My Love is Hiding (Chapter 2) – END

My Love is Hiding

Title                      : My Love is Hiding

Author                  : @Amalia_nuraini

Rating                  : T

Length                  : Twoshot

Cast                      :

  • Park Chanyeol (EXO)
  • Oh Nara (OC)
  • Choi Min Ho (SHINEE)
  • Ahn Jae Hyun (Aktor)

Genre                   : Schoolife, Comedy and Romance

Desclaimer           : Haaah… inilah akhirnya. (keluarin napas lega). Walaupun cma buat twoshot rasanya tu beban banget. Walaupun hasilnya memang gak terlalu menarik sih ya… tapi cerita kali ini perjuangan banget. Sampek gak kerasa udah terbang sampek langit ketujuh karena kerjaannya ngayal terus. Hahaha 😀

 

Summary             : Karena ditinggal kedua orang tuanya ke London, Nara terpaksa tinggal dengan keluarga Park dan satu sekolah dengan anaknya yang bernama Park Chanyeol. Tingkah laku namja ini tidak sbanding dengan wajah yang dimilikinya. Nara lah yang selalu menjadi korban atas prilaku namja ini. tapi seiring berjalannya waktu diam-diam Chanyeol mulai menyukai Nara. Apakah dia akan mengungkapkannya kepada Nara? Namun mengapa dia selalu berlaku kasar padanya? Mari kita simak cerita berikut ini… cekidot!

 

Dengan terpaksa Nara menemui Chanyeol di atap sekolah.

“hwe?” tanya Nara begitu melihat Chanyeol disana.

“kau kenapa kasar begitu?”

“hwee?” ulang Nara

“….”

“k-kau lupa dengan perkataanku kemarin?” tanya Chanyeol dengan terbata-bata

“apa?”

“kau benar-benar lupa? YA! Kau tidak boleh seenaknya saja melupakan hal itu.”

“perkataan apa? bicara yang jelas.” Teriak Nara dengan keras. Wajahnya menunjukkan ekspresi serius.

“YA! Kenapa harus berteriak. Kan sudah ku katakan kalau kau tidak boleh dekat dengan sunbae itu, kau masih tidak mengerti juga?”

“kenapa kau harus peduli aku harus dekat dengan siapa? kau kira kau siapa?”

“pokonya kau tidak boleh bersamanya. Arasseo? Aisshhh”. Dia langsung pergi melarikan diri.

“YA! Ada apa dengan dia? aisshh hidupku benar-benar tidak tenang dibuatnya. AISHH” Nara mengacak-acak rambutnya sebal.

~EXO~

 

Nara POV

Sampai kapan hidupku akan dihantui oleh namja seperti dia? Bagaimana bisa aku bertahan jika terus dekat bersamanya. Aigoo… aku benar-benar tidak tahan terus bersamanya.

Aku sengaja pulang bersama Min Ho. Aku masih muak dengan Chanyeol atas perbuatannya itu.

“Nara-ya, gwaenchana?” tanya Min Ho sunbae khawatir melihat wajah ku yang murung.

“ahh de gwaenchana” jawabku bohong.

“bagaimana kalau hari ini kita singgah ke kedai jajangmyeon, mau tidak?” ajaknya.

Aku segera mengiyakan. Ini momen yang tepat untuk menghilangkan kekesalanku padanya.

Aku terus melahap jajangmyeon tanpa menatap Min Ho sekalipun. Makanan memang bisa membangkitkan moodku kembali. “Nara-ya” panggil sunbae hingga membuatku kaget.

“Ada apa denganmu? Apa kau ada masalah?” tanyanya. Aku hanya tersenyum tipis tanpa menjawab pertanyaannya.

Tiba-tiba Sunbae mengusap ujung bibirku dengan tissue. “ckck kau ini seperti anak kecil saja”. Aku menunduk malu.

“haah aku benar-benar kenyang sekarang, khajja… waktunya pulang” Ajak sunbae ketika hendak meninggalkan kedai itu.

“sunbae hmm gomawo” kataku dengan malu.

“aaahhh de, khajja”

POV End

 

Jam menunjukkan pukul 9 malam. Nara masih berjalan menuju rumah. Keadaan di sekitarnya memang agak sunyi. Tapi Nara tidak merasa gelisah sedikit pun. Saat ia memasuki lorong yang kecil tiba-tiba seseorang mengikutinya dari belakang. Mulanya Nara tidak menyadarinya. Tapi lama-lama perasaannya tak enak. Dia sedikit menoleh kebelakang dan mendapati seseorang berdiri membelakanginya dengan gerak gerik yang mencurigakan. Nara menjadi sedikit curiga, Setiap kali dia melangkah, laki-laki itu mengikutinya.

“eottokhee….eottokhe apa yang harus aku lakukan?”gumamnya. Seluruh tubuhnya kini gemetar dan jantungnya berdetak kencang sampai-sampai dia hampir kehilangan nafas.

Nara merogoh kantung blazzernya dan mengambil ponsel. Dengan tangan gemetar dia mengetuk-ngetuk ponselnya.

“ Nara-ya kemana saja kau?” bentak seseorang begitu teleponnya tersambung.

“Chanyeol-ah, tolong aku” rengek Nara dengan nada gemetar.

“mwo? Ada apa?”

“seseorang sedang mengikutiku sekarang. Aku takut sekali”

“kau dimana sekarang?”

“hmm molla. Aku ada di dekat rumah yang ada patung anjingnya. Hisshhh aku tidak tau jalan apa ini. tapi sepertinya tidak terlalu jauh. ppalliwa” Nara meringis ketakutan.

“beep” teleponnya langsung matikan.

Nara menoleh kebelakang lagi. “aishhh, dia masih mengikutiku. Hik…hiks Chanyeol-ahh ppalliwa.” Nara mulai menangis. Dia ingin berlari tapi badannya sulit sekali untuk digerakkan. Dia hanya berharap Chanyeol benar-benar datang.

“NARA-YAA” teriak seseorang dari ujung jalan berlari mendekatinya.

“CHANYEOL-AAH HUWAAA T_T” Nara langsung merengek sekeras-kerasnya.

Chanyeol segera memeluk Nara yang masih gemetar. Laki-laki paruh baya tadi segera berlari setelah mengetahui Chanyeol datang.

“khajja” ajaknya sambil merangkul Nara.

Tapi Nara malah terbengong melihat Chanyeol.

“Chanyeol-ah, kenapa kau tidak memakai sandal?” tanya Nara.

“aaah, gwaenchana. Hyung tadi memakai sandalku. ” jawabnya bohong.

Nara hanya melihat namja dengan wajah datar. Dia hanya memakai kaos tanpa lengan dan celana ponggol dengan napas yang tersengal-sengal. Padahal suhu malam ini begitu dingin.

Chanyeol merangkul Nara sambil berjalan sedikit pincang. Nara hanya bisa menunduk. Mungkin dia merasa bersalah.

“kita sudah sampai didepan rumah. Kau bisa tenang sekarang” ujar Chanyeol sambil melepas rangkulannya.

“Chanyel-ah kau berdarah” teriaknya histeris.

“mwo?” Chanyeol langsung mengecek sikunya.

~EXO~

Nara segera mengambil kotak P3K untuk mengobati luka Chanyeol.

“Mianhe karena aku kau jadi seperti ini” ucap Nara sambil membersihkan luka Chanyeol.

“gwaenchana, ini bukan salahmu. Ngomong-ngomong kenapa kau pulang sampai malam?” tanya Chanyeol.

“hmm tadi aku pergi bersama Min Ho sunbae”

“mwo? Jadi kau pulang sampai larut malam karena sunbae? Cch apa kau mau dibunuh orang”

“mianhe, tadi sunbae ingin mengantarku pulang sampai rumah, tapi aku menolaknya”.

“makannya lain kali jangan meninggalkan aku. Beginikan akibatnya” bentak Chanyeol.

“arasseo aku tau aku salah. Tapi kenapa kau bisa seperti ini?” tanya Nara.

“ahh… kau tidak perlu tahu. Obati saja lukaku dengan benar. Ini semua kan karenamu”

Nara jadi sinis mendengarnya, dia menekan luka Chanyeol dengan kuat.

“aww appo. Yang benar dong” protes Chanyeol.

 

Flashback

Seperti biasa Chanyeol menunggu Nara di depan gerbang sekolah. Sudah hampir 1 jam dia menunggunya tapi Nara tidak juga menampakkan diri. “pasti dia pulang bersama Min Ho sunbae lagi, Dasar gadis itu, benar-benar keras kepala”.

 

Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, tapi Nara belum juga pulang, biasanya pukul dia sudah sampai dirumah. Chanyeol pun menjadi khawatir. Dia ingin menelepon Nara tapi dia sekarang sedang berpura-pura marah padanya. Perasaan Chanyeol tak tenang, dia terus mondar mandir di ruang TV sambil menggenggam ponselnya. Drrrt…drrrt tak lama ponselnya bergetar.

“Nara-ya kemana saja kau?”jawab Chanyeol begitu mengetahui Nara yang menelepon.

“Chanyeol-ah tolong aku…”

“mwo? Ada apa?”

“seseorang sedang mengikutiku sekarang. Aku takut sekali”

“kau dimana sekarang?” Chanyeol langsung berlari keluar tanpa mengambil jaketnya. Bahkan dia tidak ingat sekalipun untuk memakai sandal.

“hmm molla. Aku ada di dekat rumah yang ada patung anjingnya. Hisshhh aku tidak tau jalan apa ini. tapi sepertinya tidak terlalu jauh. ppalliwa”.

Chanyeol segera berlari sekuat-kuatnya, Namun karena terburu-buru dia tersandung hingga jatuh. Tapi dia segera bangkit dan terus berlari.

Tak beberapa lama, Chanyeol akhirnya melihat Nara dan langsung memeluknya. Dia benar-benar sangat khawatir. Luka lebam di bagian kaki dan sikutnya berdarah, Chanyeol sama sekali tidak menyadarinya.

Flashback END

~EXO~

Hari ini Tae Hyun akan kembali ke Jepang. Berhubung kedua orang tuanya super sibuk, Chanyeol dan Naralah yang mengantarnya ke bandara. Mereka menaiki mobil BMW merah yang dikendarai oleh supir pribadi keluarga mereka. berhubung Chanyeol belum mendapatkan SIM, dia tidak bisa membawa mobil itu.

Mereka tiba di bandara.

“kheure, sampai disini saja. Jaga baik-baik eomma dan appa nee” ujar Tae Hyun pada nam-dongsaengnya.

Chanyeol mengangguk.

“Nara-ya, kau harus bersabar berteman dengan dia, dia memang suka membuat orang kesal. Hahaha. Kalian berdua jangan sering bertengkar. Arra”

“de, aku akan banyak bersabar sunbae” jawab Nara.

Setelah pulang dari bandara, Chanyeol dan Nara singgah ke Coffee Shop. Chanyeol memesan Espresso untuk Nara dan ice caffe latte untuknya dan beberapa buah roti isi kacang merah.

“Chanyeol-ah kau tidak punya akun SNS?” tanya Nara setelah menyeruput espressonya.

“ani, aku tidak suka menggunakan socmed. Hwe?”

“Bagus kalau bergitu. Karena aku mengupload foto kita yang kemaren itu. Hahaha”

“mwo? Jadi kau mempublishnya di SNS. hisshh kau ini benar-benar. Hapus itu sekarang, kalau tidak aku akan membunuhmu”.

“tenang saja, tidak akan terjadi apa-apa. aku tidak bisa menahan tawa tiap kali melihat foto itu. hahaha. Kau mau melihatnya?” ujar Nara sambil memperlihatkan foto yang ada ponselnya.

Terlihat Nara dengan wajah tersenyum lebar sambil merangkul Chanyeol dengan wajah ketakutan melihat kearah lengan Nara. ternyata jika di telisik lebih jauh di bagian lengan Nara ada seekor belalang besar menghinggap di lengannya. Dengan segera Chanyeol merampas ponsel Nara dan segera menghapusnya, termasuk di SNS.

“YA, kenapa dihapus? Kau benar-benar takut serangga ya? Hahaha sampai wajahmu kelihatan ketakutan begitu. Dasar anak-anak” kesal Nara.

“Diam kau, aku tidak suka melihatmu tertawa” jawab Chanyeol sinis.

“aissh… kau kira aku tidak menyimpannya di tempat lain? hehehe” ujar Nara sambil memakan roti.

“haisshh kau ini. Jangan sampai berbuat macam-macam pada foto itu. kalau tidak…”

“aku akan membunuhmu” potong Nara. Dia memang selalu saja ingin membunuh Nara.

Tiba-tiba Nara berhenti makan roti isi itu dan mencium isinya.

“apa ini kacang merah?” tanya Nara.

“ne, hwe? Kau tidak suka?”

Nara langsung meletakkan kembali roti yang tinggal setengah itu.

“OMMO ini gawat” pekik Nara.

“hwe?”

Tak beberapa lama kemudian

“YA Chanyeol-ah NEO… noumu noumu babaraseo” teriak Nara pada Chanyeol. Nada suaranya seperti orang mabuk.

“Nara-ya? Ada apa denganmu? Kau mabuk?” tanya Chanyeol khawatir.

“sssstt… berisik” ucap Nara dengan mata terpejam.

Chanyeol mengecek espresso Nara.

“apa ini mengandung alcohol? Kenapa dia mabuk?” pikir Chanyeol bingung.

Nara terus saja berteriak mengatai Chanyeol. Akibatnya mereka jadi bahan perhatian para pelanggan di Coffee Shop tersebut.

Chanyeol akhirnya menggendong Nara kedalam mobilnya. Disepanjang jalan Nara tidak berhenti mengoceh.

“Chanyeol-a NEO kenapa begitu menyebalkan? Eoh?” teriak Nara dengan mata sayu bak orang mabuk.

“hisshhh… sudah diaaam” pekik Chanyeol sambil membekap mulut Nara dengan tangannya.

“kenapa kau selalu menggagalkan rencanaku pada Min Ho sunbaee. Hooo?” ujar Nara sambil menjambak rambut Chanyeol.

“YA YA APPO. Lepaskaan”

“katakan padaku apa maksudmu kau tidak suka aku di dekat Min Ho sunbae.. ppallii”

“YA YA lepaskaan APPOO”

“apa kau cemburu padanya?”

Ocehan Nara yang terakhir ini membuat Chanyeol terdiam sambil melihat kearahnya.

“YAA kenapa kau diam? Aku benarkan?”

“hisshhh kau ini benar-benar cerewet” ujar Chanyeol sambil menepis tangan Nara, membuat Nara tersungkur ke pintu mobil.

Setelah lelah mengoceh Nara tertidur pulas. Dengan susah payah Chanyeol membawa Nara kedalam kamarnya. Saat Chanyeol meletakkan Nara di tempat tidur Nara berkata dengan mata terpejam “dangsin-i mueos-eul joh-ahaseyo?”

Chanyeol langsung terdiam. Kemudian dia berbisik di telinga Nara.

“ne. Joahaeyo yeoja pabo”

~EXO~

 

Nara bangun sambil memegang keningnya, dia merasa pusing.

“OMMO. Aku terlambaaaat” teriaknya langsung melompat ke kamar mandi.

“ku kira kau tidak bangun-bangun” ujar Chanyeol ketika melihat Nara menuruni tangga dengan setelan seragam sekolahnya. Dengan segera Nara sarapan dan berangkat bersama Chanyeol.

Semenjak Nara pernah diikuti oleh seorang ahjussi Nara dan Chanyeol selalu berangkat dan pulang bersama.

“Chanyeol-ah apa yang terjadi padaku semalam?” tanya Nara

“aissh Kau tidak ingat sama sekali?”balas Chanyeol.

Nara menggeleng polos.

“kau mabuk semalam, apa kau selalu begitu setiap makan roti?” tanya Chanyeol sambil menyipitkan matanya.

“anii itu karena kacang merah. Aku juga tidak tahu setiap makan kacang merah aku akan mabuk. Apa ini bisa dibilang alergi?”

“kau itu aneh. Berarti kau terlahir tidak normal.”

“mworagu? Aisss kau yang tidak normal. Dasar.

Aigoo pasti aku mengatakan yang macam-macam semalam.”Nara memukul-mukul kepalanya sendiri.

“Ne, kau bahkan mempermalukan aku di depan umum. Kau berteriak keras sambil mengatakan “Chanyeol kau begitu menyebalkan”. Ujar Chanyeol dengan nada bicara seperti Nara mabuk tadi malam.

“jinjjayo? Hehe mian. Kata teman-temanku setiap aku mabuk aku selalu mengungkapkan segala emosiku. Tapi aku tidak ingat sama sekali kejadian semalam”

“baguslah kalau dia tidak ingat” batin Chanyeol.

“itu karena kau bodoh” ucap Chanyeol sambil menjitak kepala Nara dan berlari.

“ppalli kita akan telat. Kenapa segala sesuatu kau tidak melakukannya dengan cepat sih.” Protes Chanyeol.

“YA kenapa kau terus mengataiku dari tadi? Napeunnom.”

“Ini balasan yang semalam, bahkan ini tidak seberapa. Ppalliwaa dalpaeng-I (siput).” teriak Chanyeol.

~EXO~

 

“CEKLEK” Nara membuka lokernya.

“bruuk” sekumpulan sampah berserakan dari dalam lokernya.

“Ige mwoya?” Nara jelas saja kaget.

“BRAAK” tiba-tiba seseorang menghantam loker tepat disebelah Nara.

“YA! Kau yeoja yang selalu mengikuti oppa kami kan?apa kalian pacaran? Ch kami tidak akan merestuinya” ujar salah seorang yeoja yang memukul loker tadi.

“mwo? Dugu?” tanya Nara tidak mengerti.

“jangan pura-pura. Kau kira kami tidak tau akal busukmu eoh?”

“museum mal? Aku benar-benar tidak mengerti maksud kalian” jelas Nara.

“jangan ganggu Chanyeol oppa kami” tegas yeoja satu lagi.

“mwo? Jadi yang kalian bicarakan dari tadi si namja yang menyebalkan itu. aigoo kalian sudah salah paham.Aku sama sekali tidak ada hubungan apa-apa padanya. Araa?”

“mworagu? Kau bilang apa tadi? Tidak ada yang boleh mengatai oppa kami! Arasseo. Kau tidak akan kami ampuni” ujar yeoja itu sambil menjambak rambut Nara.

“Ya ya ya… Appo. Lepaskan. YA!” brontak Nara.

“khajja. Kita bawa dia ke belakang sekolah” perintah yeoja itu pada 2 temannya.

Nara pun ditarik paksa oleh ketiga yeoja ini kebelakang sekolah.

“YA LEPASKAN” Nara terus berontak.

Sampailah mereka di pojok belakang sekolah.

Nara dikerumuni oleh ketiga yeoja ini.

“museun iriya?” tanya Nara mulai gelisah.

“dia harus diberi pelajaran” ucap yeoja yang memukul loker tadi.

“kita apakan dia?” tanya salah satu temannya.

“apa kau membawa gunting?”

Salah satu temannya segera merogoh saku blezzernya dan mengeluarkan gunting.

“YA YA apa yang mau kalian lakukan dengan gunting itu?” tanya Nara dengan panic.

“tenang saja. Kami akan mengubah sedikit gaya rambutmu yang kuno ini. jadi sebaiknya kau diam saja”

Kedua yeoja segera menahan kedua tangan Nara membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali.

“bagaimana kalau kita mulai dari depan dulu” jar yeoja itu sambil beriap memotong poni Nara.

“andweee” teriak Nara.

“hey sedang apa kalian?” tiba-tiba seorang namja muncul dari balik tembok.

Ketiga yeoja itu langsung gelagapan dan melepaskan Nara.

“op..oppa” ucap ketiganya dengan latah.

Nara menundukkan kepalanya menahan tangis.

“aku tanya apa yang kalian lakukan?” tegas Chanyeol.

“ka..kami hany…hanyaa”

“MWO?”

Ketiganya langsung terdiam ketika Chanyeol membentak.

“sekali lagi kalian mendekati yeojachinguku ini, kupatahkan leher kalian.” Bentak Chanyeol dengan keras.

Nara langsung terbelalak mendengar perkataan itu.

“mwo? Di…dia yeojachingu op…”

“Ne, masih kurang jelas?”

“an..anni”

“terus kenapa kalian masih disini?”

“whuushhh” ketiga langsung ngacir ketakutan.

“gwaenchanna?” tanya Chanyeol mendekati Nara.

“haissh… YA ini semua gara-gara kau. Apa kau salah satu personil EXO? Tidak kusangka kau punya sasaeng disini.”

“kenapa jadi menyalahkanku? Seharusnya kau berterimakasih.”

“kalau para sasaeng tadi tidak menggilaimu tidak akan jadi begini. Dan apa maksudmu tadi? Yeojachingu? Naega? Ch… sepulang sekolah nanti pasti aku langsung dibunuh oleh sasaengmu itu.”

“YA kau ini cerewet sekali. Aku tadi benar-benar mengatakannya.”

“mwo? Ireon!” ucap Nara sambil berlalu pergi.

“ne, Ne…neol joahanikka.”ungkap Chanyeol.

“DEG” jantung Nara seolah berhenti berdetak, pipinya mulai memanas. Apa dia tidak salah dengar?.

“huahahaha. Utgida. ” Nara malah menganggap pernyataan Chanyeol itu konyol.

“YA! Utjimaa”

“hahaha maldwo andwe -_-” Nara pura-pura tidak menganggapinya dengan serius.

~EXO~

“ne, aku kan sudah memberikan hadiah itu kepada Min Ho sunbae, tetapi belum ada balasan sampai sekarang”. Ujarnya via telepon pada temannya.

“….”

“benar juga, akhir-akhir ini aku kan jarang bertemu dengannya”

“….”

“mwo? An…aniya. Chanyeol yang suka menggangguku”teriak Nara.

Chanyeol yang kebetulan akan menuruni tangga mendengar Nara meneriaki namanya, membuat dia curiga. Dia pun segera berlari kecil dan mendekatkan telinganya di depan pintu kamar Nara.

“aigoo… i..itu tidak mungkin.” Balas Nara gelagapan.

“aahh sudahlah jangan membahas itu lagi. Eottokhee… apa aku harus bertanya lagi padanya?”

“….”

“bagaimana kalau sunbae tidak mau?”

“….”

“jeongmalyo? Ah arasseo. Aku harap besok bisa bertemu dengannya. Gumawo Eunsang-ah”

“BRAAK” Chanyeol tiba-tiba menggubrak pintu kamar Nara

“Kkamjagya” Teriak Nara kaget

 

Chanyeol POV

“apa dia sedang membicarakanku?” aku segera mendekatkan diri dan menyenderkan telingaku pada pintu kamar Nara. Apa dia menceritakan kejadian tadi pada temannya? Aahh pasti begitu. Setiap yeoja kan selalu menceritakan segalanya pada chingunya. Hihihi

“aahh sudahlah jangan membahas itu lagi. Apa aku harus bertanya lagi padanya?”

Tentu kau boleh bertanya lagi padaku. Aku benar-benar sungguh mengatakannya. Ch.. ternyata dia menanggapi serius perkataanku.

“bagaimana kalau sunbae tidak mau?”

Mwo? Sunbae? Apa dia tidak sedang membicarakanku? Berartiii… aghh Min Ho sunbae, haisshh ternyata mereka tidak sedang membicarakanku. Jadi maksudnya dia akan menyatakan perasaannya lagi pada sunbae itu. ch dasar yeoja gila. Bagaimana mungkin dia melakukan ini padaku? apa dia benar-benar tidak percaya perkataanku tadi?

“jeongmalyo? Ah arasseo. Aku harap besok bisa bertemu dengannya. Gumawo Eunsang-ah”

Besok? Ini tidak bisa dibiarkan. Dia benar-benar gadis bodoh.

Segera ku dorong pintu kamarnya dengan keras.

“kkamjjagiya” teriaknya kaget. Untung dirumah sedang tidak ada orang.

“YAAA!” teriakku dengan keras.

“Nara-ya? Dugu? Apa kau sedang bersama seseorang?” tanya Sulli via telepon.

“eoh Eunsang-ah, ije kkeutne nanti ku telepon lagi eoh”

“beep”

“YA! Kenapa tiba-tiba berteriak? Bikin kaget saja” ujarnya sambil mengelus dadanya.

POV END

 

“jadi kau benar-benar tidak percaya pada ucapanku tadi?” jelas Chanyeol menggebu-gebu.

“ucapan? ucapan apa?”

“dangsini JEONGMAL joahyo. Kau tidak mengerti? Perlu kuucapkan lagi?” ucap Chanyeol sambil menekankan kata jeongmal.

“ja…jadi?”

“jadi kenapa kau malah ingin mengungkapkan perasaanmu pada orang lain? kau tidak menghargai perasaanku? Kalau kau tidak suka bilang saja jangan seperti ini.” Bentak Chanyeol.

“museun soriya? SIAPA BILANG AKU TIDAK MENYUKAIMU?”

DOEENG~~ Nara tersadar apa yang baru saja diucapkannya. “Glek” dia langsung menelan salivanya.

“jadi, kau menyukaiku?”

“mwo? Hmmm YA! Kenapa kau masuk kekamar yeoja. Keluar dari sini sekarang. NAGA!” usir Nara. dia segera menyeret Chanyeol keluar kamarnya. Tapi Chanyeol menahan pintunya ketika akan ditutup Nara.

“katakana padaku kalau kau menyukaiku? Marhaebwa?” paksa Chanyeol sambil menahan dorongan pintu dari Nara.

“NAGAAA!” teriak Nara sambil mendorong pintu dengan sekuat tenaganya.

CEKLEK akhirnya pintu tertutup, Nara segera mengunci pintunya dari dalam.

“Nara-ya buka… kau belum menjelaskannya padaku. Nara-ya?” teriak Chanyeol dari balik pintu.

Nara tidak menanggapi Chanyeol. Dia menekan dadanya. “deg deg deg” jantungnya berdetak sangat kencang, bahkan sekujur tubuhnya berkeringat.

~EXO~

Keduanya berjalan dalam diam. Tidak ada ejek-ejekan ataupun saling memukul kepala satu sama lain.

Chanyeol akhirnya mulai bicara.

“apa kau akan menemuimu Min Ho sunbae hari ini?” tanyanya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“apa urusanmu?” balas Nara remeh.

“aku kan namjachingumu, sudah seharusnya aku tau”

“mwo-mworagu? namjachingu? Sejak kapan kita mulai pacaran?”

“tadi malam”

“aku tidak mengiyakannya” ujar Nara sambil menelan salivanya.

“ahh sudahlah, aku tidak mau tau. Pokoknya mulai hari ini kita sudah resmi berpacaran. Arra?”

“what? Bagaimana bisa kau seenaknya begitu.” Sungut Nara.

~EXO~

Sudah seminggu ujian berlalu. Kini saatnya pengumuman. Papan madding langsung dipenuhi oleh para siswa yang sibuk mencari namanya di daftar hasil ujian semester. Diantara kerumunan siswa itu juga ada Nara dan Chanyeol yang ikut sibuk mencari nama mereka.

Bola mata Nara terus menelisik mencari namanya, dan pada nomor urut ke 10 dia mendapatkan namanya.

“OMMO, kyaaa akhirnya aku masuk 10 besar.” teriak Nara dengan senangnya.

“chukkae” ucap Chanyeol memberi selamat sambil mengadahkan tangannya. Nara pun membalas tangan Chanyeol.

“gumawo, aku tidak percaya peringkatku langsung naik. aku senang sekali” ujar Nara hampir meneteskan airmata bahagianya.

“kalau kau ada di peringkat berapa?”

“tentu saja yang pertama” jawab Chanyeol sombong.

“jeongmalyo?” Nara segera melihat daftar pengumuman itu lagi. Bola matanya hampir keluar melihat nama Park Chanyeol ada di urutan pertama.

“tidak bisa dipercaya” ujarnya.

“bagaimana bisa kau di posisi pertama, kuperhatikan kau tidak pernah belajar dirumah.” Sungut Nara masih tidak percaya.

“aku ini keturunan Albert Einstein, jadi tidak belajar pun aku tetapi pintar.”

“Chh pantas wajahmu mirip Albert Einstein. :p. Tapi gumawoawo sudah mengajariku” balas Nara dengan senyum sumringah.

“hehe tapi kau tidak lupa pada janjimu kan?”

“oops” iya benar, Nara lupa kalau dia harus menepati janji pada Chanyeol.

Nara melihat sinis kearah Chanyeol yang sedang memasang senyum devilnya.

“sebelum pulang, temui aku di atap sekolah, arra” bisik Chanyeol.

“GLEK” Nara menelan salivanya.

“tamatlah riwayatku”

~EXO~

“aku hanya akan memenuhi satu permintaan, cepat katakan” ujar Nara pada Chanyeol di atap sekolah.

“arasseo, permintaanku tidak banyak kok. Aku hanya minta kamu memenuhi permintaanku hari ini saja. Mudahkan?” jawabnya.

“mworagu? itu sama saja” sungut Nara.

“tidak ada bantahan, kau harus menepati janjimu. Untuk permintaan pertama aku ingin kau mengucapkan ‘saranghae’ padaku?”

“mwo? Permintaan konyol macam apa itu, shireo!” tolak Nara mentah-mentah.

“YA! Tapi kau sudah berjanji memenuhi permintaanku, marhaebwa. ‘Oppa-ya nado, saranghae’, ppalli” rengek Chanyeol sambil mengejakan kalimat yang benar kepada Nara.

“siltagoyo!” tegas Nara.

“ppalli…” Chanyeol terus memelas sambil memegang pundak Nara dengan kedua tangannya, membuat mereka saling berhadapan.

Akhirnya Nara menyerah

“Op-oppa na-do sa—ranghae” ujar Nara dengan suara berbisik.

“YA! Katakan dengan jelas, aku sama sekali tidak mendengarnya. Ulangi sekali lagi” paksa Chanyeol.

“shireo, yang penting aku sudah mengatakannya. Khajja pulang, aku sudah sangat lapar”

“hiss kau ini, khajja” ajak Chanyeol sambil menarik tangan Nara.

“ige mwoya? Lepaskan tanganmu dariku” ujarnya sambil mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Chanyeol.

“permintaan selanjutnya, jangan melepas tanganku hari ini saja”

“mworagu?”

“hehehe… khajja” ajak Chanyeol dengan senyum sumringahnya sambil mengayun-ayunkan tangan mereka.

Permainan Chanyeol pun dimulai

“khajja aku ingin nonton bersamamu” ajak Chanyeol pada Nara. Mau tak mau Nara menurut.

“khajja kita ke foto box”

“khajja kita main ice skating”

Chanyeol terus saja meminta semua kemauannya pada Nara. Walaupun Chanyeol banyak permintaan tapi dia senang melakukannya. Seharian penuh mereka berkencan.

“nanti sampai dirumah aku ingin kau menemaniku tidur” ucap Chanyeol.

“mworagu? ck sulit dipercaya kita tinggal satu rumah. Bagaimana bisa kita berpacaran dengan keadaan seperti ini?”

“seharusnya kau senang. Kita kan bisa berlatih untuk masa depan kita nanti”

“MWO?” Nara langsung membuka lebar kelopak matanya.

“khajja kita pulang” ujar Chanyeol sambil merangkul Nara.

~EXO~

“rumah ini selalu terasa sepi” ucap Chanyeol ketika duduk di halaman belakang bersama Nara.

“tapi berkat kau aku tidak merasa kesepian lagi” tambahnya.

Nara langsung mengalihkan pandangan kearah Chanyeol sambil tersenyum tipis.

“aku masih tidak percaya disukai oleh namja paling menyebalkan sepertimu” ujar Nara.

“aku juga tidak percaya bisa menyukai yeoja bodoh dan menyebalkan sepertimu” balas Chanyeol tidak mau kalah.

“Aku ingin kau selalu disisiku selamanya. Aku ingin kaulah masa depanku. Ini permintaan terakhirku. ” ucap Chanyeol dengan tulus sambil menatap lurus kearah manic mata Nara.

“aku tidak yakin bisa memenuhinya, tapi aku akan berusaha.” balas Nara.

“jjang, aku sangat senang mendengarnya. Satu permintaan lagi, mmm…” Chanyeol menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya.

“ppoppo” ujar Chanyeol.

“MWO? micheosseo!”

“ppalliwa, ini benar-benar yang terakhir. Mmm” ujar Chanyeol terus menunjuk bibirnya lagi.

“siltagoyo! Permintaanmu sudah habis” tegas Nara sambil memutar badannya membelakangi Chanyeol.

“kalau kau tidak mau aku yang akan melakukannya.”

“haebwa, aku tidak takut”

“Aku hitung sampai 3. Hana….ddul—“

CHU~~ Nara tiba-tiba mencium pipi Chanyeol dengan singkat. Cepat-cepat dia melepaskan ciuman itu dan megalihkan pandangannya membelakangi Chanyeol. Tapi Chanyeol malah menarik tangannya dan

CHU~~ Chanyeol mencium bibir Nara dengan lembut, waktunya juga sangat singkat, bahkan Nara tidak sempat memejamka matanya (?).

“aku minta kau mencium bibirku bukan pipi” jelas Chanyeol. Nara jadi tersipu malu dan menundukkan kepalanya.

“PLAAK” kaki Chanyeol jadi sasaran empuk kekesalan Nara.

“apa yang kau lakukan?” teriaknya tapi tidak menatap wajah Chanyeol dengan sinis.

“auu! Appo”

Nara segera berlari kedalam rumah. Dia bukannya marah tapi sedang mengambil sesuatu untuk diberikan kepada Chanyeol.

“ini” Nara memberikan sebuah gulungan kertas dibalut pita berwarna merah.

“ige mwoya?” tanya Chanyeol heran.

“buka saja, anggap saja ini ucapan terimakasih karena telah membantuku belajar” ujar Nara sambil duduk disebelah Chanyeol.

Gulungan kertas itu pun dibuka oleh Chanyeol dan tampaklah sebuah lukisan dua pasangan yang sedang berdiri di hamparan ladang bunga.

“lukisan siapa ini?” tanya Chanyeol.

“kau tidak lihat ada namaku dibawahnya?”

“jadi kau yang membuatnya? Pantas saja lukisannya aneh begini”

“mwo? apanya yang aneh?”

“apa kau benar-benar punya bakat melukis? Kau sengaja membuat hidungku seperti jambu? dan kenapa bentuk kepalaku seperti buah semangka begini? Dan telingaku seperti Yoda? Apa kau sedang menggambar alien?” protes Chanyeol panjang lebar.

“YA! kalau kau tidak suka tidak usah dilihat. Sini kembalikan” pekik Nara sambil merebut gambar lukisan yang tak seberapa itu dari tangan Chanyeol tapi dia menepisnya.

“aku masih belajar melukis pada Min Ho sunbae, jadi wajar kalau lukisanku jelek, aku kan masih amatir”

“Min Ho sunbae? Jadi kau masih dekat dengannya? Apa kau benar-benar suka padanya?”

“siapa yang suka dengan siapa? sepertinya selama ini kau salah paham. Semua yang ada dipikiranmu tentang Min Ho sunbae itu tidak benar. Kami ini hanya sebatas hubungan kakak dan adik kelas.”

“salah paham apanya? Aku mendengar langsung kalau kau kan menyatakan perasaanmu padanya?”

“hissh… jadi selama ini kau selalu menguping permbicaraanku dengan Eunsang? Dasar kau ini. sudahlah tidak usah dibahas lagi. Sini kembalikan lukisannya.”

“shireo, aku akan menyimpannya” ujar Chanyeol sambil menggulung lukisan itu.

Nara berdecak sebal. ‘TAP’ Nara tiba-tiba berpikir ingin menjaili Chanyeol.

“Ahh aku punya hadiah lagi untukmu, silahkan pilih” Nara mengepalkan kedua tangannya sambil menyodorkannya kepada Chanyeol.

“apa lagi ini? apa kau akan melamarku?” ujar Chanyeol ge-er.

“pilih saja”

Chanyeol memilih kepalan tangan sebelah kanan.

“kau yakin?” ujar Nara meyakinkan.

Chanyeol mengiyakan.

Nara membalikkan posisi tangannya dan perlahan membuka kepalan tangannya. Chanyeol pun memperhatikannya dengan sangat serius.

“UWAAA” Chanyeol berteriak begitu keras.

“huahahaha” Nara tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi ketakutan Chanyeol.

“YA! Jauhkan itu dariku. Cepat buaang” teriaknya

“arasseo..arasseo aku akan membuangnya, hahaha” Nara segera membuang kumbang itu, tapi dia malah membuangnya kearah Chanyeol. Kontan saja Chanyeol langsung lari ketakutan.

“Hahahaha” dasar penakut.

~END~

4 pemikiran pada “My Love is Hiding (Chapter 2) – END

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s