All Of Me

All Of Me

JUDUL           : ALL OF ME

 

 

Main Cast      : Do kyungsoo

Song Gyu hee

 

 

Length           : Oneshoot // Series

 

 

Rating          : Pg

 

 

Genre           : Romance

 

 

Disclaimer     : Semua yang tertulis di ff ini adalah ide saya, meskipun ceritanya abal dan ga ngefeel dimohon untuk tidak memplagiat dalam bentuk appaun J

 

 

Author           : Sexygeek95

 

 

 

Warning       : NO FEEL, CERITA PASARAN, NON EYD.

 

 

Oh iya Kyungsoo sama Gyu hee ini ceritanya Series, kalo mau baca silahkan yaaa, ada di Exofanfiction juga, Just One Day + The Wedding

 

ALL OF ME

 

 

 

 

“karena kyungsoo mencintai Gyu hee dengan sepenuh hatinya, Apapun bisa berubah dari masa ke masa, namun tidak pada cinta seorang kyungsoo untuk Gyu hee,”

 

You Got my head spinning, no kidding
I can’t pin you down

 

Hidup seorang kyungsoo berubah 180 derajat ketika ia resmi menjadi kekasih Gyu hee, berubah begitu drastis karena tidak adalagi kyungsoo yang datang 30 menit sebelum bel sekolah berbunyi.

 

Kini kyungsoo akan datang disekolahnya tepat saat bel berbunyi, membuatnya berlari dari gerbang menuju kelasnya, ini semua karena dia yang setiap harinya harus menjemput pacar tercintanya itu.

 

Gyu hee sudah mengatakan pada kyungsoo untuk tidak menunggunya, Gyu hee bisa berangkat sekolah diantarkan supirnya, tetapi menurut kyungsoo selagi ia mampu melakukannya ia tidak akan mengijinkan siapapun melakukannya.

 

Meskipun setiap harinya kyungsoo yang datang pagi – pagi menyusul kekasihnya akan selalu mendapati gadisnya itu masih tertidur dalam selimut tebalnya.

 

 

“KYAAA AKU KESIANGAN” teriakan seperti itu sudah terbiasa bahkan sudah terekam sempurna diotak kyungsoo, selalu seperti ini, gyu hee akan bangun siang, mandi terburu – buru dan..

 

“BRUK”

 

Gyu hee terpeleset tali sepatunya sendiri karena ia lupa belum mengikatnya, dia terlalu sibuk dengan kegiatannya pagi itu.

 

“Gyu hee” dan kyungsoo berlari menghampiri gyu hee yang jatuh tengkurap diatas lantai marmer itu.

 

 

“gwenchana?” ucap kyungsoo khawatir melihat keadaan gadisnya itu

 

“appo” jawab gyu hee sambil memegangi lututnya dan jidatnya, kyungsoo hanya menggelengkan kepalanya, dan membantu gyu hee duduk disofa lalu mengikatkan tali sepatunya gyu hee.

 

 

“Hati – hati” ucapnya setelah menyetarakan tubuhnya dengan kekasihnya.

 

“kita kesiangan kyungsoo” jawabnya dengan muka polosnya, kyungsoo memutar kedua bola matanya, “ini bukan pertama kalinya, aku sudah mengingatkanmu untuk tidur lebih awal, gadis nakal” dan kyungsoo menyelentik dahi gyu hee.

 

 

“salah sendiri kau selalu datang dalam ingatanku, salah sendiri kau selalu membuatku merindukanmu, salah sendiri setiap malamnya kau selalu datang dalam mimpiku membuatku malas bangun saja”

 

Jika sudah mendengar pernyataan – pernyataan seperti ini, kyungsoo tidak sanggup lagi beragumen dengan gadisnya, ia tahu semua perkataan gyu hee seperti sihir yang membuat kyungsoo mematung dan wajahnya merah sempurna.

 

Gyu hee memposisikan dirinya tepat dibelakang skuter matic milik kyungsoo, dia memeluk kyungsoo yang berada didepannya.

 

Kyungsoo melirik jam ditangannya, dia sedikit terkejut karena jam menunjukan 15 menit lagi gerbang sekolahnya kan tertutup, tapi entah mengapa kyungsoo tidak mempercepat laju skuter miliknya, karena alsannya dia sangat nyaman saat gyu hee memeluknya seperti ini, dan dia tidak ingin ini semua cepat – cepat berakhir, meskipun kenyataannya kyungsoo selalu mendapatkan pelukan tangan gyu hee setiap hari, namun itu tidak bisa membuatnya berhenti dari kecanduan hangatnya pelukan gadisnya itu.

 

 

Dia pasti sudah gila, yeah gyu hee crazy and kyungsoo out of his mind.

 

 

Kyungsoo memegang erat tangan kekasihnya, ia berlari dari parkiran menuju kelasnya, ia merutuki nasibnya, kenapa kelasnya harus terletak dilantai 3, membuatnya berlari dengan tenaga ekstra saja, dia sedikit terengah ketika baru saja berada ditangga lantai tiga.

 

“kenapa berhenti kyungsoo?” ucap gyu hee, sementara gyu hee yang bersemangat berbalik dengan keadaan kyungsoo yang sedang mengatur napasnya.

 

 

Chup

 

 

Gyu hee mencium pipi kyungsoo, membuat matanya membulat sempurna.

Kau bisa bayangkan betapa lucunya raut muka kyungsoo saat ini, dengan bibir sedikit terbuka karena mengambil nafas dan pipi gembulnya yang merah, juga jangan lupakan tiap kedipan mata polosnya itu.

 

 

Kyungsoo kembali lagi pada kesadarannya, dia mengangguk dan berlari lagi bersama gadisnya, dia mendapati dirinya terpesona makin dalam dengan sosok gyu hee ketika ia melihat gyu hee, dia mempererat genggamanya.

 

======= —— ======

 

 

Seperti biasa, Gyu hee dan Kyungsoo makan bersama siang itu, dengan kyungsoo yang selalu melirik persekian detiknya kepada Gyu hee yang memakan makan siangnya dengan cara yang sama sekali tidak anggun, kalau sudah begini wajah gyu hee akan sedikit blepotan dengan sisa – sisa sambal yang masuk kedalam mulutnya.

 

Dan kyungsoo adalah orang yang paling setia membersihkan wajah kekasihnya itu dengan jari, atau tissue, kyungsoo melakukannya bukan karena ia harus, tetapi karena ia terbiasa.

 

 

Kyungsoo sangat terbiasa dengan semua kelakuan gadisnya.

 

Seperti halnya saat ini, saat ke 13 kalinya gyu hee selalu terjatuh ditempat yang sama, gyu hee bukan keledai, bukan karena keledai tidak akan jatuh dilubang yang sama dia lebih dari sekedar keledai.

 

 

“aku harus mengatakan berapa kali noona song, lantai dikoridor ini tidak rata, ada lubang disebelah sana, haruskah aku memasang garis polisi agar kau bisa mengingatnya huh?” ucap kyungsoo kesal, dia kesal bukan berarti dia marah, dia sangat khawatir kau bisa melihat luka memar dilutut gyu hee yang masih meninggalkan warna biru itu. Dia selalu terjatuh ditempat yang sama.

 

 

“Karena kau selalu melewati jalan ini kyungsoo, dan bila aku tak menginjak lantai sebelah sini maka aku tidak akan bisa berjalan berdampingan dibelakangmu, kau ingat koridor ini sempit dan aku tidak ingin berjalan dibelakangmu, aku tidak ingin kau berlari meninggalkanku, tidak”

 

Baiklah, kyungsoo kalah, dia memang selalu kalah bila gyu hee telah meluncurkan kata – kata yang berbau seperti itu.

 

“maafkan aku ya, kemarilah naik saja kepunggungku” kini kyungsoo membantu gyu hee mengaitkan lengannya pada lehernya.

 

“lain kali, jika kita harus menggunakan koridor ini aku akan selalu menggendongmu, supaya kau tau aku tidak akan lari, tidak akan pernah” kyungsoo tersenyum simpul, mencoba memberikan keyakinan atas semua kata yang ia katakan pada kekasihnya itu.

 

 

Sepulang sekolah gyu hee meminta kyungsoo menemaninya untuk membeli boneka, tetapi tidak seperti biasanya kali ini kyungsoo mengatakan tidak, walaupun pada akhirnya dia harus tetap mengangguk menuruti permintaan gadisnya itu.

 

“Gyu hee, baru saja 3 hari yang lalu kau membeli boneka melodi yang sebesar anjing chanyeol lalu saat ini kau memintaku untuk membeli boneka lagi? Tidak, boneka itu tidak berguna Gyu hee”

 

“ayolah kyungsoo, tao ge bilang ini rillakumma edisi terbatas, dan aku akan gila bila kehabisan boneka itu, temani aku yaaaa, ayolah”

 

“Gyu hee, hari ini ada test tambahan dan kita harus belajar oke, sebentar lagi ujian akhir dan berhenti bermain – main.”

 

Gyu hee melengkungkan bibirnya, “Yasudah, tidak apa – apa aku tidak memaksa kok,”

 

 

“jangan marah, ini demi kebaikan kau juga, kau harus memperbaiki nilaimu” kyungsoo mengusap surai gyu hee dengan lembut.

 

“tidak, aku marah juga tidak berguna karena kau akan terus selingkuh dengan kimia dan fisika iya ‘kan?”

 

Rasanya kyungsoo ingin sekali tertawa saat ini bila saja gyu hee sedang dalam mood yang baik, mungkin dia akan tertawa keras melebihi jongdae.

 

 

“Kau cemburu?”

 

“tidak.”

 

“Cemburu”

 

“tidak kyungsoo, aku tidak cemburu”

 

 

 

Kejadian itu terjadi saat pukul 16.00 KST dan saat ini dua jam berlalu, kali ini kyungsoo sedang serius, sangat serius dengan sebuah benda yang ada ditangannya.

 

“Apanya yang berbeda? Boneka coklat berhidung rata ini tetap berwarna coklat, hanya saja saat ini dia memakai piayama berwarna pink” ucap kyungsoo.

 

 

“yeah, karena jarang sekali rilakuma menggunakan baju pink, kau tahu kan aku sangat menyukai warna pink.” Jelas gyu hee dengan rona bahagia diwajahnya, mengabaikan tatapan datar kyungsoo.

 

 

“jadi, kenapa kau tiba – tiba memutuskan untuk mengantarkan ku, kau bilang kau sibuk ‘kan?”

 

Kyungsoo memutar otaknya, mencari alasan yang tepat saat ini, karena dia tidak mungkin dengan gambangnya mengatakan bahwa dia cemburu.

 

Dia sangat cemburu ketika Suga, teman sekelasnya yang ia ketahui dari baekhyun bahwa lelaki itu juga menyukai Gyu hee dengan ramahnya bersedia menemani gyu hee membeli boneka coklat berkepala besar itu.

 

Tidak mungkin dia mengatakan bahwa dia tidak suka saat gyu hee tersenyum senang didepan suga, mengguncangkan tangan suga karena bahagianya, dan dia tidak bisa membayangkan sikap ceroboh gyu hee terjadi didepan suga, dia membayangkan bagaimana bila gyu hee yang pendek itu tidak dapat menjangkau salah satu boneka yang dia ingini lalu tidak dapat menjaga keseimbangan badannya dan….. dan suga dengan sigapnya menangkap tubuhya sama seperti yang selalu ia lakukan.

 

BIG NO!

 

 

 

“itu, hmmm tadi aku menyelesaikan esaiku dalam waktu singkat jadi aku bisa menemanimu malam ini” ucapnya, dan dia bersyukur saat gyu hee tersenyum kearahnya sambil mengangguk, itu berati kebohongannya berhasil. Toh yang sebenarnya terjadi adalah..

 

 

Kyungsoo jam 02.30 am masih berkutat didepan buku – buku berisikan rumus – rumus itu dengan frustasinya, bersyukurlah dia karena Ryeowook songsaenim sangat menyayanginya jadi dia diberikan kelonggaran dalam mengerjakan soal itu, tetapi tetap saja besok pagi – pagi sekali dia harus mengumpulkannya.

 

 

Bukan karena kyungsoo tidak mampu mengerjakan soal itu dengan cepat, tetapi gyu hee baru saja satu jam yang lalu mematikan telponnya, gyu hee punya kebiasaan sebelum tidur dengan merajuk meminta kyungsoo menyanyi, dia sangat candu kepada suara milik kyungsoo.

 

 

“Aku bisa mati bila terus seperti ini” erangnya frustasi karena konsentrasinya sepenuhnya terpecah karena rasa kantuk yang menyerangnya.

 

 

======== ========= =========================

 

 

 

 

Karena kyungsoo hanya manusia biasa yang juga dihadiahi tuhan dengan rasa jenuh dan bosan.

Meskipun dia selalu berkata dia akan tetap mencintai Gyu hee dalam keadaan apapun.

 

Apapun meskipun gyu hee sering sekali membuatnya ingin menghatamkan kepalanya ketembok hanya karena tingkah manja gyu hee yang diluar batas, kau bisa bayangkan bagaimana sikapnya, gyu hee selalu membangunkan kyungsoo disetiap seperempat malamnya hanya karena dia takut ke toilet kamarnya sendiri, dan kyungsoo dengan mata yang sangat mengantuk mengangkat telpon kekasihnya itu, sebenarnya dia ingin sekali berkata “Bangunkan ibumu atau pembantumu, kenapa harus selalu embangunkanku huh!” tapi sayangnya kata – kata itu selalu terhenti ditenggorokan kyungsoo, dan mulutnya pasti berkata “iya, aku disini jangan takut oke” ucapnya.

 

 

Tetapi ada hal yang kyungsoo pertimbangkan saat ini, ini adalah 1 bulan sebelum ia menghadapi ujian terakhir, tetapi dia masih tidak bisa meredam semua sikap kekanak – kanakan gyu hee yang mempunyai rutinitas seperti membeli eskrim setiap harinya, atau berkunjung ditoko novel setiap hari rabu dan berkunjung ketoko boneka hari kamisnya.

 

 

Kyungsoo mulai sedikit mengeluh, dia lelah amat sangat lelah malam itu. Dia hanya ingin memeluk guling empuknya dan menyembunyikan dirinya dibawah selimut tebalnya, malam ini salju turun membuatnya enggan menapakan kakinya disini, didepan caffe A bersama gyu hee yang sibuk dengan gadgetnya.

 

 

“jadi ini yang kau maksud kau dalam keadaan genting dan.. sekarat?” ucapnya menatap datar kekasihnya, sungguh kyungsoo ingin sekali menjerit saat itu, bila itu baekhyun mungkin dia sudah menendang bokongnya karena mengganggu malam istirahat berharganya.

 

“tentu”

 

 

“yatuhan gyu hee, aku pasti sudah gila!” kini emosi kyungsoo benar – benar meluap saat itu juga.

 

“kenapa?”

 

 

“berhentilah membuang waktuku noona song! Aku lelah oke, aku butuh waktu untuk sekedar mengistirahatkan diriku dari semua kegiatanmu itu, berhenti melalakukan hal – hal konyol, dan aku menyerah, seharusnya aku berada didalam selimut super lembutku daripada disini, menemanimu menunggu idolamu itu, bisakah kau sedikit memberiku ruang? Ruang dimana aku mengistirahatkan diriku sendiri dari semua kelakuan konyolmu, bisakah kau—-“ sedikit jeda,

 

“kau menangis?” kini amarah kyungsoo tiba – tiba terbawa kepingan salju yang menghilang, digantikan oleh rasa nyeri karena melihat gyu hee menangis.

 

 

“maafkan aku, aku tidak tahu bahwa sekonyol itu aku didepanmu, maafkan aku aku juga tidak tahu bahwa selama ini kau terbebani dengan semua keinginanku, aku hanya ingin elalu menghabiskan waktu denganmu kyungsoo, aku hanya…. aku—hiks hanya terlalu merindukanmu… maafkan aku, kau bisa pergi, maaf” gyu hee berlari meninggalkan kyungsoo dan menghentikan taksi.

 

Sementara kyungsoo mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi dimenit yang lalu, tidak ada maksud untuk membuat pacarnya itu menangis, dia hanya ingin pacarnya bersikap lebih dewasa dan memahami keadaan, seharusnya kyungsoo menyampaikan dengan sedikit lembut tanpa emosi.

 

Tapi kyungsoo juga manusia yang bisa salah dalam berututr kata, dia bukan malaikat setampan apapun wajahnya, sepintar apapun otaknya dan seputih apapun kulit tubuhnya, dia bukan malaikta.

 

Maka malam itu kyungsoo tutup dengan ribuan keyakinan bahwa dia tidak salah, dia hanya ingin pergi tidur, bukan terus menerus menatap layar ponselnya berharap gyu hee menjawab pesannya.

 

 

—— ——-

 

 

Hari ini minggu, tidak seperti biasanya diminggu – minggu sebelumnya, kyungsoo pasti akan mendapati pesan – pesan atau telfon dari gyu hee yang membangunkannya dari tidur lelapnya, ini memang aneh gyu hee akan selalu terlambat bangun disetiap harinya tetapi tidak pada hari minggu, dia selalu bangun lebih awal dan datang kerumah kyungsoo dengan celana training dan baju kebesaran milik kyungsoo mengajak kekasihnya itu jogging disekitar taman.

 

 

Tapi tidak pada minggu ini, toh kyungsoo terbangun karena teriakan eommanya yang begitu nyaring ditelinganya, membangunkannya karena ini sudah menunjukan waktu 12.00 siang.

 

“yatuhan gyu hee pasti marah” setengah sadar dia mengetik pesan untuk sekedar mengajak gyu hee jalan – jalan, tetapi pesan itu kahirnya hanya tersimpan didraft karena pada menit berikutnya dia sadar bahwa gyu hee marah kepadanya, ini bukan sekedar gyu hee marah karena kyungsoo yang susah bangun.

 

Dan kini ia mendapati dirinya termenung disenja musim salju itu, ditemani dengan butiran salju diluar kaca kamarnya, ditemani susu hangat buatan tangannya, ia mulai mengulang apa yang pernah ia lakukan dengan gyu hee.

 

 

Ada sedikit rasa sesak dalam diri kyungsoo sore itu, hati dan otaknya tidak sinkron saat itu, hatinya terus menjerit memanggil nama gyu hee, hatinya merindukanya.

 

Tetapi tidak pada otak dan nalarnya yang bersikeras memaksanya untuk sedikit memberikan pelajaran pada kekasinya itu.

 

Entah darimana datangnya ingatan tentang dimana gyu hee menangis dan gyu hee berlari dalam pelukan baekhyun sahabatnya, rekaman kejadian lalu itu menohok hati kyungsoo dan membuat kerja jantungnya semakin cepat.

 

 

Dia tidak bisa membayangkan bila besok dia menjemput gyu hee dan gyu hee menolak pergi bersamanya memilih baekhyun untuk berangkat bersamanya.

 

Tidak, tidak. Itu tidak boleh terjadi.

 

Maka dengan secepat yang ia bisa dia berlari meninggalkan kamarnya dan berteriak dipintu utama rumahnya “ BU AKU KELUAR SEBENTAR”

 

“KYUNGSOO TUNGGU—-“

 

 

“AKU TIDAK AKAN LAMA BU” dan kyungsoo mulai memacu kendaraannya, membuat orang – orang disektarnya melihat kearahnya, “tidak, gyu hee itu milikku dan tidak boleh ada oranglain yang menghapus airmatanya, dia milikku mutlak”

 

 

Sampailah dia didepan rumah bernuansa modern dan terkesan mewah itu, “kyungsoo?” ucap tuan song atau ayah gyu hee ketika ia membuka kan pintu rumahnya dan menatap kyungsoo aneh dengan nafasnya yang terengah.

 

“aku ingin bertemu dengan gyu hee tuan dimana dia?”

 

“dia ada di taman belakang dan—“

 

“permisi” ucap kyungsoo membungkuk dan berlari kearah taman belakang rumah mewah itu, mendapati sosok gadis yang membuat perutnya mual, mengakibatkan kerja otak dan hatinya tidak beraturan dan membuat nafasnya hilang, oke ini berlebihan.

 

“kyungsoo? Kau..” belum sempat gyu hee meneruskan kalimatnya kini kyungsoo sudah mendekap erat tubuh gadisnya itu.

 

“maafkan aku, aku mencintaimu, maafkan aku..” ucapnya dengan nafas tidak beraturan.

 

“tapi..”

 

“aku mohon dengarkan aku, maafkan aku soal sikapku malam kemarin, aku sungguh tidak bermaksud membuatmu menangis, aku hanya…. sedikit lelah, kau tahukan aku hanya ingin menjelaskan kepadamu, aku tidak masalah dengan semua keiinginanmu kegitanmu yang memang menyita waktuku, tetapi secara tidak sadar aku melakukannya dengan biasa, seolah memang itulah takdir yang harus aku jalani, bersamamu, aku emncintaimu maafkan semua amarahku semalam oke, jangan menangis lagi, walaupun kau akan selalu cantik, tapi aku mohon jangan menangis oke”

 

 

Gyu hee kehilangan kata – katanya yang ia ingin sampaikan beberapa detik yang lalu,

 

“aku tahu kyungsoo, aku yang seharusnya meminta maaf atas semua sikap kekanak – kanakanku, seharusnya aku lebih bisa menghargai waktumu, maafkan aku, aku egois, aku hanya ingin,,”

 

“aku juga ingin terus bersamamu, kemarin, saat ini, esok, and forever more aku hanya ingin bersamamu, tidak peduli sesulit apapun itu, maafkan aku ya”

 

Gyu hee mengangguk dan kyungsoo menariknya dalam pelukannya.

 

Mereka melepaskan pelukannya itu, “aku akan terus mencintaimu, meskipun tidak akan sebesar hari esok tetapi aku akn selalu memberikan semua yang aku punya untukmu, all of me loves all of you Song gyu hee” kyungsoo merapatkan dahinya ke dahi kekasihnya, menempelkan hidung mereka, dan dari jarak sedekat ini mereka bisa menghirup aroma nafas pasangan mereka masing – masing.

 

 

“nak, aku tahu kau mencintai putriku, dan mereka bilang cinta bisa membuat kita lupa akan segalanya, tetapi bisakah kau memakai celanamu saat datang kerumahku”

 

Kyungsoo tiba – tiba membeku, dia ingin pingsan karena kepalanya terasa amat sangat pusing.

 

 

KARENA….

 

Kyungsoo lupa memakai celana panjangnya, dan dia hanya memakai boxer kuning bergambar spongebob sepanjang perjalanan rumahnya ke rumah gyu hee, mungkin ini yang menyebabkan orang – orang menatapnya aneh, dan membuat ibunya terus berteriak dan juga mendapat tatapan bingung dari tuan song.

 

 

“….. jadi apa kau cinta juga membuatmu memakai sandal ibumu kyungsoo”

 

 

Dan kyungsoo juga mendapati dirinya menggunakan sendal wanita yang dihiasi bunga – bunga disekitarnya, bila saja ini ada dilantai atas gedung pencakar langit, sudah pasti kyungsoo akan menjatuhkan dirinya daripada menahan ras malu seperti ini.

 

 

“tidak apa – apa, cause i will love you, all your perfect imperfections kyungsoo”

 

 

 

End.. bagaimana? RCL ya

 

 

 

 

14 pemikiran pada “All Of Me

  1. ugh.. ya ampun..aigoo..D.O, ckckck..
    hahahaha.. ktawa mulu baca endingx.. hyhyhy..
    gmn y… ngebayanginx..
    hyhyhy.. bagian akhirx membuat sy nda bsa nhan tawa..
    daebak… keep writing..!
    hwaiting! 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s