My New Lover (Sequel of Two Boys!) [1/2]

mynewlover

My New Lover (Sequel of Two Boys!) [1/2]

by

lovelybaekkie

ǁ Main Cast : Byun Baekhyun (EXO) & Oh Micha (OC) ǁ Other Cast : Find by your self^^ ǁ Genre : Romance, lil’ bit Comedy (it maybe called absurd-_-), Friendship ǁ Rating : T ǁ Length : Twoshoot ǁ Disclaimer : I just own the story and OC. ǁ

And finally this is the sequel^^ I hope all of you like this story and don’t forget to comment guys 😉

Poster © doremigirl @ School Art Design

Also published in here

PLAGIATOR, BASHING, AND SIDERS ARE NOT ALLOWED!

Warning!

Typos everywhere! Absurd story!

~Happy Reading~

  • ••

Memories Cafe, 2018

Seorang pria nan tampan tengah berjalan santai menuju sebuah café. Ia menarik perhatian para pengunjung café tatkala kaki nya mulai memasuki kawasan café yang mempunyai nama ‘Memories Café’ ini. Ia berjalan menuju meja bartender dan langsung duduk di kursi-kursi yang memiliki kaki tinggi. Seorang pria imut yang memakai seragam khas bartender itu melangkah mendekati si pria tampan yang kini tengah melepaskan kacamata hitam yang sedari tadi bertengger menutupi mata indahnya. Ia tersenyum tatkala si pria imut juga tersenyum menyapa ke arahnya.

Welcome, Byun Baekhyun” ucap si pria imut itu.

“Aish, Minseok hyeong! Kau ini seperti baru mengenalku saja” ucap pria tampan yang ternyata bernama Baekhyun itu sembari merengut kesal.

“Hahaha, geurae. Kau mau pesan apa Bacon-a?” tanya Minseok―nama pria imut itu―dengan senyum jahilnya. Baekhyun semakin mengerucutkan bibirnya tatkala mendengar panggilan yang tadi diucapkan Minseok.

“Huh, mollaseo!” balas Baekhyun dengan kesal sembari mendelikkan mata sipitnya pada Minseok. Minseok semakin tertawa terbahak tatkala melihat Baekhyun yang sudah merajuk seperti itu.

“Hahahaha, geureom, seperti biasa eoh?” tanya Minseok yang kini serius. Baekhyun membuat ekspresinya kembali seperti semula―cool.

Ye” jawabnya dengan tampang datar. Padahal, beberapa detik yang lalu ia bertingkah seperti anak kecil-_-

Minseok hanya menahan tawanya dan bersiap untuk membuat pesanan Baekhyun. Sementara Baekhyun kini mulai mengedarkan pandangannya menuju seluruh café. Ramai, seperti biasa, pikirnya. Tapi ia mendapati satu meja kosong di pojok dan tepat berada di samping jendela. Itu tempat favoritnya!

Ia berdiri dan melangkahkan kakinya menuju meja itu. Dan sebelumnya ia berkata pada Jongdae―pelayan café yang sudah mengenalnya―agar pesanannya diantarkan ke meja favoritnya. Setelah Jongdae berkata ‘Ne’, ia lalu kembali melanjutkan langkahnya menyusuri café yang luas itu.

Saat tangannya memegang kursi untuk ditarik agar ia bisa duduk, satu tangan lain juga ternyata sedang memegang kursi itu. Tangan itu halus dan lebih kecil dari miliknya. Ia mendongakkan kepala dan meihat seseorang yang tengah berdiri di sampingnya. Matanya membelalak sempurna begitupun orang itu.

NEO?!!/ NEO?!!”

  • ••

Seorang yeoja tengah berjalan santai sambil bersiul pelan. Orang-orang yang berpapasan dengannya memandangnya aneh. Bagaimana tidak? Penampilannya benar-benar tak bisa dibilang sebagai seorang yeoja. Ia kini tengah memakai kaos abu-abu yang kebesaran dan kemeja kotak-kotak merah yang tak kalah besar dengan kaosnya, ditambah dengan celana jeans yang terdapat robekan acak di bagian depan paha hingga betis plus sneakers merah yang menyelimuti kakinya. Dan jangan lupa pada rambut panjangnya yang dilipat dan disembunyikan dibalik snapback yang dipakainya kini. Oh, astaga! Ini poin pentingnya! Seluruh pakaiannya terdapat beberapa bercak lumpur dan ditambah dengan bau yang tak bisa dibilang harum yang menguar dari tubuhnya. Bagaimana bisa orang-orang tidak memandang aneh atau menutup hidung saat ia melintas?

Ya, yeoja itu adalah Oh Micha. Gadis berusia 24 tahun itu adalah yeoja yang sangat tomboy. Tingkah laku dan penampilannya layaknya seorang lelaki padahal ia memiliki wajah yang cantik. Ia menjadi seperti ini karena seseorang. Awalnya ia juga seperti gadis lainnya, bersikap manis dan feminine. Tapi ia berubah sejak kejadian itu dan karena orang itu. Ya, karena orang itu..

Kembali pada aktivitasnya saat ini. Ia kini dengan santainya berjalan walaupun dengan tampang bangun tidur yang kentara sekali pada wajahnya. Lingkaran hitam juga tak luput dari matanya yang indah. Kakinya kini membawanya menuju sebuah café. Ya, café itu adalah ‘Memories café’.

Ia menyapa kasir cantik yang bernama Soojung itu dan selanjutnya memesan minuman kesukaannya. Setelahnya, ia berjalan dengan pelan ke arah meja favoritnya yang berada di pojok ruangan dan tepat berada di samping jendela. Micha lalu berjalan dengan acuh tanpa melihat siapa orang yang juga berjalan menuju meja itu tepat disampingnya. Orang itu juga acuh dan malah bersikap ‘so keren’. Saat tangannya hendak menarik kursi yang akan didudukinya, tangan lain juga tengah memegang kursi itu. Tangan yang besar dan seperti tangan seorang namja. Apalagi kini posisi tangannya seperti tengah digenggam oleh tangan itu. Ia sontak terkejut dan hendak memprotes pemilik tangan itu. Tapi matanya membulat sempurna saat ia menoleh dan mendapati siapa pemilik tangan yang kini bersentuhan dengan tangannya. Begitupun juga orang itu, orang itu juga melebarkan matanya dengan sempurna.

NEO?!!/ NEO?!!”

Teriakan kedua orang itu berhasil mengambil alih seluruh perhatian para penghuni(?) café itu. Semuanya terdiam dan kedua orang yang berseru tadi tengah saling memberikan tatapan membunuh satu sama lain.

Minseok datang dengan membawa pesanan kedua orang itu. Ia terkikik pelan melihat kedua orang yang merupakan ‘rival abadi’ itu tengah saling memberikan tatapan menusuk pada lawannya masing-masing. Ya, Minseok mengenal kedua orang itu. Mereka berdua adalah pengunjung setia café ini sekaligus temannya dari kampus. Kedua orang itu adalah.. Byun Baekhyun dan Oh Micha.

“Ya! Kalian akan berlovey dovey terus eoh?” seru Minseok yang dengan santai melenggang melewati mereka berdua. Sontak mereka secara bersamaan menengok ke arah Minseok dan memberi death glare ke arah namja imut itu.

MWORAGO?!” seru mereka bersamaan. Mereka lagi-lagi saling memberi tatapan menusuk pada lawan masing-masing. Minseok benar-benar ingin tertawa terbahak sekarang. Tapi tak bisa, semua pengunjung café tengah memperhatikan ke arah mereka kini. Jadi, ia hanya terkikik pelan, menertawai kebodohan kedua sahabatnya itu.

“Jadi, kalian akan terus saling memberikan tatapan cinta dan juga saling berpegangan tangan eoh? Hahaha” Minseok benar-benar tak bisa menahan tawanya. Ia benar-benar tergelak tatkala kedua sahabatnya itu membelalakkan mata dan memasang wajah bodoh. Ya, selanjutnya mereka berdua menyentak tangan masing-masing.

“Hahaha, aku sudah antarkan pesanan kalian. Dan kalian terpaksa duduk berdua disini karena kini cafe benar-benar penuh dan hanya meja ini yang tersisa. Well, selamat menikmati, kkkkk”

Kedua manusia yang masih berseteru itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru café. Dan benar saja, café memang sudah penuh sekarang. Bahkan kursi-kursi di dekat meja bartender pun sudah terisi oleh beberapa pelanggan. Minseok melangkah pergi meninggalkan kedua sahabatnya yang kini benar-benar naik pitam akibat kata-kata yang telah diucapkan namja itu. Kini para pengunjung café kembali pada kegiatannya masing-masing dan tak memperdulikan dua orang yang pasti akan segera berseteru itu.

Micha menatap tajam Baekhyun. Sementara Baekhyun kini memberi tatapan jijik saat meneliti penampilan Micha yang sangat kacau. Micha benar-benar kesal bisa bertemu dengan orang ini. Jika bukan karena perutnya yang keroncongan, ia tak akan mau mendatangi café yang juga sering disinggahi Baekhyun―namja paling menyebalkan di dunia, menurutnya.

“Dasar byuntae! Bilang saja ingin memegang tanganku, cih!” ucap Micha dengan diiringi decihan di akhir kalimat.

“Cih, kau pikir aku mau menyentuh yeoja mengerikan sepertimu eoh?” balas Baekhyun menghina Micha. Ia kini memandang remeh ke arah Micha. Micha semakin geram dengan namja yang notabenenya adalah sunbae nya ini.

MWORAGO? MENGERIKAN KATAMU? YA! KAU BYUNTAE BAEKHYUN! BERANI-BERANINYA KAU!”

Mwoya?! Byuntae Baekhyun? YA! YEOJA MONSTER! KAU SEENAK JIDAT MENGGANTI NAMAKU EOH?!!”

NE! Namamu memang seperti itu yang benar! DAN AKU BUKAN YEOJA MONSTER! NAMAKU OH MICHA, BODOH!”

“Terserah apa katamu! KU JELASKAN SEKALI LAGI PADAMU! AKU ADALAH BYUN BAEK―”

Hyeong! / Eonni!”

Perdebatan yang disebabkan karena hal tak penting itu pun terhenti ketika seseorang, ah tidak, dua orang memanggil masing-masing dari dua orang yang tengah berdebat itu. Kedua orang yang memanggil mereka pun menghampiri Baekhyun dan Micha yang kini malah terbengong melihat kedua orang itu.

Aigoo, eonni! Kenapa kau begitu kotor eoh? Lihat bahkan wajahmu saja seperti baru bangun tidur dan.. Astaga! Apa ini? Lingkaran hitam? Eonni―”

Hyeong! Kenapa kau malah bertengkar dengan Micha noona? Aish, kau ini malah membuat keributan saja, hyeong

Baekhyun dan Micha benar-benar melongo melihat kedua orang yang sedang berbicara itu.

“T-tunggu dulu.. Kau bilang ‘Micha noona’? Kau mengenalnya Bambam-a?” tanya Baekhyun yang mulai sadar. Micha memasang wajah santai dan saat matanya menangkap seorang yeoja yang kini menatapnya gemas, ia langsung membelalakkan matanya.

“Ya! Eonni! Kenapa kau kabur begitu saja saat aku akan mengajakmu shopping eoh?”

“A-aku.. aku tadi kelaparan dan… aku hanya ingin makan di café ini, Hayoung-a” seketika wajah Micha memucat. Ia tak tahu apa yang akan terjadi jika Hayoung mengadukan kejadian ini pada ayahnya. Ya, karena Hayoung adalah sepupunya yang sangat dekat dengan ayah Micha dan kini Hayoung tinggal di apartemen Micha karena ditugaskan oleh ayahnya. Ya, ayah Micha menugaskan Hayoung untuk mengawasi Micha yang suka membuat onar. Terbukti dari kejadian tadi.

“Aku mengenal Micha noona karena ia adalah sunbae-ku di SHS. Umm, Micha noona, gwenchana?”

G-gwenchana” ucap Micha tersenyum pada Bambam.

Baekhyun melongo di tempat. Jadi, sepupunya yang berasal dari Thailand ini mengenal ‘yeoja monster’ ini? Oh, astaga! Dunia sempit sekali!

“Ah, geurae. Eonni, ayo kita duduk saja. Perutku juga lapar” ucap Hayoung membuyarkan lamunan ketiga orang yang kini berdiri itu. Hayoung duduk lalu memanggil seorang pelayan dengan name tag ‘Kim Jongdae’ itu untuk memesan makanan. Bambam juga ikut duduk dan memesan makanan seperti yang Hayoung lakukan. Baekhyun mendengus kasar lalu akhirnya duduk di sebelah Bambam. Sementara Micha hanya menghela nafas kasar dan duduk di sebelah Hayoung.

“Jadi.. kenapa kalian bisa berdebat seperti itu? Dan siapa yang memulai pertama?” tanya Hayoung.

“DIA!!/DIA!!” seru Baekhyun dan Micha secara bersamaan dan saling menunjuk satu sama lain. Hayoung yang bertanya malah tersentak kaget. Sementara Bambam hanya meringis mendengar suara keduanya yang bagaikan suara petir itu.

“Huh, baiklah. Kita jangan membahas hal yang membuat kalian berseteru. Karena aku yakin bahwa hal itu pasti tidak penting” ucap Bambam menengahi. Akhirnya mereka pun terdiam dan larut dalam pikiran masing-masing.

“Oh ya, Bambam, kau sedang apa berada disini?” tanya Micha.

“Bambam kesini untuk menemuiku. Bukan menemui yeoja monster seperti mu” sahut Baekhyun santai. Micha hanya mendengus kesal.

“Apakah kau yang bernama Bambam huh?” sindir Micha sambil mengacungkan jari telunjuknya tepat di wajah Baekhyun. Bambam dan Hayoung kembali frustasi melihat kedua orang ini berseteru lagi.

“Ya! Ya! Jangan terus bertengkar! Ada yang mengatakan bahwa benci bisa jadi cinta loh!” ujar Minseok jahil sembari meletakkan pesanan Bambam dan Hayoung.

Baekhyun dan Micha hanya memberikan Minseok sebuah tatapan menusuk. Minseok tertawa kecil dan kembali ke meja bartender. Selanjutnya Micha menghela nafas kasar sementara Baekhyun memilih untuk meminum Americano nya yang mulai dingin. Bambam dan Hayoung pun hanya terdiam dan memakan makanan yang dipesan oleh mereka.

Entah kenapa, sekarang Micha malah terlihat murung. Ia―yang kini posisinya tepat bersebelahan dengan jendela juga berhadapan dengan Baekhyun―hanya menopang kepalanya dengan tangannya sembari melihat ke arah luar jendela yang kini menampakkan kesibukkan kota Seoul. Ini masih pagi, ah tepatnya pukul 9 pagi. Ia memandangi orang-orang yang sedang berlalu lalang itu dengan tatapan kosong. Bahkan pancake dan cappuccino pesanannya teracuhkan.

Bambam yang melihat itu merasa heran. Tak biasanya noona-nya ini murung. Akan menjadi pemandangan langka jika melihat seorang Oh Micha murung seperti itu. Pasti ada sesuatu yang terjadi, batin Bambam. Entah mengapa Bambam yang biasanya bertingkah seperti anak kecil dan penuh dengan aegyo, kini malah terlihat seperti seorang pria dewasa yang memiliki sikap bijaksana.

Micha hanya mendengus kasar dan melirik Hayoung yang kini telah menghabiskan makanannya. Hayoung lalu meminum milkshake yang ia pesan tadi. Dan karena ia merasa sedang diamati oleh Micha, ia menoleh ke arah Micha yang kini menatap malas ke arahnya.

“Sudah selesai?” tanya Micha dengan nada datar. Hayoung menganggukan kepalanya. Selanjutnya Micha berdiri dan menarik pergelangan tangan Hayoung.

Noona! Kau mau kemana?” seru Bambam yang kini berdiri karena melihat Micha yang pergi begitu saja.

“Aku ada urusan Bambam-a. Nafsu makanku hilang karena si byuntae itu. Nanti ku hubungi kau setelah aku selesai. Bye!” ucap Micha yang sempat menghentikan langkah besarnya tepat di depan kasir karena Hayoung sedang membayar makanan yang tadi ia pesan. Setelah Hayoung membayar, Micha kembali menarik tangan Hayoung dan pergi menjauh dari café itu.

Sementara Bambam hanya terdiam. Ia benar-benar tak mengerti dengan sikap Micha yang tiba-tiba berubah itu. Dan.. bagaimana bisa hyeong nya mengenal Micha? Oh, Bambam tahu jika hyeong nya ini adalah senior Micha dari masa SHS hingga jenjang universitas, tapi setahunya, Micha adalah orang yang tertutup dan tak terlalu membuka diri jadi pasti ia tak terlalu populer di lingkungan teman-temannya.

Hyeong.. bagaimana bisa kau mengenal Micha noona?” tanya Bambam pelan sembari melihat Baekhyun yang kini duduk santai menyandar pada sandaran kursi. Baekhyun melirik Bambam sebentar lalu kembali menyesap Americano miliknya yang sedari tadi belum juga habis. Ia lalu menaruh cup nya setelah dirasa cukup meminum kopi favoritnya itu. Baekhyun menatap Bambam dan memulai kisah bagaimana ia dan Micha bisa saling mengenal dan mendapat predikat ‘Rival Abadi’.

“Begini, jadi saat itu…”

 

Flashback On

Seoul High School, 2010

Baekhyun saat itu tengah bermain basket dengan Chanyeol di lapangan sekolahnya―Seoul High School. Ia bermain dengan lincah agar tak kalah dari Chanyeol yang mempunyai postur lebih tinggi darinya. Tentu saja ia tak mau kalah, karena ada Daehee yang menonton di pinggir lapangan. Permainan berlangsung dengan imbang. Baekhyun diuntungan dengan postur badannya yang lebih kecil sehingga bisa bergerak lebi lincah dan cepat. Sementara Chanyeol juga tak mau kalah, ia memang memiliki postur tinggi dan sudah mengetahui cara-cara bermain basket dari saudaranya di Kanada.

Saat Baekhyun hendak men-dribble bola ke arah ring, tiba-tiba saja Chanyeol sedikit menyentak tubuhnya. Dan alhasil bola itu melayang ke arah yang Baekhyun tak kehendaki.

BUGH

BRUKK

Seorang yeoja yang memakai seragam yang sama dengan mereka tergeltak di tanah saat bola basket sukses mendarat di kepalanya. Baekhyun dan Chanyeol yang sebelumnya juga tersungkur, langsung berdiri dan menghampiri gadis malang itu. Pasti sangat sakit, batin Baekhyun. Mengingat tenaga Baekhyun saat ia melempar bola itu tadi. Daehee juga dengan panik menghampiri gadis itu. Daehee member death glare spesial kepada dua namja itu. Baekhyun―orang yang merasa paling bersalah―segera mengangkat tubuh mungil gadis itu untuk dibawa ke ruang kesehatan. Chanyeol dan Daehee dilarang untuk ikut oleh Baekhyun karena ia ingin bertanggung jawab sendiri atas kesalahannya. Well, secara teknis ini juga bisa dibilang kesalahan Chanyeol, tapi Baekhyun lebih memilih menanggungnya sendiri. Hitung-hitung menunjukkan sisi manly nya di depan Daehee.

Baekhyun melirik ke arah yeoja yang kini sedang digendong olehnya ala bridal style. Ternyata yeoja ini adalah seorang hoobae. Terlihat dari jepitan di dasinya yang baru berjumlah satu jepitan. Matanya lalu beralih pada wajah gadis ini. Cantik, pikirnya. Tanpa sadar, sudut bibirnya terangkat sedikit saat melihat wajah tenang nan polos yeoja yang tengah pingsan ini.

Tubuh yeoja itu ia taruh dengan hati-hati di ranjang yang telah disediakan di ruangan kesahatan ini. Sepertinya seonsaengnim penjaga ruang kesehatan sudah pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 17.00 KST dan itu berarti waktu pulang sudah berlalu sejak 1 jam yang lalu. Dengan telaten ia mengobati benjolan kecil pada kening gadis ini dengan semacam krim untuk memar. Setelahnya ia duduk di kursi yang tepat berada di sebelah ranjang. Ia mengamati gadis itu dengan seksama. Hidung mungil yang lancip, bibir tipis pink tanpa polesan lipstick, pipi chubby yang terdapat semburat merah tipis, dan jangan lupa rambut halus yang tergerai hingga punggung gadis itu. Baekhyun mengakui bahwa gadis ini sangat cantik dan.. imut?

Ya, walaupun begitu ia tetap lebih memilih Daehee yang lebih terkesan cantik dan anggun. Matanya kini menyusuri name tag gadis itu.

‘Oh Micha’ bacanya dalam hati.

Ia tersenyum kecil membaca nama itu. Nama yang cantik, sama cantiknya dengan pemilik nama itu. Micha artinya putrid cantik. Sangat cocok dengan yeoja berperawakan mungil ini.

“Eungh..”

Yeoja itu menggeliat pelan dan mulai membuka matanya. Ia meringis pelan tatkala merasakan kepalanya berdenyut hebat dan lebih memusatkan pada bagian kening. Ia mulai sadar dimana ia berada. Matanya membelalak ketika merasakan ada orang lain selain dirinya di ruangan ini. Ia menoleh ke samping dan mendapati seorang namja bermata kecil sedang tersenyum canggung ke arahnya.

“K-kau sudah sadar rupanya” ucap namja itu―Baekhyun.

Yeoja bernama Micha itu mengerjapkan matanya. Ia tak tahu siapa namja yang kini duduk di kursi sebelah ranjangnya. Sekelebat bayangan sebelum ia pingsan mulai terputar di otaknya. Ah, ia ingat sekarang. Namja ini adalah orang yang tadi melempar bola ke arahnya.

“Kau..”

“Maaf tadi aku tak sengaja melempar bola basket itu ke arahmu. Sungguh, aku benar-benar tak sengaja” ucap Baekhyun memotong perkataan Micha. Ia takut Micha mengira bahwa ia telah sengaja melempar bola itu.

“Umm, tak apa. Oh ya, kau tahu dimana tas ku?” tanya Micha dengan wajah datar. Baekhyun hanya terdiam melihat ekspresi datar Micha.

Mwo? Apa dia marah padaku?’ batin Baekhyun.

“Kau tak tahu? Baiklah biar ku cari sendiri saja” ucap Micha sembari mendudukkan dirinya dengan susah payah dan berusaha untuk bangkit berdiri untuk mencari tas miliknya.

Baekhyun tentu saja langsung berdiri berniat menolong Micha. Tapi saat tangannya hendak menyentuh tangan Micha, yeoja itu berujar dengan ketus, “Jangan sentuh aku”.

Dari situ Baekhyun benar-benar merasa menyesal telah memuji-muji yeoja ini dengan sebutan cantik. Ya, wajahnya memang cantik tapi sikapnya benar-benar tak selaras dengan wajahnya. Baekhyun akhirnya menyibak tirai yang menutupi ranjang yang tadi digunakan Micha dan ia melangkah menuju meja kecil di dekat pintu. Di atas meja itu terdapat tas milik Micha. Ia mengambil tas itu dan menyodorkannya tepat di depan wajah Micha yang sekarang memucat. Micha mengambilnya dengan kasar dan berlalu pergi meninggalkan Baekhyun yang semakin melongo melihat sikap Micha yang sedingin es itu. Bahkan cara berjalan Micha terlihat seperti seorang namja.

Baekhyun bersumpah ia tak mau lagi bertemu dengan hoobae aneh sekaligus menyebalkan seperti Micha. Benar-benar tak tahu diuntung sekali! Padahal dirinya sudah susah payah membawa yeoja itu ke ruang kesehatan sekaligus mengobati lukanya. Well, ini juga sebenarnya salah Baekhyun sendiri yang ceroboh. Baiklah salahkan juga Chanyeol yang tadi ‘agak’ mendorong tubuhnya saat bermain basket. Tapi setidaknya yeoja itu bisa mengatakan ‘terima kasih’ kan? Apa susahnya mengatakan kata yang singkat itu? Baekhyun akan tetap menghargai walau hanya ‘Gamsahamnida’ yang terucap dari mulut gadis itu. Tapi ini? Tidak sama sekali.

Cih, dasar yeoja aneh’

Flashback Off

Mworago? Hanya karena itu kalian menjadi rival abadi?” seru Bambam tak percaya.

“Ais! Aku belum selesai, babo! Dengar, saat di sekolah dulu aku adalah namja yang populer dan mempunyai banyak fans. Suatu saat, ia benar-benar mempermalukanku di depan semua orang termasuk.. Daehee. Ok, aku tahu memang awalnya ini adalah ketidak-sengajaan. Tapi bayangkan saja saat itu dia dan aku tak sengaja bertabrakan dan terjatuh. Aku jatuh dalam keadaan tidak elit. Kakiku tergelincir dan akhirnya sebagian tubuhku masuk tong sampah besar di kantin. Itu benar-benar memalukan!” jelas Baekhyun sambil memasang wajah kesal. Sedangkan Bambam memasang wajah malas. Bagaimana bisa Daehee noona pernah mencintai namja sekonyol ini? Hih, Bambam hanya bergidik ngeri jika ia menjadi Daehee.

“Kejadian selanjutnya adalah saat ia sedang melakukan pelajaran olahraga. Aku tak tahu jika ia benar-benar jago dalam bermain sepak bola. Oh astaga.. siapa yang bisa mengira yeoja pendiam seperti dia bisa bermain sepak bola selihai itu? Bahkan karena terlalu lihai, ia sampai menendang bola itu dengan seluruh tenaganya hingga bola itu melambung tinggi dan mendarat dengan lancar di dahiku yang mulus ini. Sungguh, ia benar-benar membuatku semakin kesal saat itu” tutur Baekhyun dengan menggebu-gebu. Ia memang benar-benar kesal dengan tingkah Micha yang benar-benar menyebalkan. Walaupun itu semua hanya bentuk ketidaksengajaan. Bambam hanya mendengus malas.

“Karma sepertinya berlaku saat itu” ucap Bambam dengan wajah malas. Baekhyun jadi naik pitam dibuatnya.

“Ya! Bagaimana bisa kau bertahan dengan yeoja seperti dia eoh? Kabar buruk adalah saat aku mengetahui ia juga kuliah di kampusku. Apalagi dengan penampilannya yang semakin amburadul, hih pokoknya kacaunya melebihi seorang namja. Saat di universitas pun ia semakin menyebalkan. Ternyata ia adalah yeoja yang cerewet dan berisik. Ia semakin bertingkah melawanku. Bahkan kami sempat berduel untuk menjadi perwakilan universitas dalam mengikuti lomba bahasa Jepang. Hfft, akhirnya kami berdua diputuskan untuk menjadi pesertanya. Aku semakin tak tahan saat seonsaengnim menyuruh kami untuk berlatih bersama selam satu bulan penuh. Bayangkan itu Bambam-a! Selama sebulan penuh aku harus berhadapan dengan yeoja monster itu. Cih, ternyata ia punya sifat jahil juga bahkan melebihi seorang namja. Menyebalkan sekali! Aku tak mau punya kekasih sepertinya yang pakaiannya bahkan lebih buruk dari namja. Eh, pasti tak ada yang mau dengan yeoja monster sepertinya. Hah, membicarakan yeoja monster itu malah membuatku kesal saja!”

Bambam hanya memasang wajah konyol mendengar penuturan Baekhyun yang super panjang itu. Ok, ia tahu jika kenyataan bahwa Micha sangatlah tomboy, tapi Baekhyun harusnya bisa mengalah pada seorang yeoja.

“Kenapa kau tak mengalah saja? Dia kan seorang yeoja dan kau adalah namja, jadi seharusnya kau bisa mengalah kan hyeong?” ucap Bambam dengan tampang so benar. Tapi jika dipikir-pikir secara logika dan perasaan, ucapan Bambam benar juga. Tetapi tentu saja menurut Baekhyun adalah SALAH BESAR!

MWORAGO? Kau pikir aku mau mengalah demi yeoja jadi-jadian itu? Jangan harap! Sampai kapanpun aku akan melawannya dengan segenap jiwa dan raga ku!” ujar Baekhyun dengan semangat 45.

Bambam mendecakkan lidahnya dan menggeleng melihat tingkah hyeong nya yang benar-benar kekanakkan. Padahal usianya sudah 26 tahun, tapi sikapnya benar-benar konyol.

Drrrt Drrt

Ponsel Baekhyun bergetar. Ia melihat ada sebuah pesan masuk. Baekhyun tersenyum saat melihat nama pengirim pesan itu. Lee Daehee.

From    : Daehee-ya

Baekkie-ya! Nanti malam kita makan malam bersama. Aku akan memperkenalkanmu dengan seseorang. Datang ke N Grill Restaurant jam 7 malam nanti. Aku berharap kau bisa datang. Sampai jumpa^^/

Baekhyun mengernyit membaca pesan dari Daehee. Siapa orang yang akan dikenalkannya pada Baekhyun. Hhh, dan semoga tak ada hal yang membuatnya patah hati lagi seperti dua bulan lalu, disaat Daehee yang tiba-tiba sudah berada di dalam apartemennya. Tepatnya saat berita Daehee dan Sehun sudah bertunangan sejak mereka berada di Amerika 8 tahun lalu. Hati Baekhyun sebenarnya masih belum bisa melepaskan Daehee sepenuhnya. Ia masih mencintai Daehee. Tentu saja tak seperti dulu yang sangat terobsesi pada Daehee. Ini adalah perasaan cinta sesungguhnya. Cinta yang tulus.

Bambam melihat heran ke arah Baekhyun. Sebelumnya Baekhyun tersenyum tapi selanjutnya ia malah kelihatan murung. Ckckck, Baekhyun memang orang yang aneh. Tapi sepertinya Bambam tahu apa yang menyebabkan hyeongnya yang satu ini bisa seperti ini. Ini pasti karena Daehee noona, batin Bambam.

“Daehee noona kah?” tanya Bambam. Baekhyun melihat ke arahnya dengan wajah masam. Perlahan Baekhyun mengangguk dengan lesu. Bambam menghela nafasnya. Kalau begini hyeong kesayangannya ini akan menjadi semakin moody.

Bambam tahu jikalau hyeong nya ini pernah mengalami masa-masa terpuruk karena seorang yeoja yang meninggalkannya. Ia saat itu kembali ke Korea setelah sebelumnya kembali ke Thailand untuk melanjutkan sekolah menengah atasnya disana. Bambam memutuskan untuk kembali bersekolah di Korea dan membantu Baekhyun untuk kembali pulih seperti semula. Dan usahanya mulai berhasil. Walau ia masih sering mendengar kabar bahwa setiap malam Baekhyun akan menangis meraung-raung di apartemennya. Tapi semenjak kedatangan Daehee dua bulan yang lalu, kabar itu tak Bambam dengar lagi. Mungkin Baekhyun sedang mencoba untuk melupakan Daehee. Ia selalu menyemangati Baekhyun agar tidak terlarut dengan cintanya yang bertepuk sebelah tangan itu. Sehingga wajar saja jika Bambam dengan mudahnya menebak siapa orang yang bisa membuat Baekhyun tersenyum dengan cepat sekaligus murung kembali. Orang itu adalah Lee Daehee.

“Bagaimana kalau kita pergi bermain game? Ayo! Aku tahu tempat bermain game yang bagus di sekitar sini” ajak Bambam dengan wajah ceria seperti anak kecil berumur 5 tahun yang menggemaskan. Baekhyun yang mendengarnya pun tersenyum ceria. Bambam memang selalu bisa mengerti keadaan hatinya.

Kajja!”

Dengan satu kata itu saja, mereka berdua berdiri dengan semangat lalu melangkahkan kaki untuk keluar dari café, setelah membayar pesanan mereka tadi tentunya. Kali ini mereka akan bersenang-senang dan melupakan permasalahan hidup yang mendera mereka akhir-akhir ini.

  • ••

“Jadi, yang tadi itu adalah Byun Baekhyun yang selalu kau ceritakan itu eonni?” tanya Hayoung dengan mata berbinar. Micha mengangguk dengan malas.

Mereka memutuskan untuk pulang saja. Ah, lebih tepatnya Micha yang menarik paksa Hayoung untuk pulang. Entah mengapa, moodnya tiba-tiba saja kacau. Ia.. memikirkan orang itu. Orang yang telah membuatnya berubah menjadi seorang yeoja tomboy seperti sekarang. Sebenarnya bukan orang itu yang mengubahnya menjadi sperti ini secara langsung. Ini.. adalah bentuk pelampiasan atas perasaannya saja.

“Pantas saja kau langsung seperti itu. Tapi menurutku dia cukup tampan” ucap Hayoung yang kembali berkutat pada gadget nya yang sedang menampilkan berbagai barang bermerk di sebuah situs jual-beli online.

“Aku sungguh menyesal kesana. Padahal biasanya ia akan kesana pada siang hari. Tapi mengapa ia kesana pada pagi hari? Membuatku malas saja. Sudah cukup aku bertemu dengannya selama 4 tahun berturut-turut. Lalu saat sudah lulus, kenapa aku harus selalu bertemu dengan namja aneh itu? Menyebalkan!” ucap Micha gusar sembari mengacak rambutnya yang sudah sangat tak karuan itu.

“Hahaha, tapi sepertinya kau berteman baik dengan namja imut itu. Siapa namanya? Bam..”

“Bambam”

“Ah iya, Bambam. Kenapa kau bisa kenal dengan namja imut itu? Ku kira kau tak akan mau berteman dengan orang-orang imut sepertinya, hahaha” tawa Hayoung menggema di ruang tengah itu. Micha yang mendengarnya merasa sangat tersindir. Secara tidak langsung Hayoung mengatakan bahwa Micha hanya berteman dengan orang-orang berwajah sangar, seperti Tao misalnya. Mengingat kepribadian Micha yang terbilang sangat tomboy itu.

“Ya! Sialan kau” ucap Micha sambil melempar bantal sofa ke arah Hayoung dan yap, tepat sasaran.

“Haish! Kau ini membuatku kesal saja!” gerutu Hayoung yang merasa terganggu aktivitasnya menjalajahi situs online shop.

“Yang ada aku yang seharusnya bicara seperti itu”

Setelah mengatakan kalimat itu, Micha bangkit berdiri dan hendak pergi dari ruang tengah apartemen miliknya ini. Hayoung yang menyadari pergerakkan Micha mendongak.

“Mau kemana?” tanyanya bingung.

“Mandi” jawab Micha cuek dan melengos pergi ke kamarnya.

“Ya! Jadi sedari tadi kau belum mandi eoh?!” seru Hayoung yang baru menyadari bahwa bau badan Micha yang semakin meningkat intesitasnya saat Micha duduk dekat dengan Hayoung sedari tadi.

  • ••

N Grill Restaurant, 19.00 KST

“Eoh? Baekhyun-a, kau sudah datang rupanya” ucap seorang wanita yang tengah memakai dress panjang tanpa lengan berwarna silver dengan rambut yang digulung ke atas membuatnya tampak cantik sekaligus anggun.

Baekhyun melihat Daehee yang kini sedang duduk di hadapannya bersama Sehun disampingnya. Mereka.. sungguh tampak serasi. Baekhyun tersenyum manis menanggapi ucapan Daehee walaupun hatinya berbanding terbalik dengan senyum cerahnya itu.

“Apa kabar Baekhyun-a?” sapa Sehun dengan senyum yang merekah dari bibir plum nya. Baekhyun melihat sosok Sehun yang begitu tampan dan dewasa hari ini. Pria itu tapak terliat gagah dengan tuxedo silver yang dipadupadankan dengan kemeja berwarna putih bermotif garis-garis tipis vertikal. Dengan wajah tampan yang telah dipahat dengan sempurna oleh Yang Maha Kuasa. Membuat siapa saja terpesona dengan penampilan Sehun sekarang.

“Aku baik-baik saja. Bagaimana dengan kalian berdua?” balas Baekhyun dengan tersenyum. Pasangan yang sedang duduk di hadapannya pun ikut tersenyum.

“Kami baik-baik saja B. Oh ya, ada seseorang yang ingin aku ken—“

“Maaf aku terlambat”

Sebuah suara mengintrupsi ucapan Daehee. Sosok pemilik suara itu melangkah mendekati meja yang kini diisi oleh ketiga orang dewasa itu. Orang itu yang merupakan seorang yeoja yang juga merupakan tamu yang diundang oleh Sehun dan Daehee.

Senyum Daehee merekah saat melihat yeoja itu. Berbeda dengan Baekhyun. Ia benar-benar terpesona oleh kecantikan yeoja itu. Tapi.. ia merasa familiar dengan wajah itu. Baekhyun memutar otaknya, berpikir siapa yeoja yang wajahnya mirip dengan yeoja yang masih berdiri itu.

Sementara itu, Sehun bangkit berdiri dan memeluk yeoja itu. Yeoja itu dengan senang hati membalas pelukan sepupunya ini.

Bogoshipeo, Micha-ya” ucap Sehun yang kini melepas pelukannya.

Nado oppa” balas yeoja itu sembari tersenyum.

Baekhyun mendengar nama yang disebutkan Sehun tadi. Matanya terbelalak tatkala memperhatikan wajah yeoja itu yang ternyata sangat mirip dengan rival abadinya, Oh Micha. Ia berdiri dari duduknya. Gadis itu sama sekali tak melihat ke arahnya.

“Kau?!” seru Baekhyun tak percaya.

Seketika itu juga gadis yang dipanggil Sehun dengan ‘Micha’, menolehkan kepalanya ke arah samping, tepat dimana Baekhyun berdiri dengan rasa keterkejutannya yang mendominasi. Tas tangan yang sedari tadi berada di pegangan Micha terjatuh ke lantai tatkan manik matanya menangkap sosok seorang namja yang selama ini mendapat title rival abadinya.

“Kau..”

  • ••

Apgujeong, 18.00 KST

“Ck, aku tak mau memakai ini Hayoung-a!!”

Micha terus saja memberontak tatkala Hayoung merapatkan resleting gaunnya. Setelah sebelumnya Hayoung memberi pelayanan spa ‘gratis’ pada Micha, kini ia memakaikan sebuah gaun sederhana berwarna biru pastel yang panjangnya sebatas lutut pada Micha.

“Cah, sekarang tinggal memberi sedikit make up” ucap Hayoung yang lebih tepat disebut gumaman. Sementara Micha hanya mendengus kesal.

“Ya! Kau ini! Aku kan tadi sudah mandi dengan bunga-bunga, lalu kau beri mukaku dengan krim aneh sehingga aku tampak seperti hantu, lalu kau menutupi mataku dengan timun, belum lagi kau menggosok badanku dengan kuat, ah satu lagi, kau apakan kuku tangan dan kakiku eoh?! Haish! Aku bisa gila jika terus tinggal denganmu!”

Gerutuan Micha hanya dianggap angin lalu oleh Hayoung. Ia malah terlihat sibuk dengan beberapa make up yang akan menjadi tahapan terakhir dari kegiatan ‘membuat-Micha eonni-menjadi-wanita’. Masalahnya, malam ini Micha diajak makan malam oleh Sehun—kakak laki-laki Hayoung yang baru saja kembali dari Amerika satu minggu yang lalu. Hayoung tahu jika Daehee—tunangan Sehun—mengajak Micha makan malam untuk dikenalkan dengan seseorang. Ia tahu jika Micha sempat mengalami patah hati yang sangat parah hingga membuatnya berubah menjadi yeoja tomboy.

“Nah, sudah selesai! Ini, pakai sepatu ini” ujar Hayoung sembari menyodorkan sepasang sepatu high heels berwarna senada dengan dress yang dikenakan Micha saat ini. Micha kini telah selesai didandani oleh Hayoung, tentunya dengan gerutuan dan pemberontakan Micha selama di make up. Tapi tentu saja Hayoung tahu bagaimana cara membungkam mulut Micha agar diam. Dia hanya mengatakan bahwa akan mengadukan pada appa Micha mengenai ulah Micha yang telah membuat 2 orang namja di kampusnya masuk rumah sakit. Tentu saja, Micha langsung menutup mulutnya rapat-rapat.

Shireo! Aku lebih baik memakai sneakers saja!” seru Micha hendak pergi mengambil sneakers kesayangannya. Tapi tentu saja Hayoung menahan Micha.

Eonni mau aku mengatakan pada—“

Geurae, geurae! Berikan padaku sepatunya!” ucap Micha ketus. Ia merebut sepatu yang berada di tangan Hayoung dengan kasar. Tapi Hayoung malah tersenyum puas. Tak sia-sia ia meluangkan waktunya untuk sedikit demi sedikit merubah Micha menjadi seperti yeoja pada umumnya.

“Aku akan sangat menyalahkanmu jika aku sampai terjatuh lalu patah tulang dan tak bisa berjalan lagi. Andwae!!”

Hayoung memutar bola matanya malas mendengar penuturan dramatis dari Micha. Sungguh, Micha adalah yeoja paling konyol, urakan, dan tomboy yang pernah Hayoung kenal. Ia tahu ada sunbae nya yang bernama Amber yang juga tomboy. Tapi Amber tak separah Micha. Amber masih bisa menjaga kebersihan dan penampilannya. Sementara Micha? Huh, tak perlu di deskripsikan lagi bagaimana acak-acakannya penampilan kesehariannya. Ya, tapi dapat diakui jika apartemennya selalu bersih dan rapi. Hayoung pun heran dengan kelakuan Micha yang satu ini.

“Sudahlah eonni, lebih baik kau berangkat sekarang” ujar Hayoung sembari mendorong sedikit tubuh Micha ke arah pintu. Micha hampir saja terjungkal. Untung saja ia masih bisa menaga keseimbangan.

“Ya! Kau mau aku terjatuh dan—“

Eonni” Hayoung langsung memberi death glare nya pada Micha. Micha tau arti dari tatapan Hayoung itu sehingga ia langsung membungkam mulutnya.

“Cah, ayo cepat! Nanti kau terlambat” ucap Hayoung lagi dengan sedikit mendorong Micha.Micha masih bertahan di ambang pintu.

Chankkaman! Kau tidak akan ikut eoh?” tanya Micha bingung.

Ani! Aku malas terus bertemu dengan si albino. Nanti ia malah memamerkan kemesraannya di depanku dan mengejekku yang sampai saat ini belum mempunyai kekasih. Huh, menyebalkan” kesal Hayoung bila mengingat tingkah laku kakaknya yang benar-benar menyebalkan.

“Hahaha, geurae , aku berangkat ne! Annyeong!” pamit Micha yang akhirnya keluar dari apartemen miliknya.

Annyeong!” seru Hayoung. Setelah merasa Micha benar-benar sudah pergi, Hayoung menatap pintu itu dengan tatapan sendu. Sebenarnya ia tahu semuanya. Siapa orang yang telah membuat Micha menjadi tomboy dan juga.. orang yang akan dikenalkan pada Micha malam ini. Hayoung hanya berpura-pura tidak tahu di hadapan Micha.

“Dan semoga beruntung eonni…” gumamnya.

  • ••

N Grill Restaurant, 19.00 KST

Micha kini berjalan dengan hati-hati karena takut terjatuh akibat sepatu yang dipakainya saat ini sangatlah tinggi—menurutnya. Setelah bertanya kepada seorang pelayan, ia melangkahkan kakinya ke arah meja yang kini diduduki Sehun dan Daehee.

“Maaf aku terlambat” ucapnya saat jaraknya agak dekat dengan meja itu.

Sehun langsung berdiri tatkala melihat sepupunya yang paling ia sayangi itu hadir. Ia sangat merindukan tingkah konyol Micha selama tinggal di Amerika. Ya, baru saja ia mengurus kepindahannya ke Korea seminggu yang lalu bersama Daehee.

Micha kini berjalan ke arah Sehun tanpa memperhatikan bahwa ada seorang yang lain disana selain Sehun dan Daehee. Ia malah berpelukan dengan Sehun sebagai bentuk rasa rindunya pada oppa nya yang satu ini. Ingat, Micha hanya mau menyebut oppa pada Sehun seorang. Sementara pada yang lain ia akan memanggil mereka dengan sebutan ‘hyeong’. Benar-benar yeoja tomboy!

Bogoshipeo, Micha-ya” ucap Sehun yang kini melepas pelukannya.

Nado oppa” balas Micha sembari tersenyum. Ia juga benar-benar merindukan Sehun. Mereka belum sempat menghabiskan waktu bersama saat pertama kali Sehun datang ke Korea lagi sejak 8 tahun berada di Amerika.

“Kau?!” seru seseorang yang sedari tadi tak diperhatikan oleh Micha.

Sontak Micha menoleh dan didapatinya sosok namja tampan yang kini memakai blazer biru dongker bermotif sederhana dengan kemeja putih didalamnya. Ia benar-benar tak menyangka akan kehadiran namja itu—Byun Baekhyun, rival abadinya. Tas tangan kecil yang ia pegang sedari tadi terjatuh ke lantai karena tangannya yang tiba-tiba lemas saat ini. Ah, bukan hanya tangannya saja yang lemas tetapi seluruh badannya juga lemas. Ia masih membelalakkan matanya saat melihat namja itu.

“Kau..”

Ya, Byun Baekhyun—orang yang secara tak langsung telah membuat dirinya menjadi seorang yeoja tomboy.

—TBC—

Hallo Reader(s)!

Adakah yang menunggu sequel ‘Two Boys!’ ? *gaada /author mewek/

Maaf kalau jadinya lama>< Aku sempet gaada feel buat nulis FF tentang Bacon, yaa kalian tahu lah efek patah hati liat ultimate bias punya pacar:’) Oh ya, sebenernya ada kesalahan penulisan waktu di FF Two Boys! Yang harusnya 8 tahun lalu, malah jadi 9 tahun lalu. Maaf yaa’-‘v

Hehe, kali ini aku bikin twoshoot aja yaa, biar greget :v Oh ya, ini adalah FF ketiga aku dan merupakan FF pertama yang bukan oneshoot. Maapkan dirikuhh yang malah bikin cerita absurd ini (/.\) Yang pasti aku ingin buat FF yang genrenya ga sad mulu. Soalnya FF keduaku juga genrenya sad-,- Semoga kalian bisa menikmati alur cerita aneh ini yaa dan maaf kalau tak memuaskan sama sekali /deep bow/. Aku akan post kelanjutannya secepat mungkin deh hehe:D Plus jangan lupa untuk komen ya guys! Aku bener-bener semangat ngeliat komen-komen dari kalian. Rasanya seneng ada yang mau baca FF gaje buatanku ;’3

BTW, perkenalkan aku Nilam, 00Line. So, yang umurnya diatasku bisa panggil aku Nilam atau saeng, atau apapun itu asal jangan ‘thor’. Aku berasa jadi dewa Thor-_- Dan buat yang umurnya dibawahku bisa panggil aku eonni/noona/kak. Dan buat yang mau kenal lebih jauh bisa mention ke twitterku yaa >> @lovelybaekkie & @nilamputri93. Dijamin di follback kok kalo kamunya mention aku ;3 *promosi mulu nih author-,,-

Visit my blog for other story → lovelybaekkie’s blog

Sekian,

lovelybaekkie

7 pemikiran pada “My New Lover (Sequel of Two Boys!) [1/2]

  1. aigoo jodoh ga kemana ya 🙂
    hahahaha mereka bener bener jodoh
    ohh gara gara baek micha jadi tomboy ?
    next part nee saeng penasarn nih 🙂

  2. Baekhyun yg bikin micha jdi tomboy? Ko bisa? Apa mereka berdua punya masa lalu yg kelam? *lebay* Nextnya jgn lama2 yah! Keep writng!!! ^^

  3. Aduh, saya ngakak ini bacanya.. lucu sih. Tapi, saya belum baca yang Two Boys jadi belum ngeh sama Baekhyun & Micha dulu…
    Bagus….
    Saya suka, walaupun memang cara penulisannya harus lebih diperhatikan lagi Nilam-ssi. 🙂
    Tapi it’s okay, tahap untuk menjadi sempurna itu memang panjang dan butuh latihan berjuta-juta kali (itupun nggak ada yang bisa 100 % sempurna, karena sempurna milik Tuhan). Jadi, jangan berhenti menulis FF *LoL
    Keep writing…. saya otw ke part selanjutnya ya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s