.

-Author POV END-

‡‡‡ EXO † From Exo Planet ‡‡‡

#Next Day

-Narin POV-

Hari ini hari minggu yang sangat special untukku karena hari ini aku akan melihat namjachinguku bermain bola untuk kedua kalinya di tengah lapangan, dan jika menang aku akan kencan dengan Xiumin seperti tahun lalu. Ahh.. aku benar-benar tak sabar, Aku mengambil tas santaiku dan sepatu higheelsku. Aku berjalan keluar kamar dan menuruni tangga.

“Eh? Mau kemana Rin?” Tanya Suho oppa.

“Mau nonton pertandingannya sepak bola sekolah oppa.” Jawabku.

“Lho sejak kapan kamu suka sepak bola?” tanya Suho oppa lagi.

“Sejak aku punya NamjaChingu seorang pemain terbaik sepak bola sekolah oppa.” Balasku dengan senyum manis andalanku, namun senyumanku hilang saat melihat Hana keluar dari kamarnya dan berjalan kearahku dan Suho oppa.

“Eonni mau pergi menontonkan, kita berangkat bersama ya?”

“Siapa yang mau berangkat bersamamu, kau berakat saja sendiri!” kujawab dengan wajah datarku.

“Rin, kau berangkat sama Hana ya? kasihan dia kalau berangkat sendiri, nanti kalau ada apa-apa gimana?” ucap Suho oppa menengahi sebelum terjadi pertengkaran itu diantara kami.

“Shirro oppa, kalau terjadi apa-apa dengannya itukan urusannya sendiri.” Balasku dengan santai.

“Rin! Kenapa kau selalu membantah oppa, oppa ini hanya khawatir jika sesuatu terjadi dengan kalian, apa lagi sekarang hari minggu dan pasti jalanan ramai.” Balas Suho oppa yang kali ini dengan wajah khawatirnya, sungguh aku tak tega mendengar suara oppaku saat ini. Suaranya seperti terdengar memohon padaku, akhirnya akupun mengiyakan permintaannya.

“baiklah, untuk kali ini saja aku mau berangkat bersamanya. Ingat! hanya untuk kali ini saja, Aku berangkat Oppa.” Ucapku memperingatkan dan berjalan pergi terlebih dahulu.

“Gomawo oppa, aku pergi ya. Eonni tunggu aku!!” teriak Hana tapi kuabaikan dan berjalan keluar rumah.

***

“Eonni Tunggu!” teriak Hana.

“Aigoo~ bisakah kau berjalan dengan cepat, bisa-bisa aku ketinggalan bis karena jalanmu yang lemot itu.” Ejekku.

“apa halte yang kita tuju masih jauh?”

“tinggal satu persimpangan lagi sampai, sudahlah jangan banyak tanya kau membuatku pusing!” aku kesal dengan semua pertanyaannya.

Kami berjalan hingga sampai di persimpangan melihat jalan yang sepi dan tepat dari tempat aku berdiri aku dapat melihat ada bis yang baru saja berhenti dan seketika tanpa pikir panjang aku langsung berlari menyebrangi jalan tapi langkahku terhenti saat mendengar suara klakson yang sangat kencang. Kutolehkan kepalaku ke samping kanan dan benar saja tak jauh dari hadapanku kulihat sebuah mobil audy hitam yang melaju tepat kearahku.

“EONNNIIII~” teriak Hana yang dapat kudengar dengan jelas dan di detik itu juga aku merasakan tubuhku terdorong kedepan dan terjatuh ke jalanan.

“Akhh~” rintihku karena kepalaku tak sengaja terbentur pinggiran jalan, aku mencoba untuk berdiri namun sedetik kemudian aku teringat sesuatu.

‘Hana, dimana dia? kenapa dia tak membantuku untuk berdiri?’ tanyaku dalam hati dan saat aku melihat kerumunan orang-orang bergerombol di depan mobil itu aku merasa jantungku seperti diremas, aku berjalan kearah gerombolan itu dan terkejut melihat Hana dengan tubuh hampir berlumuran darah.

“Hana.. Ya! Kim Hana ireona!” teriakku sambil mengangkat kepalanya yang banyak mengeluarkan darah.

“Ambulans,, Panggil ambulans.” Ucapku dengan tangan bergetar menatap Hana yang tak sadarkan diri.

“Apa yang kalian Lakukan, Cepat telefon ambulans!” Ucapku kini dengan suara yang lebih tinggi dan air mata yang sudah mengalir di wajahku.

Selang beberapa menit ambulans datang dan membawaku dan Hana ke rumah sakit, ku tatap wajah orang yang selama ini aku benci dan juga orang yang telah menyelamatkanku.

“Babbo, dasar Yeoja Bodoh! Kenapa kau mencelakai dirimu sendiri? Kau memang bodoh Kim Hana!” ucapku sambil menangis dan menggenggam tangannya Erat.

********************************XOXO********************************

-Seoul International Hospital-

“Rin~” teriak Suho oppa yang sedang berlari kearahku bersama dengan Yooran Imonim dan appa.

“Oppa!” teriakku dan memeluknya dengan erat.

“bagaimana ini bisa terjadi Rin? Apa kamu baik-baik saja?” tanya Suho oppa.

“Narin-ah gimana keadaan Hana?” tanya appa aku hanya menggeleng saja.

“aku juga tidak tahu appa, Hana masih di dalam dan dokter juga belum keluar dari tadi. Aku juga tidak tau kenapa para dokter itu belum keluar, sebenarnya apa yang mereka lakukan di dalam.” Jawabku sambil terisak.

“Bagaimana ini bisa terjadi sayang?” tanya appa lagi sambil mengusap air mataku.

“Dia berlari untuk menyelamatkanku appa. Tapi dia bodoh appa, dia yeoja ceroboh! Dia bisa menyelamatkanku tapi tak bisa menyelamatkan dirinya sendiri.” Ucapku sambil terisak dan Suho oppa tetap setia memelukku.

“Sudahlah Rin, jangan menangis! Omma yakin Hana adalah yeoja yang kuat dan dia pasti mampu selamat dari kecelakaan ini.” Ucap Yooran imonim sambil mengelus kepalaku sayang, aku tersenyum singkat.

“Gomawo Om..Omma,” ucapku sambil memeluknya, ini pertama kalinya aku memanggilnya dengan sebutan ‘Omma’. Tapi aku akan memanggilnya sengan sebutan itu mulai sekarang, aku rasa tak ada salahnya.

“sama-sama Narin-ya.” ucap omma dengan senyumnya.

-Narin POV END-

‡‡‡ EXO † From Exo Planet ‡‡‡

Luhan POV-

Saat aku ingin menendang bola ke gawang lawanku tiba-tiba jantungku berdebar tak karuan perasaan anehpun menyelimutiku. Ada perasaan Cemas, khawatir dan takut akan kehilangan. Sebenarnya apa yang terjadi, aku bergelut dengan lamunanku hingga teriakan Xiumin menyadarkanku.

“Luhan, cepat tendang!” teriaknya yang masih di tahan oleh dua pemain lawan karena dari tadi aku dan Xiumin selalu berkolaborasi memasukkan bola hingga kedudukan saat ini 4:1, dan saat aku ingin menendang tiba-tiba ketua tim lawan menabrakku dan mengambil alih bola. Kulihat Xiumin berlari kearahku dan membantuku berdiri.

“Gwaenchana, Lu?” tanyanya.

“Gwaenchana.” Balasku.,

“Gotjimal! Kalau kau baik-baik saja, lalu kenapa kau melamun begitu? Tidak biasanya kau tidak berkonsentrasi seperti ini.” Ucap Xiumin.

“Entahlah tiba-tiba perasaanku tidak enak Xiumin-ah.” Ucap Luhan.

Pritttttt~ Pritttt~

Aku mendengar suara peluit yang nyaring, yah itu adalah pertanda bahwa permainan usai dan pemenangnya sudah pasti adalah sekolah kami. Namun kali ini aku tak merasakan sebuah kebahagiaan melainkan sebuah kekosongan di hatiku, entahlah aku bingung akan perasaanku sendiri.

“Luhan hyung, kau sudah berkerja keras kalau bukan karena kau dan Xiumin hyung mungkin sekolah kita tidak akan menang!” ucap Sehun sang Ketua Osis Sekolah.

“Iya sama-sama, itu juga karena dukungan kalian semua.” Balasku, namun aku teringat satu hal yang sangat janggal saat ini. Aku edarkan pandanganku mencari kekasihku Kim Hana, kenapa dia tidak menghampiriku untuk mengucapkan selamat atas kemenanganku.

“Sehun-ah, Apa kau tak melihat Hana?” tanyaku.

“Aniya, mungkin dia bergabung dengan sporter sekolah kita yang lain.” Jawabnya dan akupun berlari menghampiri Xiumin, siapa tahu Hana bersama dengan Narin dan sedang mencariku juga.

“Baozi-ah!”

“Eo? Kau kenapa Lu?” tanyanya.

“Kau melihat Hana?”

“Eh? Dia juga tak datang ya, aku kira hanya Narin yang tak datang ternyata Hana juga tak datang ya?” tanyanya dengan wajah bingung, mendengar pernyataan Xiumin perasaan takutku semakin mencekam dan membuat jantungku berdetak semakin cepat dari yang tadi. Kepalaku terasa berat dan air mataku tiba-tiba terjatuh begitu saja, sehingga membuat xiumin terkejut.

“Lu, kau baik-baik saja? Kenapa kau tiba-tiba menangis?” tanyanya panic.

“Aku juga tidak tahu Xiumin-ah, tiba-tiba saja airmata ini turun begitu saja. Perasaanku tak tenang dari tadi dan ini semakin parah saat aku mendengar Hana dan Narin tidak ada disini, aku khawatir dengan mereka berdua.” Ucapku Jujur.

“Ya! Luhan, kau jangan menakut-nakutiku. Kau membuatku ikut mengkhawatirkan mereka, apa kau sudah menghubungi Hana?” tanya Xiumin.

“Belum.”

“Kalau begitu jangan panik dulu Lu, kita hubungin dulu nanti kalau tidak ada jawaban kita kerumah mereka bersama-sama. Kau hubungi Hana dan aku akan menghubungi Narin dan jika ada apa-apa segera beritahu ya.” Ucap Xiumin, akupun mengangguk dan berlari menghampiri tasku untuk mengambil Handphone dan menghubungi Hana.

****

“Nomer yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan, silahkan tunggu beberapa saat lagi..”

Selalu kalimat itu yang aku dengar, ini sudah hampir dua puluh kali aku menelfon dan mendapatkan jawaban seperti itu dari operator.

‘Hana, sebenarnya dimana kau saat ini?’ batinku dalam hati.

-Luhan POV END-

‡‡‡ EXO † From Exo Planet ‡‡‡

-Seoul International Hospital-

-Author POV-

Yo~
Listen up.
This is my tragic love story
Just to break in my heart. –U-Kiss – 0330–

Hanphone Narin tiba-tiba berbunyi saat dia sedang beristirahat di pundak Suho, diapun melihat layar Hanphonenya untuk melihat ID penelvon.

‘ID Name’

‘My Boyfriend’s Baozi’

Melihat ID name yang tertera di layar Hanphonenya, Narin segera menjawab panggilan televon.

“yeoboseyo..”

“Yeoboseyo Chagiya, Gwaenchana? Kenpa kau dan Hana tak datang, apa terjadi sesuatu?” tanya Xiumin dengan cemas.

“mianhae, tadi aku dan Hana mengalami kecelakaan saat perjalanan menuju sekolah untuk melihat pertandingan kalian.” Ucap Narin dengan sedikit terisak mengingat kejadian tadi.

“M-Mwo! Kau baik-baik saja? Apa ada luka serius?” tanya Xiumin semakin khawatir.

“Aku baik-baik saja, tapi Hana..” Narin mulai menangis. “Dia yang terluka parah, karena dia menyelamatkanku dan dia sekarang sedang ditangani oleh dokter.” Lanjut Narin dengan suara gemetar.

“Tenanglah Chagiya, aku dan Luhan akan segera kesana dan berhentilah menangis chagiya kau semakin membuatku khawatir mendengar suara tangisanmu.”

“Ne, Cepatlah kemari Minseok-ah!”

“Ne, kau tunggu saja sebentar lagi aku akan kesana.” Ucap Xiumin dan memetikan sambungan televon.

Narin memandang Layar Handphonenya nanar dan Suho yang melihat adiknya yang melamun dengan tatapan kosong, segera memeluk adiknya.

“Rin, apa yang sedang kau pikirkan? Tidak baik melamun seperti itu.” Ucap Suho sambil mengacak-ngacak rambut adiknya pelan.

“Aku khawatir dengan Hana oppa, kenapa dokter-dokter itu belum keluar juga? sebenarnya apa yang mereka lakukan di dalam?” tanya Narin kesal.

“Sabar Rin, dokter juga sedang berusaha untuk menyelamatkan Hana.” Ujar Suho menenangkan Narin.

“Ne oppa, aku juga berharap seperti itu.”

Beberapa menit kemudian para dokterpun keluar dari ruang Unit Gawat Darurat bersama beberapa suster, yang membuat Suho, Narin, Yesung dan Yooransegera berdiri dan menghampiri para Dokter itu.

“Dokter bagaimana keadaan anak saya?” tanya Yooran dengan suara khawatirnya.

“Anak anda sekarang masih dalam kondisi kritis dan tadi dia mengalami pendarahan besar di bagian ulu hatinya itu yang membuat kami lama di dalam tapi anda tenang saja kami sudah berhasil menanganinya.” Ucap dokter itu tenang tapi tergurat kekecewaan di wajahnya.

“Syukurlah, Hana baik-baik saja.” Ujar Suho Lega.

“Tapi, kami tidak menyangka bahwa pendarahan itu sudah sampai ke jantungnya sehingga membuat sedikit kontraksi, dan kami memutuskan untuk melakukan Operasi transplantasi Jantung untuk menyelamatkan anak anda.” Lanjut dokter itu yang membuat Narin menutup mulutnya terkejut.

“Kalau begitu lakukan dokter! Jika itu adalah jalan terbaik untuk menyelamatkan anak kami, masalah biaya anda tidak usah khawatir kami akan mengurusnya sekarang juga.” Ujar Yesung dengan wajah Khawatirnya.

“Bukan itu masalahnya tuan Kim, saya tahu jika anda mampu untuk membayar biaya operasi. Tapi masalahnya adalah kami tidak memiliki Stok jantung di Ruang penyimpanan organ dalam, kami juga tidak bisa sembarangan memberikan jantung. Karena ditakutkan akan terjadinya penolakan dari tubuh pasien, jadi dibutuhkan jantung yang sesuai dengan pasien.” Ujar dokter itu dengan wajah sedih.

“Apa di rumah sakit lain juga tidak ada dokter?” Tanya Suho.

“Maafkan kami, kami sudah menghubungi rumah sakit lain. Tapi, di rumah sakit lain juga ketersediaannya terbatas dan Kerena pendonor jantung saat ini jarang di dapatkan.” Balas salah satu dokter lain.

“Kalau begitu kita bawa Hana keluar negeri appa!” Ucap Narin yang mendapat anggukan dari yesung.

“Maaf Nona, Pasien tidak boleh melakukan perjalanan jauh. Karena pasien membutuhkan perawatan intensif.” Ujar Suster.

“anda tidak bisa melakukan itu Yesung-ssi, karena hidup anak anda tergantung dalam waktu tiga hari saja.” Ujar salah satu dokter yang berada di barisan belakang.

“Apa maksudmu dokter Lee Donghae!” Ujar Yesung kesal, bagaimana bisa Namja bernama Donghae yang tak lain adalah sahabatnya dulu, tega-teganya mendiagnosis bahwa hidup anaknya hanya tinggal tiga hari saja.

“Jika dalam waktu tiga hari dia tidak mendapatkan donor, maka dia akan meninggal. Itu bukan sesuatu yang mustahil jika dilihat saat pendarahan di dalam organ dalamnya, jika tidak cepat maka jantung akan tersumbat oleh darah itu dan aktivitas jantung untuk memompa darah akan terhenti dan kau pasti tau apa yang terjadi jika aktivitas jantung terhentikan Tuan Kim?” Ujar donghae dengan serius sambil menatap Yesung yang sangat Shock dengan penjelasan Donghae, bukan hanya yesung melainkan semua yang ada disitu tercengang mendengar penjelasannya.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang?!” gumam yesung.

“kau harus berusaha mencarinya, setidaknya membantu kami untuk mencari pendonor untuk anakmu dan aku mengijinkanmu untuk melihat anakmu. Tapi jika ingin melihatnya harus satu persatu karena pasien tidak boleh diganggu dengan suara berisik.” Balas Donghae dan pergi meninggalkan Keluarga Kim bersama Dokter lain dan para suster.

“Hana..” gumam Narin yang masih dipelukan Suho.

“Ini semua salahku oppa, aku yang membuatnya seperti ini.”

“Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri, Hana juga tidak ingin kau menyalahkan dirimu Rin.” Ujar Suho.

“Aku akan pergi menengoknya terlebih dahulu.” Ujar Yooran sambil berjalan perlahan dan masuk ke ruangan Hana.

********************************XOXO********************************

-School Of Performing Art-

“Luhan! Luhan!” teriak Xiumin sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Luhan.

“Ya! Aku disini.” Ujar Luhan sambil menepuk pundak Xiumin. “Ada apa Baozi? Apa kau sudah berhasil menghubungi Narin?” tanya Luhan dengan wajah khawatirnya.

“ne, aku sudah berhasil menghubunginya.” Jawab Xiumin.

“Bagaimana keadaannya apa dia baik-baik saja? Aishh.. kenapa Hana tidak mengangkat televonku?” ujar luhan Sambil terus mencoba menghubungi Hana.

“Narin baik-baik saja Lu.” Ujar Xiumin. “Percuma kau menghubungi Hana, Lu. Dia sedang dirumah sakit setelah mengalami kecelakaan saat menuju kemari dan sekarang dia sedang dalam penanganan dokter.” Lanjut Xiumin.

Mendengar jawaban Xiumin membuat paru-paru Luhan sesak seperti tak ada uadara di sekitarnya yang bisa dia hirup untuk bernafas dan jantungnya seperti di remas-remas. Smartphone yang dia genggampun Jatuh begitu saja, Luhan menatap Xiumin tak percaya.

“Apa yang kau katakan? Kau jangan bercanda, ini tidak lucu Kim MinSeok!” Ujar Luhan sambil mencengkram kerah baju sepak bola Xiumin.

“Untuk apa aku mengarang cerita mengerikan seperti ini Lu, Ini memang tidak lucu Xi Luhan dan ini bukan saatnya untuk basa basi Lu kita harus segera ke rumah sakit.” Ujar xiumin dan dibalas dengan tatapan tak percaya oleh Luhan. Setelah mengambil Tasnya mereka langsung berlari menuju parkiran sekolah.

“Pakai Motorku saja Lu, kalau jam segini biasanya macet. Akan lebih mudah jika menggunakan motor!” ujar Xiumin dan dijawab anggukan oleh luhan. Merekapun berlari menuju motor Xiumin dan segera menaikinya, merekapun segera pergi meninggalkan Sekolah menuju Seoul International Hospital.

-TBC-

Akhirnya bisa juga selesai nih Part 1 berarti Utang aku udah berkurang satu 😀 . Walau chapter yang ini rada Gak jelas dan panjang banget, maklumin aja yah soalnya aku sendiri kadang-kadang suka merubah alur cerita tiba-tiba jadi aku bacanya aneh ya itusih pendapat aku saja gak tau kalau pendapat kalian. Yasudah makasih buat yang baca dan Mohon Komentarnya, Sampai jumpa di Part 2. Bye-Bye~ ^_^

Iklan

9 pemikiran pada “DON’T FORGET ME, FOREVER [Part 1 Of 2]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s