When I Miss You

cover2

Title: When I Miss You

Author: Azure Ran

Length: Drabble

Genre: Hurt, sad, angst

Rating: General

Cast: Park Chanyeol

Disclaimer: Cerita asli milik saya. Tapi, Park Chanyeol bukan milik saya

Author’s Note: Ini adalah FF pertama saya disini, semoga readers suka!

Tapi, seru atau tidak seru

silahkan tinggalkan komentar kalian ya good readers ^_^

Terima kasih good readers!

Please, don’t be plagiarist!

 

Enjoy..

Mataku mulai terbuka. Sinar matahari pagi menyambutku dengan hangat. Langit pagi yang membangunkanku memang selalu cerah dan hangat, tapi berbeda dengan hatiku. Selalu mendung, dan dingin. Kenapa harus seperti ini?

Kadang aku kesal dengan semua ini. Ini sungguh membebaniku. Bahkan sangat menyiksaku!

Ku angkat tubuhku dari tempat tidur. Kubuka jendela kamarku dengan perlahan. Menatap burung-burung yang sedang bermain dengan nyanyiannya.

Aku membalikkan tubuhku. Untuk mengingat apa yang sering terjadi, jika dia membuka jendela dipagi yang cerah seperti sekarang ini. Aku yang berada diatas tempat tidur sana, akan mengerutkan dahi dalam keadaan mata yang masih tertutup. Lalu, aku bersembunyi dibalik selimut yang kemudian akan dia tarik. Dan kutarik kembali selimut itu.

Kelakuannya itu selalu membuatku tertawa. Tapi, kenapa itu tidak terjadi belakangan ini?

Kutatap wajahku, dalam cermin yang berada disampingku. Bermimpikah aku ketika dengannya? Bukankah setiap kali aku duduk disini dia akan memelukku dari belakang? Lalu, sekarang kemana pelukan hangat itu?

Ku ambil sebuah kamera yang tergeletak diatas meja. Aku mulai membidik setiap sudut kamar. Aneh. Bukankah saat aku mengambil gambar dengan kamera, dia akan muncul menjadi modelnya? Lalu, kenapa sekarang tidak ada? Dimana dia?

Kulemparkan kamera yang sedang ku genggam ke atas tempat tidur. Kutatap setangkai bunga mawar merah, dengan vas cantik yang diletakkan didekat jendela. Kenapa dengan bunga itu? Layu sekali.

Perlahan, kubuka lemari pakaian. Kulihat sebuah gaun cantik berwarna putih, lengkap dengan high heels berwarna sama didalamnya. Hatiku kembali perih. Air mataku jatuh lagi. Cepat-cepat kututup lemari itu.

Tatapanku bertemu dengan sebuah foto berbingkai. Aku dan dia sedang tersenyum disana, bersama sebuah gitar yang ada dipelukanku. Rasa perih ini semakin parah, seperti luka yang ditaburi garam. Bahkan, kini sampai membuat dadaku sesak. Sakit sekali.

Kutatap kembali foto itu. Aku baik-baik saja! Tapi, aku tidak bisa berbohong. Rasa sakit dan air mataku lah yang membuktikannya. Aku menjerit. Menjerit sekuat rasa sakit ini. Ini gila! Rindu ini benar-benar menyakitkan.

Aku yakin, dia tidak akan tersenyum meihatku seperti ini. Karena, aku masih ingat sekali kata-kata perpisahan yang dia ucapkan padaku. Dia tidak akan pernah tersenyum, jika aku menangis. Tentu.

Apa aku jahat?

Aku rasa tidak. Justru dialah yang jahat padaku. Dia tidak membawaku bersamanya. Dia meninggalkanku dengan sebuah luka yang tak akan pernah terobati. Luka yang membuatku rapuh, lebih rapuh dari sayap kupu-kupu.

Aku masih menunggu. Masih. Tapi, ini malah semakin membuatku tidak jelas. Karena, yang aku rindu itu tidak akan pernah mengobatinya. Dia benar-benar menghilang bersama sayap putihnya.

 

END

 

 

Terima kasih, buat good readers yang udah baca

Sampai bertemu di FF selanjutnya..

7 pemikiran pada “When I Miss You

  1. “Luka yang membuatku
    rapuh, lebih rapuh dari sayap kupu-kupu” meski sy gk tau arti ntu kalimat yak thor tp ttp ente Jjang 😀 keep writing thor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s