Overdose (Chapter 6)

OVERDOSE

overdose

 

OVERDOSE

AUTHOR KIM SISKA

GENRE: ROMANCE, SCHOOL LIFE, & COMEDY

RATING: 17 ( tidak dapat bertambah lagi XD )

LENGTH : CHAPTERED

MAIN CAST:

KIM HANA

WU YIFAN/ KRIS

OH SEHUN

Annyeong Chingudeul ….. J author kembali lagi nih ada yang kangen nga sama author#coret. Fanfic OVERDOSE nya author. XD

Maaf ya buat readers sekalian yang bilang kalau fanfic author pendek …… hiks … hiks …. #kenapa thor. # bikin PR. # yaiyah nangis. #abaikan author. Author bakalan giat lagi nulis yang panjang, jadi mohon comentnya kritik dan saran author terima dengan lapangan terbuka # loh ini apa. Karena saran readers sekalian membuka otak berkarat author buat bikin ni fanfic lebih kece(?).

WARNING

Diatas udah ada keterangan 17 tahun bukan, tapi maaf lagi sebelumnya adegan rate 17 kurang gimana gitu …. J

HAPPY READING J

KAU MEMBUKANYA

KAU MEMBUKA HATIKU UNTUK LEBIH MENERIMA DUNIA

TAPI KAU JUGA HARUS TAHU SATU HAL

YANG KAU BUKA INI

BUKAN HATI MALAIKAT

MELAINKAN IBLIS

DAN KAU AKAN TERIKAT DENGANNYA

AUTHOR POV

“ hah lelah.” Hana mendudukkan dirinya di sofa meluruskan kaki dan mengangkatnya ke atas meja tamu.

“ tidak sopan sekali.” Ucap seseorang. Hana membalikkan kepalanya menatap orang itu. ia tersenyum lalu memeluknya erat.

“ appa aku rindu sekali, kapan kau pulang?” Kyuhyun melepaskan pelukan Hana dan menatap wajah cantik malaikat kecilnya.

“ pagi tadi dan kenapa dengan wajahmu ini Hana?” ia membolak- balikkan wajah Hana ke kanan dan ke kiri.

“ Cuma terjatuh dari tangga appa.” menjawab seadanya ia malas mengatakan kenyataan kalau sebenarnya ia korban bully fans EXO. Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar lalu membawa Hana duduk kembali ke sofa. Kelihatannya appanya percaya dan tidak mau bertanya lagi. Itu aneh, biasanya appanya sangat possessive padanya.

“ appa lelah?” ia memijat bahu Kyuhyun.

“ di dunia ini tidak ada pekerjaan yang tidak melelahkan.” Kyuhyun memejamkan matanya menikmati pijatan Hana. “ Hana apa sekolahmu baik-baik saja.” Ia menghentikan kegiatan Hana memijatnya lalu menatap mata yeoja itu lurus.

“ ne appa.” Hana tersenyum manis dan memeluk appanya sayang.

“ Hana ada satu hal yang ingin appa katakana padamu, dan appa mohon tolong jangan melanggarnya ne.” ucapnya. Hana mendengarkan dengan serius jarang appanya meminta sesuatu dengan sampai suasananya seserius ini.

 

TOLONG JANGAN PERNAH JATUH CINTA DENGAN SIAPAPUN DISANA.”

 

Apakah ini baru dimulai

Perbedaan yang begitu kentara di sekolah itu

Bukan tempat yang tepat

Untuk gadis dengan derajat yang rendah

Sepertiku

 

 

OVERDOSE

 

 

“ kenapa, appa mengatakan itu?” pagi ini Hana masih larut dalam pemikiran tentang permintaan appanya.

Apakah appanya tidak ingin ia menjalin hubungan dengan anak-anak yang sombong dengan harta itu.

Ia masih melamun tidak memperhatikan kalau Sehun datang sendirian tidak bersama Tao ataupun Kai. Sebuah kotak persegi berwarna pink yang ia berikan pada Hana membuyarkan lamunannya dan menatap Sehun.

Pria dengan rambut brown soft yang poninya ia angkat ke atas terlihat berbeda. Hana memperhatikan begitu lekat, mencoba mencari perbedaannya.

“ apa?” tanya Sehun ketus. Hana kaget karena Sehun pertama kali berbicara ketus padanya.

“ ada yang berbeda darimu?” Sehun mundur sedikit dan Hana makin memajukan tubuhnya. “kau ……

“ MEMAKAI TINDIK …..” teriakkan Hana membuat Sehun memejamkan mata sedikit dan menyentuh kuping kirinya. Sebuah tindik hitam kecil di kuping bagian atasnya.

“ kau menyadarinya?” tanya Sehun

“ tentu saja, kau pikir aku tidak melihatnya eoh … ehh tunggu….” Hana memperhatikan lagi dan menyentuh telinga Sehun.

Darah Sehun berdesir, jantungnya tiba-tiba berdetak tak karuan, tenggorokkannya tercekat dan ia sulit bernafas jujur kalau seperti ini ia sedang dalam keadaan BERGAIRAH.

sialan padahal dia hanya menyentuh telingaku, kenapa efeknya sangat besar?” batin Sehun.

“ kau ternyata punya banyak tindik Sehun-ah?” suara lembut Hana menghentikan batin kotor Sehun. Ia cepat-cepat melepaskan tangan Hana dari telinganya tidak ingin hilang kendali.

“ kenapa? Semua hyungku di EXO punya banyak tindik.” Sehun duduk di atas meja, sebelah Hana. “ Tao dan Kris hyung paling banyak.” Ia memperhatikan Hana yang mendudukkan dirinya kembali.

“ kaukan seorang pelajar Sehun-ah.” Sehun tertawa sinis dan berdiri.

“ kenapa? Sekolah ini tidak akan melarangku ahhh…. salah mereka tidak akan dapat melarangku.” Sombong ya itulah yang dapat Hana tangkap dari ekspresi Sehun saat ini.

“ kau berubah Sehun.” Hana menatap lurus matanya.tawa Sehun terdiam, ia memandang mata Hana lurus onix coklat tajam itu bukan seperti yang dulu lagi.

Bukan tatapan teduh menenangkan tapi tatapan penuh kemarahan, ambisi dan kekecawaan. Hana mundur perlahan menyebabkan decitan kursi yang terdengar saat ruangan itu masih hanya ada keduanya. Ia merasa takut tatapan tajam Sehun merasuk ke dalam tubuhnya, ia merasa panas dan merinding padahal hanya mata Ya …. Hanya mata tapi mata itu menawannya dalam penjara hitam seorang Oh Sehun.

“ aku tidak sama lagi Hana, aku yang dulu lemah sehingga mudah orang lain melukai sesuatu yang kusayangi.” Ia semakin maju dan mendekatkan wajahnya menghadap Hana, sampai jarak keduanya hanya sampai beberapa senti saja.

“ aku sudah …. “ ia menggantungkan kalimatnya. “ membuang diriku yang dulu.” Sehun tersenyum sinis lalu meninggalkan Hana yang wajahnya terlihat pucat.

 

 

“ aku rindu kau yang dulu Sehun-ah.”

 

 

OVERDOSE

 

Hana membawa nampan berisi paket makan siangnya, ia menengok ke kiri dan ke kanan kalau saja ada kursi yang kosong. Ia mendekat ke beberapa kursi gadis-gadis tapi dengan sinisnya mereka melarang Hana untuk duduk dan ia mencoba kursi yang lain tapi yang ia dapati adalah perlakuan yang sama. Ia akhirnya menyerah lalu duduk bersama beberapa namja yang memakai baju olahraga.

“ hey bukannya kau yeoja yang diserang kemarin?” tanya salah satunya. Hana mengalihkan matanya menatap namja yang bertanya tersebut dan tersenyum kikuk.

“ wahh senang bertemu denganmu aku ‘Mark YI-En Tuan’ tapi kau bisa memanggilku Mark saja.” Namja tersebut mengulurkan tangan dan dibalas oleh Hana.

“ kalian kenapa menggunakan seragam olahraga?” tanyanya

“ sebentar lagi akan ada perlombanan tahunan antar sekolah.” Seseorang dengan wajah imut dan poni pink menjawab pertanyaan Hana.

“kami akan bertanding sebaik mungkin untuk itu, tapi sebelumnya kami harus berlatih keras. Makanya kau akan sering melhat kami menggunakan pakaian ini nantinya.” Hana mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti. Akhirnya satu persatu dari pria tersebut memperkenalkan dirinya pada Hana.

Pip … pip…pip… ( ringtone ponsel Hana ganti ya guys J )

email yang masuk menghentikan percakapan Hana sesaat ia menatap smartphonenya lalu memasukkanya kembali ke saku blazer.

“ ingg kurasa aku harus pergi, terima kasih sudah mau membagi meja ini.” Hana membungkuk lalu beranjak pergi.

 

OVERDOSE

 

 

“ hyung perlombaan tahunan akan segera diadakan. Kita ikut ne jebal… jebal” Chen merengek pada Luhan.

“ jangan bicara padaku, tanya sana dengan leader.” Luhan berkata ketus dan mulai focus lagi bermain game bersama Kai. Chen ragu untuk menanyakan itu pada Kris tapi ia sangat-sangat ingin ikut serta dalam pertandingan tahun ini, ia sudah mencoba menahan keinginannya untuk ikut pertandingan di tahun yang lalu. Hanya karena status yang disandang mereka menjadikan sesuatu yang dilakukan haruslah sama dengan standar sungguh ‘IRONIS.’

“ dduizang.” Chen berbicara kecil memanggil Kris yang sedang membaca buku tebal tentang bisnis.

“ hmm?” hanya daheman kecil yang ia dapatkan.

“ itu aku ingin ikut perlombaan tahunan antar sekolah apa boleh?” tanyanya takut-takut.

“ terserah kau, tapi kurasa anak-anak lain akan membicarakanmu setelah ini.”

DOOORRRRR, ARRGGGGHHH, YESSS, GAME OVER. Suara teriakkan Luhan dan Kai menambah kesan horror suasana hati Chen.

“ BISAKAH KALIAN MAIN TIDAK TERLALU BERISIK.” Teriak Suho keras.

“ mian hyung.” Kai malah menambah volume suaranya. “ aisss malah tambah menjadi-jadi.” Xiumin memijit pelipisnya merasa pusing.

“ ada apa?” Tanya Sehun yang baru datang. “ ya magne kenapa akhir-akhir ini kau sering menghilang?” tanya Baekhun.

“ tidak ada apa-apa hyung.” Sehun memperhatikan Kris dalam diam, luhan juga ikut memperhatikan tapi bukan Kris melainkan Sehun. Ia menyadari ada kejanggalan dari tatapan Sehun.

Merasa ditatap Kris mengalihkan pandangannya pada Sehun. “ kenapa?” ia mengembalikan lagi bukunya ke rak dan melepaskan kacamatanya tapi Sehun hanya mengendikkan bahu dan mendudukan dirinya bersama Chanyeol dan Tao.

Merasa diacuhkan Kris melangkahkan kakinya keluar ruangan dan pergi entah kemana tidak melihat seringai Sehun.

Tidak banyak yang mengetahui mimic wajah Sehun, hanya Luhan dan Do sedangkan yang lain terlihat jatuh dalam permainan di ruangan milik Kris.

“ apa kita tidak boleh ikut?” tanya Chen lagi pada Suho.

“ ingg sebenarnya akupun tertarik Chen-ah.” Luhan

“ bagaimana kalau kita memintanya bersama-sama dengan Kris hyung.” ide Chanyeol

“ kau gila, dia mana mau.” Kai

“ tapi memang perlu dicoba bukan.” Baekhyun

“ baiklah kita akan meminta izin darinya bersama-sama, tapi bila dia tidak setuju maka kita tidak boleh memaksa dan tidak boleh ikut. Ingat, WE ARE ONE.” Ucap Tao yang tiba – tiba bijaksana dan diangguki semuanya minus Sehun.

“ tapi ada satu orang lagi.” Lay

“ siapa?” jawab semuanya serempak. Lay menunjuk Sehun yang asik memakan popcorn sambil menonton televise.

Merasa ditatap tajam Sehun menoleh dan keget melihat ke 10 namja diruangan itu menatapnya penuh harap.

“ WAE?” Sehun

“ Sehun-ah kau harus ikut membujuk Kris ne.” Do

“ ya … kenapa aku ikut2an, aku tidak tertarik dengan olahraga.” Sehun berbicara ketus.

“ NO NO NO # A PINK. XD #abaikan. tidak ada alasan kau harus ikut membujuknya.” Titah Suho telak

“ ck semaunya…. “ ucap Sehun jengkel

 

OVERDOSE

 

 

“ Jungkook ada apa?” Hana mendudukkan dirinya di samping Jungkook. Setelah jam sekolah usai Hana secepat mungkin mendatangi Jungkook setelah mendapat pesan darinya.

“ aku ingin minta maaf.” Senyuman tulus yang diberikan membuat Hana lega. Paling tidak Jungkook sudah kembali ke dirinya yang dahulu. Ceria dan perhatian.

“ aku sudah memaafkanmu Jungkook-ah.”

“ aku membuat kesalahan besar Hana. Kenapa kau semudah itu memaafkanku?” wajahnya cemberut.

“ lalu kau maunya apa?” Hana tertawa keras melihat wajah Jungkook saat ini seperti anak kelinci yang mengerucutkan hidungnya.

“ kita kencan.” Ucapnya mantap, tawa Hana terdiam ia menatap mata besar milik Jungkook seakan ingin mengatakan ‘ kau serius’.

“ aku mohon Hana-ya anggap ini permohonan maafku yang terakhir dan aku akan menjadi sahabat baikmu setelah ini tapi akupun tidak akan menyerah pada cintamu.”

“ apa kau terbentur sesuatu Jungkook-ah?”

“ anii … wae?”

“ jawabanmu tadi bodoh.”

TUK …

“ auuuu yak.” Jungkook memukul kepala Hana dengan kunci mobil yang sedari tadi di genggamnya. “ tidak ada penolakan eoh.” Jungkook berdiri dari kursinya dan berjalan menuju mobil Koegnisegg Agera R merah bergaris hitam miliknya, sempurna bila dijadikan mobil drif. Ya memang hobi anak-anak BTS adalah mengoleksi mobil Drif.

“ ayo kuantar.” Ia membukakan pintu mobil yang hanya berisikan 2 tempat duduk itu pada Hana.

“ maaf Jungkook, aku harus ke supermarket dulu ada yang harus aku beli untuk seseorang.” Ia tersenyum lalu berjalan meninggalkan jungkook sendiri.

“ aku memang bodoh, membiarkan hatiku ditipu oleh wanita lain dan Oh Sehun …. Kau akan mendapatkan balasan dariku.” Jungkook menyeringai ia menyalakan mobil lalu melaju di keramaian kota seoul.

“ appa sudah berangkat ya … hinggg kapan lagi dia akan pulang?” pekerjaan Kyuhyun sebagai supir pribadi dari keluarga kara raya mengharuskan ia tidak dapat tinggal lama dirumah, karena tuannya sering pergi ke luar negeri. Kesempatan Kyuhyun paling lama pulang ke korea hanya 4/ 5 hari.

Pip pip pip ………..

“halo ini siapa?” tanya Hana pada seseorang yang menelponnya.

“ ini aku?”

Hana mengerutkan kening ‘ ini aku ‘ apa maksudnya hanya dengan kata-kata ‘ ini aku ‘. Tapi ia terdiam sejenak mencoba mengingat. Suara berat dan serak yang khas itu ia ingat sekaranga milik sunbenya WU YI FAN.

apa aku matikan saja ya?” batinnya

“ hey kenapa diam koala?” tanya Kris lagi

“ ahh maaf sunbe, tapi dari mana kau tau nomor ini.” Ia sebenarnya bingung yang mengetahui nomor ponselnya hanya Sehun dan Angel.

“ ck kau ini cerewet, ah kau ada waktu minggu ini?” Kris sebenarnya mendapatkan nomor Hana dari Angel tapi ia diancam oleh adiknya itu untuk tidak mengatakannya pada Hana kalau ia yang memberikannya.

“ minggu ini aku harus bekerja sunbe?”

“ dimana?” tanyanya datar.

“ kenapa kau harus tau sunbe?” Hana mulai gerah denga pertanyaan Kris yang mulai tidak sopan.

“ oohh kau tidak ingin memberitaukannya ya baiklah aku akan mencari sendiri lalu membeli tempat itu. bagaimana?” untung saja Kris dan Hana berbicara melalui telepon sehingga ia tidak melihat ekspresi bodoh Hana karena kaget.

“ hahh… di bar Sracx sunbe.” Suaranya terdengar ogah-ogahan.

TUT …. TUT …. TUT ….

“ mooya kenapa dimatikan Halo … halo … Wu sunbe?” Hana mempoutkan bibirnya lalu melempar hanphone itu ke atas tempat tidur.

“ hah …..” ia menghela nafas panjang memang tidak sulit baginya mencari rasa kantuk ketika kepala itu menyentuh sesuatu yang empuk maka matanya akan perlahan tertutup dan ia akan berjalan di dunia mimpi.

 

OVERDOSE

 

 

“ Hana antarkan lagi bir ini ke meja 3.” Top memberikan 8 botol bir kepada Hana. Dengan cekatan gadis itu membawanya ke sana kemari tanpa menyenggol tamu yang sedang bergoyang mengikuti alunan music. Ia sudah terbiasa bekerja selama 11 bulan. menjadikan ia terampil ya walau hanya menjadi seorang pelayan.

“ Hana katanya kau harus melayani tamu di meja no 14 VIP.” Ucap ji young yang menjadi salah satu bartender menemani Top disana.

“ mooya, aku bukan pelacur oppa dan aturan pegawai kan tidak boleh ikut melayani tamu.” Rasa protesnya pun meluncur begitu saja.

“ ini perintah Bos dan katanya tamu itu hanya minta ditemani, dia tidak akan meminta lebih.” Seungri tiba-tiba datang.

“ tapi menejer, bagaimana kalau ia berbuat sesuatu padaku?” tubuhnya tiba-tiba merinding memikirkannya.

“ tenang saja kan ada kami Hana.” Mereka tersenyum mantap sedangkan Hana merasa lemas dan tidak bersemangat. Di bar ini siapa yang tidak mengenal meja no 14 VIP, tempatnya yang berada di pojokkan dan lagi cukup gelap bahkan bila kau bercinta disana tidak akan ketahuan.

 

oh nasibku.” Batinnya.

 

ia membawa minuman berkadar alkohol tinggi itu ke meja yang dimaksudkan oleh ji young tadi, ia menemukan siluet tubuh tinggi seorang namja yang memakai sebuah kaos v neck dan jaket kulit coklat serta celana jeans hitam yang ada beberapa sayatan di bagian lututnya beberapa gelang modis serta perching di telinga kirinya sungguh menggambarkan kalau sosok itu ‘KEREN’ tapi wajahnya tidak terlihat jelas karena tangan panjangnya menutup sebagian wajahnya.

Hana dengan hati-hati meletakkan nampannya mencoba tidak berisik ataupun mengganggu orang tersebut. Ia sedag berperang dengan pikirannya sendiri, apa ia harus membangunkannya atau pergi?

“ kau lama sekali.”

DEG …. Suara itu serasa menghentikan nafas Hana seketika, tubuhnya merinding sekarang. Ia menengok ke belakang dengan hati-hati. Ya tidak salah lagi sunbenya yang menjadi urutan no 1 di dalam urutan peringatannya sekarang berada dekat sekali dengannya.

“ ingg berikan padaku.” Hana menatap horror tangan Kris yang terlihat seperti meminta sesuatu.

“ andwee.” Ia menyilangkan tangannya didada. Kris melihat hal itu tersenyum sinis lalu ikut-ikutan menyilangkan tangan di dada. “ aku tidak tertarik pada tubuhmu bodoh. Tadi aku ingin kau memberikan minumanku.” Wajah Hana bersemu merah untung tempat itu sedikit remang sehingga Kris tidak dapat melihat wajah malunya.

Kris meminum alcohol itu dalam sekali tegak, ia menengadahkan kepalanya keatas menikmati rasa pahit terbakar di tenggorokannya. Tapi, setelah itu ia menikmati rasa nikmat semu yang menjadi candu baginya dari minuman tersebut.

ini sudah gelas Kris yang ke 6 Hana menjadi sedikit risih ia tiba-tiba merasa khawatir dengan Kris yang sedari tadi minum tanpa berhenti. Sampai akhirnya ia berhenti menuangkan minuman tadi saat Kris meminta dituangkan lagi.

“ cukup sunbe, kau sudah terlalu banyak minum.” Kris mengerutkan keningnya, ia belum dikatakan mabuk sepenuhnya.

“ apa perdulimu, cepat tuangkan lagi.” Bentakan Kris cukup tajam dan itu mengagetkan Hana. Melihat Hana yang masih tidak bergerak akhirnya dengan kasar ia mengambil botol alcohol tersebut dan menuangkan ke gelasnya.

“ ahhhh ….

Desahnya saat cairan itu masuk ke tenggorakan itu lagi dan lagi.

AUTHOR POV END

 

 

HANA POV

Kenapa aku merasa cemas ketika Wu sunbe terus menerus menegak minumannya, ada perasaan sakit saat aku melihat kehampaan di kedua bola mata abu kebiruan itu.

Mata yang mampu menghanyutkanku dan membawaku ke dalam alam bawah sadarku, sekarang kosong. Tidak ada ambisi lagi, tidak ada emosi, tidak ada cinta, yang hanya dapat kulihat adalah LUKA.

Dengan segenap keberanianku, aku menahan tangannya ketika ia ingin minum lagi. Ia menatapku dalam dengan mata itu, tapi tidak kali ini. aku tidak dapat terpesona seperti kemarin, Lebih tepatnya aku TAKUT .

“ ccc…uuukkuu..pp su..nn.be” kenapa suara ku bergetar?

“ jangan minum lagi.”

“ kenapa?” tanyanya.

“ kau pun sama seperti mereka bukan.” Suaranya serak ia menatap mataku tajam. “ kau akan meninggalkanku seperti pecundang.”

“ sunbe kau mabuk.” Aku mencoba menyadarkannya.ia kembali menatap ke depan dan menyandarkan tubuhnya ke sofa setelah meletakkan gelas yang tadi di genggamnya ke meja.

“ semua orang hanya ingin kedudukanku, ketika aku ingin kejujuran dan ketulusan, mereka meninggalkanku, bukankah kehidupan seperti ini SAMPAH.” Ia berteriak di akhir kalimatnya.

Kugenggam jemarinya lembut , kulihat tubuhnya tersentak kaget dan menoleh kearahku.

“ sunbe aku sebenarnya tidak tau apa yang kau rasakan saat ini. Tapi,setelah mendengar kurasa lukamu pasti sangat dalam? Kau tau sunbe kau sangat hebat dalam menutup lukamu, sampai siapapun tidak mengetahui kau memiliki masalah. Cobalah merelakannya karena kita hidup saat ini untuk masa depan bukan masa lalu yang menghalangi kebahagiannmu.

“ kebahagiaan heeggg omong kosong.” Ia menepis tanganku dan dan kembali meminum alcoholnya lagi.

“ kebahagiaan bukan hanya sekedar mendapatkan apa yang sunbe harapkan. Tapi kebahagiaann juga terjadi ketika sunbe bisa menerima semua keadaaan yang menimpa sunbe seburuk apapun keadaan itu.” aku berusaha tersenyum dan ia menatapku lagi tapi kali ini tatapannya lembut.

“ Hana kau tau, selama hidupku ini belum pernah ada orang yang mengatakan hal indah itu bahkan orang tuaku.” Ia menatap keatas dan kulihat dengan jelas setetes air mata yang mengalir pelan dari dua kelopak matanya yang terpejam.

Tubuhku tersentak kaget saat tangan besarnya mencengkram kuat tanganku dan ia menyeringai padaku.

 

HANA POV END

 

AUTHOR POV

Kris mencengkram kuat tangan Hana lalu menghempaskan tubuh gadis itu ke pojokkan sofa yang tempatnya lebih remang lagi dari posisi keduanya tadi, ia memenjarakan gadis itu diantara kedua tangannya, Hana menggeliat dan memberontak mencoba melepaskan diri. Karena kesal Hana yang sedari tadi tidak bisa diam Kris mencengkram kedua tangan kurus itu dan meletakkannya diatas kepala Hana.

“ mau apa sunbe lepasss.” Hana menatap mata Kris yang tidak melakukan apapun diatasnya. Kris mendekatkan dirinya lalu berbisik di dekat telinganya.

“ kau bilang aku boleh bahagia bukan? Inilah caraku melakukan janji dengan kebahagianku HANA.” Tubuh Hana bergetar ia merasa takut. Ia memejamkan matanya saat tangan kiri Kris mengelus wajahnya.

“dan ini adalah janjimu Hana……….

 

Tbc

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TAPI BOHONG XD

 

 

janji…. Janji apa maksudnya?” batin Hana.

Hana membiarkan dirinya hanyut lagi dalam telaga onix biru keabuan milik Kris, ia terhipnotis dan merasa lumpuh, tidak sadar kalau saat ini pria itu semakin mendekatkan dirinya.

“ emmpphhh….”

Lenguhan Hana terdengar saat bibir Kris menciumnya kasar, tubuhnya menegang dan matanya terbuka lebar sedangkan Kris ia menutup matanya menikmati perbuatannya saat ini.

“ empphh ahh … lepassahhh…”

Sekarang Hana mengutuk suaranya sendiri yang tanpa sengaja keluar saat Kris mencoba mengigit bibir atasnya meminta akses lebih untuk masuk ke dalam mulutnya.

Bagai tak terelakkan lagi daging tak bertulang itu dapat masuk ke dalam mulut Hana memonopoli semua yang ada di dalamnya. Decapan liurpun terdengar sangat kentara bagi keduanya, air mata Hana keluar dari matanya tapi tidak bisa ia pungkiri ada perasaan nikmat saat Kris melakukannya.

“emmp …. Sun.. bee… hiks … jebal ….”

 

Tuli ….

 

Ya sekarang Kris menulikan telinganya dengan suara tangisan Hana, air liur keluar dari sudut bibir Hana yang membuat basah sampai ke dagunya memberikan kesan dalam dari ciuman yang keduanya lakukan saat ini.

“ fuahhh …. Hah hah hah….. “

Hana meraup udara dengan rakus saat Kris menghentikan ciumannya nafas keduanya memburu tapi sepertinya Hana yang paling lelah. ia menatap gadis itu kembali ia mencoba menyentuh tubuh Hana tapi gadis itu menjauh darinya.

“ percuma sekarang, sampai kemana pun kau lari aku akan selalu mendapatkanmu.” Ia tersenyum sinis lalu beranjak dari sofa.

“ kenapa sunbe?” ucap Hana di sela isakannya.

Kris menyeringai lalu berbalik menatap Hana.

 

“karena sejak awal, kau membuatku CANDU padamu.”

 

 

 

 

 

Ia mendekatkan dirinya lagi dan menumpukan satu tangannya di samping Hana.

 

 

 

 

 

“ dan lagi…….” Ia menggantung kalimatnya.

 

 

 

 

Ia menjilat halus bibir Hana lalu mengecupnya sekilas

 

 

 

 

“ Kau adalah ……..

 

 

 

 

“ bentuk candu yang tidak mungkin dapat aku TINGGALKAN.”

 

 

 

OVERDOSE

 

 

 

 

TBC

( kali ini beneran)

Oh ya buat yang pengen lebih kenal author bisa aja saling berhubungan lewat sosmed #nga nanya tuh. #biarlah author kan narsis. XD

@siska_gomiko ( twitter )

siska sweetmedusa (FB)

@AKSIS_SISKA ( instagram )

 

Iklan

39 pemikiran pada “Overdose (Chapter 6)

  1. Cie… Yang kecanduan sama hana cie.. 😀
    Beneran udh kyk alkohol hana dimata kris gege
    Oh iya thor nanti kalo aku add fbnya di confirm ya thor sama kalo aku follow instagramnya di follback ya thor ^_^

  2. ku masih bertanya2, benar gk dugaan ku kalo kriss itu suka hana?
    jungkook harus bisa melupakan hana sepertinya. karna hana kemungkinan udh menyukai kris… hihihi
    keep writ thor

  3. OMG,
    Keren thor, kris knapa nunjukin sisi lemah nya k hana yaa?? Ap kris da mlai cinta ma hana?

    Pling ska part trakhir bikin melting bgit
    Pkoknya hanakriss couple deh,
    Fighting thor😏

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s