It’s gonna be Love (2/2)

It’s gonna be Love (2/2)

It's gonna be love

lilimissro

Byun Baekhyun and OC

Romance gaje

General

Inspired song by:

Mandy moore – it’s gonna be love (A walk to remember ost)

n/b: Hati-hati diabetes menyerang anda saat membaca chapter ini.

 

all is girl POV

“Ada tamu mencarimu!!” teriak eomma dari lantai bawah rumahku dan membangunkanku tepat jam 5 pagi. Memangnya siapa yang mencariku sepagi ini? jangan bilang jika itu Kyung soo, karna aku akan memberimu dua ratus ribu won jika itu benar-benar terjadi. Kyung soo yang aku kenal, pada hari minggu seperti ini akan tidur seharian jika tidak berkencan dengan pacarnya itu.

Akhirnya karna penasaran aku turun dan melihat siapa orang itu. Tenggorokanku tercekat melihat siapa yang berada di balik pintu dan sedang berhadapan dengan eommaku.

Byun Baekhyun. Orang yang kutangisi kemarin malam.

“Sedang apa kau disini?” tanyaku ketus tanpa berjalan turun lagi dari anak tangga. Baekhyun hanya menatapku seolah tak ada sesuatu yang terjadi dan ia tidak tahu jika aku marah besar padanya. Ia tersenyum dan menunjukkan wajah malaikatnya lagi. sungguh, aku sudah muak dengan semua itu. Aku muak selalu terpesona olehnya, selalu terpedaya dan terjebak lagi.

“Hei, kau jahat sekali dengan temanmu. Kenapa tidak kau ajak sarapan bersama??” rupannya eomma menangkap raut tak senangku terhadap Baekhyun dan mencoba mendinginkan suasana.

“Eomma sendiri tahu jika aku tidak suka makan dengan orang lain.”

“HEI! APA YANG KAU LAKUKAN DISANA HAH?!! CEPAT AMBILKAN MINUM UNTUKKU!” aku menggigit bibirku dan memandang Baekhyun cemas. Kenapa juga orang tua itu meracau disaat seperti. Benar, orang tua pemabuk itu ayahku.

“Cepat temui appa sebelum dia mengamuk lagi eomma.” Ujarku datar. “Dan aku akan mengurus makhluk yang satu ini.” lanjutku sambil memandang Baekhyun yang kelihatannya sedikit kaget mendengar suara pemabuk itu dari dalam rumah.

“Maafkan aku nak Baekhyun, kapan-kapan sarapanlah bersama kami.” Ujar eomma singkat dan langsung masuk kedalam rumah.

Kini aku menatap Baekhyun dan perlahan menghampirinya. Si keparat Kyung soo itu pasti yang memberitahu Baekhyun alamat rumahku. “Aku kan sudah mengatakan padamu jika aku menganggap semua yang terjadi tidak pernah terjadi, lalu kenapa kau kembali menemuiku??”

Sebelum ia menjawabku, ia terlihat menahan butiran air yang memenuhi bola matanya tiba-tiba dan memelukku. “Maafkan aku. Aku menyesal. Kumohon maafkan aku.” Aku hanya memutar bola mataku bosan. “Sudahlah, jangan menangis. kau ini sungguh memalukan.”

Jadi sekarang kau ingin membuatku mengasihanimu hah?

**

Baekhyun ternyata sangat berusaha. Dia bilang ia tahu alamat rumahku setelah bolak-balik bertanya pada Kyung soo dan beberapa teman sekelasku. Sayangnya satupun dari mereka termasuk Kyung soo tak mau memberitahunya. Aku juga tak tahu apa sebenarnya yang ada dalam pikiran teman-temanku itu. Apa mereka tahu Baekhyun menyakitiku? Oh, ya gosipnya kan sudah tersebar berkat si ajaib Kyung soo.

“Lalu darimana kau tahu dimana rumahku?” tanyaku sambil berjalan disampingnya. Aku masih sulit untuk bersikap hangat di depannya. Masih sangat sulit menata hatiku untuk tidak jatuh terlalu dalam lagi. jadi aku mencoba untuk menghadapinya dan mengajaknya berjalan-jalan di areal sekitar rumahku.

“Sehun yang memberitahuku. Dia bilang dia kasihan melihatku yang katanya terlihat mengenaskan.” Jawab Baekhyun dengan sercercah kabahagiaan di wajahnya. Aku tahu dia senang karna aku akhirnya mau mendengarkannya berbicara. Dan sejujurnya, aku juga senang bisa berbicara lagi dengannya.

“Bagaimana dia bisa tahu rumahku??” tanyaku lagi. sehun itu memang anak yang aneh. Dia bisa tahu apapun jika kau mau menanyakannya. Seperti buku berjalan, lebih tepatnya peta berjalan karna ia sangat mudah mengingat jalan dan tempat-tempat.

Baekhyun mengeratkan jaketnya dan memandangku. Kami sama-sama mengenakan jaket karna udara mulai dingin di bulan September ini. “Dia mengikutimu setiap hari. Dia bilang sangat mudah melakukannya karna kau tidak pernah memperdulikan sekitar saat berjalan pulang kerumah.”

Jadi ini karna kelalaianku? Bagus.

“Sudah cukup basa basinya.” Ujarku dan membuat kami hening sejenak. “Apa tujuanmu bertemu denganku?”

“Ehm, aku bukannya ingin memaksamu. Tapi, bisakah kita berteman??” Tanya Baekhyun dengan raut polos sepolos-polosnya. Dan setelah semua yang terjadi kau masih berani-beraninya berbicara seperti itu? Dasar.

Aku menghembuskan nafasku pelan dan menatap Baekhyun sambil tersenyum. “Baiklah.”

Tapi jangan harap aku akan menyukaimu seperti dulu lagi, batinku yang bodoh ini berbisik.

**

 

Ternyata keputusanku untuk berteman dengan Baekhyun membawa bencana besar dalam kehidupanku.

Tanpa kusangka, Baekhyun setiap hari menjemputku sekolah. Mengantarku dengan sepedanya dan menjemputku saat pulang. Sebenarnya itu tidak masalah. Masalahnya ada pada mulut-mulut penghuni sekolah yang sekarang membuat diriku dan Baekhyun mendapatkan gossip buruk.

Bayangkan saja, mereka bilang jika aku hamil dan akhirnya mau menerima Baekhyun.

Bukankah itu gila?!!

Aku hampir saja melemparkan meja dan kursiku pada Kyung soo setibanya di kelas dan melihat si wajah polos itu sedang menulis PR dadakan di mejanya. Aku tahu bukan dia pelakunya, dia memang bermulut ember tapi hanya jika ada uang.

Aku langsung duduk di depannya sambil memutar kursiku. “Hei, Bocah!” sapaku. Kyung soo mendongak dan menatapku polos lagi. dia pikir mata bulatnya itu bagus untuk digunakan pada saat-saat seperti ini? dasar bocah gila!

“Apa? Kenapa kau memanggilku seperti itu??” Tanyanya datar dan kembali menulis. Saat itu aku baru sadar jika seluruh wajahnya kini di tempeli plester. Aku menghela nafasku dan berbisik, “Kau memang menyebalkan Kyung soo, Tapi kau tidak harus melakukan ini..”

“Aku sudah tidak punya masalah lagi dengan Baekhyun, tapi kau? Kau akan selalu berurusan dengannya. Pagi ini bahkan sudah ada 3 gossip berbeda dengan maincast kalian berdua.” Ujar Kyung soo santai.

“Apa itu? Apa seburuk minggu lalu??” ya, adakah yang lebih buruk dari gossip hamil??

“Mereka bilang Jin ri di campakkan Baekhyun dan dia menangis semalaman karna dia lebih memilihmu.. dan yang kedua-“

“Hei, bukankah itu terbalik?? Aku yang menangis semalaman! Bukan dia!” sergahku cepat.

“Aku tahu. Itu hanya gossip yang di buat orang-orang tentangmu. Dan yang kedua, mereka bilang kau pergi kecenayang agar Baekhyun menyukaimu..”

“MWO?? APA AKU GILA?!? SIAPA YANG MEMBUAT GOSIP ITU?! AKAN KUBUNUH DIA!!”

“Tenanglah, tidak perlu berteriak. Kau pikir ini tempat karaoke?kau mau tahu yang ketiga???”

“Iya, iya, IYA!!”

“Ada yang bilang, awalnya kau membenci Baekhyun yang terlalu baik. Tapi keadaan membuat semua berubah, perasaan itu muncul. Kau berubah juga karna itu. Dan suatu malam kejadian berat menimpamu dan Baekhyun hingga kalian berpisah karna egomu dan sifat terlalu baik Baekhyun tidak bisa mempertahankanmu. Dan kini Baekhyun mengejarmu..”

Aku langsung terdiam mendengar ucapan Kyung soo. Siapa yang tahu kisah kami sedetil itu? Aku bahkan tak menceritakan pada Kyung soo bagaimana aku menyukai Baekhyun. Apakah Sehun? Bahkan aku berbicara kasar padanya terakhir kali!

“Tapi itu hanya gossip kan? Aku yakin Baekhyun menciummu atau melakukan sesuatu padamu dan kau menyukainya. Ya kan?” ujar Kyung soo menyadarkanku.

“Tidak Kyung soo.” Aku terkekeh dihadapannya, “Gosip ketiga, yang baru kau ucapkan tadi. Itulah yang sebenarnya terjadi.”

**

Bencana itu kini menjadi cinta yang sebenarnya dalam hidupku.

Begitulah rasa yang kuceritakan pada kalian di awal cerita ini. rasa seperti di dorong beribu orang secara bersamaan. Dan anehnya, kau ingin merasakannya lagi. semua itu bukan rasa kebebasan, bukan kemegahan, apalagi rasa kasihan. Semua ini adalah cinta.

Bagaimana aku merasakannya pada Baekhyun saat dia menatapku di hadapan anak panti asuhan saat kami hendak bermain drama kami sendiri. Sebenarnya aku tidak perlu benar-benar tampil pada drama asli karna aku bermain drama dengan Baekhyun yang sesungguhnya sebelum Jin ri melakukan dengan Baekhyun yang berubah menjadi mongryong.

Bagaimana Baekhyun mengatakan di bawah pohon maple yang mulai beguguran di bulan oktober Saat pertama kali namja itu melihat wajahku karna semua teman namjanya memaksanya menemuiku. Terkejut, melihatku karna ia langsung jatuh cinta saat memandangiku dengan wajah ditekuk (bukankah ini aneh??)

Aku, yang berpura-pura kuat, berpura-pura baik-baik saja, baekhyun tahu semua itu. Dia tahu aku hanya berakting dan ia menangis karna itu. Karna egoku dan ia tak bisa berbuat banyak terhadap itu.

Bagaimana kencan pertama kami saat Sehun menyalakan lagu-lagu romatis di belakang kami dan tersenyum bodoh sambil berkata, “Maaf, aku mengikuti kalian.”

Dan bagaimana Kyung soo dengan sengaja memposting foto kami berdua yang sedang bersembunyi dari guru karna terlambat. Dia menulis di postingan itu, “Wah, terlambat juga bisa seromantis itu rupanya.” Bahkan aku bingung bagaimana dia bisa mengikuti kami di saat-saat seperti itu.

Semuanya di mulai dari awal. Baekhyun mengatakan jika malam saat Sehun diam-diam mengikuti kami itu adalah Kencan, dan aku mati-matian menyanggahnya. Walau dalam hati aku berteriak, “YA, ITU KENCAN. TAPI AKU MALU MENGAKUINYA!”

Aku mengutuk diriku sendiri untuk kesekian kalinya karna melanggar sumpahku sendiri untuk tidak jatuh pada Baekhyun lagi. sial, benar-benar sial menyadari jika sekarang Baekhyun selalu terlihat maklum saat aku berteriak, “AKU MEMBENCIMU!” dan berlari menghindarinya. Dia membuatku gila.

Dan satu lagi. dia selalu datang kerumahku. Pagi-pagi buta saat eomma masih memasak dan di pemabuk itu masih tidur (aku juga masih tidur), dia membantu eommaku dan mengajak serta Sehun sarapan dirumahku. Aku suka itu, tapi Baekhyun sepertinya tak takut pada si pemabuk dan malah membuat si pemabuk itu melupakan minumannya sementara saat ada Baekhyun yang sedang menceritakan kecerobohan Sehun dan membuat Sehun marah-marah tak jelas.

Aku yakin itu cerita paling membosankan di dunia ini. tapi anehnya, si tukang mabuk itu menyukainya.

Jin ri….

Aku benar-benar menyesal padanya karna Baekhyun dengan sopannya memintanya untuk tidak menemuinya lagi. jin ri menangis memang, tapi hanya satu hari. Setelah itu, ia kedapatan tengah menggandeng Jong dae si sutradara itu.

Sehun… dia tetap menjadi adik kesayangan Baekhyun yang belum mendapat pacar baru setelah Joon hee memutuskannya. Aku yakin Sehun tidak punya pacar bukan karna ia masih menyukai Joon hee. tapi ia masih suka dan menikmati dirinya yang sering kupanggil adik kesayangan Baekhyun yang juga merangkap sebagai perusak kencan.

Kini aku tertidur di hamparan rumput dibawah pepohonan musim semi yang diiringi angin segar yang berhembus pelan. Tak terasa satu tahun sudah berlalu. Dua bulan yang lalu aku sudah lulus dan kini tengah mempersiapkan diriku untuk ujian masuk perguruan tinggi. Aku membuka kedua bola mataku dan menengok kesamping. Baekhyun tengah memandangku dengan senyumannya, yang kubalas dengan senyumanku juga.

“Indah bukan??” tanyanya sambil memandangiku.

“Ya, sangat.” Aku memandang langit kembali.

“Jika menurutmu pemandangan yang sedang kita lihat di taman ini indah, menurutku apa yang sedang kutatap inilah keindahan yang sesungguhnya.” Aku terkekeh senang. Aku berbalik pada namja ini dan menangkupkan tanganku pada pipinya. “apa sebenarnya yang kau lakukan hah?aku tidak bisa membencimu.. apapun alasanya. Sebenarnya kau ini apa huh??”

“Aku??” tanyanya sambil tersenyum, “Aku Byun baekhyun yang mencintaimu.” Dan ia mengecup keningku, kedua belah pipiku, dan bibirku.

“Tapi aku tidak mencintaimu,” ujarku tiba-tiba dan membuat Baekhyun terhenyak, “Aku hanya tidak bisa membencimu, dan aku suka bersamamu.”

“Itu sama saja!!!” erang Baekhyun sambil beraegyeo. Aku tertawa dan mencubit pipinya.

“Tidak, cinta itu rasa ingin memiliki Baekhyun-ah. Cinta tanpa alasan, sedangkan aku punya..” bisikku lagi. apa namja itu tahu maksudku?? Maksud perkataanku.

“Apa alasanmu?” Tanya Baekhyun menjawab pernyataanku dengan suara rendah dan dalam. Lipatan kelopak matanya berkedip beberapa kali seperti kepakan sayap burung merpati putih dimusim semi. Bibirnya terbuka sedikit, dan kedua bola matanya jatuh lurus didepan milikku.

“Alasanku adalah dirimu. Mungkin ini berbelit, kau menyukaiku tanpa alasan tapi aku menyukaimu karna dirimu. Aku menerima segala kekuranganmu. Kebiasaan terjelekmu sekalipun. Sifat menyebalkanmu yang selalu bersikap baik dan senyuman indahmu yang kau bagi-bagikan secara percuma hingga aku rasa mungkin kau sudah membuang-buang barang yang harusnya kau berikan secara lebih padaku.”

“Jadi senyumanku bagus??” tanyanya dengan bibir terangkat. Kau benar Byunbaek, benar.

“Iya. Senyumanmu itu bagus, bahkan lebih bagus dari pada milik Kyung soo.”

“Tentu saja.. Kyung soo kan jelek.”

“Hei, dari mana kau belajar mengatai orang lain hah?” aku tertawa dan ia mengikutiku. Senyuman indahnya kini dihiasi bulan sabit yang berkilau di lipatan bola matanya. Byunbaek, kau sempurna.

tiba-tiba kami berhenti tertawa saat deringan ponsel Baekhyun berseru. Baekhyun mengecek ponselnya dan mengerutkan alis, “Hei, kenapa anak ini menelfon??”

“Siapa??” aku menengokkan kepalaku.

“Sehun.” Ujar Baekhyun singkat. Setelah itu aku membiarkannya mengangkat telfon dan berbicara pada Sehun. Dari nada Baekhyun sepertinya ia sedikit marah karna Sehun menelfonnya disaat-saat seperti ini. aku tergelak. Jadi, aku terkena sisi positif Baekhyun sedangkan namja itu terpengaruh sifat jelekku??

Saat aku hendak menguping ternyata Baekhyun sudah selesai dan menghadapku lagi. akupun bertanya, “Kenapa Sehun menelfonmu??”

“Dia menanyakan PR padaku. Seharusnya dia tahu kapan sekarang ini. ini sudah jam 8 pagi, bagaimana bisa ia menanyakan PR di jam seperti ini??”

Aku tersenyum dan teringat Kyung soo, “Mungkin dia akan menjadi penerus Kyung soo.”

“Benarkah?? Oh, tidak apa-apa kalau begitu. Sekarang dia kuliah di bidang hukum kan?? Walaupun ia suka menulis PR dadakan..”

“Semoga Sehun mendapatkan gadis yang lebih baik daripada yang kau dapatkan.”sahutku tiba-tiba dan membuat Baekhyun yang awalnya ingin mengoceh panjang lebar langsung menatapku dan mengerucutkan bibirnya.

“Apa maksudmu?? Lebih baik darimu? Apa dia menginginkan bidadari dari surga?? Tidak ada yang lebih baik dari pada seseorang yang mau berubah dan menghapus semua kenangan buruk hanya demi seseorang yang mencintainya, bukan begitu?”

“Kau sekarang pandai berbicara.” Sungutku, “Lebih baik sekarang kau ikut Kyung soo menjadi pengacara saja dari pada menjadi dokter.”

“Kau ini ada-ada saja. cham.. aku jadi teringat masa lalu.” Ujar namja itu sambil tersenyum misterius.

“Ingat tentang apa??” aku mengangkat alisku.

“Satu tahun yang lalu. Waktu yang harusnya kita gunakan untuk belajar mati-matian. Ternyata satu tahun yang lalu itu adalah awal dari kehidupan baruku. Aku tidak menyangkanya.. kau tahu, bahkan aku lupa jika aku punya motor dan terus mencuri sepeda Sehun untuk menjemputmu.”

“Mwo? Kalau begitu kenapa kau tidak menggunakan montormu sekarang?? Kau terus menaiki sepeda Sehun sekalipun sudah kuliah. Bukankah lebih romantic jika naik montor?? Kau ini!!” seruku sambil meninju lengannya. Baekhyun mengerang sebentar sambil tersenyum jail.

“Montor itu terlalu cepat.. aku juga tidak bisa merasakan pelukanmu untuk waktu yang lama. Lalu.. jika kau mengoceh, akan sulit mendengarnya..”

Aku bersungut marah dan mencubit perut namja itu. Satu tahun yang berarti bagiku, aku bukanlah orang yang baik, aku dulu adalah berandalan sekolah yang kini sudah menjelma sebagai.. pendamping seorang namja berwajah malaikat bernama Byun Baekhyun.

END

Epilog

“Byun baekhyun adalah pacarku, aku mengenalnya setahun yang lalu di pintu kelas. Dia berwajah tampan (tentu saja) dan berhati baik. Dia sangat berarti bagiku. Saat ia melantunkan suara lembutnya itu rasanya seperti semua mimpi indah yang tersimpan indah di memoriku perlahan muncul satu persatu dan membuatku tak bisa berhenti tersenyum. Dia matahariku, segala-galanya.”

“Baekki-ah, apa kau punya pacar?”

“Tentu saja.”

“Siapa dia??”

“Haruskah aku memberitahumu?? Kenapa kau sangat ingin tahu?”

“Setahuku, gadis yang bercerita tadi tidak bilang jika kau secerewet ini.. -__-“

“Lalu apa masalahmu?”

“ah, sudahlah jika kau tidak mau memberitahukannya.”

“Hei, jangan marah dulu.. aku akan menjelaskannya oke? Pacarku adalah gadis yang sedang bercerita tadi. sstt.. jangan bilang siapa-siapa, atau kau akan ku ikat dan kumasukkan gudang bersama Kai.”

“Ah, aku mengerti. Memangnya kenapa kau menyukai yeoja ini? (sambil menunjuk kedepan).”

“Aku menyukainya, dan dia juga menyukaiku. Kau tidak boleh mengganggu kami titik.”

 

n/b: mian jika jelek.. beberapa quotes saya copas dari berbagai sumber. Mulai dari admin social media, film dan lagu.. mian jika ff saya terlalu aneh.. saya juga aneh kok, santai saja. sebagai readers tahukan rulenya?? Read-like-comment. Dan saya mohon komen yang membangun, banyak tulisan saya yang masih salah dan saya akan sangat-sangat berterimakasih jika ada yang mau mengoreksi. Annyeong! *bow bareng exo.

 

6 pemikiran pada “It’s gonna be Love (2/2)

  1. Akhirnya… Happy ending juga….
    Aku paling suka waktu dia cerita kyungsoo yg foto bbh-oc yg sembunyi dri guru karna terlambat… Ternyata terlambat bisa romantis juga yah? Kkk~
    Jadi bbh punya motor? Ckckck… Gara2 mau lebih lama dipeluk jdi lbih baik naik sepedanya sehun…
    Aku beneran suka nih ff!
    Keep writing! Bikin ff yg manis kyak ini lagi yah thor… Fighting!!! ^_^)9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s