Sacrifice (Chapter 1)

Sacrifice

sacrifice poster

Title : Sacrifice

 

Author : Mingi Park (@Gvnnnptr)

 

Poster Credits : Redbaby

Main Cast :

  1. Kim Jongin (EXO-K)
  2. Cha MinAe (OC)
  3. Oh Sehun (EXO-K)
  4. Kang Naeun (OC)

Genre : Angst, Romance, Friendship, Family

 

Rating : PG-15

 

Length : Multi-chapter

 

 

[CHAPTER 1]

 

Aku tahu, tidak mudah melepaskannya..

 

Tapi itulah yang seharusnya memang terjadi..

 

 

Matahari mulai menampakkan sinarnya ketika seorang yeoja berambut hitam kecoklatan terjaga dari tidur nyenyaknya. Kedua mata indah itu mengerjap tak nyaman karena seberkas cahaya yang melewati pupil nya terlalu besar.

“Aish.. Ya! Kkamjong! Kenapa kau menyalakan lampu terlalu terang?!”.

 

Bibir plum nya mengerucut seiring dengan langkah namja yang dipanggil Kkamjong tadi mendekat, dan mengulurkan tangan kokohnya meraih puncak kepala sang yeoja dan mengelus lembut.

 

“Ini sudah pagi, MinAe-ah. Kau mau terlambat kuliah,eoh?”.

 

Si Namja tersenyum kecil dan menyentuh bibir plum tersebut dengan jari telunjuknya.

 

“Sampai kapan bibir ini akan mengerucut? Apa aku harus menciumnya ya? Kemari. Chuu~“.

 

Belum sempat Ia meraih bibir itu, si empunya telah melemparkan sebuah bantal kearah si malang Kkamjong dan alhasil pagi ini sang playboy kampus sukses mencium empuknya bantal MinAe yang sedikit terdapat noda liur yang mengering.(Lupakan kalimat terakhir itu)

 

Nappeun nom! Kau pikir aku mau dicium oleh namja hitam,pesek,dan mesum sepertimu? SUPER BIG NO,Kkamjong. Bye.”

 

MinAe-yeoja pemilik bantal dengan noda liur yang mengering itu-beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi meninggalkan Kkamjong yang masih shock sehabis menikmati bantal yang menyerang bibirnya. Ah lebih tepatnya, wajah.

 

“Ya!MinAe! Kau lupa sewaktu kecil dulu kau menciumku,huh?”. Kkamjong pun beranjak dari kasur MinAe dan berjalan menuju kamarnya yang memang ada disebelah kamar MinAe.

 

At Seoul National University

 

Cha MinAe tengah menikmati ramyun kesukaannya sebelum akhirnya Ia menoleh dan mendapati Kkamjong sedang duduk dan bercakap-cakap dengan yeoja yang ia yakin adalah hoobae (junior) nya. MinAe merasa gerah dengan tingkah laku si pesek itu. Hampir setiap hari Ia berganti yeoja untuk didekati.

 

“Lihat saja nanti, akan ku cincang si jelek itu”

 

Gerutunya sambil menyuap ramyunnya sebanyak mungkin. Dirinya dan Kkamjong atau Kim Jongin adalah ‘kakak-adik’. Usia mereka terpaut 2 tahun. Mereka selalu bersama. Kkamjong lah yang selalu menjaga dan menemaninya, apalagi semenjak kejadian 17 tahun yang lalu. Kecelakaan yang berhasil merenggut nyawa kedua orangtuanya.

 

Flashback

 

Ahjumma, mana abeoji dan umma? Kenapa mereka belum pulang juga? MinAe merindukan mereka..”

 

MinAe menatap Park Yunshin atau Nyonya Kim, sahabat orangtuanya yang juga ibu Kim Jongin. Yunshin tersenyum pedih mendengar rengekan MinAe, hatinya serasa ditusuk ribuan jarum. Ia bingung bagaimana menyampaikan kabar duka ini kepada si kecil MinAe. Yunshin menggigit bibir bawahnya menahan tangis.

 

“MinAe-ah, dengarkan ahjumma. MinAe anak yang kuat kan? Kemari sayang.”

 

Yunshin menarik lembut lengan MinAe dan memeluknya erat. MinAe merasakan bahu kirinya basah. Ia tahu ahjumma nya menangis.

 

Ahjumma kenapa menangis? Apa MinAe berbuat salah?”

 

Ia menatap manik mata Yunshin lekat-lekat.

 

“MinAe, sekarang abeoji dan umma mu sudah tenang dan bahagia. Mereka sedang menatapmu walau kau tidak bisa melihatnya. Mereka juga mengelus dan mencium pipimu meskipun kau tidak menyadarinya sayang. Mereka sangat mencintaimu.” Ucap Yunshin

 

Yunshin terisak dan rasa sakit memenuhi dadanya hingga terasa sesak. MinAe yang awalnya tidak mengerti maksud Yunshin, akhirnya menitikkan airmatanya dan menangis dengan cukup keras.

 

Ah-ahjumma.. Apa.. Abeoji dan umma me-meninggal?Mereka meninggalkan MinAe?”

 

MinAe menangis sejadinya dan langsung memeluk erat tengkuk Yunshin.

 

“Kenapa mereka meninggalkanku, ahjumma? Apa aku anak nakal?”

 

Yunshin menggeleng dan menghapus airmata yang mengalir dikedua pipi MinAe.

 

“Tidak, sayang. Mereka sangat mencintaimu. Mereka sangat baik, maka itu Tuhan lebih cepat memanggil mereka, ingin bertemu dengan mereka. Kau harus menjadi anak yang kuat Arrachi?”.

 

Yunshin mengelus rambut panjang MinAe. Gadis kecil itu mengangguk sambil terisak.

 

“Mulai sekarang, kau tinggal disini bersama ahjumma, Junghwa ahjussi, dan Jongin. Kami adalah keluargamu dan akan selalu menjagamu,arra?”

 

MinAe kembali mengangguk dan memeluk Yunshin erat.

 

Gomawo ahjumma. MinAe beruntung memiliki ahjumma. MinAe berjanji akan selalu membahagiakan abeoji dan umma agar mereka tersenyum.”

 

“Benar MinAe, kau harus membahagiakan mereka dan membuat mereka bangga memiliki anak sepertimu”

 

Terdengar suara Kim Junghwa, ayah Jongin, yang baru tiba dari pemakaman kedua orangtua MinAe.

 

Ahjussi..”

 

MinAe melepas pelukan Yunshin dan berlari kearah Junghwa untuk memeluknya.

 

“Kau boleh menangis dan meluapkan semuanya. Tapi ingat, sehabis itu, kau tidak boleh bersedih dan menangis lagi karena hal yang sama. Arrachi?”

 

Junghwa mengelus lembut rambut MinAe.

 

“Mulai sekarang, kau panggil ahjussi dengan sebutan appa. Juga memanggil Yunshin ahjumma dengan sebutan umma. Okay?”

 

MinAe mengangguk mantap dan meraih tengkuk kedua orangtua barunya dan mereka berpelukan penuh kehangatan.

 

Yunshin menitikkan airmatanya dan merasa sangat nyaman berada dipelukan mereka. Ia menyesal, kenapa dulu ia mengambil keputusan bodoh itu.

 

***

 

Jam dinding menunjukkan pukul empat sore ketika seorang anak lelaki memasuki rumahnya sambil menenteng tas nya dan sebuah kotak kecil berwarna pink berhiaskan pita ungu. Ia berjalan cepat, setengah berlari sambil memanggil-manggil MinAe.

 

“MinAe-ah. Lihat apa yang oppa bawa untukmu.”

 

Jongin-anak lelaki itu- berlari menuju kamar MinAe dan mendapati gadis itu tengah bermain bersama boneka Rilakkuma nya.

 

“Jongin oppa!”

 

MinAe yang menyadari kehadiran Jongin langsung beranjak dari kasurnya dan mendekati anak lelaki itu.

 

“Ini. Oppa mau memberikan ini untukmu. Agar kau tidak bersedih lagi,nae dongsaeng.”

 

Jongin mengelus rambut MinAe dan menyerahkan kotak itu. Gadis itu membulatkan matanya dan membuka kotak mungil tersebut. Ia ternganga melihat isinya. Sebuah jam tangan berbentuk kepala rilakkuma-boneka kesukaannya- dan anting dengan bentuk serupa.

 

Oppa! Ini sangat indah. Jeongmal gomawo! Saranghaeyo,nae oppa

 

MinAe memeluk Jongin dan mencium pipinya sekilas. Terlihat semburat merah menghiasi pipi Jongin.

 

Cheonma, MinAe-ah. Seulpeo hajima,ne? nanti tidak cantik lagi.”

 

MinAe mengerucutkan bibirnya sekilas tetapi setelah itu kembali tersenyum bahagia. Ia senang memiliki Jongin sebagai ‘kakak’ nya.

 

 

 

 

Flashback Off

 

***

 

“MinAe-ah, jibe kajja. Sudah sore.”

 

Jongin memanggil MinAe yang masih sibuk dengan novelnya di halaman belakang kampus. Ia menunggu namun tak ada respon dari gadis itu, akhirnya Ia berinisiatif untuk mengambil novel yang tengah dibaca adiknya.

 

“Ya! Aku belum selesai membaca, Kim Jongin!”

 

MinAe bersungut sambil berusaha mengambil novelnya walaupun ia tahu usahanya gagal, mengingat perbedaan tinggi badan mereka yang cukup jauh. Jongin berlari-lari kecil diikuti MinAe yang mengejarnya sambil berteriak.

 

“Coba saja ambil. Kalau bisa, aku traktir samgyetang sampai kau kekenyangan kkkk”.

 

Akhirnya MinAe menyerah, Ia kesal dan berlari menuju kantin (sebenarnya Ia juga haus karena berteriak-teriak). Jongin yang tidak menyadari masih berlari-lari kecil sampai ketika Ia menoleh kebelakang, adiknya tidak ada disana.

 

“Dimana ia? Cepat sekali menghilangnya.”

 

***

 

“Kkamjong menyebalkan! Menyebalkan! heol.”

 

MinAe memegang sekaleng soda yang baru saja ia beli dan menenggaknya sambil menggerutu, ia tidak memperhatikan jalan dan begitu juga dengan namja yang tengah sibuk dengan ponselnya, yang sedang berjalan setengah berlari berlawanan arah dengan MinAe hingga akhirnya..

 

Buuukkk…

 

“Aduhh!!”

 

“Aww pantat sexy ku. Aihhh ponselku…”

 

Mendengar kalimat itu, MinAe langsung menoleh ke namja yang bertabrakan dengannya barusan. Ia Oh Sehun. Sahabat Jongin.

Sok sexy sekali dia. Padahal kurus kerempeng. Tapi kasihan juga,ponselnya terbanting cukup keras. Batinnya.

 

“Perhatikan jalanmu lain kali, nona. Kau mencelakai pantat juga ponsel ku.”

 

Namja itu berbicara sambil membenarkan poni rambutnya sedikit.

MinAe akhirnya meminta maaf walau ia sebenarnya juga jengkel.

“Oh iya. Jeongseohamnida. Aku tadi kurang hati-hati.”

 

MinAe membungkukkan sedikit badannya ketika mengucapkan kalimat itu. Sang namja menatapnya datar, tanpa reaksi. MinAe semakin jengkel. Baru saja Ia akan menegur namja itu, tiba-tiba si namja sudah berjalan mengabaikan permintaan maaf MinAe.

 

“Disini kau rupanya,hah. Apa itu Sehun? Kau berbincang dengannya?”

 

MinAe terkaget ketika mendengar suara keras Jongin serta berbagai pertanyaan yang ia lontarkan. MinAe mendelik dan menginjak kaki Jongin kuat-kuat.

 

“Aww.. Kakiku! MinAe-ah, kau ini tenaganya seperti lelaki. Aku kan hanya bercanda huhuhu.. Ini novelmu.. Aduh..kakiku kasihan”

 

Jongin meringis kesakitan dan mengusap-usap kaki malangnya yang masih berbalut sepatu.

 

Tatapan mata MinAe kembali tertuju pada namja datar yang tadi bertabrakan dengannya.

 

“Sombong sekali menyebut-nyebut pantatnya sexy. Padahal datar sama seperti ekspresi wajahnya”

 

MinAe menggumam seorang diri. Ia baru saja akan mengajak Jongin pulang namun ketika ia menoleh, ia mendapati Jongin tengah berlari kearah seorang yeoja. MinAe tahu betul siapa yeoja itu. Kang Naeun.

 

 

Jongin’s POV

 

Kakiku cenat-cenut karena MinAe. Aku kadang tidak mengerti kenapa tenaganya bisa sebesar itu. Mungkin umma salah membuatkan makanan untuknya, sehingga ia jadi buas begini. Ah lupakan.

 

Aku mendapatinya tengah duduk dibangku taman kampus. Ya. Yeoja manis dan anggun. Yeoja yang benar-benar aku sukai. Namanya Kang Naeun.

 

Aku memang playboy. Tapi tidak untuk Naeun. Dia berbeda. Sangat berbeda. Maka itu, ia adalah pengecualian. Aku memang sungguh menyukai yeoja manis itu. Aku segera menghampiri dan duduk di sebelahnya.

 

Annyeong, Naeun-ah. Kau menungguku ya? Kenapa belum pulang?”

 

Aku menyapanya dan sedikit menggodanya. Terlihat pipinya memerah. Ah dia semakin terlihat cantik saja kalau bersemu merah begini.

 

An-annyeong Jongin-ah.. Aku sedang menunggu dijemput..”

 

Ia menjawab dengan lembut. Aku sangat suka caranya berbicara, sopan dan lembut. Aku memandangi wajahnya yang terlihat gugup dan memerah. Ia yang menyadari hal itu langsung tersenyum kikuk. Menggemaskan.

 

“Ehm.. Jongin, ada apa? Apa ada yang aneh di wajahku?”

 

Ia meraba-raba pipinya, mencari apakah ada kejanggalan disana. Aku tersenyum lebar lalu mengelus pipinya.

 

“Ada. Ada yang salah. Kau yang salah. Kau sudah membuatku jatuh cinta padamu”

 

Ia menunduk dan pipinya semakin memerah.

 

“Jongin-ah, jangan menggombal begitu. Aku tak…”

 

 

Belum sempat ia melanjutkan ucapannya, terdengar bunyi ponsel yang sedari tadi ia pegang. Naeun segera menjawabnya. Aku tahu pasti supirnya sudah tiba.

 

Sial

 

Waktuku untuk mendekatinya akan segera berakhir. Huh.

 

“Jongin, aku sudah dijemput. Mian aku harus pulang duluan. Annyeong

 

Naeun membungkukan badannya dan tersenyum lembut.

 

“Baiklah, hati-hati dijalan,ne. Kapan-kapan kita mengobrol lagi. Annyeong,Naeun-ah”

 

Dia berjalan dengan anggunnya menuju tempat parkir di depan kampus. Aku sudah benar-benar jatuh cinta padanya. Jantung ini berdegub kencang sekali.

 

Astaga! Aku lupa MinAe! Tadi aku meninggalkannya di kantin.

 

 

Author’s POV

 

Jongin menghampiri MinAe yang sedang duduk di salah satu kursi kantin. Dapat ia lihat wajah MinAe yang masam.

 

“Hehehe nae dongsaeng, maafkan oppa mu yang tampan ini ya.”

 

Jongin duduk disebelah MinAe yang masih memasang wajah cemberutnya.

 

“Sudah bergenit-genitnya? Dasar playboy jelek. Setiap hari ada saja yeoja yang kau dekati.”

 

MinAe mengerucutkan bibir mungilnya. Jongin tertawa dan mencubit pipi MinAe gemas.

 

“Ohh kau cemburu rupanya. Iyakan.. Kau cemburu kan MinAe-ah”

 

DEG!

 

MinAe mematung mendengar kalimat Jongin barusan.

 

“Apaa? Cemburu?Ti-tidak.. Siapa yang cemburu! Ah sudahlah, aku mau pulang saja.”

 

Ia jadi salah tingkah. Jongin tertawa kencang dan memeluk adiknya sambil memainkan rambut-rambut halus di sekitar kening MinAe.

 

“Tenang saja MinAe, walaupun nanti aku akan berpacaran atau menikah dengan Naeun, aku akan tetap menjadi oppa mu. Kau tenang saja,ne? Kau takkan kehilangan oppa yang tampan dan eksotis ini.”

 

MinAe merasakan jantungnya bereaksi kuat mendengar kalimat barusan. Tidak! Jantungnya berdedub kencang sekali. Ia benci jantungnya yang berdegub sekencang ini. Ia ingin menangis. Menangisi kebodohannya untuk hal yang satu ini…

 

 

To be continue.

 

Note    : annyeong! New author’s here. Jeongmal gamsahamnida buat yang udah baca. Dan maaf banget kalo chapter 1 nya kependekan. Di chapter selanjutnya author usahakan lebih panjang. Don’t forget to leave comment(s) hehe

 

14 pemikiran pada “Sacrifice (Chapter 1)

  1. Minae knpa tuh? Dy suka jongin y?
    Ak ngakak bca yg part sehun, haruskah dy bilang pantatnya sexy? Hahaha =)) #walaupunbenersih#plakk
    lanjut thor, kepo nih
    hwaiting ^.^

  2. Pantat sexy?gue keinget foto Sehun diairport yg diedit edit gitu 😀 gue kira minae adik kandung kai?ternyata bukan next bacaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s