You’re My Handsome Mannequin (Chapter 3)

you're my handsome mennequin_

You’re My Handsome Mannequin

Written by Mutia.R [@Mrs_Greens]
Genre: Romance, Fantasy  |  Rated: General  |  Length: Chapter  |  Main Cast: Byun Baekhyun, Song Hye Mi (OC)

My Personal blog : http://mutiarahmah2908.wordpress.com/

Note :

Maaf untuk typo, maaf juga untuk segala kekurangan dari FF ini. Saya hanyalah author abal-abal yang suka menuangkan imajinasi gaje-nya lewat sebuah FF. huhu~

Happy reading^^

Kupikir dia hanyalah sebuah patung mannequin

Yang dipahat dengan begitu sempurna oleh penciptanya.

Tapi ternyata dugaanku salah.

Dia tidak memiliki nama.

Hanya sebuah panggilan yang terdengar aneh.

“Panggil saja aku 0592”

Chapter 3

 

“Jangan gugup.. bersikaplah seperti biasa Baekhyun” Baekhyun menoleh kesamping kanannya. Dimana Hye Mi masih duduk dikemudi mobilnya.

 

“Bukankah dirimu yang sejak tadi terlihat gugup ? aku baik-baik saja. Tidak perlu mengkhawatirkanku” Jawab Baekhyun tenang. Oh, tentu saja.  Sejak tadi Baekhyun memang terlihat tenang. Justru Hye Mi yang terlihat khawatir. Dirinya bahkan terlihat menghembuskan nafas berat beberapa kali. Benar-benar seperti orang yang dilanda kegelisahan.

 

Hye Mi tidak menghiraukan perkataan Baekhyun. Ia turun dari mobilnya, lalu memandang kesebuah rumah besar yang kini terlihat berdiri kokoh dihadapan mereka.

Entah apa yang ada dipikiran kedua orang tuanya setelah ia membawa Baekhyun kesini ? apa rencanya akan berhasil ? atau justru membuat keadaan semakin rumit nantinya ? mengingat ayahnya yang begitu protektif dan pemilih dalam memilihkan pasangan untuk anak-anaknya.

 

Hye Mi masih ingat dengan jelas kejadian beberapa tahun yang lalu, dimana ia pernah sekali membawa pacarnya kesini.

Berniat untuk memperkenalkan kepada orang tuanya, malah berujung dengan pengusiran ayahnya terhadap pacarnya. Alhasil, tak sampai satu bulan setelah kejadian itu mereka pun akhirnya putus.

Alasan ayahnya simple, laki-laki itu tidak cocok untukmu. Dia mudah bosan, dan akan segera meninggalkanmu jika dia sudah tidak tertarik lagi padamu. Begitulah kata ayahnya, Hye Mi tidak percaya pada awalnya, namun setelah satu bulan berlalu perkataan ayahnya ternyata terbukti, laki-laki itu memang meniggalkannya demi wanita lain.

 

Baekhyun mengikuti Hye Mi yang kini mulai melangkah memasauki gerbang rumahnya. Ia penasaran, seperti apa kedua orang tuanya yang Hye Mi bilang menakutkan.

 

“Ya, Ki Hoon-ah..jangan berlari-lari seperti itu. Nanti kau jatuh sayang. Song Ki Hoon !” Dari kejauhan, Baekhyun dapat melihat seorang wanita paruh baya begitu kewalahan mengejar seorang anak kecil -yang kurang lebih berumur 5 tahun- terus menghindari kejaran wanita itu darinya. Wanita itu sepertinya pemarah, dan dia lebih terlihat seperti seorang nenek daripada seorang ibu.

 

Hye Mi mengggelengkan kepalanya iba. Melihat pemandangan yang ada didepannya sungguh membuatnya hampir meledak lagi. Bagaimana tidak ? anak laki-laki itu -keponakan satu-satunya-  mulai berulah lagi dengan kenakalannya. Dan Hye Mi sudah sangat lelah menghadapi anak ini. Untung saja ia cepat keluar dari rumah ini, dia bisa sedikit terbebas dari kewajibannya mengurus anak-anak selagi kakaknya itu bepergian keluar negeri untuk mengembangkan bisnisnya seperti sekarang.

 

“Eomma, aku pulang” wanita paruh baya itu langsung menoleh ke arah Hye Mi yang sudah berdiri di depan pintu gerbang rumahnya dengan seorang pria.

Tunggu ! seorang pria ?

Setelah beberapa detik terdiam, eomma-nya pun tersadar dan membelalak lebar menatap Hye Mi dan pria itu bergantian.

Hey, siapa pria ini ? apa pria ini pacarnya ? tapi sejak kapan ? pikiran-pikiran itu terus berkelebat di kepala sang eomma sampai akhirnya ia sadar setelah Hye Mi memanggilnya kembali.

 

“Eomma, kau tidak menyuruhku masuk ? aku membawakan seorang pacar untukmu” Ucap Hye Mi sambil berlalu dari hadapan eomma-nya. Ki Hoon yang baru saja menyadari kedatangan bibinya langsung berlari kepelukan Hye Mi.

 

Sang eomma menghela napas “Tidak ku suruh masuk pun kau akan tetap masuk Hye Mi” jawabnya. Ia berjalan mendekat pada Baekhyun yang masih berdiri dibelakang Hye Mi “Apa benar dia pacarmu ?” Tanyanya menyelidik. Ia menatap lekat baekhyun lengkap dengan senyum manisnya.

Ugh,  jika saja dia sedang marah. Dia tidak akan semanis ini. Gerutu Hye Mi dalam hatinya.

 

“Haruskah aku mengulanginya ? dia pacarku eomma. Sekarang kau puas kan ?” Hye Mi memandang  kesal pada eommanya. Disamping itu Ki Hoon yang berada digendongannya terus saja memain-mainkan rambutnya.

 

“Imo, kenapa kau baru pulang sekarang ? aku jadi tidak punya teman bermain disini” Ki Hoon berujar sedikit keras. Ada sedikit nada kesal dari ucapannya.

 

Sudah lima bulan Hye Mi tinggal sendiri di apartementnya. Dan selama itu pula Hye Mi belum pernah pulang kerumah orang tuanya. Ki Hoon tentu merasa kesepian. Biasanya, ketika ia akan ditinggalkan oleh oang tuanya pergi keluar negeri seperti ini, ia akan selalu dititipkan pada kakek-nenek nya dan tentu saja Hye Mi yang akan menjadi teman bermainnya.

Namun setelah hampir satu minggu Ki Hoon tinggal disini. Ia tidak menemukan Hye Mi sama sekali. Ia jadi merasa sangat kesepian.

 

“Imo sibuk Ki Hoon sayang. Jadi tidak sempat pulang kerumah”

 

“Kenapa tidak sempat ? Imo kan punya mobil ?”

 

“Walaupun punya mobil. Imo sudah terlalu lelah mengendarainya”

 

“Kalau imo lelah, kenapa tidak sewa supir saja ?”

 

“Ki Hoon sayang, Imo lelah berdebat denganmu” Hye Mi menghela napas beratnya.Butuh kesabaran yang ekstra untuk menghadapi anak kecil seperti Ki Hoon.

Disamping itu Hye Mi tiba-tiba mendengar beberapa kikikan kecil dari arah belakangnya.

Baekhyun.

Ya, siapa lagi kalau bukan Baekhyun dan tentu juga ibunya.

Mereka sepertinya puas menyaksikan perdebatan antara dirinya dengan seorang anak kecil.

 

“Berlatihlah lebih banyak lagi untuk menghadapi anak kecil Hye Mi-ya. Di umurmu yang sekarang ini seharusnya kau sudah menikah dan memiliki anak” Eomma-nya tampak puas.Ini adalah bahan ejekan yang pas untuk Hye Mi.

 

Mendengar kata ‘Menikah’ tiba-tiba saja membuat Hye Mi merasa panas. Ia masih terlalu sensitive terhadap kata pernikahan.

 

“Eomma, bisakah untuk tidak membicarakan pernikahan sekarang ? aku sudah terlalu lelah mendengar ocehanmu tentang pernikahan setiap hari”

 

“Ya ! kenapa tidak ? bukankah kau kesini untuk memperkenalkan pacarmu ? yang itu artinya kau sudah siap untuk menikah”

 

“Mwoyaaa ?”

 

Hye Mi membelalak kaget  antara percaya dan tidak percaya. Benar dugaannya. Hal buruk pasti akan terjadi. Hanya dengan sederet kalimat yang dilontarkan eomma-nya barusan sudah cukup bagi Hye  Mi untuk mengetahui maksud dibalik perkataan eomma-nya itu.

 

“Eomma, kau bercanda kan ?” sergahnya, berharap apa yang ia bayangkan tidak menjadi kenyataan. Namun nihil, perkataan eomma yang selanjutnya justru membuatnya hampir tersedak oleh air liurnya sendiri.

 

“bercanda apanya ? sekarang temuailah appa-mu dan perkenalkan pacar barumu ini” eomma-nya berlalu sambil mebawa Ki hoon masuk kedalam rumahnya. Dia terlihat seperti tak ingin dibantah.

 

Di sisi lain, Baekhyun masih berdiri bingung menatap kedua ibu dan anak itu berdebat. Hye Mi tak yakin jika Baekhyun mengerti dengan maksud eomma-nya barusan. Dia pun hanya bisa melontarkan tatapan prihatinnya pada Baekhyun, ‘Kurasa kita akan dapat masalah besar setelah ini Baekhyun-ah’

 

 

_______

 

 

 

Sudah sejak satu jam yang lalu Baekhyun duduk di antara tatapan intimidasi ayah Hye Mi yang di tujukan padanya.

Tidak ada yang berani memulai pembicaraan. Entah itu Ibunya, Hye Mi ataupun Baekhyun. Mereka semua sama-sama terlihat tegang, gugup, dan khawatir sejak beberapa pertanyaan umum ayahnya terlontar seperti bertanya tentang nama, asal-usul keluarga Baekhyun, dan bagaimana mereka bisa bertemu. Dan jawaban dari semua pertanyaan itu tentu saja hanya karangan indah yang sudah mereka siapkan dengan matang.

Aura yang dikeluarkan ayah Hye Mi saat serius seperti ini memang terlihat menakutkan. Lebih menakutkan dari apa yang Baekhyun bayangkan tentang hantu saat baru mengenal bumi.

 

Hye Mi sudah siap untuk membuka suara saat tak melihat pergerakan apapun dari Baekhyun. Namun gerakan mulutnya mendadak terhenti saat Baekhyun dengan tiba-tiba berdiri dari duduknya. Lalu sedetik kemudian ia membungkuk hormat pada ayahnya yang duduk persis dihadapan mereka.

 

Entah apa yang ada dipikiran Baekhyun. Namun tindakannya ini sungguh sangat berani dimata Hye Mi. Hye Mi pun tidak menyangka sama sekali saat sederet kalimat itu meluncur dengan mulus dari mulut Baekhyun. Membuatnya shock, terkejut dan hampir membuatnya spot jantung.

 

“Ahjussi.Aku mohon izinkan aku mengencani putrimu. Aku berjanji akan menjaganya dengan baik. Untuk itu, aku mohon jangan jodohkan dia dengan laki-laki lain”

 

Semua yang ada diruang tamu itu terdiam seketika. Wajah shock dari semua orang yang tadi terlihat tegang kini bertambah berkali-kali lipat. Tak terkecuali tuan Song, ayah Hye Mi yang tengah terperangah dengan keberanian Baekhyun barusan.

 

Hye Mi pun refleks menutup mulutnya terkejut. Oh god ! Hye Mi hanya bisa berharap jika Baekhyun bisa selamat dari amukan ayahya. Namun jauh dilubuk hatinya, ia justru kagum pada Baekhyun. Kalau boleh jujur, sebenarnya ia berharap pernyataan Baekhyun barusan itu serius dan bukan hanya kepura-puraan yang Baekhyun ciptakan agar Hye Mi terbebas dari perjodohan orang tuanya.

 

“Kau sungguh berani anak muda” Rahang tuan Song mengeras saat mengatakannya. Hye Mi pun menahan napas saat melihat pemandangan itu.

 

‘Oh tidak.Tamatlah sudah. Kuharap kita akan selamat setelah ini Baekhyun-ah’

 

“Apa kau serius dengan ucapanmu anak muda ? aku tidak akan memaafkan siapapun yang berani mempermainkan anakku kelak” lanjut tuan Song. Terlihat dengan jelas sekarang bahwa tuan Song tengah menahan amarahnya.

 

“Aku serius ahjussi” Baekhyun mengatakan itu dengan penuh keyakinan. Tuan Song terdiam beberapa saat untuk mencari keraguan di mata Baekhyun. Namun nihil, ia tidak menemukannya sama sekali.

Sekarang keputusan ada ditangan tuan Song. Jika ynag terjadi selanjutnya adalah amukan dari tuan Song, maka tamatlah semuanya. Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya. Oh, Hye Mi tentu sangat bahagia mendengarnya.

Namun sekarang ia malah tidak berani membayangkannya. Melihat bagaimana ekspresi ayahnya sekarang, justru membuatnya merasa gugup luar biasa. Akankah kejadian satu tahun yang lalu terulang kembali ? oh tidaak.

 

“Haaah..aku kalah. Song Hye Mi, apa kau serius ingin pacaran dengannya ?” Tuan Song mendesah pasrah seakan tak percaya, tubuh yang sejak tadi duduk tegap kini ia hempaskan pada sandaraan sofa yang tengah ia duduki.

 

Hye Mi yang melihat itu malah terkejut bukan main. Apakah ini pertanda bahwa ia bisa bernapas lega ?  oh, Akhirnya.. perang dingin yang dilayangkan ayahnya sejak tadi sudah berakhir. Kalau sudah begini, ia yakin ayahnya pasti akan membatalkan perjodohannya.

 

Hye Mi mengangguk senang meng-iyakan pertanyaan ayahnya tersebut.“Iya, aku serius appa” jawabnya. Appa-nya terdiam beberapa saat, mencoba berpikir dan mencari keputusan yang tepat. Namun sekeras apapun ia berpikir, saat melihat ekspresi Hye Mi yang begitu menantikan jawabannya.  Ia justru merasa kalah.

 

“Baiklah, kalau begitu kalian kuizinkan bersama. Dan rencana perjodohanmu akan dibatalkan” ucap tuan Song kemudian. “Tapi..” perkataan tuan Song terputus. Ia melemparkan pandangannya pada Baekhyun intens.

 

“Tapi apa appa ?” Tanya Hyemi penasaran.

 

“Tapi jika dia masih sama dengan pacar-pacarmu yang sebelumnya, maka mau tidak mau kau harus menerima perjodohan yang berikutnya tanpa penolakan” jawab tuan Song tegas. Ia terlihat tak ingin di bantah.

 

Mendengar itu Hye Mi benar-benar merasa senang bukan main.Ia berhasil. Ya, dan ia tidak jadi dijodohkan. Walaupun ayahnya akan mengancam menjodohkannya lagi, tapi apa perdulinya ? yang penting sekarang ia bisa bebas, untuk selanjutnya biarkan itu menjadi urusan nanti. Ia tak mau ambil pusing.

Tanpa sadar Hye Mi memekik kegirangan dan melompat memeluk Baekhyun yang ada disampingnya.

Hye Mi terlalu terbawa suasana hingga ia tidak sadar jika sejak tadi Baekhyun terus saja menahan napas saat tanpa aba-aba Hye Mi memeluknya tiba-tiba.

Ada yang tidak beres dengan dirinya. Jantungnya tiba-tiba saja berdetak lebih cepat dari biasanya, badannya terasa panas dan wajah hingga telinganya tiba-tiba saja  memerah.

Ini pertama kalinya Hye Mi berada sangat dekat dengannya. Dan ternyata dampaknya begitu luar biasa hingga ia harus mati-matian menahan sesuatu yang liar yang ada dalam dirinya.

 

“Ehemm..Ehemm” Suara deheman terdengar dan menginterupsi adegan romantic itu. Baekhyun yang sejak tadi terdiam kaku langsung beringsut menjauh dari Hye Mi.

Memalukan. Wajahnya memerah dan terasa panas sekarang. Oh god, apa yang terjadi padanya ? Baekhyun terus saja berteriak dalam hatinya.

 

“Yaa..kenapa menjauh ? kita kan pacaran, jadi wajar jika berpelukan” rengek Hye Mi manja. Astaga. Baekhyun tidak tahu jika Hye Mi akan berubah seperti ini, bahkan tanpa malu setelah ditegur oleh ayahnya sendiri karna berpelukan didepan umum.

 

Dilain sisi, ternyata Hye Mi benar-benar merasa puas karena sudah menggoda Baekhyun hingga laki-laki ini terlihat shock dan kaku.‘Rasakan ! mulai sekarang akulah yang akan menggodamu Baekhyun. hahaha’

 

“Yak! Kau..” Tuan Song baru saja akan memarahinya namun perkataannya justru terpotong karna Hye Mi tiba-tiba berdiri dan menghampirinya lalu mencium pipinya.

 

“Appa memang yang terbaik. Kalau begitu aku pergi dulu ya appa, eomma.Aku ingin kencan dulu dengan Baekhyun. Sampai jumpaa” ucapnya girang. Sambil berlalu tanpa memperdulikan tuan Song yang ternganga dibuatnya.

 

 

­­­­­­________

 

 

 

Hye Mi terlihat bahagia. Ini sudah yang kesekian kalinya ia terus memperlihatkan senyum cerahnya pada Baekhyun.

Bahkan ia tidak sadar jika sejak tadi lelehan es krim sudah menodai susut bibirnya. Hingga Baekhyun yang melihat itu mau tak mau mengambil inisiatif untuk membersihkannya.

 

“Hyemi-ya, diamlah sebentar” ucapnya.

 

Hyemi menghentikan langkahnya, lalu menatap bingung kearah Baekhyun. “Wae ?” tanyanya.

Baekhyun tidak menjawab. Ia justru mengulurkan tangannya kesudut bibir Hyemi. Hye Mi terdiam kaku. ‘A..apa yang dilakukan Baekhyun sekarang ?’ pikir Hyemi.

 

“Ada es krim disudut bibirmu. Kau ini ceroboh sekali” untuk beberapa detik Hyemi masih terdiam kaku, atau justru sedang menyembunyikan rona malu yang kini meyerangnya. Namun mendengar kalimat terahir Baekhyun yang terdengar menyindirnya, ia justru merasa kesal.

 

“Ya, apa maksudmu aku ceroboh ? kau ini merusak mood-ku saja !” desisnya kesal. Ia merajuk, lalu berjalan meninggalkan Baekhyun terlebih dahulu.

 

“Yaa~ kenapa kau marah ? baiklah, baiklah.. aku minta maaf” Baekhyun berusaha mengejarnya. Mendengar permintaan maaf Baekhyun, ia pun berhenti.

 

“Baiklah, karena hari ini kau sudah membantuku. Kau kumaafkan. Dan…” Hyemi menggantungkan kalimatnya lalu menatap Baekhyun penuh arti. Dan baekhyun curiga akan tatapan itu. ‘Apa yang akan dilakukan gadis ini selanjutnya ?’

 

“kyaaa~ aku senang sekali hari ini. Gomawo Baekhyun-ah ! dengan begini aku bisa bebas lagi, lalu aku bisa mencari pacar sesuka hatiku” ia memekik kegirangan lalu memeluk Baekhyun yang ada disampingnya dengan erat. Baekhyun terkejut menerima perlakuan tiba-tiba seperti ini. Jantungnya berdetak kencang seakan siap lepas dari tempatnya. Kini bukan hanya wajah nya saja yang memerah. Namun seluruh tubuhnya bereaksi dengan cepat seakan siap untuk meledak kapan saja.

 

Baekhyun bingung dengan dirinya sendiri. Kenapa setiap Hyemi menyentuhnya, tubuhnya berekasi seperti ini ?

Hyemi seperti kelemahan terbesar dalam hidupnya, dia seperti penyakit mematikan yang bisa membunuhnya hidup-hidup kapan saja.

 

Baekhyun makhluk yang kuat. Ia bisa hidup beratus-ratus tahun tanpa harus mengkhawatirkan apapun. Namun, disaat Hyemi menyentuhnya seperti sekarang, ia justru akan selalu lemah tanpa bisa melakukan perlawanan apapun.

 

Ini gila ! Baekhyun mengutuk dirinya sendiri karna tak bisa melakukan apapun. ‘Aissh, bisa-bisa aku akan mati berdiri jika terus seperti ini!’

 

“Hyemi-ya, lepaskan ! aku tidak bisa bernafas. Dan ini masih ditempat umum, apa kau tidak malu ?” bisiknya pelan.

Hyemi tersadar. Ia melemparkan pandangannya kesekitar, dan tersenyum kecut setelahnya. “hehe.. maaf aku lupa”

 

“Tapi hey, wajahmu memerah ! apa kau sakit ? ya, kau tidak apa-apakan ? kau terlihat pucat Baekhyun-ah” Hyemi panic saat melihat wajah Baekhyun yang memerah. Kulit putih pucatnya yang selalu dilihat Hyemi kini berubah warna menjadi merah. Bagaimana bisa ia tidak panic ?

 

“A..aku tidak apa-apa. Sungguh ! aku hanya..”

 

“Hanya apa ?”

 

“Hanya..” Baekhyun mengantungkan kalimatnya lagi. Dan itu membuat Hyemi mulai kesal.

 

“Hanya apa Baekhyun ? cepat katakan !”

 

“Hanya merasa sedikit pusing” jawabnya pelan.

 

“Ya ! kau sakit. Apa sebaiknya kita pulang saja ? aku khawatir melihatmu seperti ini” Hyemi mulai panic. Ingin sekali ia menarik Baekhyun lalu membawanya pulang dan merawatnya dirumah. namun tidak ketika Baekhyun lebih dulu mencegah tangannya dan menahannya.

 

“Tidak apa-apa. Tidak usah khawatir. Aku baik-baik saja. Lagipula bukankah kau sudah berjanji mengajakku jalan-jalan hari ini ? kau harus menepatinya. karna itu bayaran sebagai imbalan karna aku sudah membantumu hari ini”

 

“Mwoyaa ? disaat seperti ini kau masih sempat berpikir tentang imbalan ?”

 

“Ya, aku tidak perduli”

 

“Neo jinja.. aish ! baiklah-baiklah.. ayo kita pergi” Hye Mi menariknya dengan wajah yang dibuat kesal. Namun sejujurnya ia tidak benar-benar kesal, karna ia justru tersenyum bahagia.

 

 

_____

 

 

“Whoaa.. ramai sekali disini ! aku tidak percaya sekarang aku bisa melihat bumi dengan jelas dari atas sini” Baekhyun terkagum-kagum dengan apa yang dilihatnya sekarang. Ekspresinya persis seperti anak desa yang baru diajak ibunya jalan-jalan kekota. Sungguh kampungan.

Namun Hye Mi justru tertarik untuk melihat ekspresi Baekyun. Baginya ini adalah tontonan yang sangat lucu. Bagaimana tidak ? Baekhyun terlihat sangat menggemaskan dengan mulut terbuka lebar seperti itu.

 

“Hey, patung ! kau tidak akan membiarkan seekor lalat memasuki mulutmu kan ?” Hye Mi menyadarkannya. Namun panggilan ‘patung’ dari Hye Mi sungguh membuatnya kesal. Sudah beberapa kali ia bilang pada Hye Mi jika ia tidak suka dengan panggilan ‘patung-nya’ itu. baginya sungguh aneh. Ia lebih suka dipanggil Baekhyun.

 

“Mwoyaa.. aku tidak suka panggilanmu itu !” Desisnya kesal. Wajahnya cemberut persis seperti anak kecil. Hye Mi malah tertawa menanggapinya.

 

“Tapi kau memang patung awalnya. Aku tidak salah kan ?” Ucap Hye Mi puas. Baekhyun semakin mengerucutkan bibirnya.

“Tapi itu kan hanya penyamaran. Aku tidak benar-benar patung Hye Mi-yaa” Baekhyun semakin kesal. Tangannya sudah terlipat didepan dada. Dan ia benar-benar kesal sekarang melihat bagaimana Hye Mi menertawakannya. Tapi itu tak berlangsung lama, karna ia menyadari satu hal. Hye Mi benar-benar terlihat cantik jika tertawa seperti ini daripada wajah seriusnya saat menyelesaikan desain-desain itu.

Perlahan sudut bibir Baekhyun terangkat. Sepertinya ia tertular oleh rasa bahagia yang dilanda Hye Mi.

 

“Baiklah.. mulai sekarang terserah kau mau memanggilku apa. Aku tidak perduli” ucapnya lagi sambil tersenyum lebar.

 

“Aish, kau ini benar-benar aneh ! tadi kau cemberut, sekarang malah tersenyum. Aku rasa kau benar-benar sakit Baekhyun-ah” tatapnya iba. Namun Baekhyun tidak perduli.

 

“Sekarang ajak aku ketempat lain. Aku benar-benar ingin mengenal bumi-mu” Rengeknya. Ia menarik tangan Hye Mi menjauh dari tempat itu dengan antusias. Hye Mi pun hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah.

Selama hampir satu bulan tinggal dibumi, ini adalah pengalaman pertamanya diajak jalan-jalan keluar oleh Hye Mi. karena itu, tidak mengherankan jika ia benar-benar terlihat kampungan seperti sekarang.

 

“Ya ! kau tidak berpikir untuk merebut bumi lalu membawa komplotanmu kemari kan ?” tanya Hye Mi menyelidik. Baekhyun berhenti mendengar pertanyaan itu, lalu sedetik kemudian tawanya malah meledak hingga perutnya terasa keram.

 

“Kau terlalu banyak menonton film Hye Mi-ya.. mana mungkin aku seperti itu” ucapnya masih diiringi dengan kikikan kecilnya. Menyadari Hye Mi tidak menunjukkan reaksi apa-apa ia pun berhenti tertawa.

 

“Ya ! aku serius” kali ini ia mengangkat jari tengah dan telunjuknya mebentuk tanda ‘V’ sambil tersenyum lebar agar Hye Mi percaya padanya.

Oh, ayolah.. ini sangat konyol ! Bagaimana mungkin Hye Mi bisa berpikir seperti itu padanya ? Ia bahkan terlalu menggemaskan jika dituduh sebagai penjahat apalagi teroris yang akan mengancam keberadaan manusia dibumi. Itu sangat konyol !

 

Setelah puas memandangi seluruh Seoul dari atas Namsan Tower, mereka pun berpindah ketempat lain. Lotte World, dan mereka memilih taman bermain sebagai sasaran selanjutnya.

Baekhyun menyesal karna sudah mengikuti saran Hye Mi untuk menaiki Roller  Coaster yang berkecepatan tinggi itu. Andai ia tahu sejak awal jika sensasinya akan membuatnya pusing bahkan muntah-muntah seperti ini. Ia jelas akan menolaknya.

Namun nasi sudah menjadi bubur. Baekhyun terlanjur menaikinya, dan lihatlah akibatnya. Ia tidak bisa berhenti muntah-muntah walau sudah setengah jam berlalu.

Oh, tuhan.. ini pertama kalinya ia menaiki Roller Coaster itu, dan ia bersumpah ini akan menjadi yang terakhir kalinya juga ia akan menaikinya.

 

Baekhyun mendelik tajam pada gadis yang ada disampingnya itu. Semua rasa kesal yang sejak tadi ia pendam sudah terkumpul ke ubun-ubun dan siap untuk meledak. Namun begitu Baekhyun ingin membuka mulutnya, Semua rasa kesal itu seakan tersangkut di tenggorokannya saat melihat ekspresi Hye Mi yang begitu mengkhawatirkannya.

Ugh, gadis ini benar-benar tahu cara membuatnya lemah.

 

“Kau tidak apa-apa Baekhyun ? Mianhae, aku sudah keterlaluan” ucapnya menyesal. Wajahnya tertunduk lesu. Dan Baekhyun tak tega melihatnya.

 

“Tidak apa-apa. Tak usah dipikirkan” jawabnya lemah. Baekhyun mendesah, kenapa malah jawaban itu yang keluar ? haaah.. Baekhyun bodoh ! tentu saja ia tidak baik-baik saja.

 

“Mianhae” ucap Hye Mi lagi. Sepertinya gadis ini benar-benar menyesal. Baekhyun pun hanya bisa tersenyum menanggapinya. Dan itu sedikit membuat Hye Mi merasa lega.

 

“Kalau begitu kau akan kutraktir makan enak. Bagaimana ? ini sebagai permintaan maafku” ucapnya kemudian. Matanya berbinar sambil menunggu jawaban Baekhyun.

Ya ! tentu saja Baekhyun mau. Hey, ditraktir makan enak adalah sesuatu yang menyenangkan. Siapapun tidak bisa menolaknya. Itu fakta.

 

“Tentu saja. kajja !” Sekali lagi Baekhyun menarik tangan Hye Mi antusias. Gadis itu pun hanya tersenyum senang melihatnya.

 

“Kau ini, tadi muntah-muntah seperti orang yang sekarat. Sekarang malah terlihat sangat bahagia. Aiishh” Gerutu Hye Mi, Ia tau baekhyun tidak akan memperdulikan perkataannya karna laki-laki itu masih sibuk menarik tangannya menjauh dari Roller Coaster itu.

 

 

_____

 

Didalam restoran Baekhyun terus saja mengoceh tentang menu makanan yang tertera didalam buku menu. Jelas sekali terlihat jika ia tidak pernah memakan makanan seperti itu didunia-nya. Mengingat itu justru membuat Hye Mi bertanya-tanya. Selama didunia-nya, apa Baekhyun makan dengan baik ? melihat pria ini yang begitu kurus, ia rasa jawabannya tidak.

 

“Whoaaa..  harusnya kau sering-sering membelikanku makanan layak seperti ini. Haaaah.. aku jadi menyesal kenapa aku baru datang ke bumi sekarang” ucap Baekhyun. Ada nada mengejek didalamnya, dan itu berhasil menyulut emosi Hye Mi.

 

“Kau pikir selama di apartementku kau tidak pernah makan layak ?” balas Hye Mi. ia mendelik tajam kea rah Baekhyun yang sedang asyik mengunyah makanannya. Mendengar kalimat Baekhyun barusan membuatnya sedikit tersinggung.  Memang benar dia tidak terlalu pandai memasak, karena itu mereka sering makan seadanya seperti telur dadar atau hanya roti panggang. Dan kadang memesan makanan siap saji disaat mereka benar-benar kelaparan. Namun mengingat Baekhun yang hanya makan gratis di tempat tinggalnya, ia justru merasa marah ‘Anak ini benar-benar tidak tau terima kasih !’

 

“Kau hanya bisa membuat roti panggang dan telur dadar. Apa itu bisa disebut makanan layak ? aku kan juga ingin makan enak seperti ini Hye Mi-yaa” ucapnya. Kali ini diringi dengan rengekan manja. Anak ini benar-benar pintar merayu. Oh god ! Hye Mi memijit pelipisnya pasrah. Tidak mungkin ia bisa membuat makan makanan enak bertaraf  koki professional seperti ini. Ini gila ! dan sedetik kemudian ia baru menyadari mengapa ia harus pusing-pusing mendengar rengekan manja dari Baekhyun ? Ia bukan adiknya, bukan kekasihnya, bukan orangtuanya. Ia hanya orang asing yang tinggal di apartement bersamanya. Kenapa ia harus pusing memikirkan untuk makanan layak yang disebutkan oleh Baekhyun ? haaah.. sebenarnya ia lah yang sudah gila.

 

“Ya ! kau pikir aku pembantumu ? buatlah makanan layak seperti ini sendiri dan jangan merepotkanku !! aish.. jinjaa..” Semburnya dalam satu tarikan napas. Baekhyun ternganga-nganga melihatnya. Oh, ini buruk ! seharusnya ia tidak membuat Hye mi marah.

 

“Song Hye Mi !!” panggilan itu menggema di telinga keduanya, mereka masih sibuk mengatur napas masing-masing saat tiba-tiba saja seseorang datang dan memeluk Hye Mi dengan sangat erat.

Hye Mi mengerjapkan  matanya terkejut. INI TIDAK MUNGKIN!!

 

 

___To Be Continued___

 

©2014 Via https://mutiarahmah2908.wordpress.com/

15 pemikiran pada “You’re My Handsome Mannequin (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s