Our Destiny Chapter 1

Our Destiny Chapter 1

Title       : Our Destiny Chapter 1

Author  : IAS

Cast       : Wu Yi Fan (Kris)

                Lee Rae Ah (Rae Ah – You)

Support                : Find it by yourself

Genre   : Romance, Perjodohan, Married life

Rating   : 17 +

Length  : Series

Pembukaan :

“Anyyeong readerss.. aku balik lagi membawa chapter pertamanya. Makasih atas komenannya. Dan di chap pertama ini kehidupanmu serta Kris dimulai. Okeh rating saya tetapkan 17+ tapi ini bukan NC ya. Cuma waspadaan sekaligus pemberitahuan kalo ada adegan dewasanya tapi bukan NC lah pokonya. Cuma kaya kisseu gitu doang. Okeh no bacot langsung saja hepi riding ^^”

000ooo000

Autor POV

Kau dan Kris suamimu sudah berada dirumah baru kalian yang telah di beli oleh kedua orang tuamu. Rumah yang cukup luas dan memiliki 2 kamar itu sangat indah. Cat putih dan cream perpaduan indah dan murni seperti yang kau suka. Memang ada 2 kamar disini tapi 1 kamar lagi masih terkunci karna itu untuk kamar bayi atau anak kalian nanti.

Pesta pernikahan kalian selesai pada pukul 12 malam dan itu sangat melelahkan. Begitu sampai kalian berdua langsung kekamar kalian yang sangat luas dan megah dengan nuansa romantis yang jelas sudah disiapkan oleh para orang tua kalian sebelumya.

“Kau ingin mandi lebih dulu?” tanya Kris padamu sambil meletakkan 2 koper di sisi tempat tidur kalian yang berukuran King Size itu

“Baiklah. Aku akan mandi” ucapmu pelan dan lembut membuat Kris suamimu sedikit kaget dan tersentuh mendengar suaramu

Kau POV

“Huhh… segarnya” lenguhmu panjang saat air hangat yang keluar dari shower itu mulai membasahi seluruh tubuhmu

Sebenarnya aku ingin sekali berendam di Bath tub menggunakan air hangat dan juga aromatherapy tetapi saat sebelum aku masuk ke dalam kamar mandi tadi aku sempat melirik jam kecil yang bertengger di samping ranjang itu sudah menunjukkan pukul 00.45AM. Dan sangat tidak memungkinkan kalau aku berendam jam segini

sepertinya Kris lelah sekali” batinku yang tiba-tiba saja terpikirkan oleh suami asingku itu. Karna aku kasihan melihat wajah lelah Kris saat menaruh koper kami tadi aku memutuskan untuk segera menyelesaikan mandiku agar Kris juga bisa mandi

“Apa aku harus membuatkannya makanan? Mungkinkah dia lapar? Atau aku buatkan saja salad buah? Apa dia suka? Astaga apa yang harus aku buatkan untuknya agar rasa lelahnya bisa sedikit hilang?” aku kebingungan sendiri didepan cermin yang berada di dalam kamar mandi itu. Entahlah kukira ini memang salah satu kewajiban istrinya untuk melakukan sesuatu untuk membuat suaminya sedikit… ya…. itulah. Aku juga bingung ingin bilang seperti apa.

Aku segera keluar dari kamar mandi sambil memakai handuk kimono putih dan langsung menuju koperku dan memilih kaos putih longgar dan juga celana pendek yang memang biasa kupakain untuk tidur. Setelah selesai memakai pakaian aku baru sadar jika Kris tidak ada dikamar

“Kemana perginya orang itu? Kenapa hanya jasnya yang dilepaskan? ” ucapku pada diriku sendiri saat melihat hanya jas Kris yang tergeletak begitu saja di kursi rias. Akupun segera mengikat asal rambut panjangku yang masih sedikit basah akibat mandi tadi dan bergegas menuju lantai bawah yang kuharapkan bisa bertemu dengannya dan menyuruhnya mandi

Benar saja saat aku sampai di lantai bawah atau tepatnya di dekat meja makan aku melihat Kris sedang tertidur dengan posisi terduduk di meja makan. Aku kasihan melihatnya. Selelah itukah dia sampai tertidur dengan posisi seperti itu? Kulihat tidak jauh dari tempatnya tertidur ada sebuah gelas kosong. “Pasti dia habis minum air. Sepertinya dia kehausan” pikirku

Karna tidak tega melihatnya tidur seperti ini aku berusaha membangunkannya. Tetapi aku bingung apa yang harus kulakukan untuk membangunkannya. Mungkin ia memang suamiku tetapi aku belum begitu mengenalnya dan aku masih sedikit ragu untuk menyentuhnya hanya sekedar untuk membangunkannya. “astaga apa yang kupikirkan. Baiklah Rae Ah dia adalah suamimu. Dia adalah suami sah mu. Kau tau apa yang harus kau lakukan dan tidak pada suamimu. Jadi sekarang kau hanya perlu membangunkannya dan menyuruhnya untuk mandi” batinku pada diriku sendiri

“Kris-ssi..” aku mulai membangunkannya dengan mengguncang pelan bahunya. Tapi tidak ada reaksi apapun

“Kris-ssi. Sebaiknya kau mandi. Badanmu akan sakit jika tidur dengan posisi seperti ini” ucapku lagi yang sekarang tepat berada di telinganya. Lebih seperti bisikan sepertinya dan ya akhirnya dia bangun sambil mengerjapkan matanya

“Nde” ucapnya singkat sambil bergegas menuju kamar mandi yang ada di kamar kami

Author POV

Perutmu sedang mendemo untuk meminta jatah makan malamnya karna memang sebenarnya kau belum makan malam. Akhirnya kau memutuskan untuk membuat salad buah dan juga Jasmine Tea untuk mu. Tapi saat kau sedang membuatnya kau langsung kepikiran lagi dengan suamimu itu

apakah ia sudah makan? Sepertinya belum karna aku tidak melihatnya makan saat di pesta tadi. Apa dia lapar? Ahh sebaiknya aku membuatkan saja untuknya juga” batinmu lagi

Kaupun memutuskan membuat 2 piring berisi salad buah dan juga Jasmine Tea untukmu dan Kris. 15 menit berlalu dan waktu sekarang sudah menunjukkan pukul 01.15Am. kau bergegas naik lagi keatas menuju kamarmu untuk mengecek apakah Kris sudah selesai dengan mandinya. Saat kau membuka pintur kamarmu secara bersamaan Kris juga membuka pintu kamar mandi dan baru saja selesai sambil mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan handuk sedangkan Kris juga sudah menggunakan celana pendek rumah dan juga kaos putih polos

astaga kenapa dia terlihat sangat tampan saat ini” batinmu saat melihat Kris sedang mengeringkan rambutnya. Tanpa sadar Kris juga memerhatikanmu yang seakan kaget melihat penampilannya yang baru saja selesai mandi

“Ada apa?” tanya Kris yang langsung membuyarkan lamunanmu

“Tampan.. ahh.. tam.. tampaknya kau sudah selesai mandi. Aku sudah membuatkan salad buah dan juga Jasmine Tea di bawah” ucapmu sedikit terbata dan langsung memegang kedua pipimu karna merasa malu

“Benarkah? baiklah. Kajja” ucapnya langsung meletakkan handuk di Towel Rack dan menghampirimu

Kau dan Kris menikmati salad buah dan Jasmine Tea dengan suasana tenang dengan kata lain saling diam. Tidak ada yang mengajak berbicara maupun membuka percakapan. Hingga akhirnya kalian selesai dan kaupun langsung merapihkan dan mencuci peralatan makan yang terpakai tadi

“Kau…. ingin kubantu?” tanya Kris tiba-tiba saat melihatmu sedang mencuci piring

“Tidak usah. Sebaiknya kau langsung sikat gigimu dan langsung tidur. Sudah larut sekali sekarang” ucapmu tanpa beralih pandangan kearahnya

“Baiklah. Aku kekamar duluan” ucap Kris dan langsung berjalan menaiki tangga

“Nde” jawabmu singkat. Kaupun melanjutkan aktifitasmu mencuci piring

Kris POV

Ahh lelah sekali rasanya benar saja saat kulirik jam kecil di samping ranjang ini waktu sudah menujukkan pukul 2 dini hari. Aku sangat lelah dan ingin sekali tidur bahkan besok aku harus masuk kerja karna akan ada tamu yang ingin bertemu denganku. Tapi haruskah aku tidur lebih dulu sedangkan istriku itu masih mencuci piring dibawah

Kreekk…

“Kau belum tidur?” tanyanya saat baru masuk kedalam kamar kami samnil mengelap kaos yang dipakainya dengan handuk kecil

“Bajumu basah?” tanyaku saat melihat kaos putihnya basah hingga batas perut dan itu membuat bajunya sedikit transparan

“Ahh.. iya. Tadi saat aku mencuci piring dan keran airnya sedikit bergoyang dan mengenai bajuku. Tapi tidak apa ini hanya sedikit” ucapnya sambil tetap mengelap bajunya dengan handuk kecil tadi

“Berganti bajulah. Kau akan sakit jika seperti itu. Malam ini sangat dingin kau bisa demam” ucapku padanya dan aku langsung merebahkan tubuhku bersiap untuk tidur

“Bajuku hanya ini. Selebihnya baju sehari-hari dan baju kerja. Baju tidurku yang lain masih dirumahku” ucapnya lalu langsung merebahkan tubuhnya disampingku. Karna aku tidak ingin dia sakit dan dikira aku tidak bertanggung jawab akhirnya aku mengambil kaos putih polosku yang lain di koper dan langsung kuberikan padanya

“Ini. Pakailah. Cepat ganti bajumu dan tidur” ucapku seraya memberikannya kaos milikku dan kembali ke tempatku

“Nde. Gomawo” ucapnya langsung menuju arah kamar mandi dan berganti baju. Setelah ia keluar dari kamar mandi kulihat baju itu terlihat kebesaran saat dipakai olehnya. Cantik. Itulah yang ada dipikiran ku saat dia keluar dari kamar mandi sambil melepaskan ikatan rambutnya yang kini rambut panjang cokelatnya sudah tergerai

“Selamat malam” ucapnya lalu memejamkan matanya. Posisi tidurnya menghadapku. Mungkin ia tau bahwa tidur membelakangi suami itu tidak baik

“Nde” jawabku singkat. Cantik sekali. Dia sangat cantik bahkan sedang tertidur seperti ini. Cukup lama aku memperhatikan setiap lekuk wajahnya hingga akhirnya akupun tertidur dengan posisi yang juga menghadap kearahnya

Author POV

Beepp.. Beepp.. Beepp.. Beepp..

“Aishh.. berisik sekali” ucap Kris yang langsung mematikan benda terkutuk yang sudah mengganggunya pagi-pagi. Dan sesaat setelah mematikan benda itu dia kembali tertidur dengan posisi seluruh selimut menutupi tubuhnya. Tetapi disaat tidak sengaja tangannya menyentuh kasur sampingnya ternyata disitu sudah tidak ada orang yang dicarinya “kemana dia?” batinnya lalu iapun memutuskan untuk langsung turun kebawah untuk menemui istri barunya

“Kau sudah bangun? Cepatlah mandi aku sudah menyiapkan air hangat untukmu mandi” ucapmu saat melihat Kris yang baru saja turun dari kamarnya

“Gomawo Rae Ah-ssi. Baiklah aku mandi sekarang” ucap Kris yang langsung beranjak lagi keatas

“Aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita” lanjutmu lagi dengan nada bicara yang pelan

“Nde” hanya itu respon Kris. Sebenarnya Kris ingin minum tetapi saat mendengar perintahmu dan juga suara khasmu entah kenapa dia langsung menurut dan juga merasa nyaman mendengar suaramu

15 menit berlalu dan akhirnya Kris sudah kembali turun dari kamarnya dan sudah siap dengan pakaian kerjanya. Kris langsung duduk di meja makan tepat didepan mu yang memang sudah tersedia roti panggang serta susu yang memang sarapan Kris setiap pagi. Kris sedikit bingung bagaimana bisa kau memasakkan sarapan biasanya di Kanada

“Aku menelepon Eommanim dan bertanya sarapan pagi mu itu apa” ucapmu secara tiba-tiba karna sepertinya kau menyadari bahwa Kris sekarang sedang kebingungan

“Ah jinja? Gomawo Rae Ah-ssi” ucap Kris kemudian dan langsung menyantap makanannya

“Rae. Panggil saja aku Rae. Kau tidak perlu memanggilku seformal itu. Kupikir walaupun kita belum saling mengenal tetapi kita sekarang sudah terikat sebagai suami istri. Iyakan?” ucapmu sambil tetap memakan sarapanmu. Kau tidak memalingkan matamu sedikit pun dari makananmu. Entah kenapa kau begitu enggan untuk menatap mata Kris. Karna saat di pernikahanmu saat kau melihat mata Kris disitu ada sesuatu yang membuat jantungmu berdegup sangat kencang. Itulah alasanmu tidak ingin bertemu muka dengannya

“Ahh.. nde” hanya itu jawaban Kris. Entah kenapa Kris selalu gugup jika mendengar suara lembut dan khas milikmu. Saat Kris mendengar suaramu Jantung Kris bekerja begitu cepat hingga membuat Kris gugup. Tapi Kris hanya berpikir bahwa ini pertama kalinya dia berbicara denganmu jadi wajar jika ia merasa gugup saat mendengar maupun berbicara denganmu

“Kris-ssi tadi Eommanim menelepon dan memberitau bahwa sekarang kau pindah tugas. Kau yang mengurus hotel dan apartemen yang ada di Korea. Sedangkan Eommanim yang akan mengurus yang di Kanada” ucapmu lagi dan masih tetap matamu tidak berpaling makananmu

“Rae-ya. Kau yang bilang sendiri bahwa aku tak boleh memangilmu terlalu formal. Tapi kau memanggilku dengan panggilan formal itu” jawab Kris malah mengalihkan topik pembicaraan tadi

“Nde mianhae. Aku masih bingung harus memanggilmu apa” jawabmu terlihat semakin gugup dan semakin menundukkan kepalamu

“Oppa. Panggil aku oppa. Dan satu lagi. Saat kau berbicara denganku yaitu suamimu sendiri kau harus melihatnya bahkan menatapnya, arrachi?” ucap Kris yang mendadak suaranya lebih halus dan memelan. Kau yang mendengar itu langsung melihat kearahnya dan kau lihat ia sedang tersenyum sekarang. Tampan. Sangat tampan. Itulah yang ada dipikiranmu sekarang

“Nde.. mianhae Op..pa” jawabmu terbata tetapi saat setelah kau berkata seperti itu dan ingin melanjutkan sarapanmu tiba-tiba suara telepon berdering dan kaupun langsung beranjak untuk menjawab panggilan itu

“Yoboseyo?”

“…”

“Ahh nde. Dia sedang sarapan sekarang dan sebentar lagi akan berangkat”

“…”

“Ahh benarkah? baiklah kalau begitu aku akan menyampaikan padanya”

“…”

“Nde nde terima kasih atas ucapannya” kaupun menutup telepon tersebut dan langsung kembali ke meja makan

“Ada apa?” tanya Kris

“Aniya. Sekretarismu hanya bilang bahwa tamu yang berasal dari Kanada sudah datang dan sudah ada di ruang kerjamu. Sebaiknya kau berangkat sekarang” ucapmu dan langsung di-iya-kan oleh Kris dengan anggukan kepala

“Baiklah aku berangkat sekarang” Kris beranjak dari kursinya dan kaupun mengantar suamimu itu ke depan sambil membawakan Jas kerja miliknya

Setelah sampai didepan Kris langsung mengambil jas yang tadi kau pegang dan berpamitan denganmu

“Aku pergi dulu. Kau hati-hatilah dirumah” ucap Kris yang tanpa babibu langsung tersenyum sambil mengelus pipimu dan mengelus puncak kepalamu. Kau hanya bisa membalasnya dengan senyuman termanismu

“Nde oppa. Kau juga hati-hati” ucapmu dan Kris langsung menaiki mobilnya dan berangkat menuju tempat kerjanya

@Zhan Hotel

Sesampainya Kris di Hotel milik ibunya itu dan seketika para staff maupun karyawan yang ada disitu menundukkan kepalanya memberi salam sedangkan Kris hanya membalasnya dengan senyuman ramah miliknya. Saat Kris sudah memasuki lift dan memencet tombol lantai paling atas dimana ruang kerja miliknya itu berada Kris sempat mengerutu disitu

“Huh ada-ada saja. Siapa tamu yang ingin menemuiku sepagi ini? Apakah ini tamu dari Eomma? Kalau buka kenapa asalnya dari Kanada?” Kris berbicara pada dirinya sendiri selama lift mengajaknya hingga kelantai atas

Saat lift sudah terbuka Kris langsung menuju ruangannya dan sebelum masuk Kris terlebih dahulu merapihkan pakaiannya. Saat Kris masuk disitu ada pemandangan yang membuatnya sedikit kaget dan tersentak

Saat Kris masuk ke ruangan milik Eommanya yang sekarang menjadi miliknya ini disitu dia melihat seorang yeoja yang memunggunginya.

“Minah” ucapnya tanpa sadar. Dan benar saja yeoja yang dipanggil Minah itu langsung menengok ke arah suara Kris

“Hai Kris. Long time no see” ucapnya sambil memberikan senyum miliknya. Kris kaget dan bingung kenapa dia bisa ada disini. Kris berusaha tetap tenang dan tidak terlalu memperdulikan kehadirannya

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Kris dingin dan langsung duduk di meja kerjanya. Sedangkan Minah hanya memandangi Kris dengan tatapan tidak percaya

“Aku datang kesini untuk menemuimu. Dan ini adalah responmu menyambut kedatanganku? I’m your girlfriend Kris and this is your reaction when you meet your girlfriend?” ucapnya panjang lebar dengan bahsa inggris dan koreanya

“You’re not. Not anymore. Kau bukan lagi yeojachinguku. Apa yang kau inginkan?” ucap Kris tetap dengan nada dinginnya. Minah memang mantan kekasih Kris saat itu. Tetapi 2 hari sebelum pernikahan Kris denganmu. Kris sudah menghubungi Minah dan memutuskannya. Lagipula menurut Kris Minah bukanlah yeoja yang baik dan bahkan jauh dari kata ramah. Minah terlalu glamour dan alasan itulah kenapa orangtua Kris saat itu tidak merestui hubungan mereka. Alasan Kris berpacaran dengan Minah saat itu karna memang Minah yang menginginkannya dan bukan Kris. Kata cinta sangatlah jauh dari hubungan mereka berdua saat itu

“Kau mungkin memang sudah memutusiku saat itu. Tapi aku tidak menjawab “iya” ataupun “tidak” untuk menyetujui keputusannu itu” jawab Minah dan sekarang sudah berdiri disamping Kris. Kris langsung berdiri dan sedikit menjauh dari Minah. Kris lebih memilih memandang keluar lewat jendela besar diruangannya itu. Hal itu terjadi karna pakaian yang Minah kenakan sangat mini dan Kris tidak mau kehilangan akalnya mengingat bahwa ia sudah memilikimu sekarang

“Kupikir dengan diam kau sudah menyetujuinya. Bisakah kau pergi sekarang jika memang kau tidak memiliki urusan denganku? Aku ingin mengerjakan semua file-fileku. Silahkan keluar sekarang” ucap Kris yang memang sebenarnya sudah kesal dengan perilaku Minah yang semena-mena. Hubungan mereka dibatasi dengan LDR dan itulah yang membuat Kris sebenarnya tidak memiliki perasaan apapun terhadap Minah kecuali karna kasihan dan memang karna Minah yang menginginkannya

“Aku masih mempunyai urusan denganmu. Selamat atas pernikahanmu dengan istrimu. Aku sangat penasaran dengan istrimu? Apakah dia cantik melebihi diriku? Apakah dia terkenal melebihi diriku? Apakah dia kaya melebihi diriku? Dan apakah dia seksi melebihi diriku?” setiap ucapan yang dikeluarkan oleh Minah semakin lama dirinyapun semakin dekat dengan Kris. Kris yang sadar akan hal itu langsung mundur hingga akhirnya tubuh belakang Kris sudah menyentuh meja kerjanya sendiri

“Damn” rutuk Kris pelan “Dia melebihi apapun yang ada pada dirimu maupun yang kau punya. Dan aku….. mencintainya” lanjut Kris lagi sedikit terbata karna sekarang wajah Minah dan Kris hanya berjarak beberapa senti saja “Pergilah Nona. Pergilah sebelum aku memakai cara kasar” lanjut Kris yang sudah geram karna menahan amarahnya

“Aku suka cara kasar. Seperti ini” Minah langsung mencium bibir Kris dengan kasar. Setiap lumatan kasar yang diberikan oleh Minah hanya direspon diam oleh Kris. Kris kaget dengan perlakuan Minah yang tiba-tiba saja menciumnya

“Oppa..” di waktu yang bersamaan kau datang dan langsung melihat pemandangan yang selama ini belum pernah kau lihat secara langsung. Kau sangat kaget dan entah kenapa disaat itu juga dadamu terasa sakit. Kris tersadar akan kehadiranmu dan langsung melepaskan ciuman Minah

“Rae” ucap Kris sedikit kaget melihat kau datang tiba-tiba yang ternyata kau sedang memegang HP milik Kris dan juga sambil menutup mulutnmu karna kaget

“Hai” ucap Minah tersenyum menang kearahmu dan langsung memeluk Kris dari samping

TBC

“Woahhh Mian gaje… ini efef married life pertama yang aku bikin. RCL sangat diwajibkan. Kritik saran dan pujian aku terima untuk menambah bagus efef ini kedepannya. Jika RCL banyak next chap langsung aku kirim. Gomawo anyyeong^^”

28 pemikiran pada “Our Destiny Chapter 1

  1. Eeeyyy astaga pasangan baru ini saling pengertian bgt haduuuhh><
    Duuh kasian Rae dong harus ngeliat kesalahpahaman itu ;((
    Pokoknya yaa kak next chapter update fast ok? I'll wait for next chapter~ hwaiting hwaiting♡♡♡

  2. Kyaaaa…..Sukaaaaaaaaaaaaa Bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet *kepanjangan , aha ha ha ha ,,karena di sini pake (You) jadi ngeFeel bangeeeet ,jarang2 pan ada admin yg suka rela buat lawan mainnnya bercast (you) ,, he he he ..:D. Semangattt kakak author..:D.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s