Complicated Engagement (Chapter 2)

Cover - Comp Engage 2

Tittle : Complicated Engagement

Author : misskangen

Main Cast :

Park Chanyeol (EXO)

Kim Hyun Joo (OC/You)

Support Cast :

Jung Soo Jung (f(x))

Byun Baekhyun (EXO)

Kim Hyun Rae (OC)

Shin Hye Jin (OC)

Length : Chapters

Genre : Romance, Family, Comedy

Rate : General

Disclaimer : Cerita ini adalah fiktif dan merupakan karya milik penulis yang sebelumnya pernah di-posting di blog pribadi dan telah mengalami perubahan seperlunya sesuai kebutuhan untuk kesesuaian cast dan alur.

Summary : Cerita klasik mengenai perjodohan, tetapi memiliki warna tersendiri untuk setiap kisah. Hyun Joo yang mengetahui dijodohkan dengan anak Chaebol, Park Chanyeol, berusaha sekuat tenaga untuk menggagalkan perjodohan dengan cara-cara di luar nalar. Sementara Chanyeol merasa tertarik untuk mengikuti semua permainan Hyun Joo hingga membawa mereka pada situasi yang tak terduga.

 

HAPPY READING…

 

Chapter 2

Hyun Joo terkejut mendapati seorang pria yang berdiri dihadapannya, dan dirumahnya sendiri. Hyun Joo membelalakkan matanya, dan hanya bisa terdiam. Benar-benar bingung, tak tahu ingin berkata apa.

 

Chanyeol POV

Disinilah aku sekarang, di rumah Kim Ahjussi yang mengundangku makan siang. Akhirnya aku akan bertemu lagi dengannya, Kim Hyun Joo yang asli. Setelah sebelumnya dia sukses mengelabuiku dengan mengirim temannya untuk menemuiku di Restoran tempo hari. Lihat saja nona Kim, kau sudah berani mempermainkan seorang Park Chanyeol, lihat saja apa yang bisa kulakukan untuk membalasmu.

 

Flashback

“Hyun Joo-ssi, mengapa kau disini? Apa tidak ada yang mengantarkanmu pulang??” tanyaku padanya ketika ia berhasil menghentikan mobilku di jalan dan kulihat dia bersama seorang gadis lain yang sepertinya pernah kulihat. Oh iya, gadis itu yang kulihat di depan toilet bersama gadis yang kutolong karena terpeleset, tapi kemana yang satu lagi itu ya… Apa mereka teman-temannya Kim Hyun Joo, yang ikut mengawasi pertemuan pertama kami?

 

Anhi, ada sesuatu yang penting yang ingin kukatakan padamu,” mendengar kalimatnya aku pun keluar dari mobil dan mendengar semua ceritanya.

 

Mwo??? Jadi kau bukan Kim Hyun Joo, dan kau hanya seorang teman yang diminta untuk menemuiku dengan segala tipu daya sehingga aku akan membatalkan perjodohan ini??” aku melihatnya mengangguk merasa bersalah.

 

“Kim Hyun Joo yang asli adalah orang yang kau tolong di depan toilet tadi,” tambah gadis yang berdiri di sebelahnya. “Kami benar-benar minta maaf, kami tak sanggup menolak permintaannya untuk melakukan ini karena kami sangat menyayanginya. Mohon jangan salahkan dia, karena perjodohan ini membuatnya susah dan terpojok,” kali ini ia memohon dengan raut wajah sungguh-sungguh.

“Ya sudahlah, tak usah dilanjutkan lagi. Aku tak menyalahkan kalian, Kim Hyun Joo sangat beruntung memiliki teman seperti kalian berdua,” ini pertama kalinya aku merasa iri dengan seseorang yang baru akan kukenal, dia memiliki sesuatu yang tak kumiliki, kasih sayang dari sahabat-sahabatnya.

Flashback End

 

Akhirnya sang pelaku utama datang juga. Dia pasti tidak tahu apa yang sedang menunggunya di rumah. Aku pun berdiri seakan menyambutnya, begitu ia sampai di hadapanku aku langsung saja menyapanya.

Annyeong, Hyun Joo-ssi,” aku menatapnya sambil memberikan senyuman mautku, seketika itu juga kulihat dia hanya terdiam, berdiri terpaku, lebih tepatnya dia pasti shock melihat kehadiranku.

Walaupun melihatku dengan ekspresi seperti itu, aku akui dia adalah gadis yang cantik, memiliki kening dan mata yang indah. Aku jadi penasaran bagaimana jika dia sedang tersenyum. Aissh, apa sih yang sedang aku pikirkan, jangan lupa dia itu orang yang sudah membohongiku dan saat ini aku harus fokus untuk membalas keisengannya yang cukup kelewatan tempo hari.

Chanyeol POV End

 

Hyun Joo terlihat sangat terkejut mendapati sang calon tunangan berdiri di depannya, padahal tadinya ia berpikir bahwa perjodohan itu akan batal dengan sendirinya. Kenyataannya sekarang ia begitu shock dengan apa yang ada di hadapannya saat ini.

“Ini pasti mimpi. Yah, aku yakin ini mimpi,” Hyun Joo mencoba meyakinkan dirinya sendiri di dalam hati.

 

Chanyeol POV

A…a…annyeong, Chanyeol-ssi,” akhirnya dia bersuara juga, aku kira dia sudah mati berdiri. Dia hanya tersenyum kecut menanggapi keadaan ini, itu adalah senyuman pertama yang kulihat darinya, walau senyum itu terpaksa tapi tetap kulihat keindahan di wajahnya. Lagi lagi, apa sih yang sedang kupikirkan, gadis itu bahkan tak mencoba tebar pesona sekarang, mengapa aku seperti terpesona begitu. Gawat!!! Aku tidak boleh mengalami love at first sight!!!

 

“Wah.. sepertinya kalian masih malu-malu untuk menunjukkan kedekatan kalian,” celetuk suara gadis yang memperkenalkan dirinya bernama Hyun Rae, kakak Hyun Joo.

“Seharusnya tidak perlu malu, karena hanya ada keluarga disini,” kali ini aku mendengar ibu Hyun Joo yang diikuti suara tawa tertahan dari Hyun Rae dan ayahnya. Sepertinya mereka keluarga yang sangat kompak, bahkan untuk menggoda satu sama lain. Ku rasa pasti akan menyenangkan bila berada di tengah-tengah mereka.

 

Eomma, Eonni, apa maksud kalian bicara seperti itu. Aku sama sekali tak—“

 

“Ah..Maksudnya kami sudah merasa cukup dekat sejak pertemuan pertama,” aku langsung memotong perkataan Hyun Joo, takut dia mengatakan sesuatu yang bisa menggagalkan rencana pembalasanku. Mendengar ucapanku dia balik menatapku seakan berkata ‘apa maksudmu hah???’ Saat itu aku melihat raut lucu di wajahnya, walaupun aku tahu saat ini dia sedang kesal, tapi aku cukup terhibur dengan keadaan ini.

 

“Uhh so sweet…..” kakak dan Eommanya benar-benar kompak.

“Ya sudah..mari kita makan siang,” ajak Kim Ahjussi.

 

Selama acara keluarga ini berlangsung, entah kenapa aku merasakan satu kesan yang mendalam. Kesan yang tidak pernah aku dapat selama ini, yaitu kehangatan keluarga. Aku merasa seperti telah kenal lama dengan keluarga ini, seolah aku telah lama menjadi bagian dari keluarga ini. Aku melirik Hyun Joo yang sedari tadi memasang tampang cemberut karena berulang-ulang digoda oleh ibu dan kakaknya. Sepertinya Hyun Joo tak bisa membalas olokan mereka karena sudah terlanjur terpojok dengan kehadiranku disini. Aku jadi berpikir, Hyun Joo pasti diam-diam telah merencanakan kekacauan di pertemuan pertama tempo hari tanpa diketahui oleh keluarganya. Kim Hyun Joo, kau sungguh gadis yang berani bahkan nekat.

Chanyeol POV End

 

****

 

Ahjussi, terima kasih atas undangan makan malamnya. Aku sangat terkesan” Chanyeol membungkuk kepada kedua orang tua Hyun Joo sebelum pamit pulang.

 

“Ah, kau tidak perlu sungkan. Sebentar lagi kau jadi menantuku dan kitapun akan jadi satu keluarga. Lebih baik kau panggil aku Abeonim dan memanggil istriku dengan sebutanEomonim. Bukankah mengakrabkan diri mulai dari sekarang sangat tepat?” Hyun Joo mengalihkan pandangannya kepada sang ayah, menatap tak percaya dengan pernyataan yang baru saja diutarakan ayahnya.

 

Ne.. tentu saja,Abeonim. Kalau begitu aku pamit, aku harus kembali ke kantor” Chanyeol memamerkan lesung pipinya yang mempesona.

“Hati-hati di jalan. Hyun Joo ayo kau antarkan Chanyeol sampai ke mobilnya” perintah ibunya.

 

Ne…” jawab Hyun Joo malas. Mau tak mau Hyun Joo berjalan mengikuti Chanyeol menuju mobilnya yang diparkir di depan rumah. Hyun Joo merasakan tatapan tiga orang di belakang punggungnya, yang masih setia mengawasi setiap gerak-geriknya.

 

Begitu sampai di mobil, Chanyeol langsung masuk ke mobilnya tanpa basa-basi pada Hyun Joo. Tanpa disangka-sangka Hyun Joo nekat ikut masuk ke dalam mobil Chanyeol, duduk disebelahnya di bangku penumpang bagian depan.

 

Hyun Joo POV

“Chanyeol-ssi, apa maksudmu bersikap seperti itu di depan keluargaku?” aku langsung mencecarnya dengan pertanyaanku begitu sampai dalam mobilnya, bahkan dia belum sempat memasang seatbelt ataupun men-starter mobilnya. Pria satu ini benar-benar menghancurkan mood ku hari ini.

 

“Maksud??? Anggap saja sekarang skor kita 1-1. Bukankah kemarin kau sudah berhasil menipuku dengan mengirimkan temanmu yang aneh itu untuk menemuiku?” dia menjawab dengan santai sambil menyetir meninggalkan halaman rumah. Awalnya aku tak sadar kalau mobilnya sudah berjalan ke luar gerbang rumah, tapi aku mengabaikannya. Aku lebih mementingkan rasa penasaranku padanya.

“jadi kau tau aku sudah membohongimu?? Siapa yang memberitahumu, apakah Soo Jung dan Hye Jin??” aku jadi penasaran tapi yang ditanya hanya tersenyum. Ganteng sih..tapi tetap saja, menyebalkan!!!

 

 

Kami sampai di tepi sungai Han, dan diapun menghentikan laju mobil sebelum tercebur ke sungai, aku pun mengikutinya keluar dari mobil dan duduk di satu bangku terdekat. Aku duduk dengan menjaga jarak, dan tetap memasang muka sebal. Aku menunggunya mengatakan sesuatu, tetapi dia tetap diam seribu bahasa hanya menikmati pemandangan di depannya.

 

“Yak! Kenapa kau diam saja?? Kau akan membatalkan perjodohan ini kan?” aku mulai menayainya.

“Tidak!! Aku tidak akan membatalkan perjodohan ini. Lagi pula yang menetapkan perjodohan ini kan orang tua kita, aku sama sekali tak punya kuasa untuk membatalkannya. Justru aku merasa ini akan jadi suatu situasi yang menarik, karena kau yang lebih dulu memulai permainan ini dan aku tertarik untuk terus melanjutkannya” terangnya yang membuatku semakin terpojok.

“Permainan katamu? Permainan apa, aku hanya berusaha agar tidak menikah denganmu. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidupku nantinya bersama orang sepertimu,” semburku begitu saja.

Jinja?? Memangnya kau tidak tahu, aku ini type suami idaman wanita seluruh Korea. Aku tinggi, tampan, dan kaya. Aku yakin tidak akan ada wanita yang menolakku,” dia percaya diri sekali

“Cih, kalau begitu aku akan jadi wanita pertama yang menolakmu karena kau sama sekali bukan type-ku,” kali ini aku berbicara cukup skeptis, haha!!

 

“Oh ya?? Kita lihat saja nanti bagaimana akhirnya” nada bicaranya sedikit mengejek.

“Yahhh kita lihat saja nanti…” lanjutku sembari mengangkat dagu memperlihatkan gaya arogan yang sepertinya gagal total karena kulihat dia tertawa. Satu kalimat, dia tampan sekali!!!

Hyun Joo POV End

 

****

 

Mobil Chanyeol berhenti di depan rumah Hyun Joo. Chanyeol mengantarkan Hyun Joo kembali ke rumah setelah Hyun Joo sengaja masuk ke mobil Chanyeol untuk menginterogasinya panjang lebar. “kau beruntung hari ini mood ku sedang bagus sehingga aku bersedia mengantarkanmu kembali ke rumah padahal kau sudah membuang waktuku yang sangat berharga hanya untuk perdebatan tak penting.”

Whatever!! Masa bodoh dengan waktu berhargamu itu. Aku kan tidak minta diantar, tadi aku sudah hampir naik taksi. Justru kau yang memaksaku untuk diantar olehmu, Chanyeol-ssi,” balas Hyun Joo.

 

“Kalau aku membiarkanmu naik taksi, orang tuamu pasti akan curiga. Bisa-bisa aku dianggap sebagai calon menantu yang tidak kompeten,” kata Chanyeol penuh percaya diri.

Hyun Joo mendesis, terperangah dengan perkataan Chanyeol. “Itu sih bukan urusanku!!” kata Hyun Joo sambil membuka pintu mobil. Meninggalkan Chanyeol dalam mobilnya dan masuk ke rumah dengan wajah cemberut.

 

****

 

Soo Jung POV

Gubrak!!!

Aku kaget setengah mati sampai menumpahkan minumanku, Hye Jin sampai tersedak juga karena terkejut akibat ada orang yang sengaja menggebrak meja kantin tempat kami duduk sekarang. Aku melihat sekeliling, dan semua pandangan tertuju kepada kami. Tapi bagi kami pandangan semua orang tidak ada artinya dibanding gadis yang sedang berdiri dihadapan kami dengan tatapan membunuhnya. Ini adalah saat yang sudah kami tebak bakalan datang menghampiri, hari dimana kami akan diadili karena tindakan kami menjadi pengkhianat bagi sahabat kami sendiri.

 

“Kalian benar-benar tega!!! Aku tak menyangka kalian melakukan ini terhadapku. Karena kalian kini hidupku berada di ujung tanduk.” Dia mulai mengeluarkan unek-unek kekecewaannya kepadaku dan Hye Jin.

“Bukan maksud kami ingin berkhianat, tapi kami hanya ingin yang terbaik untukmu. Masa sih kau ingin menyia-nyiakan pria seperti Park Chanyeol. Dia adalah pria paling sempurna yang pernah ku temui,” Hye Jin pun mencoba menjelaskan.

“Jadi ternyata kau yang sudah jatuh cinta padanya, Hye Jin,” Hyun Joo tetap saja sewot.

Ah Ahniya… aku tak jatuh cinta, hanya saja menurutku dia masih jauh lebih baik daripada pria yang kau tunggu padahal tidak ada kejelasan kapan ia akan kembali ke Korea,” Hye Jin masih membela diri.

“Ne, benar kata Hye Jin. Daripada kau makan hati menunggu Pengacara Byun kembali, yang notabene masih belum ada kejelasan hubunganmu dengannya, bukankah lebih baik kau mencoba memulai hubungan baik dengan tuan muda Park,” aku turut menimpali kata-kata Hye Jin.

“Kalian ini sahabatku bukan sih!! Asal kalian tahu saja, kalian sudah mengumpankan aku ke Hiu!!,” sahut Hyun Joo dan berlalu pergi. Dia kelihatan sangat kecewa kepada kami yang membuat kami semakin merasa bersalah. Hingga seminggu kemudian, kami masih belum bisa menghubunginya. Hyun Joo masih sangat marah sampai tak sudi menemui kami.

Soo Jung POV End

 

****

 

Drrrt…. drrrtt…. Ponsel Hyun Joo yang sejak tadi di silent nya bergetar. Hyun Joo yang sedang tidur siang masih ogah-ogahan mengambil ponselnya yang terletak di nakas sebelah tempat tidurnya.

Dengan mata yang setengah terbuka Hyun Joo memaksakan diri membaca pesan yang baru saja masuk.

 

From : 010-0704-xxxx

Hei, Nona Kim. Ini aku Park Chanyeol, calon suamimu ^^. Malam ini aku mengundangmu datang ke Empire Hotel di pusat kota Seoul. Temui aku di Casino lantai 17. Kau harus datang ya!!!

 

Mwo??!!!” mata Hyun Joo langsung membelalak mendapati isi pesan beserta pengirimnya. Beberapa detik kemudian masuk pesan yang lainnya.

 

From : 010-0704-xxxx

Akan ada banyak kesenangan nantinya, itupun kalau kau bisa menikmatinya. Oh.. aku lupa kalau kau cuma seorang gadis manja, mana mungkin bisa mengerti tempat seperti itu kekeke…

 

“Apa-apaan pria satu ini?? Berani sekali mengataiku anak manja. Dasar pria sok tahu!!!” omel Hyun Joo, berbicara sendirian.

 

Lalu masuk lagi satu pesan, dari nomor yang sama. Hyun Joo semakin emosi dibuatnya.

 

From : 010-0704-xxxx

Aku yakin kau pasti berpikir ribuan kali untuk datang. Anggap saja ini tantangan dariku untukmu. Bukankah skor kita masih sama kuat, 1-1. Nanti kita lihat siapa yang bisa unggul lebih dulu…

 

“Oh… jadi dia menantangku!!! Park Chanyeol, kau sudah menggali kuburanmu sendiri. Lihat saja nanti aku akan membuatmu KO!!” kata Hyun Joo begitu bersemangat.

 

Di lain tempat, Park Chanyeol terlihat senyum-senyum sendiri. Pria itu masih terheran-heran dengan dirinya sendiri yang tiba-tiba saja merencanakan suatu hal untuk menjahili Kim Hyun Joo, calon istrinya.

 

Entah apa yang ada di pikirannya saat itu, hingga menghasilkan ide yang aneh hanya untuk membuat seseorang merasa kesal dan jengah. Padahal sebelumnya hanya ada pekerjaan dan pekerjaan yang ada dalam pikirannya bahkan untuk memikirkan mencari hiburan tersendiri yang menyenangkan untuknya pun sepertinya dia tak punya waktu.

 

“Baiklah nona Kim, aku ingin lihat bagaimana anak manja sepertimu akan menangis di tengah suasana yang sangat asing bagimu. Apa yang akan kau lakukan untuk tetap menjaga harga dirimu hmmm… pasti akan menarik,” kata Chanyeol sambil merapikan dokumen di atas meja kerjanya.

 

Sepertinya kehadiran Kim Hyun Joo dalam hidupnya telah mampu merubah banyak hal….

 

Hyun Joo POV

Sebenarnya aku malas sekali datang kesini, tapi karena orang itu yang menantangku untuk datang ke tempatnya berada jadi aku datang saja untuk menunjukkan bahwa Kim Hyun Joo bukan seorang penakut atau pecundang. Aku datang ke Casino di salah satu hotel miliknya hanya dengan berpakaian kasual memadu-padankan jeans dengan turtle neck hitam dan jas merah maroon. Kalau begini aku lebih mirip gadis tomboy. Tapi biarlah, aku tak mau merasa dianggap penting hanya karena datang ke tempat calon tunanganku.

 

 

“Hyun Joo-ssi, kau datang, aku pikir kau tidak punya ‘taste’ datang ke tempat seperti ini,” sapanya begitu melihatku. Aku hanya memberinya satu senyuman terpaksa yang sedikit mengejek dan merasa tak nyaman ketika ia memandangiku dari ujung kepala sampai ujung kaki.

“heh, kau lihat apa? Tidak ada yang aneh dengan penampilanku. Aku hanya tidak ingin ada orang yang kenal denganku yang melihatku datang ke tempat seperti ini,” sergahku karena mulai merasa gugup, aku tak pernah datang ke tempat asing sendirian karena biasanya aku akan ditemani Soo Jung dan Hye Jin. Tapi saat ini tak mungkin mereka menemaniku, aku kan sedang marah pada mereka karena sudah mengkhianatiku.

 

Lalu kulihat ada seorang wanita datang dan langsung memeluk lengannya, bergelayut sok mesra. “Oppa….,” aku mendengar rengekannya yang sok manja dan berusaha merayunya. Justru orang yang sedang dirayu terlihat malas menanggapi seperti ingin segera mencampakannya ke lantai. Cih, wanita ini.. penampilannya saja sudah membuatku muak dari awal. Dia mencoba tampil modis, tapi dandanannya itu…membuatnya terkesan kampungan.

Akhirnya aku mengikutinya masuk ke dalam Casino. Dia berjalan mendahuluiku masih dengan gadis parasit itu yang menempel di lengannya bak ikan sapu-sapu. Aku berjalan-jalan melihat tempat ini, all about gambling, aku sama sekali tak mengerti.

Tak lama kemudian aku mendapatinya duduk di salah satu kursi dimana di mejanya yang berukuran sangat lebar terdapat satu roda yang berputar dengan satu bola kecil diatasnya. Di meja itu juga terbentang papan dengan gambar kotak-kotak berangka. Aku pikir itu pasti papan taruhan karena ada begitu banyak koin yang tersusun diatasnya. Melihat bentuknya sepertinya ini tak asing bagiku, aku yakin pernah melihatnya. Ahh… iya ini pasti casino roulete. Aku pernah melihat sepupuku, Sehun, sedang bermaingame onlinecasino roulete di internet. Jadi begini wujud aslinya, aku mulai mengerti sekarang.

 

Sepertinya Park Chanyeol mencoba ikut bertaruh dengan casino roulete itu dan kulihat gadis aneh itu berdiri disampingnya, masih belum putus asa walau sepanjang waktu diabaikan seperti itu. Lalu aku juga mendekatinya dan mencoba mengawasi permainannya. Walau tidak sering tapi beberapa Sehun sempat mengajariku cara memainkan judi yang satu ini. Walaupun Sehun mengajariku via media online, tapi setidaknya aku mengerti peraturan permainannya. Apalagi dilihat dari roda roulete itu jelas merupakan European Roulete, karena hanya ada angka 0-36, jadi kerumitannya tidak lebih sulit seperti American Roulete yang menambah angka ‘00’ di rodanya. Itu sih menurutku, berdasarkan penjelasan Sehun sebelumnya.

 

Kulihat dari beberapa kali putaran Park Chanyeol ikut bermain, tapi sepertinya dia sedang tidak beruntung karena dia selalu kalah. Perkiraannya kemana bola pada roulete itu akan menunjukkan angka selalu tidak tepat. Aku pikir strategi taruhannya yang salah yang membuatnya bisa bangkrut seketika. Dasar!! Tidak punya pengalaman saja sok main casino roulete, yang ada dia kalah taruhan cukup besar.

 

“ho hoo, ternyata keberuntunganmu di meja judi, tidak sejalan dengan keberuntunganmu di ranah bisnis,” ejekku padanya.

“Aku tak tanya pendapatmu,” jawabnya dengan sangat kesal.

“Sini biar aku yang bermain,” aku mencoba mengambil alih permainannya. Hey, hey Kim Hyun Joo..kau benar-benar sudah gila, rutukku dalam hati. Biar sajalah, aku sudah beberapa kali bermain casino roulete secara online, tentu saja dengan didampingi Sehun dan selalu menjalankan strategi yang diperintahkan Sehun. Semoga saja peraturannya tetap sama seperti judi online. Aku hanya berusaha mengingat-ingat strategi yang biasa Sehun mainkan, kuharap bisa berguna. Aku tak menyangka akan bermain judi ini secara nyata, tentunya dengan uang yang real pula untuk taruhannya. Ya Tuhan… ampuni aku, aku benar-benar terpaksa bermain judi ini. Park Chanyeol, ini semua gara-gara kau, maka kau yang harus menanggung dosaku.

 

Aku mengambil kursi kosong disebelahnya. Seenaknya aku mengambil chip-chip taruhan milik Chanyeol yang belum dipasangkan untuk taruhan. Aku ingat Sehun pernah bilang kalau lebih baik memasang taruhan kecil tapi meletakkannya pada banyak nomor taruhan daripada memasang taruhan besar pada satu nomor. Baiklah, aku akan mengikuti tips itu. Untuk putaran pertama ini aku akan coba bermain straight up, yaitumemasangkan pada satu nomor tunggal. Aku meletakkan lima chip taruhan pada empat nomor berbeda yaitu 7, 12, 25, dan 36. Entah kenapa angka-angka itu yang muncul dikepalaku, aku hanya mengandalkan feeling saja. Akhirnya bola di atas roulete berputar dan akhirnya berhenti di angka 7. Yes!! Aku menang!!! Itu artinya aku menang 35 kali lipat dari nilai chipku eh… chipnya Chanyeol. Aku tak tahu berapa won nilai untuk satu chip miliknya itu, aku tidak sempat mengamati. Masa bodohlah!

 

Sekarang masuk putaran kedua. Kali ini aku akan mencoba bermain split bet, yaitu memasangkan taruhan pada garis antara dua nomor. Aku kembali memasang masing-masing lima chip pada garis antara angka 4 dan 5, 15 dan 16, 29 dan 30, lalu 35 dan 0. Aku terus memperhatikan bola itu masih berputar di atas roulete, sampai mulai bergerak pelan dan… berhenti di angka 30. Omo… aku menang lagi. Wah… kali ini chip taruhanku bernilai 17 kali lipat lebih banyak. Aku melihat ekspresi semua peserta yang mengelilingi meja ini, mereka semua menggelengkan kepala dan beberapa memandang sinis kepadaku. Aku melirik Chanyeol, dan dia kelihatan sangat tercengang. Owww…

 

Kini tiba saatnya putaran ketiga. Aku mengadu kedua tanganku, meremas jari-jariku agar terlipat hingga mengeluarkan suara gemeletuk tulang-tulangnya. “Aku rasa itu sudah cukup… sebaiknya kita keluar dari sini” tiba-tiba saja Chanyeol mengatakan itu.

“Ohh.. tidak bissaaa… aku sudah sejauh ini, untuk putaran kali ini aku ingin pasang taruhan yang lebih besar. Kau tunggulah disitu Chanyeol-ssi dan cukup jadi penonton saja. Bukankah aku hampir mengembalikan semua chip taruhanmu yang tadi hampir habis karena kau selalu kalah…”

 

Skak!! Haha… Park Chanyeol, kau pasti mati kutu. Akhirnya Chanyeol berhenti protes, akupun melanjutkan putaran ketiga. Aku janji apapun hasilnya setelah ini aku akan berhenti main. Untuk yang terakhir ini, aku nekad memainkan Red/Black, yaitu memilih salah satu warna merah atau hitam dari hasil permainan yang mencakup 18 nomor. Dengan sedikit gemetar aku menumpuk 30 chip taruhan ke kotak Red, entah kenapa aku punya feeling kuat kalau warna merah yang akan keluar dan mumpung aku sedang beruntung juga. Aku menunggu dengan harap-harap cemas, aku merasa sangat gugup sekarang. Mungkin karena aku sudah nekad memasang taruhan besar.

Bola itu sudah bergerak, berputar melewati semua angka di atas roulete. Roda itu mulai bergerak pelan… pelan… dan semakin pelan… hingga detik-detik mulai berhenti. Jantungku berdetak sangat kencang, tanganku terasa sangat dingin. Aku takut membuka mataku yang baru saja kupejamkan, tak berani melihat dimana bola itu berhenti. Aku mendengar suara-suara kekecewaan dari orang-orang disekelilingku. Oh my god… matilah aku kalau sampai salah tebak. Akhirnya aku memberanikan membuka mataku dan melihat bola itu ternyata berhenti di angka 21, dan warnanya merah. WAH!!!!! Aku berjingkrak mengetahui kalau aku menang lagi. Menang 100% untuk semua taruhanku. “Yes, yes, yes!!” aku bersorak di depan raut-raut wajah yang masih sinis di sekitarku.

 

Ternyata, dalam sekali main aku menang besar. Haha, aku sangat beruntung malam ini. Padahal aku sama sekali tak pernah bermain dengan uang nyata. Aku meliriknya dan dia terlihat sangat kesal dengan kejadian ini. Skor 2-1 untuk Kim Hyun Joo.

End of Hyun Joo POV

 

Chanyeol POV

 

Arrrgghhh, aku kesal setengah mati. Aku menantangnya datang ke Casino untuk menunjukkan bahwa seorang Park Chanyeol bisa melakukan apa saja, bahkan untuk hal sepele seperti bermain casino roulete. Tapi mengapa keberuntunganku buruk sekali, bahkan dalam satu putaran saja dia bisa menang besar. Aisshh, kali ini aku kehilangan muka di depannya.

 

Aku keluar Casino dengan wajah kesal, aku sempat melihatnya mengikuti dari belakang. Tapi aku semakin kesal dengan keberadaan wanita di sampingku ini. Yang ku tahu namanya, Han Young Ji. Aku hanya bertemu beberapa kali dengannya, tapi dia sudah bersikap sok-kenal-sok-dekat denganku. Tadinya aku pikir bisa memanfaatkan keberadaannya untuk melihat reaksi Hyun Joo terhadapku, tapi kelihatannya gadis itu sama sekali tidak merasa terganggu dengan keadaan ini. Malah justru aku yang makin kesal dibuatnya.

 

“Oppa…ayo kita makan diluar atau kita pulang saja,” Young Ji mulai merengek lagi, aku tidak suka. Aku mengeluarkan beberapa lembar uang 10.000 won dari dompetku.

“kau pulang saja sendiri, ini ongkos naik taksi. Aku masih banyak urusan disini,” kataku sembari memberikan uang itu kepadanya.

“Apa urusanmu dengan wanita itu? Memangnya dia itu siapa, Oppa??” tanyanya.

“Itu bukan urusanmu, cepat sana pergi,” kali ini aku mengusirnya.

“Arasso..” katanya sembari mengecup pipi kiriku, dan aku tak menyangka dia melakukan itu.

 

“Ckckck, aku tak menyangka. Seorang Park Chanyeol tidak hanya menyebalkan dan seorang narsis, tapi dia juga seorang player alias playboy. Wah wah ini berita yang bagus,” aku mengalihkan pandangan pada Hyun Joo yang berdiri tak jauh dariku. Aku berjalan mendekatinya.

 

“Kau bilang Playboy?? Anggap saja begitu adanya..” kataku sambil menarik tangannya kemudian mengecup bibirnya selama 3 detik. Reaksinya hanya diam, sepertinya dia terkejut dengan apa yang kulakukan.

 

Plakkkk…

Tiba-tiba Young Ji datang dan menampar pipi kiri Hyun Joo, “hei kau nona, aku tidak tau siapa kau, tapi aku peringatkan jangan pernah mencoba merayu priaku,” teriak Young Ji pada Hyun Joo.

 

Plakkkk….

Sekali lagi terdengar suara itu, kali ini aku lihat Hyun Joo membalas Young Ji. “Merayunya? Hei kau nona genit kampungan, justru aku yang akan memperingatkanmu. Kau harusnya bersyukur tidak mengenalku, kalau tidak aku sudah membuatmu jadi perkedel. Awas saja kau berani menyentuhku lagi, jangan harap kau bisa menggunakan tanganmu itu lagi,” Hyun Joo mengancamnya sambil berlalu pergi, sekilas menatapku penuh kekesalan. Ternyata dia galak juga…

 

To Be Continued…

 

Haloo…. Aku penulis baru di blog ini dan perkenalkan nama penaku misskangen, kalian bisa kenal lebih jauh denganku melalui twitter @misskangen. Cerita ini adalah hasil remake dari fanfic yang pernah aku tulis dulu, dan aku sedang mencoba peruntungan menggunakan cast biasku di EXO yaitu Park Chanyeol. Untuk beberapa chapter ke depan masih akan menggunakan cast POV (Point of View) sebagai pengenalan karakter sebelum semua cerita diungkapkan dari sudut pandang orang ketiga. Sebelumnya terima kasih untuk semua komentar pada chapter 1, dan semoga readers suka dengan cerita ini…

 

 

Iklan

27 pemikiran pada “Complicated Engagement (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s