Understanding Me (Chapter 1)

Understanding Me

Understanding Me

Judul : Understanding Me

Author : yukinomiya

Genre : School life, Romance, Fantasy

Cast : Song Yu ki (OC), Byun Baekhyun, Park Chanyoel

Annyeong chingu~

this is my first FF and I’m so glad to write this. Its makes me really excited!. This one is original from my absurd brain but hope you enjoy to read J Really Want to know your comment about this 😀 Don’t copy-paste my job since it’s my copyright ^^

Author POV

Seorang gadis duduk sendirian di atap sekolah. Ya, tempat ini adalah favoritnya. Tidak pernah ada orang disana. Hanya dirinya sendiri. Sepi dan tenang. Dia tidak akan bisa pusing mendengar jalan pikir orang lain. Ya, dia bisa mendengarkan apa yang dipikirkan orang lain bahkan yang tidak ia lihat sekalipun dan dia benci itu. Mengapa hal itu terjadi padanya? Tentu ia tahu. Hal itu karena dia pernah nyaris mati saat berusia 6 tahun dan sejak saat itu dirinya menjadi seorang indigo.

Ia bisa mendengar perkataan yang tidak ingin orang lain katakan. Dia mendengar pikiran anak yang ingin membunuh orang tuanya, suami yang hanya ingin menikah karena keluarga istrinya kaya, seorang pemuda yang ingin melakukan pelecehan seksual pada kakaknya dan sebagainya yang ia sendiri sangat muak mendengarnya.

Bel sekolah berbunyi, ‘hhhhh’ gadis itu mendengus kesal. Ia malas beranjak ke kelas. Malas bertemu dengan orang lain. Malas mendengar jalan pikiran munafik mereka. Tapi gadis itu tetap berdiri. Berjalan menuju kelas.

‘ haha pulang sekolah ini aku akan jalan dengan pacarmu’

‘hah menyebalkan sekali sekolah disini, sekolah kumuh’

‘aku akan mengambil uang itu hari ini, aku akan mengambilnya diam-diam’

‘apa ayah akan memukuliku lagi? Ya! Malam ini aku tidak akan pulang’

‘lihat saja kau guru menyebalkan! Suatu saat aku akan membunuhmu’

Song yuki berjalan dengan cepat. Dia menutup telinganya dengan headphone meski ia tau itu semua percuma. Ia terus berjalan cepat sampai kelas. Duduk dikursi paling pojok belakang dan mengganti headphonenya dengan headset dan mendengarkan music dengan volume sekeras mungkin. Itu sedikit mengurangi kebisingan yang ia dengarkan dari jalan pikiran orang lain.

Song Yuki POV

“Hi song yuki, darimana saja kau? Aku mencarimu sejak tadi” ujar seorang namja menghampiriku. ‘Apa yang selalu dilakukan cewek ini saat istirahat ? dia selalu menghilang dan baru kembali saat bel selesai berbunyi’ dia menatapku aneh. Hah aku jengah dengan namja satu ini. Namanya Park Chanyoel. Dia namja yang sebenarnya sama seperti yang lain. Dipikirannya hanya ada bermain dan mendekati yoeja-yoeja cantik. Yang lebih menyebalkan dia satu-satunya orang dikelas yang selalu menghampiriku dan menanyakan darimana aku pergi. Aku bisa membaca pikirannya. Awalnya dia mau mendekatiku karena aku satu-satunya yoeja yang tidak jatuh cinta padanya dan ia ingin mendekatiku tapi lama kelamaan sepertinya dia berubah pikiran dan mulai berfikir hal-hal lain seperti ‘ apakah Cuma aku saja yang bisa melihatnya?’ ‘apa dia hantu?’ ‘dia pasti alien dari planet lain’ ‘gadis menyeramkan’ dan lain sebagainya. Aku hanya selalu diam.

Aku memang selalu diam. Aku tidak akan berbicara kecuali saat guru menyuruhku untuk bicara. Sisanya aku hanya terdiam dan diam. Duniaku sudah terlalu ramai. Untuk apa aku menambahnya dengan suaraku? Hhhh. Dan sekarang akupun terdiam. Hanya melihat kosong ke mata namja tampan didepanku ini. Ia memang tampan. Banyak pria tampan didunia ini. Tapi sepertinya tidak akan ada yang cukup tulus untuk orang yang bisa membaca jalan pikiran sepertiku. Aku melengos.

‘ apa tadi dia mendengus? Gadis ini tadi mendengus? Haaa aku tak percaya dengan apa yang kulihat. Apa dia baru saja mengabaikanku? Mengabaikan cowok tampan sepertiku? Omg.’ aku menolehkan kepalaku kea rah jendela. Dasar namja narsis.

“kau tidak apa-apa?” kata chanyoel lembut. Aku tau dia mulai memperlihatkan sikap sok gentlenya. “sepertinya kau sakit. Mau kuantar ke uks?” Ia mengulurkan tangannya. Aku tidak bergeming. Tiba-tiba Guru kimia kami masuk ke kelas. Ia menarik lagi tangannya dan kembali ke kursinya “baiklah, bilang padaku kalau kau butuh teman untuk ke uks, ok?” sambil mengedipkan matanya.

‘hah ada apa dengan gadis itu. Selalu saja mengabaikan orang lain. Mana ada orang yang ingin berteman dengannya jika dia begitu’ aku diam saja mendengar batin chanyoel. Dasar namja narsis. Kau pikir aku tidak tau jalan pikiranmu.

‘apa sih yang dilakukan gadis itu, chanyoel selalu saja mengajak bicara gadis itu, awas nanti akan kuberi sedikit pelajaran padamu, Song yuki’

‘gadis aneh, apa yang kau lakukan pada chanyoel hingga dia selalu perhatian padamu? Dia pasti penyihir’

Hhhhh mereka mulai lagi. sepertinya aku akan berdiam lebih lama diatap hari ini. Aku akan latihan gitar saja, untung aku meninggalkan satu punyaku di gudang atap. Ternyata selalu sangat berguna disaat-saat seperti ini.

Author POV

Sebuah sepeda motor berhenti tepat didepan rumah berwarna coklat muda. Seorang pria memarkirkan motornya di halaman depan rumah lalu berjalan kea rah pintu. Ia memasukkan kode rumah dan pintu terbuka. Ia berjalan masuk, mengambil segelas air dari kulkas dan tertidur di Sofa.

Tiba-tiba handphonenya berbunyi tanda pesan masuk, “Ya Baek, segera kesini apa kau lupa kita harus bertanding basket hari ini – Jong In” Tentu saja namja yang dipanggil baek itu tidak membacanya. Ia sibuk dengan alam mimpinya.

Di suatu tempat lain seorang yoeja sedang bermain gitar di atas atap sekolah, menunggu datangnya gelap hingga ia tidak akan dikerjai oleh temannya yang lain. Ia memainkan lagu salah satu penyanyi kesukaannya, IU yang berjudul Friday.

This Friday. How is this Friday? It’s too hard to wait till weekend. Time, please go faster, I want to rush the clock (mind control) . Each minute, Each Second is so sweet. What is this man? I cant help but to fall in love.

‘Hhh. Sampai kapan aku harus menahannya seperti ini? Aku sudah lelah hidup dengan pendengaran ini. Apa ini akan bertahan selamanya? Aku lebih memilih untuk hidup dalam dunia munafik yang nyaman daripada merasakan kejujuran yang menyakitkan’ batin yoeja itu.

Hembusan angin sore itu membuatnya merasa sangat mengantuk dan ia pun tertidur begitu saja tanpa sadar ada seseorang namja yang datang keatap sore itu.

Park Chanyoel POV

Ia jelas melihat Song yuki tidak pergi kea rah gerbang sekolah saat ia melangkahkan kaki hendak keluar kelas. Ia melihat gadis itu berjalan kea rah lain. Tapi ia tidak berpikir untuk mengikutinya. Ia ada tanding basket dengan sekolah lain. Selesai ia bermain basket bersama timnya, rasa penasaran itu mulai muncul. Apa gadis itu masih berada di sekolah? Seharusnya ia bisa melihat gadis itu berjalan pulang melawati depan lapangan basket hari ini, arah rumahnya menuju kesana. Dan harus selalu melewati lapangan ini.

Park chanyoel kembali ke kelasnya untuk mencari dimana yoeja aneh itu. Tapi ia tidak menemukannya. “hmm pasti kau sudah gila park chanyoel, untuk apa kau mencari yoeja aneh itu, dia pasti sudah pulang! untuk apa memperdulikan yoeja yang tidak menggubrismu bahkan setelah setiap hari dlam setahun kau mengajaknya mengobrol.” ia memukul kepalanya sendiri atas apa yang ia lakukan saat ini.

Ia berjalan menuju tangga dan langsung membatalkan niatnya untuk kembali ke rumah saat mendengar seseorang memainkan gitar dengan sangat merdu. Park chanyoel seperti tertarik medan magnet dan ia pun berjalan menaiki tangga menuju atap. ‘Bukankah atap adalah tempat terlarang? Bukannya selalu dikunci? Apakah aku mendengar suara hantu?’ Ia berhenti sejenak didepan pintu atap dan melihat tulisan “Dilarang Masuk”. Ia memegang kenop pintu dan memastikan pintunya tidak terkunci.

Suara merdu itu sudah hilang berganti suasana senyap. Park chanyoel berjalan perlahan memasuki atap sekolah yang tidak pernah ia masuki sebelumnya. Ia melihat seorang gadis tertidur sambil memeluk gitarnya.

Park chanyoel tersenyum. ‘ahh disini kau rupanya yoeja aneh’ Ia berjongkok didepan gadis itu dan mengelus kepalanya. Entah mengapa ada perasaan lega bisa menemukannya.

“ Ternyata suaramu cukup indah yaa” Park Chanyoel tidak tega untuk membangunkan Song Yu ki. Ia mengambil gitar yang dipeluk gadis itu, melepaskan jaketnya dan meletakkannya pada tubuh gadis itu.

‘Cuaca saat ini sangat dingin, kenapa kau malah terbaring disini gadis aneh’ Park Chanyoel menaikkan jaketnya untuk menutupi wajah yoeja itu. Ia memperhatikan yoeja yang sedang tertidur itu. Ia tersenyum lagi

‘ ternyata kau cukup cantik ya.. meski terkadang wajahmu terlihat sangat pucat seperti tanpa kehidupan. Ah cantik sekali.’

Ia mencubit pipinya sendiri’ Hey park chanyoel sadarlah! Apa kau gila? Apa yang sedang kau lakukan!’

Park Chanyoel duduk menjauh dari Song Yu Ki. Ia mulai memetik gitar gadis itu dan menyanyikan sebuah lagu, K.Will – One day.

What are you doing today? Are you busy? Will you meet up with me if you don’t have something to do? I’ve something to say. Well, its nothing exactly, but, I think I like you.

Langit mulai berubah warna menandakan malam telah tiba. Park Chanyoel tetap asyik memetik gitar dan memainkan beberapa lagu yang cukup hits belakangan ini, sesekali Ia melihat kea rah Yu ki yang masih terlelap dalam dunianya.

Baekhyun POV

Baekhyun baru saja terbangun dan langsung mengucek matanya. Dengan wajah yang masih setengah sadar itu ia menggeliatkan badannya ‘hhhhmmm’

“ Jam berapa sekarang? “ aku melihat kea rah jam tanganku.

“haaaa jam 7 malam? Yaa! Byun Baekhyun kau ketiduran hah?! Astaga kenapa kau bisa ketiduran sih” aku mencerca diriku sendiri. Kuambil ponsel. 15 Messages dan 20 Miss call dari Jong In. Hari ini aku berjanji akan membantu tim basket untuk bertanding dengan sekolah lain jam 5 sore. Aku lupa dan malah tertidur lelap dirumah. Dia pasti marah besar. Tanpa membaca pesan dari Jong In, Segera kuambil jaket, helm dan kunci motorku. Segera kunyalakan motorku dan bergegas menuju lapangan basket.

Song Yuki POV

Aku terbangun. Tidur selalu menjadi kegiatan yang menyenangkan untukku. Selain aku bisa dengan tenang berada di duniaku sendiri, setiap kali aku bangun tidur aku merasa tubuhku seperti kembali segar. Aku mengerjapkan mataku perlahan, masih mengumpulkan kesadaran. Dimana aku? Aaa aku berada di atap sekolah.

Gadis itu menatap jaket yang menutupi sebagian tubuhnya. Punya siapa ini? Hmm petikan gitar yang bagus. Siapa yang memainkannya?

‘Hmm apa aku harus membangunkannya? Sepertinya sudah mulai larut. Aku tidak bisa membiarkannya tertidur semalaman disini. Tapi dimana rumahnya? Masa iya kubawa ke rumahku? Apa kata hyung nanti ckck Sudahlah dia akan kubangunkan setelah lagu ini selesai ku mainkan’

Itu kan Park Chanyoel. Apa yang dia lakukan disini? Jangan-jangan ini miliknya. Tidak mungkin. Song Yu ki tiba-tiba saja berdiri dan membuat petikan gitar chanyoel terhenti. Park Chanyoel menoleh kearahnya. Ia tersenyum. Apa yang dilakukan namja itu? Kenapa dia tersenyum padaku?

“Kau sudah bangun? Kau tidur sangat lelap, aku tidak tega untuk membangunkanmu” ujarnya. ‘untung saja kau sudah bangun. Disini mulai banyak nyamuk. Nyaris saja aku akan menggendongmu ke rumahku. Selamat kau Song Yu Ki’ Dasar namja semuanya sama saja. Pikiran mereka selalu seenaknya. Aku berjalan kearahnya dan melemparkan jaket padanya.

“hey. Kau bisa mengucapkan terimakasih” ujarnya sambil tersenyum sambil mengenakan kembali jaketnya.

Untuk apa? Aku bahkan tidak mengharapkan keberadaannya disini sekarang. Hhh mulai sekarang bahkan atap ini tidak bisa menjadi tempatku lagi. Kemana aku harus mencari tempat yang tenang untuk diriku sendiri.

‘Yoeja ini.. apa yang ada dipikirannya sekarang? Bukannya seharusnya dia senang bersamaku saat ini? Aku bahkan menemaninya sejak sore tadi dan membiarkan diriku sendiri kedinginan’

Aku Mengambil gitar yang masih berada di pangkuan namja itu. Membungkuk sedikit padanya dan meninggalkannya. Aku berjalan menuju gudang atap dan meletakkan gitarku disana. Aku tidak berbalik menatap namja yang dari tadi bingung memperhatikanku seakan aku orang yang tidak tahu diri. Aku berjalan menuruni tangga. Sudah saatnya aku pulang.

“Yaaa tunggu!” Namja itu tersadar dan mulai mengikuti ku menuruni anak tangga.

Park Chanyoel POV

Yoeja itu pergi berlalu begitu saja meninggalkannya. Apa dia tidak salah lihat. Dia berlalu begitu saja tanpa mengatakan apapun. Bahkan setelah apa yang telah ia lakukan untuk yoeja itu.

“Yaaa tunggu!” aku bergegas mengejar gadis yang telah meninggalkanku itu. Apa dia gila? Atau aku yang gila? Kenapa dia berlalu begitu saja? Baiklah Park chanyeol kau harus bersikap sebagai namja. Aku akan mengantarkannya sampai rumah.

Mereka telah berada di luar sekolah. Tiba-tiba gadis itu berhenti berjalan, menyebabkan Chanyeol menubruknya. Gadis itu membalikkan badannya.

“Ada ap..” “Berhenti mengikutiku” potong gadis itu cepat. Berhenti mengikutinya? Siapa juga yang mengikutinya?

“kau.. “ gadis itu menatap Park Chanyoel tajam dan membalikkan badannya, kembali berjalan. Apa yang kulakukan? Bagaimana kalau terjadi apa-apa? Ini sudah larut. Bukankah menyeramkan berjalan sendirian . Huh Song Yu ki, mengapa ucapan pertama yang kau ucapkan padaku sangat menyebalkan. Yoeja yang menyedihkan. Bagaimana aku meninggalkan orang semenyedihkan ini untuk pulang sendirian?

Tidak sengaja park chanyeol melihat gadis itu melongos dan tiba-tiba berlari menyebrang jalan. Apa yang dia lakukan?

“heeey tunggu” dan terlihat sorot lampu sepeda motor dengan kecepatan tinggi mendekati tubuh gadis itu. Semua terjadi begitu saja didepan mata chanyeol. Motor itu menabrak gadis itu. Menyeret gadis itu ke tepian jalan. Menghilangkan kesadaran Song Yu ki dan Pengendara motor tersebut. Chanyeol hanya ternganga melihat itu semua dan air mata menetes dari matanya. Baru kali ini ia melihat kecelakaan secara langsung. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia hanya berlari kea rah Song Yu Ki dan berteriak memanggil namanya.

Life Asked Death, “Why do people love me but hate you?”

Death Responded, “Because you are a beautiful liar and I am a painful truth”

 

Mungkin ini saatnya semua berakhir bagiku. Inikah saatnya?-Yu Ki

 

To Be Continued

Iklan

5 pemikiran pada “Understanding Me (Chapter 1)

  1. Nggak enak banget jadi Yu Ki -__- masih mending yang ada di drama yang cuma bisa dengar kalo natap matanya. Lha ini, di deketnya aja bisa dengerin. Tapi bisa tuh dimanfaatin pas ulangan hehe.. Yu Ki nggak perlu repot-repot mikir kan hehe
    Good… feelnya bagus… Lanjutkan.
    Keep writing ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s