Our Destiny Chapter 4

Our Destiny Chapter 4

Title       : Our Destiny Chapter 4

Author  : IAS

Cast       : Wu Yi Fan (Kris)

                Lee Rae Ah {OC as You)

Support : Find it by yourself

Genre   : Marride life, Romance

Rating   : 17+ NOT NC!!

Pembukaan :

“Annyeong readers. Balik lagi sama saya nih author terketjeh siapa lagi kalo bukan IAS. Okeh ini chapter terakhir dari efef Our Destiny. Just read it ang give me RCL okay? ^^”

000ooo000

Kau POV

Sejak malam itu aku mulai percaya bahwa Kris memang mencintaiku. Dia bahkan semalam tidur tetap dengan memelukku. Katanya dengan cara memelukku rasa cintanya semakin tumbuh. Bahkan hari inipun dia belum bangun

“Yak oppa. Ireona. Ppaliwa.. kau akan terlambat bekerja” ucapku sambil mengguncangkan tubuh kekarnya ini. Tapi tetap saja dia tidak ingin bangun. Sudah 10 kali leih aku membangunkannya. Bahkan dia sekarang memegang kedua tanganku dengan sangat erat. Aishh benar-benar

“Apakah aku harus bangun? Aku lelah. Sebentar saja seperti ini. Kumohon” tiba-tiba dia bangun dan terduduk dan langsung memelukku. Dia memeluk tubuhku sangat erat sambil bergerak kekiri dan kekanan. Aishh seperti anak kecil saja

“Oppa. Apa kau tidak ada meeting hari ini? Apa kau sudah izin bahwa hari ini kau akan terlambat?” ucapku memastikan

“Aku tidak perlu izin karna itu adalah kantor Eommaku. Aku ingin kita menghabiskan waktu berdua hari ini. Satu hari full. Kau setuju?” ucapnya yang sekarang malah menatapku dengan wajah girangnya

“Jinja? Seharian? Apa yang akan kita lakukan?” ucapku sambil memicingkan mataku seperti mengintimidasi

“Kita akan menjadi suami istri paling romantis di dunia” ucapnya sambil membuat matanya berbinar-binar

“Maksudmu?”

Kris POV

“Maksudmu?” dia bertanya sangat kebingungan. Lucu sekali istriku ini

“Kita akan merapihkan rumah bersama, memasak bersama, mencuci bersama, makan bersama, menonton bersama, pokonya semua harus kita lakukan bersama, termasuk…” aku sengaja menggantungkan kalimatku

“Termasuk apa?” ucapnya yang mulai tergugup dan sedikit ketakutan

“Mandi bersama” ucapku seperti berbisik tepat di telinganya

“MWO?!!! YAK ANDWEYO.. ANDWE” teriaknya begitu histeris dan langsung memegangi kerah bajunya dan berusaha menjauhiku tetapi aku sudah menahannya terlebih dulu

“Yak!! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau seperti ini? Kita sudah suami istri apa tidak boleh jika kita mandi bersama?” ucapku sedikit protes karna sifatnya

“Yak Oppa. Singkirkan otak yadongmu itu. Lagipula aku tidak mengerti akan hal seperti itu. Aku ini masih polos. Aku belum siap jika tubuhku dilihat olehmu” ucapnya lagi yang masih tergagap

“Aishh yak!! Aku sudah melihat tubuhmu hanya berbalutkan bra. Dan kau mmasih malu?” ucapku sekarang nadaku sedikit meninggi

“MWO!! Kap.. kapan kau me..lakuk..kannya?” ucapnya yang semakin tergagap

“Aishh.. kau tidak sadar sekarang kau memakai baju siapa? Semalam bajumu basah akibat kau menangis. Dan kau tertidur di meja makan. Kau tidak ingat bahwa kau yang menggendongmu kekasur? Bahkan kau tidak merasakan saat aku menggantikanmu baju? Dan dari situ aku sudah melihat tubuhmu. Bahkan aku sudah me…” astaga aku hampir kelepasan berbicara. Aku langsung menutup mulutku

“Bahkan kau sudah apa?” ucapnya lagi sambil berusaha menjauh dariku

“Menyentuh itumu” ucapku sambil menunjuk kearah dadanya

“YAK!!! APA KAU HARUS BERKATA SEPERTI ITU?” ucapnya sambil melemparkan bantal kearahku. Dia langsung berlari kearah kamar mandi tetapi sebelum dia menguncinya dari dalam aku sudah berhasil menahannya dan memaksa masuk

“Ya oppa. Ap..apa yang kau la..kukan?” ucapnya sambil tetap memegang baju bagian atasnya

“Aku sudah bilang bahwa kita akan melakukan apapun secara bersama-sama” aku langsung menggendongnya ala bridal dan… aku tau kalian pasti mengetahui selanjutnya yang terjadi

5 years later

Kau POV

Tidak kusangka aku sudah berumah tangga dengan Kris selama 5 tahun. Semenjak kejadian malam pertama kami yang terbilang cukup unik dari situlah rumah tangga kami kembali menjadi bahagia bahkan lebih bahagia. Kami tidak segan menunjukkan kemesraan maupun kebersamaan kami dimanapun. Kris adalah suami idaman. Idaman semua wanita. Saat aku sakit dia sangat mengkhawatirkanku bahkan dia sampai rela absen dari meeting pentingnya. Dan saat aku hamil dia juga sangat memperhatikanku. Keluarga kami sangat lengkap dengan kehhadiran Wu Yee Ah putri kecil pertama kami

“Eomma. Appa eodiseo? Kenapa dia belum pulang?” ucapnya dengan nada yang sangat lucu. Gadis kecil berusia 4 tahun ini begitu menggemaskan

“Yakk siapa bilang appa belum pulang. Appa sudah pulang” ucapnya sambil menggendong Yee Ah dan tertawa bersama

“Appa Eomma. Teman temanku kemarin bercerita tentang adikya yang masih bayi. Mereka bilang memounyai adik bayi itu sangat menggemaskan. Eomma aku ingin adik cepat eomma. Ya appa cepat berikan aku adik. Aku ingin adik perempuan agar kita bisa bermain boneka bersama. Appa eomma berikan aku adik perempuan besok ya” ucapnya. Astaga. Mwo? Yee Ah meminta adik?

“Apapun yang kau inginkan. Berapa yang kau mau sayang?” ucap Kris sambil tersenyum kearah Yee Ah

“Yak oppa!! Kau gila?” ucapku sedikit berbisik kearahnya

“Its okay. Its love. Make it tonight baby” ucapnya dengan nada sesexy mungkin sambil mengedipkan sebelah matanya padaku. Astaga aku sudah mulai merinding sekarang

000ooo000

“Aigoo… okeh ini end nya. Mian kalo jelek. Aku bikinnya tengah malem banget dengan ditemani oleh sakit perut dan rasa kantuk yang tak tertahankan. RCL bebpp okeh. Aku akan mempost efef terbaru aku selanjutnya. Gomawo anyyeong #tarikWUFANtidurbareng^^”

Iklan

24 pemikiran pada “Our Destiny Chapter 4

  1. Squeeelll ,,, huaaaaa… Kayaknya alurnya kecepetan , si min’ah juga kaga di liatin ,apakah dia putus asa?? , yo weeslah …Eonnie author waiting your fanfic..:D.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s