Our Destiny (Chapter 3)

 

Our Destiny Chapter 3

Title       : Our Destiny Chapter 3

Author  : IAS

Cast       : Wu Yi Fan (Kris

                  Lee Rae Ah {OC as You)

Support                : Find it by yourself

Genre   : Marride life, Romance

Rating   : 17+ NOT NC!!

Pembukaan :

“Anyyeong anyyeong chingudeul #lambaikantangan. Balik lagi dengan saya author terketjeh seantero SM Ent. Okeh okeh terimakasih atas semua komen serta RCL nya. Ini balik lagi dengan chapter 3 nya. Disini agak agak gimana gitu ya Krisnya. Okeh lanjut aja hepi riding^^”

000ooo000

Kau POV

“Jika kau juga menginginkan anak. Mungkin memang kita bisa membuatnya secepatnya. Lebih cepat lebih baik bukan” 

Astaga perkataan itu selalu terngingang di telingaku. Yah perkataan yang Kris ucapkan semalam setelah makan malam kami itu memang terdengar bercanda. Tapi saat semalam akku masuk kekamar kami kulihat dia langsung tertidur dan tidak berkata sepetah katapun lagi padaku

“Morning” aku tersentak kaget saat melihatnya yang tiba-tiba sudah berada disampingku yang sedang menyiapkan sarapan pagi untuk kami

“Morning” balasku singkat dan tersenyum gugup kearahnya. Dan diapun langsung membantuku membawa 2 gelas jus yang sudah terisi penuh sedangkan aku membawa 2 piring yang sudah terisi dengan sarapan kami

“Apa kau ke kantor hari ini?” tiba-tiba Kris menanyakan hal itu padaku. Kulihat tidak ada kegugupan sama sekali diwajahnya. Kukira pendekatan kami selama 3 hari ini berjalan lancar dan sepertinya sangat lancar bagi Kris

“Tidak. Appa tadi memberitahuku agar aku tidak kekantor hari ini” jawabku sambil tetap menikmati sarapanku

“Bisakah kau ikut denganku? Sekretarisku tidak masuk hari ini dan susah sekali jika aku mengerjakan file-file ku sendiri” ucapnya lagi yang kali ini tak kalah sibuk menikmati sarapannya

“Ahh nde” hanya itu jawabanku. Jawaban singkat yang biasa aku ucapkan setiap kali aku gugup

Kris POV

Aku dan istri tercintaku sudah sampai di tempat kerjaku. Istri tercinta? Ya dialah istri tercinta milikku. Jujur saja saat kami dijodohkan dan bertemu untuk pertama kalinya aku sudah memiliki rasa padanya. Entah apa yang kupikirkan saat itu. Tetapi saat melihat matanya aku sudah terjatuh kedalamnya. Suara khasnya yang setiap hari menyapaku itu membuat hatiku sangat tenang. Wajah gugupnya saat melihat mataku itu sangatlah lucu. Dia sangat menarik. Menarik seperti magnet. Entah sejak kapan aku sudah mulai mempunyai rasa ini padanya. Tetapi setelah semalam aku melihat wajahnya saat tertidur senyumku mengembang sendirinya. Tiidak kusangka ternyata selama 3 malam ini aku tidur ditemani yeoja yang irip seperti bidadari

Dan dari situlah aku tersadar bahwa ternyata kau sudah menyukainya sejak pertama melihatnya dan telah mencintainya saat aku mengikat janji dengannya di altar saat itu. Mungkin kemarin aku sempat menepis bahwa aku mencintainya. Tetapi semakin aku menepisnya aku semakin dibuat gila olehnya

“Selamat pagi Tuan dan Nyonya Wu” sapa seorang receptionist yang ada di Front Desk itu. Aku dan Rae hanya tersenyum ramah kerahnya. Inilah kami seluruh staff dan karyawan yang melihat kami sekarang langsung tersenyum ramah dan membungkukan badannya memberi salam

“Kau bilang sekretarismu tidak masuk?” ucapnya yang terdengar kebingungan sambil melihat kearahku. Aku yang sedang merapihkan file-fileku saat ini hanya bisa menahan tawa karna melihat wajah lucunya sekarang

“Dia memang tidak masuk” jawabku santai sambil menanda tangani beberpa file yang sudah ada dimeja kerjaku

“Tetapi tadi aku meliatnya di depan. Dan dia menyapa kami. Apa kau tidak melihatnya?” ucapnya lagi dan wajahnya semakin kebingungan

“Ahh ya benar. Dia masuk hari ini” ucapku kemudian saat selesai menandatangani seluruh file itu

“Lalu kenapa kau mengajakku kesini? Bukannya aku akan mengganggumu disini?” ucapnya dengan nada terbata dan menunduk. Aku menghampirinya yang sedang berdiri disampingku itu

“Kau tidak menggangguku. Aku ingin berdua denga istriku apa itu salah?” ucapku sambil berdiri dihadapannya

“Aniya… hanya saja aku.. aku..”

“Kau istriku. Dan jangan gugup lagi. Lupakan omonganku yang semalam. Waktu. Itulah yang kita butuhkan saat ini” ucapku dan langsung memeluknya tiba-tiba kulihat dia sedikit kaget saat aku memeluknya tiba-tiba

Author POV

Kris dan kaupun masih berada diruang kerja Kris. Selama Kris berkutat dengan file-file yang menumpuk di mejanya kau hanya duduk sambil memperhatikannya dan sesekali melakukan yang Kris perintahkan. Seperti mengelapkan keringatnya padahal dia tidak berkeringat sama sekali atau menyuruhmu untuk memeluknya dengan alasan agar semua lelahnya hilang begitu saja. Sebenarnya kau malu untuk melakukan itu tetapi Kris akan menampilkan wajah dinginnya jika kau menolak permintaannya

“Oppa. Sekarang sudah masuk jam makan siang. Apa kau ingin aku belikan makan siang?” kau berkata seperti itu saat kau melirik jam tanganmu

“Ya baiklah. Aku akan menunggu disini karna fileku masih banyak” jawab Kris sambil tetap memandangi file-filenya itu

“Baiklah aku akan membeli makan siang untukmu” ucapmu dan langsung bergegas menuju restoran terdekat

Sebenarnya Kris ingin makan diluar bersamamu tetapi file-filenya masih menumpuk. Kris meregangkan seluruh tubuhnya saat ia merasa bahwa seluruh tubuhnya sangat pegal. Dan tanpa sadar Kris langsung tertuju pada bingkai foto yang terpajang di meja kerjanya

Kris POV

“Pasti Eomma yang menaruhnya disini” ucap Ku sambil memegang foto yang berbingkai itu. Didalam foto itu ada foto diriku dan Rae saat memakai baju pernikahan kami 3 hari yang lalu. Rae begitu cantik dengan senyum yang sangat sumringah walaupun aku tau bahwa senyum Rae saat itu hanyalah senyum palsu yang Rae keluarkan. Didalam foto itu aku juga tersenyum dan itu sebenarnya bukan senyum palsunku melainka itu adalah senyum bahagia ku. Yang ada di pikiran ku saat ada di foto itu dan di pernikahan kami adalah “Akhirnya Aku Menikah” itulah perkataan yang selalu ada dibenak ku saat itu. Karna memang menikah dan memiliki keluarga adalah salah satu impian ku juga

Cekrekk..

Tiba-tiba ada orang yang membuka pintu ruang kerjaku. Kukira itu adalah Rae istriku aku sudah sumringah saja saat kukira itu adalah istriku tapi ternyata senyumku lenyap begitu saja. Yang datang adalah Minah ya dia datang sambil membawa Bag Papper (tulisannya bener ga-__-) lumayan besar dan masuk begitu saja dan menghampiriku

“Hey baby. This is for you. I made it by my self” ucapnya sambil menaruhnya yang ternyata adalah kotak makan siang yang katanya sih buatannya sendiri

“No thanks. Aku sedang menunggu istriku membeli makan siang untukku” ucapku cuek dan langsung fokus kembali pada file yang ada didepanku. Kudengar dia mendengus dengan sedikit keras

“Aku memasak ini untukmu. Kris aku ini kekasihmu kenapa sifatmu seperti ini semenjak menikah dengannya?” ucapnya yang tiba-tiba sudah berada disampingku sambil memegang rambutku membelainya

“Sudah kukatakan bahwa kau bukanlah kekasihku lagi. Bukankah sifatku seperti ini dari dulu. Ah benar bahkan semenjak kita berpacaran kupikir ini pertama kalinya kita bertemu lagi setelah kau menyatakan cinta dan ingin menjadi kekasihku saat itu. Aku mencintai istriku sekarang” ucapku sambil menatapnya dengan dingin dan menepis tangannya yang mulai bergrilya dirambutku

Minah POV

sial. Bagaimana bisa dia melakukan ini padaku. Aku terlihat murah didepannya. Aku harus melakukan sesuatu agar Kris dapat kembali milikku” batinku

“Istri macam apa dia? Bahkan dia tidak membawakanmu bekal untuk makan siang. Apa dia tidak bisa masak? Selama ini kau makan apa saat tinggal bersamanya? Kau membuang uang hanya membeli makan diluar dan dia hanya bersantai dirumah. Dia bukanlah istri yang tanggung jawab Kris. Dia bukanlah istri yang baik. Kau seharusnya menyesal telah menikahi wanita sepertiya. Kurasa kau harus menceraikannya karna dia tidak bisa mengurusmu” ucapku panjang lebar sambil mulai mendudukan tubuhku diatas meja kerjanya dan berusaha menggodanya. Kulihat dia sedikit melihat kearah tubuhku dan memang berhasil karna saat ini aku mengenakan pakaian yang sangat ketat dan mini

“Kau jangan pernah berkata seperti itu Minah. Kau tidak mengenalnya” ucapnya dan langsung berdiri menjauhi diriku

Aku tau dia sudah mulai tergoda denganku saat ini. Akhirnya kau berusaha mendekatinya. Mungkin aku terlihat seperti wanita murahan. Tapi kurasa dengan cara ini aku bisa mendapatkan Kris kembali. Dengan cara membuat Rae cemburu sepertinya aku juga sudah merasa menang

Cekrekk..

Kulihat Rae sudah datang sambil tersenyum tetapi senyumnya hilang begitu saja saat dia melihatku sedang membelai punggung Kris dan ridak ada reaksi apapun dari Kris. Kris juga tidak menyadari kehadirannya karna kulihat Kris sedang menatap kosong kearah jendelanya dan tidak menolak saat aku mulai memeluknya dari belakang

“Kris. Kau tau. Aku sangat mencintaimu melebihi Rae. Bahkan kuoikir Rae sama sekali tidak mencintaimu. aku rela memberikan apa saja untukmu bahkan jika kau menginginkannya sekarang. Aku akan menjadi istri yang baik dan tidak akan menjadi istri yang tidak bertanggung jawab seperti istrimu sekarang yang sedang berdiri mematung di ambang pintu” ucapku dan jelas saja Kris langsung tersadar dari lamunannya dan langsung berbalik kearah Rae

Kau POV

“Kris. Kau tau. Aku sangat mencintaimu melebihi Rae. Bahkan kuoikir Rae sama sekali tidak mencintaimu. aku rela memberikan apa saja untukmu bahkan jika kau menginginkannya sekarang. Aku akan menjadi istri yang baik dan tidak akan menjadi istri yang tidak bertanggung jawab seperti istrimu sekarang yang sedang berdiri mematung di ambang pintu” astaga kenapa haiku sangat sakit mendengar perkatan Minah? Apakah benar sebagai seorang istri tidak bertanggung jawab pada suamiku sendiri? Kulihat Kris langsung berbalik kearahku dan melihatku yang tanpa sadar sudah menitikkan buliran kristal bening dari kedua mataku

“Rae” ucapnya sambil tetap melihat kearahku. Dan saat Kris ingin menghampiriku kulihat Rae langsung menahan lengannya dan langsung menciumnya. Kris kaget dan diam. Apakah itu yang dilakukannya saat yeoja menciumnya didepan istrinya? Astaga dadaku sakit sekali. Tetapi kulihat Kris mulai berontak saat dia mulai tersadar. Aku yang melihat itu langsung pergi berlari dari situ. Sungguh hatiku sangat sakit melihatnya dengan yeoja lain. Apakah ini yang namanya cinta? Kenapa perasaan cinta ini sangat menyakitkan?

Aku sudah berada dirumah sekarang. Sesampainya dirumah aku langsung menangis sejadinya dimeja makan kami. Rasanya tidak kuat untuk menaiki tangga itu menuju kamar kami. Jujur saja sejak dulu aku belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta kecuali dengan orang tuaku sendiri. Dulu disekolah maupun universitas aku memang terkenal tetapi aku tidak terlalu mempunyai banyak teman karna setiap hari aku selalu diantar dan dijemput. Aku hanya banyak membaca buku maupun novel yang bercerita tentang percintaan. Kebanyakan buku yang kubaca mengatakan bahwa cinta itu sangatlah indah. Tapi setelah aku rasakan rasanya sangatlah menyakitkan. Apkah ini yang namanya cinta? Mengapa cinta yang kurasakan sangatlah tidak indah? Bahkan jauh dari kata indah

Kris adalah cinta pertamaku. Aku baru menyadari bahwa aku mencintainya adalah sekarang. Aku baru menyadarinya saat aku melihatnya bersama yeoja lain selain diriku. Hatiku begitu sakit dan tanpa sadar aku menangis melihatnya dengan yeoja lain. Beruntungnya aku mendapatkan cinta pertamaku dan telah menjadi suamiku. Tapi apakah ia akan terus menjadi suamiku selamanya? Apakah dia selalu berada di sampingku setiap malam? Apakah dia akan selalu memintaku untuk memeluknya saat ia lelah? Apakah ia akan selalu memakan apapun yang kumasak? Apa ia akan selalu tersenyum dan bersikap dingin bersamaan saat aku menolak permintaannya? Apakah dia mencintaiku? Sepertinya iya. Apakah dia mencintaiku atas batas kasihan atau tulus? Semua itu aku pikirkan setiap kali aku mengigatnya

Tanpa sadar aku tertidur di meja makanku sendiri. Rasanya lelah saat meningis. Dan ini kedua kalinya aku menangis sejadinya setelah aku dijodohkan saat itu. Tetapi saat aku bangun aku malah berada dikamarku dan aku bingung siapa yang memindahkanku. Dan saat tersadar ternyata aku sudah berganti pakaian menjadi kaos putih yang kebesaran

“Omo!” pekikku saat sadar ternyata bajuku sudah berganti dengan sendoronya dengan kaos putih besar milik Kris. Tetapi untung tidak pada bagian celanaku “siapa yang menggantikanku baju?” batinku mulai memikirkan hal yang aneh

Kudengar dari bawah tepatnya dari arah dapur aku mendengar suara seperti orang sedang menyiapkan makanan. Karna penasaran akupun menuju dapur untuk melihat siapa yang datang. Kulirik jam kecil di samping tempat tidur dan jam sudah menunjukkan pukul 08.00pm. astaga lama sekali aku tertidur

“Kris” panggilku saat aku melihat Kris sudah berganti pakaian mejadi pakaian siap tidur

“Hai” ucapnya dan langsung tersenyum manis kearahku. Hatiku sedikit senang saat melihatnya tersenyum seperti itu

“Apa yang kau lakukan?” ucapku saat dia sudah meletakkan dua piring yang berisi bibimbap yang gtadi siang kubeli

“Makanlah. Aku baru saja menghangatkannya” ucapnya seraya menarikku yang masih terpaku di tangga kedua. Aku hanya menurut saja

“Rae-ya. Mianhae. Tidak seharusnya kaumendengarkan perkataan Minah” ucapnya kemudian. Dia tidak memakan makanannya. Dia hanya terdiam dan melihatku yang sedang makan

“Gwenchana. Kurasa yang dikatakan Minah memang benar. Aku memang bukanlalh istri yang bertanggung jawab. Bahkan makan malampun  aku tidak menyiapkannya dan aku malah tertidur” ucapku yang tanpa sadar sudah terisak sambil menundukan kepalaku

“Tidak. Minah tidak mengenalmu Rae. Jangan pikirkan perkataannya tadi siang. Dan lupakan semua yang kau lihat tadi siang dan..”

“Dia benar oppa. Dia benar semua tentangku. Dia benar bahwa aku bukanlah istri yang bertanggung jawab dan..”

“Apa dia benar juga tentang kau tidak mencintaiku?” dia memotong perkataanku dan perkataan itulah yang membuatku terdiam. Aku menatap matanya. Dimatanya tersorot akan kekecewaan sekaligus harapan

“Aku.. aku bukan..”

“Apakah kau mencintaiku Lee Rae Ah? Apa kau mencintaiku seperti aku mencintaimu…. Nyonya Wu?” ucapnya sambil menatapku lekat. Aku hanya bisa menangis saat mendengar perkataannya

“Aku tidak pantas untukmu” ucapku lagi masih dengan tangisanku aku sudah mulai sesegukan karnanya

“Apa yang kau rasakan saat melihatku dengan yeoja lain? Apa hatimu sakit Rae?” tanyanya yag sekarang mulai melembut. Aku hanya mengangguk

“Apa kau selalu gugup saat berada didekatku?” aku mengangguk lagi mendengar pertanyaannya

“Apa kau tadi menangis hingga bajumu basah dan kau tertidur di meja makan karna kau cemburu melihatku Rae? Apa kau sakit saat melihatku.. dicium oleh yeoja lain? Apakah saat kau melihat mataku dan berada didekatku kau merasa senang sekaligus gugup?” aku hanya mengangguk untuk yang ketiga kalinya sambil tetap menangis

“Itu yang kurasakan saat aku berada didekatmu Rae. aku mencintaimu saat aku mengucap janji dihari pernikahan kita. Aku merasa gugup sekaligus senang saat menatap matamu dan juga mendengar suara khasmu. Aku mencintaimu Rae. dan itu semua yang kualami maupun yang kau alami adala Cinta” ucapnya yang tiba-tiba sudah mengejakku berdiri dan memelukku dengan erat

Saat aku merasakan pelukan hangatnya disaat yang bersamaan aku langsung menangis sekencang-kencangnya. Aku merasakan tangan Kris yang membelai lembut rambut serta punggungku. Hangat. Itulah yang kurasakan saat aku dipelukannya. Senang, sedih, bahagia, kesal dan cemburu menjadi satu saat ini

“Uljimayo chagi-ya. Uljimaa. Aku akan selalu ada untukmu. Aku janji” ucapnya sambil mencium puncak kepalaku

TBC

“Yeayy sudah berada di chap 3. Mian kalo ceritanya malah makin absurd dan gajelas. Chapter 4 itu sudah akhirannya okehh. RCL diwajibkan chingu. Anyyeong^^”

Iklan

26 pemikiran pada “Our Destiny (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s