Lucky or Problem (Chapter 1)

lucky

Tittle                      : Lucky or Problem (Chapter 1)

Sequel of             : So Lucky To Be Your Love

Author                  : RainyChoi

Genre                   : Romance, School life, Family

Length                  : MultiChapter

Rated                    : PG-15

Main Cast            :- Choi Hanseul (OC)
– Oh Sehun (EXO)
– Byun Baekhyun (EXO)

Supporting Cast : temukan sendiri
– All Secret cast

A/N: ini aku bikin dari awal cerita pertemuan ya a.k.a Flashbacknya. Di Chapter ini adalah tahap pengenalan para cast. Bisa terjadi di Chapter selanjutnya ada pertambahan Cast.

No Copas, No Plagiat, and No siders ^^ semoga suka sama ceritanya..

~Happy Reading~

Chapter 1: New Student

Hari ini adalah sudah menunjukkan hari ke-6 masuk sekolah di tahun pelajaran yang baru. Semua murid sekarang sudah naik kelas dan menempati kelas mereka yang baru, yaitu kelas yang satu tingkat diatas kelas mereka yang dahulu. Sama seperti seorang gadis yang sekarang tengah mengotak-ngatik ponselnya.

“Hanseul-ah, kau dipanggil Kang Seonsaengnim di ruang guru.” ujar salah satu namja yang berbeda kelas dengan yeoja dingin yang mungkin banyak pria yang mengaguminya karena kecantikkannya. Yeoja dingin itu adalah Choi Hanseul, walau ia dingin tapi jangan salah, ia itu adalah ketua Organisasi Sekolah / OSIS. Banyak yang memilihnya karena ia termasuk murid yang pandai dan tidak neko-neko.

“Baiklah, terima kasih.” jawabnya singkat. Hanseul pun segera pergi ke ruang guru.

.

Sesampainya di ruang guru, Hanseul menuju ke arah meja Kang Seonsaengnim.

“Permisi seonsaengnim, ada apa memanggil saya?”

“eoh, wasseoyo? begini, tolong kamu temani dia berkeliling sekolah ini karena ia murid baru disini. Dan dia juga akan masuk ke kelasmu jadi mohon bantuannya ya Hanseul.”

“Baiklah Seonsaengnim, Kalau begitu saya permisi dulu.”

“Mari saya antar kamu mengelilingi sekolah. Ayo.” lanjut Hanseul lalu menundukkan badannya ke arah Kang seonsaengim.

Kini Hanseul bersama murid baru berjenis kelamin pria itu menyusuri Seoul International High School. Dari awal melihat Hanseul, namja itu sangat terpesona dengan karisma gadis itu. Tapi dari belakang, pria itu juga memperhatikan tubuh gadis di depannya itu.

Berkarisma, mempunyai banyak pesona, tubuh langsing dan ukuran dada yang tak terlalu besar. Perfect.’ Begitulah pikiran pria itu. Tapi bagusnya tidak keluar melalui mulutnya yang polos itu.

Siapapun pasti tahu kalau Hanseul itu dingin, tapi karena ia profesional dengan tugasnya makanya ia mau tidak mau bersikap manis. Tapi ingat sekali lagi, itu hanya sebatas tugas tapi jika diluar tugasnya yeoja itu sudah dipastikan kembali seperti es batu yang tidak terlalu memperdulikan sekitar.

Setelah cukup lama menyusuri sekolah yang luas itu akhirnya mereka berdua memutuskan untuk duduk di taman sekolah. Taman itu adalah salah satu tempat favorite Hanseul saat sedang penat memikirkan pelajaran yang sangat amat susah.

“Hai. Oh Sehun imnida. siapa namamu nona?” sapa namja yang bernama Oh Sehun itu.

Hanseul mengambil sebuah kartu pada saku bajunya dan menunjukannya di depan mata namja disampingnya.

“Choi Hanseul. Wahh.. Kau cantik dan bentuk tubuhmu juga sexy, sangat atletis. Oh.. kau itu ketua Organisasi sekolah ya? wahh,, keren.” Ucap Sehun dengan polosnya yang membuat gadis di sebelahnya bergidik ngeri.

Baiklah, Kita akan deskripsikan seorang namja bernama lengkap Oh Sehoon. Sehun namja berwajah tampan itu adalah namja yang bisa di kategorikan polos dan menggemaskan dengan penuh aegyo, walaupun banyak yang bilang dia itu anak mesum yang polos.

Sampai saat ini Sehun masih memandang kagum sang Ketua Organisasi Sekolah yang masih menatap kosong depannya. Walau begitu Hanseul tahu, bahwa namja disampingnya terus menatapnya. Risih? Sangat.

“Berhenti menatapku!” ucap Hanseul dingin dan Sehun masih belum melepaskan tatapannya ke arah yeoja dingin itu.

“Hahhaha~ kau itu padahal ketua Organisasi sekolah tapi mengapa kau sangat dingin pada murid baru? hufftt.. Aneh.” tutur Sehun.

Hanseul pun berdiri dan berjalan meninggalkan bangku taman itu, karena menurutnya tugasnya sudah selesai untuk menemui namja itu. “Cepat ikuti aku. Kau akan sekelas denganku nanti.” Sehun pun mengikuti langkah Hanseul yang menuju kelasnya yang baru.

Sesampainya di kelas Hanseul mengucapkan permisi kepada guru yang ada didalam kelas dan menyampaikan bahwa ada murid baru yang akan memasuki kelasnya. Sedangkan Sehun masih menunggu di depan pintu untuk menunggu di panggil guru kelasnya untuk memperkenalkan diri. Hanseul pun langsung duduk di kursinya.

“Murid baru, silakan kamu masuk dan perkenalkan dirimu.” Panggil Ahn Seonsaengnim dengan ramah, Sehun pun masuk kelas dengan wajah yang sumringah dan disambut oleh teriakan dan decak kagum para yeoja dikelas itu. Mungkin karena ketampanan yang ia miliki, mungkinn~

“Semua murid diharap tenang ya. Baiklah kau silakan perkenalkan dirimu.”

Sehun pun memperkenalkan dirinya “Annyeonghaseyo yeorobun. Joneun Oh Sehun imnida. Saya pindahan dari London Internasional School di Incheon. Semoga teman semua dapat membantu saya untuk beradaptasi di sekolah ini. Mohon bantuannya.” Sehun pun membungkukkan badannya tanda hormat.

“Baiklah Sehun-ssi silakan kau duduk di samping Hanseul.” Semua murid yeoja membelakkan matanya termasuk Hanseul ada juga yang melebarkan mulutnya.

Hanseul tiba-tiba mengangkat satu tangannya, “Maaf seonsaengnim, ini adalah tempat duduk Jung Daehyun. Bagaimana jika dia masuk, tempat duduknya ditempati orang asing?” tanya Hanseul sopan tapi tetap dingin.

Semua yeoja -kecuali Hanseul- pun mengangukkan kepalanya dan meminta Sehun untuk duduk disamping salah satu dari mereka, dan siap menendang namja yang duduk disampingnya untuk duduk dibangku kosong belakang tempat anak aneh berada.

“Oh, anak culun yang pintar itu? Tenang saja, dia itu sudah dipindahkan oleh orang tuanya ke Busan karena orang tuanya dinas kesana. Jadi dia tidak akan menempati kursi itu lagi.” lagi-lagi semua yeoja mengehela nafasnya kasar dan namja yang disampingnya bersorak karena tidak duduk denga yeoja yang sangat idiot -kata mereka- itu berada.

Hanseul pun hanya pasrah ketika Sehun berjalan menuju kursi kosong sebelahnya bersamaan dengan tatapan iri para yeoja dikelasnya. Ahn Seonsaengnim pun melanjutkan kegiatan mengajarnya.

__________SKIP TIME__________

Kringggggggggggggg~~~~~~~~~

Bel yang menandakan pulangnya sekolah itu pun berbunyi. Semua murid pun membereskan bukunya lalu berdoa dan keluar kelas. Tapi tidak dengan beberapa murid yeoja di Kelas 11-1 Sains. Itu adalah kelasnya Hanseul dan juga Sehun. Sekarang beberapa yeoja itu tengah mengerubuni tempat duduk Hanseul dan Sehun, kalian seharusnya tahu apa yang terjadi jika ada banyak yeoja yang kecentilan mengerubuni tempat duduk seorang Yeoja Kutub alias Hanseul.

“MINGGIR! AISH..” ternyata teriakannya kali ini tidak mempan untuk yeoja centil yang sedang mengganggu anak baru yang dudk di sebelahnya. Jika selalu seperti ini terus bisa gila dia.

Tanpa basa basi Hanseul naik keatas mejanya dan sedikit mendorong gadis-gadis centil itu untuk memberikan jalan. Sehun yang melihat itu pun hanya menatap Hanseul, baru pertama kali ia menemukan yeoja yang menurutnya sangat berbeda.

Hanseul pun dapat dengan mudahnya keluar dari kerumunan para gadis centil itu, untung ia tergolong murid yang di takuti oleh hampir seluruh siswa seangkatannya dan adik kelasnya. Jangan salah, jika ia sudah tidak benar-benar menyukai kelakuan seseorang ia akan berbuat apa yang ada dipikirannya.

Tak dipungkiri hal itu dapat terjadi dimana saja, jika ada seseorang berbuat yang aneh-aneh ia tidak segan untuk mengeluarkan jurus Taekwondonya. Dia adalah satu-satunya yeoja yang disekolahnya yang memegang sabuk hitam Taekwondo. Sebelum ia genap berusia 12 tahun, ia sudah meminta orang tuanya untuk memasukkannya ke tempat kursus Taekwondo yang terbaik di Seoul.

__________SKIP TIME__________

Sesampainya dirumah Hanseul disambut oleh teriakan seorang namja yangia sudah ketahui bahwa namja itu adalah sepupunya yang sangat talkactive alias bawel. Namanya Byun Baekhyun ia adalah anak dari bibinya Hanseul kakak dari sang ayah. Baekhyun juga memiliki nasib yang sama dengannya yaitu sama-sama jarang bertemu orang tua. Tapi, Baekhyun itu sedikit lebih beruntung darinya karena ia tinggal dengan neneknya yanag penuh perhatian, makanya ia menjadi anak yang ceria.

“Choihannie….” teriaknya dan berlari ke arah Hanseul dan langsung memeluk sepupunya itu.

“Hannie, Oppa rindu sekali denganmu. Kita kan sudah lama tidak bertemu~” Ujar Baekhyun dengan nada manja yang membuat selalu berhasil membuat Hanseul ingin muntah mendengarnya.

Hanseul memeluk Baekhyun balik tapi setelah beberapa detik langsung  ia lepas pelukkan sepupunya itu. Baekhyun yang sudah sering diperlakukan seperti itu hanya nyengir dengan watados -wajah tanpa dosa-. “Kau itu jangan terlalu berlebihan ByunBaek, kita bertemu terakhir kali juga 1 bulan yang lalu.”

Hanseul memang sangat luluh jika bersama sepupunya itu. Sedangkan Baekhyun yang mendengar ucapan Hanseul tadi hanya tertawa, memang benar sih mereka saja baru bertemu bulan kemarin saat kakek dan nenek dari ayah Hanseul dan ibunya Baekhyun mengundang anak-anak beserta cucu dan menantunya untuk makan malam bersama, untuk merayakan kepulangan pasangan itu dari New York.

“oh iya. Hannie bagaimana dengan sekolahmu hari ini?” tanya Baekhyun sambil merangkul pundak Hanseul dan menuju ruang santai keluarga Choi.

“Hmmm.. Kau tahu, sangat tidak menyenangkan. Banyak orang yang membuatku muak.” Jawab Hanseul dengan mengerutkan bibirnya.

“hah? bagaimana maksudmu?” kini Baekhyun dan Hanseul duduk di Sofa ruang tengah yang sangat luas itu.

“Ada seorang murid baru di sekolahku, ia masuk kelas yang sama denganku sekaligus duduk dibangku. Hanya karena dia, mejaku selalu di penuhi oleh orang-orang yang tidak penting sama sekali. Hufftt, dia tuh seperti bencana buatku.”

“hmm. Namja atau yeoja? lalu bagaimana bisa mejamu di penuhi orang? apa namja itu tampan atau yeoja itu cantik?”

“aduhh.. Kalau mau bertanya itu satu per satu Mr. Byun.”

“hehehe maaf.”

“Dia namja, tapi aku lupa siapa namanya. Kau tau, dia itu sepertinya anak polos tapi perkataannya sangat mesum. Tadi juga, Para gadis centil itu mendatangi meja dan membuatku susah untuk keluar, sampai-sampai aku teriak saja mereka tidak dengar, akhirnya aku naik ke atas mejaku dan menyingkirkan beberapa gadis itu untuk membuat jalan untukku. Dan murid baru tidak tampan sama sekali.” Cerita Hanseul pnjang lebar. Itu lah seorang Hanseul, jika sudah bertemu dengan sosok namja bernama baekhyun itu ia juga akan menjadi talk active.

Mendengar cerita Hanseul, Baekhyun tertawa cekikikan. hanseul yang melihat itu hanya menatap sepupunya yang mungkin belum minum obat gilanya.

“Berhenti tertawa Byun Baek! Kau itu sepupu macam apa sih? sepupumu ini sedang menderita malah kau ketawai.” Hanseul memutar bola matanya kesal. Tapi Baekhyun tetap saja menertawai Hanseul yang sedang kesal.

“Mesum?”
“Lagi pula, aku tidak tahu semenjak kejadian itu kau masih normal atau tidak. Hahahaha… Namja mana yang tidak kau bilang jelek? Kau itu sudah seperti yeoja tidak normal, tahu.”

“Hm. Dia sangat berani mendeskripsikan tubuhku.” .. “Ya! Apa kau bilang? Kau mau ku tendang keluar dari rumah ini? Aku ini masih sangat normal baebekhyun.”

“Buahahahahaha. Sangat cocok denganmu. Hehe hehe~ sudah kau mandi sana, ini sudah pukul 4 sore kau baru pulang. Huhh, bau sekali.” Baekhyun mendorong pelan Hanseul menuju kamar mandi sebelum bokong nya semakin tepos(?) karena tendangan sepupunya itu

Seusai mandi Hanseul pergi ke kolam renang belakang rumahnya, itu karena ia tidak menemukan Baekhyun di dalam rumahnya. Benar saja, Baekhyun sedang mencelupkan (?) kakinya ke dalam kolam renang rumah itu.

“ByunBaek, Bagaimana ujian sekolahmu? Lalu, kapan sekolahmu mengadakan perpisahan murid kelas 12? Dan kapan mulai masuk kuliah” Tanya Hanseul yang kini juga melakukan hal yang sama dengan Baekhyun.

“Yeoja kutub sepupuku, kau itu kalau ingin bertanya satu per satu. Jangan karena kau irit bicara dengan orang selainku, kau jadi menjadi over dalam hal bicara denganku.” Baekhyun pun mencubit pipi kiri Hanseul.

“Auhhh.. Appo!! Jangan mengambil kata-kataku! Arra. Palli, jawab pertanyaanku yang tadi.” Baekhyun pun melepaskan cubitannya dari pipi Hanseul.

“Berjalan sangat lancar tentunya. Tes saja belum, bagaimana mau masuk. Kalau masalah perpisahan sih 2 minggu lagi, memangnya kenapa?”

“Tidak, aku hanya ingin mengajakmu bermain hari jumat nanti setelah pulang sekolah. Karena semua guruku ada rapat dari pagi, tapi kami baru boleh dipulangkan pukul 10.00. Mau tidak?” tawar Hanseul

“Tentu saja aku mau, berarti aku menjemputmu dari rumah pukul 9.30, geutji?”

“Ne. Yeayyy.. aku ingin main sepuasnya nanti. Sudah lah, mari kita makan malam dulu.” Hanseul berdiri dan menarik tangan Baekhyun untuk makan malam bersama.

Setelah makan malam Hanseul dan Baekhyun memilih ke kamar mereka masing-masing. Karena Hanseul juga masih memiliki banyak tugas yang harus ia kerjakan.

__________SKIP TIME__________

Krrringggggggggggggggg……….
Pagi harinya, jam weker membangunkan Hanseul dan seperti biasa pukul 05.30 ia sudah bangun untuk mandi dan bersiap pergi ke sekolah. Setelah ia bersiap, sekarang waktunya ia meminta supirnya mengantarnya seperti biasa.

Sesampainya di sekolah pukul 06.20, biasanya di kelas Hanseul masih sepi jika jam segitu karena kebanyakan temannya sebelum masuk kelas itu selalu bermain sama anak kelas lain jadi yah bisanya Hanseul selalu sendiri dikelas.

Tapi kali ini berbeda. Kelas yang biasanya sepi malah jadi ramai oleh para gadis, saat ia masuk seperti kemarin mejanya di penuhi oleh para gadis. Begini lah nasibnya sekarang, hanya bisa berteriak, untuk sekedar pergi menuju mejanya saja ia memerlukan kekuatan super. Dari pada ia menghabiskan tenaganya untuk berteriak, Hanseul lebih memilih duduk di bangku depan kelas dan menunggu guru datang.

“Hey ketua organisasi. Tumben kau tidak masuk ke dalam kelas?” Ujar seorang namja yang sekarang duduk di sebelah Hanseul.

“You can see to my class, Mr. Do Kyungsoo.” Jawab Hanseul pada namja yang bernama Do Kyungsoo itu. Namja itu adalah wakil ketua organisasi sekolah dan dia menjadi lumayan dekat dengan Hanseul karena dia sering menjadi tempat bertukar pikiran tentang tugas yang diberikan sekolah kepada Hanseul.

“Oh, Okay. Please don’t speak english to me. You know my english very bad. Sudah dulu ya, aku tadi di panggil Jeon Seonsaengnim. Annyeong.” Kyungsoo atau biasa di panggil D.O itu mengerucutkan bibirnya lucu lalu berdiri dan meninggalkan Hanseul.

Kringgggg Kringgggg~~~

‘Akhirnya masuk juga.’ pikir Hanseul. Para gadis yang berada di dalam kelas 11-1 Sains itu pun berangsur-angsur pergi keluar menuju kelasnya masing-masing dan waktunya Hanseul masuk ke dalam kelas dengan muka yang masam.

Hanseul pun duduk di tempat duduknya yang berada di sebelah tempat duduk Sehun. Sehun yang melihat muka masam Hanseul pun penasaran, mengapa teman duduknya itu memasang muka masam dan bukan muka dingin yang kemarin ia lihat.

“Hanseul-ssi, Ada apa denganmu?”

“…”

“Kau marah?”

“…”

“Cerita saja padaku. Aku akan mendengarkannya.”

“…”

“Ayolahh, anggap saja aku temanmu. Kau bisa bercerita semuanya padaku.”

Hanseul yang dari awal sangat kesal karena ia harus duduk di sebelah murid baru yang mesum, sekarang juga digilai banyak wanita itu. Mulai benar-benar menyakinkan jika seorang Hanseul membenci seorang Oh Sehun, seorang murid yang baru masuk kemarin. Memang sih bukan salahnya, tapi karenanya meja Hanseul jadi selalu di penuhi dengan banyak yeoja.

Karena merasa di diami Hanseul, Sehun yang dikenal sebagai namja yang juga talk active tetap bertanya seputar alasan wajah masam Hanseul. Hanseul yang kesal karena dihujani banyak pertanyaan pun mengeluarkan kekesalannya hanya dengan satu kata pada saat guru keluar.

“DIAM!” Bentak Hanseul. Teman sekelasnya semua menatap kearah yeoja yang tadi berteriak itu.

“Hanseul-ahh.. Kau marah padaku? Eoh? Eoh?” Bukannya takut, Sehun malah mendekati Hanseul dan beraegyo ria sambil menggoyangkan lengan kiri Hanseul.

Sebagian besar yeoja yang melihat Sehun beraegyo malah ikutan berteriak.

“Auhh.. Kyeopta!”
“Sehunnie neomu kwiyowo.”
“Aigoo~ aku ingin bertukar tempat dengan Hanseul.”
“Jangan bermimpi kau menjadi Hanseul.”
“Biar. Dari pada menjadi kau.”
“Sehunnie… Aigoo..”

Sehun membiarkan para yeoja itu berkomentar, yang jelas sekarang Sehun hanya ingin jawaban teman sebangkunya itu.

“Hanseul-ahh, jangan mendiamiku begitu. Kau tau, aku ingin bercerita. Ternyata gadis disekolah ini hampir semuanya sexy, tapi tak ada yang sepertimu.” Sehun terus menggoyang-goyangkan lengan Hanseul sambil bercerita. Keajaiban untuk hari ini, Hanseul hanya diam di goyangkan lengannya oleh seorang namja yang penuh Aegyo.

“Hanseul-ah.. Kau marah denganku?” Kini Sehun memberikan aegyonya denga membuat wajahnya seperti 😦 . Hanseul hanya diam dan menggunakan headsetnya .

Tok Tok Tok

“Permisi, hari ini Park seonsaengnim tidak masuk kelas ini selama 3 jam pelajaran karena ada pelatihan. Jadi tolong jangan membuat keributan. Dan untuk Hanseul, nanti setelah 1 jam pelajaran selesai kita ada rapat untuk pelatihan. Gamsahamnida.” Kata seorang namja bermata bulat lalu pergi.

“Yeeeaaaayyyyy….” Teriak sebagian siswa kelas itu.

Hanseul yang mendengarnya tetap diam dengan Sehun yang masih memegang lengannya.

Entah apa yang Sehun pikirkan, seharusnya ia tau walaupun seberapa banyak ia beraegyo pasti tidak dapat membuat gadis disebelahnya itu melihatnya.

Lagi-lagi para gadis yang mengelilingi tempat duduk Sehun dan Hanseul.
“Hai Sehunnie, kita ke kantin yuk.” Ajak salah satu dari gadis itu.

“Maaf ya para gadis, aku sedang ingin bersama teman sebangkuku. Jadi, tolong jangan ganggu kami.” Tolak Sehun dengan masih memeluk lengan Hanseul. Hanseul yang mendengar itu hanya bergidik ngeri.

“Yahh~ tapi saat waktunya istirahat kau harus temani kami. Okay?” Gadis itu memberikan wink dan pergi menuju tempat duduknya lagi.

“Hanseul-ahh, bbuing bbuing… Ja-” ucapan Sehun terhenti karena suara yang berasal dari salah satu ponsel. Itu adalah ponsel Hanseul, sekarang Hanseul melepaskan lengannya dari tangan Sehun lalu pergi keluar kelas. Tanpa ia sadari Sehun juga mengikutinya.

Seuljjeokseuljjeok barabojima
Banjjakbanjjak naeipsul barabojima
Johahaneun urisai meoreojilkkabwa
Meoreojilkka duryeowo

Terlihat sebuah nama yang berasal dari ponsel gadis yang berada di sebelah Sehun sekarang. ‘혼자 변백’ atau Byunbaek alone. Alone itu seperti lagu kesukaannya Baekhyun yang sangat sering ia nyanyikan.

“Yeoboseo.”

“…”

“Untuk apa ia menelfon?”

“…”

“Lalu apa peduli ku? ”

“…”

“Tapi mereka tidak merawatku sama sekali. Mungkin, mereka juga sebenarnya lupa jika sudah mempunyai anak.”

“…”

“Apa ada dua manusia seperti mereka yang disebut orang tua? Kau bisa bicara seperti itu karena orang tuamu masih pernah merawatmu, sedangkan aku? Kau tidak pernah mengerti tentang kehidupanku.”

“…”

“Kau memang tahu jelas tentang itu! Tapi kau tidak tahu tentang perasaanku! Kau tidak tahu! Hiks. Tidak ada yang menyayangiku! Tidak ada!”

“…”

“Terserah!”

Hanseul memutuskan sambungan telfonnya. Sehun yang dari tadi mendengarkan apa yang Hanseul ucapkan hanya membelakkan matanya. Menurutnya sekarang Hanseul tengah membutuhkan seseorang yang dapat ia jadikan sandaran.

Sehun dengan cepat balik menuju tempat duduknya karena mendengar langkah Hanseul yang mendekat.

Kringgg kringgg~~

Kini waktunya Hanseul pergi untuk rapat bersama anggota organisasi sekolah yang lainnya. Hanseul segera menuju ruang tempat rapat. Sesampainya di ruang rapat.

“Annyeonghaseyo ..” Sapa Hanseul dan membungkukkan badannya sopan.

“Annyeonghaseyo” Sapa balik mereka yang berada di dalam ruangan itu.

“Ayo kita mulai rapatnya. Ketua, ayo mulai rapatnya.” Ujar namja yang tadi pagi menghampiri Hanseul,yaitu Kyungsoo. Wakil ketua organisasi sekolah.

“Kyungsoo-ssi, jangan memanggilku seperti itu. Panggil dengan namaku saja atau aku tidak akan memulainya.” Sebenarnya Kyungsoo itu tahu, kalau Hanseul sangat tidak menyukai jika ada orang yang memanggilnya terlalu menjunjung jabatannya. Tapi itulah Kyungsoo, sangat suka memanggil Hanseul seperti itu.

“Jangan seperti anak kecil Hanseul-ah. Ayo mulai. Hihihihi” suruh Kyungsoo sambil tertawa karena melihat tingkah ketuanya itu yang seperti anak berumur 5 tahun.

“Baiklah, mari kita mulai.” .. “Jadi, hari ini kita semua akan membahas tentang acara pelatihan murid kelas 10 dan 11. Beberapa murid kelas 12 juga akan membantu kita nanti. ……..” Semua anggota organisasi kini sudah memulai rapatnya

Rapat itu berlangsung seperti biasa, berlangsung dengan tenang dan sopan. Walaupun memang menyatukan banyak kepala menjadi satu dengan segala sifat dan kepribadian memang susah, tapi mereka semua mempunyai kerja sama yang baik jadi mungkin akan menjadi lebih mudah dalam mengambil jalan yang tepat bersama.

.
.
.

Kringgg kringgg….

“Baiklah, semua sudah di catat dan sekarang juga sudah waktunya istirahat. Jadi, rapat untuk hari ini mungkin sudah cukup dan sampai bertemu di rapat 4 hari sebelum acara berlangsung. Terima kasih atas kerja sama kalian semua, mari tepuk tangan untuk kita semua.” Ujar Hanseul lalu membungkukkan badannya.

Prok! Prok! Prok!
Semua anggota kini bertepuk tangan dan balas membungkuk ke arah Hanseul. Mereka semua lalu keluar ruang rapat untuk beristirahat dan makan.

Hanseul itu memang dapat berubah jika sudah berhubungan dengan organisasi sekolah ini, menjadi lebih active dan tidak dingin. Sangat berkarisma.

Seorang namja kini menepuk pundak Hanseul.

“Sunbaenim, main basket yuk. Kau juga tidak makan kan? Anak-anak taekwondo yang lain sudah menunggu mu di lapang.” Namja itu adalah Kim Minseok atau biasa dipanggil Xiumin. Xiumin itu adalah salah satu anggota taekwondo di Seoul International High School, ia juga hanya berbeda satu sabuk dibawah Hanseul dibidang itu. Hanseul sudah memakai sabuk berwarna hitam sedangkan Xiumin memakai sabuk merah strip 1.

“Sunbae, kau itu adalah kakak kelasku. Jangan memanggilku seperti itu. Ini bukan waktu taekwondo.” Xiumin adalah murid kelas 12 tetapi ia lebih senang memanggil Hanseul dengan sebutan Sunbae (senior) atau Sabeum (inspektur), alasannya adalah karena Hanseul adalah satu satunya siswa pemegang sabuk hitam di sekolah ini. Maka dari itu, jika saatnya Taekwondo ia dapat menggantikan Sabeum yang biasa mengajar disana.

“Ahahaha, Kajja. Mereka sudah menunggumu.” Hanseul dan Xiumin kini berjalan kearah lapangan untuk bermain basket. Disana sudah terdapat murid-murid taekwondo yang lain.

“Annyeonghaseyo.” Sapa mereka semua dan membungkuk kearah Xiumin dan Hanseul.

“Annyeonghaseyo” balas mereka berdua.

“Baiklah kita bagi tim sekarang.” Xiumin pun membagi mereka menjadi dua tim. Di masing-masing tim terdapat 2 yeoja agar dapat seimbang.

Priiiiittttt.
Bunyi peluit tanda permainan tersebut pun berbunyi. Mereka semua dengan gesit bermain di lapangan.

Sekarang Sehun sedang berada di kantin menemani para gadis yang tadi mengganggunya, tapi sekarang bukan hanya mereka saja. Dalam meja panjang itu terdapat lebih dari 5 gadis yang duduk dengan 1 namja yaitu Sehun.

Sehun mendengar suara peluit dari arah lapangan pun menjadi tertarik untuk melihat ke arah lapangan. Tanpa pamit, ia pergi menuju arah lapangan dan menghiraukan panggilan dari para gadis disana.

Sesampainya di lapangan, pandangannya tertuju pada seorang gadis yang duduk di sebelahnya saat dikelas sedang bermain basket dengan lincahnya di lapangan. Sehun pun berdiri di tepi lapangan untuk menonton.

‘Gadis itu memang lebih sexy dari pada gadis yang lain. Keringat yang membasahi keningnya dan rambutnya yang berantakan, sungguh sangat seksi.’ Pikir pria itu.

“Jungshin sunbae, tangkap ini!” Teriak Hanseul pada teman satu timnya. Tapi bola itu meleset dan

Buukkkk

“Astaga.” Hanseul langsung lari menuju orang yang terkena lemparan bola basketnya itu. Bola itu tepat mengenai dahi Sehun.

“Sehun-ssi, gwenchanayo?” Hanseul yang melihat dahi Sehun sedikit berdarah dan hampir membiru pun menjadi khawatir. Ia takut namja itu mengalami pendarahan dalam.

“Ne, gwenchanayo, Hanseul-ah.” Jawab Sehun dengan memperlihatkan sederet giginya. Tapi Hanseul malah menarik Sehun menuju ruang kesehatan.

.

“Mianhaeyo Sehun-ssi. Kau tak apa kan?” Ujar Hanseul yang masih mengobati dahi Sehun. Wajahnya kini masih memancarkan kekhawatiran.

“Nona Choi, sudah berapa kali kau mengucapkan maaf eoh? Aku juga tak apa-apa. Cukup kau jelaskan mengapa tadi kau marah itu sudah cukup untuk mendapatkan jawabanku.” Jelas Sehun. Ternyata namja satu ini tidak dengan mudah melupakan apa yang sangat ia ingin ketahui.

“Jangan bahas itu lagi.” Hanseul langsung menaruh dan membereskan peralatan yang tadi ia pakai. Jujur, entah apa yang ada di hati gadis itu sekarang.

Hanseul langsung pergi meninggalkan Sehun yang berada di dalam ruang kesehatan, Sehun pun mengikuti kenapa gadis itu pergi.

Hanseul pergi menuju taman belakang sekolah yang sangat sepi, mungkin bisa dibilang malah tidak ada siswa sama sekali disana. Hanseul duduk di bangku taman yang biasa ia duduki. Ia menghirup banyak udara segar yang berasal dari pohon-pohon hijau disana.

Seuljjeokseuljjeok barabojima
Banjjakbanjjak naeipsul barabojima
Johahaneun urisai meoreojilkkabwa
Meoreojilkka duryeowo

Lagi-lagi ponsel gadis itu berbunyi yang menandakan ada telfon yang masuk.

Hanseul-ah.”

“Untuk apa kau menelfonku?”

Hey, aku ini ibumu. Tidak sopan.”

“Aku tak pernah punya ibu sepertimu! Kalau tak penting, jangan pernah menelfonku.”

Hey, ini sangat penting. Ibu ingin kau beli baju untuk hari Minggu nanti. Ada yang akan bertemu denganmu. Nanti kakek dan nenek yang akan menjemputmu.”

“Lalu? Apa hubunganya denganku? urusi saja putrimu yang lain.”

Hey, aku ibumu! Panggil aku eomma. Tidak sopan!

“Apa kau bilang?! Panggilan itu yang sangat tidak cocok untukmu. Memang kau ingat sudah melahirkan ku?! Atau aku hanya kalian jadikan sebagai robot untuk menguasai seluruh aset keluarga? Eoh?!”

Jangan membentakku! Bagaimanapun juga kami ini orang tuamu, dan Aku adalah orang yang melahirkanmu!

“Hahahaha.. Kau itu lucu sekali. Mana ada orang tua seperti kalian? Aku saja sudah merasa jika orang tuaku mati! Jadi atas dasar apa kalian seenaknya menyuruhku.”

Ya! Choi Hanseul. Kau-

Hanseul memutuskan sambungan telfon itu. Ia sudah kesal jika orangtuanya menghubunginya untuk urusan apa lah itu. Rasa di hatinya dari dulu adalah kesal, marah, sedih, kecewa semua bercampur jadi satu. Keuntungannya jika taman itu tidak terlalu dekat dengan gedung adalah bisa meluapkan apa yang ada dihati gadis itu, biasanya berteriak adalah cara yang paling tepat untuk meluapkannya.

__________SKIP TIME__________

“Hanseul-ah, kau dari mana saja? Aku tadi mencarimu kau tahu?” Ujar seorang namja yang duduk disebelah gadis es itu berada, siapa lagi kalau bukan Sehun.

“…”

“Aku sudah memaafkan mu kok. Aku janji tidak membahas yang tadi lagi.”

“…”

“Hanseul-ah, maafkan aku juga tadi malah mengacaukan kalian yang sedang bermain.

“Hmm.” Hanseul hanya berdeham dan membaca bukunya.

“Hanseul-ah, kau menangis?”
“Matamu terlihat sembab.”
“Kau kenapa?”
“Kau tak apa kan?”
“Apa kau sakit?”
“Atau kau lelah karena bermain tadi?” Sehun terus menghujani Hanseul dengan semua pertanyaannya.

“Diam!” Hanseul pun membereskan bukunya dan tasnya kemudian pindah tempat duduk ke sebelah yeoja yang selalu dikatai idiot, jorok, menjijikan, dll. Semua siswa kelasnya pun hanya membelakkan matanya karena melihat Hanseul berpindah tempat duduk.

“Hanseul-ah, kau tidak salah duduk bersama yeoja itu?”

“Hanseul-ah, nekat sekali kau duduk dengannya. Dia itu gadis gila, dia bisa melakukan hal yang kejam Padamu.”

“Hey, Ketua organisasi. Siap-siap saja kau selalu mendapat Hal-Hal yang mengerikan jika duduk bersamanya.”

“Hanseul-ah, lebih baik kau bertukar tempat duduk saja denganku. Bukan kah itu lebih baik? Agar aku bisa duduk dengan Sehunnie..”

“Bertukar tempat duduk denganku saja, jangan dengannya.”

“Tidakkk. Denganku saja Hanseul-ah.”

“Hanseul-ah kau duduk denganku saja, ne?”

“Dari pada dengannya lebih baik denganku. Aku lebih tampan darinya.”

Begitu lah kehebohan yang di buat oleh para yeoja dan namja di kelasnya Hanseul. Sudah biasa, jika ada berita sepele saja bisa menjadi topik pembicaraan di kelas itu dan di beberkan ke kelas lain.

Hanseul yang mendengar semua ocehan temannya itu hanya diam dan membaca buku pelajaran yang ia belum terlalu kuasai. Sedangkan Sehun, kini ia sedang bergalau karena yeoja yang mengusir para yeoja genit dengannya itu telah pindah dari sebelahnya. Pasti semua yeoja itu kini setiap saat menggoda Sehun, karena Sehun sendiri juga tak bisa marah jadi ya mau bagaimana lagi. Ia memang suka tidak enak hati sama orang lain.

“Hanseul-ah, mengapa kau mau duduk denganku?” Tanya yeoja yang duduk disamping Hanseul sambil menggosok hidungnya yang selalu gatal itu mungkin.

“Aku tak nyaman duduk dengannya.” Jawab Hanseul tanpa mengalihkan pandangannya dari buku bacaannya.

“Bukankah kau tau kalau aku itu jelek, aneh, dan hampir semua murid tidak mau dekat denganku. Mengapa kau memilih denganku? Bukannya banyak yang menginginkan duduk denganmu?”

Hanseul pun mengalihkan pandangannya kepada yeoja disebelahnya.
“Lalu? Apa peduliku?. Jika aku merasa nyaman ya aku akan tetap disini. Tak rugi juga aku duduk denganmu. Semua manusia itu sama saja dimata Tuhan.” Jawab Hanseul dengan lembut tapi masih dengan nada yang dingin, lalu mengalihkan lagi pandangannya ke bukunya.

Kini yeoja bernama Han Yeonjoo itu tersenyum sambil menatap Hanseul. ‘Aku tau kau itu memang sangat baik Hanseul-ah. Tapi, karena julukan yeoja dingin yang melekat di dirimu lah yang membuatmu terlihat lain dimata semua orang. Kau memang sempurna.’ Pikir Yeonjoo sambil tetap menatap Hanseul sambil tersenyum dengan indahnya.

“Hanseul-ah, kau mau jadi temanku? Dan aku mau meminta bantuanmu untuk membuatku berubah. Boleh tidak?”

“Bukankah aku memang temanmu?”

“Ahahaha, iya juga ya. Aigoo, mengapa aku bodoh sekali.”

__________SKIP TIME__________


17.00

Baekhyun kini tengah menunggu kepulangan sepupunya, Hanseul. Ia masih merasa bersalah karena telah membuat gadis itu marah dengannya. Lagi pula sebenarnya sih gadis itu sendiri yang sentimen, tapi tetap saja Baekhyun yang harus minta maaf duluan.

Baekhyun memutuskan untuk membeli pudding sesukanya dan membeli minuman kesukaan Hanseul, di toko tempat biasa mereka membelinya. Baekhyun menggunakan mobil miliknya untuk membelinya.

****

Sesampainya di toko pudding itu, seperti biasa ia selalu menyapa balik para pelayan yang selalu menyapa para pelanggan.

“Selamat datang dan selamat sore.” Sapa pelayan penjaga pintu toko itu.

“Sore. Hihihihi.” Baekhyun memang selalu memiliki semangat lebih jika datang ke toko itu.

“Annyeonghaseyo ahjumma. Aku ingin memesan pudding strawberry seperti biasa dan green tea jelly bubble. Jelly rasa leci saja.”

“Annyeonghaseyo anak muda. Bersemangat sekali. Baiklah, tunggu sebentar. Ahjumma buatkan sebentar.”

“Ne ahjumma.”

Baekhyun duduk di salah satu kursi untuk menunggu pesanannya.

Bukkk

“Aww.” Baekhyun memegang pundak sebelah kanannya yang terkena lemparan sebuah benda.

Baekhyun melihat sebuah ponsel yang terkapar(?) di dekat kakinya. Diambilah ponsel bermerek Apple itu. Untung tidak mati dan hanya casing luarnya saja yang rusak. Memiliki keuntungan karena memakai casing luar

Diambilah ponsel itu.

“Astaga, mana ponselku. Kalau bukan karena tersandung tadi, pasti tak jatuh ponselku.” Celoteh seorang yeoja yang berada di belakang Baekhyun. Yeoja itu masih sibuk berjongkok ria mencari ponselnya di kolong bangku ataupun meja.

“Apa ini ponselmu nona?” Baekhyun berdiri lalu menyodorkan ponsel itu pada yeoja di depannya yang sedang berjongkok ria.

Yeoja itu mendongakkan kepala. “Ah itu benar ponselku. Astaga, apa ponselku ini menyakitimu?” Baekhyun yang mendengar pertanyaan itu pun hanya tertawa.

“Hahaha, tidak. Ponselmu ini tadi sedikit menyenggol bahuku. Tapi tak apa.” Yeoja itu bangun dan mengambil ponselnya dari tangan Baekhyun.

“Syukurlah. Sebagai permintaan maaf dariku atas kesalahanku dan ponselku ini, bagaimana jika aku mentraktirmu makan di cafe?” Tawar yeoja itu.

“Ah, lain kali saja. Aku harus cepat pulang, sepupuku pasti sudah pulang.”

“Hmmm, baiklah. Kalau begitu aku minta nomor Ponselmu. Jika kau ada waktu luang, mungkin kiranya kita bisa makan bersama.” Yeoja itu memberikan ponselnya yang sudah di lepaskannya dari casing penjaga ponsel itu.

Baekhyun mengetikkan nomor ponselnya pada ponsel gadis itu.

“Ini. Mungkin kau bisa menghubungiku lebih dulu, sekarang ponselku berada di rumah.”

“Baiklah. Oh iya, kita belum berkenalan. Namaku Kim JoonMi.”

“Byun Baekhyun imnida. Ah, Joonmi-ssi pesananku sudah jadi. Aku duluan ya.”

“Hmm, ne Baekhyun-ssi.”

******

Baekhyun kembali ke rumah sepupunya itu. Sambil membawa puddingnya dan minuman kesukaan sepupunya itu, ia menuju kamar Hanseul.

Clekkk

Baekhyun membuka pintu kamar gadis itu.

“Hannie-ya….” Panggil Baekhyun

“Hm?” Sahut Hanseul.

“Ini ku bawakan minuman kesukaanmu, untuk tanda permintaan maaf ku karena tadi pasti membuatmu kesal.”

“Aku maafkan.”

“Kenapa kau baru pulang? Matahari sudah hampir tenggelam kau baru pulang.”

“Aku baru selesai latihan.”

“Hm, pantas saja masih bau keringat. Sana mandi. Jorok.”

“Ya! Ini juga baru akan mandi sudah sudah sana. Hushh husshh pergi.”

“Memangnya aku kucing, diusirnya seperti itu.”

Pletakk

Sebuah jitakan mendarat mulus di kepala Hanseul. Tentu saja itu berasal dari sepupunya sendiri, Byun Baekhyun. Setelah mendaratkan jitakannya, Baekhyun langsung lari menuju kamarnya. Jika tidak, entah antara pantatnya yang akan bertambah tepos(?) atau punggungnya yang tak berbentuk lagi. Karena mendapat tendangan maut dan bantingan dari sepupunya itu.

“Ya! Byunbaek! Tunggu pembalasanku nanti Byun Baekhyun!! Aisshh.. Stress!” Teriak Hanseul dari kamarnya.

_________SKIP TIME_________


Friday,

Kini sudah 3 hari semenjak percakapan antara Yeonjoo dan Hanseul. Kini mereka sudah terlihat akrab, walaupun baru dalam level 2 dalam tahap perkenalan.

Kini kedua gadis itu sedang berbincang menunggu bel pulang berbunyi.

“Hanseul-ah, gomawo sudah banyak membantuku. Apalagi dalam hal tugas dan pelajaran.” Kini Yeonjoo dan Hanseul berada di dalam kelas yang ramai oleh para yeoja yang mengerumuni Sehun. Sudah biasa, jadi terlihat tidak asing lagi.

“Ne.”

“Seharusnya kau juga jangan dingin seperti ini, Hanseul-ah. Bukannya aku ingin mengatur dirimu, tapi lebih baik kau juga bersikap manis.”

“Itu tidak perlu.”

“Tuh kan, jawab omongan ku saja sesingkat itu. Seperti kau tidak mengetahui kosakata bahasa Korea saja. Hahaha.”

“Berhenti menertawaiku Yeonjoo-ya.”

Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I’m afraid to fall
But watching you stand alone

Tiba-tiba nada dering yang berasal dari ponsel Hanseul berbunyi tanda ada pesan masuk. Memang sengaja ia mengaktifkan nada itu, karena rencana pergi bermain bersama Baekhyun akan dilaksanakan (?) hari ini.

From: 혼자 변백

ChoiHannie, aku sudah jalan 5menit yang lalu. Tunggu aku di lobi sekolahmu saja. Ingat! Jangan kemana-mana. Arra?

To: 혼자 변백

Ne ne , arraseo sepupuku yang bawel dan jomblo.

From: 혼자 변백

Ya! Ya! Kau tidak sopan. Memang hanya aku saja yang jomblo, kau juga sama. Sudah jangan mengirim pesan lagi, aku sedang membawa mobil.

To: 혼자 변백

Biar! Belagu!

Begitulah percakapan singkat yang selalu BaekHan lakukan jika janjian untuk pergi bersama ke suatu tempat.

Tanpa Hanseul sadari ternyata yeoja yang disampingnya tadi, sudah berubah menjadi namja yang selalu membuat Hanseul kesal karena kelakuan para fansnya. Siapa lagi kalau bukan Oh Sehun. Namja tampan itu kini menatap ke arah Hanseul penuh harap.

“Hanseul-ah, tolong pindah ke sebelahku lagi. Ne? Ne? Jeballl..” Sehun mengeluarkan aegyonya dan puppy eyesnya selucu mungkin.

“Kalau aku tidak mau? Masalah?”

“Iya, aku jadi selalu digoda oleh para gadis itu. Apa kau tega?”

“…”

“Hanseul-ahh, jeball.. Aku akan melakukan apapun asal kau mau duduk di sebelahku lagi.”

“…”

“Hanseul-ah~ jebal..”

“Apa untungnya untukku, eoh?”

“Aku tidak akan berisik lagi dan tidak banyak bicara lagi, bagaimana?”

“Hanya itu? Tidak menjamin.”

“Baiklah, apa saja yang kau mau aku turuti.”

Kringggggggggggggg Kringggggggggggggg …..
Bel sekolah tanda pelajaran selesai Pun berbunyi. Lega. Itu lah yang dirasakan Hanseul, karena ia tidak mau berurusan dengan namja bernama Sehun itu.

Hanseul pun berdoa dan segera keluar dari kelasnya dan pergi menuju lobi sekolahnya. Kini mobil mewah berwarna hitam milik Baekhyun sudah berpose dengan cantiknya di depan lobi sekolah itu.

Di tambah lagi dengan seorang namja berambut hitam yang memakai kemeja berwarna putih yang membentuk tubuh dan di tambah celana jeans hitam dan sepatu kets, membuat dirinya terlihat sempurna apalagi ditambah memakai sunglasses sekarang. Siapa lagi kalau bukan Baekhyun yang sedang menunggu sepupu kesayangannya itu.

Hanseul lalu menghampiri Baekhyun dan seperti biasa, Baekhyun memeluk Hanseul singkat. Dan entah mengapa kali ini sepupunya itu malah mengecup pipi Hanseul singkat, mungkin ia rindu dengan masa kecilnya yang bisa sangat leluasa menciumi pipi sepupunya itu.

“Karena aku adalah sepupumu yang pengertian, maka aku sudah membawakan baju santaimu jadi lebih baik kau ganti dulu. Kau ambil sendiri di jok belakang. Palli.” Ujar Baekhyun dengan sok cool, membuat Hanseul bergidik ngeri karena tingkah Baekhyun yang tidak biasa itu.

“Hmm.” Hanseul pun segera menuju jok belakang mobilnya Baekhyun dan mengambil bajunya untuk segera ia ganti di toilet sekolah.

Sepeninggalnya Hanseul ke toilet, kini banyak para gadis yang menghampiri Baekhyun. Sedangkan seorang gadis kini hanya memperhatikan Baekhyun dari kejauhan, entah apa yang berada dipikirannya sekarang. Tapi dia hanya menggumam sedikit.

“Apa itu kau Byun Baekhyun oppa? Jika itu benar kau, mengapa kau mencium seorang Hanseul? aku tidak terima. Kau itu hanya akan menjadi milikku seorang, bukan dengan yang lain.” Gumamnya

*********

Hanseul pun keluar dari toilet wanita setelah berganti pakaian, ia memakai pakaian santai dengan kaus berwarna putih dengan hotpants dan memakai topi serta kacamata hitam. Perpaduan yang sangat cantik untuk yeoja yang cantik pula.

Begitu hendak menuju sepupunya, hampir seluruh namja yang didekatnya melihatnya dengan terpesona. Termasuk namja yang tadi akan menuju tempat parkir yaitu Sehun. Sehun tidak menyangka jika yeoja yang hemat dalam hal berbicara itu sangat cantik dengan hanya berbalut pakaian yang sederhana. Sehun pun berbalik dan ingin menghampiri Hanseul, ia juga mengikuti Hanseul karena sudah tertinggal jauh dengan Hanseul.

Sampai saatnya Hanseul sampai di tempat seorang namja yang tidak dikenali Sehun. Sehun malah berhenti dan mematung, ada yang berbeda dari seorang Hanseul. Melihat Hanseul dirangkul oleh namja itu, memperlihatkan pula sisi manis seorang Hanseul yang mempoutkan bibirnya karena rambutnya di berantaki oleh namja itu lalu mereka masuk kedalam mobil sport berwarna hitam itu.

“Siapa namja itu? Mungkin itu namjachingunya. Ah, sudahlah.” Sehun pun berbalik dan ia pun kaget karena ada seorang yeoja dihadapannya.

“Kau menyukainya?” Tanya yeoja yang sedang melepas kedua tangannya di depan dada.

“Apa urusanmu?” Jawab Sehun dengan nada sinis.

“Baekhyun oppa itu incaranku sejak aku masih di Incheon. Dan jika kau menyukai gadis itu, aku akan membantumu.”

“Cihh, dari dulu kau selalu memiliki cara yang busuk. Aku tak sudi. Aku tidak menyangka aku dapat satu sekolah denganmu.”

“Bagaimana jika kita bekerja saja sama memisahkan mereka? Bukankah itu fair? Kau untung dan aku juga untung.” tawar yeoja itu dengan smirknya.

“Apa? Itu tidak akan terjadi. Aku tidak sudi, dan tidak akan pernah sudi berhubungan lagi dengan gadis bermuka dua sepertimu.” Sehun menyenggol bahu gadis itu sengaja dan kembali menuju parkiran.

“Kita liat nanti Sehun, kau akan tahu akibatnya nanti. Dulu aku memang gadis kecil yang tak memiliki banyak akal, tapi sekarang aku memiliki sejuta akal untuk mewujudkan apa yang aku mau. Dengan cara apapun itu. Lihat saja nanti Oh Sehun.”

**~ TeBeCe ~**

Huahhhh… akhirnya kelar juga chapter 1 ini. Jangan lupa RCL ya readersku yang baik dan manis… Karena RCL kalian dapat menyenangkan hati para Author. Maaf jika disini banyak typo, karena manusia tidak pernah membuat yang sempurna. Hihihihi *sok bijak* kalau ada yang mau kenal lebih dekat denganku kalian bisa follow instagramku hihihi .. namanya: @_seulran10 kalau ngefollow trus mau difollow back comment aja ^^

Makasih karena sudah meluangkan waktu untuk membaca ff gaje nan aneh ini hihihi. Maklum, sedang dalam tahap awal berusaha menggapai yang lebih tinggi. *caelah bahasanya*

12 pemikiran pada “Lucky or Problem (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan ke Sehuniiee my namjachingu Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s