Love Sick

Love Sick

lovesickposter

Cast                                       : Kim Taeyeon

Byun Baekhyun

Author                                  : LeeHaena

Genre                                   : Romance

Length                                  : 1500+

Rating                                   : PG-15

 

Ketukan jari di meja. Berasal dari dua jari lentik milik seorang gadis itu. Suara ketukan itu makin terdengar mengingat ia hanya seorang diri di studio vocal menejemen yang menaunginya. Setelah berlatih menarik suaranya selama dua jam, lelah dan haus pasti terasa. Sebotol air mineral sudah ia teguk. Entah berapa lagu yang sudah ia nyanyikan. Entah sudah berapa high notes yang ia raih. Tetap, ia merasa kurang. Anugrah suara emas yang ia dapat dari tuhan tak ia gunakan dengan mudah. Apalah arti talenta yang ia dapatkan cuma-cuma apabila tak ada usaha untuk membuat hal yang lebih besar lagi?

Dalam ruangan berbeda, seseorang masih terus berteriak nyaring. Tak puas dengan suaranya, laki-laki itu terus mencoba high notes tanpa bosan. Mic didepannya ia genggam erat, urat di lehernya makin menegang saat ia meraih nada tinggi itu. Bibir yang kering tak ia hiraukan lagi, keringat yang menetes apalagi. Berlatih untuk debut memang sangat menguras energy. Ditambah partner duetnya yang sudah pulang duluan akibat fisiknya yang sudah terlanjur menyerah. Baekhyun menghembuskan nafasnya pelan.

Baekhyun membereskan barang-barangnya ke dalam tas dan bersiap untuk istirahat di rumahnya. Ia memakai sweaternya dan menyisir asal rambutnya dengan jari. Tak ia sangka, ia adalah orang terakhir yang kuat tinggal di studio vocal paling akhir dari semua rekan-rekannya. Kyungsoo lah yang terakhir bersamanya. Pernah juga ia berdua dengan Luhan di studio untuk melatih high pitch, dan itu sangat membuatnya cukup frustasi. Dan tanpa ia sadari, air mata sudah menggenang dan meluncur mulus di pipinya. Untuk seorang trainee, itu adalah hal biasa jika kau menangis di ruang latihan. Kesal akan seleksi vocal, kelas yang keras, dan tuntutan coach yang mengharuskan tampil sempurna dan konsentrasi terjaga. Sungguh seperti camp militer. Khususnya untuk manajemen ini.

Taeyeon keluar dari studio dengan wajah yang bisa dibilang masam. Melihat jam yang melingkar ditangannya membuat ia mendengus kesal. Larut malam, dan 3 jam lagi ia harus kembali ke gedung ini. Sementara sekarang saja ia belum keluar dari gedung yang sama.

“Jinjja, jam 4 pagi?! Kenapa latihan grup harus dimulai pada dini hari?! Jeongmalyeo… Ayam saja belum berkokok jam 4” Ia mendecak sebal sambil membetulkan cardigan coklat mudanya dan membetulkan letak tas di pundaknya.

Dan dari belakangnya, terdapat suara orang menegurnya.

“Taeyeon sunbaenim!”

‘terpujilah engkau yang memanggilku pada tengah malam ini, setidaknya aku tak sendiri’ batin Taeyeon. Ia memalingkan kepalanya, mencari teguran yang ia dengar.

“Eoh, Baekhyeon?”

“Ah ne… Selamat malam sunbaenim, kau masih mengingat namaku haha” Baekhyun menunjukkan senyum ramahnya.

‘Tentu saja aku mengingatmu Byun Baekhyun, kau adalah orang yang special menurutku’ Taeyeon membatin lagi.

“Tentu saja Baekhyun-ah, wajahmu gampang diingat” Kilah Taeyeon.

“Apakah begitu?” Tanya Baekhyun iseng. Senyum jahilnya sangat khas.

“Haish, sangat aneh jika kita membahas wajah di malam yang larut begini” Taeyeon memasukkan tangannya ke saku cardigan. Sementara Baekhyun berjalan disampingnya.

“Apakah berlatih vocal hingga larut lagi sunbae?”

“Ne, selalu. Saat kau debut nanti, malam adalah waktu berlatih, pagi adalah waktu penerbangan, siang dam sore adalah waktu untuk perform. Bisa kau bayangkan?”

“Jinjjayo? Kurasa jadwal yang pas dalam kondisiku sekarang adalah pagi sampai malam adalah latihan. Apa dulu kau juga begitu sunbae?” Baekhyun mengobrol ringan.

“Eum, pagi siang sore malam, selama 5 tahun, kuhabiskan di gedung yang memuakkan ini” Taeyeon menekankan kata ‘memuakkan’ dan membuatnya terlihat lucu.

“hahahaa, tapi apakah ini akan terbayar? Maksudku, aku harus meninggalkan sekolahku, teman-temanku, keluargaku. Apakah aku bisa membayar mereka atas keabsenanku? Sunbae, bagaimana menurutmu?” Baekhyun tak sabar dengan jawaban Taeyeon, terlihat dari ekspresinya.

“Yah Baekhyun-ah, itu pasti terbayar. Kau direkrut manajemen untuk trainee hanya satu tahun. Itu sangat singkat disbanding rekanmu yang lain, sebut saja Jongin. Mungkin itu keberuntungan untukmu. Kau bisa membayar ini semua. Walaupun bukan dengan waktu, tapi itu semua bisa kau ganti. Contohnya, saat kau debut nanti, kau tak bisa bertemu sering dengan keluargamu, tapi kau bisa membanggakannya. Sampai mereka menjatuhkan air mata. Dan itu sangat mengaharukan. Percayalah…” Taeyeon menjelaskan sambil melihat langit-langit koridor, membayangkan apa yang ia alami saat hari debut pertamanya.

“Eoh… arraseo” Baekhyun menganggukkan kepalanya tanda paham akan seniornya.

“Baekhyun-ah, aku sudah dijemput manager oppa. Kau bagaimana?”

“Aku naik subway, sunbaenim”

“Baiklah, hati-hati! Jangan sampai sakit!”

“Ne, gamshamnida Taeyeon sunbaenim..” Baekhyun membungkuk. Taeyeon masuk ke mobil van-nya.

“Ah, satu lagi Baekhyun-ah. Bisakah kau tidak memanggilku sunbae?”

“Ne?” Baekhyun menegakkan badannya, namun Taeyeon sudah menutup pintu mobilnya. Meninggalkan Baekhyun sendiri dengan pikiran-pikiran membingungkan. Apa ia salah dengar? Atau ia hanya halusinasi saja karena sudah larut?

~~

~~

Taeyeon yang selalu mengkhawatirkan Baekhyun. Taeyeon yang selalu peduli pada Baekhyun disbanding rekan-rekan Baekhyun yang lain. Dam Taeyeon yang selalu mengajak makan bersama setelah pulang latihan malam. Semua itu membuat cerita baru dalam otak Taeyeon. Senyum dan tawa Baekhyun selalu terngiang-ngiang dalam ingatannya. Tak jarang, Baekhyun juga sering menyemangati Taeyeon. Namun yang ia sangat sayangkan hanya…

Baekhyun hanya melihat Taeyeon sebagai seniornya.

Atau juga bisa sebagai idolanya saja.

Membuat Taeyeon menghembuskan nafasnya dalam diam.

Can’t you see me as a woman? Not as a sunbae, Baekhyun.

~~

Suatu malam, Baekhyun mampir ke ruang vocal dimana Taeyeon ada didalamnya. Tangannya membawa bungkusan makanan sesuai yang Taeyeon minta jauh-jauh hari. Jajangmyeon.

“Annyeong~”

“Ah Baekhyuniee, kau bawa apa?”

“Yang noona inginkan waktu itu” Baekhyun menaruh bungkusan itu di meja dan melihat sekeliling isi studio. “Kau sendirian lagi noona?”

“Uwah, Jajangmyeon! Gomawoo Beakki yah!” Taeyeon menghiraukan pertanyaan Baekhyun tadi. “Kajja, kau juga makan! Kulihat disini ada dua porsi”

“Ne…”

Mereka langsung makan. Namun dalam keheningan. Canggung dengan diam yang mereka buat sendiri, Baekhyun memberanikan untuk mengobrol duluan.

“Eum, ngomong-ngomong… Apa kau merasa tak enak jika aku memanggil seperti tadi?”

“Eum?” Taeyeon kurang mengerti maksud Baekhyun.

“Noona…”

“Eoh, kau memanggilku noona? Gwenchana, aku tak mempermasalahkan itu” Taeyeon melanjutkan makannya. “Eoh massita! Neomu masitta!”

Taeyeon menyembunyikan perasaannya dengan aegyonya. Mungkin tak ia sadari, namun Baekhyun menangkap sekilas hati Taeyeon yang sebenarnya. Baekhyun mengusap rambut Taeyeon lembut sambil tersenyum. Taeyeon membeku sesaat, bola matanya melebar, dan jantungnya berdetak lebh keras.

Wae? Apakah ini tindakan seorang Baekhyun pada sunbaenya? Aniya. Ini memang sudah tahap lanjut. Hanya mereka saja yag tak mau mengakuinya.

“Makan yang banyak Taeyeon Noona~” Aegyo Baekhyun ditunjukkan.

“YA! Kau tak malu memperlihatkan aegyomu padaku Byun Baekhyun?! Jinjjayo” Taeyeon pura-pura kesal.

“Aniya, selama kau menjadi orang terdekatku, kenapa tidak?”

“Omo… Baekhyun yang kukira sudah dewasa setelah debut, kini menjadi bayi lagi”

“Apa yang didepanku ini juga bayi? Saus mie pun tak ia rasakan belepotan di bibir…” Baekhyun mengusap ujung bibir Taeyeon yang ada cipratan saus.

“Jadi kita ini bayi?” Taeyeon mengerucutkan bibirnya kesal.

“Ani… Kau yang bayi. Aku hanya seorang yang diutus untuk menjagamu”

Studio music yang hening itupun berubah menjadi penuh tawa dari Baekhyun dan Taeyeon.

~~

“Baek-ah, aku ingin bicara suatu hal padamu” Taeyeon mengetikkan pesan di handphonenya dan segera mengirimkannya.

“Dimana kita bisa bertemu?” Tanya Baekhyun menjawab pesannya.

“Café sebelah gedung?” Taeyeon mengetikkan cepat.

“Ne, ide yang bagus. Aku kesana setengah jam lagi”

Bertemulah dua insan itu dalam sebuah café bubble tea itu. Taeyeon tak bisa menatap langsung mata Baekhyun. Terlalu takut. Namun ia beranikan untuk bicara.

“ Apa kau sibuk?” Tanya Taeyeon basa-basi.

“Aniyeo… Mungkin besok juga tidak”

“Eum… Aku hanya ingin mengatakan kalau hubungan kita makin dekat saja. Apa kau merasakan juga?” Taeyeon memainkan jari tangannya, menandakan kegugupan.

“Ya, bisa dibilang begitu” Tak ia inginkan, namun intonasi dingin itu terlontar begitu saja dari mulutnya.

“Apa… Apa kita..” Taeyeon tercekat.

“Mwoeyo?” Baekhyun penasaran.

“Maksudku, apa kita… teman?” Taeyeon mengubah pertanyaan namun dengan inti yang sama. Akan terlalu hina menurutnya jika ia langsung berterus terang. Ia adalah yeoja.

“Tentu saja… Kita teman. Mungkin juga sahabat, atau juga keluarga. Noona, sejujurnya kau lebih dari seorang sahabat untukku-” Taeyeon segera menatap mata Baekhyun. Entah itu bisa dibilang tatapan penuh harap.

“-Noona, ya kau adalah noona-ku. Kakak yang paling perhatian dari semua teman yang aku kenal. Sama halnya dengan keluargaku. Gomapta Taeyeon Noona, kau menjadi salah satu yang membuatku menjadi seperti sekarang. Dengan kata lain, kau membuatku dewasa dan mengajariku banyak hal.”

Hati Taeyeon begitu kaget, tenggorokannya terasa tercekat, pandangannya merabun, dan seakan ia ingin hilang dari café ini. Diam. Hanya diam yang dapat berkata. Namun apa yang ia rasa tak begitu ia tunjukkan pada ekspresinya. Ia tahu. Ia tahu ia dewasa. Lebih dewasa dari lelaki dihadapannya.

“Ah.. begitu…” Taeyeon menjaga kendali hatinya, mengendalikan agar ia bersikap biasa. Dan menganggukkan kepalanya. “Waegureyo? Uri Baekhyun sudah dewasa sekarang. Kau berbicara sangat baik. I’m proud of you” Taeyeon menyamarkan topiknya dengan rasa bercanda. Walaupun yang ia rasa sungguh pahit.

“Begitu ya… Haha, ini semua berkatmu noona” Baekhyun tertawa ringan. “Aku hanya ingin Kim Taeyeon menjadi noona pelindungku, mungkin bisa dibilang layaknya malaikat. Dan aku tak mau noona menjadi orang lain selain noonaku. Apa permintaanku terlalu berat?” Tanya Baekhyun innocent.

“Ani… Itu sangat mudah…” Taeyeon menjawab lemah.

“Geure… Apa noona ingin memesan lagi?”

“Aniyeo, noona sudah cukup dengan satu cangkir coffee late untuk menghangatkan badan” Menghangatkan hati yang dingin lebih tepatnya.

“Baiklah, ayo kita pulang. Aku sudah selesai dengan kopi ku juga… Kaja Noona” Ajak Baekhyun sambil berdiri.

Sulit bagi Taeyeon untuk berdiri dari kursinya saat ini, seakan ada magnet kuat yang ada di sol sepatunya. “Kau duluan saja, aku masih ingin disini sebentar…”

“Gwenchanayeo?”

“Ne”

“Keurom, aku duluan… Anyeong!” Pamit Baekhyun sambil tersenyum riang.

“Anyeong…”

Setelah punggung Baekhyun tak terlihat kembali oleh Taeyeon, ia menangis. Tak ia harapkan air mata ini jatuh. Dan buru-buru ia pulang ke dormnya menggunakan taksi.

~~

Bagaimana ia tak tahu? Bagaimana ia bisa berkata begitu?

Tapi in semua bukan salahnya. Bukan salah siapa-siapa…

Taeyeon POV

Hah… Apakah aku baru saja sakit hati? Kim Taeyeon baru saja sakit hati?

Aniya… Aku sendiri tak percaya ini. Bagaimana ini Taeyeon? Kau ini sudah dewasa, apa ini yang dilakukan seorang Taeyeon? Tak tahukah kau aku selalu berdoa untuk mendapatkanmu?

Namun, melihatnya tersenyum lebar membuatku tak bisa berkutik. Aku tak mau mengubah bahkan tak mau menghilangkan senyum itu. Senyum khas Baekhyun itu. Aku memang egois mungkin.

Byun Baekhyun, kau namja yang hebat. Kau mengambil hatiku dan membiarkannya lepas begitu saja. Kenapa kau datang disaat hatiku sedang hampa? Mungkin jika kau di waktu berbeda, aku tak akan jatuh padamu. Dan kita memang hanya sebatas senior dan junior. Seperti yang kau bilang.

Haha… Baekhyun tak jauh berbeda dengan seorang anak sekolah dasar yang selalu suka dengan noonanya. Bukan cinta. Hanya suka. Layaknya keluarga. Benar kata Baekhyun. Aku memang sudah berhasil menjadi noona yang peduli dan sayang pada dongsaengnya. Tapi aku kalah dalam hatinya…

I hope every day for the day you will finally acknowledge me
Can’t it be fulfilled just once? I’ve waited for a long time
It was the first time I got to know love

 

~~

Baekhyun POV

Mianhae Taeyeon Noona, aku tau apa maksudmu. Aku tau semua. Aku bukanlah seorang juniormu yang haus akan nasihatmu, sebenarnya aku ini…

Orang yang menginginkanmu…

 

 

 

I’m sure this will be in sequel. Don’t worry, I’ll post as soon as possible. ByunTae, BaekYeon, whatever the name of it, please to comfort them. And I will write again. Maybe you all already know what happen next… Haha… Just imagine them in peaceful world and so on. But don’t forget about their management. SM… Seriously, that SM is like military school! Hope the best for them…^^

7 pemikiran pada “Love Sick

  1. Bagus(y). Bahasanya rapi, aku sukaa *thumbsupwithsehun
    byuntae? itu artinya mesum kan O.o
    hahaha~ sequelnya jgn buat baekhyun mesum ya thor~~ keke.
    baekyeon, byuntae, whatever aku support deh, asalkan sehun sama aku (?)
    Ditunggu sequelnya authornim..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s