One Last Cry (Chapter 1)

ONE LAST CRY.

Oh Sehun// Kim Jongin// Ahn Ji Hyun // Lee Geum hee

Sad Romance

Pg – 13

Chapter 1

Sexygeek95 present…

 

 

 

Hallo Chinguu, aku datang lagi dengan FF yang genrenya itu itu saja, maaf ya karena sesungguhnya aku hanya pintar untuk membuat ff yang Genrenya ga jauh – jauh dari ANGST, SAD, HURT COMFORT.

FF INI HASIL KARYA SAYA SENDIRI, dan tolong jangan ada yang memplagiat karena bagaimanapun BIASANYA alur dalam cerita ini, ini tetap hak milik saya.

 

Maaf buat Typo yang selalu menampakan dirinya, entahlah mungkin i was born untuk jadi ratu typo kkk.

 

Silahkan meninggalkan jejak jika kalian mau, dan saya pasti sangat menyukainya, tapi jika tidak terimakaasih karena mau membaca fanfiction buatan saya.

 

 

“Sehun-aaa” panggil seorang gadis bernama Ji hyun yang kini memeluk lengannya.

 

Tetapi lelaki itu hanya diam dan terus tenggelam dalam dunianya bersama musik yang ia dengarkan melalui headsetnya itu.

 

“Sehun-aaaaaa aish” kini gadis itu mulai berdecak kesal disampingnya, tetapi itu berhasil membuat sehun melirik gadis itu, memandangnya datar seolah gadis itu bukanlah objek yang menarik.

 

“Kau menyebalkan” Ucap gadis itu lagi dan melepas pelukannya, tetapi belum sempat dia pergi tangan kurus sehun menahannya “Maafkan aku” ucapnya tetapi ji hyun hanya diam tetapi tidak juga melepaskan genggaman tangan sehun.

 

……..

 

Ji hyun nampaknya benar – benar tidak niat untuk mengikuti pelajaran seperti yang lain, matanya memang menatap pada buku dimejanya namun Suara merdu mrs. Choi hanya numpang lewat dipendengarannya.

 

Dan akhirnya jam pelajaranpun berakhir ketika bel istirahat berbunyi, semua siswa – siswi berlari disepanjang lorong, tidak dengan ji hyun yang masih setia dengan buku sainsnya.

 

“ji, sampai kapan kau memandangi bukumu, aku lapar” ucap alice sambil menutup paksa buku ji hyun.

 

“aku tidak lapar alice, kau bersama yonjoo saja” jawab ji hyun sambil memainkan bandul handphonenya.

 

Alice dan yonjoo hanya mengangguk pasrah, sesungguhnya mereka ingin sekali menemani sahabatnya itu tetapi apa daya perut mereka sudah demo karena kelaparan.

 

Selepas mereka pergi ji hyun menutup matanya, mencoba menetralisir pikirannya yang berkecamuk saat itu, mencoba mencari kedamaian dari bisingnya suara kelas tetapi dia harus membuang jauh – jauh keinginannya ketika Kai mulai mengganggunya.

 

“Kai hentikan” ucap ji hyun dengan posisi masih dengan mata tertutup.

 

“Waa daebak! Kau bahkan dapat menebak aku tanpa melihatku,” sementara tangannya masih memainkan rambut panjang milik ji hyun

 

“Kai, aku bilang berhenti”

 

“tidak mau” dan kai malah terus menyisir rambut ji hyun dengan jemarinya.

 

Belum sempat ji hyun memarahi kai suara sehun menginterupsinya terlebuh dahulu “Ji hyun, ikut aku” ucapnya datar dan menatap Kai malas saat jemari kai masih setia dirambut ji hyun

 

Ji hyun seperti tersihir oleh perkataan sehun, dia beranjak mendekati sehun meninggalkan kai begitu saja seperti kai hanya kursi kosong tak berpenghuni, ewh kejam.

 

 

Tetapi kini rasa bosan ji hyun berkali lipat dari sebelumnya, pasalnya semenjak dia bersama sehun tidak ada satu kata pun terucap, ji hyun hanya mengaduk – aduk makanannya, sementara sesekali dia melihat sehun yang lahap dengan makanannya, sebenarnya ji hyun terlihat atau tidak sih.

 

 

Ji hyun membanting sumpitnya, membuat sedikit kebisingan danmembuat orang – orang sekitarnya melihat kearah mejanya juga sehun, sementara sehun? Dia masih konsentrasi dengan makanannya.

 

“aku sudah selesai” ji hyun pergi meninggalkan sehun tetapi baru beberapa langah dia mendengar suara manja Yoona, anak kelas sebelah atau teman satu kelas sehun memanggil sehun dengan nada manjanya.

 

“Sehunnieeee” ucapnya dan menjatuhkan beberapa helai rambut indahnya dibahu sehun.

 

“iya, ada apa?” ji hyun mengangkat alisnya, ada apa dengan sehunnya? Apa dia sengaja ingin pamer kemesraan dengan Partner dance untuk acara nanti?

 

Ji hyun meninggalkan sehun dengan ribuan caci maki dihatinya, dan dia tergesa – gesa menelpon kai.

 

Sementara sehun hanya menatap ji hyun malas.

 

 

*

 

*

 

*

 

Ji hyu sedang bertarung dengan PR matematikanya, tetapi bunyi telpon selularnya benar – benar mengganggunya.

 

Satu pesan masuk.

 

From : Sehunby

 

Keluarlah, aku didepan gerbang rumahmu.

 

Ji hyun segera berlari keluar mengabaikan panggilan Jae hyun, oppanya.

 

Dia membuka gerbang rumahnya, dia dapat melihat sehun dengan hoodie merah berdiri disamping kanan pintu itu.

 

“jika tidak ada yang ingin kau bicarakan, aku akan masuk tuan Oh” ucap ji hyun karena sudah 15 menit mereka hanya diam, udara malam yang memaksa ji hyun berkata agak ketus karena dia hanya memakai celana pendek dan kaos kebesaran milik oppanya.

 

“…”

 

 

“Yasudah!” ji hyun akan meninggalkan sehun tetapi tangannya ditarik oleh sehun dan membuatnya mendarat tepat didada sehun, ji hyun masih tak mengerti dengan sehunnya.

 

“se-hun” ucapnya karena dia merasa pelukan sehun makin mengerat dan mengantarkan rasa hangat untuk tubuhnya.

 

“Aku cemburu Ji” ucap sehun datar, namun ji hyun dapat merasakan suara sehun bergetar dipendengarannya.

 

Ji hyun melepas pelukannya menatap manik mata sehun meminta penjelasan atas apa yang dia katakan.

 

“Aku cemburu melihatmu dengan Kai, Aku tahu kalian berteman sejak kecil tetapi kai juga Namja, dan Kau yeoja tidak mustahil bila kalian bisa bersama suatu hari nanti, aku tidak suka cara menatap kai bila ia melihatmu, tidak suka… aku takut kehilanganmu Ji, entahlah aku sulit mengatakannya, menyusun kalimat agar kau mengerti, aku menyayangimu Ji..” dan kini sehun kembali memeluk ji hyun, pelukan posesif lebih tepatnya.

 

Ji hyun ingin tertawa kala itu, baru kali ini dalam hidupnya sehun mengakui dirinya cemburu, sehun berkata dengan kalimat yang cukup panjang. Mengingat sehun adalah pribadi yang pendiam yang bicara hanya seperlunya saja, berbeda dengan kai yang banyak bicara.

 

*

*
*

 

Berbeda dengan dua hari sebelumnya, kini sehun terlihat lebih ceria saat berjalan dengan ji hyun, sesekali mereka tertawa membuat orang – orang disekitarnya iri, Karena sehun juga sedikit populer karena dia masuk club Dance.

 

Sesampainya didepan kelas Ji hyun kai sudah berada diposisinya dengan tangan berada didadanya, matanya tertuju pada ji hyun.

 

“YA! Kenapa kau tak mengangkat telponku semalam huh!” ucapnya merajuk didepan ji hyun, kai memang tak tahu diri dia tidak menyadari bahwa sehun kini menatapnya malas.

 

Ji hyun menatap sehun takut, dia tahu sehun pasti kesal dengan kai, tetapi itulah kai yang sangat suka bermanja – manja didepan ji hyun.

 

“aku pergi” ucapnya melepaskan tangan ji hyun.

 

“oh ya, hati – hati chingu” ucap kai dengan nada ceria tetapi langsung memeluk bahu ji hyun.

 

“ ji hyun-aaaa, aku ingin bercerita kajja”

 

*

*

*

 

Setelah Ji hyun dengan malasnya mendengar cerita kai yang sedang jatuh cinta, karena ini bukan pertama kalinya kai bercerita sedang jatuh cinta, dalam hitungan 2 bulan mungkin kai sudah mengatakan ia jatuh cinta 3 kali kepada yeoja yang berbeda.

 

“Kali ini aku benar – benar serius Ji! Kau harus percaya padaku” ucap kai berusaha meyakinkan sahabatnya itu.

 

“minggu yang lalu kau berkata seperti itu kai, dan dua hari kemudia kau mengatakan bahwa sojin sama seperti wanita lainnya, tidak menarik”

 

“Ya, kali ini aku benar – benar jatuh cinta, kau harus tau itu Ji, ayolah bantu aku!” kai terlihat sedikit memelas dan memohon pada jihyun kala itu.

 

“Ya tuhan kai, aku bosan! Masih teringat jelas saat kau menyukai Bora nuna, kau mengatakan dia cinta terakhirmu,kau membuat sehun kesal karena aku yang terlalu banyak menghabiskan waktu denganmu,” kini wajah Ji hyun lebih terlihat menderita saat melihat kai.

 

Tapi bukan kai namanya bila menyerah begitu saja.

 

“Aku janji, ini yang terakhir! Aku bersumpah Ji”

 

“kai…”

 

 

“Untuk terakhir kalinya, aku mohon” kai kini malah menekuk lututnya dan membuat seisi kelas Ji hyun bersorak.

 

“kau menyebalkan kkamjong! Baiklah..” mau tidak mau Ji hyun menuruti perintah kai.

 

“Kau yang terbaik ji hyun-aaa” kai tersenyum kemenangan dan mengecup kening ji hyun, Ji hyun membulatkan matanya dan kini kelasnya semakin ribut menyoraki mereka berdua.

 

 

“dasar, wanita jalang!” ucap salah satu teman sekelas ji hyun.

 

*

*
*
*
*

 

“hey, tadi aku melihat kai bertekuk lutut didepan Ji hyun,” ucap namjoon bercerita kepada teman satu gengnya.

 

“bahkan aku melihat kai mencium kening ji hyun, sebenarnya ji hyun pacar siapa? Kenapa dia lebih dekat dengan kai?” tambah hayoung tanpa melihat ekspresi yang dikeluarkan sehun dari wajah datarnya, dia meremas bukunya secara kejam.

 

 

Kai masuk dengan cengiran bodohnya, dan disambut dengan pertanyaan namjoon “Kai, kau berpacaran dengan Ji hyun?”

 

Kai diam ditempatnya, bukannya dia ragu untuk menjawab hanya saja ini pertanyaan bodoh menurutnya, maka ia memutuskan duduk dikursinya tanpa memperdulikan namjoon yang terus berkicau.

 

“Ih tidak tahu malu sekali Ji hyun itu, sudah berpacaran dengan sehun kini malah menggoda Kai, yeoja macam apa..” kini hayoung mulai berkomentar membuat suasana hati sehun makin panas.

 

“iya, dasar tidak tahu diri, sudah mendapatkan Oh sehun masih saja menganggu Pria lain” kini giliran eunji yang mengutarakan pendapatnya.

 

“DIAM!” tiba – tiba seisi ruangan kelas itu diam saat sehun berteriak, mereka dapat melihat kilatan marah sinar matanya itu. Dan sehun hanya menatap bengis pada kai yang masih sibuk dengan komiknya.

 

Sehun meninggalkan kelasnya dan memilih bolos karena suasana hatinya benar – benar kacau saat itu.

 

 

 

 

Sehun masih sibuk dengan bola basket ditangannya, panasnya matahari siang tak dapat menghentikannya.

 

Ia masih mengingat semua perkataan teman – temannya, ia benar – benar benci mendengar semua lelucon sampah itu.

 

Dia tahu, dia yakin bahwa Ji hyun hanya mencintainya, tetapi bagaimana dengan kai? Apa kai masih bisa menjaga persahabatan antara dirinya dan Ji hyun?

 

Bagaimana bila Ji hyun akhinya jatuh kepelukan kai, sehun tidak mau itu terjadi.

Dia menyadari dirinya berbanding terbalik dengan kai, kai itu kapten Sepak bola disekolahnya, dia terkenal romantis.

 

Sementara sehun? Romantis? Dia jauh sekali dari kata itu, mengingat sepanjang 7 bulan dia bersama Ji hyunpun hanya 3 kali dia mengatakan bahwa dia mencintai ji hyun.

 

“Sehuuuun”

 

Bola ditangannya terlepas begitu saja saat mendapati ji hyun melambai – lambai dipinggir lapangan dan sehun segera menghampirinya dengan campuran berbagai perasaan yang membuatnya mual.

 

Ji hyun memberikan sebotol air minuman untuk sehun, dia dengan sigapnya mengelap tetesan keringat sehun.

 

Tak seperti biasanya, sehun hanya diam dan menatap ji hyun lembut kala itu, tidak ada penolakan yang biasanya ji hyun dapatkan dengan berbagai alasan, seperti; “aku malu” atau “mereka melihat kita” atau “hentikan ji hyun, aku bisa melakukannya”

 

Tapi kali ini sehun tersenyum, dan itu membuat ji hyun tersenyum juga, entahlah sehun menjadi lebih jinak daripada biasanya.

 

Sehun membelai lembut surai Ji hyun dan memakaikannya jepit kecil sehingga rambutnya tidak menghalangi sebagian wajah ayunya.

 

“Kau cantik” ucapnya singkat namun membuat ji hyun ingin terbang kelangit ketujuh, ia harus mencatat hari ini adalah hari terbaik didalam dunianya, oh sehun mengatakan dirinya cantik, setelah 7 bulan berpacaran.

 

Baru saja mereka berdua terlarut dalam suasana romantis, mengabaikan beberapa pasang mata yang melirik kearah mereka. Tetapi dering ponsel ji hyun mengganggu, dan membuatnya mengalihkan perhatiannya pada ponselnya.

 

Kamjong incomming call

 

Belum sempat ji hyun menekan tombol pada layar ponselnya tetapi sehun segera mengambil ponsel ji hyun dan membuangnya sembarangan. Membuat benda itu terbagi menjadi 2 bagian, mengenaskan.

 

“SEHUN” jerit ji hyun.

 

“kau milikku, aku tidak suka satu orangpun menganggumu, persetan dengannya, persetan dengan persahabatanmu, aku cukup mengalah selama ini, kau miliku tak ada satupun yang boleh menyentuhmu,”

 

Ji hyun berusaha menelan salivanya, dia benar – benar melihat perubahan sikap sehun yang berbanding 180 derajat dari menit sebelumnya.

 

Ji hyun hanya mengangguk pasrah, “kau milikku” ucap sehun penuh penekanan saat memeluk tubuh ji hyun.

 

*

*
*
*

 

Kini mereka berdua berada disebuah mall ji hyun tampak sibuk memilih ponsel yang pas untuknya. Tentu saja sehun bertanggung jawab karena ia telah merusak ponsel kekasihnya, tapi ia sama sekali tak menyesal walaupun harus mengeluarkan uang untuk mengganti ponsel milik ji hyun.

 

“hanya ada nomorku disini, dan nomor kedua orang tua mu uga jae hyun hyung” ucapnya lembut namun terkesan memaksa.

 

Sementara bagai terhipnotis oleh kelembutan suara Sehun ji hyun hanya mengangguk.

 

Malam menunjukan pukul 09.00 pm Kst.

“tidur nyenyak, aku mencintaimu” ucap sehun dan mengecup kening ji hyun.

Ji hyun hanya memeluk sehun, dia tidak bisa melukiskan semua perasaannya hari ini, sehun menjadi pria yang romantis, dia terlihat lebih manis dari biasanya.

 

Ji hyun memasuki rumahnya, dengan senyuman mengembang dan wajah cerah.

 

“darimana saja!” ucap kai berkacak pinggang tepat dikamarnya.

 

“YA! Apa yang kau lakukan kkamjong!!!”

 

“Menunggumu bodoh, kau ingkar janji nona ahn,” kini kai mempoutkan bibir seksinya dan sama sekali tidak lucu.

 

“aku lelah kai, pergilah”

 

“YA! Seenaknya saja, aku menunggumu ji hyun, aku menelponmu dan nomormu tak aktif kau melupakanku”

 

“kai, aku harus berbicara serius padamu kali ini”

 

Kai berhenti merajuk, entah mengapa suasana kini terasa lebih mencekat, sementara ji hyun memasang tampang seriusnya.

“kai aku fikir lebih baik kita menjaga jarak, mengingat sehun yang selalu cemburu saat aku bersamamu” ji hyun membuka suaranya setelah 15 menit mereka terdiam.

 

“maksudmu?” kai masih tidak mengerti.

 

“Kai, aku membutuhkan sehun, aku mencintainya, dan aku benar – benar lelah harus selalu bertengkar karena masalah itu – itu saja,”

 

“yasudah, ganti saja permasalahanmu dengannya” ucap kai santai masih tidak mengerti dengan yang dikatakan ji hyun.

 

“tapi masalahnya adalah kau”

 

“AKU?” kai masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.

 

“ya, kau, bisakah kau menjauhiku kai? Ayolah aku hanya ingin damai bersama sehun, tanpa panggilanmu tanpa pesan – pesan konyolmu, sehun selalu terganggu atas semua yang kau lakukan kai”

 

Kai menghela nafasnya.

 

“Aku hanya ingin menjagamu Ji hyun, kau seperti adikku sendiri, lagi pula kita selalu bersama dari kecil, pacarmu berlebihan” ucapnya dengan nada kesal.

 

Ji hyun menggeleng “tidak, kali ini kau yang keterlaluan kai, kau selalu bertindak semaumu, terakhir kali kau menciumku”

 

“Apa ada yang salah? Dulu kita pernah mandi bersama, dan aku juga sering menciummu seperti yang dilakukan jae hyun hyung,” kai menjawab pernyataan ji hyun dengan santainya.

 

“kai.. jauhi aku, aku membutuhkan masa mudaku”

 

“apa selama ini aku tak memberikan masa mudamu? Pacarmu berlebihan, aku akan menghajarnya besok, seenaknya saja dia menyuruku menjauhimu dia pikir dia siapa huh”

 

“sebelum kau menghajarnya aku akan membunuhmu terlebih dahulu kai, aku mohon, tak cukupkah selama 17 tahun ini kita selalu bersama kai? Tak cukupkah selama ini kau selalu berada dihidupku? Aku membutuhkan sehun, bukan kau, aku—-“

 

“jadi kau tidak membutuhkanku begitu? Jadi kau menganggapku hanya parasit dalam hubunganmu?”

 

“bukan begitu hanya saja….” belum sempat ji hyun merangkai kata – katanya tetapi dengan tidak sopannya kai memotongnya.

 

“Baiklah nona ahn, maaf bila aku terlalu merepotkanmu, well sebenarnya sih aku hanya ingin menjaga janji persahabatan kita dulu, perlu aku ingatkan kau yang memintaku supaya tetap bersamamu, melindungimu, sampai kita mempunyai anak, sampai waktu memisahkan kita saat kematian datang,”

 

“Kai…” kini ji hyun mulai terisak, bagaimanapun hatinya perih, dia tidak bermaksud menyakiti atau meminta kai pergi hanya saja dia ingin kai mengerti, tetapi susah untuknya menjelaskan keadaan sebenarnya.

 

“aku tidak akan menganggumu nona ahn, selamat berbahagia dengan pacarmu, terimakasih menjadi sahabatku selama in, jaga dirimu baik – baik”

 

BLAM

 

Suara pintu tertutup dengan kasarnya,dan ji hyun terjatuh lemas seketika, air matanya turun perkataan kai benar – benar menusuk hatinya.

 

“Kau tidak mengerti kai, aku juga menyayangimu”

 

ONE LAST CRY.

 

Setelah kejadian malam itu hubungan kai juga ji hyun benar – benar berubah, entah mengapa ji hyun merasa kehilangan kai, meskipun kenyataannya kai memang berisik, tetapi sejauh ini kai mngerti ji hyun melebihi siapapun karena memang mereka tumbuh bersama.

 

Tetapi berbanding terbalik dengan kai, sehun kini lebih menjadi yang ia mau, menjadi kekasih sesungguhnya yang selalu ia impikan.

Sehun lebih sering tersenyum, lebih banyak bicara, tidak bisa dipungkiri kini hari ji hyun lebih berwarna namun disisi lain dia juga merindukan sahabatnya.

 

“Ji maafkan aku, karena acara pentas seni semakin dekat aku harus berlatih lebih giat, kau bisa pulang sendirikan?” ji hyun mengangguk dan tersenyum.

 

“aku mencintaimu” ucap sehun dan mengecup kening ji hyun.

 

Ji hyun berjalan sendiri melewati koridor disekolahnya, matanya bertemu dengan mata kai, belum sempat ia memanggil kai namun pemuda itu mengalihkan pandangannya, seolah ji hyun hantu yang menganggunya.

 

“kenapa sakit sekali” ucap ji hyun memegang dadanya.

 

Hari itu ji hyun memutuskan untuk mengikuti kai, tanpa sepengetahuan kai tentunya. Ji hyun memandang kai mendatangi sebuah toko bunga, sesekali dia mencoba mengingat nama toko itu, terlihat begitu familiar untuknya.

 

Itu trademark dari bunga yang selalu ia dapatkan dari kai, sekarang ji hyun sedikit mengerti mengapa kai belakangan ini sering memberikan dia bunga, jadi kai sedang menyukai gadis penjual bunga itu, ji hyun terkesima ketika ia melihat sosokgadis itu lebih dekat “dia sangat cantik” ucapnya terkagum pada kecantikan gadis penjual bunga itu.

 

Setelah kai pergi ia memutuskan datang ke toko bunga itu, sekedar memastikan mengapa kai terlihat bodoh ketika berbicara pada gadis itu, tidak seperti kai yang ia kenal yang selalu menebar pesonanya untuk gadi – gadis yang ia sukai.

 

“kring kring” suara bel berbunyi ketika ji hyun membuka pintu toko itu, dan gadis itu; si penjua bunga berdiri sambil tersenyum.

 

“anyeong, ada yang bisa saya bantu” ucapnya masih dengan senyuman manisnya.

 

“N-ne, bisa membantuku memilihkan bunga untuk sahabatku? Dia sedikit marah dan aku tidak mengetahui bunga apa yang cocok untuknya”

 

Wanita itu tersenyum kembali dan mengangguk kecil, “apa dia laki – laki?” tanyanya dengan begitu sopan.

 

“ya, dia laki – laki dan dia sering membeli bunga ditempatmu untukku, aku rasa aku harus membelikannya bunga juga” jawab ji hyun.

 

“benarkah?” tanya gadis itu lagi.

 

“Ne, ciri – cirinya dia manis, dia sedikit tampan menurutku, kulitnya berwarna sedkit cokelat, kau pasti tahu karena ia setiap hari membeli bunga disini”

 

“maafkan aku, tetapi aku tidak melihatnya” jawab gadis itu tetapi tangannya dengan terampil membungkus bunga yang ji hyun pesan.

 

“eh? Benarkah? Apa kau tak mengenalinya? Namanya kamjong, eh maksudku Kai “ jelas ji hyun

 

“kai? Oh iya aku mengenalnya tetapi aku tidak tahu dia seperti apa, maafkan aku karena aku buta” ucapnya lagi dan memberikan bunga yang telah rapih dibungkusnya untuk ji hyun.

 

Ji hyun diam saat itu juga, gadis ini buta? Apa itu sebabnya saat ia masuk gadis itu menatapnya dengan kosong? Apa ji hyun telah tersihir dengan kecantikannya hingga dia tidak menyadari bahwa gadis didepannya ini tak bisa melihatnya, apa ini yang berusaha kai sampaikan kepadanya dengan isyarat bahwa gadis yang ia sukai ini berbeda dari gadis biasanya.

 

“aku geumi” ucapnya dan menyadarkanku dari lamunanku “ini untuk ji hyun” ucapnya lagi, hei bagaimana dia bisa tahu nama ji hyun?

 

“aku mengetahui namamu dari kai, dia sering bercerita tentangmu dia memang teman yang baik dan sepertinya kau teman yang menyenangkan” tambahnya lagi.

 

*

*

*

 

 

 

ji hyun yang bosan memutuskan untuk menemui sehun diruang dancenya, tetapi belum sempat dia memanggil kekasihnya itu matanya memanas ketika melihat sehun dengan memeluk Yoona dan bibir mereka menempel satu sama lain, dia tahu yoona adalah partner sehun, dan sehun tidak memberitahunya bahwa akan ada adegan kissing diakhir performance mereka, apa – apaan ini.

 

Sehun dan yoona melepas kontak mereka setelah beberapa detik berikutnya, sehun tak sengaja menatap ji hyun yang berdiri tepat dibelakangnya dari kaca didepannya.

 

Ji hyun meneteskan airmatanya saat itu, “Ji hyun….” ucap sehun dan mengejar ji hyun kala itu.

 

 

“dasar lelaki jahat! Seenaknya saja dia menyuruhku menjauhi kai karena dia cemburu, karena dia menuduhku macam – macam bersama kai, siapa sebenarnya yang bermain dibelakang saat ini aku atau dia, dasar menyebalkan!” ucapnya dengan air mata masih terus mengalir dipipinya.

 

Sementara seseorang yang sedang tertidur ditaman itu harus terganggu dengan tangisan ji hyun, “ji hyun?” ucap pemuda itu yang ternyata adalah kai yang sedang tertidur, kai sempat mempertimbangkan apa yang harus dia lakukan, apa dia harus menghampiri temannya itu, tetapi dia masih ingat semua perkataan ji hyun yang memintanya menjauh, dan akhirnya kai hanya menatap jihyun dari kejauhan.

 

*

*
*
*

 

“ji, tunggu aku” ucap sehun yang masih terus saja mengikuti ji hyun sepulang sekolah. Tetapi ji hyun terus mengabaikannya.

 

“Ji, kita perlu bicara oke” ucapnya lagii meskipun ji hyun sama sekali tak memberikan perhatian padanya.

 

“AHN JI HYUN” kini sehun membentaknya dan menarik kasar lengan ji hyun hingga wanita itu meringis ketika tangan kuat milik sehun menggenggam lengannya. Membuat eberapa pasang mata menyaksikan itu.

 

“sakit sehun, lepaskan aku” ucap gadis itu.

 

“TIDAK!” sehun malah makin mengeratkan genggamannya pada ji hyun dan menariknya kasar.

 

Dan mereka duduk ditaman kota yang kini agak sepi itu, dengan isakan ji hyun yang terus lolos padahal dia sudah berusaha menahannya.

 

“berhentilah menangis, harus berapa kali aku mengatakan padamu ji hyun, aku dan yoona hanya sandiwara, itu bagian dari performance kami tapi bisakah kau mengerti perkataanku?”

 

Ji hyun masih diam.

 

“Ji hyun aku berbicara padamu!” kini sehun makin meninggikan suaranya.

 

JIHYUN POV

 

Apa yang dia katakan? Hanya bersandiwara? Berciuman mesra seperti tadi?

 

“Ji hyun aku tak suka diabaikan, kau tahu itu” ucapnya lagi, aku masih diam, mulutku kelu untuk sekdar mengatakan bahwa aku sakit hati, dia melarangku dengan kai dan dengan seenaknya dia dekat dengan yoona dengan semua alasan itu.

 

“Ji hyun!!!!!!!” aku rasa telingaku sakit karena sehun terus – terusan berteriak membuat kepalaku semakin pusing.

 

“terserah kau saja oke!” ucapnya dan meninggalkanku.

 

Aku mengigit bibirku keras untuk sekedar menahan isakanku, entahlah seharusnya aku tak berlebihan seperti ini, tapi aku hanya takut. Aku takut kehilangan sehun seribu kali lebih takut, bagaimanapun yoona itu sempurna, dia cantik, dan banyak yang mengatakan bahwa dia cocok dengan sehun, apa jadinya bila mereka semakin dekat? Akulah disini yang paling tersakiti, kai aku membutuhkanmu.

 

 

********

 

Aku berpapasan dengan sehun pagi itu, namun segera ku alihkan pandanganku, entahlah rasanya masih sakit melihatnya, apa ku terlalu egois? Apa aku terlihat jahat? Entahlah, aku semalaman berusaha mendamaikan perasaanku, mencoba mengerti bahwa sehun dan yoona hanya sebatas partner saja, tetapi ingatan itu; ingatan saat sehun memeluk yoona dan menciumnya masih terlihat jelas memenuhi otakku.

 

Tidak, aku tidak bisa munafik, aku tidak menyukainya, apapun alasannya sehun itu milikku, dan itu artinya hanya aku yang boleh menyentuhnya.

 

aku berada diperpustakaan siang itu sekedar mencari hiburan dengan cara membaca, berusaha mengalihkan seluruh pikiraku, kali ini aku harus mendengar celotehan yoona yang makin memperburuk hatiku.

 

“kau tau? Sehun itu ahli dalam berciuman, dia hebat sekali, bahkan aku mulai menyukai bibirnya” ucap yoona kepada dua sahabatnya

 

“wah kau beruntung sekali yoona..” ucap taeyon

 

“tentu saja, aku beruntung bisa mencicipi bibir manis itu” tambahnya lagi.

 

“hey, lalu bagaimana dengan pacarnya?” tanya taeyon lagi

 

“entahlah, tetapi kemarin dia melihat kami dan sepertinya dia marah, aku sih berdoa supaya mereka putus, jadi aku tidak usah bersusah payah memisahkan mereka”

 

“iya, lagi pula sehun lebih cocok denganmu yoona” kini tifany angkat bicara, cukup aku tidak ingin mendengar apapun lagi, aku bergegas pergi dari tempat itu.

 

Dengan tergesa – gesa, tak memperdulikan orang – orang yang harus bertabrakan denganku saat itu, dan terakhir aku mendapati dirinya menabrak seseorang yang wanginya aku kenali, aku langsung memeluknya, “kai bawa aku pergi” ucapku, dan sedetik kemudian kai membawaku pergi dari sana dengan posisi masih memelukku.

 

Kai membawaku ketaman belakang, dia tak bicara sedkitpun dia hanya memandangku sambil sesekali mengelus punggungku, dia tidak memberikan komentar apapun karena seragamnya basah karenaku.

 

“Oh jadi ini yang kau lakukan ji hyun, siapa yang selingkuh sebenarnya cih” aku mendengar suara sehun begitu keras saat itu.

 

Tetapi anehnya kai malah memelukku, aku hanya diam tak bergeming.

 

“lepaskan pacarku bodoh!” ucap sehun menarik lengan kai kasar.

 

Kai berdiri dan menatap sehun, “Oh sehun, aku sudah memberi sahabatku kepadamu, membebaskannya untukmu, saat ini apa yang kau lakukan? Membuatnya menangis? Dan kini kau memintaku melepaskannya, tidak lagi!”

 

“DIA PACARKU!” ucap sehun yang masih tidak mau kalah.

 

“DIA SAHABATKU, DIA SEGALANYA UNTUKKU OH SEHUN!” suara kai mulai meninggi.

 

“CIH! BERHENTILAH BERMUKA DUA KAI, AKU TAHU KAU MENYUKAINYAKAN?! CARAMU ITU MEMALUKAN, KAU PE-CUN-DANG!”

 

“HENTIKAN OH SEHUN!” aku langsung berdiri diantara mereka saat melihat kai mengepalkan tangannya.

 

“Kai, terimakasih aku akan bicara dengan sehun berdua saja, kau bisa pergi” ucapku lagi dan aku melihat kai dengan wajah kesalnya meninggalkan kami.

 

“jadi apa yang akan kau jelaskan nona ji hyun?” tanya sehun dengan menatapku penuh kemarahan.

 

“tidak ada”

 

“jadi apa yang kau mau? Kau tidak menurutiku, kau mengatakan bahwa kau akan menjauhi kai dan see? Aku malah melihatmu memeluknya, jelaskan padaku ji hyun!” ucap sehun sambil memegang kedua bahuku.

 

Aku menyingkirkan tangan itu.

 

“Tidak ada, yang kau lihat itulahh yang terjadi, aku memeluknya, aku membutuhkannya, aku mungkin mencintaimu sehun, sangat mencintaimu tetapi aku butuh kai saat seperti ini, dia mengerti aku melebihi diriku sendiri,” jelasku

 

“Jadi menurutmu dia lebih mengerti kau daripada aku, pacarmu? Kau tidak menghargaiku Nona Ahn? Aku anggap apa ku selama ini?”

 

“pada kenyataannya, ya dia mengertiku lebih dari yang kau tau, tetapi aku menicntaimu lebih dari yang kau bayangkan sehun, kau boleh mengatakan aku egois, aku mencintaimu, kau milikku apapun yang ada didirimu itu milikku, itukan yang kau katakan?”

 

“tak usah berbelit, maksudmu soal kisssing dengan yoona kan? Sudah aku katakan aku melakukannya bukan karena cinta, itu hanya tuntutan skenario” belanya lagi, yatuhan sehun keras kepala sekali, atau mungkin aku yang egois atau posesif?

 

“oke, aku juga memeluk kai bukan karena aku menyukainya tetapi karena aku membutuhkannya, aku hanya mencoba berbagi perasaan kepada sahabatku saat melihat pacarku berciuman dengan wanita lain, saat pendengaranku bising akan semua pendapat orang – orang kau terlihat begitu natural dengan yoona, mencoba meminta kai menguatkanku karena mereka bilang yoona lebih cocok untukmu, apa aku salah tuan oh? Aku butuh temanku, saat orang yang aku percayai satu – satunya mengabaikan semua perasaanku, “

 

Sehun hanya diam selama beberapa menit, dan setelahnya dia berbicara yang membuatku ingin bunuh diri saja.

 

“terserah, aku bosan mendengarmu lakukan apapun yang kau mau” ucapnya meninggalkanku.

 

Aku menatap punggungnya datar saat dia pergi.

 

“sehun” aku mengejarnnya dan mengembalikan ponselnya (read : ponsel yang ia berikan untukku)

 

“apa maksudmu?” ucapnya.

 

“akhiri semuanya oh sehun, aku bukan wanita munafik yang dapat melihat pacarnya berciuman dengan orang lain dan berbicara aku baik – baik saja, aku tidak bisa sekuat itu sehun hatiku berontak, selama kau milikku maka hanya aku yang boleh menyentuhmu, do whatever you want sehuna…”

 

 

TBC OR END???

 

AKU minta pendapat yaa wkwwkwk masalahnya ini emang belum kelar karena ini bukan ONE LAST CRY nya haha.

 

 

 

Iklan

63 pemikiran pada “One Last Cry (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s