Coincidence (Chapter 1: The Princess’s Crush )

Coincidence

(Chapter One: The Princess’s Crush )

(freelance) coincidence1

Title:

Coincidence

(Chapter One: The Princess’s Crush )

Author :

babocheonsa

Cast(s)  :

EXO-K Chanyeol as Park Chanyeol

EXO-K Sehun as Oh Sehun

EXO-M Luhan as Xi Luhan

Kim Cheonsa (OC) as You/ Readers

Rating :

Teen

Genre:

School, Friendship, Romance

Length : Chaptered

Disclaimer :

EXO members are belong to me, SM, their parents, and God. LOL. Sure, I just own the plot ©babocheonsa2014

Note :

Hello everyone! Don’t forget to leave your comment after read this boring fan-fiction, kamsahamnida ^^

 

****

Pagi ini Seoul terasa sangat dingin. Bulan ini bulan Januari, artinya tinggal sebulan lagi musim dingin ini akan berakhir. Di pagi sedingin ini terlihat seorang gadis tengah berlari-lari mengejar seorang laki-laki yang tengah berjalan jauh di depannya. Dilihat dari wajah dan seragam yang mereka kenakan, dapat dipastikan kalau mereka adalah murid SMA di sekolah yang sama. Gadis yang tengah mengejar laki-laki itu bernama Kim Cheonsa, dan laki-laki yang sepertinya tidak tahu kalau gadis yang ada di belakangnya kini sedang berteriak-teriak memanggil namanya itu bernama Oh sehun.

“Sehun-ah!” laki-laki itu tetap terus berjalan tanpa menoleh sedikitpun.

“Ya! Sehun-ah!” Kim Cheonsa akhirnya dapat mengejar lelaki bernama Oh sehun itu dan seketika langsung menepuk pundaknya keras.

Laki-laki itu menoleh pada gadis yang kini berada disampingnya sambil melepas headset yang sedari tadi dikenakannya, “Cheonsa-ya! Kenapa kau memukulku, eoh?”

Cheonsa tidak langsung menjawab, ia masih sibuk mengatur nafasnya yang tak berirama itu akibat mengejar Oh Sehun.

“Aku.. dari tadi memanggilmu.. Hhh..tapi kau tidak menjawabku..hhh..dasar kau ini..”

“Ya! Aku kan sedang mendengarkan lagu tadi, mana mungkin aku bisa mendengarmu! Ah, tunggu. Berarti dari tadi kau mengejarku sampai sini?”

“Hhh.. aku lelah berlari mengejarmu sampai kesini, Sehun-ah. Bukankah kemarin sudah kubilang untuk menungguku sebelum berangkat sekolah?”

“Aigoo, mian Cheonsa-ya. Aku lupa mulai hari ini kau akan naik bus..”

“Ah, sudahlah.. dimana haltenya? Apakah masih jauh?”

****

“Oh ya, kenapa kau tiba-tiba ingin naik bus? Bukankah lebih nyaman berada di mobil oppa-mu itu daripada disini?” Sehun rupanya penasaran dengan sahabatnya ini. Kim Cheonsa berasal dari keluarga yang cukup berada. Appa-nya memiliki beberapa usaha yang bisa dibilang sukses, eomma-nya adalah seorang pengacara terkenal di Seoul. Kakaknya, Kim Junmyeon adalah seorang mahasiswa sekaligus pengusaha muda yang penghasilannya juga tidak sedikit. Dengan keluarga seperti itu, pastinya Cheonsa diberikan fasilitas yang cukup mewah. Biasanya Cheonsa pergi ke sekolah diantar oppa-nya atau sopir keluarganya menggunakan mobil. Tapi mengapa kali ini ia lebih memilih untuk menaiki bus? Ini terasa aneh bagi Sehun.

“Memangnya tidak boleh?”

“Bukan begitu, tapi tidak seperti biasanya anak manja sepertimu mau naik bus seperti ini” ucap Sehun sedikit tertawa. Cheonsa hanya menatap Sehun sambil tersenyum kecut. Sebenarnya ada alasan yang disimpan oleh Cheonsa. Namun ia tak ingin Sehun mengetahuinya.

“Annyeong!” sebuah suara berat menghentikan percakapan mereka. Oh Sehun dan Kim Cheonsa menoleh pada sang pemilik suara itu. Seorang lelaki bernama Park Chanyeol.

Lelaki itu langsung duduk di sebelah kursi kosong yang ada disebelah Kim Cheonsa, sehingga gadis itu kini tengah duduk diapit oleh dua namja jangkung disebelahnya. Dan kebetulan memang mereka duduk di bangku paling belakang.

“Ya Kim Cheonsa, sejak kapan kau menaiki bus, eoh?”

“Sejak.. hari ini. Hehehehe” Cheonsa tertawa hambar menanggapi pertanyaan Chanyeol.

“Aigoo, nona besar rupanya sudah tidak manja lagi sekarang” ujar Chanyeol mencubit pipi Cheonsa gemas.

Cheonsa mengerucutkan bibirnya kesal dan melipat kedua tangannya di dada, “Memangnya aku semanja itu?”.

Chanyeol hanya tertawa dan mengacak rambut Cheonsa asal. Sementara Cheonsa sibuk menenangkan degup jantungnya yang tiba-tiba menjadi cepat karena ulah Chanyeol. Ya, Chanyeol-lah alasan dari Cheonsa memutuskan untuk menaiki bus setiap berangkat sekolah mulai hari ini. Cheonsa diam-diam menaruh hati pada sunbae-nya itu. Sehun bahkan tidak tahu kalau sahabat kecilnya itu menyukai Park Chanyeol. Cheonsa memang tidak menceritakannya pada siapapun. Mungkin hanya Tuhan dan ia sendiri yang tahu akan perasaannya.

****

Bel istirahat telah berbunyi menandakan jam pelajaran kedua telah berakhir, Cheonsa dengan sigap merapikan buku-bukunya dan pergi menuju keluar kelas. Namun sebelum gadis itu pergi, sebuah tangan namja berhasil menahan pergelangan tangannya.

“Ya, kau mau kemana?” Oh Sehun bertanya dengan gaya cueknya.

“Aku mau ke toilet. Kau mau ikut?” Cheonsa hanya tersenyum mengejek sambil menjawab pertanyaan Sehun. Sementara Sehun hanya memasang wajah kecewanya. Sehun kira Cheonsa ingin pergi ke kantin, sehingga ia bisa menitip beberapa kue untuk dibelikan Cheonsa. Namun perkiraannya salah, ‘Tahan sebentar ya perut, kau harus bertahan sampai istirahat makan siang nanti’ batin Sehun sambil mengelus perutnya.

Cheonsa melangkahkan kakinya menuju sebuah ruangan di sudut sekolah, biasanya Chanyeol akan berada di ruangan itu untuk bermain gitar atau sekedar duduk-duduk disana. ‘Maaf Sehun-ah, aku membohongimu’ batin Cheonsa sambil membuka pintu geser ruangan itu.

Sosok namja yang Cheonsa cari ternyata tidak ada di ruangan itu, namun Cheonsa tetap melangkah memasuki ruangan tersebut. Perhatian Cheonsa tertuju pada piano yang terletak di tengah ruangan. Cheonsa akhirnya duduk di bangku panjang yang ada di depan piano itu dan mulai memainkan jarinya diatas tuts piano tersebut.

Beberapa saat kemudian Cheonsa menghentikan kegiatannya tersebut, ia menoleh ke arah pintu dan mendapati seseorang seorang namja telah berdiri disana sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Namja itu kini tengah menatap Cheonsa intens, membuat Cheonsa bergidik ngeri karenanya.

Lelaki itu melangkahkan kakinya menuju ke arah Cheonsa dan akhirnya duduk di sebelah Cheonsa, “Lagu apa yang kau mainkan tadi?”.

Beberapa saat Cheonsa terdiam sambil memperhatikan namja itu, “Ah, itu Sunday Afternoon Waltz yang dimainkan oleh Chong Park. Sunbae mengenal lagu itu?”

Lelaki itu hanya menggeleng, “Aku tidak tahu. Tapi aku suka mendengarmu memainkannya tadi” lelaki itu tersenyum pada akhirnya setelah dari tadi menampakkan wajah dinginnya pada Cheonsa. Entah mengapa, hati Cheonsa juga ikut menghangat melihat namja itu tersenyum.

****

“Cheonsa-ya. Kau tidak pergi ke kantin?”

“Ah, ne.. Tunggu aku Yejin-ah!” Cheonsa berlari mengejar Yejin yang sudah di depan pintu kelas dan mereka berjalan menuju kantin bersama.

“Sehun dan Kyungsoo dimana? Apa dia sudah duluan?” Yejin hanya mengangguk-angguk mengiyakan. Biasanya Cheonsa pergi ke kantin bersama Sehun ,Yejin, dan Kyungsoo. Tapi sepertinya Sehun sudah duluan ke kantin bersama Kyungsoo. Mungkin karena dua namja itu sudah terlalu lapar.

Cheonsa mencari sosok Chanyeol diantara kerumunan orang yang mengantre di depannya, namun ia tak kunjung menemukannya. Ia mendengus pelan, hari ini sangat sulit menemukan namja yang disukainya itu. Namun ada sesosok namja yang menyita perhatiannya. Namja itu adalah orang yang baru ia kenal saat ia berada di ruang musik tadi. Namja itu nampak akrab atau lebih tepatnya mesra dengan gadis yang ada di hadapannya kini. Lama Cheonsa memperhatikan kedua insan tersebut, hingga ia tak sadar kalau antrian di depannya kini telah kosong.

“Kau sedang melamunkan apa, Cheonsa-ya? Lihat, antrian depanmu sudah kosong tuh” Yejin mendorong Cheonsa maju ke depan.

“Ah, mian..mian”

Tiba-tiba Yejin berbisik,“Namja itu terkenal playboy, kau tahu? Jadi jangan sampai kau naksir padanya..”

“Ne? Nuguya? Namja yang mana maksudmu?” Cheonsa pura-pura tidak tahu.

“Namja yang kau perhatikan sejak tadi. Xi Luhan-sunbae. Kau pikir aku tidak tahu sedari tadi kau memperhatikannya? Aish..pura-pura tidak tahu lagi”

“Hahaha, mana mungkin aku naksir padanya. Dia terlalu cantik untuk ukuran namja, ya kan?”

“Justru itu banyak yeoja yang naksir padanya..”

“Aish, namja seperti itu bukan tipeku” kata Cheonsa sembari mengambil nampan dan piring untuknya dan Yejin.

Setelah selesai mengambil makanan, kedua gadis itu langsung menuju tempat dimana Sehun dan Kyungsoo makan. Rupanya memang dua namja itu benar-benar lapar, mereka terlihat makan dengan lahapnya.

“Kalian benar-benar lapar ya?” tanya Yejin yang keheranan melihat dua namja disebelahnya itu makan dengan sangat rakus seolah-olah makanan itu akan pergi jika tidak cepat dihabiskan.

Kyungsoo hanya menyunggingkan senyumnya sementara Sehun masih terus saja melanjutkan makannya. Cheonsa hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan dua namja rakus itu.

Tiba-tiba mata Cheonsa seakan berbinar melihat pemandangan indah yang ada di depannya. Ya, ia melihat Park Chanyeol dan teman akrabnya, Byun Baekhyun sedang berjalan menuju ke arah meja yang ia tempati bersama teman-temannya sekarang.

“Sehun-ah, apakah disini kosong?” tanya Chanyeol pada Sehun yang sedang sibuk mengunyah daging ayamnya. Sehun hanya mengangguk mengiyakan. Sementara Cheonsa mendengus pelan akibat Chanyeol yang lebih memilih menanyakan tempat duduk disebelah Sehun yang notabene tempatnya di depan tempat Yejin, bukan di depan tempatnya duduk sekarang.

“Baekhyun-ah. Kau bisa duduk disini” tunjuk Chanyeol pada tempat duduk yang ia tanyakan tadi. Seketika itu pula Cheonsa membulatkan matanya, ternyata Chanyeol lebih memilih duduk di depannya. Hatinya begitu senang saat ini. Baginya, ini bagaikan mendapat bintang yang jatuh dari langit.

“Cheonsa-ya. Annyeong” sapa Chanyeol dengan senyum khasnya.

“Annyeong oppa..” balas Cheonsa dengan senyum manisnya. Senyum yang ditampakkan oleh seorang gadis yang sedang tertarik dengan namja dihadapannya.

“Hari ini kau pulang naik bus juga?”

“Ah, iya oppa. Tapi hari ini aku harus mengikuti les piano dulu di Sinsa-dong”

“Ooh begitu” Chanyeol mengangguk-angguk paham.

“Tunggu, di Sinsa-dong?” pekik Chanyeol membuat Cheonsa kaget.

“Ne, oppa. Sinsa-dong”

“Aigoo. Aku juga mengikuti les drum disana. Kalau begitu bisa pergi bersamaku Cheonsa-ya”

‘Wah, kebetulan macam apa ini? Aku tak menyangka Chanyeol oppa juga les musik di tempat yang sama. Untung saja aku tidak menolak sewaktu Appa menyuruhku les disana’ batin Cheonsa senang.

****

“Cheonsa sayang, bagaimana sekolahmu hari ini?”

“Ya.. seperti biasanya eomma. Oh ya, appa belum datang?”

“Sebentar lagi mungkin appa akan datang . Ayo mandi dulu, setelah itu kita makan bersama”

“Ne eomma..”

Sesampainya di kamar, Cheonsa langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Hari ini benar-benar melelahkan baginya. Namun ia bahagia mendapat kesempatan untuk lebih dekat dengan pujaan hatinya, Park Chanyeol. Ia tersenyum sendiri mengingat saat mereka duduk bersama di bus tadi sambil menceritakan banyak hal. Cheonsa baru mengetahui kalau Chanyeol dan dirinya mempunyai penyanyi favorit yang sama. Hal itu semakin membuatnya tersipu sendiri. Sejenak ia teringat, ia harus segera mandi dan turun ke bawah untuk makan bersama keluarganya. Gadis itu langsung bangkit dari tempat tidurnya dan bergegas mandi.

“Appa, aku merindukanmu” teriak Cheonsa sambil berlari memeluk appa-nya segera setelah ia melihat appa-nya itu di ruang makan.

“Aigoo, uri appa-ttal tampaknya sedang bahagia hari ini” ujar tuan Kim sambil mengelus rambut putri bungsunya itu.

“Oppa, kau disini juga? Aigoo, aku juga merindukanmu oppa. Kau kemana saja?” kini giliran Kim Junmyeon yang mendapat pelukan tiba-tiba dari Cheonsa.

“Oppa kan sudah bilang kalau oppa pergi ke Jeju” jawab Junmyeon sambil mendorong dahi Cheonsa pelan.

“Jinjja? Hehehe, mian oppa. Sepertinya aku lupa” Cheonsa segera mengambil tempat duduk di samping Junmyeon. Dan keluarga Kim akhirnya bisa memulai makan malamnya hari ini.

“Cheonsa-ya..” Tuan Kim tiba-tiba memecah keheningan diantara mereka.

“Ne, appa?”

“Besok malam ada pesta ulang tahun anak dari teman Appa. Kau mau kan menemani Appa pergi ke pesta itu? Katanya kau merindukan appa..”

“Hm? Kenapa harus aku? Kenapa tidak eomma saja yang menemani appa?”

“Eomma ada urusan sayang, kau mau kan menemani appa? Masa kau tega melihat appa pergi kesana sendirian?” Nyonya Kim kini ikut menimpali.

“Tunggu, kenapa tidak Junmyeon oppa saja yang ikut appa ke pesta itu?”

“Ya, kau pikir aku tidak sibuk, eoh? Oppa banyak tugas dari kampus yang harus diselesaikan”

“Hm, baiklah. Apa boleh buat, Cheonsa akan ikut ke pesta itu”

Tuan Kim dan Nyonya Kim hanya tersenyum melihat tingkah putri bungsunya yang sedikit kekanakan itu.

****

Sebuah kapal pesiar yang berada di atas Sungai Han itu baru saja melaju. Tentu saja itu bukan kapal pesiar biasa. Kapal pesiar mewah tersebut milik salah satu pengusaha ternama dari luar negeri yang kini sedang mengadakan pesta ulang tahun untuk anak pertamanya. Semua tamu undangan kini berkumpul di sebuah hall besar yang terdapat dalam kapal itu. Tak terkecuali Cheonsa dan Tuan Kim. Semua orang menanti-nanti sang tokoh utama dalam pesta ini yang akan segera turun dari tangga.

“Kim Cheonsa?” sesosok namja menepuk bahu Cheonsa dari belakang.

Saat Cheonsa menolehkan kepalanya ke belakang, alangkah terkejutnya Cheonsa ketika melihat wajah namja yang sangat dikenalnya juga hadir di pesta itu.

 

*CHAPTER ONE END*

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

20 pemikiran pada “Coincidence (Chapter 1: The Princess’s Crush )

  1. Next >.<
    Siapa itu? Chanyeol kah? o.O Atau Luhan?
    Wah wah, triangle love ni xD Kirain aku awalnya Sehun yang suka sama Cheonsa. Atau Cheonsa yang suka sama dia =.=

  2. Chap 1nya daebak!
    Namja yg dikenal cheonsa di kapal pesiar? nugu? Chanyeolkah? Sehun? Luhan? Huh… Penasaran nih….
    Next chap jgn lama2 thor! Keep writing!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s