Jongin Appa (Chapter 1)

Jongin Appa

jongin appa

Kim Jongin // Kim Jiyu

Do Kyungsoo // Kevin

And Others

 

Twoshoot // Family, Angst

 

Pg 13

 

STORY IS MINE, DONT BE PLAGIATOR..

 

I need your RCl baby yaaa J

 

 

A//n : Hanya sebuah cerita fiksi yang terinspirasi dari sebuah film keren berjudul miracle in cell no 7, semoga kalian suka, maaf untuk alur yang pasaran atau kata yang tidak baku, tetapi cerita ini PURE ide saya sendiri, salam dari winnie,

 

 

 

WARNING : NO FEEL!

 

 

 

 

“Jongin, aku mohon jaga dia”

 

“bertahanlah,”

 

“aku mohon Jongin, aku…”

 

“Yulhee……”

 

——– JONGIN APPA ——-

 

“dia bukan APPAKU!” ucap seorang gadis remaja berusia 17 tahun mendorong seorang laki – laki berusia 40 tahun bernama Kyungsoo, seseorang yang telah ikut membantu menjaganya dari gadis yang bernama Jiyu itu.

 

“Jiyu-ya” sementara disana lelaki lain yang masih terlihat begitu tampan itupun diusianya yang ke 39tahun itupun mennagis sambil menutupi wajahnya, dia pasti sangat terpukul kehilangan anak satu – satunya itu, anak yang membuatnya berani melanjutkan hidupnya yang terlampau hancur.

 

 

“Jongin sabarlah, aku tahu Jiyu pasti kembali” kini kyungsoo memeluk sahabat karibnya itu mencoba menenangkannya.

 

“a-aku salah kyungsoo ya, a-aku salah” kini jongin makin mengutuk dirinya sendiri, dia benar – benar membenci dirinya yang tidak sempurna ini dan menyebabkan seorang Kim Jiyu harus malu mempunyai ayah sepertinya.

 

 

“jongin tenanglah” kini kyungsoo yang tadinya ingin menghibur dan menenangkan jongin saat ini ikut menangis, dia begitu mengetahui apa yang dirasakan jongin saat ini.

 

 

Jongin Appa, the one i loved.

 

 

 

“APPA!!!!!” kini gadis itu menangis sejadi – jadinya didepan gundukan tanah yang masih sangat basah, hujan lebat tak membuatnya ikut berteduh seperti yang lain dan meninggalkan pemakaman sore hari itu, dia hanya menangis sekencang – kencangnya, “APPA !!!” dia terus – menerus membenturkan kepalanya di pusara itu berkali – kali, saat ini jiwanya memang sangat terguncang, ketika dia menyadari sesuatu yang salah, ketika dia mengetahui siapa yang benar – benar mencintainya…

 

 

 

 

 

“Ayo Pulang jiyu, jongin Appamu tidak akan senang kau seperti ini, kau bisa sakit sayang” kini kyungsoo berdiri didepan gadis itu memayunginya yang sudah sangat basah karena langit juga ikut menangis bersamanya.

 

 

 

 

“tidak, appa pasti kedinginan aku ingin bersamanya paman” kini jiyu memeluk pusara itu menangis tersedu seolah dia memeluk appanya, memeluk seseorang yang selalu menjaganya sampai akhir sisa hidupnya, seseorang yang bahkan dia sakiti yang bahkan tidak sempat dia ucapkan terimakasih.

 

 

“JIYU”

 

 

 

“PERGI!”

 

 

 

—- JONGIN APPA ——–

 

 

“kau tahukan, Jongin begitu mencintaimu dia tidak akan mau melihatmu seperti ini, ayolah jiyu makanlah, jangan seperti mayat hidup” kyungsoo sudah kehabisan akal untuk berusaha membujuk jiyu yang sampai saat ini masih saja dalam posisinya, jiyu benar – benar depresi saat jongin pergi meninggalkannya untuk selamanya.

 

 

 

Kini giliran kevin, anak kyungsoo bersama Gyu hee yang berusaha membujuk Jiyu, “Paman jongin sangat menyayangimu, dia pasti akan membenci dirinya sendiri bila kau terus – terusan seperti ini jiyu”

 

Tapi jiyu masih tidak meresponnya, dia masih menangis dalam diam.

 

 

“Paman jongin mencintaimu, sangat mencintaimu”

 

 

Kini jiyu menatap kevin dengan mata berair “tidak usah sok tahu, jika dia mencintaiku dia tidak akan mati! Dia brengsek! Aku membencinya!”

 

 

 

PLAK

 

 

Satu tamparan tepat mengenai wajah cantik jiyu, “Kevin!” kini kyungsoo membentak anak laki – lakinya tu, bagaimana bisa anaknya menampar wajah Jiyu dengan kerasnya, dia tidak pernah mengajarkan anaknya untuk berbuat kasar apalagi terhadap seorang yeoja.

 

 

 

“KAU YANG BRENGSEK KIM JIYU! Oh maaf seharusnya aku memanggilmu LEE JIYU karena kau memang bukan anak kandung paman jongin! Kau seharusnya merasa beruntung mempunyai ayah angkat sepertinya, LIHAT JIYU! Lihat bahkan SEORANG PEMUDA IDIOT ITU MERELAKAN NYAWANYA DEMI KAU! SESEORANG YANG BUKAN DARAH DAGINGNYA,KAU! WANITA YANG TIDAK PERNAH TAU CARA BERTERIMAKASIH! PERGI DARI RUMAHKU DAN PULANGLAH BERSAMA LEE HYUK JAE AYAH MU YANG KAYA ITU! GO AWAY!”

 

 

Kini dengan kasarnya Kevin menarik badan jiyu dan mendorongnya keluar dari rumahnya yang selama tiga hari ini jiyu tempati.

 

“KEVIN!”

 

 

“SUDAHLAH APPA! Untuk apa kita berbuat baik kepada seseorang yang tidak tahu berbalas budi, biarkan saja toh dia lebih memilih harta daripada kasih sayang, iyakan?!”

 

 

Kini baik kyungsoo maupun kevin sama – sama emosi saat itu juga, kyungsoo yang emosi kenapa anak laik – lakinya tiba – tiba bersikap tempramental seperti ini, dan kevin ayng sangat emosi melihat kelakuan Jiyu.

 

 

“biarkan anakmu menenangkan dirinya kyungsoo, sebaiknya kita bawa jiyu masuk saja” kini Gyu hee memeluk badan jiyu dan membawanya masuk kembali kerumah sederhananya sementara dia membiarkan anak laki – lakinya pergi menenangkan dirinya.

 

 

 

Flashback….

 

 

Mungkin jongin bukanlah seorang yang kaya yang bisa membelikan apapun untuk putrinya, tapi jongin adalah satu dari sekian banyak ayah yang rela mati – matian berjuang demi membahagiakan putrinya KIM JIYU.

 

 

Mungkin jongin bukanlah lelaki normal seperti kyungsoo, mungkin beberapa waktu yang lalu dia sama seperti kyungsoo sahabatnya namun kondisinya kini tidak membuatnya berhenti mencintai gadis kecilnya itu.

 

 

Yeah, kim jongin si lelaki tampan itu mengidap penyakit keterbelakangan mental, dimana umurnya yang sudah dewasa tidak dapat berfikir layaknya manusia pada umumnya, bahkan dia saja sangat sulit menuliskan namanya sendiri, tetapi dia tidak akan pernah melupakan bagaimana cara dia menulis dan mengeja nama anaknya, KIM JIYU.

 

 

 

Jongin sangat mencintai JIYU lebih dari apapun di dunia ini, mungkin otaknya memang rusak sehingga dia menjadi orang idiot, tetapi tidak pada naluri dan hatinya, dia tetap menjadi ayah yang baik untuk putrinya, memberi makanan layak dan menjaga putrinya itu sebaik – baiknya, bahkan lebih baik dari ayah yang mempunyai otak normal.

 

 

Hari itu jongin menghitung uangnya, “Uangnya sudah cukup” dia tersenyum dan menaruh rapih uangnya, jongin bekerja sebagai kuli panggul disebuah departement strore, untung saja ada orang baik yang mempercayai dirinya, walaupun dia hanya bekerja sebagai seorang kuli dia bersyukur setidaknya dia dapat menghidupkan putrinya.

 

Sore itu jongin berlari menuju kerumahnya, senyum diwajahnya tak pernah absen dan membuatnya semakin terlihat tampan, “Appa pulang, jiyu dimana?” kini jongin membuka pintunya dan disambut oleh putri kecilnya yang berusia 6 tahun itu dengan senyuman.

 

 

“Jiyu, su-dah mandi?” ucapnya

 

“sudah, Appa hari ini kita akan pergi membeli tas Barbie’kan?” kini gadis itu melompat – lompat dan memeluk bahu ayahnya.

 

“te-ntu” jongin tersenyum manis dan mencium dahi putri kecilnya.

 

 

“tapi appa harus mandi, appa bau” gadis kecil itupun menutup hidupnya dengan tangan – tangan kecilnya, jongin pun menurut, oh god apapun yang putri kecilnya itu katakan dia akan terus menurut. Setelah selesai mandi jongin dan jiyu pun bergandengan tangan menuju halte bis karena hari ini mereka berencana untuk membeli keperluan sekolah jiyu.

 

 

 

 

 

“Appa! Lihat tas barbie itu, jiyu mau” jongin pun langsung berlari menggendong putrinya masuk dan baru saja ia ingin mengambil tas itu sayangnya tas itu terlebih dahulu dibeli oleh seseorang.

 

 

“Tasku!” kini Jiyu menangis, karena bagaimanapun dia hanya gadis kecil yang ingin mendapatkan yang ia mau, jonginpun berusaha mendapatkannya dengan cara meminta dengan sopan kepada ayah dari anak kecil lyang membeli tas itu.

 

 

Tapi apa daya, toh semua anak kecil didunia ini memang egois, mengalah bukan termasuk dalam daftar hidup mereka, jadilah saat ini Jiyu menangis tersedu dan jongin hanya menatapnya iba.

 

 

“Jangan menangis lagi sayang, maafkan Appa” kini jonginpun memeluk gadisnya yang tidak berhenti menangis meskipun jiyu sudah membeli tas lainnya, yang sama mahalnya tetapi tetap saja gadis itu masih menangis hingga larut malam.

 

 

“Jiyu……”

 

 

 

“seandainya Appa punya banyak uang, aku pasti tidak perlu menunggu waktu lama membeli tas itu, lihat sekarang aku bahkan tidak memilikinya, appa jahat! Kenapa appa tidak kaya!” kini jiyu bersembunyi dalam selimutnya, tidak ingin menatap jonginyang saat itu juga menangis, dia sangat kecewa dan menyalahkan dirinya sendiri karena dia gagal membuat putrinya tersenyum

 

 

“maafkan Appa jiyu, mungkin kalau aku bukan idiot aku bisa membahagiakan jiyu, maafkan jongin maafkan aku” kini lelaki itu menangis dalam diam, dia mungkin idiot dan bodoh tetapi dia punya hati, dia bisa merasa bahwa saat ini gadisnya begitu membencinya.

 

 

 

Maka malam itu dia putuskan untuk tidak tidur dan mencari pekerjaan yang lain guna memperbanyak uangnya, demi membahagiakan gadisnya.

 

Berhasil, jongin kini mempunyai dua pekerjaan sekaligus setiap harinya, dia bahagia karena kini bisa memenuhi apa yang putrinya inginkan tanpa menunggu waktu yang lama, dan kini Jiyu semakin tumbuh menjadi anak yang cantik juga pandai saat ini gadis itu mengnjak kelas satu SMA.

 

 

 

Pagi sekali jongin membuatkannya sarapan, dia sengaja tidak tidur hari ini karena dia tidak ingin terlambat mengantar putrinya, dia sudah mempersiapkan segala keperluan putrinya itu,

“Jiyu sudah bangun?” jiyu hanya mengangguk dan pergi ke kamar mandi bersiap – siap dengan hari pertamanya.

 

 

 

“Appa apa yang kau lakukan?” kini Jiyu menatap ayahnya yang saat ini masih mengikutinya,

 

“Mengantar jiyu,” jongin kembali memperlihatkan senyum bodohnya.

 

 

 

“Tidak perlu” bentak jiyu

 

 

“kenapa?”

 

 

 

“yatuhan Appa sebaiknya kau bekerja, aku bisa menjaga diriku sendiri, aku ini sudah besar dan jangan membuatku malu…”

 

 

“Malu….?” jongin diam dan menunggu penjelasan dari putrinya,

 

 

 

“Iya MALU! Tidak cukupkah kau membuatku malu sepanjang masa SMPku huh? Mereka terus membully ku karena aku mempunyai ayah idiot sepertimu, dan saat ini aku mohon jangan menampakan dirimu disekolahku, aku malu!”

 

 

Jongin diam, dia tidak lagi mengikuti langkah kaki kecil anaknya, dia menatap punggung anaknya yang makin menjauh “Jongin idiot, jongin membuat malu” kini ucap lirihnya itu terdengar begitu menyakitkan, dan dia mulai berbalik arah menuju tempat kerjanya saat itu.

 

 

 

 

“Ah sial! Kenapa ponsel ini semakin bodoh uh, “ kini jiyu menggerutu sebal karena ponselnya mulai rusak.

 

 

“Appa!” dia memanggil jongin yang sedang memakan mie sambil berteriak dan membuat jongin sedikit tersedak, “Uhuk, uhuk’

 

 

“ish, kau ini menjijikan sekali! Berapa usiamu sebenarnya huh, makan mie dengan ingus seperti itu, memalukan, kau tahu!” kini jiyu memberikan ayahnya minuman, tetapi sambil terus berkata – kata tidak sopan kepada jongin.

 

 

“A-adapa jiyu” kini jongin tidak lagi memakan mienya.

 

 

 

“Belikan aku ponsel baru, ponselku sudah rusak! Berikan aku uang appa” ucapnya sambil menyodorkan tangannya.

 

 

 

 

“Tapi appa belum mempunyai uang banyak, sabarlah nak akhir bulan akan appa berikan.”

 

 

 

“kau ini sudah bekerja di dua tempat tapi uangmu tidak bertambah – tambah, sebenarnya apa yang kau kerjakan sih! Oh yatuhan kenapa aku harus mempunyai ayah dengan mental seperti mu, merepotkan saja!”

 

 

 

 

 

Sakit? Tentu saja sakit, bayangkan bila putrimu yang kau sayangi, yang nyawamu pun rela kau tukar dengan kebahagiaannya terus saja mengeluh akan kekuranganmu, “Maafkan appa” kini jongin mengambil sweeater yang sudah ia jahit dimana – dimana karena rusak itupun pergi meninggalkan rumahnya.

 

 

 

 

“jongin, apa yang kau lakukan malam – malam seperti ini, bukankah kau seharusnya beristirahat?” ucap kyungsoo yang tidak sengaja melihat jongin sedang mengangkut beberapa kardus masuk kesbuah tooko.

 

 

 

“aku bekerja kyung…”

 

 

 

“yatuhan, kau sudah mempunyai dua pekerjaan tubuhmu akan sakit bila terllau terporsir seperti ini,”

 

 

“tidak apa – apa kyung, untuk jiyu” dia tersenyum menatap sahabtnya itu sementara kyungsoo hanya bisa kagum dengan apa yang dilakukan sahabatnya ini.

 

 

Jongin bukan hanya bekerja di dua atau tiga tempat dia bekerja dari pagi hari sampai malam larut demi membelikan anaknya sebuah ponsel mahal, karena kegigihannya dia berhasil memberikan anaknya ponsel mahal, tetapi lagi – lagi jiyu memang tidak pernah mengenal rasa terimakasih, ucapan sederhana itu sepertinya terlalu mahal terucap dari gadis cantik itu, dia tidak peduli dengan apa yang jongin lakukan.

 

 

 

—— Jongin APPA ——-

 

 

 

Siang itu, Joonmyun bos jongin sedang berbaik hati kepadanya, dia memberikan jongin sebuah makanan yang terhitung mahal, tetapi jongin tidak memakannya dia meminta izin kepada bosnya yang kaya itu untuk membungkus makanannya, dia teringat bahwa putrinya belum memakan sarapan pagi ini, jadi dia memutuskan untuk pergi ke sekolah putrinya, memberikan putrinya itu makanan yang ia punya.

 

 

 

 

“A-apa aku bisa bertemu dengan Kim Jiyu?” ucapnya kepada satpam sekolah jiyu.

 

 

“Maaf, anda siapa tuan?”

 

 

 

“A-aku ayahnya”

 

 

Dan satpam itupun mengerti mempersilahkan jongin masuk dan menyuruh jongin duduk disalah satu bangku yang berada disana, sambil tersenyum membawa kotak makanan jonginpun berdiri dari duduknya menghampiri putrinya yang mendekat kearahnya.

 

 

 

“Ji…” belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya jiyu malah lebih cepat menyampaikan kalimtanya kepada jongin “APA YANG KAU LAKUKAN!”

 

 

 

“a-aku hanya megantarkan bekal, kau belum sarapan, jadi—-“

 

 

 

“Berhenti membuatku malu! Aku bukan anak kecil dan aku tidak butuh makanan itu, pergilah sebelum mereka tahu kalau aku mempunyai ayah sepertimu!” jiyu dengan kejamnya melempar kotak makanan yang jongin bawa dan meninggalkan jongin dengan luka yang menganga saat itu jyga, bahkan satpam itupun tidak tega melihat kondisi jongin saat ini.

 

 

“Paman jongin!” kini kevin mendekati jongin yang sedang memunguti makanan yang tumpah diatas tanah,

 

 

“ke-vin..”

 

 

“yatuhan, kurang ajar sekali jiyu! Kau baik – baik sajakan?”

 

 

“maafkan a-ku” kini kevin menatap jongin dengan iba, dia menghentikan tangan jonginyang sedang memunguti makanannya, “paman…” ucapnya.

 

 

 

“Maafkan aku mengotori sekolah ini Tuan, a-aku akan membereskannya, maafkan aku” ucapnya sambil membungkuk kepada satpam dan kembali memunguti makanan yang tumpah itu.

 

 

“tidak perlu tuan,” ucap satpam itu.

 

 

 

“maafkan aku…” kini jongin berusaha menahan airmatanya, dia menangis karena dia menyesal dia pasti membuat putrinya malu, sungguh bukan itu yang dia harapkan, dia hanya khwatir dan ingin memberikan putrinya makanan enak ini, bukan membuat putrinya malu… bukan.

 

 

 

 

 

 

Jam menunjukan waktu 09.00 dan malam itu jiyu baru saja pulang, emosinya benar – benar memuncak hari ini, dia benar – benar kesal kepada ayahnya karena dengan beraninya ayahnya datang kesekolahnya, dia berfikir ayahnya sengaja membuatnya malu, dan menjadi bahan ejekan seperti dahulu.

 

 

 

Tetapi baru saja dia ingin memasuki rumah kecilnya, dia buru – buru mengurungkan niatnya.

 

“Dia putriku kim jongin, aku kaya dan aku dapat membahagiakannya”

 

 

“tolong, jangan ambil jiyu…”

 

 

“jongin, kau lihat kau bahkan idiot saat ini dan kau miskin…”

 

 

 

“aku menyayangi jiyu, jangan ambil dia hyuk jae,…”

 

 

 

“tidak bisa, dia putriku bersama yulheee, aku akan membawanya…”

 

 

“jangan….”

 

 

 

 

BRAK

 

 

 

Tiba – tiba pintu terbuka membuat semua orang yang berada didalam rumah kaget melihat jiyu berdiri diambang pintu dengan muka kesal.

 

 

“JADi aku bukan putri kandungmu begitu?” ucapnya sarkastik kepada jongin.

 

 

 

“ji—“

 

 

“iya bukan, akulah ayah kandungmu, ibumu membawamu kabur dariku dan berlari bersama pria ini kini kau mengetahuinya, kembalilah kepadaku anakku,”

 

 

 

“jiiyu putriku..” kini jongin memeluk jiyu posesiv, tentu saja meskipun bukan anak kandungnya tetap saja jonginah yang membesarkan jiyu.

 

 

“lepaskan!” jiyu dengan kasarnya menghempaskan tubuh jongin, sampai ia terjatuh.

 

 

 

“JANGAN PERNAH MENGAKUI AKU SEBAGAI ANAKMU LAGI DASAR IDIOT, AKU MEMBENCIMU” kiini jiyu berlari ke arah hyuk jae.

 

 

“kau lihat, jiyu sudah memilih dan terimakasih telah membesarkannya akan aku kirimkan uang yang banyak karena kau sudah menjaganya dengan baik,”

 

 

“jiyu…”

 

 

“jangan sentuh aku!” jiyu kembali lagi menghempaskan tubuh jongin.

 

 

Tetapi jongin tetap menahan jiyu, bahkan lihat saja saat ini jongin memeluk kaki kurus jiyu, berharap dan memohon bahwa anaknya itu tidak pergi meninggalkannya, tetapi jiyu dengan kasarnya lagi – lagi menghempaskan tubuh jongin.

 

 

“sudah cukup membuatku menderita, kau bukan ayahku! Ayahu tidak idiot dan miskin sepertimu, jangan ganggu aku lagi, kau dengan ayah kandungku mengatakan akan memberikanmu uang, jangan ganggu hidupku…”

 

 

 

 

“jiyu,, jangan pergi” jongin menangis sejadi – jadinya, namun tetap saja membuat jiyu tidak peduli dia bahkan masuk kedalam mobil mahal hyuk jae dan meninggalkan jongin yang masih dalam posisi bersujud disanam posisi yang tadi ia lakukan supaya jiyu tidak meninggalkannya.

 

 

 

 

“jiyu,,,,” dia menangis, dia tidak mau kehilangan jiyunya tidak mau….

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

Hey winni datang membawa cerita yang mungkin pasaranL maafin yaaaa, kalo kalian mau tau muka jongin yang idiot lihatlah miracle in cell no 7anggap saja jongin bersikap seperti itu,,, entahlah akucuma pengen bikin cerita jongin yang menjadi ayah sebaik – baiknya ayah, maaf kalo ga suka dan ga ngefeel.

 

 

Lanjut // tidak nih??

 

 

 

13 pemikiran pada “Jongin Appa (Chapter 1)

  1. Ceritanya benar-benar menyentuh banget thor.
    Aku sampai meneteskan air mata terus, mungkin klo aku jd Jongin disini aku sangat terluka dan sakit banget. Semua perjuangan yg diusahakan hanya sia-sia tapi disini aku mengetahui betapa hal yg berharga dicerita ini yaitu Kasih Sayang yg lebih untuk seorang anak walaupun bukan anak kandungnya sendiri.

    Sedih bangettt aku.. :[
    Bagus banget..

  2. waww..ceritanya menyentuh bgt ,,akk ampe nangis …
    jujur baca fic kmu akk jdi inget ayah akk ,,karna dia satu”y org tua akk yg msih ada ..hubungan akk ma ayah sngat dingin sejak dia menikah lgi ,,ktika akk baca fic kmu akk nangis karna fic kmu bikin nyesekkk…serius fic kmu keren akk suka :))
    #next ditunggu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s