The Spy Next Door (Prolog)

The Spy Next Door (Prolog)

Title                 : The Spy Next Door

Title chapter    : Prolog

Author             : Kim Hyun Na a.k.a Fidya Amelia

Main cast         : Huang Zi Tao, Kim Hyun Na, Kim Jongin

Genre              : Action, Friendship

Length             : Chaptered

Rating                         : General

Disclaimer       : famelia28.blogspot.com

 

Di Minggu sore tampak banyak orang lalu lalang di sebelah rumah. Sepertinya tetangga baru. Eommareul yang kepo ikut melihat ingin tahu siapa tetangga di sebelahku termasuk nae eomma. Aku hanya mengikuti eomma sampai pagar. Kulihat tetangga baruku yang baru sampai itu sedang memindahkan barang-barangnya ke dalam rumah barunya dari truk. Aku celingukan ingin tahu siapa yang menjadi tetangga baruku. Sepertinya keluarga itu ada empat orang. Yang kulihat ada ahjussi, ahjumma, oppa dan yeoja saengie. Dan kurasa yang lainnya seperti supir truk dan teman supir. Tapi aku tidak melihat dengan seksama setiap orangnya. Karena mereka terlihat sangat sibuk mengangkat barang sehingga aku hanya melihat punggung-punggung mereka.

 

*****

 

“Omona! Aku sepertinya akan terlambat di hari pertamaku. Aku belum tahu kelasku dimana. Aku hanya tahu jika aku di jurusan IPA tapi kelasnya ‘kan aku belum tahu. Oh, ayolah! Aku harus segera sampai.”, berulangkali aku menengok jam tanganku dan berusaha menahan kakiku yang tidak bisa diam di bangku belakang bus. Ingin sekali rasanya aku lari agar sgera sampai di sekolah.

Drrt..drrt…

Kubuka pesan masuk di cellphoneku.

From : X-11 Baekhyun

 

            Neo, na, Hyu Rin, Nana, Sehun, Luhan di XI-IPA 4

            Dari Hyu Rin

 

Maksudnya? Aku di IPA 4? Tapi dibawahnya ada tulisan dari Hyu Rin. Aku segera menanyakan pesannya yang aku belum mengerti. Sedari tadi di bus aku mengirimkan pesan pada teman-temanku untuk melihatkan daftar kelas dimana aku ditempatkan dengan tujuan bila terlambat nanti aku tidak salah masuk kelas. Dan sekarang aku menunggu lama balasan teman-temanku. Ayo balas!

 

*****

 

Sesampainya di sekolah…

“Lucky, aku tidak terlambat.”, aku menghela napas untuk memulihkan kembali pernapasanku yang tak menentu setelah berlari menyeberangi jalan raya.

“Master!”, sepertinya aku tak asing dengan suara itu. Aku mencari sumber suara.

“Kau sekelas denganku di IPA 6.”, katanya bersemangat.

“Oh ya? Tapi tadi Baekhyun mengirimiku pesan seperti ini.”, sambil kutunjukkan pesan yang kumaksud.

“Oh, kurasa itu pesan dari Hyu Rin untuk Baekhyun yang lalu meneruskannya padamu. Apa kau menanyakan kelasnya juga sebelumnya?”, tanya Ryu Ri kembali padaku.

“Oh, iya juga. Mengapa belum terpikirkan olehku sebelumnya. Hehe.”, aku hanya bisa meringis tanpa dosa teringat kembali pesan-pesan yang kukirimkan sewaktu di bus tadi.

Kriiinng…

“Ayo, masuk! Pintu kelas sudah dibuka. Master, kamu jangan jauh-jauh dari bangkuku, ya!”, pintanya yang mana aku hanya membalas diam dan mengikutinya masuk ke kelas. Dan lagi aku belum terbiasa dengan sebutan ‘Master’ di kelas baru ini.

 

*****

 

Aku berjalan sangat pelan seperti siput. Mencari bangku yang ingin kududuki. Semua teman baruku menyerobot sehingga aku agak terhuyung. Mereka tampak bersemangat berebut bangku yang akan mereka duduki. Beda denganku yang tak peduli akan duduk dimana.

“Master, sini! Di belakangku!”, teriak Seul Gi yang duduk di sebelah Ryu Ri.

Aku segera menghampirinya. Tapi mendadak kulihat ada dua anak yang langsung menempati bangku yang disediakan Ryu Ri dan Seul Gi untukku.

“Ini bangku Hyun Na. Jangan diduduki!”, larang Krystal yang berada dibelakang kedua anak itu.

“Siapa cepat dia dapat.”, balas anak baru itu tak mau kalah.

Aku sedari tadi hanya menyaksikan teman-temanku yang memperebutkan bangku demiku. Dan akhirnya mereka terlihat kecewa.

“Master, sih kurang cepat!”, sentak Ryu Ri padaku.

“Ya, appo! Aku duduk dimana saja itu bukan masalah.”, jawabku tak terima.

“Master, gwaenchanayo? Hanya tersisa dua bangku di belakang.”, tanya Krystal dengan perasaan kecewa.

“Ne. Nan gwaenchana.”, dan segera kuletakkan ranselku dan duduk.

Jam pertama pun dimulai dan aku belum mengenal seluruhnya teman-teman baruku. Hanya teman-teman lamaku dari X-11. Seonsaengnim sudah masuk kelas. Tanda kegiatan belajar mengajar dimulai. Seonsaengnim memperkenalkan dirinya yang bernama Taeyeon Seonsaengnim. Beliau adalah guru Fisika. Setelah itu beliau mendata kehadiran murid-murid di kelas tersebut. Saat akan mulai mengajar, terdengar ketukan yang membuat pandangan semua makhluk di ruangan tersebut tertuju pada asal ketukan.

Ada seorang lelaki jangkung mengetuk pintu yang kontras menghentikan semua kegiatan yang ada di ruangan tersebut. Kedatangannya membuat kami diam dan menatapnya penuh ingin tahu. Setelah dipersilahkan Taeyeon seonsaengnim, dia berjalan menghampiri beliau lalu berdiri di depan kelas dan memperkenalkan dirinya.

“Annyeong haseyo! Huang Zi Tao imnida. Panggil saja aku Tao. Aku pindahan dari China. Bangapseumnida!”, dia memperkenalkan dirinya diakhiri dengan memberi salam bungkuk pada seluruh makhluk di kelas itu.

Setelah itu, kulihat dia berjalan ke arahku. Aku menyadari bahwa hanya tersisa satu bangku yaitu di sampingku. Aku hanya datar melihatnya. Lalu dia duduk di sebelahku.

“Huang Zi Tao.”, dia mengulurkan tangannya padaku.

Kubalas dengan uluran tanganku, “Kim Hyun Na.”

 

>>> To Be Continued <<<

 

NB : Ff ini juga sudah saya posting di blog <a href=’http://famelia28.blogspot.com/2014/06/the-spy-next-door.html‘>famelia28.blogspot.com</a> . Selamat berkunjung dan jangan lupa reply, comment, like! ^^

 

Iklan

9 pemikiran pada “The Spy Next Door (Prolog)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s