Supernova (Chapter 1)

supernova poster 1

 

Judul: SuperNova (chapter 1)

Author: Naura Kim (@nauraats)

Cast: EXO’s Suho Kim, F(x)’s Sulli choi, EXO’s Chanyeol Park, Yoora Park (Chanyeol’s sister). Other cast find by your own.

Genre: Fantasy(gagal-_-),mistery(?),family,school life,sad(a lil’ bit).

Lenght:Chapter

Rating: PG

Disclaimer: ini adalah ff fantasy author yang pertama kalinya. Jadi mohon doa dan dukungannya yaa readers/? Yaa trus author mau minta maaf lagi kalo masih banyak typo dan ff ini tidak menggunakan EYD jadi mohon tidak kecewa saat menemukan ejaan salah yaa readers^^ need RCL! No bash and No plagiarism.

-SeoJung High School-

Murid-murid tampak saing bersenda gurau di dalam kelas. Ada yang duduk di atas meja, memainkan ponsel, bahkan ada yang mengerjakan pr sekolah yang belum sempat dikerjakan semalam.

Seorang laki-laki membuka pintu kelas tersebut. Sesaat kemudian seluruh murid berhamburan ke tempat duduknya masing-masing.

“selamat pagi anak-anak!”.

“selamat pagi lee seonsaengnim”.

“hari ini kita kedatangan anak baru”, sontak seluruh kepala menatap lee seonsaengnim dengan tatapan penasaran.

“silahkan masuk”, lanjut lee seonsaengnim. Seorang anak lelaki dengan wajah ‘diatas rata-rata’ masuk ke dalam kelas. Seluruh yeoja di kelas itu berdecak kagum. Satu lagi lelaki tampan masuk ke kelas mereka.

“annyeonghaseyo, jeonun kim suho imnida. Aku pindah dari incheon ke seoul karena pekerjaan ayahku” kata lelaki yang bernama suho sambil membungkukkan badannya.

“suho, kau boleh duduk di ujung sana” lee seonsaengnim menunjuk salah satu kursi di barisan belakang.

“gamsahamnida seonsaengnim”. Suho berjalan menuju kursinya. Di depannya ada seorang namja dan disampingnya ada seorang yeoja. Mungkin aku bisa berkenalam dengan mereka, batin suho dalam hati.

“ssstt..”. suho menoleh dan menatap yeoja disampingnya.

“annyeong..choi sulli imnida” yeoja yang bernama sulli itu mengulurkan tangannya. Suho membalas uluran tangan sulli. “oh, hai sulli”.

“dia, yang ada didepanmu itu namanya park chanyeol. Panggil saja chanyeol”. Jelas sulli kemudian.

“dia pacarmu?”.

Sulli tertawa kecil. “bukan, dia sahabatku”.

Suho juga ikut tersenyum. “istirahat nanti, boleh aku bergabung dengan kalian?”.

Sulli menautkan satu alisnya lalu menjawab, “tentu saja”.

Miss park baru saja mengakhiri pelajarannya di kelas sulli. Chanyeol yang sudah merapikan mejanya menghampiri meja suho dan sulli.

“hei, kau suho kan?” chanyeol menepuk bahu suho pelan.

Suho mengangguk sambil merapian buku-bukunya. “dan kau, chanyeol bukan? Senang berkenlalan denganmu” suho mengulurkan tangannya di hadapan chanyeol.

Chanyeol membalasnya dengan tawa renyah. “tak perlu seformal itu kawan. Kau pasti sudah memutuskan untuk bergabung dengan kami, kan? Ayo kita pergi ke kantin” sahut chanyeol lalu menarik suho dan sulli keluar kelas.

Sulli memutar kedua bola matanya. “heol, dia memang banyak bicara suho. Kau harus terbiasa”. Suho hanya tertawa kecil.

Chanyeol, sulli dn suho berjalan di lorong menuju kantin. Banyak mata yang memperhatikan ketiga remaja tersebut. Jelas saja, choi sulli adlah yeoja tercantik di sekolah ini sedang berjalan bersama chanyeol, cowok keren yang memiliki banyak fans. Ditambah lagi dengan suho yang berwajah tak kalah tampan ikut bergabung bersama mereka.

“ oh ya, suho. Kau harus terbiasa dengan pemandangan seperti ini. Saat kita berjalan akan ada banyak orang yang memerhatikan kita. Jadi, mulai detik ini kau adalah salah satu cowok populer di sekolah, selain aku” kata chanyeol dengan nada bangga.

Sulli menonjok lengan chanyeol lalu tertawa, “ percaya diri sekali kau, park chanyeol”.

Suho menautkan alisnya, heran. “Cowok populer katamu? Bagaimana bisa? Aku bahkan belum genap satu hari disini”.

“itu karena kau memiliki wajah ‘jauh diatas rata rata’ suho-ya” jelas sulli.

“dan karena kau berjalan dengan kami, orang orang yang juga memiliki wajah ‘jauh diatas rata-rata” chanyeol tersenyum banggga sekali lagi. Dan sekali lagi sulli memutar kedua bola matanya. Lagi lagi suho hanya tertawa kecil.

“mata mereka sangat jelalatan” komentar sulli sambil memasang evil smirk nya.

“baiklah, para lelaki. Silahkan mencari tempat. Aku akan memesan makanan. Bagaimana dengan Jjajangmyeon dan orange juice ??” kata sulli sambil memberi saran.

“tentu saja nona. Suho, ayo kita mencari tempat!” chanyeol menarik tangan suho menuju meja-meja kantin.

“suho-ah, gambar apa itu?” tanya chanyeol sambil menarik kursinya. Ia melihat sebuah tato bergambar tetesan air terukir unik di lengan suho.

“oh, itu hanya sebuah karya seni. Akan hilang dalam beberapa minggu”. Suho yang dari tadi menggulung lengan kemejanya segera menutupnya kembali dan memakai almamaternya.

“ sepertinya itu spesial. Tapi… aku sepertinya pernah melihatnya” kata chanyeol sambil memerhatikan lengan suho yang sudah tertutup almamater sekolahnya.

“mwo? Aku pernah melihatnya?” suho terkejut dan wajahnya terlihat sangat gugup.

“ya.. dalam mimpiku. tapi tidak hanya satu. Aku melihat banyak dengan bentuk yang berbeda-beda”. Chanyeol berusaha mengingat mimpinya

Suho mengerutkan dahi nya dan tertawa dengan sedikit dipaksakan. “ wow, itu pasti sebuah kebetulan”.

Suho menghembuskan nafasnya kasar. Chanyeol hanya dapat memimpikan hal itu jika dia memiliki hubungan darah dengan supernova lain. Apakah park yoora saudaranya?, batin suho dalam hati.

“hei, para namja! Makanan sudah datang!’ seru sulli yang tiba-tiba datang. Ditangannya terdapat sebuah nampan yang berisi tiga mangkuk Jjajangmyeon dan tiga gelas orange juice.

“baiklah, mari makan!”.

Chanyeol, Sulli, dan suho berjalan di lorong menuju kelas mereka. Tiba tiba seorang gadis berkacamata menghampiri mereka.

“chanyeol-ssi! Kau dipanggil jung seonsaengnim!” kata gadis berkacamata itu. Chanyeol hanya mengangguk singkat.

“hey, aku pergi dulu ya. Aku akan segera kembali” chanyeol menepuk pundak suho dan tersenyum pada sulli.

“pergilah, chanyeol” sulli mendorong chanyeol pelan.

Chanyeol kemudian berlari meninggalkan mereka berdua.

“suho-ah, aku rasa aku harus ke toilet sebentar. Kau mau menungguku atau langsung ke kelas?” sulli memberikan du pilihan kepada suho.

Suho berpikir singkat lalu mengangukan kepalanya, “baiklah, aku pergi ke kelas saja. Rasanya aneh menunggu di depan toilet wanita”.

Sulli hanya tertawa kecil. “baiklah, aku duluan”. Sulli meninggalkan suho sendirian di lorong.

Suho melangkahkan kainya lagi dan berpikir. Setidaknya, aku tak akan mati gaya di kelas tanpa chanyeol dan sulli. Pasti banyak yang ingin mengobrol denganku karena aku murid populer, desis suho dalam hati. Bibirnya menyungggingkan senyum nakal.

Benar saja, belum dua detik suho duduk dikursinya, dia sudah dikerubungi yeoja yeoja centil.

“suho-ah, seperti apa tipe wanita idealmu?” tanya seorang gadis berbando merah. “jerin-ah,frontal sekali pertanyaanmu” komentar seorang gadis lainnya.

Suho tersenyum nakal dan mengajukan sebuah pertanyaan, “jadi, apa yang kalian inginkan dariku, eoh?”.

“ah, oppa. Jangan tersenyum seperti. Membuatku meleleh tau!”.

“oppa.. aku ingin kau jadi yeojachinguku, mau kan?”.

“hei, suho oppa tidak mungkin menerimamu!”.

“tentu saja suho oppa tidak akan memilihmu. Tapi pasti memilihku”.

Suho geleng-geleng sendiri melihat tingkah yeoja-yeoja centil di hadapannya. ‘kerusuhan’ itu tiba-tiba terhenti saat sulli datag dan membubarkan mereka.

“hei kalian, pergi dari sekitar mejaku! Dasar yeoja centil!” sulli mengibaskan tangannya. Para yeoja itu pun meninggalkan meja suho dengan tatapan sebal kepada sulli.

Sulli menghembuskan nafasnya keras. Membenahi baju dan rambutnya.

“chanyeol belum kembali?”tanya sulli lalu duduk di samping suho.

“belum. Sepertinya dia akan lama” jawab suho lalu menyiapkan buku untuk pelajaran selanjutnya.

Ahn seonsaengnim masuk ke dalam kelas bersama chanyeol dan langsung mempersilahkan chanyeol duduk. Dia adalah guru fisika.

“kau habis melakukan apa chanyeol-ah?” tanya sulli sambil membuka bukunya.

“mengangkat buku dari perpustakaan” jawab chanyeol.

Suho dan sulli tertawa kecil. “hei, buku-buku itu berat, tahu”.

Suara ketukan pintu terdengaar saat kelas sedang sunyi. Semua kepala menoleh ke pintu. Lalu muncul soerang pria muda berpakaian kantor.

“jwesonghamnida. Saya mencari park chanyeol untuk menjemputnya. Noonanya menglami kecelakaan”.

Tanpa kata-kata chanyeol mengambil tasnya dan berlari keluar. Ia bahkan membiarkan buku-bukunya di meja.

Sulli menatap cemas punggung chanyeol yang kemudian menghilang dibalik pintu.

“park yoora?” suho mengucapkan sebuah nama yang membuat Sulli menatap suho dengan kaget. Bagaiman dia tahu nama noona nya chanyeol?, batin sulli dalam hati.

“hei, apakah kau mengenal noona nya chanyeol” tany sulli sambil menulis di bukunya.

Suho terlihat gugup mendengar pertanyaan itu. “oh? Tidak. Eung.. park yoora itu nama temanku dulu. Dia mirip dengan orang yang menjemput chanyeol tadi, sepertinya”.

Sulli hanya mengangguk pelan. “bagaimana jika kita menjenguk yoora eonni sepulang sekolah?”.

“memangnya kau tahu dimana rumah sakitnya?” suho balik bertanya pada sulli. “tentu saja rumah sakit yang paling dekat dengan kantornya, suho”.

Pelajaran hari ini telah selesai. Suho dan sulli merapikan buku-buku mereka dan bergegas meninggalkan kelas. Sulli berlari meninggalkan suho yang masih merapikan mejanya.

“ya! Sulli, tunggu aku!” seru suho yag kemudian berlari menyusul sulli yang sudah jauh berada di depannya. Mereka menaiki sepeda masing-masing dan melaju di jalan raya.

“ikuti aku suho! Akan kutunjukkan jalannya!”.

“ya! Tunggu aku sulli!”.

15 menit kemudian suho dan sulli sampai di rumah sakit.

“ kita kemana sekarang?” tanya suho dengan polosnya.

“tentu saja ke UGD suho-yaa….” sulli memberikan tatapan super datarnya kepada suho lalu berjalan meninggalkannya. Suho mengikuti dari belakang.

“annyeong haseyo yoora eonni”. Sulli menyapa yoora yang sedang duduk diranjang pasien.

“oh,annyeong sulli. Siapa namja tampan ini?” yoora tersenyum pada suho.

“oh, ini teman baruku dengan chanyeol, eonni. Namanya kim suho” suli tersenyum lagi lalu memberikan death glare nya kepada suho. Suho yang menyadari hal itu segera membungkuk hormat.

Tiba-tiba yoora terlihat terkejut dan mengalihkan pandangannya dari mata suho. Suho yang melihat hal itu hanya diam dan terus memperhatikan yoora.

“eonni, dimana chanyeol?” tanya sulli. Yoora tersenyum manis sekali lagi. “dia sedang makan di kantin rumah sakit. Sebaiknya kalian menyusulnya saja” kata yoora.

“baiklah, eonni. Kami pergi dulu” sulli segera menarik tangan suho pergi.

Yoora menatap tajam punggung suho yang mulai menghilang di balik pintu.

“sebenarnya siapa dia? Apakah dia orangnya?”. Yoora menarik nafasnya panjang.

“eum…sulli, sebaiknya kamu duluan saja menemani chanyeol. Aku… ingin ke toilet dulu” kata suho berbohong.

“oh, baiklah. Nanti kau menyusul ya” jawab sulli yang langsung meninggalkan suho.

Setelah yakin sulli tidak melihatnya, suho segera berlari menuju ruang rawat inap yoora.

Suho memasuki kamar yoora dengan gugup. Dia masih bingung harus berkata apa pada yoora noona.

“eum..yoora noona” panggil suho pelan. Yoora yang mendengar namanya dipanggil segera menoleh ke sumber suara. Namun setelah melihat wajah suho, ia langsung mengalihkan pandangannya ke lantai.

“aku ingin berbicara sesuatu” kata suho lagi. Sedikit kesal karena yoora tidak melihat wajahnya.

“bicarlah” jawab yoora noona dingin. Tanpa melihat wajah suho tentunya. Yoora menggigit bibirnya cemas.

“tapi sebelumnya lihatlah mataku. Aku ingin berbicara serius” suho menatap yoora tajam. Yoora hanya diam membisu.

“lihatlah mataku! Tidak akan terjadi apa-apa” seru suho. Yoora akhirnya melihat wajah suho dengan takut.

“sebenarnya kau ini siapa?” yoora mendahului suho yang hendak berbicara. Suho menarik nafasnya dalam. Ia tampak ragu dengan hal yang ingin dikatakan selanjutnya.

“A..aku adalah seorang supernova”.

“mwo?!”

“ya, lihat ini”. Suho melepas almamater nya dan menggulung lengan kemejanya. Tampak sebuah cakra berbentuk ‘droplet’ yang sempat dikira chanyeol sebagai tatto. “satu-satunya supernova pengendali air yang tersisa”.

“la..lalu apa yang ingin kau lakukan?” tanya yoora denga gugup.

‘“tentu saja menjemput kalian bertiga” suho kembali menggulung kemejanya.

“menjemput kita? Bertiga? Aku, chanyeol…. lalu siapa?” tanya yoora bingung.

“tentu saja sulli”.

“mwo?! Sulli??”

“ya, sulli. Dia juga seorang supernova. Tepatnya supernova pengendali angin, aerokinesis”. Jelas suho lagi. Yoora hanya terdiam.

“oh, satu lagi. Tentang cakra supernova.. chanyeol pernah memimpikan kedua belas cakra supernova. Itu disebabkan olehmu, noona” suho menatap mata yoora dengan sangat dalam.

“ya, aku tahu. Karena ia memiliki ikatan keluarga denganku yang mewarisi darah murni dari kedua orangtuaku. Dan aku benci itu”.

“kenapa?”.

“itu bencana suho! Aku sudah lelah hidup dikejar-kejar devilion”. Wajah yoora mulai memerah menahan airmatanya.

“jangan-jangan kecelakaan itu….”.

-tbc-

Author’s note: yes! Akhirnya tbc juga wkwkwkwk /? Aduh sesuatu banget deh bisa nyelesain chapter 1 hiks. Kependekan kah? Gajelas kah? Kalau begitu ya maap karena author masih amatiran hehe. Ya mohon saran dan kritiknya. Setiap comment aku sangat hargai loh hehe J yasudah demikian cuap-cuap lebay dari author nista ini sampai jumpa di chapter 2 babay :*

 

 

 

 

Iklan

11 pemikiran pada “Supernova (Chapter 1)

  1. Wah, keren kok thor. Ya, walaupun tadi nemu typo sih, hehe
    Ditunggu ya next nya! Ini genre favorit aku 🙂 Oh ya, author gak nonton konser malam ini? Kalo engga, berarti aku ada temennya /yeay!!/
    Abaikan komen gaje ini pelis.. .-.

  2. Annyeong thor aku reader baru ^^
    aku suka ffny author keliatanny menarik 🙂
    Tapi ada kalimat yang kykny keliru yang ini “oppa… Aku ingin kau jadi yeojachinguku, mau kan?” Harusnya kata yeojachingunya itu kan namjachingu kan thor
    Tapi semuanya uda bagus thor keep writing ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s