Your Blood (Chapter 1)

Your Blood

lfkc

|Author : Asih_TA|

|Story & Art : By me|

|Tittle : Your Blood ( Chapter 1 : Who are you? )|

|Main Cast : Park Chanyeol (EXO) & Song Eun Na (OC)|

|Other cast : Lee Donghae ( Suju ), Kim Seok Jin (BTS), Kai (EXO), Park Jiyeon (T-ara)|

|Genre            : Romance, Fantasy, Mystery, Tragedy, Little Smut|

|Rated : PG 17+|

|Leght : Chapter|

|Summary : “Jangan mencoba melarikan diri, Maka aku akan menjadi gila – Your Blood”|

|Disclaimer : Anneyonggg~ Bertemu dengan Author abal-abal ini. Sebelumnya Author ngepost ‘Just You My Monster’. Dan sekarang Author lagi membawa FF baru main castnya abang happy virus. Ok langsung aja 😀 . Jangan lupa komentarnya 😀 |

PLAGIATOR!! HATERS AND SIDERS? GO AWAY!

MAAF JIKA ADA KESAMAAN TOKOH DAN ALUR CERITA ITU ADALAH HAL YANG SAYA TIDAK KETAHUI, SAYA MOHON MAAF.

TOLONG KOMENTARNYA YA ^^

“ Kau sudah masuk kedalamnya Song Eun Na, jangan mencoba kabur dariku maka saat itu juga aku akan benar-benar gila. Aroma tubuhmu begitu mengusik pikiran dan hatiku. Sungguh, aku ingin mencicipimu walau hanya bibir itu, merah dan menggoda.” – Park Chanyeol –

“ Siapa kau sebenarnya Park Chanyeol. Kenapa kau benar-benar begitu dingin dan misterius. Kau selalu menatapku dengan tatapan yang begitu sulit diartikan, Aura yang kau pancarkan begitu sempurna. Hingga terkadang tubuh dan sarafku bekerja untuk ‘Berhati-hati’.” – Song Eun Na –

Your Blood ( Chapter 1 : Who are you? )

“ Eomma Shireo! “ Seorang yeoja tengah merengek kepada eommanya. Yeoja itu tak berhenti mengganggu aktifitas eommanya.

“ Tidak bisa Eun Na eomma harus segera pergi keluar negeri untuk sementara waktu, jadi eomma harus segera bersiap-siap.” Ujar Eomma dengan nada sedikit mengancam. Yeoja yang bernama Eun Na tersebut tidak tinggal diam. Ia terus mengusik eommanya yang tengah memberseskan pakaian-pakaiannya dan memasukkannya kedalam sebuah koper yang lumayan besar. “ Tapi eomma kenapa kau harus menitipkanmu dirumah orang lain? “ rengek Eun Na.

“ Dia bukan orang lain Eun Na, dia adalah teman ibu dan kau harus tinggal disana untuk sementara waktu sampai Ibu pulang.” Ucap Eomma tanpa menatap anaknya. Eun Na tidak tahan lagi, ia benar-benar kesal dengan sikap eommanya yang selalu memaksa kehendaknya. “ Tapi aku tidak mau eomma!” teriak Eun Na.

Eomma yang mendengar teriakkan Eun Na yang membuat siapa saja yang mendengarnya akan langsung menutup telinganya. “ Eun Na . . “ Suara eomma terdengar begitu lembut kemudian eomma memberikan beberapa jeda dan melanjutkan perkataanya “ JIKA KAU TIDAK MAU MENURUTI PERKATAAN EOMMA, EOMMA AKAN MEMBLOKIR KARTU KREDITMU!” Teriak eomma. Eun Na langsung menutup mulutnya rapat-rapat. Ia paling tidak suka jika eommanya mengancamnya dengan kata ‘kartu kredit’.

Eomma berjalan keluar sambil membawa kopernya. Eun Na membuntuti eommanya sampai didepan pintu mobil. “Pergilah kesana, eomma sudah bilang kepada teman eomma. Disana akan ada orang yang merawatmu dan eomma akan memberitaumu kalau eomma sudah pulang.” Ucap eomma sambil memberikan sebuah kertas kecil yang tertulis alamat dimana tempat yang harus ia tuju. Dengan berat hati Eun Na mengambilnya dan sedikit memalingkan wajahnya.

Sebelum eomma masuk kedalam mobil. Ia sempat mengecup pipi anaknya sekilas “Ingat jangan nakal.” Peringat Eomma sambil memberikan ujung telunjuknya sebagai tanda untuk mengikutinya.

Mobil sedan hitam yang dipakai milik eommanya pun telah pergi hingga di ambang pintu pagar. Eun Na hanya mendegus kesal. Ini benar-benar lucu Eomma nya menyuruhnya untuk tinggal disebuah rumah yang jelas-jelas ia mengenalinya, Keluarga Park. Sebuah keluarga yang cukup misterius. Dengan berat hati Eun Na berjalan kembali memasuki rumahnya dan segera bersiap-siap.

(***)

Seorang laki-laki tengah duduk disebuah taman rumahnya. Ia membuka lembaran setiap lembaran buku yang tengah ia baca. Menurutnya bersantai merupakan sesuatu yang dapat meringankan stres. Merasa cukup bosan ia menyenderkan tubuhnya pada badan kursi yang ia gunakan. Laki-laki itu menghentikan aktifitas bukunya dan menatap langit yang terlihat mendung sore ini.

“Tampaknya kau sedang menikmati hari liburmu Park Chanyeol?” Ujar seseorang menghapiri laki-laki yang bernama Chanyeol tersebut.

“Donghae berhenti mengangguku.” Ucap Chanyeol kepada seseorang yang bernama Donghae tersebut. Dan alhasil Chanyeol mendapat sebuah jitakan yang cukup keras “Kau tak sopan dongsaengku. Aku ini kakakmu panggil aku Hyung.” Ucap donghae dengan nada suara yang dibuat-buat.

“ Terserah.” Kesal Chanyeol dan kembali berkutak pada bukunya. Donghae yang melihat tingkah dongsaengnya hanya mendegus kesal “Ya! Kau tidak tau berita dari eomma sore ini?” Tanya Donghae yang cukup membuat Chanyeol menolehkan kepalanya.

“ Eomma menyuruhku kita untuk bersikap biasa untuk beberapa bulan ini.” Sambung donghae dan mendapat tanda tanya besar oleh Chanyeol.

“Untuk apa?” Tanya Chanyeol akhirnya.

“ Seorang yeoja akan bergabung dalam keluarga kita untuk beberapa bulan ini dan ya kau tau dia bukan seperti kita.” Jawab Donghae sambil menaikan bahunya.

Hari semakin gelap. Donghae dan Chanyeol berencana kembali masuk kedalam rumah mereka.

(***)

Sekitar 30 menit terlewati. Eun Na sudah berpakaian rapi dan membawa koper besarnya. Ia segera berjalan menuju keluar rumah dan menguncinya rapat-rapat. Ia tidak boleh berlama-lama karena hari semakin gelap.

Jam menunjukkan pukul 06.30 . Eun menyeret kopernya sambil melambaikan tangan pada sebuah taksi yang melintas. Tak banyak mengulur banyak waktu Eun Na sudah berada didalamnya. Dalam hatinya ia mengutuki dirinya sendiri atas apa yang diperintahkan oleh eommanya.

“Ahjussi tolong ke alamat ini.” Ucap Eun Na memberikan sebuah kertas kecil kepada supir taxi.

“ Baik nona.” Ujarnya sopan

Taxi tersebut memasuki area yang cukup sepi dimana terdapat banyak sekali pepohonan yang sangat rindang. Pada akhirnya mobil itupun berhenti disebuah rumah yang benar-benar besar, Rumah milik keluarga Park.

Eun Na segera memberikan beberapa lembar uang kepada supir taxi dan keluar bersama dengan koper hitamnya. Ia memperhatikan setiap jengkal rumah yang akan ia tinggali selama beberapa bulan sampai Ibunya benar-benar kembali.

Dengan keberanian diri Eun Na berjalan menuju pintu rumah milik keluarga park tersebut. Ia memencet tombol yang berada di samping pintu kayu bewarna coklat.

Tak lama kemudian muncullah seorang wanita paru baya yang membukakan pintu untuknya. “ Anneyonghaseo Ahjumma.” Sapa Eun Na sambil menundukkan kepalanya.

“ Kau pasti Song Eun Na.” Ucap Ahjumma tersebut dan mendapatkan sebuah senyum dari anak muda yang ada dihadapanya.

“Ayo silahkan masuk.” Ajak Ahjumma dan dituruti oleh Eun Na. Ketika Eun Na masuk ia cukup terkejut dengan keadaan rumah kediaman keluarga Park tersebut. Semua orang berkumpul di ruang tamu untuk meyambutnya.

Terlihat seorang laki-laki paru baya menghampiri Eun Na. “ Selamat datang Eun Na.” Sapa laki-laki paru baya tersebut.

“Ne Gomawo Ahjussi.” Balas Eun Na dengan senyum yang merona dipipinya.

Mata Eun Na menangkap sosok yang sangat ia kenal, Park Chanyeol. ia menundukkan tubuhnya “Annenghaseo Sunbae.” Sapa Eun Na ramah namun berbeda dengan wajah Chanyeol yang begitu dingin dan acuh. Chanyeol tidak membalas hanya melihatnya sekilas dan kembali pada bukunya.

“ Sudahlah jangan terlalu di ambil hati Eun Na. Dongsaengku memang selalu bersikap seperti itu, oh iya Tampaknya kalian saling mengenal.” Tanya seorang laki-laki menghapiri Eun Na.

“ Ah iya. . Chanyeol sunbae adalah senior di sekolahku.” Jawab Eun Na mantap. Laki-laki itu merangkul bahu Eun Na dan cukup membuat Eun Na terkejut. “ Oh begitu . . Oh ya perkenalkan namaku Park Donghae, senang bertemu denganmu Eun Na-ssi.”

“Ne senang bertemu denganmu donghae-ssi.” Ujar Eun Na dan Laki-laki bernama Donghae pun hanya tekekeh geli “ Jangan terlalu formal begitu panggil saja aku oppa.”

Eun Na hanya tersenyum ringan dengan ragu ia mengeluarkan suaranya. “ Ne Op-pa.”

Donghae mendorong tubuh Eun Na lembut membuat sang pemilik tertegun “Ayo kutunjukkan kamarmu.”

Donghae mengiring Eun Na menuju kamarnya yang teletak di lantai dua. Sebuah kamar warna-warni yang bernuansakan kamar seorang wanita. “Wah indah sekali.” Puji Eun Na dan dapat di dengar jelas oleh donghae. “Kau suka baguslah. Lebih baik kau istirahat, oh iya bukannya kalian masih libur?” Tanya donghae dan Eun Na hanya menganggukan kepalanya pelan

“Ne kami masuk sekolah 2 hari lagi.” Jawab Eun Na. Donghae hanya memberikan senyum mengembangnya.

“ Baiklah kalau begitu selamat malam Nyonya Song.” Ujar Donghae dan menutup pintu kamar Eun Na pelan.

Eun Na membanting tubuhnya diatas kasur ukuran big size. Ia menatap langit-langit kamarnya. Ia benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan seorang Park Chanyeol disini. Menurutnya ini adalah sesuatu yang langkah bisa tinggal bersama Park Chanyeol adalah sebuah mukzijat karena Chanyeol merupakan idola disekolahnya. Namun berbeda dengan Eun Na ia tidak begitu tertarik dengan pesona Chanyeol. Ia menyapanya tadi hanya untuk menghormatinya sebagai seorang dongsaeng kepada seniornya.

Eun Na bangkit dari tempat tidurnya membereskan baju-bajunya yang berada didalam koper hijau miliknya. Setelah selesai Eun Na kembali merebahkan tubuhnya dikasur tempat tidur dan mematikan lampunya.

Dalam gelap Eun Na terlelap. Ia benar-benar tidak sadar jika ada seseorang yang memperhatikannya sedari tadi. Seorang laki-laki yang berdiri di balkon kamarnya. Laki-laki itu menembus kamar Eun Na dengan mudahnya. Ia mendekatkan dirinya ketubuh Eun Na yang sedang terlelap. Ia mencium aroma tubuh Eun Na, laki-laki itu mendekatkan bibirnya kepada leher jenjang milik Eun Na. menjilatnya dan menggit kecil hingga membuat kulit mulus itu kini menampakkan bekas-bekas merah. Eun Na sedikit bergerak keci tapi tidak membangunkannya.

Laki-laki misterius itu hanya tersenyum senang. Entah mengapa ia tertarik dengan Aroma tubuh wanita ini. Dalam hitungan detik laki-laki itu hilang tanpa jejak bagaikan abu.

(***)

Sinar mentari mulai menampakan dirinya. Sinar itu memaksa masuk kedalam sebuah ruangan dimana ada seorang yeoja yang sedang terlelap. Merasa terganggu yeoja itu perlahan membuka matanya.

Perlahan tapi pasti Eun Na berjalan menuju kamar mandinya. Ia membasuh wajahnya dengan sedikit sadar yeoja itu menghadap cermin kamar mandi, dalam seketika ia membulatkan matanya. Rasa ngantuk itu berganti dengan rasa tekejutan luar biasa “Omo ada apa dengan leherku? Kenapa leherku merah-merah seperti ini? Siapa yang melakukannya.” Gumam Eun Na seraya melihat setiap inci lehernya.

‘tidak, tidak mungkin ada orang yang masuk kedalam kamarnya malam tadi. Jelas-jelas jikapun ada yang melakukannya pasti aku langsung bangun dan menonjok orang tersebut, tapi kenapa bisa’ Umpat Eun Na dalam hati.

Eun Na mengambil sebuah handuk kecil yang tergantung di ujung ruangan. Ia menghusap wajahnya kuat. Berharap apa yang fikirkan tidak terjadi, pasalnya Eun Na sedikit curiga dengan keluarga Park tersebut.

Sebuah bangku kecil yang terletak di balkon kamarnya menjadi tempat ia mendudukinya. Eun Na menghela nafasnya sebentar dan memijit pelipisnya pelan. Ia tidak boleh berfikir macam-macam karena perlakuan keluarga Park padanya cukup membuktikan bahwa keluarga mereka seperti kebanyakan keluarga pada umumnya. Namun Sekali lagi ia bergumam ‘Tapi aku masih penasaran. Siapa yang melakukannya’

(***)

“ Apa yang kau lakukan tadi malam di balkon kamar manusia itu Park Chanyeol?” Ujar Donghae sedang memainkan laptop hitamnya.

Chanyeol tidak menggubris perkataan hyungnya malah asik dengan handponenya hingga membuat Donghae terlihat kesal “Ya! Setidaknya kau jawab pertanyaan ku Chanyeol.”

Teriakkan Donghae menggema di seluruh sudut ruangan. Kali ini Chanyeol menolehkan kepalanya sebentar dan kembali pada handponenya “Anni aku tidak melakukan apapun hanya mengucapkan selamat datang.” Jawab Chanyeol santai.

“Mwo! Kau gila bagaimana kalau dia bangun dan menangkap basahmu.” Komentar Donghae menatap adiknya tajam. Chanyeol menutup handponenya dan melihat kakaknya sebelum ia menghela nafasnya berat “Entahlah Hyung aku sedikit tertarik pada darahnya.”

Mendengar perkataan dongsaengnya Donghae membulatkan matanya “ Ya! Kau lupa perjanjian yang sudah terikat pada keluarga kita. Tidak ada darah manusia.”

Chanyeol menutup telinganya karena sang kakak selalu saja meneriakinya “Hyung tak bisakah kau kecilkan volume suaramu.” Ujarnya Dingin.

Pertengkaran mereka berhenti ketika sebuah bantal terlempar tepat diwajah Donghae membuat sang korban memberikan tatapan membunuh pada sang biangnya. Chanyeol tidak memperdulikan tatapan yang diberikan oleh kakaknya. Ia lebih memilih untuk keluar dari ruangan tersebut “Ya kau mau kemana Chanyeol, Aku belum selesai bicara. . Dasar dongsaeng kurang aja.”

(***)

Eun Na bangun dari tempat duduknya karena hari masih pagi ia berniat untuk sekedar keluar dan menghirup udara segar. Ia membuka knop pintunya dan mulai melangkahkan kakinya menuju luar rumah Namun baru beberapa langkah ia berjalan sebuah suara mengagetkannya “ Kau mau kemana?”

Suara itu begitu dingin dan menusuk. Eun Na menolehkan kepalanya kebelakang dan mendapati sosok Chanyeol tengah berdiri dan menatapnya “ Sunbae . . Aku ingin keluar sebentar.” Sebelum Eun Na berkata lagi ia mengerutkan dahinya pelan ‘Ada apa dengannya. Biasanya dia tidak akan mau menyapa seseorang terlebih dulu’

“ Bukannya aku menyapamu. Tapi hanya memberitauimu untuk segera menggunakan syalmu sebelum semua orang melihat lehermu.” Ujar Chanyeol dingin seraya berjalan mendahului Eun Na dan hilang dibalik pintu utama.

Eun Na tersadar dari lamunannya mencoba mencerna perkataan Chanyeol sekali lagi. Ia memukul jidatnya keras bagaimana ia sampai lupa menutupi lehernya. ‘Tapi tunggu dulu sepertinya ia sedang berbicara dengan pikiranku tadi apa jangan-jangan dia seorang peramal yang bisa membaca pikiran seseorang.” Batin Eun Na.

Dengan rasa penasaran Eu Na mencoba memberanikan diri untuk membuntuti Chanyeol yang berjalan diluar tadi Namun sayangnya ia tidak melihat sosok itu lagi.

Drrt . .

Sebuah getaran handpone berbunyi di saku celananya. Ia segera mengambilnya dan melihat sebuah pesan pada layar handponenya.

From : Seok Jin

YA! Aku tidak bisa menyelesaikan ini sendiri. Bisakah kau menemaniku di tempat biasa.

Hanya sebuah senyum yang terlihat di raut wajah Eun Na. Ia berjalan kembali menuju kamarnya tidak berniat lagi untuk membututi Chanyeol.

(***)

Eun Na segera bersiap-siap ia menggunakan pakaian yang simple hari ini. Tak lupa juga untuk menggunakan syal merahnya. Tak mengulur waktu banyak Eun Na keluar dari kamarnya dan mendapati sosok wanita yang tak lain adalah Ibunya Chanyeol.

“Pagi Eun Na. Wah kau ingin kemana pagi-pagi seperti ini.” Sapa Ahjumma.

“Pergi sebentar Ahjumma. Mau bertemu seseorang.” Ucap Eun Na dan tak lupa dengan senyumnya.

“Kau tidak makan dulu?” Tanya Ahjumma.

“Tidak usah Ahjumma . . Nanti makan diluar saja.” Jawab Eun Na sopan.

“Baiklah. Ahjumma bisa minta tolong padamu?” Ujar Ahjumma sambil memberikan sebuah air minum dan sebuah obat tablet. “Tolong berikan ini padanya, dia ada dikamarnya” Sambungnya. Sebelum Eun N menerimanya ia sejenak berfikir ‘Apakah dia sakit?’

Eun Na memberikan senyumnya sebagai tanda ia menerimanya “Baiklah Ahjumma.”

Selangkah demi selangkah Eun Na berjalan menaiki anak tangga yang berada tingkat yang paling atas. Setelah cukup lama menaikinya akhirnya ia sampai didepan pintu kamar Chanyeol. Dengan segenap kekuatan ia memberanikan diri untuk mengentuk pintunya “Sunbae permisi.”

Tak ada jawaban dari dalam Eun Na mencoba membuka pintu kamarnya untuk memastikan Chanyeol berada didalam. Setelah pintu terbuka ia melihat Chanyeol sedang membaca buku-bukunya. Eun Na mendekati meja belajar dimana tempat namja itu berada “Sunbae. . ini obat dari Ajumma.”

Chanyeol melihat Eun Na dari sudut matanya dan kembali pada buku-bukanya “Letakkan saja disitu.” Perintah Chanyeol sambil menunjukkan tangan pada sebuah meja yang kosong.

Mendengar Ucapan Chanyeol Eun Na menurutinya. Ia melihat sekeliling kamar ruangan Namja itu.

“Sunbae kenapa kau tak membuka tirai kamarmu?” Tanya Eun Na.

“ Aku tidak suka sinar matahari.” Jawab Chanyeol terdengar dingin.

Perkataan ganjal Chanyeol begitu membuat penasaran Eun Na. Ia melihat Chanyeol seketika dan mentapnya heran.

‘siapa sebenarnya kau Park Chanyeol’ Umpat Eun Na dalam hati.

Chanyeol membalas tatapan heran Eun Na dan kini tersenyum evil, seperti tertangkap basah tengah mengatainya “Kau ingin tau aku siapa?”

Eun Na mengerutkan dahinya heran. Bagaimana bisa ia membaca pikirannya “Sunbae bagaimana kau bisa tau apa yang selalu aku fikirkan.”

“ Haha. .” Tawa Chanyeol bergema diruangannya Namun tawa itu terdengar begitu dingin dan menyeramkan.

Suasana kamar berubah begitu gelap. Eun Na mengepalkan tangannya kuat, detak jantungnya seperti dipompa kuat dan Ia benar-benar takut sekarang. Chanyeol berdiri dari tempat duduknya dan menghapiri dimana tempat Eun Na berdiri.

“ Sttt. . jangan takut aku disini sayang.” Ucap Chanyeol seraya meraih tubuh Eun Na semakin dekat dengannya. Chanyeol mengtenggelamkan kepalanya di leher jejang milik Eun Na menghirup aroma tubuhnya kuat seperti kehabisan oksigen.

Perlahan tapi pasti Chanyeol menghembuskan nafasnya pelan membuat Eun Na bisa merasakan betapa panasnya nafas yang dikeluarkan oleh tubuh Chanyeol bukan hanya itu saja Eun Na bisa merasakan betapa dinginnya kulit Chanyeol ketika tangan kekarnya memegang kuat lengan milik Eun Na yang berukuran lebih kecil darinya.

Keringan yang bercucuran di pelipis dahinya dan kakinya yang mulai lemas membuat Eun Na tak berdaya lagi. Ia mencoba mendorong kuat tubuh Namja yang berada di hadapannya sekarang. Usaha itu tak sia-sia kini Chanyeol telah menjauh dari tubuhnya. ia merasakan tubuhnya masih takut untuk menghadapi Chanyeol yang masih menatapnya dengan tatapan dinginnya. Dengan rasa ketakutan Eun Na segera berlari dari ruangan milik Chanyeol tersebut tanpa ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka.

(***)

Masih dalam keadaan berlari. Eun Na mencoba mengusap pipinya yang penuh dengan air mata dan ia menangis kali ini. Bukan karena perlakuan Chanyeol terhadapnya tapi karena ketakutan yang menguasai tubuhnya. Ia kembali teringat akan hawa panas dan dingin yang Chanyeol berikan.

Kaki Eun Na terhenti di depan kediaman rumah Park tersebut. Ia menolehkan kepala melihat rumah yang ia tinggali sejak kemarin. Entah mengapa yang dikatakan oleh masyarakat tentang keluarga Park tersebut ada benarnya. Mereka tidak seperti keluarga pada umumnya. Dengan segenap kekuatan Eun Na sudah berada tepat ditepi jalan besar ia melambaikan tangannya kepada sebuah taxi.

Kini Eun Na tengah berada di dalam. Sang supir taxi melihatnya dari kaca mobil dengan raut wajah yang sulit diartikan.

“ Mau kemana nona?”

Sejenak Eun Na tersadar akan janjinya pada Jin “Ahjussi antarkan saya ke kafe yang tau jauh dari sini.”

Lagi-lagi supir taxi tersebut melirik Eun Na dari kaca mobilnya “Baiklah Nona.” Ujarnya setengah tertawa.

Melihat sikap Supir taxi tersebut membuat Eun Na heran. Ia tersadar akan satu hal. Ternyata ia tidak menggunakan sepatunya, berarti sedari tadi ia hanya berjalan tanpa menggunakan apa pun. ‘Omo, kenapa aku bisa lupa menggunakan sepatu. Ini akibat ketakutanku yang luar biasa tadi’

~ TBC ~

Gimana ceritanya? 😀

Give it to me komentarnya . . 😀

Hehe . . ditunggu kelanjutanya ya 😀

Iklan

40 pemikiran pada “Your Blood (Chapter 1)

  1. Yaaaa kenapa pendek ya, padahal pengennya ceritanya rada panjangan lagi
    penasaran sama ceritanya,
    jadi si chan-chan emang bukan manusia kan???
    ditunggu next chap nya ya, banget !!!

Tinggalkan Balasan ke malihee Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s