Baby, don’t Cry (Chapter 3)

Baby, don’t Cry (chapter3)

IMG-20140805-WA0000

 

Judul               :Baby,don’tcry[Chapter3]

Author             : arlotiefe53 (@dhindha53)

Main Cast        :

  • Lee Ji-eun / IU as Goo Ah Rin,Ji-eun,AhRa
  • Zhang Yixing(EXO) as Lay

Support Cast :

  • Xi Luhan (EXO) as Luhan
  • Oh Se Hun as Sehun
  • Goo Ae Rin (OC) as Ah Rin’s little sister

Other Cast       : EXO member

Genre              : Romance ,Sad

Lenght             :Chapter/Series

Rating             :PG+15

Summary         :Masa lalu mungkin hanyalah mitos, tapi tidak untuk Lay. ia masih menyimpan sebuah teka-teki dari orang yang dicintainya. tapi siapa sangka, masa lalu itu datang lagi. mengusik kehidupannya lagi, apakah ini hanya kebetulan?

 

(FF ini juga di publish di blog pribadi s9gff.wordpress.com)

 

apabila ada kesamaan kata, tempat, tokoh, maupun jalan cerita saya selaku author meminta maaf, tapi FF ini murni apa adanya, apa yang ada di otak saya maksudnya.

 

.Happy Reading and Don’t be a plagiator.

.PLAGIAT HARAM HUKUMNYA.

 

 

Intro musik dubstep milik EXO memenuhi ruang latihan hari ini. Semua member sibuk mempersiapkan acara yang akan diselenggarakan besokmalam.

“Bagaimana kostum siap?” tanya manager hyung pada bagian kostum.

Manager hari ini sibuk menelepon kesana kemari menanyai beberapa hal yang menyangkut perform.

Sementara itu member EXO sibuk menghafal koreo baru mereka. Koreo berdurasi sekitar satu menit yang menjadi awalan lagu Growl yang sempat membahana beberapa bulan lalu saat mereka kembali ke dunia musik Korea.

E..X..O..

Formasi terakhir ditutup oleh Kai berada di tengah dan seluruh member membentuk segitiga dan juga tangan mereka ke depan seakan akan membentuk segitiga juga.

Okay, goodjob!” Mereka selesai latihan setelah hampir 5 jam berada di ruang latihan.

“Woohoo..akhirnyaaa..” teriak Baekhyun ketika selesai.

“Hyung, setelah ini masih ada take vokal lagi, ” ujar Chen mengingatkan.

“Ya, aku tahu. Aku tidak mungkin lupa jadwal itu.” ujar Baekhyun sambil menempelkan kepalanya di lantai.

“KemanaSehun,LuhandanLay?Adayangtahu?”Tanyamanager.

Semuakompakmenggelengkankepala.

“YangkutahutadiLuhanhyungpergibersamaLayhyung.”JawabChen.

“LaluSehun?”Tanyamanagerlagi.

Molla,iakeluarsejakpagi.Iapamitpadakuuntukpergisajasetelahmendapattelepondariibunya,”jawabKai yangmemangtahu.

“Semogamerekacepatkembali.Baiklahteruskanlatihankalian.Eoh,Kris~sshi,tolonghubungimereka,akumeneleponmereka sedari tadi tidakadayangmenyaut.Fightingguys!”Perintahmanager panjanglebar.

Ne!”jawabmerekakompak.

 

***

 

Sehunturundarimobilnyadanmelangkahmenujurumputpekaranganrumahyang barusemenitlaludimasukinya.LuhandanLaysalingpandang.IamantapmengikutiSehundaribelakang.

Toktoktok… Sehun memberanikan diri mengetuk pintu.

Nuguseyo?” suara wanita dari arah dalam.

Sehun mematung sejenak, mendengarkan sayup-sayup suara yang baru saja ia dengar.

Sebuah pintu itu terbuka, menampilkan sesosok wanita paruh baya yang begitu anggun dengan baju khas seorang ibu. “Maaf, ada yang bisa kubantu?”

Sehun memperhatikan sejenak wanita ini. “Bibi Jung?”

Wanita yang dipanggil Bibi Jung ini menoleh. “Astaga, Tuan Muda Oh Sehun! Ada perlu apa anda kemari? Mari silahkan masuk!”

“Tunggu. Jawab pertanyaanku sebentar. Ji-eun ada di dalam? Goo Ah Ra, apa ia di dalam?” Sehun bertanya to the point.

Bibi Jung mengalihkan pandangannya. “Lebih baik anda dan kedua teman anda masuk sebentar dan kita bicarakan masalah ini.” Ia tawarkan sebuah penawaran mengelak.

Lay menepuk pundak Sehun. “Mungkin akan lebih baik jika kita singgah sebentar ke dalam, membicarakan ini. Bibi Jung..” Lay menganggukkan kepalanya sebagai kode ia akan masuk dengan Sehun dan Luhan.

Bibi Jung mengerti dan membukakan pintu lebih lebar agar mereka bisa masuk.

 

***

 

Ah Rin keluar dari rumahnya, duduk di serambi. Ia bosan berada di rumahnya yang tanpa Bibi Jung. Biasanya jika Aerin tidur ia akan menghabiskan waktu untuk mengobrol bersama Bibi Jung di ruang tengah.

Lampu sorot mobil seketika menyala. Ah Rin yang duduk di tangga pelataran rumahnya menyipitkan matanya. Mobil sedan berwarna gelap mampir ke rumahnya. Ke rumahnya? Ada apa? Siapa itu?

Seseorang yang berada di kursi kemudi turun untuk membukakan pintu. Seorang pria dan seorang lagi wanita. Ah Rin makin jelas menatap wajah mereka.

“Oh ahjumma! Goo ahjusshii!” Ah Rin meneriakkan nama orang yang dikenalnya itu.

Seorang wanita yang dipanggil Oh ahjumma oleh Ah Rin itu menoleh dan melapangkan kedua tangannya. “Oh, sayang, kemarilah!” tidak salah lagi ia ibunya Sehun dan dr.Goo, paman Sehun, adik kandung ayah Ah Rin.

Aigoo, aku kangen sekali ahjumma. Ahjumma dan ahjusshi apa kabar? Mari silakan masuk,” tawar Ah Rin.

“Kami baik-baik saja. Oh tidak usah, kami hanya ingin mengantarkan seseorang.” Ujar ahjusshi.

“mengantarkan.. seseorang?” Ah Ri mengerutkan dahinya.

Seketika turunlah seorang perempuan dari dalam mobil. Ah Rin mengamatinya lekat lekat, ia mengenakan sweater warna merah muda dan sebuah tas rajut berukuran kecil di pinggangnya. Perempuan itu mendekat. Makin jelas lagi figurnyadari mulai alis, mata, dagu, hingga ujung kaki.

“Baiklah, Ah Rin ini Ah Ra dan Ah Ra ini Ah Rin, kalian adalah kembar, saudara kembar.” Nyonya Oh memperkenalkan mereka pada masing-masing individu.

Satu sama lain masih memandangi raut wajah mereka. Jelas tak ada satu diantara kedua manusia kembar ini yang mengetahui seluk beluk cerita bahwa mereka kembar.

“Sehun, Lay, dan Luhan mengantarkan ia ke rumah kemudian bergegas ke dorm untuk melanjutkan jadwal bersama dengan yang lainnya.” Timpal ahjusshi.

“Jadi kami adalah saudara kembar?” tanya mereka bersamaan.

“Coba keluarkan kalung kalian!” perintah Nyonya Oh.

Mereka melepas kalung masing-masing. Milik Ah Rin double R dan milik Ah Ra double A. Nyonya Oh mengambilnya dan meletakkan kedua liontin aksara itu berdekatan.

“Sempurna.” Ujar Nyonya Oh. “Double A dan double R, Ah Ra dan Ah Rin. Tidak salah lagi, kau adalah anggota keluarga kami yang hilang dan kau Ah Rin, sambutlah saudaramu yang hilang ini.”

Ah Rin dan Ah Ra saling pandang. Kemudian mereka saling melempar senyum dan mulai berpelukan. Pelukan dari dua orang yang memiliki sebuah ikatan batin yang langka. Nyonya Oh lega, semuanya berjalan normal dan kembali seperti semula. Kedua anak kembar tadi berterimakasih pada Nyonya Oh dan dr. Goo sebelum beliau berdua benar-benar pergi.

“Oke baiklah, kurasa kau harus menemui anggota keluargamu yang satu lagi.” Ujar Ah Rin.

“Siapa?” Ah Ra mengerutkan dahinya.

“Seorang anak kecil yang bisa merubah hidupmu haha..” Ah Rin kemudian masuk dibarengi oleh Ah Ra dirangkulannya.

 

***

 

@Practice room S.M. Entertainment

Seluruh member EXO lengkap berada di ruang latihan. Sekarang hanya selang tiga menit dari waktu mereka beristirahat. Sementara itu Lay memilih untuk melanjutkan menghafal koreografi.

Hyung, ada yang ingin menemuimu sebentar!” teriak Sehun. Rupanya Sehun baru kembali dari luar.

“Ha?! Aku? ” Lay menunjuk dirinya.

Sehun mengangguk.

Kemudian Lay berjalan keluar. “Ada apa? Kenapa memintaku… Eoh, Ah Rin~sshi?” kaget Lay ketika berdiri di samping Sehun.

“Kalau begitu aku tinggal ya hyung. Ayo, Aerin~ah, main samaoppa.”

Aerin mengangguk. “Oppaaa!” teriak Aerin ketika sampai di dalam ruang latihan. Sontak semua member EXO yang ada di dalam menghampiri Aerin.

“Wuaa.. Aerin~ah, kau sudah bisa berteriak. Aigoo, kau makin lucu. Aaa…” Baek Hyun yang sedari tadi bermalas-malasan di lantai langsung bangun ketika mendengar teriakan Aerin.

Aerin hanya menampilkan senyum terbaiknya. Deretan gigi putihnya terlihat bersih , matanya bersinar, dan auranya hari ini begitu baik.

Lay dan Ah Rin memperhatikan Aerin dari jauh.

“Dia tumbuh begitu cepat. Aku senang jika ia sudah kembali seperti dulu.” gumam Lay.

“Ya, ini berkat kita semua. Mulai dari Sehun, Luhan, Kau dan juga mereka.”

Ah Rin kemudian masuk ke ruang latihan. “Aerin~ah..” panggil Ah Rin.

Aerin mendekat dan memeluk Ah Rin. “Terimakasih atas perhatian kalian. Kami kemari ingin mengucapkan selamat tinggal.”

“Mwo?! Selamat tinggal?” ujar Chanyeol kaget.

“Ya, kami menemukan saudara lain di London, tempat tinggalku selama ini. Kami bertiga akan tinggal disana,” jelas Ah Rin.

“Bertiga?” Baekhyun mengerutkan dahinya.

Ah Rin mengangguk. “Ah Ra~sshi?” panggil Ah Rin ke arah belakang.

Setelah Ah Rin mengucapkan nama itu, masuklah seorang perempuan yang berpostur hampir sama dengannya, bahkan wajah mereka pun sama persis. “Dia kembaranku, namanya Ah Ra. Aku juga berterimakasih pada kalian Sehun, Lay, Luhan telah menemukan ia.”

Luhan kaget melihat itu. “Ji-eun~ah?” Luhan kehilangan kata-katanya. Ia berdiri mematung.

Neo?” Ah Ra menunjuk Luhan.

Mereka berdua saling pandang.Seluruh orang kecuali mereka berdua memilih diam memperhatikan dua orang ini.

“Bukankah waktu itu Luhan hyung melihat Ah Ra juga waktu kita menjemputnya?” tanya Sehun.

“Aku tidak begitu memperhatikan karena aku berada di kemudi dan waktu itu juga sudah gelap.” Jawab Luhan singkat.

“Ah, ya, ini untukmu,” Ah Ra menyerahkan sebuah kanvas.

Luhan membukanya dan tidak salah lagi, itu lukisan wajahnya. Jadi benar yang dikatakan Lay, Ji-eun melukisnya waktu itu.

“Lay~sshi, gomawo, kali ini aku bisa memberikan lukisanku pada pemilik sketsa aslinya. Luhan~sshi…”

Srett..

Luhan langsung memeluk Ah Ra. Ia hiraukan semua pandangan yang ada di ruangan itu. Ah Ra terkejut dengan perlakuan Luhan yang secara tiba-tiba memeluknya.

“Ji-eun~ah… aku.. benar-benar merindukanmu..” gumam Luhan.

Ah Ra meneteskan air matanya dan ia membalas pelukan Luhan. “Nado, bogoshippeo,”

Seluruh member EXO, Ah Rin dan Aerin melihat mereka dengan seksama. Hampir dari semua yang ada disana menitikkan air mata dan tersenyum bahagia. Tanpa Luhan dan Lay sadari, seluruh member EXO mengetahui kisah cinta yang dialami mereka, mulai dari Ji-eun hingga Ah Rin dan sekarang Ji-eun yang menjelma menjadi kembaran Ah Rin, bernama Ah Ra.

“Mereka begitu serasi,” ujar Lay pelan.

“Kau iri dengan mereka? Mimpi sajalah kau bisa mendapatkan hati saudaraku itu,” ejek Ah Rin.

“Tapi setidaknya, aku bisa mengambil hati saudara kembar lainnya,” ujar Lay bangga.

Pipi Ah Rin merona merah. Ia berusaha menyembunyikan raut malunya.

“Haruskah kukatakan lagi jika aku mencintaimu, ha?” tanya Lay sembari menggoda Ah Rin.

“Ya?! Hentikan! aish, sudahlah, bisakah kau tidak mengganti topik pembicaraan kali ini?” Ah Rin mengelak ucapan Lay.

“Hahaha, aku menang. Yes!” ujar Lay bangga.

Luhan dan Ah Ra melepaskan pelukan mereka.

“Woohooo..akhirnya , cintamu tidak bertepuk sebelah tangan hyung!” ujar Chen memberi selamat.

“Kalian tahu masalah perasaanku itu? Siapa yang mengatakannya?” Tanya Luhan penasaran karena menurutnya member EXO tidak tahu menahu perihal kisah cintanya.

Sontak semua mata member mengarah ke Lay.

“Hei Hei , apa-apaan, aku hanya menjawab pertanyaan kalian saja. Itu berarti bukan menceritakan kan?” elakan Lay begitu polos.

“Yixing~aaaaa!! Kau?!” Luhan geram.

Lay nyengir kuda. “Maaf hyung. Salahkan mereka, mereka terlalu cerewet untuk menanyakan segala sesuatu tentangmu hyung,”

 

***

 

“Kau sudah menungguku lama?” Luhan datang ke Sungai Han

Ani, aku sudah terbiasa menunggumu,” jawab Ah Ra jujur.

“Haruskah kupanggil namamu Ah Ra atau Ji-eun?”

“Itu terserah padamu. Aku hanya berganti nama saja, tidak dengan perasaanku. Lihat, bagus tidak?” tanya Ah Ra ketika Luhan duduk di sampingnya.

“Ini,” Luhan menyerahkan es krim di tangannya. “Bagus, jembatannya terlihat asli,” Luhan tersenyum setelah memuji lukisan Ah Ra.

“Ini lukisanku yang terakhir sebelum aku berangkat. Kuharap kau mau menyimpannya.” ujar Ah Ra hati-hati.

“Ah Ra~ah, benarkah kau harus pergi? Tidak bisakah kau tinggal disini?” Luhan bertanya seperti itu.

“Ini sudah keputusan kami berdua. Aku harus pergi bersama Ah Rin dan menetap disana. Kenapa?”

“Kau bertanya kenapa? Kau tega melakukan itu padaku?” Luhan sedikit meninggikan suaranya. “Selama hampir 3 tahun kau menghilang, menghilang dari hadapanku. Walaupun selama ini kita tidak pernah bertemu secara langsung, tapi tahukah kau, bahwa aku selalu tahu kau berada disini, bahkan jauh sebelum Lay menemukanmu dan akhirnya Lay lebih dahulu menyatakan perasaannya padamu.

“Tidakkah kau berpikir perasaanku hah? Walaupun aku juga tahu, kau menerima Lay waktu itu karena ingin membantunya, tapi setidaknya, bisakah kau menghargai perasaanmu sendiri. Jikalau hatimu bisa berbicara, mungkin ia akan menolakmu untuk melakukannya waktu itu.

“Hah, Lay benar, mungkin kau hanya sekedar membantunya.” Luhan selesai dengan perkataannya. Ia mulai beranjak dan melangkahkan kakinya untuk pergi.

Ah Ra bangkit dan mulai mendekap Luhan dari belakang. Air mata Ah Ra turun sedari tadi, dari awal Luhan berbicara.

“Ah Ra~ah, kau menangis?” Luhan merasakan air mata Ah Ra membasahi punggungnya.

Luhan membalikkan keadaannya. “Maaf, aku tidak bermaksud membentakmu,”

“Aku bodoh.” Ah Ra terisak di tangisnya.

“Tidak. Sudahlah, aku tidak mau kau menangis.” Luhan menenangkan.”Uljimane,”

“Jangan pernah seperti ini. Bukan hanya kau yang merasa kehilangan,” ujar Ah Ra pelan.

Luhan mendekapnya lebih erat. Menenangkannya sedemikian rupa hingga Ah Ra berhenti meneteskan air matanya. “Maaf, aku mencintaimu. Saranghae, Ah Ra~ah,”

“Aku juga mencintaimu, Luhan~sshi,”

“Aku akan menunggumu kembali. Dan saat kau kembali, sudah bisa kau pastikan sebuah penentu ikatan cinta kita sampai padamu.” Ujar Luhan.

“Penentu apa?” Ah Ra masih sesenggukan menanyakan hal itu.

“Itu rahasia.” Gumam Luhan disusul senyumnya.

Ah Ra tersenyum mendengarnya.

Dan akhirnya, ini akhir dari cerita mengenai kisah cinta mereka. Lay menemukan cinta yang berbeda. Garis tangan Tuhan tidak mengarah pada cinta pertamanya melainkan apa jawaban yang selama ini menjadi penentu garis tangan Tuhan yang lain, Ah Rin. Aerin tetap diasuh oleh kedua kakak mereka dan setelah pulang dari London umurnya hampir 9 tahun dan SM menghendakinya masuk ke dalam daftar artis muda yang akan debut.

 

_selesai_

 

#epilog

“Aerin~ah?” ujar Sehun.

Ne, oppa.” Jawab Aerin yang masih berkutat dengan boneka teddy bear yang baru saja dibelikan Sehun.

“Jika disuruh memilih, kau pilih oppa atau Lay hyung?” tanya Sehun penasaran.

“hmm..” gumam Aerin lalu ia melirik Sehun. “Sini oppa.” Pinta Aerin agar Sehun mendekat.

Seketika Sehun mendekat Aerin mencium pipinya. “YA?! Ige mwoya?!” protes Sehun.

Aerin tertawa dan berlari menghindar dari Sehun.

“YA?! Aerin~ah! Goo Aerin!!” Sehun mengejar Aerin

 

***

Baiklah, akhirnya sudah selesai tugasku Baby, don’t cry. Makasih untuk pembaca setia yang mungkin hampir lupa dengan cerita ini. Ada sedikit perubahan dalam alur cerita dan penambahan poster, So, jika mencari judul cerita ini, cari yang nama authornya arlotiefe53 ya, ^^

Oke baayyyyy *daadaa bareng Aerin*

 

Satu pemikiran pada “Baby, don’t Cry (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s