I Temporarily Lived By Yourside (Chapter 2) – END

I Temporarily Lived By Yourside

itemporarily

Author: @ELV98 atau seulras(wp)

Main Cast:

–          Song Heera (YOU)

–          Xi Luhan

–          Byun Baekhyun

Support Cast: YOU CAN FIND BY YOURS

Genre: Angst, Romance

Rating: PG

Length: TWO SHOOTS

Back Sound:

–          I Temporarily Lived By Yourside – Kyuhyun solo

–          Even Though I Hate It – Kim Jaejoong

 

Prev Chapter

Author POV

Namja itu terbaring lemah diatas kasur putih, dengan peralatan pembantu oksigen pada mulut dan hidungnya serta alat pendeteksi jantung.Mungkin sudah 2 hari namja itu terbaring disana, hingga membuat yeoja yang duduk disampingnya benar benar kacau.

“Ayolah semangatlah Xi Luhan!Bangunlah!”Teriaknya sendirian kepada namja bernama Xi Luhan itu, tepat yeoja itu berkata seperti itu hanya garis putih yang ada di monitor pendeteksi jantung itu.Yeoja itu marah sekaligus sedih.

“Bangunlah!!! Ulsa!! Tolong namja ini!!!”

 

HAPPY READING! CHAPTER 2—————————————————————————————————-

 

***

Tubuh itu tidak kuat untuk terus berdiri disana hanya menyaksikan seseorang yang sangat ia kagumi dan….ia cintai tidur diatas ranjang berwarna putih dengan tubuh terbujur kaku, tidak lupa dengan dokter dan 2 uisa yang sudah memakai alat pacu jantung untuk membuat jantung namja itu kembali berdetak. Namun saat iya sudah menitikkan air matanya, dokter itu menoleh kearahnya dengan menggeleng gelengkan kepalanya dengan raut wajah sedih.Saat itu juga selimut yang menghangatkan setengah tubuh namja itu dipanjangkan untuk menutupi semua tubuhnya. Dokter dan kedua uisa itu, menepuk pundaknya

“Kami tidak bisa melakukan apapun, maaf.Kami turut berduka cita” Setelah kata kata itu keluar, ketiga orang itu keluar ruangan pasien itu. Sedangkan dirinya hanya mendekat kearah tubuh tanpa nyawa itu, dirinya kembali membuka selimut yang menutupi wajah namja itu, ribuan tetesan air mata ia keluarkan.

“Kau lemah! Kau terlalu lemah Xi Luhan! Bangun dari sana, lawan penyakitmu, lawan….kematianmu” Saat mengucapkan kata terakhir itu dirinya merosot, tidak kuat menahan semuanya. Seorang namja berlari masuk kedalam ruangan itu, sempat dirinya tersentak melihat seorang yeoja yang tak ia kenal menangis disana masih dengan pakaian seragam sekolah yang belum ia ganti.

“Aku mencintaimu, Xi Luhan” Lirih Heera –yeoja itu- tidak sadar akan kedatangan namja asing itu, namja itu mendekatinya dan menepuk pundaknya. Membuatnya mendongakkan kepalanya dan melihat namja itu, dirinya menghapus air matanya kasar.

“Mianhae, silahkan” Heera beranjak dari duduknya dan berdiri berniat untuk meninggalkan namja itu sendiri diruangan itu, mata namja itu menangkap nama yang tertara di name tag sekolah itu, tangannya dengan cepat menahan lengan Heera hingga membuat yeoja itu menatapnya aneh namun masih dengan raut wajah sendu.

“Aku akan menunjukkanmu sesuatu setelah semua ini selesai” Heera kembali menatap Luhan, air matanya kembali mengalir, seakan tidak kuat melihat namja itu menutup mata untuk selamanya.Dirinya kembali berjalan keluar meninggalkan namja asing itu tanpa sepatah katapun.

***

Heera masuk kedalam kelasnya, banyak temannya yang menepuk pundaknya berkata bahwa mereka turut berduka cita. Dirinya berhenti saat dia melihat banyak tumpukkan bunga yang ada diatas meja Luhan, ingin dirinya mengejar Luhan menuju alam yang berbeda namun dia tidak akan sebodoh itu untuk mengakhiri hidupnya. Cita citanya menjadi dokter dan membanggakan orangtuanya belum ia raih. Kini dirinya duduk diatas bangkunya, masih dengan mata sembab, hidung merahnya tak dapat ia sembunyikan.

“Kuatkan dirimu” Ucap seorang namja disampingnya, namun dirinya tidak memperdulikan namja itu.Bukan tidak memperdulikan, lebih tepatnya, namja itu memang tidak bisa dilihat dan didengar oleh orang biasa.

Heera menenggelamkan kepalanya pada tangan yang sudah terlipat manis diatas meja, melihat itu namja yang sedari tadi mengikutinya hanya menatapnya sendu, ingin sekali ia memeluk yeoja itu dan membalas pernyataan yeoja itu.

“Nado saranghae, Heera-ya” Ujarnya sembari mengusap lembut rambut panjang Heera. Luhan –namja itu- melihat kearah pintu kelas, sudah banyak anak yang masuk kedalam kelasnya dengan tergesa, segera ia duduk dibangkunya seakan ia benar benar masih hidup. Dilihatnya seonsaengnim berjalan memasuki kelas, dengan seorang namja yang tidak asing lagi bagi Luhan. Namja yang berjalan dibelakang sang seonsaengnim, membuat eye contact dengan Luhan. Setelah menunggu instruksi, namja itu memperkenalkan dirinya

“Annyeong, Byun Baekhyun imnida” Sapanya singkat memperkenalkan dirinya, Baekhyun melihat yeoja yang duduk didepan Luhan, yeoja itu masih menenggelamkan wajahnya.Luhan menatap Baekhyun sendu seperti meminta pertolongan pada Baekhyun dan hanya anggukkan yang Baekhyun jawab disana.Namja itu berjalan menuju Luhan dan menunggu namja itu berdiri dari duduknya, Luhan berdiri dari duduknya dan melihat Baekhyun yang mengambil bunga bunga yang ada diatas meja Luhan.Ditaruhnya bunga bunga itu keatas loker yang terdapat dibelakang kelas. Seonsaengnim yang melihat itu menundukkan kepalanya, sadar akan kehilangan muridnya yang terbaik dalam pelajaran olahraga itu.

“Ini pasti akan sulit melepaskan kepergian salah satu teman kita, tapi saem mohon untuk tetap kuat” Ujar seonsaengnim disana, matanya menatap Heera yang masih menenggelamkan kepalanya.Dia tau yeoja itu sangat dekat dengan Luhan, sehingga dirinya tidak berniat untuk menegur Heera.Sedangkan Baekhyun yang berada disana masih menatap Heera dengan kerutan di dahinya. Baekhyun kembali melihat Luhan yang berdiri disampignnya seperti seorang asisten

“Sebelum pemakamanku, kumohon kau beri dia kotak itu.Aku mau pergi dengan tepat waktu, aku juga ingin melihat dia mengetahui semuanya tentang penyakitku, dan perasaanku” Baekhyun kembali hanya mengangguk, dilihatnya Luhan pergi meninggalkan kelas. Menyisakan keheningan yang dibuat oleh seonsaengnim yang masih diluputi rasa duka cita untuk memulai pelajarannya

***

Seperti sebuah jadwal tetap, Heera selalu datang dihari hari sebelum pemakaman Luhan yang akan diadakan besok hari. Hingga mengharuskan dia untuk tidak sekolah, bukan hanya dia bahkan teman sekelasnya serta guru guru yang mengajar Luhan. Baekhyun yang masih belum dekat dengan Heera, mendekati yeoja itu dengan menepuk pundak yeoja itu, sama seperti saat dirinya pertama kali bertemu Heera. Yeoja itu menoleh, matanya terlalu bengkak, hidungnya selalu merah saat Baekhyun bertemu dengannya.

“Ingat, aku mau menunjukkan sesuatu untukmu” Tanpa izin dari sang pemilik tangan, Baekhyun menggenggam tangan Heera dan membawanya masuk kedalam rumah Luhan. Layaknya anak kecil yang penurut, Heera terus mengikuti Baekhyun tanpa memberontak sedikitpun. Kini mereka sudah masuk kedalam kamar Luhan, Baekhyun melepas genggamannya dan memberikan sebuah kotak sepatu yang sudah dihiasi meninggalkan tulisan ‘Song Heera’ pada cover kotak itu. Heera menerima kotak itu dan duduk diatas lantai, Baekhyun berjalan kearah luar kamar Luhan, dia hanya berpikir bahwa yeoja itu hanya perlu waktu untuk sendiri.

Heera POV

Kubuka tutup kotak itu, memperlihatkan barang barang yang aku tau itu milik Luhan.Kuambil sebuah botol minum, memori ku kembali berputar disaat aku pertama kali menyapanya memberikannya botol minum setelah melihatnya berlari sangat cepat.Aku tersenyum pahit, aku ingin kembali ke masa itu, masa dimana aku masih menjadi seorang yeoja yang pendiam. Namun kediaman ku dilunturkan oleh seorang Xi Luhan yang selalu duduk tepat dibelakangku, ku ambil sebuah arloji berwarna hitam, kembali kuingat saat dia meminjamkan ku arloji ini

Flashback

Author POV

Raut wajah khawatir tidak bisa ia tutupi dari ekspresi wajahnya, dan berhasil membuat seorang namja keturunan Cina mendekatinya menggenggam tangannya seakan memberi kekuatan untuknya

“Dia pasti baik baik saja” Ucap Luhan, Heera melihat Luhan dan mengangguk mantap. Kini Luhan melepaskan arloji yang selalu bertengger gagah dipergelangan tangan kirinya, disodorkannya arloji itu dengan senyuman indah disana

“Pakai ini, agar kau tidak khawatir.Ini arloji keberuntunganku” Luhan menarik pergelangan tangan Heera dan memakaikan arloji ditangan Heera.Tawa Heera dan Luhan pecah saat diruang tunggu rumah sakit itu saat sadar bahwa arloji itu terlaluu besar di tangan Heera.Tawa mereka terhenti saat mereka sadar bahwa mereka sedang dirumah sakit.

“Jangan khawatir, adikmu pasti baik baik saja. Eoh”

Flashback OFF

Tanganku kembali menggapai gantungan Handphone bertuliskan HR, sedangkan yang kupunya bertuliskan LH. Tanganku kembali mengambil objek yang ada didalam kardus itu hingga mendapatkan selembar kertas yang sudah dikotori dengan tulisan yang ada pada kertas itu

Song Heera,

Nama yang dimiliki dari seorang yeoja yang berhasil menginjakkan kakinya dihatiku sejak saat aku pertama kali melihatnya berjalan dibelakang Kang seonsaengnim.Seorang yeoja yang hanya memperkenalkan dirinya sangat singkat, hanya memerlukan dua kata untuk memperkenalkan dirinya saat itu hanya dengan Song dan Heera.Membuat seisi kelas terdiam menatapnya aneh, namun yang kulakukan saat itu hanyalah tersenyum aneh saat melihatnya.Pelajaran olahraga yang tidak pernah kucoba terutama saat lomba lari, tidak pernah sekalipun aku memenangkan lomba itu bahkan disaat aku diharuskan mengikuti lomba itu kupastikan aku berlari setengah setelah itu keluar dari arena berlari dan duduk.Namun sejak saat dia ada, penyakit kuat ini kalah, aku selalu mendapatkan peringkat pertama jika aku lomba lari.

Author POV

Heera tidak membaca sepenuhnya tulisan itu, kini yang dia baca adalah kalimat terakhir yang ada dalam cerita itu

Song Heera, maafkan aku yang selama ini menyembunyikan darimu tentang penyakit ini. Aku mencintaimu

Tubuhnya kembali bergetar seperti saat dia melihat tubuh Luhan yang sudah tidak bernyawa, kini matanya menatap tubuh seorang namja sudah terbalut pakaian rapih, kemeja putih dengan jas warna hitam menutupi kemeja putih itu, tidak lupa dengan celana panjang berwarna hitam yang semakin membuatnya terlihat tampan.

“Song Heera, relakan aku. You have to remember that I temporarily lived by your side…..nado saranghae” Kata terakhir itu terucap, disaat yang sama juga tubuh Luhan melayang keatas. Dan sekarang yang tersisa dimata Heera hanyalah langit langit kamar.

“Song Heera!”Panggil seseorang dengan suara khawatirnya, Heera melihat kearah asal suara mendapatkan Baekhyun yang dengan lancangnya memeluk dirinya. Namun tidak dapat ia tolak, bahkan kini dirinya menangis sempurna dalam dada bidang namja itu.

***

7 years later

Jas berwarna putih panjang menyelimuti tubuh seorang yeoja, yeoja itu hanya menyunggingkan senyumannya disaat seorang yeoja kecil memegang tangannya. Dirinya berjongkok menyetarakan tingginya dengan yeoja kecil itu

“Eonni, jika aku sudah besar nanti, aku ingin seperti eonni” Yeoja itu hanya terkekeh kecil dan membalas

“Lian tidak perlu menjadi seperti eonni, Lian harus menjadi diri Lian sendiri” Yeoja kecil itu mengangguk mantap dan meninggalkan ruangan kerja yeoja berjas putih itu dengan langkah riang, saat yeoja kecil itu keluar dari ruangan matanya menangkap sepasang sepatu berwarna hitam bercampur putih, dia melihat seseorang itu dari bawah hingga keatas. Seseorang yang dilihatnya itu tersenyum dengan tampannya, dirinya mendekati namja itu dan memeluk erat namja itu

“Hey, kita hanya belum bertemu 5 jam, kau sudah merindukanku rupanya” Ucap namja itu percaya diri, sedangkan Heera –yeoja itu- masih memeluk erat namja itu. Yeoja itu merenggangkan pelukannya, namun yang dia dapat hanyalah tarikan kembali dari sang namja

“Mari kita menikah, Song Heera” Ucap sang namja masih memeluknya, yeoja itu tersenyum sangat lebar

“Yak! Byun Baekhyun, kau harus meminta restu dari orangtuaku terlebih dahulu, kau juga harus meminta restu dari tuan Xi” Heera terkekeh setelah lepas dari pelukan Baekhyun. Baekhyun berjalan kearah jendela dan menatap langit yang sudah gelap sembari berkata

“Xi Luhan, kau mengijinkanku kan jika aku menikahinya. Menikahi yeoja yang pernah ada dihatimu ini”

“Tentu saja kau boleh Baekhyun-ah” Dengan suara yang dibedakan Baekhyun menjawab sendiri pertanyaan yang tadi ia lontarkan pada Luhan sedangkan Heera hanya tertawa keras mendengar dan melihat tingkah namjachingunya itu. Baekhyun menuju pintu ruang kerja Heera, ditutupnya pintu itu dan menguncinya sedangkan Heera hanya menatap Baekhyun dengan satu alis mata dinaikkan. Baekhyun mendekati Heera, jarak wajahnya sudah sangat dekat dengan yeoja itu.Bibir mereka sudah bertemu, Baekhyun melumat lembut bibir yeoja itu.

“Kau mau kan jadi istriku?”Tanya Baekhyun saat menghentikkan aktivitasnya, yang dijawab anggukkan oleh lawan bicaranya.Kini aktivitas yang terhenti itu dilakukan kembali, hingga menyisakan suara kecupan disetiap sudut ruangan.

 

THE END!

Mian, ada yang nunggu ga? Kalo ada yang belom baca part 1nya, baca dulu gih wahahah…Mian yah kelamaan bikin yang part 2/end nya ini, tak terasa sudah 10 bulan author menelantarkan ff ini mwehe. Maafkan dakuh

4 pemikiran pada “I Temporarily Lived By Yourside (Chapter 2) – END

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s