I Hate You… My Twins…!!! (Chapter 3)

I Hate You… My Twins…!!! (Chapter 3)

 i hate

Tittle               : I Hate You… My Twins…!!! (Chapter 3)

Author            : Diena/ Jung Nana

Cast                 : Oh sehun (Exo-K), Jung Hyemi (OC), Jung Hyera (OC), Xi Luhan (Exo-M)

Support Cast  : Member Exo, Member Super Junior, Member Shinee

Genre              : Romance, Sad, commedy, School life

Length                        : Chaptered

Rating             : PG-17

Summary        : ‘kenapa aku merasa tidak rela mengetahui kau menyukainya, apa aku juga menyukainya? Kenapa hatiku mengatakan ‘ya’ saat kau bertanya apa aku menyukainya, tapi kenapa mulutku menyuruhku untuk mengingkari hatiku.’

-Jung hyemi-

Annyeonghaseyo.. jumpa lagi kali ini aku bawa chapter tiga, yah maaf ya karena udah buat kalian menunggu chapter ini soalnya imajinasiku tiba-tiba On tiba-tiba Off. Perhatian! typo berterbangan dimana-mana, [WARNING !!!] NO PLAGIAT! Because story is be mine. Jangan lupa commenannya ya!! kritik dan saran sangat dibutuhkan untuk membangun cerita yang lebih menarik, terimakasih buat yang sudah membaca.

Langsung Saja dah… Happy Reading!!~

‡‡‡ EXO † From Exo Planet ‡‡‡

[Previous Chapter 2]

“aishh.. kau tidak punya mata hah?” bentak yeoja dengan seragam olahraga yang barusan di tabrak baekhyun hingga jatuh.

“Mwo ya! apa kau bila…” ucapan baekhyun terhenti saat melihat siapa yang dia tabrak. “kau!” ucap yeoja itu dan baekhyun bersamaan.

‡‡‡ I Hate You My Twins † Chapter 3 ‡‡‡

-Author POV-

“kau ketua tim yang tadi aku kalahkan, bukan?” tanya yeoja yang tidak lain adalah hyera, dengan sedikit nada sombongnya.

“Jangan bangga dulu, kau tadi menang hanya kebetulan saja karena aku kurang serius tadi.” Ucap baekhyun memperingatkan.

“siapa suruh kau tidak serius, jadi sudah sepantasnya kau kalah dan aku menang!” balas hyera dengan nada angkuhnya.

“Ya! kau ini dengan sunbaemu tidak sopan sekali. Seharusnya kau minta maaf kepadaku karena menabrakku tadi.” Ucap baekhyun kesal.

“Hello!!.. yang menabrakku kan kau, kenapa aku yang harus minta maaf? Lagian untuk apa aku sopan denganmu bahkan kau tidak menghargai hoobae-mu jadi aku juga tidak perlu melakukan hal itu.” sangkal hyera. “ahh.. satu lagi kau sengajakan tadi melempar bola kearahku bukan, jika tidak ada sehun mungkin aku sudah terkena bola itu dan jangan-jangan kau menabrakku tadi juga sengaja agar aku celaka iyakan?” tuduh hyera sambil menunjuk-nunjuk wajah baekhyun, baekhyunpun hanya melotot melihat hyera berani membentak dan menunjuk-nunjuk wajahnya seperti itu.

“Ya! kalau masalah lemparan bola itu aku memang sengaja melakukannya, tapi kali ini aku tidak sengaja Bodoh! Enak saja kau main asal menuduh aku.” Kata baekhyun kesal.

“Mwo! Jadi benar kau sengaja melempar bola itu untuk mencelakaiku, Wae? Memangnya aku punya salah apa padamu eoh?” balas hyera dengan wajah emosi, sambil meremas kerah baekhyun.

“Ya! Dengarkan aku dulu.” Ucap baekhyun sambil menepis tangan hyera. “aku salah orang.” Lanjutnya santai.

“salah orang bagaimana? Kau pikir aku bodoh hah?” ucap hyera kesal dan masih menatap baekhyun dengan tajam, ini untuk pertama kali bagi baekhyun di bentak dan diperlakukan kasar oleh seorang yeoja.

‘galak sekali, dia ini yeoja atau namja sih?’ Batin baekhyun.

“aku belom selesai bicara jangan memotong dulu, aku kira kau itu adalah yeoja yang kuincar ternyata kau adalah kembarannya. Aku baru tahu tadi saat di lapangan saat aku melakukan serangan kepadamu, mianhae.” Kata baekhyun.

-Author POV END-

-Hyera POV-

“aku belum selesai bicara jangan memotong dulu, aku kira kau itu adalah yeoja yang kuincar ternyata kau adalah kembarannya. Aku baru tahu tadi saat di lapangan saat aku melakukan serangan kepadamu, mianhae.” Kata baekhyun kulihat matanya dan ternyata dia berkata jujur, perkataannya barusan membuatku penasaran tapi aku tetap bergaya seolah-olah aku tak perduli.

“kau mengincar hyemi? Wae?” tanyaku cuek.

“dia telah mempermalukanku di depan teman-teman dan juga di depan sunbae dan hoobae-ku, dia menumpahkan susu murahan di jas sekolahku. Kau tau gara-gara itu teman-temanku mengejekku karena tubuhku bau susu menjijikan itu, aku sangat membencinya.” Dia bercerita panjang lebar yang hampir membuatku tertidur.

“curhat nih ceritanya? Kau berkata panjang lebar seperti ujian esay secara lesan tau.” Ejekku dan dia hanya memelototiku tapi kuabaikan saja.

“Siapa namamu?” tanyanya.

“untuk apa kau tau namaku?” tanyaku cuek.

“kau ini banyak Tanya sekali, namaku Byun Baekhyun.” Ucapnya santai.

“aku tidak bertanya namamu!” ucapku cuek yang langsung mendapatkan Death Glare dari baekhyun. “aku hyera, jung hyera.” Ucapku cepat.

“aku sudah tidak bertanya namamu!” balas baekhyun yang langsung mendapat pukulan manis di kepalanya. Rasakan kau! Siapa suruh kau sangat menyebalkan, diapun menatapku tajam akupun menatamnya tidak kalah tajam.

“Apa kau lihat-lihat pakai mata lagi!” ucap baekhyun yang membuatku ingin menghajarnya.

“Ya! kau bodoh ya? kau sendiri memangnya kalo melihat tidak pakai mata apa? Oh iya aku lupa matamu ketinggalankan ya, kaukan tadi jalan tidak pakai mata sampai-sampai kau menabrakku.” Ejekku padanya.

“Aish.. Dasar menyebalkan!” ucap baekhyun sambil pergi meninggalkanku.

“kau lebih menyebalkan!” teriakku, sungguh hari ini aku sangat kesal sekali. Kuputuskan untuk kembali kekelas walaupun aku sebenarnya malas, aku berfikir kembali bagaimana caranya agar aku bisa dekat dengan sehun. Entah kenapa semenjak dia menolongku tadi aku semakin menginginkan dia menjadi namjachinguku. Aku berjalan hingga tanpa sadar aku sudah berdiri di depan pintu, akupun masuk kedalam kelas   yang sepi? Ada apa ini kenapa sepi sekali hanya ada beberapa orang saja, bukankah sekarang waktunya pelajaran Go seonsaengnim?

“hyera!” panggil Luhan yang sedang duduk di atas meja Kyungsoo. “kemana saja kau? Aku dan kyungsoo sudah menunggumu dari tadi.”ucapnya kesal sambil memanyunkan bibirnya. Aku menghiraukan pertanyaannya dan akupun berjalan kearahnya dan kyungsoo, sambil melihat beberapa bangku kosong.

“dimana anak-anak yang lain, apa mereka sedang ganti baju?” tanyaku.

“tidak, mereka sudah pulang.” Celetuk kyungsoo.

“hah pulang? Bukannya sekarang pelajarannya Go seonsaengnim? Katanya dia mau membahas masalah tugas itu.” Tanyaku lagi.

“nah itu dia Go seonsaengnim sedang sakit jadi dia Absen sekarang, tapi tadi Henry seonsaengnim menyampaikan pesan dari Go seonsaengnim katanya kita di pertemuan mendatang harus sudah mempersiapkan soal-soal sesuai materi yang di berikan untuk kelompok kita katanya nanti Go seonsaengnim akan mengeceknya dan melihat sampai mana kita membuat karya tulis ilmiyah yang akan kita persentasikan di ujian harian akhir bulan.” Ucap Luhan panjang lebar, ini gila baru dua hari yang lalu seonsaengnim memberikan tugas itu dan dia menyuruh kita membuatnya secepat itu. Hah mau gimana lagi, tapi mana Hyemi? Hah.. bahkan dia tidak menungguku dia benar-benar menyebalkan, Akupun mengalihkan pandanganku dan menatap mereka berdua.

“mana hyemi?” tanyaku to the point.

“tadi dia pulang dengan sehun, karena sopirnya lagi mengantarkan omma kalian.” Mwo! Pulang dengan sehun? Tanpa sadar aku menghentakkan kakiku kesal.

“kau kenapa?” Tanya Luhan bingung.

“Gwaenchana, kakiku tadi kesemutan.” Selaku, “lalu untuk apa kalian menungguku?” tanyaku lagi.

“kita memutuskan untuk kerja kelompok di rumahmu, ayo aku dan kyungsoo akan pulang bersamamu.” Kata luhan sambil turun dari meja yang dia duduki tadi.

“gimana dengan kim jihyun dan song nana?” tanyaku, enak saja mereka tidak ikut kerja kelompok bersama aku Luhan dan Kyungso.

“mereka sedang mengambil beberapa buku yang kemarin mereka pesan, buku itu berisi beberapa materi yang sejurus dengan materi yang kita kerjakan.” Ucap kyungso sambil memakai tasnya.

“jadi kita akan naik bus?” tanyaku, jujur aku tidak suka berdesak-desakan di bus.

“ania, kyungsoo akan diantar sopirnya dan kau aku bonceng dengan motorku.” Ucap luhan sambil tersenyum.

“kalau kau mau kau boleh menumpang ikut mobilku.” Tawar kyungsoo, ah lebih baik aku jalan kaki dari pada aku berada satu mobil dengan kyungsoo dia benar-benar penuh misteri.

“aku dengan luhan saja.” Jawabku dengan senyum manis yang dibalas wajah blank-facenya, aishh.. menyebalkan sekali.

“kau akan langsung kerumah hyera?” Tanya luhan.

“hu.um.” ucap kyungsoo mengiyakan.

“kalo begitu ayo!” ucapku sambil memeluk lengan luhan dan berjalan meninggalkan kelas, kyungso hanya mengekor di belakangku dan Luhan. aku dan luhan berjalan menuju parkiran sekolah sedangkan kyungso berjalan ke gerbang sekolah, luhan menyetir motor besarnya dan berhenti di sebelah mobil kyungso diapun membuka kaca helmnya.

“aku duluan ya, kau pasti tahukan rumah hyera? rumah kaliankan searah?!” Tanya luhan.

“iya, kau duluan saja mungkin nanti aku dan kau akan kejebak macet di jalan.” Balas kyungso dan di jawab anggukan oleh luhan, luhan menutup kaca helmnya.

“pegangan yang erat hyera!” ucap luhan dan mengegas motornya, aku yang kaget langsung memeluk pinggangnya. Wah dia menyetir dengan sangat cepat sungguh ini menakutkan dan juga menegangkan.

“Luhan! Aku belum mau mati!” teriakku dan dia makin mempercepat motornya, sungguh aku ingin memukul kepalanya tapi aku tidak berani melepas pelukanku aku takut terjatuh, awas saja kau luhan.

-Hyera POV END-

‡‡‡ EXO † From Exo Planet ‡‡‡

_Di Lain Tempat_

-Hyemi POV-

“sehun-ah kita berhenti disini sebentar ya?” ucapku pelan sambil menunjuk toko kue yang ada di pinggir jalan, itu adalah kue langganan keluargaku. Karena teman-teman akan kerja kelompok di rumahku, aku berfikir untuk membeli beberapa kue untuk mereka.

“baiklah, lee ahjussi berhenti di toko itu ya.” Ucap sehun sambil menunjuk ke toko yang tadi aku tunjuk.

“ne tuan muda sehun.” Ahjussi itupun berhenti di depan toko kue itu, aku dan sehun turun dan masuk kedalam toko itu.

“Hyemi-ssi!” sapa seseorang yang berlari kearahku yang baru saja masuk.

“soojung eonni, apa kabar?” tanyaku ramah dan diapun memelukku.

“kau Hyemikan? Hyera tidak mungkin menebar senyum ramah sepertimu.” Ucapnya sambil tersenyum manis.

“sica eonni dimana?” aku mencari-cari yeoja yang dulu pernah kujuluki Barbie itu.

“dia sedang mengantar kue pesanan pernikahan di busan, tapi siapa ini? Kamu jarang membawa namja datang ke toko ini. Siapa dia? Namjachingumu ya?” ucap soojung eonni yang membuat mukaku merona malu, kurasa soojung eonni yang menyadari wajahku dia tersenyum. “siapa namamu?” Tanyanya kepada sehun.

“naneun Oh sehun Imnidha.” Ucap sehun yang juga malu dan gugup.

“kau ingin membeli kue?” tanyanya.

“tentu saja masa mau beli baju sih, tiramisunya masih ada onnie?”

“masih, butuh berapa?”

“dua, sama biscuit cookiesnya ya?”ucapku cepat.

“iya tunggu sebentar.” Ucap soojung eonni yang masuk ke dalam ruangan yang sepertinya ruang pembuatan dan penyimpanan, aku dan sehunpun duduk sambil menunggu pesanan.

“kau dekat sekali dengan pemilik toko ini ya?” Tanya sehun tiba-tiba, aku tersenyum manis.

“tentu saja aku dan hyera sangat dekat dengan soojung dan sica eonnie karena omma kami adalah teman dekat, omma memberikan toko ini pada waktu perusahaan mereka bangkrut. Appa mereka meninggal karena serangan jantung saat perusaannya bangkrut, ommaku hanya bisa membantu membelikan toko ini saja karena saat itu perusahaan appa dan butik omma masih belum sesukses sekarang.” Ceritaku sambil menerawang kearah jendela.

“keluargamu sangat berpengaruh ya, pasti kalian sangat harmonis.”ucap sehun yang membuatku menunduk, sungguh aku sangat tidak ingin menjawabnya.

“tidak seperti yang kamu katakan.” Hanya itu yang terlontar dari mulutku, kurasakan tangan sehun menggenggam tanganku. Dia menatapku teduh membuatku tenang.

“gwenchana, jangan merasa jika kau sendirian, kau masih mampunyai hyera, aku dan teman-teman yang lain.” Ucapnya masih tersenyum teduh kepadaku sungguh jantungku seperti ingin loncat keluar sekarang juga.

-Hyemi POV END-

-Author POV-

Disaat itu hyera dan luhan memasuki toko tempat sehun dan hyera berada, hyera kembali merasakan emosinya tersulut dan sakit di dadanya melihat sehun dan hyemi bergenggaman tangan. Hyera pun melangkah menuju meja mereka, dan berdiri di depan meja mereka.

“jadi kau meninggalkanku hanya untuk bermesraan di depan umum bersama Sehun?” desis hyera tiba-tiba yang membuat sehun dan hyemi kaget dan langsung melepaskan genggaman tangan mereka.

“ra-ya mianhae aku meninggalkanmu, aku kesini ingin membeli kue untuk teman-teman yang akan ke rumah.” Ucap hyemi meyakinkan hyera sambil menggenggam tangan hyera dan langsung di tepis oleh hyera.

“Lupakan!” ucapnya dengan nada datar.

“hyera tenangkan dirimu!” ucap luhan memegang bahu hyera, hyerapun diam.

“ eh ada hyera juga ya?” ucap soojung yang membawa pesanan hyemi.

“eonni apa itu tiramisu?” Tanya hyemi yang di jawab anggukan oleh soojung.

“aku ambil satu!” kata hyera mengambil satu kotak tiramisu dan biscuit.

“tapi itu pesanan hyera, di belakang sudah tidak ada lagi.” Ucap soojung bingung.

“biarkan saja eonni tidak apa-apa kok .” ucap hyemi mengalah.

Hyera menyerahkan uang seperti biasanya, tanpa mengucapkan sepatah katapun dengan soojung dia menggenggam tangan luhan dan menariknya pergi keluar toko.

“dia masih sama ya, sabar ya hyemi.” Ucap soojung memeluk hyemi dan menyerahkan sisa pesanan hyemi.

“gomawo eonni, aku pergi ya? kajja sehun.” Ajakku pada sehun setelah memberikan uang Kue yang tadi aku pesan.

Aku dan sehun memasuki mobil yang tadi kami tumpangi dan mobil melaju menuju rumahku.

-Hyemi POV END-

‡‡‡ EXO † From Exo Planet ‡‡‡

-Jung Famely House-

-Author POV-

Hyera dan luhan sampai di depan rumah keluaga jung yang ternyata di sana sudah ada kyungsoo, jongin, byunhee, jihyun, nana dan jinki yang sedang menunggu kami datang.

“Lho kalian juga mengerjakan tugas dirumah hyera dan hyemi?” Tanya luhan pada byunhee, jongin dan jinki.

“Seperti yang kau lihat hyung.” Ucap jongin.

“hyemi mana?” Tanya byunhee.

“entahlah mungkin juga di jalan dengan sehun.” Jawab luhan mewakiliku.

“yasudahlah jangan banyak bicara ayo masuk!” ucap jongin yang ingin masuk tapi di tahan oleh kyungso.

“jong! ini bukan rumahmu.” Ucap kyungso. “sudahlah anggap rumah sendiri.” Balas jongin dan langsung mendapat pukulan dari byunhee dan jihyun.

“kenapa aku selalu kena pukul sih?” gumam jongin.

“ayo masuk.” Ucap hyera dan berjalan mendahului mereka, hyera membunyikan bel rumahnya dan dengan cepat pintu terbuka.

“nona hyera, silahkan masuk!” ucap kim ahjumma sambil Bow ke teman-teman hyera.

“nona hyemi mana, non?” Tanya kim ahjumma lagi dan tepat saat itusebuah mobil berhenti di depan rumah mereka dan keluarlah sehun dan hyemi, mereka berjalan memasuki rumah.

“itu dia, aku tinggal ganti baju ya. kalian duduk disini saja dulu ya, aku keatas sebentar.” Ucap hyera berjalan menaiki tangga. Hyemi yang melihat hyera menaiki tanggapun akhirnya berfikir untuk mengikuti hyara, tapi sebelumnya dia menatap kearah sehun.

“sehun-ah aku ganti baju dulu ya, kau bergabung dengan mereka saja dulu.” Ucap hyemi dan langsung berlari mengejar hyera tanpa mendengar jawaban sehun terlebih dahulu.

Hyemi berjalan kearah pintu kamar hyera dan mengetuknya pelan, lama dia mengetuk pintu itu dan akhirnya pentunya terbuka.

“mau apa?” ucap hyera membalikkan badannya dan berjalan ke meja belajarnya, hyemi masuk kedalam kamar tak lupa menutup pintunya dan berdiri di dekat ranjang hyera.

“maafkan aku ya? kau pasti tadi mencariku, maaf sudah merepotkanmu.” Ucap hyemi pelan.

“Aku? Mencarimu?” hyerapun mengalihkan pandangannya dan menatap saudaranya itu. “Jangan terlalu percaya diri! Kau tau aku tidak mungkin melakukan hal konyol yang akan membuang-buang waktuku saja.” Ucapan hyera barusan sangat dingin dan menusuk hati hyemi, mata hyemi terlihat mulai berkaca-kaca.

“kenapa kau berkata seperti itu?” tanyanya dengan suara bergetar.

“kau ingin tau?” Tanya hyera sambil tersenyum tipis dan di jawap anggukan oleh hyemi. “itu karena aku tidak menyukaimu! Kau selalu merebut kasih sayang omma dan appa, apa bedanya kau dan aku kenapa mereka lebih menyayangimu?” desis hyera dengan mata menahan emosi, hyemi yang mendengar itupun tak sanggup lagi menahan air matanya hingga terjatuhlah air mata itu.

“mereka selalu mengutamakanmu,” ucap hyera dengan gemetar. “apa kau tau saat mereka ingin membelikan hadiah mereka selalu bertanya kepamu dan aku, tapi kenapa mereka hanya mendengarkan permintaanmu. Bahkan mereka memberiku apa yang tidak aku sukai, mereka tau aku tidak suka membaca novel tapi mereka tetap memberiku novel. Mereka selalu berfikir karena kita terlahir dengan wajah yang sama, maka kepribadian dan apa yang kita sukai itu sama.” Ucap hyera sambil menahan airmatanya.

“maafkan aku hyera, sungguh aku tidak bermaksud melekukan itu. Aku benar-benar tidak tau hyera maafkan aku!” kata hyemi berjalan ke arah hyera dan ingin memeluk adiknya.

“berhenti berkelakuan baik kepadaku, aku menderita karenamu. Dimana tugasmu sebagai seorang kakak? Kau bahkan tidak bisa melindungi dirimu sendiri, saat terjadi sesuatu kepadamu dan bahkan itu bukan kesalahanku. Tapi, appa membentakku dan omma hampir menamparku. Kau tak pernah merasakan rasanya dibentakkan karena kesalahan yang tak pernah kau lakukan, dan karena itulah aku membencimu!” Desis hyera sambil menatap hyemi tajam.

“Maafkan aku, aku tak tau kau sangat menderita ra-ya aku akan melindungimu sebisaku. Aku akan melakukan apapun kemauanmu, dan memenuhi kewajibanku sebagai kakakmu sungguh maafkan aku.” Ucap hyemi sedih, dia menggenggam tangan hyera.

Hyera berfikir apa yang harus ia lakukan, tiba-tiba dia mengingat sehun dan inilah kesempatannya untuk bisa dekat dan mendapatkan namja itu.

“benarkah kau akan melakukan kewajibanmu? Dan menuruti permintaanku?” Tanya hyera memastikan dan di jawab anggukan yakin dari hyemi.

“baiklah aku mempercayaimu.” Ucap hyera tersenyum manis dan itu pertama kalinya dia tersenyum kepada hyemi dan itu membuat hati hyemi yang tadinya retak kini kembali pulih.

“Terimakasih Ra-ya karena mau mempercayaiku, kalo begitu aku ke kamar dulu ya aku belum ganti baju.” Kata hyemi sambil membalas senyuman hyera dan mengelus kepala adiknya itu, hyemipun berjalan keluar dan pergi menuju kamarnya.

Hyera melihat hyemi keluar dari kamarnya dan detik itu juga senyumannya berganti dengan senyum licik, dia pun berdiri untuk mengambil tissue untuk menghapus sisa air matanya.

“Bodoh! Tentusaja aku akan mempercayaimu Hyemi saudaraku, mempercayaimu untuk membuat dirimu sendiri menderita. Kita lihat saja sejauh mana kau akan berkorban untukku.” Ucap hyera dengan senyum liciknya.

Setelah beberapa menit merapikan dirinya hyerapun keluar dengan celana jeans dan kaos kebesaran, dia jalan menuju ruang tamu dan melihat teman-temannya sedang berkumpul sambil mengobrol seru dan meminum minuman yang diberikan kim ahjumma.

“maaf ya lama.”ucap hyera duduk di dekat luhan dan sehun.

“ya hyera-ya kau datang di waktu yang tepat, sebentar lagi jongin mau menyatakan cintanya pada byunhee.”bisik luhan.

“jinjja?” Tanya hyera sambil berbisik dan dijawab anggukkan oleh luhan.

“ada apa ini, kenapa pada ribut sekali?” Tanya hyemi yang baru saja tiba.

“mi-ya sini! Jongin tadi kalah dalam permainan jadi dia mendapat hukuman dari luhan untuk menyatakan sejujurnya isi hatinya kepada byunhee.” Ucap jihyun sambil melirik byunhee yang melotot ke arahnya, hyemipun hanya tersenyum dan duduk di sebelah jihyun.

“luhan tidak bisakah kau mengganti hukumannya?” bujuk byunhee.

“tidak usah diganti luhan! Aku sangat senang bisa mendapatkan hukuman ini. Chagiya, besarnya gunung masih kalah besarnya dengan cintaku padamu. Luasnya samudra masih kalah luasnya dengan cintaku kepadamu chagiya, cintaku tidak dapat diukur oleh apapun.” Ucap jongin sembari memegang tangan byunhee, semua yang ada di situ menahan tawa.

“wah.. kau berniat menyatakan cinta atau sedang bersair jong?”celetuk kyungso dengan wajah blankfacenya, dan langsung di sambut tawa dari teman-temannya.

“Ya! aku sedang serius! Chagiya jangan dengarkan mereka, percayalah padaku!” ucap jongin, Byunhee yang sudah kesal menepis tangan jongin.

“makan tuh laut cintamu!” ucap byunhee dan menjejalkan roti yang di suguhkan oleh kim ahjimma tadi ke dalam mulut Jongin.

“ah iya aku lupa bukankah kita kemari ingin mengerjakan tugas, ayo kita sekarang kerjakan” ucap jinki mengingatkan dan yang lainpun mengiyakan. Mereka membuka buku masing-masing, hyera mengingat kue yang tadi dia beli.

“hyemi-ya bukankah kita tadi beli kue ayo kita bawa kemari.” Ajak hyera tiba-tiba dan itu membuat luhan dan sehun terperangah diotak mereka berdua menanyakan hal yang sama. ‘apa aku tidak salah dengar? Apa mereka sudah baikan?’ itulah pemikiran mereka berdua.

“ah iya, ayo.” Ucap hyemi sambil berdiri dan berjalan kearah hyera.

“perlu bantuan?”Tanya byunhee dan nana.

“tidak perlu, kalian kerjakan saja tugasnya!” ucap hyera santai dan berjalan ke dapur bersama hyemi.

Mereka memotong tiramisu itu masing-masing 6 potongan, hyera membuat orange-jus sedangkan hyemi membuat setroberry-jus.

“hyemi-ya.” panggil hyera yang sedang menarug potongan tiramisu ke piring kecil dan menaruhnya di nampan.

“hemm.” Gumam hyemi.

“kulihat kau sangat dekat dengan sehun?” Tanya hyera yang membuat hyemi menoleh.

“iya bisa dibilang begitu.” Ucap hyemi malu sambil tersenyum, itu membuat hyera kesal karena dugaannya sepertinya tepat bahwa hyemi mulai menyukai sehun tapi dia mencoba tetap tersenyum palsu.

“sepertinya, kau menyukainya?” Tanya hyera lagi.

“hah? Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?” Tanya balik hyemi.

“wae? Apa dugaanku benar?” Tanya hyera pura-pura terkejut.

“ah.. tidak lah, aku dan sehun hanya berteman saja.” Ucap hyemi dengan cepat, akupun tersenyum licik.

“jongmal?” Tanya hyera lagi dengan muka yang di buat penasaran.

“te-tentu saja, wae?.” Tanya hyemi gugup.

“karena aku menyukainya, kau benar-benar tidak memiliki perasaan padanya-kan?.” Ucap hyera santai dan terlihat hyemi terkejud mendengar pengakuan hyera barusan, ada perasaan tidak rela dihatinya mengetahui hyera menyukai sehun.

“aku minta tolong, buat aku dekat dengannya ya? mau ya?” Tanya hyera lagi, hyemi masih diam dia tidak bisa menjawab. Dia ingin mengatakan ‘ya’ tapi entah rasanya sangat sulit.

“shirro?” “ah baiklah.” Ucap hyemi dengan terpaksa.

‘kenapa aku merasa tidak rela mengetahui kau menyukainya, apa aku juga menyukainya? Kenapa hatiku mengatakan ‘ya’ saat kau bertanya apa aku menyukainya, tapi kenapa mulutku menyuruhku untuk mengingkari hatiku.’ Batin hyemi dengan rasa sakit di hatinya.

“gomawo!” ucap hyera senang. “kim ahjumma! Tolong bawakan minuman ini ya, aku dan hyemi akan bawa kue ini.” Teriak hyera sambil membawa nampan dengan senang berbeda dengan hyemi yang terlihat malas.

“ini aku bawakan kuenya silahkan di nikmati.” Seru hyera senang.

“hyemi taruh sini.” Hyera membantu hyemi menaruh nampan.

“kau terlihat senang, wae?” Tanya luhan.

“memang!” ucap hyera sambil memberikan piring kecil berisikan sepotong tiramisu pada Luhan.

“hyemi-ya kau kenapa?” Tanya byunhee, sontak membuat semuanya menatap ke hyemi termasuk sehun yang menatap hyemi khawatir. Hyera yang mengetahui tatapan sehun kepada hyemi merasa sangat kesal, luhan menatap tatapan kesal hyera yang di tujukan kepada sehun.

“ania, aku tidak apa-apa memangnya aku kenapa? Aku cuman berfikir bagaimana menyelesaikan ini dengan cepat.” Jawab hyemi cepat.

“sudahlah ayo kita kerjakan ini, lebih cepat lebih baik agar aku bisa kencan dengan byunhee.” Ucap jongin sambil membuka buku.

“Ngimpi saja Terus Kim Jongin.” Balas byunhee ketus.

“ya jong sampai kapan kau mau memandangi buku itu?” Tanya jinki.

“sampai kapanpun kau pandangi tidak mungkin jawaban tiba-tiba akan muncul begitu saja.” Sahut sehun.

“hun, aku ternyata tidak bisa membantu mengerjakan soal-soal ini kau sama jinki saja ya yang mengerjakannya.” Jawab jongin sambil nyengir.

“lha terus kau bisanya bantu apa?” Tanya sehun.

“aku bisanya membantu lewat Do’a, itu yang bisa aku bantu.” Jawab jongin santai sambil mengerling ke sehun.

“Menyebalkan sekali, dasar Item.” Ejek sehun.

“Diem kau mayat hidup.” Balas jongin.

“udahlah sesama orang jelek tidak usah saling ngehina, aku yang ganteng biasa saja.” sahut kyungsoo dan langsung mendapatkan Death Glare dari sehun dan jongin, tapi dibalas dengan Blank-face andalan kyungsoo.

Akhirnya merekapun mengerjakan soal-soal itu walau di selingi obrolan, hingga waktu menjelang malam dan mereka memutuskan pulang ke rumah masing-masing kecuali hyera dan hyemi.

“Sampai ketemu besok!” ucap hyera dan hyemi melambaikan tangan kearah teman-temannya.

Setelah teman-temannya pulang suasana rumah menjadi hening, hyerapun berjalan menuju kamarnya begitupun dengan hyemi dan setelah sampai di kamar masing-masing Mereka memilih tidur.

‡‡‡ EXO † From Exo Planet ‡‡‡

-Class Room-

“Tao-ah berhentilah meminta makan kepadaku, kau pikir aku ibumu huh?” ucap jongdae sambil membenahkan bukunya.

“D.o-ah kau mau..” belum selesai tao berucap kyungso langsung menjawabnya. “Shirro!” jawab D.O dan kembali membaca buku.

“Oke Fix, Aku rapopo.” Ucap tao kesal.

“baguslah kalau kamu rapopo.” Sahut jongdae.

“kalian kenapa?” Tanya luhan berjalan bersama sehun dan Jongin.

“hah.. Luhan hyung.. mereka jahat hyung..” adu tao kepada luhan.

“halah biarin saja hyung, paling-paling juga minta makan gratis lagi.”celetus jongin yang langsung diacungin jempol oleh kyungsoo dan jongdae.

“emangnya tidak boleh?” Tanya tao polos dan langsung di jawab oleh teman-temannya dengan tegas. “tidak boleh.”

“kau itu ya, tidak malu apa? kau itu tampan zitao tapi sayangnya kau iyu tidak punya uang, kenapa tidak kau jual saja tuh muka kau, kan lumayan duitnya buat beli makan.” Ceplos jongin yang membuat tao kesal, mungkin jongin lupa kalau tao itu jago wushu, karena kesal tao menendang pantat jongin.

“Waduh..” teriak jongdae dan jongin bersamaan, karena jongin ditendang zitao sampai kepala jongin ngebentur kepala jongdae.

“rasakan.. siapa suruh mengejekku.” ucap tao sambil mempoutkan bibirnya.

“kau tega sekali nendang pantatku tao, nanti kalo pantat aku jadi tidak sexy lagi gimana? Kau mau tanggung jawab, gimana kata fans-fansku nanti.”ucap jongin sambil berjalan dan berdiri di sebelah sehun, sehunpun melotot ke jongin.

“Jong..” panggil sehun pelan.

“hmm.. aduh pantatku..” gumam jongin.

“Kkamjong..” panggil sehun lagi agak keras.

“apaan sih? kau tidak lihat apa, pantat aku sakit habis ditendang tuh Panda.” Jawab jongin sambil ngelus-elus pantatnya.

“Kkamjongin~” teriak sehun yang ngebuat jongin ikut kesal.

“Ada apa sih OH SEHUNNN~ Kau tidak tau apa..” teriak jongin tapi terhenti saat sehun kembali berteriak.

“AKU TIDAK TAU DAN TIDAK MAU TAU, YANG JELAS KAU SEKARANG UDAH NGINJEK KAKIKU KKAMJONGIN~!!” teriak sehun kenceng dan jonginpun melihat ke bawah, diapun mengalihkan kakinya dan melihat Sehun yang menatapnya kesal.

“Upss! Maaf hun.. hehehe.. kakakaka..kabbuuurr…” ucap jongin dan berlari meninggalkan kelas.

“Aduh kakiku!” ucap sehun mengelus-ngelus sepatunya, luhan yang ada di sebelahnya hanya bisa menepuk-nepuk punggung sehun.

“Gwaenchana hun?” Tanya tao.

“Gwaenchana apanya?, kakiku sakit tau, pakai nanya lagi!” ucap sehun masih mengelus-ngelus sepatunya.

-Author POV END-

‡‡‡ EXO † From Exo Planet ‡‡‡

-Sementara itu di Dekat taman sekolah-

Hyera POV-

Aku berjalan sendirian dan tak sengaja melihat namja menyebalkan yang kemarin menabrakku, tiba-tiba aku teringat perkataannya kemarin dan munculah sebuah ide licik de kepalaku. Akupun berlari kearahnya yang sedang duduk di meja taman bersama teman-temannya yang mungkin sama menyebalkan sepertinya, akupun menghampiri kelima namja itu.

“Ya! Baekhoon.” Panggilku kepada namja eyeliner itu.

“Baekhoon?” Tanya namja polos yang kutau bernama yixing karena dia adalah namja yang kemarin menyerang dengan kemampuan yang hebat.

“Apa nama baekhyun sudah ganti ya joon? Atau aku lupa ya kalo namanya diganti.” Tanya yixing kepada namja disebelahnya yang sedang memainkan Ipad applenya.

“May be.”balas namja itu singkat.

“Ya! Neon.. namaku Baekhyun bukan Baekhoon, enak saja main ganti-ganti nama orang. Kau tidak tau apa namaku itu sudah diresmikan oleh keluargaku dan diumumkan keseluruh dunia.” Kata baekhyun Lebay, wah sungguh aku ingin melempar sepatuku ke mukanya.

“hah.. apa iya joon? harabojjiku yang di Changsha saja tidak mengenal baekhyun apa benar dia seterkenal itu atau aku lupa lagi ya joon?” Tanya yixing lagi dengan wajah yang tidak kalah polos.

“kau bisa tidak diam sebentar aku sedang sibuk menghitung uangku di Ipadku, kalau tidak bisa diam kusumpal mulutmu dengan uangku.” Jawab namja dipanggil joon itu kesal. Namja itu sebenarnya bernama joonmyeon yang barusan kulihat dari name-tagnya.

“Ya! berhentilah menyombongkan sesuatu yang mustahil baek..hyun.”ucapku lagi.

“hey, kau kembarannya hyemikan?” Tanya namja yang tingginya seperti namsan tower itu.

“iya.” Ucapku membenarkan.

“Sudahlah To the point saja, Ada apa kau kemari?” Tanya namja bermata kucing itu.

“benar kata minseok hyung, mau apa kau kemari?” Tanya baekhyun sok cuek.

“kau bilang kau membenci hyemikan? Kau mau membalas dendam padanyakan, dan aku bisa membantumu.” Ucapku sambil tersenyum simpul.

“eh.. tunggu dulu, kau ingin membantuku? Membalas dendam kepada saudaramu sendiri? Tidak kusangka kau sangat kejam jung hyera.” Ejek baekhyun.

“kau pikir hanya kau yang boleh membencinya? Aku juga mempunyai hak untuk membencinya walaupun dia saudara kembarku sendiri.” jawabku dengan wajah datar namun tegas, membuat ke lima namja itu menatapku serius.

“apa yang membuatmu membencinya hyera?” Tanya namja tinggi itu.

“banyak hal yang membuatku membencinya, tapi aku sangat tidak suka saat mengetahui kenyataan bahwa dia menyukai namja yang aku sukai dan dia tidak mau mengakui hal itu.”

“baiklah, mungkin kita akan saling membantu. Selamat bergabung dengan kita hyera perkenalkan namja di sebelahku adalah park chanyeol, di sebelahnya ada kim minseok hyung, di sebelahmu zhang yixing hyung, dan di sebelahnya ada kim joonmyeon hyung, dan aku rasa aku tidak perlu memperkenalkan diri kepadamu kan?” ucap baekhyun sambil tersenyum kearahku, kali ini kubalas senyumannya.

-Tbc-

‡‡‡ EXO † From Exo Planet ‡‡‡

Notes: Gimana sama chapter ke-3nya gak nyambung ya? duh kalo iya maaf ya dan maaf kalo di chapter ini banyak ngebanyol kagak jelas, tapi saya masih membutuhkan Kritik dan saran dari kalian dan tolong comment2-nannya ya. makasih sebelumnya sama yang sudah baca FF saya dari chapter 1 dan terimakasih untuk yang sudah menunggu dan maaf karena agak lama. Semoga ada yang menunggu next dari saya Terimakasih, Gomawo, Thankyou, Arigato, Xie-xie, sukron.

Wasalamualaikum Wr.Wb.

Iklan

17 pemikiran pada “I Hate You… My Twins…!!! (Chapter 3)

  1. hua tambah seru aja ni ceritanya..
    thor please jangan bikin hyera tambah jahat sama hyemi, kasihan hyemi..
    walaupun di ff ini aku lebih suka karakter hyera tapi kan kasihan juga hyemi kalo dijahatin sama saudara kembarnya sendiri..

    next part, fighting..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s