180 Degree Difference (Chapter 1)

 baekyeol

Title : 180 Degree Difference Chapter I

Author : Shin Ji Yun(신 지연)/Thomas Aly/ Thom-Thom

Pairing : Chanbaek/Baekyeol

Main Cast : Park Chanyeol and Byun Baekhyun

Other Cast : EXO member, temuin sendiri ya J

Genre : Sad, Romance, Hurt ,Yaoi, Boy x Boy

 

Happy Reading… ^.^

 

 

Byun Baekhyun adalah seorang namja malang, ia ditinggalkan oleh orangtuanya saat tabrakan beruntun yang terjadi ketika baekhyun duduk di bangku kelas 6 SD. Baekhyun adalah anak tunggal dari keluarga Byun,sebenarnya ia diajak tinggal di Jepang oleh Ahjummanya, tapi Baek menolak dan memilih hidup mandiri di Korea, sekarang ia tinggal di sebuah apartemen kecil yang ia sewa sendiri dari hasil jerihpayahnya sendiri. Namun begitu, ia adalah anak kebanggan di sekolahnya, karna dia adalah anak yang cerdas dan selalu menjuarai setiap lomba yang diikutinya, dan tidak lupa pula bahwa ia sangat jago menyanyi sambil memainkan Piano. Pokoknya Good Boy J

Berbeda dengan seorang namja yang satu ini, najma jangkung tampan ini berna Park Chanyeol, ia sangat berbanding terbalik dengan baekhyun. Ia masih memiliki orantua, dan dia adalah pewaris tunggal dari perusahan “SAMSUNG” milik keluarga Park. Namun sayangnya, chanyeol hanya hidup dalam kemegahan yang dimiliki oleh orangtuanya, dia jarag bahkan tidak pernah mendapatkan kasih saying dari orangtuanya karna mereka sangat sibuk bekerja, sehingga chanyeol menjadi anak sperting saat sekarang ini. Selalu melanggar peraturan sekolah, pindah-pindah sekolah karna masalah yang dibuatnya, tawuran/berkelahi/ gonta ganti pacar, yak pokonya bad boy !

***

            Author POV

Jalanan Seoul masih ramai karna ini adalah malam minggu. Serpti pukul 21.00 Baek pulang dari café tempat ia bekerja, dengan langkah gontainya ia menyusuri ramainya jalanan Seoul. Tiba-tiba dia mendengar sesuatu dari balik gang tepat yang ia lalui sekarang

“Kalau lo masih mengganggu pacar gue lagi, gue gak segan-segan bakal bunuh lo”Bentak si namja berbadan kekar beotot layaknya seorang bodyguard

“Gue kan udah bilang, gue gak pernah gangguin cewek lo, melainkan cewek lo aja tuh kegenitan deketin gue”Ujar pria yang satunya lagi yang sedang terkapar di disudut gang

Bugkgh… Bught…

“Apa lo bilang ? “ ujar namja kekar berotot tadi sambil melontarkan beberapa pukulan mendarat pada tubuh namja yang sudah tergelak tak berdaya itu

“Pokoknya, kalau lo masih gangguin cewek gue, lo bakal segera menemui ajal lo!” Ancam si namja kekar tadi. Namja kekar tadi dan rombongannya meninggal si namja yang sudah tergeletak bak ayam abis dibantai.

Bugh…plaaakk…. Ouk..

Tendangan, pukulan ia dapati dari gerombolan namja kekar tadi sebelum ia pergi meninggalkannamja malang tadi.

Dari balik pohon besar diperhatikan oleh baek dari tadi, ia ingin sekali membantu namja malang tadi, tapi rasa takut juga menghampirinya dan “Tolong … enggak.. tolong…enggak..” ujarnya ragu.

Bough….

Namja malang tadi jatuh setelah mencoba berdiri, dan entah mendapat keberanian dari mana, baekhyun langsung berlari menghampiri namja tadi dan membantunya berdiri.

“Kau tidak apa-apa?” ucar Baekhyun cemas sambil membantu namja itu beridiri

“Ouwh”Keluh si namja malang tadi ketika baekhyun tak sengaja memegang luka lebam di wajah tampan namja malang itu.

“Maaf !” ujar baekhyun lagi

“Aku tidak apa-apa, aku sudah biasa kok”Ujar namja malang tadi

Baekhyun tidak sengaja memegang lengan namja tadi yang ..

“Da dar darah” ujar baekhyun dan tanpa disadari penglihatan baekhyun langsung memudar dan semuanya berubahnya hitam.

***

“Ungh…” Baekhyun memngucek matanya setelah siuman dari pingsannya.”Kenapa kamarku seperti ini ? banyak alat elektronik dan furniture disini ?”;irih baekhyun yang merasa aneh dengan ruangan ini.

“Kau sudah bangun ?”ujar seorang namja yang ia tolong tadi, namja itu masuk dan berjalan kea rah baekhyun sambil membawa sebuah napan yang berisi semangkuk bubur yang masih panas (karena masih berasap-asap)  dan segelas susu segar.

“Di dimana aku sekarang ?” ujar baekhyun sambil mencoba bangkit dari tidurnya.

“Kau sekarang di rumahku, epatnya di kamarku”ucap namja malang itu, sambil meletakkan nampan yang ia bawa di atas meja disamping ranjang tersebut.

“Kenapa aku bsa disini ?” Tanya baekhyu lirih

”Tadi kau pingsan setelah melihat darah di tanganku setelah kau mencoba menolongku tadi”jelas namja itu

“Owh, mmm mmma mafkan aku ne, Aku phobia terhadap darah dan sekali lagi maafkan aku karna telah merepotkanmu dan Gomwo J” baekhyun mulai menatap namja itu yang tengah duduk menghadapnya di ranjang yang sama dengannya.

“Ne taka pa-apa, apa sekarang kau baik-baik saja ?”Tanya namja itu

“Sepertinya begitu”Ujar baekhyun

Aku Chanyeol, Ne Park Chanyeol” ujar namja itu sambil mengulurkan tangannya

“Akhh ne , Baekhyun, Byun Baekhyun imnida”ujar baekhyun dan membalas uluran tangan chanyeol.

1 menit…

2 menit..

3 menit…

Hening, sunyi begitulah, kedua tangan namja tadi masih bertautan.

“Sungguh manisnya namja ini, padahal dia kan seorang namja, tapi aku mersakan aku telah jatuh cinta padany”Ujar batin chanyeol.

“Ternyata namja ini tampan juga,” ujar batin baekyun. Dan tiba-tiba baekhyun tersadar dan langsung menarik tangannya.

“Hmhrmm…” dehem baekhyun. Chanyeol pun lagsung kikuk karna salting sama baekhyun yang baru dikenalnya itu,

Drrttt… Drrrtt… Gadget chanyeo bergetar dan ia langsung mengambil gadgetnya yang terletak diatas meja di samping baekhyun.

“Halo.. Ne,… Oh begitu.. ok aku segera kesana… Ne…”Chanyeol menutup gadgetnya dan kembali menuju baekhyun yang sedang menyantap bubur tadi.

“Mmm seprtinya aku harus pergi, karna ada urusan penting, kau tidur saja dulu sekerang sudah larut malam, besok akan ku antar kau pulang”ujar chanyeol pamit pada baekhyun

Awalnya baekhyun menolak karna tidak enak sama chanyeol dan terlalu merepotkan chanyeol nantinya, tapi tak mungkin juga ia pulang tengah malam begini.

“Ne, baiklah” ujar baekhyun. Chanyeol pun langsung berjalan meninggalkan baekhyun yang masih menyantap buburnya tadi. Chanyeol menyambar sebuah jaket kulit dan keluar sambil menutup pintunya rapat.

Setelah beberapa saat kepergian chanyeol, baekhyunpun mengedarkan penglihatannya menatap satu per satu apapun yang ada dalam ruangan ini. “What”ucap baekhyun. Matnya focus dantak berkedip menatap sebuah photo raksasa yang tergantung indah di dinding sebelah timur, baekhyun menghampiri photo itu “Benar-benar keluarga yang harmonis” ujar baekhyun lirih. Setelah itu ia kembali ke ranjang tadi dan mulai tertidur karna kelelahan.

***

“Unghh…”Baekhyun mengusap pelan matanya, diapun bangun lalu…

“kau sudah bangun ?”ujar chanyeol yang tengah berjalan kearah baekhyun. Chanyeol yang terlihat baru selesai mandi dengan menggunak kain handuk yang hanya menutupi pinggangnya sampai lutut saja dan rambutnya yang berwarna merah itu masih terlihat basah. Dadanya bidang, Perutnya sixpack dan ternyata dia juga lumayan tampan yang membuat siapa pun terpesona melihat keindahan seorang Par Chanyeol ini. Pikiran baekhyun melayang, ia terngiang akan ucapan namja kekar yang mengancam chanyeol tadi malam “Kalau lo masih mengganggu pacar gue lagi, gue gak segan-segan bakal bunuh lo” ucapan itu masuk akal sih, karna kan chanyeol tampan, kaya jadi so pasti banyak cewek yang pasti udah klepek-klepek kalo liat chanyeol.

“Aww…” lirih baekhyun karna chanyeol mencubit pipinya yang putih bersih itu.

“A apa yang kau lakukan eoh ?”Ujar baekhyun sedikit kesal karna chanyeol telah mencubit pipinya

“Siapa suruh kau melamun !, “ jawab chanyeol

“Aku tidak melamun “ Bela baekhyun

“Ya sudah, sekarang apa kau sudah baik-baik saja ?” Tanya chanyeol

“Ne, seperti apa yang kau lihat sekarang!”ujar baekhyun

“Ya, sekarang cepat mandi, aku sudah membelikanmu baju untuk kau pakai “ ucajr chanyeol meninggalkan baekhyun

“Oh ne, gomawo chanyeol”Ujar baekhyun. Ia langsung berjalan menuju kamar mandi yang sangat besar dari kamar mandi miliknya, setelah mandi dia keluar dan tampak seorang park chanyeol yang tengah berpakaian casual,

“Itu bajumu di atas kasur” ujar chanyeol sambil menunjuk bungkusan berwarna coklat di atas ranjangnya.

“Ne Gomawo” ujar baekhyun.

Setelah memakai baju yang ternyata cocok sekali dengan tubuhnya, chanyeol mengajak baekhyun turun kelantai satu dan sarapan bersama. Suasana makan pun hanya terdengar lantunan sendok dengan piring yang bertarung, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari kedua belahpihak.

Setelah selesai makan chanyeol langsung menyuruh baekhyun agar masuk ke mobil sport putih miliknya, dan baekhyun menurutinya. Sepajang perjala menuju rumah baekhyun, suasana masih sama ‘HENING’ yang ada Cuma bunyi klakson, bunyi mesin mobil, yah itu saja. Sepanjang jalan baekhyun hanya melirik kearah luar melalu jendela mobil yang terbuka.

“Di sini saja!”perintah baekhyun. Sontak chanyeol langsung mngerem mobilnya.

“Dimana rumahmu ?” ujar chanyeol penasaran.

“Aku tinggal di dalam gang ini, oh ya terima kasih untuk semuanya ne !” ujar baekhyun sambil keluar dari mobil mewah milik chanyeol.

“Ne, hati-hati ne, jaga dirimu baik-baik dan jangan sampai kau lelah” ujar chanyeol panjang lebar yang membuat baekhyun tercengang mendengarnya. “Begitu perhatiankah kau padaku, padaku namja yang baru kau kenal beberapa jam lalu”Ujar batin baekhyun.

“Ne gomawo chanyeol, Annyeong” baekhyunpun melangkahkan kaki mungilnya meninggalkan chanyeol dngan mobil mewahnya.

Chanyeol hanya menatap kepergian baekhyun sampai dia menghilang dari padangannya. Entah apa yang dirasakan oleh chanyeol, saat dia bersama baekhyun, chanyeol merasa nyama dan ada gejolak-gejolak aneh di dalam dadanya ini. Tapi dia baru mengenal baekhyun dalam beberapa waktu yang cukup singkat. Akirnya chanyeol melajukan molilnya meninggal gang aprtemennya baekhyun.

***

Baekhyun POV

Baekhyun membuka pintu apatemenya dan langsung menghempaskan tubuh mungilnya di ats kasur yang sudah lusuh itu. Ia langsung kepikiran dengan chnayeol. Ya, dia adalah namja yang baru dikenal secara singkat oleh baekhyun secara tak sengaja.

“Hari ini adalah hari minggu, daripada gak ada kerjaan mending aku pergi kerja dan mintambahn shift ke Suho hyung!” ujar baekhyun sambil kermas dan langsungpergi meninggalkan apartemen mininya menuju halte bus.

***

Baekhyun POV

Triiiitt….triiiiiiiiiiiiii…tttt…  Begitulah bunyi bel yang menandakan jam pelajar hari ini akan dimulai. Aku langsung duduk di bangku ku yang terletak nomor dua dari depan.

“Selamat pagi! “ujar Lay Songsaengnim yang merupakan guru Biologi.

“Pagi” jawab semua siswa serentak.

“Baiklah pagi ini kalian ada teman baru, Silahkan masuk chanyeol”Ujar lay songsaenim

What chanyeol ? kenapa dia pindah ke sekolah ini ? jangan-jangan.. akhh…”Pikir baekhyun.

Tinggi dan tampan, namja itu masuk ke dalam kelas dengan gaya angkuhnya.

“ne, Silahkan perkenalkan dirimu chanyeol!”ujar Lay songsaengnim

“Ne, Perkenalkan Chanyeol, Park chanyeol imnida, aku pindahan dari SMA Bakti ,” ujar chanyeol

“Silahkan duduk,..” ucapan Lay sonsaengnim terputus seraya melihat kearah murid-muridnya semua untuk memastikan bangku kosong yang ditempati oleh murid baru ini.

“Baekhyun!”panggil Lay songsaengnim

“Ne Songsangnim” jawab baekhyun

“Apakah bangku disampinmu kosong tuan byun ?” Tanya Lay songsangnim memastikan

“Ne Singsaengnim” balas baekhyun

“”Nah chanyeol, sekarang bisa duduk di bangku disamping tuang byun itu” ujar Lay songsaeng nim sambil menunjuk kearah bakhyun

“Ne, Songsaengnim.” Ujar chanyeol dan langsung menuju ketempat tujuannya, yaitu bangku disampin baekhyun, namja yang mulai dia sukai.

“Ternayata kalau jodoh gak bakalan kemana!” sindir chanyeol, sementara baekhyun yang mendengarkan ucapan chanyeol tadi hanya bisa salting dan sudah pasti kalo wajahnya sudah merah semerah tomat.

“Kau tambah manis dan cantik saja”Ujar chanyeol membuka pembicaraan dengan teman sebagku barunya itu.

“…” baekhyun tak mampu berkutik dan dia hanya memfokuskan pandangannya ke papa tulis melihat lay songsaengnim yang sedang menerangkan pelajaran. Sesekali chanyeol tertangkap basah sedang memperhatikan baekhyun oleh baekhyun itu sendiri.

***

Next Chapter Coming Soon !

Don’t forget to RCL Ok 🙂

Lanjut apa enggak nih readers ?? Tolong comment dan review ya, kalo bisa kasih author kritik dan saran di FF ini, OK !

 

 

Iklan

13 pemikiran pada “180 Degree Difference (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s