Boys In Love (Prologue)

Boys In Love (Prologue)

 1. Boys In Love (Prolog)

 

Author: Kee-Rhopy | Title: Boys In Love (Prologue) | Cast: EXO Members, Do Kyung Ran (OC) | Rating: General | Genre (Masih nanti): School Life, Romance, Comedy (Maybe), AU | Lenght: One Shoot and Series (?)

 

Ff ini juga dipost di blog pribadi: http://keerhopyfanfiction.wordpress.com (silahkan kalau mau mampir. hahahaa)

 

================

Ini adalah kisah 12 pemuda yang mengalami perasaan cinta.

 

 

Happy Reading!

 

Ini adalah sebuah kisah di hari Senin. Hari dimana siswa-siswi mengalami depresi karena harus mengikuti mata pelajaran setelah sebelumnya menikmati hari libur. Yeah, hari Senin adalah hari yang melelahkan. Sangat melelahkan. Namun, tidak seperti Senin yang biasanya, Senin kali ini terasa berbeda. Amat sangat berbeda. Memangnya ada apa?

Well, sekolah digemparkan oleh selembar artikel di Mading yang membahas tentang 12 pemuda berpengaruh yang sampai saat ini, menurut artikel itu, tak punya pasangan alias pacar. Oh, ini buruk!! Kyung Soo bahkan memijit keningnya yang tak terasa sakit sama sekali. Ya, semuanya karena artikel itu. Sebuah artikel yang juga memuat tentang dirinya. Dan parahnya lagi, artikel itu ditulis oleh saudara kembarnya sendiri, Kyung Ran. Sepertinya ia akan mendapatkan masalah baru. Apa lagi ke 12 pemuda tersebut terbilang dekat dengannya.

 

“Kyung Soo-ah!!”

 

Sebuah suara berhasil membangunkan Kyung Soo dari lamunannya. Pemuda itu menoleh dan mendapati Chanyeol, si maniak permen karet sekaligus pemain gitar band sekolah berjalan setengah berlari menghampirinya. Dipandanginya Chanyeol yang kini berada di hadapannya dengan kening berkerut.

 

“Aku memanggilmu dari tadi, hosh… hosh…” kata Chanyeol dengan napas memburu.

 

“Memanggilku? Untuk apa?”

 

“Hey! Namaku tertera di Mading dan itu kelakuan adik kembarmu! Aku tak mau namaku tercantum di sana!” seru Chanyeol dengan napas yang terbilang sudah stabil. Dari nadanya jelas pemuda ini tak suka dengan adanya artikel itu dan dia menyalahkan adik Kyung Soo.

 

“Adikku yang menulisnya, bukan aku.” Kyung Soo membela diri. “Ak–“ Kyungsoo baru saja akan melanjutkan kalimatnya, namun beberapa suara muncul bersamaan.

 

“DO KYUNG SOO!! KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB!”

 

“Kyung Soo-ah! Cabut artikel itu dari Mading!”

 

“Katakan pada adikmu untuk mengambil artikel itu karena itu memalukan!!”

 

“Katakan pada adikmu aku berterima kasih karena memasukkan namaku ke dalam artikel itu!”

 

Eits, tunggu! Jadi ada yang senang dengan adanya artikel memalukan dan menjengkelkan itu?! What the hell??! Kyung Soo tak habis pikir. Kerutan di wajahnya semakin banyak ketika mendapati beberapa pemuda kini tengah mengelilinginya. Berdiri di hadapannya seolah menginginkan keadilan. Kecuali satu orang yang terlihat senang. Yeah, dan dia adalah Baek Hyun, si raja gossip yang suka sekali mencari dan menciptakan sensasi dengan cara menyebarkan rumor. Entah rumor itu menarik atau tidak, Baek Hyun akan dengan senang hati menyebarkannya. Kalau kau punya segudang pertanyaan mengenai masalah yang menimpa seseorang, tanyakan saja pada Baek Hyun karena dia akan menjawab semuanya. Tanpa cela!

 

Ok, lupakan tentang Baek Hyun! Yang terpenting sekarang adalah bagaimana cara menghadapi 7 pemuda yang tengah berdiri di hadapannya dengan tatapan menyeramkan meminta keadilan –kecuali Baek Hyun, tentunya.

 

Kyung Soo menghela napas. Dipandanginya 7 pemuda –Chanyeol,Baek Hyun, Yixing, Min Seok, Jong Dae, Tao dan Luhan– di hadapannya. Ia tak tahu harus berbuat apa.

 

“Kau harus bertanggung jawab, DO KYUNG SOO!!” itu suara Yixing. Seorang pemuda China yang juga berstatus sebagai ketua ekskul Seni. Dia jelas seorang pemuda berpengaruh di sekolah. Dia belum punya pacar dan Kyung Soo tak tahu kenapa.

 

“Itu benar! Katakan pada Kyung Ran untuk mengambilnya sekarang juga!” Min Seok menambahi. Menurut Kyung Soo, alasan dimasukkannya Min Seok ke dalam artikel tak bermutu itu adalah karena Min Seok terpilih sebagai siswa yang akan mengikuti pertukaran pelajar ke Jepang tahun ini. Dia akan berangkat beberapa hari lagi. Dan jangan lupa tambahkan statusnya yang masih single karena dia sudah putus dengan mantan pacarnya beberapa bulan yang lalu.

 

“Itu memalukan! Seumur hidup aku tak pernah dikritik hanya gara-gara tak punya kekasih.” Jong Dae menimpali. Jong Dae saat ini menjabat sebagai ketua ekskul paduan suara yang juga diikuti oleh Kyung Soo. Dan dia single.

 

“Kurasa kau harus bicara pada adikmu mengenai hal ini! Cepatlah sebelum aku yang turun tangan!” Tao –ketua ekskul bela diri– bersuara. Dan semuanya tahu kalau Tao akan menggunakan kemampuan bela dirinya dalam memecahkan masalah. Oh, jangan sampai itu terjadi! Kalau tidak, Kyung Ran akan babak belur dibuatnya.

 

Baek Hyun mengernyit heran menatap Tao yang sangat terbebani dengan adanya artikel bermutu –yeah, menurutnya– disertai dengan mulut menganga, “Huang Zi Tao, kau tak perlu semarah itu! Bukankah dengan adanya artikel itu kau jadi lebih mudah mendapatkan pacar? Bahkan di sana tertulis bahwa kita masuk dalam jajaran laki-laki populer di sekolah!”

 

“Lebih mudah mendapatkan pacar?” Jong Dae menatap Baek Hyun dengan alis terangkat.

 

“Kau gila?” itu suara Yixing.

 

“Artikel itu bisa menurunkan pamorku!” Luhan, pemuda yang terkenal dengan predikatnya sebagai playboy ikut berkomentar. Ia sendiri tak tahu menahu mengapa namanya bisa tercantum di sana.

 

“Dan sangat memalukan!”

 

Kyung Soo memijit keningnya. Ia rasa kepalanya akan meledak sebentar lagi. Tanpa bersuara, pemuda itu melangkah pergi meninggalkan kerumunan yang masih berdiskusi dan ia tak bisa memperkirakan kapan diskusi tak bermutu itu akan berakhir. Anehnya, mereka semua masih tak menyadari kepergian Kyung Soo, bahkan sampai Kyung Soo mendekati pintudan pada akhirnya menghilang di baliknya.

 

==================

 

Kyung Soo tak pernah melakukan hal ini sebelumnya. Pemuda itu membuka pintu ruang ekskul pers sekolah dan masuk tanpa permisi. Beberapa anggota ekskul pers yang ada dalam ruangan itu memandang kedatangannya dengan kening berkerut, namun tak satupun dari mereka yang bersuara, mengingat Kyung Soo adalah siswa teladan yang juga merupakan salah satu target bagi anggota pers untuk ditelusuri lebih lanjut. Menurut rumor yang beredar, anggota pers berniat untuk memasukkan artikel tentang Kyung Soo ke dalam majalah sekolah yang akan diterbitkan bulan depan.

 

“Dimana Kyung Ran?” tanya Kyung Soo pada salah satu gadis yang sedang asyik mengetik di depan sebuah komputer.

 

Gadis itu menghentikan aktifitasnya, kemudian menoleh ke arah Kyung Soo yang berdiri di hadapannya. “Kyung Ran? Dia di–“

 

“Aku di sini, siapa yang mencari–“ Kyung Ran, gadis itu muncul dari toilet yang berada di pojok ruangan. Kalimatnya terhenti saat dilihatnya Kyung Soo kini tengah menatapnya dengan pandangan yang tak bisa lagi dibilang aman. Oh, sepertinya Kyung Ran dalam masalah.

 

===============

 

“Sebenarnya apa maksudmu memasang artikel itu?” tanya Kyung Soo mencoba tenang. Dipandanginya Kyung Ran yang terlihat tenangdengan penuh selidik.

 

Kyung Ran menghela napas. “Tak ada. Aku hanya ingin memasangnya saja. Memangnya ada apa?”

 

“Kau membuatku diserang, Kyung Ran-ah! Dan kau juga memasukkan namaku di sana!” seru Kyung Soo tak sabar.

 

“Memangnya kenapa kalau aku memasukkanmu? Bukankah akan lebih mudah untukmu mendapatkan pacar? Lagipula banyak yang suka dengan artikel itu.” Kyung Ran menjawab santai walaupun jauh dalam lubuk hati ia sedikit getir juga menghadapi saudara kembarnya yang kelewat pintar ini.

 

“Hey! Orang yang kau masukkan namanya protes padaku! Mereka mendatangiku dan menyuruhku untuk membuatmu melenyapkan artikel itu.” Kyung Soo berdecak. Kewalahan menghadapi saudara kembarnya yang kelewat easy going dan serampangan.

 

“Begitukah? Seharusnya mereka protes padaku.” Kyung Ran berkata santai sambil melihat kuku-kukunya.

 

“Kau tahu kalau mereka tak suka berhadapan denganmu!” yeah, dan Kyung Soo-pun menjadi sasarannya. Semua orang tahu bagaimana sifat Kyung Ran yang kelewat judes, berbanding terbalik dengan Kyung Soo yang ramah. Sifatnya yang easy going, serampangan, suka marah-marah dan kurang menghargai membuat orang lain enggan untuk berhadapan dengannya.

 

“Harusnya kau sadar kalau aku sengaja menaruh 12 orang di sana karena ulang tahun kita tanggal 12. Bagaimana menurutmu?”

 

“Aku tidak mau tahu tentang hal itu. Yang paling kuinginkan saat ini hanya satu, cabut artikel itu sekarang juga!” Kyung Soo semakin tak sabar dengan kelakuan Kyung Ran.

 

“Do Kyung Soo, aku akan menghapusnya kalau kau mau diwawancara. Bagaimana?”

 

Kyung Soo mendesis. Ia tahu Kyung Ran merencanakan sesuatu. Dan kini semuanya sudah terbongkar. Tapi tak ada yang bisa ia perbuat selain mengiyakan permintaan Kyung Ran. Kyung Soo tahu, Kyung Ran adalah replika dirinya yang tak akan segan-segan melakukan apapun untuk mendapat apa yang ia inginkan.

 

“Ok. Tapi ingat! Ambil artikel itu, SE.KA.RANG!!”

 

“Siap, my lovely brother!” Kyung Ran mengangkat tangan kananya, bersikap layaknya seorang prajurit yang siap melaksanakan perintah dari seorang komandan, kemudian berlari meninggalkan Kyung Soo.

 

Kyung Soo hanya bisa menghembuskan napas melihat tingkah saudari kembarnya.

 

============

 

Semuanya berlalu dengan cepat. Tak ada lagi yang perlu Kyung Soo risaukan. Artikel itu sudah dicabut seminggu yang lalu dan dia bisa bernapas lega sekarang. Setidaknya Chanyeol, Baek Hyun, Yixing, Min Seok, Jong Dae, Tao dan Luhan tidak akan menghadapnya lagi hanya gara-gara artikel tak bermutu yang dibuat oleh adiknya sendiri. Namun yang Kyung Soo herankan, ada 4 orang yang tidak merasa risau dengan adanya artikel itu. mau tahu siapa saja?

 

Kris, si kapten basket sekolah. Terkenal dengan sikapnya yang acuh, dingin, dan tak berperasaan. Jangan lupa tambahkan kata tampan di belakang namanya. Tak salah jika lapangan basket akan menjadi ramai dengan kehadiran gadis-gadis saat Kris sedang latihan. Oh, mungkin sikap acuhnyalah yang membuat Kris tak peduli.

 

Orang kedua adalah Joon Myun. Si ketua Osis yang sampai saat ini terus berkutat dengan kegiatan-kegiatan sekolah. Joon Myun sangat dekat dengan Kyung Soo. Dan Kyung Soo akan langsung bisa menebak penyebab tak terpengaruhnya Joon Myun terhadap adanya artikel menyebalkan itu. Yeah, Joon Myun tak akan punya banyak waktu untuk sekedar menanggapi artikel konyol yang dibuat adiknya.

 

Sehun adalah yang ketiga. Salah satu anggota ekskul dance yang terkesan memiliki wajah polos dan datar. Kyung Soo sama sekali tak bisa menerka kenapa pemuda itu tetap terlihat baik-baik saja meskipun namanya ada di urutan ketujuh sebagai siswa berpengaruh yang tak punya pasangan di artikel itu.

 

Dan siswa yang terakhir adalah Jong In. Salah seorang siswa berpengaruh karena predikatnya sebagai ketua ekskul dance sekolah. Dia adalah salah satu siswa yang selalu mengikuti sahabatnya kemana-mana. Dan bisa Kyung Soo perkirakan kalau Jong In tak terpengaruh oleh adanya artikel itu karena sahabatnya bisa menenagkannya. Yeah, itu mungkin saja.

 

Namun satu hal yang tak bisa diterima akal sehatnya, kenapa Kyung Ran memasukkan nama Luhan di sana? Bukankan Luhan terkenal dengan predikatnya sebagai playboy?

 

“Apa yang kau pikirkan, kawan?”

 

Seseorang menepuk bahu Kyung Soo, membuat pemuda itu menoleh ke sumber suara. Mata bulatnya membesar saat didapatinya Joon Myun tengah menatapnya dengan sebuah senyuman.

 

“Boleh aku duduk di sini?” Joon Myun meminta persetujuan. Tangannya menunjuk kursi kosong di sebelah Kyung Soo.

 

“Tentu saja.” Kyung Soo mempersilahkan.

 

Joon Myun menggunakan kesempatan itu untuk mendudukkan dirinya di atas kursi sembari meletakkan beberapa buku yang diambilnya di salah satu rak buku perpustakaan. Pemuda itupun mulai mengambil salah satu buku dan membacanya.

 

Kyung Soo menghela napas. Dalam hati ia masih penasaran kenapa Joon Myun sama sekali tak protes tentang adanya artikel itu. Atas dasar rasa penasaran itulah, Kyung Soo terus-terusan menatap orang yang tengah sibuk membaca buku di sampingnya.

 

Merasa diperhatikan, Joon Myun melirik Kyung Soo dan temannya itu tengah menatap ke arahnya, “ada apa, Kyung Soo?”

 

“Hmm, boleh aku bertanya sesuatu?”

 

Joon Myun mengangguk.

 

“Kenapa kau tidak protes saat artikel itu menyebut namamu tanpa izin?”

 

“Artikel? Maksudmu artikel buatan Kyung Ran?”

 

Kyung Soo tak menjawab. Pemuda itu hanya menganggukkan kepalanya pelan.

 

“Kenapa aku harus protes kalau artikelnya memang benar?”

 

“Maksudmu?”

 

“Aku memang tidak punya pacar, dan artikel itu mengatakan yang sebenarnya.” Joon Myun mengatakan seolah itu bukan masalah besar. Padahal Kyung Soo jelas-jelas mendapatkan beberapa protes dari tujuh orang. Mungkin itu cukup bisa menggambarkan bahwa artikel tak bermutu yang dibuat adiknya memang benar-benar masalah besar bagi sebagian orang. Namun pengecualian untuk Joon Myun.

 

“Kau benar-benar tidak terganggu dengan hal itu?”

 

“Kenapa aku harus terganggu?”

 

Kyung Soo mendesis pelan saat kata ‘kenapa’ kembali terucap dari bibir Joon Myun. Pemuda itu mengalihkan pandangan, menatap Chanyeol yang duduk tepat di samping jendela perpustakaan. “Lihat dia!” instruksinya pada Joon Myun sembari menunjuk Chanyeol yang tengah sibuk menulis.

 

Joon Myun mengerutkan kening, kemudian mengikuti arah tunjuk Kyung Soo. “Dia Park Chanyeol. Memangnya ada apa dengannya?”

 

“Dia yang pertama kali datang padaku dan memintaku untuk mencabut artikel itu dari mading. Kau tahu ekspresi tidak terimanya saat itu?”

 

Joon Myun tertawa renyah mendengar penuturan Kyung Soo. Ditepuknya pundak sahabatnya itu pelan. “Sudahlah! Kau tidak perlu merasa kesal. Lagipula artikelnya sudah dicabut dan Park Chanyeol sudah sibuk dengan aktifitas barunya. Dia tak akan mengajukan protes padamu lagi, Do Kyung Soo.”

 

Kyung Soo mengangguk-anggukkan kepalanya. Sebenarnya ia merasa lega. Tapi mengingat permintaan Kyung Ran yang mengharuskan dirinya rela untuk diwawancara membuatnya sedikit kesal. Karena setuju untuk diwawancara sama saja dengan setuju untuk ditanyai tentang kehidupan pribadi. Dan Kyung Soo tak suka jika kehidupan pribadinya diungkap pada orang lain. Meskipun oleh Kyung Ran, adik kembarnya sendiri.

 

Joon Myun melirik arloji di pergelangan tangannya, kemudian berujar, “Kyung Soo-ah, sepertinya aku harus pulang sekarang. Ini sudah siang dan perpustakaan sudah sepi. Kau masih ingin di sini?”

 

Kyung Soo terdiam. Pemuda itu melihat sekeliling dan mendapati keadaan perpustakaan yang sepi pengunjung. Dia hanya melihat Chanyeol di dekat jendela, sendirian dan terlihat sangat serius menulis sesuatu. “Aku ikut denganmu!”

 

Mereka berduapun melangkah mendekati pintu keluar perpustakaan. Berjalan tenang menyusuri lorong perpustakaan yang terlihat sepi dan menyisakan satu makhluk bernama Park Chanyeol.

 

“Chanyeol-ah, kami duluan!” seru Kyung Soo saat langkah kakinya dan Joon Myun melewati tempat dimana Chanyeol berada. Namun naas, Chanyeol sama sekali tak menyadari keberadaan mereka. Pemuda jangkung itu justru terlihat sangat fokus dengan aktivitas menulisnya.

 

“Sejak kapan dia seserius itu?” Joon Myun terlihat heran. Kini langkah mereka berdua sudah berhasil keluar dari gedung perpustakaan yang sepi.

 

Kyung Soo mengendikkan bahunya, “aku juga baru pertama kali melihatnya di perpustakaan setelah bel pulang sekolah. Mungkin dia bermasalah dengan salah satu guru.”

 

Tak ada yang tahu kesibukan apa yang membuat Chanyeol menghampiri perpustakaan saat bel pulang sudah berbunyi sejak tadi. Bahkan pemuda itu telah mengalahkan rekor Kyung Soo, sang siswa teladan, sebagai penghuni terakhir perpustakaan. Yeah, Chanyeol ada di sana, melebihi Kyung Soo.

 

===========

 

…TBC…

 

END for prologue

Terima kasih sudah membaca sampai akhir… jangan lupa untuk meninggalkan jejak…!

 

Iklan

13 pemikiran pada “Boys In Love (Prologue)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s