Our Destiny (Chapter 2)

Our Destiny Chapter 2

Title       : Our Destiny Chapter 2

Author  : IAS

Cast       : Wu Yi Fan (Kris)

Lee Rae Ah (OC as You)

Support                : Find it by yourself

Genre   : Married life, Romance

Rating   : 17+ NOT NC!!

Pembukaan :

“Anyyeong anyyeong hai kembali lagi dengan saya author terketjeh seantero SM Ent. Baiklah sekarang kita lanjut ke chap kedua dari efef Our Destiny yang diperankan oleh Kris and You. Terimakasih banyak atas masukan serta RCL yang kalian berikan. Bangapta. Okeh now enough and just read the next chap. See you bye bye^^”

000ooo000

You POV

“Lelahnyaaa…..” lenguhku keras sambil menjatuhkan diriku sendiri ke sofa besar yang ada di ruang tengah. Huhhh ternyata menjadi seorang istri itu sangat melelahkan. Aku baru saja selesai membersihkan rumah. Ya seperti para ibu rumah tangga lainnya. Aku menyapu, mengepel, mencuci piring dan merapihkan bajuku serta baju Kris kedalam lemari dan juga merapihkan kamar. Aku sudah menelepon Eommanim dan menanyakan makanan apa yang biasa Kris makan untuk makan siangnya. Tapi Eommanim bilang Kris tidak menentu untuk makan siang katanya Kris akan makan apa saja untuk makan siangnya terkecuali ikan.

Dreett.. Dreett.. Dreett.. Dreett..

huhh? Suara apa itu? Seperti getar HP” batinku dan langsung mengecek HP yang ku kantongi “tidak menyala” batinku lagi. HP ku tidak bergetar dan tidak ada notifikasi apapun

Dreett.. Dreett..

Getaran yang mirip hp itu terus terdengar sangat keras hingga aku menemukan HP Kris di kursi meja makan. Astaga ternyata dia meninggalkan HP nya

“Aishh bagaimana bisa ia meninggalkan benda penting ini disini? Apa aku antarkan saja ya? Kurasa dia membutuhkan ini?” ucapku sambil melihat layar HP Kris yang ternyata wallpaper Hpnya adalah foto kami berdua saat Kris menciumku di altar. Astaga kurasa pipiku memerah sekarang. Entah kenapa di dalam hatiku ini ada sesuatu yang sangat membuatku senang sekarang. “apakah karna Kris memasang ini sebagai wallpaper hpnya hatiku menjadi sangat senang?” batinku sambil tersenyum dan memegang pipiku

Siapa yang tidak kenal Zhan Hotel and Apartment? Hotel dan apartemen dengan nama Zhan itu sangat terkenal di Korsel karna itu salah satu hotel yang sering didatangi artis bahkan tamu penting Korsel lainnya. Tak heran jika aku mengetahui letak tempat kerja suamiku itu sebagai direktur utama.

Setelah selesai mandi dan berganti baju akupun langsung mengantarkan HP Kris ini kepada pemiliknya di Zhan hotel. Sesampainya disana aku disambut sangat ramah pada seluruh staff maupun karyawan yang ada disitu. Mereka membungkuk dan tersenyum padaku. Tak jarang ada yang menyapa dan juga mengucapkan selamat atas pernikahanku dengan Kris. Dan juga mereka semua memanggilku dengan sebutan Ny.Wu. Astaga.. sangat terkenalkah Kris? Sepertinya aku sangat beruntung menjadi istri Kris

Saat aku menaiki lift aku lupa bertanya dimana ruang kerja Kris. Untung saja didalam lift ini aku bertemu sekretaris Kris yang menyapaku. Spertinya ia juga ingin naik keatas

“Anyyeonghaseyo Ny.Wu. anda cantik sekali hari ini. Apakah anda ingin bertemu dengan Tn.Kris?” sapa yeoja cantik itu dengan membungkuk dan tersenyum ramah padaku

“Ah.. nde. Aku ingin bertemu dengannya. Apa dia sedang sibuk?” ucapku memastikan

“Tidak. Tn.Kris sedang ada di ruangannya. Ahh.. maaf Ny.Wu saya keluar lebih dulu. Ruangan suami anda ada di lantai paling atas. Selamat atas pernikahan kalian” ucapnya saat sudah ada di lantai 8 dan langsung keluar sambil memberi salam

“Nde gomawo” ucapku sambil membalas bungkukan badannya

Baiklah lantai paling atas. Sudah kuduga. Akhirnya tidak sampai 5 menit aku sudah berada di lantai paling atas dan benar saja saat pintu lift terbuka disitu sudah langsung terlihat pentu besar dengan tulisan “Direktur Utama”. Akupun langsung melajukan kedua kakiku kesana. Kudengar tidak ada suara dan saat kuketuk pintunya tidak ada respon jadilah aku masuk saja

“Oppa..” astaga. Apa yang terjadi? Apa yang mereka lakukan? Siapa dia? Beribu pertanyaan muncul begitu saja di otakku. Aku melihat pemandangan yang selama ini belum pernah kulihat secara langsung. Kris dengan seorang yeoja yang memakai dress mini berwarna merah sedang berciuman dengan sangat bernafsu “apakah itu pacar kris?” sampailah dugaanku hingga kesitu

“Rae” kulihat Kris langsung mendorong yeoja itu dan melepas ciumannya. Dia mematung di tempatnya sebentar dan yeoja yang ada disampingnya itu langsung memeluk mesra Kris dari sampingnya

“Hai” sapa yeoja itu sambil tersenyum kearahku

Astaga dadaku. Tanpa sadar aku memegang dadaku yang terasa sedikit sakit tapi aku langsung berpura-pura tenang dan memberi salam kepada mereka semua

“A.. anyyeong..ha..seyo” salamku sambil membungkukan tubuhku entah kenapa suaraku seperti tercekat saat melihat pemandangan tadi

“Rae-ya. Kuharap kau tidak salah paham atas kejadian tadi” saat aku kembali pada posisi ku lagi kulihat Kris sudah berada tepat didepanku dan langsung memegang tanganku. Kulihat wajahnya sangat cemas dan seperti ketakutan saat ini. Dadaku sakit saat melihat adegan tadi? Apakah aku mulai menyukai Kris? Ahh. Aniya tidak secepat itu

“Apa yang kau bicarakan oppa? Aku tidak apa. Apakah dia yeo..yeojachingumu? dia cantik” ucapku sambil menampilkan fake smile milikku. Aku berusaha senyum walaupun rasa sakit di dadaku ini malah semakin menjadi. Kulihat yeoja itu malah menghampiriku dan Kris

“Thank you. So you are her. The lucky woman that married my boyfriend? Oh Min Ah. Call me Minah. And your name?”ucapnya dengan menggunakan bahasa inggrisnya. Karna aku cukup lancar bahasa inggris jadi aku juga menjawab menggunakan bahasa inggris. Tapi tunggu? Pacarnya? Dia bilang bahwa Kris adalah pacarnya? Astag. Pasti dia adalah pacar Kris sebelum menikah denganku

“Lee Rae Ah. Call me Rae. Yeah I’m that woman. Glad to see you Minah. Finally we meet” ucapku dan kulihat ia terlihat kaget dengan logat inggrisku yang hampir mirip. Tapi kulihat Kris malah memasang wajah dingin kearah Minah saat aku dan Minah memulai percakapan

“Finnally? Apa Kris bercerita tentangku?” tanya Minah dengan senyum kemenangan andalannya

“Sure. Dia sering bercerita tentangmu. Tidak kusangka akhirnya kita bertemu. Ahh… oppa maksud kedatanganku kesini hanya untuk mengantar HP mu yang tertinggal di meja makan tadi pagi. Aku.. akan langsung pulang sekarang karna aku harus ke kantorku sekarang juga. Anyyeong” aku sangat tidak tahan dengan ini semua sungguh! Entah kenapa aku sangat ingin cepat-cepat pergi dari tempat ini sekarang. Aku benar-benar bingung apa yang terjadi denganku. Saat aku berkata seperti itu Kris secara tiba-tiba langsung menarik lenganku cukup keras menuju lift dengan langkah yang cepat. Dia tidak berkata sepatah apapun

“Apa yang kaulakukan? Minah ingin menemuimu dan dia baru sampai dari Kanada. Kau harus menghargai kedatangannya oppa” ucapku saat kami sudah didalam lift. Tetapi Kris malah tidak berkata apapun malah menatapku dengan tatapan dingin

“Itu tidak penting” ucapnya setelah beberapa menit menatapku dengan dingin

“Tapi kurasa kau sangat penting baginya. Apa dia kekasihmu?” tanyaku lagi dan dia masih tetap mentapku tapi sekarang tatapannya tidak seperti tadi. Melainkan sekarang tatapannya mengisyaratkan bahwa dia marah

“Dulu. Aku sudah tidak memiliki hubungan apapun dengannya” ucapnya yang sekarang pegangan tangannya semakin erat dan keras. Aku sedikit meringis kesakitan karna itu

“Oppa. Tangannku” ucapku sambil meringis. Dan Kris langsung melepaskan cengkramannya. Dia hanya menunduk dan kudengar dia berucapa kata Mianhae sangat pelan

“Rae. Apa kau tidak cemburu saat melihatku dengannya tadi?” ucap Kris secara tiba-tiba sambil tetap menunduk

“Tidak. Dia kekasihmu. Kukira wajar jika kau dan dia berci..” ucapanku terpotong saat tiba-tiba Kris menarikku lagi untuk keluar dari lift. Sekarang dia menarikku menuju mobilnya yang berada di parkiran. Kris sama sekali tidak menghiraukan staff ataupun karyawan yang menyapanya

Kris POV

“Tidak. Dia kekasihmu. Kukira wajar jika kau dan dia berci…”

Ucapannya terpotong saat tiba-tiba aku langsung menarik tangannya dan bergegas menuju mobilku yang berada di parkiran. Sungguh entah kenapa hatiku sedikit sakit saat mendengar bahwa dia tidak cemburu saat aku… ah sudahlah aku tidak ingin mengingat hal itu lagi

Aku langsung menyuruhnya masuk kemobil dan aku langsung masuk kedalam mobil itu. Diam. Itulah yang kami lakukan saat kami sudah berada dimobil. Aku tidak menjalankan mobilku. Aku hanya menatap lurus kedepan sambil memegang kedua stir mobilku. Aku bingung apa yang harus kukatakan. Aku bingung bagaimana cara menjelaskan hal yang baru saja terjadi didepan matanya tadi. Aku bingung dengan perasaanku saat ini. Hatiku. Ya hatiku sangat sakit saat melihat wajah polosnya dan berkata “Tidak Apa” saat aku berciuman dengan wanita lain. Apa.. apa aku menyukainya? Apa aku mulai mencintainya? Tidak. Tidak secepat itu

“Oppa” kurasakan tangan mulus milik Rae mengelus pelan pergelangan tanganku. Akupun langsung tersadar akan pikiranku yang tadi

“Nde?” hanya kata-kata itu sekarang yang bisa kuucapkan. Sungguh saat melihat matanya dan mendengar suara khasnya hatiku sangat lega. Mata dan suaranya sangat mengisyaratkan sesuatu tapi entah apa itu

“Oppa. Aku..”

“Rae. Mi.. mianhae. Maaf atas kejadian yang seharusnya tidak kau lihat tadi. Dia hanya masa laluku. Kuharap kau tidak mengganggapnya serius” ucapku sambil menatap lekat manik matanya. Kulihat dia memalingkan pandangannya. Aku bingung kenapa dia sangat tidak ingin melihat mataku

“Gwenchana oppa. Aku.. aku bisa mengerti” ucapnya kemudian sambil tetap menunduk

“Aku akan mengantarmu ke kantor” ucapku dan langsung menyalakan mobil dan mulai mengantarnya ke kantor milik ayahnya

SKIP

@Home

Author POV

Jam sudah menunjukkan pukul 06.00PM dan saat itu kau baru saja pulang dari kantormu. Kau sebenarnya sangat lelah tetapi kau harus memasak makan malam untuk suamimu Kris. Akhirnya kaupun memutuskan untuk memasak makan malam

Ckereekk…

“Aku pulang” ucap Kris saat baru saja membuka pintu. Kris langsung menuju dapur untuk mengambil segelas air dan dia sedikit tersenyum saat melihatmu sedang berkutat didapur

“Kau sudah pulang? Mandilah kau pasti sangat lelah” ucapmu saat Kris baru saja selesai meneguk segelas air putih digelas

“Kau sedang memasak apa?” tanya Kris penasaran dengan apa yang kau masak

“Aku belum memasak apa-apa. Hanya baru memasak nasi. Kau ingin makan apa?” ucapmu sedikit ragu saat menanyakan hai itu

“Aku akan memakan apapun yang kau masak. Aku mandi dulu” ucapnya kemudian dan langsung naik keatas untuk mandi

“Nde” hanya itu jawabanmu

Kau sudah selesai masak dan Kris juga baru saja turun dari kamar kalian. Seperti biasa Kris menggunakan celana pendek rumah dan kaos putih polos. Kau langsung mengambilkan Kris nasi dan memberikannya pada Kris

“Apa kau sudah mandi?” tanya Kris saat menyadari bahwa kau masih memakai baju kerja yang tadi pagi

“A..aniya. mianhae. Tadi aku baru saja pulang dan langsung memasak untukmu” ucapmu sedikit terbata

“Mandilah terlebih dahulu. Aku akan menunggumu” ucapnya. Krispun langsung menaruh kembali nasi yang tadi kau berikan

“Nde. Aku mandi sebentar” ucapmu dan langsung sedikit berlari kearah kamar kalian untuk mandi

Kau POV

Ternyata Kris sadar kalau aku belum mandi. Astaga malunya aku. Baiklah karna hari ini juga sudah menjelang malam dan aku sangat lelah mungkin kuputuskan setelah makan aku akan langsung tidur. Akupun mengenakan kaos putih ku yang tadi siang diantar oleh Eomma. Semua baju untukku tidur memang terlihat transparan. Karna dengan baju tipis ini aku baru bisa tidur. Udara malam ini sedikit panas menurutku. Entah kenapa. Padahal tadi sore saat aku pulang udara begitu dingin. Yasudahlah aku memakai hotpants dan kaos ku saja.

“Mianhae membuatmu menunggu” aku turun dari kamar kami dengan sedikit berlari dan saat aku sampai dan langsung duduk di kursi depannya kulihat dia sedikit kaget melihatku. Entah apa yang dilihatnya. Kulihat dia seperti gugup dan berkali-kali minum air padahal dia belum makan makananannya

“Rae” panggilnya di sela-sela makan malam kami. Kulihat wajahnya sedikit tidak tenang

“Nde. Waeyo oppa?” tanyaku balik. Jujur aku sedikit khawatir karna melihat raut wajahnya saat ini. Apakah ia menyembunyikan sesuatu dariku

“Eomma tadi meneleponku” dia jawab lagi dan kali ini wajahnya ditundukkan

“Dia bilang apa?” tanyaku penasaran

“Dia bilang..” dia menggantungkan perkataannya selama beberapa detik dan akupun makin dibuat penasaran olehnya

“Oppa. Katakan saja” aku berucap lagi

“Dia dan Appa serta orangtuamu… menginginkan cucu”

“Uhukk.. uhukk.. uhukk..” aku kaget dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Kris. Sungguh. Mereka menginginkan cucu? Yang benar saja?

“Rae-ya gwenchana. Kau harusnya minum dengan pelan-pelan” tanyanya khawatir. Dan aku sudah tidak memperdulikan pertanyaan itu

“Cu..cuc..cucu?” ucapku terbata dan sambil sedikit mengelap bibirku yang sedikit basah

“Ya.. secepatnya”

“Oh my god” ucapku sedikit frustasi mendengar kata SECEPATNYA. Aku dan Kris? Harus melakukan hubungan in.. oke oke cukup. Aku baru saja menikah dengannya 2 hari yang lalu dan aku harus sudah melakukan hubungan itu dengan Kris? Bahkan aku tidak tau caranya!Ahh Tuhaannn. Kumohon tolonglah aku…

“Rae-ya. Gwenchana” tanyanya khawatir. Sepertinya dia sedikit khawatir dengan sikapku sekarang. Karna aku sudah menggerutu sendiri dengan berkomat-kamit membaca doa untuk meminta keselamatan pada Tuhan

“Nde oppa” ucapku seadanya. Aku tetap menyenderkan kepelaku dengan kedua tanganku. Pusing. Itulah yang kurasakan

“Apa kau tidak.. menginginkan.. anak?” tiba-tiba Kris mengucapkan hal seperti itu. Saat kulirik dia sepertinya dia sedikit kecewa. Sungguh. Aku memang menginginkan anak. Tapi bukankah ini terlalu cepat? Ya maksudku aku baru saja menikah dan baru mengenalnya

“A..aniya oppa. Aku sangat menginginkan anak. Tapi bukankah ini terlalu.. cepat?” ucapku sedikit pelan karna takut akan salah bicara

“Ya.. aku tau. Tapi aku juga menginginkan anak. Bukankah memiliki anak itu sangat lucu?” ucapnya lagi dan kali ini dia berbicara menginginkan anak dengan senyum sumringahnya. Aku baru melihat dia seperti ini. Lucu sekali wajahnnya. Sepertinya dia sangat menyukai anak kecil dan menginginkan anak

“Nde oppa” hanya jawaban itu lagi yang ku ucapkan. Kulihat dia memegang kedua tanganku dan tersenyum

“Jika kau juga menginginkan anak. Mungkin memang kita bisa membuatnya secepatnya. Lebih cepat lebih baik bukan” itu ucapan terakhirnya sebelum ia melenggangkan kakinya menuju kamar kami. Dia berkata seperti itu sambil tersenyum dan mengedipkan satu matanya padaku? Astaga. Kukira proses pendekatan kami terlihat begitu cepat dan sukses

TBC

“Wah gimana chingu? Makin gaje yah? RCL ya chingu. WAJIB KUDU MESTI!! Okeh kritik saran pujian saya terima dengan lapang dada. Jika RCL banyak saya akan melanjutkan efef secepatnya. Anyyeong”

Iklan

31 pemikiran pada “Our Destiny (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s