This Place

Title : This Place | Author : Teleport53

Main Cast :

Oh Sehun | Choi Soora (OC)

Genre : Romance, Sad

Length : Oneshoot | Rating : G

Note : Hai hai~ aku membawakan ff oneshoot ku lagi lho! Ff ini muncul ketika lagu Jin – Gone keluar, berarti fanfic ini udah lama banget dong ? yaps, itu karena harus mengalami perbaikan yang sangat panjang. Kenapa perbaikannya lama banget ? karena aku seorang pelajar, yang harus belajar tapi nggak juga sih .-. Dan lagi – lagi ini adalah fanfic yang terpendam di hpku selama berjuta – juta tahun. Dan main castnya adalah… Sehun yey~ akhirnya. Dan mulai sekarang *jeng jeng jeng, aku akan mengeluarkan fanfic – fanfic ku yang terpendam selama ini *jeng jeng jeng. Dan POV-nya disini hanya Sehun seorang, tak ada orang lain ok ? Sampai disini saja pesan – pesan saya, wassalam. Setelah anda membaca note ini, di bawah ini akan ada tulisan warning. Pai pai. Oiya, kalau fanfic ini dibaca sambil mendengarkan lagu Jin – Gone nyambung tidak ? ah, molla. Dan satu lagi, aku tidak memakai poster dengan ff ini, karena waktu yang sangat terbatas. Ok see you~

Warning : Gaje, abal bgt, typo bertebaran dimana – mana lho!

Happy Reading~

Because, this place…

Musim semi ? ah… benar musim semi. Kau suka musim semi kan ? kau juga sangat menyukai bunga sakura kan ? kau sangat ingin berjalan di bawah pohon sakura lagi kan ? kau juga ingin sekali memakan permen kapas di bawah pohon sakura lagi kan ? lalu kau ingin sekali menikmati pemandangan gugurnya bunga sakura kan ? hahh… tidak terasa sudah 1 tahun.

Ah… aku jadi teringat saat kita berada disini. Saat kau kedinginan aku memelukmu begitu erat, dan disaat itu juga kehangatan datang kepada kita. Aku mencium keningmu, ku hirup aroma mu, ku perhatikan setiap lekuk wajahmu, ku perhatikan senyuman mu yang begitu indah terukir di wajahmu… ya, sangat indah.

Flashback On

Aku bingung… aku bingung harus melakukan apa, aku sangat gugup berada di dekatnya. Dia… dia adalah Choi Soora, yeoja yang sangat kucintai, yeoja yang telah mencuri hatiku yang beku ini hanya dengan senyumannya yang sangat indah, yeoja yang telah membuat ku jatuh cinta dengannya dalam hitung 3 detik. Dan sekarang aku sangat bingung harus melakukan apa untuk membuang rasa bosan ini, apa… aku harus menciu- Ya! Jangan berpikiran yang aneh – aneh Oh Sehun! Tapi kan, aku namjachingunya. Tapi kau juga tidak boleh lancang Oh Sehun! Aish, cukup – cuk-

“Sehun-ah…”

Suara siapa itu ? aku mencari sumber suara itu, dan ternyata adalah yeojaku. Tapi, kenapa suaranya begitu parau ? apa mungkin… ia kedinginan ? dan ternyata benar dugaanku. “Kau kedinginan kan ? kemarilah” ujarku dengan senyum yang sudah mengembang di wajahku. Ia hanya bisa mengangguk, lalu perlahan mendekat dirinya kepada ku. Perlahan aku memeluknya yang akan ku salurkan kehangatan, kucium keningnya tanda sayangku kepadanya, ku peluk ia lagi lalu ku hirup aroma tubuhnya, ku perhatihan setiap lekuk wajahnya, ku perhatikan senyumnya yang sudah mengembang indah di wajahnya… sangat indah.

Flashback Off

Apakah itu kenangan yang sangat manis atau romantic ? menurutku itu kenangan yang romantis. Setiap aku menatap wajahmu, kau selalu mempamerkan senyum mu kepada ku dengan sangat indah. Kita juga memiliki kenangan yang manis juga, apa kau ingin aku mem-flashbacknya ? mungkin harus.

Flashback On

Sekarang sudah memasukin musim panas. Mungkin akan sangat malas untuk keluar rumah, tapi aku tidak. Kau tahu ? di musim panas ini aku akan mengalami banyak kegiatan, tapi sekarang aku mempunyai janji dengan seorang yeoja yang sangat kucintai. Dan mungkin dia sudah menungguku.

Ternyata benar dugaanku, dia sudah menungguku. Aku menghampirinya yang sedang menatap sekumpulan anak kecil sambil tersenyum, yang sedang bermain di taman. Ah… aku sangat suka pemandangan ini. “Ehm, kenapa kau menatap anak kecil itu seperti itu ?” tanyaku sedikit menggodanya. Ia terkaget, lalu menatap ku dengan semburat tipis yang menghiasi wajahnya. Ah… kawaii. “ A-aniyo, a-aku hanya senang saja melihat anak kecil” jawabnya sedikit kikuk. “Jinjja ? bukannya kau ingin mempunyai anak dariku ?” godaku sambil mencondongkan tubuhku kepada dirinya. Dan see ? mukanya sudah sangat merah, seperti kepiting rebus.

“Ya! Oh Sehun!”

“Ne ne, Mianhae. Kajja” kataku sambil menarik tangannya. Ku tautkan tanganku dengan tangannya, dengan erat tentunya agar ia selalu berada disisi ku. cuacanya memang tidak dingin, tapi setidaknya aku ingin membuatnya nyaman. “Kita sampai~” kataku. Ku lihat raut wajahnya, awalnya ia bingung dengan tempat ini tapi seketika ia terkejut dengan tempat ini.

“Sehun-ah, kau masih ingat dengan tempat ini ?” tanyanya sambil menatapku. Aku membalas tatapannya itu dengan senyum yang sudah terukir di wajahku. “Tentu saja aku ingat, tidak mungkin aku lupa. Di tempat ini kita bertemu dan aku melihatmu yang sedang memakan permen kapas sampai belepotan seperti anak kecil kkk~” kataku sedikit meledeknya. Ia hanya bisa mempoutkan bibirnya, yang bertanda ia kesal. Ah… kawaii. “Ya! Sehun-ahh” rengeknya. Tak lama aku dan Soora tertawa dengan apa yang terjadi. Hahh… senyum mu, tawa mu selalu membuat ku jatuh cinta denganmu.

Flashback Off

Kkk~ menurutku itu kenangan yang sangat manis, menurut mu ? mungkin jawaban mu sama denganku. Kau tahu Soora ? Tempat ini adalah tempat pertama kali kita bertemu, tempat ini juga yang membuatku tak bisa berpaling darimu, dan tempat ini juga lah yang membuatku mencintaimu. Tempat ini adalah saksi saat cinta kita bersatu. Tempat ini juga lah yang menjadi saksi perpisahan cinta kita, untuk selamanya…

Flashback On

“Kita akan kemana Soora-ah ?”

“…”

“Ayolah chagiii… aku benar – benar ingin tahu”

“Ra-ha-si-a”

Aish, yeoja ini. Biasanya aku yang akan memberikannya kejutan tapi sekarang, dia yang memberikan ku kejutan padahal aku tidak ulang tahun. Aku hanya bisa pasrah, ia ingin membawaku entah kemana. Jika sedikit saja aku memberontak, sangat susah sekali mengembalikan moodnya. “ Kita sampai~ sekarang kau boleh buka penutup matanya” katanya begitu bersemangat.

Aku mengikuti instruksinya, perlahan ku buka penutup mata. Hal yang pertama ku lihat, adalah yeoja ku dengan senyum yang sangat ceria. Aku mengedarkan pemandanganku ke sekeliling ku, aku melihat pohon Sakura yang begitu besar dan bungannya yang berguguran karena tertimpa angin. Menambah kesan yang sangat indah di musim semi ini.

“Aaaa… kau pasti bosan yaa ? kalau kita datang kesini lagi ?” lirihnya dengan nada yang sangat kecil. Aku hanya bisa tersenyum dengan sikapnya, ku tarik pinggangnya mendekat dengan diriku. “Ani, aku tidak bosan, dan tidak akan pernah bosan. Karena tempat inilah, saksi saat cinta kita bersatu” kataku dengan senyum lembut. Ku lihat raut wajahnya, yang tadinya sedih sekarang menjadi ceria kembali seperti semula. “Kalau begitu, kita kesana yaa ?” tanyanya antusias. Aku menjawabnya dengan anggukan dan senyum yang belum luntur.

“Kajja”

Tangan ku ditarik olehnya, sedangkan aku ? hanya bisa tersenyum melihat tingkah lakunya yang seperti ini. Aku dan Soora berjalan ke tempat orang yang menjual permen kapas, tempat yang sangat disukai Soora dan sangat ditunggu – tunggu dengan dirinya. Sekarang pun, matanya sudah berbinar – binar melihat permen kapas.

“Ajhussi… aku pesan permen kapasnya 2 yaa~”

“Ne, tunggu sebentar ne ?”

Aku menjawab ajhussi itu, hanya dengan sebuah anggukan ditambah senyum yang bisa dibilang ramah. Aku menoleh ke arah kanan, yang lebih tepatnya tempatnya Soora berada. Aku melihatnya yang sedang mencari sesuatu di dalam tasnya, dengan raut wajah panik. Aku tidak tahu apa yang ia cari, yang jelas ia terlihat sangat panik. Ia menatap ku dengan raut wajah ketakutan, sedangkan aku hanya menatapnya bingung.

“Sehun-ah, gelang yang pernah kau berikan… hilang” lirihnya sambil menunduk. Awalnya aku terkejut mendengar penuturannya, tapi aku berusaha mengerti dengan apa yang terjadi. “Tidak apa – apa, aku bisa membelikan gelang yang baru” kataku lembut. Ia menggelengkan kepalanya dengan cepat, aku tidak mengerti dengan dirinya. “Aniya Sehun-ah… gelang itu sangat berharga, biarkan aku mencarinya” katanya sambil tersenyum. Ia ingin berbalik menghadap belakang, tapi ku tahan dirinya supaya ia tidak perlu repot mencarinya.

Ia menatapku dengan tatapan untuk meyakinkan diriku, sedangkan aku tetap tak mengizinkannya. “Kumohon Sehun-ah…” ucapnya dengan senyum lembut. Pada akhirnya aku luluh dengan senyumnya yang sangat indah, dan mengiyakan dirinya. Sedikit demi sedikit, ia mulai melepas genggaman ku dari tangannya. Ku lihat dirinya yang semakin lama semakin jauh, dan berjalan di jalan raya. Aku berbalik menghadap orang – orang yang sedang berjualan di sekitar taman ini, sangat lah ramai karena sekarang musim semi. Yaa semoga saja, aku akan selalu melihat bunga sakura bersama Soora.

Brukk

Aku melihat ke sekeliling, banyak orang yang berlari mendekati suara tabrakan tersebut. Aku pun ikut melihat kejadian tabrakan tersebut, walaupun aku sendiri tidak terlalu ingin tahu tapi setidaknya aku peduli dengan korban. Terasa sangat lah sesak dan sulit melewati segerombolan orang yang memadati korban, dan pada akhirnya aku berhasil melewati mereka. Aku sedikit menundukkan tubuhku untuk melihat wajah korban, dan ternyata aku… mengenali sang korban.

Sangatlah terasa, lututku tidak bisa menopang tubuh ku ini. Aku tidak bisa berkata apa – apa dengan apa yang ku lihat sekarang, aku sangatlah takut dengan apa yang ku lihat. Aku mengangkat tubuhnya yang terbaring lemas dalam pangkuanku, aku menopang kepalanya yang terasa sangat sulit untuk mendongak. Melihatnya yang terbaring dalam pangkuan ku dengan darah yang terus mengalir dari kepalanya, membuatku ingin menangis dengan keadaannya.

“Soora… Soora-ah, bertahanlah… a-aku akan panggilkan ambulance ne ?” kataku panik. Aku ingin mengambil handphone ku untuk memanggil ambulance, tapi tanganku… di genggam oleh Soora. Aku menatapnya dengan tatapan ‘kenapa ?’ dengannya, tapi ia hanya tersenyum tanpa menjawabku. “A-aku hanya ingin, b-bersama mu… disini…” lirihnya dengan senyum yang masih terukir di wajah cantiknya. “Sehun-ah… l-lihat, b-bunga sakuranya berjatuhan… indah kan ?” katanya sambil melihat keatas. Aku menatapnya dengan perasaan yang sangat sedih, dan hatiku terasa sangat sakit melihatya seperti ini. Walaupun aku tersenyum sekuat mungkin, tapi senyum ini tidak sekuat yang aku bayangkan.

“Sehun-ah… b-berjanjilah kepadaku. K-kau harus selalu tersenyum, dan juga… kau harus selalu b-bahagia… j-jika aku tiada nanti…” lirihnya dengan senyum yang terlihat dipaksakan. Aku menatapnya dengan tatapan tidak percaya, bagaimana bisa ia berbicara seperti itu kepadaku. Aku ingin menolak permintaanya itu, tapi suara ku tertahan karena telunjuknya menempel di bibirku ini. “K-kumohon, berjanjilah… untukku” lirihnya dengan tatapan memohon.

Pada akhirnya aku mengangguk menuruti permintaannya, walaupun aku tidak yakin dengan apa aku bisa melakukannya atau tidak. Karena aku sendiri sangat tidak kuat melihatnya pergi di hadapanku seperti ini, aku sangat mencintainya. “Gomawo, Sehun-ah… gomawo. Saranghae Sehun-ah… saranghae…” ucapnya dengan senyum yang sangat indah.

Aku tersenyum dengan perkataan yang ia lontarkan kepadaku, tapi senyum itu luntur seketika. Aku menatapnya dengan tatapan bingung, kenapa ia tersenyum dengan mata yang tertutup. Aku menepuk pipinya beberapa kali dengan pelan, tapi ia tak kunjung sadar.

“Soora ? Soora-ah ? bangun lah… Soora ? jangan bercanda, Soora! Kumohon jangan membuatku takut. Jawab aku Soora! Kumohon sadarlah Soora, jangan tinggalkan aku seperti ini. Itu membuatku sakit… sadarlah Soora-ah, kumohon… Saranghae Soora… saranghae…”

Flashback Off

Tes tes

Kini, air mata ini terjatuh lagi… di hamparan bunga sakura yang berguguran, aku menangis lagi setiap melihat fotomu yang tersenyum sangat indah, dan aku menangis lagi setiap melihat buku harianmu yang kau berikan kepadaku. Walaupun aku berusaha melupakan dirimu, hati ini tidak mengizinkan ku untuk melupakan mu. Aku terlalu mencintai mu, tak ada yang bisa menggantikan posisi mu di hatiku hanya kau seorang yang ada di hatiku ini.

Sekarang… tempat ini adalah tempat saat awal pertemuan kita, saat cinta kita bersatu, saat diriku dan dirimu berpisah… dan disinilah kenangan cinta kita. Walaupun kau tidak disini… aku disini, yang akan selalu mencintai mu… dan aku berdiri disini, karena aku sangat merindukan dirimu…

End~

Akhirnya selesai juga kkk~ bagaimana ? gaje kan? Aneh kan ?

Ini ff cast Sehun pertama ku, dan masih ada satu lagi ff cast Sehun dengan pembawaan genre yang fluff. Dan aku tidak tahu kenapa aku selalu suka sad ending, entahlah. Sequel ? ff ini nggak ada sequel, karena ini tentang flashback cintanya #eaaa. Ok aku sudah tidak bias mengoceh lagi~ see you~

Oiya… jangan lupa komen ok~

6 pemikiran pada “This Place

  1. itu kenapa Soora nggak mau di bawa kerumah sakit? Belum terlambat juga kan, pasti masih bisa diselamatkan… Kasian Sehun, sabar ya…

    Keep writing and fighting ya thor

  2. awalnya ku pikir mereka berpisah karna putus.. Ternyata karna soora meninggal.. Kasian sehun.. Yg sabar ya.. Pukpuk.. Eh jangan pukpuk sama sehun nanti yeollie marah *plak u.u

  3. Tisu mana tisu? Astaga. serius deh. Eh bukan, dua rius malahan. Ini ff kok nyesek yaa.. aduhh Sehun sabar ya? #hugsehun #dibantaifansramerame
    Feelnya dapet banget nih. Cuman penulisannya aja yang perlu dirapikan. Itu saranku aja ya.. ffmu bagus kok chingu ^^ mangat ya 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s