2Chan (Romantic 27th )

Title: 2Chan (Romantic 27th )

Author: Kim Ria

Genre: Romance

Length: Oneshoot (Series)

Ratting: Teen

Main Cast: Park Chan Yeol | Kim Mii Hwang (Miichan)

FanFiction: Phobia | Hot Chocolatte

Drap!Drap!Drap!Drap!

Terlambat,terlambat..Mati sudah aku.Kenapa juga harus bangun jam 8 tepat?!! Batin Miichan sambil berlari secepat mungkin ke kelasnya. Minggu ke 3 di sekolah baru, sudah terlambat seperti ini. Saat berlari tak jarang juga Miichan berpapasan dengan guru, membuatnya harus membungkuk memberi hormat dan teguran kecil saat melewati kelas-kelas yang sedang melakukan KBM nya karena langkahan kakinya sangat mengganggu. Dan akhirnya sampailah ia di kelasnya, tidak lebih tepatnya di depan guru pelajaran sejarahnya.

Mata Miichan terbelak saat pak Daesuk sudah berdiri di ambang pintu menatap tajam ke arah Miichan sambil membawa tongkat kecil yang mirip tongkat sihir dalam cerita fiksi yang biasa ia bawa untuk mengajar. Miichan menelan ludahnya dengan berat.

Tuk!

Pak Daesuk memukul kepala Miichan dengan tongkatnya dengan keras. Miichan hanya diam dan menutup matanya saat kepalanya di pukul dan menundukkan kepalanya dalam, sama sekali tak berani menatap wajah gurunya.

“Kim Mii Hwang…” pak Daesuk menyebut nama Miichan dengan suara yang mengerikan. Dengan takut-takut Miichan mengangkat wajahnya.

“Eee..Ne..?” jawab Miichan dengan bergetar, ia benar-benar takut sekarang.Pak Daesuk menatap Miichan dengan tajam lalu menarik nafas dalam dan,

“CEPAT PERGI KE PERPUSTAKAAN! KAU TAK DAPAT MATERI SEJARAH HARI INI! KAU HARUS BELAJAR SENDIRI!!” serunya, Miichan langsung terbelak dengan mulut yang menganga. Mendengar teriakan itu, tak ada waktu banyak lagi untuk terkejut, dengan terburu-buru ia membungkuk kepada pak Daesuk lalu berlari secepat mungkin ke perpustakaan sekolah yang ada di luar gedung kelas.

Sementara para siswa yang ada di dalam kelas, memperhatikan baik-baik adegan tadi. Membuat beberapa dari mereka tertawa melihat Miichan yang dihukum dan kalang kabut saat berlari ke perpustakaan. Dan hal itu membuat para siswa lain tidak melanjutkan pekerjaan yang ditugaskan oleh gurunya. Pak Daesuk berbalik badan sambil memasang mata tajamnya yang mengerikan.

“CEPAT SELESAIKAN!”

########

Ini adalah sesi perkenalan, Kim Mii Hwang. Atau bernama kecil Miichan. Nama panggilan Miichan sangat pantas untuknya yang ceria, nama panggilannya sejak kecil dan masih ia gunakan sampai sekarang.Alasan di pilih nama Miichan sebagai nama panggilan ,karena nama Miihwang itu terdengar cantik dan orang yang lembut, pendiam. Sedangkan Miichan terdengar sangat lucu dan cocok untuk sosoknya yang ceria dan selalu tersenyum lebar jika ia senang dengan sesuatu.

MiiHwang atau Miichan, seorang yeoja 14 tahun yang masuk dalam bangku kelas 1 SMA. Ceria, dan pandai. Ia masuk peringkat 3 besar dalam kelas, walaupun bukan paralel. Tapi kelas 10-1 adalah kelas unggulan. Selain pandai dalam pelajaran, ia juga pandai di bidang masak memasak.

Mungil dan terpendek di kelas, dan dia adalah bayi di kelasnya. Karena paling muda dan menurut teman-temannya, Miichan sangatlah imut dan menggemaskan.

Seorang anak tunggal, ayahnya pekerja kantoran dan ibunya menjaga toko kue keluarganya dan sebagai ibu rumah tangga.

#######

Di dalam perpustakaan, Miichan terlihat sangat serius saat belajar sendirian di sana. Membaca dengan teliti yang ada di dalam buku lalu menyalin di buku tulisnya, hanya bagian yang baginya penting saja. Dan tak lupa mengerjakan bagian kumpulan soalnya.

“Ah.. Tanganku pegal..” keluh Miichan sambil merenggangkan kedua tangannya. Lalu kembali melanjutkan hukumannya, belajar di perpustakaan.

Bruuuk!!

Miichan menoleh ke arah sumber suara tersebut. Setumpukan kertas, arsip dan buku yang di letakkan seorang yeoja dengan keras. Miichan mengangkat kepalanya dan menatap wajah yeoja itu, yang kini sudah duduk berada di sampingnya.

“Mwo? Seoyoon Eonni! Ada tugas kah dari pak Daesuk sebanyak ini?” tanya Miichan.

“Hm? Ani..Ini berkas dari anak-anak klub basket.” Jawab Seoyoon sambil mengecek setumpuk kertas itu. Miichan hanya memperhatikan dengan heran, dan yang ada di pikirannya adalah, Sejak kapan pelajaran sejarah di perbolehkan keluar kelas? Pikir Miichan. Sedang asyik melamun Seoyoon diam-diam memperhatikan wajah Miichan yang sangat lucu saat berpikir. “Ya~ Apa yang kau pikirkan eo?” tanya Seoyoon sambil tertawa.

“Eung..Apa ini sudah istirahat?” tanya Miichan dengan polos. Mendengar pertanyaan aneh itu, membuat Seoyoon harus memegangi perutnya karena menahan tawa.

“Hmppff…Kau ini!…Apa kau tak dengar dari speaker yang ada di perpustakaan??” Miichan hanya diam dan menggelengkan kepalanya dengan wajah tanpa dosa.

Miichan membereskan buku pelajarannya dan memasukkannya ke dalam tas. Lalu bertopang dagu, memperhatikan Seoyoon yang sangat sibuk dengan semua berkasnya itu.

“Eonni…Manajer klub basket ne?” tanya Miichan, dan hanya di jawab Seoyoon dengan anggukan kepala. “Kertas sebanyak itu…Untuk apa?” tanya Miichan semakin mendekati Seoyoon untuk melihat isi berkasnya.

“Ini? Untuk di setorkan pada kepala sekolah. Karena, seminggu lagi akan ada kompetisi olahraga antar sekolah.” Jawab Seoyoon. Miichan menganggukkan kepalanya, dan masih penasaran dengan tumpukan kertas yang banyak itu.

“Eonni….Boleh aku lihat kertasnya itu?” pinta Miichan. Seoyoon melirik ke arah Miichan yang masih dengan mata berbinar menatap tumpukan kertas yang di pegangnya. Sambil membuang nafasnya, Sooyeon memberikannya pada Miichan. “Ah..Gomawo.”

Miichan menaruh tumpukan kertas itu di atas meja dan membaca satu per satu isinya. Oh..Profil anak klub basket.. Miichan membaca satu persatu profilnya, yang ia fokuskan adalah nama dan kelas dari anggota klub basket itu. Dan mata Miichan membulat saat ada yang satu kelas dengannya. Pp…Park..Chan Yeol, kelas 10-1 ? batin Miichan. Karena senang ternyata ada yang satu kelas, ia membaca semua profilnya. Karena terlalu bersemangat, Miichan sampai tidak memperhatikan foto Chanyeol yang ada di kertas itu. Miichan menaikkan alisnya saat membaca tingginya, Eish..Aku pasti pendek sekali jika berjejer dengan orang ini. Batin Miichan sambil memegangi kepalanya dengan tangan kirinya.

****

Pulang lebih lama dari biasanya karena terlibat dalam rapat pengurus kelas, mendapat hukuman tak menjadikan yeoja kecil berumur 14 tahun ini merasa terbebani. Mau pulang pukul berapapun, ia pasti menyempatkan diri untuk jajan di kedai yang ada di pinggiran kota. Dan duduk manis menunggu bus di halte, menikmati kepadatan di kotanya, sambil bersenandung kecil lagu yang ia tahu.

“Lalalala..Hmmm…” Miichan memainkan kakinya. Ia melihat ke bawah memperhatikan kedua kakinya yang bergerak ke depan dan kebelakang. Ia terkejut saat ada 2 kaki yang lebih besar ada di samping kanannya. Siapa? Pikir Miichan.Kepalanya bergerak ke atas perlahan dan pipinya langsung bersemu merah saat melihat namja yang tingginya sangat berbeda darinya. Ttt..Tampan sekali…batin Miichan yang masih memperhatikan namja di sampingnya yang masih melihat lurus kedepan.

Ternyata pulang terlambat hingga pukul 7 malam ada baiknya bagi Miichan. Buktinya ia bertemu orang yang tidak pernah ia temui sebelumnya di halte, apalagi ia namja dan hanya berdua saja. Miichan mengerutkan alisnya saat menyadari jika namja itu berseragam sama dengannya dan jika dilihat-lihat ia pernah melihat wajah namja itu.

Merasa ada yang janggal, Chanyeol menolehkan kepalanya ke arah Miichan. Ia tersenyum karena ia baru sadar jika penghuni halte bus lain adalah teman sekelasnya, Dia Kim Mii Hwang kan?

“Hai.” Sapa Chanyeol. Miichan tersadar dari lamunannya dan mengerjapkan matanya lalu menatap wajah Chanyeol yang sedang tersenyum ramah menyapanya. Mulutnya sedikit menganga, pipinya memerah dan jantungnya berdegup tidak karuan.

“Aaa..Hai.” jawab Miichan dengan gelagapan dan wajahnya terlihat sangat kikuk. Chanyeol tertawa kecil dengan menutup mulutnya dengan tangan kanannya.

“Hmmpf…Apa kau tak sadar jika kita satu kelas?” kata Chanyeol. Miichan semakin bingung dengan pikirannya tentang namja itu.Satu kelas? Memang siapa? Pikir Miichan. Alisnya naik turun dan dahi berkerut, tak mengerti dengan omongan Chanyeol. Chanyeol menghela nafasnya panjang. “Hhh…Aku Park Chan Yeol, Chanyeol. Apa kau tak mengenalku di kelas?” tanya Chanyeol. Bibir Miichan langsung membentuk huruf ‘o’ kedua alisnya ternagkat dan matanya menjadi terlihat lebih besar dan bulat. Jari telnjuk kanannya menunjuk Chanyeol.

“Ah! Cahnyeol Oppa! Anak klub basket yang tinggi besar itu!” pekik Miichan dengan lugu. Chanyeol membulatkan matanya saat mendengar perkataan Miichan. Aigoo..Dia, jujur sekali? Batin Chanyeol saat merasa sedikit risih dengan kata ‘besar’ yang diucapkan Miichan. Menyadari ucapannya salah, Miichan langsung menutup mulutnya dan mengubah posisi duduknya menjadi membelakangi Chanyeol. Aigoo..Bodoh sekali!! Miichan mengomeli dirinya sendiri lalu memukul-mukul kepalanya dengan tangan kanannya. Chanyeol hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.Dasar lugu.

***

Seminggu kemudian, sekolah Miichan meliburkan siswanya, karena lapangan basket sekolahnya di gunakan untuk kompetisi olah raganya.Tak hanya orang umum saja yang melihat kompetisi itu.Walaupun libur, masih banyak siswa yang masuk untuk melihat dan memberi semangat. Salah satunya, Miichan. Dia terlihat seperti anak hilang, karena saat ia masuk sekolah. Miichan sama sekali tak menemui teman sekelasnya, kepalanya celingukan mencari teman di tengah-tengah keramaian. Ia menyedot milkshakenya sendirian sambil berjalan menuju lapangan basket.

“Miichan!!!” terdengar suara orang memanggil namanya. Miichan berbalik badan dan tersenyum lebar saat melihat jika ada 1 teman sekelasnya di dekatnya. Cepat-cepat Miichan berlari ke arahnya. “Mwo? Kau sendiri juga?” Miichan menganggukkan kepalanya.

“Haahh..Ne…. Apa oppa juga mau menonton basket?” tanya Miichan. Baekhyun menganggukkan kepalanya.

“Chanyeol yang memintanya. Apa kau tak yakin tidak ada anak lain?” tanya Baekhyun sambil menoleh pada Miichan yang tengah menyedot milkshakenya yang tinggal satu sedot lagi. Miichan menoleh dan menjawab pertanyaan Baekhyun.

“Hhhh… Jika ada, aku tak akan susah payah ke lapangan basket bersamamu.” Baekhyun membulatkan matanya mendengar jawaban Miichan. Ia menjitak kepala anak yang sudah jelas dari perbedaan usianya itu.

“Ya! Jaga ucapanmu!” omel Baekhyun. Namun Miichan tak mau kalah dengan namja yang ada di sampingnya itu, ia menjulurkan lidahnya dan menatap tajam Baekhyun seolah tak takut dengan jitakan Baekhyun.Tak tahan dengan sikap Miichan, Baekhyun berdiri di hadapan Miichan dan mencubit kedua pipi Miichan dengan amat keras.Saking gemasnya dengan tingkah Miichan.

“Eit,eit,eit,eit! Ya!!” Miichan membuang tangan Baekhyun yang mencubit pipinya hingga merah. Miichan mengusap-usap pipinya, kepalanya menunduk dan mimiknya menjadi jauh berbeda dengan yang tadi.Miichan menekuk wajahnya menandakan jika ia benar-benar kesal dengan Baekhyun.

Melihat Miichan berubah, Baekhyun menjadi tidak enak. Ia menghibur Miichan dengan merangkulnya dan mengajaknya ke lapangan basket bersama.

“Ah..Hahahaha…Kajja…Nanti kita terlambat.Hahaha…”

Lapangan basket, inilah yang menjadi tempat Miichan dan Baekhyun sekarang.Dan ternyata mereka terlambat 5 menit untuk melihat pertandingan basket sekolahnya.

Dengan tak bersemangat, Miichan duduk, bertopang dagu dan memperhatikan pertandingan itu. Tidak, ia memperhatikan Chnayeol. Memperhatikan satu orang, bagi Miichan seperti dunia yang waktunya berhenti. Ia sama sekali tak menghiraukan semuanya, teriakan penonton, mc dari pertandingan itu, Baekhyun, semuanya seolah tak ada. Dan itulah yang membuat Miichan bingung, dengan perasaannya sendiri. Ia memikirkan itu sambil terus memperhatikan Chanyeol, kemanapun ia berlari. Miichan selalu memperhatikan dengan detil.

Apa benar aku seperti ini karena jatuh cinta pada pandangan pertama? Secepat itu kah? Apa iya, jika ini bukan suka atau kagum? Pikir Miichan. Mencoba mencari tahu sendiri.

Dan tiba-tiba, matanya membulat saat Chanyeol mulai mendekati wilayah lawan dengan cepat dan reaksi Miichan menjadi lebih cepat dari yang lain.

“Wuaa~!!! Chanyeol oppa!! GOAL!!!” Miichan berdiri, dan berseru smabil bertepuk tangan di saat yang lain hendak berteriak Miichan sudah mendahului. Dan membuat suasana hening sesaat di lapangan basket yang luas itu. Barulah semuanya berdiri dan bersorak. Karena masih dalam posisi berdiri dengan pipi memerah dan matanya masih menatap Chanyeol, ia dapat mengetahui jika Chanyeol juga sedang melihat ke arahnya karena efek Miichan berteriak paling keras tadi.

Menyadari jika saling bertatapan, seketika tubuh Miichan kaku dan jantungnya berdegup lebih kencang, terlebih saat Chanyeol melempar senyumnya sesaat sebelum kembali berlari. Sekejap Miichan merasa seluruh tubuhnya meleleh. Mungkin iya, ini bukan sekedar suka… Waaa?

***

Miichan membuka selimutnya. Ia sama sekali tidak bisa tidur. Miichan memperhatikan kesekeliling kamarnya, dan berhenti pada kalender. Miichan bangun dari tidurnya dan duduk di ranjangnya.Lalu Miichan menjatuhkan tubuhnya di ranjangnya. Lalu memiringkan posisi tidurnya. Dan tersenyum-tersenyum sendiri seperti orang tidak waras, sambil membayangkan wajah Chanyeol.

“Euuhhmm….Aku ingin berbuat sesuatu untuknya…Tapi apa?” Miichan berpikir, dan mencoba dengan keras untuk menguras isi kepalanya untuk mendapatkan ide. Di tatapnya langit-langit kamarnya, dan sebuah ide akhirnya melintasi di kepalanya. “Ne, pengemar rahasia, seperti di novel yang pernah kubaca itu…” Miichan tersenyum lebar saat mendapat ide dari novel yang pernah ia baca sebelumnya.

***

April 4th

Pukul 06.00, biasanya Miichan baru saja selesai mandi. Tetapi sekarang? Ia seperti pencuri yang mengendap-endap ingin mencuri saat ke loker kelasnya. Mencari loker Chanyeol, yang katanya bersebelahan dengan loker milik Seoyoon. Miichan menoleh ke sana-kemari untuk memastikan jika keadaan benar-benar aman.

Lagipula, masih sedikit sekali yang berangkat dan sampai pada pukul 6 tepat. Lorong juga terlihat menyeramkan karena tidak ada yang melewati atau sekedar berkumpul, hanya Miichan yang melewatinya.

“Aman…” Dengan hati-hati, Miichan membuka pintu loker milik Chanyeol. Dan meminimaliskan bunyi deratannya. Setelah terbuka sempurna, matanya membulat sempurna. Loker Chanyeol…Sangat rapih dan bersih, dalam bayangan Miichan akan berisi banyak barang aneh dan mungkin sepatu kotor? Atau..Hadiah dari penggemar lain? Miichan hanya mengangkat bahu lalu ia membuka resleting tas ranselnya. Mengeluarkan surat yang di dalamnya ia masukkan gantungan berbentuk bola basket.

Miichan memasukkan surat itu ke dalam loker Chanyeol. Ia sempat tersenyum simpul melihat suratnya di sana. Semoga oppa senang membacanya.

***

Chanyeol menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Ia masih membaca surat yang ia temukan di lokernya pagi tadi.

Sambil berjalan pulang, ia terus membacanya. Mencoba mengenali tulisan pemilik tulisan pada surat tersebut. Tetapi, ada alasan lain ia terus mengulang membaca surat yang baru ia baca semenjak pulang sekolah tadi. Yaitu, ia suka dengan yang ditulis si pengirim.Ia tak terlalu peduli dengan tujuan awalnya, yaitu mencari tahu tulisan siapa yang ada di suratnya.

Chanyeol oppa,

Aku kagum padamu. Kau sangat hebat saat bermain basket! Kau terlihat sangat keren, dan juga sangat hebat! Kau juga tampan , pintar dan ramah ^^ Aku suka menulis surat dan ini surat pertamaku. Semoga kau senang membacanya.Aku juga memberi gantungan kunci….Maaf jika sangat kecil..T.T Hihi..

Gomawo oppa sudah mau membacanya ^^ Semangat untuk pelajaran ne? Semangat untuk klub basket mu! (^0^)9

‘Semoga kau tetap sehat :D’

~Chan 10-1

Chanyeol tersenyum saat membacanya, untuk ke-5 kalinya. Ia kembali melipat kertasnya dan memasukkan ke dalam saku celananya. Dan merogoh saku celana yang lain, dimana ia menyimpan gantungan kuncinya. Ia menatap gantungan bola itu sambil tersenyum. Sebuah bola basket yang tengah tersenyum, memang kecil. Karena kecil itu terlihat sangat lucu dengan mata dan mulut yang tersenyum.

“Hhh….Aku tidak tahu siapa yang memberikan suratnya tapi,..Kata-katanya sangat lucu.Apakah orang yang memberiku gantungan ini…Seimut dengan bola basket ini?” Chanyeol berbicara sendiri kepada gantungan bola basket itu. Chanyeol menggenngam gantungan itu lalu memasukkan pada saku celananya.

******

July 27th

Sejauh ini, pekerjaan rahasia Miichan berjalan lancar tanpa ada ayang menghambat dan yang tahu.Begitu juga dengan Chanyeol sendiri, ia sama sekali tak curiga dengan bocah cilik ini. Mungkin ia berpikir, jika anak 14 tahun tak mungkin membuat surat dengan kata-kata manis dan memberikan hadiah-hadiah yang bagus.

Miichan sering kesal jika ada yang memberi hadiah pada Chanyeol selain dirinya. Miichan selalu mengambil hadiah itu lalu membawa pulang untuk di buka, jika makanan biasanya ia makan dan jika itu barang ia merusaknya terlebih dahulu baru membuangnya. Baginya hal seperti ini hal yang bagus, dan dia harus egois untuk hal seperti ini. Egois untuk mendapat yang ia mau, walaupun itu curang.

Hhhh… Bukankah itu lebih tepat sebagai hal yang tak penting? Membawa pulang hadiah orang lain dengan tidak sopan. Iitu sangat konyol.

Dan hadiah untuk Chanyeol hari ini, Miichan membawa coklat buatannya sendiri.Coklat dengan kacang almond dan cream putih yang Miichan yang dibentuk menjadi mawar kecil. dengan bentuk hati. Walaupun bukan hari ‘valentine’ memberi coklat di bulan Juli tidak salah kan?

Brak!

Miichan menutup pintu loker Chanyeol dengan keras. Miichan menarik nafasnya sejenak lalu menhembuskannya dan berbalik arah. Matanya membulat saat melihat ada namja di depannya, Miichan mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah dari namja di hadapannya. Wajahnya langsung memerah padam, dan rasa untuk salah tingkah mulai mendominasi Miichan.

“Apa yang kau lakukan di depan lokerku?” tanya Chanyeol dan wajahnya terlihat sedikit kesal.Beruntungnya Miichan adalah, Chanyeol datang ke lokernya dan hanya melihat Miichan mneutup lokernya, dansama sekali tak meihat adegan sebelumnya. Miichan menelan ludahnya sesaat dan berpikir keras untuk mencari alasan.

“Loker Chanyeol oppa? Apa benar?” Miichan berpura-pura terkejut lalu membuka pintu loker Chanyeol seolah memastikan jika itu bukan loker Chanyeol. “Mwo..Benar, hehehe…. “ Miichan menyengir sambil menggaruk-garuk kepalanya. Chanyeol berdecak lalu menghela nafas.

“Kau mencari loker siapa memangnya?” tanya Chanyeol.

“Eee..Seoyoon Eonni, apa oppa tahu?” Jari telunjuk Chanyeol langsung menunjuk pintu loker yang ada di samping kanan loker miliknya. Miichan menoleh lalu hanya menganggukkan kepalanya dengan polos. Miichan bergeser 3 langkah ke samping kanan agar Chanyeol bisa membuka lokernya. Dan Miichan hanya membuka pintu loker milik Seoyoon dan seolah memeriksa sesuatu di dalamnya lalu menutupnya lagi.

Miichan masih berdiri di sana menunggu Chanyeol. Berharap jika namja itu bertanya lagi padanya. Karena Miichan belum pernah berbicara Chanyeol seperti ini, selama ini.

“Ya, apa yang kau lakukan di situ?” tanya Chanyeol sambil menutup lokernya dan membawa kotak coklat yang Miichan berikan padanya. Miichan senang saat melihat Chanyeol mengambilnya, dan ia mencoba sebisa mungkin menahan rasa senangnyar tidak keluar.

“Mm..Kotak apa itu?” tanya Miichan sambil menunjuk kotak yang di pegang Chanyeol.Berpura-pura tidak tahu tentang coklat itu. Chanyeol mengangkat bahunya.

“Entah, tapi aromanya…Ini..Adalah coklat.” Jawab Chanyeol datar lalu berjalan memasuki kelas. Miichan masih mengikuti Chanyeol di belakang, ia tak mau menyerah. Ia ingin bisa mengobrol banyak dengan Chanyeol selagi sekolah masih sepi.

“Coklat dari siapa? Apa oppa tahu?” tanya Miichan dengan nada polosnya. Chanyeol berhenti melangkah lalu membuka kotak itu sementara Miichan memperhatikan Chanyeol sambil tersenyum.

“Mmm….Chan. Kau tahu orang bernama Chan?” tanya Chanyeol. Miichan langsung menggelengkan kepalanya.

“Kakak kelas mungkin, bukankah kakak kelas yeoja banyak yang bernama dengan kata Chan?” Miichan menjawab tanpa mengaku, mana mungkin jika ia menjawab itu adalah dirinya.

“Sicca? Tapi orang menuliskan kelasnya. 10-1.” kata Chanyeol sambil terus memperhatikan coklat itu. Miichan yang sudah mulai lelah dengan pertanyaan-pertanyaan biasa yang Chanyeol lontarkan, ia langsung pergi masuk ke dalam kelas mendahului Chanyeol.

Chanyeol sendiri tak mempedulikan perginya bocah kecil yang berdiri di sampingnya tadi. Jika ia jujur tentang Miichan, ia ingin sekali meremas tubuh kecil Miichan yang sangat menggemaskan. Mendengar nama panggilannya Mii Hwang adalah Miichan, sudah cukup membuat Chanyeol untuk merasa gemas dengan yeoja berumur 14 tahun ini.

Apa…Chan yang dimaksud Miichan? Tapi tak mungkin kan? Buktinya ia benar-benar kikuk dan polos tadi. Lalu siapa? Pikir Chanyeol sambil memandangi kotak coklat itu.

****

Siang yang cukup panas untuk mulai pelajaran olah raga di halaman sekolah. Semua siswa dan siswi kelas 10-1 sudah memakai seragam olah raga dan berkumpul di halaman sekolah dna siap melakukan pemanasan sebelum melakukan lari marathon.

Sambil menunggu gilirannya untuk berlari. Miichan dan beberapa siswa lain yang belum dapat giliran, mereka semua bermain dodge ball. Dan saat bermain mereka semua sangat mirip dengan anak SD apalagi dengan tingkah Miichan.

Buk!!

Baekhyun melempar bola dengan sangat keras dan tak sengaja mengenai kepala Miichan. Miichan yang mendapat lemparan tak becus Baekhyun, mendelik ke arah Baekhyun dengan tajam. Sambil memungut bola Miichan berteriak keras ke arah Baekhyun.

“Baekhyun oppa!!!!!!!!! Ya! Tanggung jawab!!!!!” seru Miichan dengan suara cemprengnya dengan sangat lantang. Orang yang namanya di panggil pun melarikan diri sebelum kepalanya menjadi sasaran Miichan.

Dengan teliti, Miichan mencari posisi yang pas untuk melempar bolanya. Geurae… Miichan mulai melemparkannya dengan sangat kencang ke arah Baekhyun. Dan hasilnya,

“Ya!!!!!Miichan!!” Baekhyun meneriaki nama yeoja yang telah berani melempari kepalanya dengan bola.Miichan dengan kesalnya menjulurkan lidahnya dan siswa lain melanjutkan permainan dodge ball dengan perginya Baekhyun. Saat tengah bermain, mata Miichan jelalatan mencari sosok tinggi besar bernama Chanyeol.Saat menemukan sosok Chanyeol, matanya terbelak. Matanya yang terbelak terus memandangi Chanyeol, dan melupakan permainan dodge ball nya.

Ia terkejut seperti itu, bukan tanpa sebab. Miichan terkejut lantaran Chanyeol yang tengah meminum mineral ada yeoja yang sangat ia kenal, karena yeoja itu teman sekelasnya juga. Yeoja itu tengah mengusap keringat Chanyeol dengan handuk kecil, dan itu membuat hati Miichan panas dan sakit.

Saking kesalnya, saat dirinya mendapat giliran melempar bola. Dengan sengaja Miichan mengarahkan bola itu ke arah yeoja yang masih duduk bersama Chanyeol. Walaupun jarak ia berdiri dengan jarak Chanyeol berada cukup jauh. Miichan tak menyerah untuk mencoba melempar bola itu ke yeoja bernama Hari yang membuatnya jengkel.

BUKK!

“AA! Ya!! Siapa yang melempar ini?!!” teriak Hari, ia bangkit dari tempat duduknya dengan raut wajah dengan sangat jengkel. Tangan kirinya memungut bola yang mengenai kepalanya, dan tangan kanannya memegangi kepalanya.

Dengan polos dan raut wajah khawatir anak-anak lain yang bermain dodge ball menunjuk ke belakang, dimana Miichan berdiri.Dengan mata melotot, Hira menatap ke arah Miichan, sementara yang di peloloti hanya menjulurkan lidahnya dan kakinya sudah siap untuk berlari.

“Arrgghh!!!! Kemari kau!!” seru Hari sambil membuang bola yang tadinya ia pegang dan berlari mengejar Miichan. Miichan berlari sambil sesekali melihat ke belakang, ia meledek Hira dengan menjulurkan lidahnya dan tertawa sangat senang. Ternyata mengerjai orang seperti ini sangat menyenangkan! Batin Miichan.

Baekhyun berjalan ke arah Chanyeol sambil menggaruk-garuk kepalanya. Lalu duduk di samping Chanyeol dan meneguk air mineral milik Chanyeol.

“Kau sedang menonton 2 yeoja gila sedang berlari eo?” tanya Baekhyun sambil menutup tutup botol air mineral. Chanyeol menoleh pada Baekhyun dan menanggapi dengan senyum.

“Hh, mungkin iya.Bukankah itu sangat konyol kan?” kata Chanyeol sambil menunjuk Miichan dan Hari yang masih berlari. Baekhyun duduk menopang tubuhnya dengan kedua tangannya.

“Eii….Apa kau tak memperhatikan eo? Tadi kepalaku juga di lempar bola olehnya…Dia itu memang bandel. Umurnya kan baru 14 tahun. Isshh…” Baekhyun mengomentari tentang Miichan dengan nada yang sangat kesal.

“Ne, tapi dia sangat bersemangat.Kukira sifat bandelnya itu wajar, dia masih 14 tahun kan?” balas Chanyeol sambil terus memperhatikan Miichan dan Hari yang kini tengah berkejar-kejaran di bawah pohon. Baekhyun menatap Chanyeol dengan heran, lalu ia menghela nafas.

“Kupikir kau benar. Dia sangat bersemangat, apalagi saat melihat pertandingan pertamamu.” Kata Baekhyun menyetujui pendapat Chanyeol. Mendengar kata ‘pertandingan basket’ Chanyeol menjadi teringat saat Miichan bersorak sangat senang saat ia mencetak angka. Dan tanpa sadar, Chanyeol menyunggingkan senyumannya senang saat mengingat sorakannya yang sangat bersemangat.

***

TEET!!TEET!!TEET!!

Bel pulang sekolah telah berbunyi nyaring. Semua siswa berbondong-bondong keluar kelas untuk berangkat ke rumah masing-masing.

Dengan susah payah. Ia menggendong tas ranselnya, dan tas serta barang-barang lain milik Hari.Akibat dari kelakuannya melempar bola ke kepala Hari.

“Ck, Hari Eonni ada di mana??” Miichan bertanya pada dirinya sendiri. Kepalanya celingukan mencari sosok Hari. Miichan mencoba melangkahkan kakinya, mencari sosok Hari dengan cara menyusuri sekolah dengan barang-barang yang hampir menutupi wajahnya.

Saat melewati kelas musik, tak sengaja Miichan melihat…Ya, sepasang kekasih.

Miichan menaikkan kedua alisnya dan matanya terbelak hebat. Dan ini adalah kedua kalinya dalam 1 hari. Yang ia lihat bukanlah sepasang kekasih, tetapi Hari dan Chanyeol. Jika di perhatikan, mereka seperti membicarakan sesuatu yang serius. Sampai-sampai,

Chu~ ❤

Hari mengecup pipi Chanyeol. Miichan mengerutkan alisnya, saat melihat adegan mengecup pipi tadi.Hatinya merasa sakit melihat hal seperti itu.Tanpa mengeluarkan suara, dengan hati-hati ia menurunkan barang-barang Hari di depan pintu kelas musik. Dan berlari dengan hati-hati sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya.

Jahat!Hari eonni kenapa seperti itu!! Bodoh,bodoh,bodoh!! Runtuk Miichan sambil terus berlari keluar dari gedung sekolah menuju halaman sekolah yang sepi.

Sesampainya di halaman sekolah yang cukup sepi. Miichan berdiri di depan pohon besar. Ia menangis sambil menendangi pohon besar yang tak bersalah itu. Menendangkan kakinya pada pohon itu, untuk mewakili rasa kesalnya pada Hari yang berani-berani mencium Chanyeol.

“Hiks..Hiks..Aku yang selalu memberinya hadiah di setiap harinya..Hiks..Hiks..Hiks..Walaupun sekedar surat..Hiks…Hiks..Hiks…Kenapa Hari eonni yang bisa mencium Chanyeol oppa seperti itu???? Hiks…Hiks..Hiks..Padahal surat-surat dan hadiah-hadiah dari anaklain sudah aku buang…Hiks..Hiks..Hiks..Hiks..Hiks..Hiks..” gerutu Miichan sambil terus menendangi pohon itu dengan kasar dna keras. Tak peduli pda kakinya yang akan sakit, yang terpenting hatinya bisa lega.

Sikap Miichan tidak berlebihan, dan hal itu terjadi begitu saja. Sebut saja refleks. Bisakah kau bayangkan? Kau suka dengan seseorang, selama berbulan-bulan kau memberi sesuatu kepada orang yang kau sukai dengan rutin dan sembunyi-sembunyi. Membuat namja yang kau sukai tidak tahu jati dirimu. Dan tanpa sengaja melihat namja itu tengah di cium oleh yeoja lain. Apakah perasaanmu tak sakit?

Secara refleks, Chanyeol mendorong tubuh Hari yang tiba-tiba menciumnya. Dengan heran Chanyeol memandangi Hari dari atas ke bawah.

“Aaaa..Apa..Apa..Apa yang kau pikirkan eoh?! Kita tak punya hubungan apa-apa!” kata Chanyeol dengan tegas walaupun ia agak gugup di awal kalimatnya. Karena ia tak mau luluh dan tersepona semudah itu dengan 1 kecupan. Hari hanya menatap mata Chanyeol dengan senyumannya yang masih belum ia hapus. Dan sama sekali tak bersalah.

“Apa salah? Aku sangat suka denganmu.” Kata Hari tanpa berpikir panjang. Mendengar jika Hari suka dengannya, Chanyeol menjadi bergidik.

“Mwo? Suka katamu?” Chanyeol mengulang kata-kata Hari.Hari menganggukkan kepalanya.

“Apakah kau tidak membaca surat-suratku tempo lalu? Lalu muffin coklat yang kubuatkan.Apakah kau tak menemukan di lokermu? Aku memberikannya agar kau bisa mengerti perasaanku…” Hari mengakui suatu hal pada Chanyeol sambil menunduk karena terlalu malu. Chanyeol membelakkan matanya tak percaya.Karena hadiah-hadiah yang ada di dalam lokernya hanya orang yang bernama Chan saja.

“Ah..Kau orang misterius yang memberiku surat dengan nama Chan kelas 10-1 kan?!” tanya Chanyeol bersemangat. Hari mengangkat kepalanya dan mengernyitkan dahinya, tak mengerti dengan perkataan Chanyeol.

“Chan 10-1? Ani…Aku tetap menulis namaku, Yoon Ha Ri. Apa kau tak membaca suratku?” tanya Hari. Dengan polos Chanyeol menggelengkan kepalanya.Bukan Hari? Tanpa membuang-buang waktu lagi, dan tanpa meninggalkan suara sedikitpun Chanyeol berjalan melewati Hari begitu saja.

Sementara Hari sendiri, ia mematung. Ia menggaruk-garukkan kepalanya.

“Aneh sekali….. “ gumam Hari. Hari membalikkan badannya, menatap ke ambang pintu. “Hhhh…Lagipula, itu tanda ia menolak perasaanku kan?” kata Hari putus asa.

Tap…Tap…Tap…

Kaki Chanyeol terdengar sangat besar saat melangkah.

“Hiks…Hiks…Hiks….”

Terdengar suara tangisan, tangisan yeoja. Dan suara itu sangat dekat dengan tempat Chanyeol sekarang berdiri. Memastikan jika tempat ini tidak angker , Chanyeol menyapu semua pemandangan yang ada di sekitar. Dan berhenti saat melihat yeoja kecil menangis di bawah pohon. Yeoja itu terduduk memegangi kedua lututnya dan menangis menghadap ke arah batang pohon yang besar. Dan yang membuatnya terkejut, adalah yeoja yang menangis.

Miihwang? Miichan? Kenapa yeoja sepertinya bisa menangis seperti itu? Padahal tadi pagi baru saja mengerjai Hari. Pikir Chanyeol. Tak sabar dan ingin tahu kenapa Miichan menangis, Chanyeol berjalan mendekati Miichan.

Chanyeol berjongkok di belakang Miichan, tangan kanan panjangnya mengulur. Meraih bahu kecil Miichan. Saat tangannya sampai di bahu Miichan. Sontak Miichan menolehkan kepalanya dan badannya sedikit berbalik ke belakang.

Sambil mengusap mata, pipi dan hidungnya. Miichan masih memandang Chanyeol dengan datar. Di bukanya korden rambut yang menutupi sebagian wajahnya. Melihat wajah Miichan sudah sempurna terlihat sepenuhnya, Chanyeol melempar senyumnya pada Miichan.

Bukannya membalas senyuman namja idamannya, Miichan malah menepis tangan Chanyeol yang ada di bahunya tanpa berkata-kata. Miichan langsung bangkit, merapikan rok seragamnya lalu berbalik badan dan berlari menjauh dari Chanyeol.

***

November 26th (06.00)

Miichan berjalan dengan gontai menuju kelasnya. Semenjak peristiwa beberapa bulan lalu, ia tak pernah memberikan apapun lagi pada Chanyeol. Walaupun ia sudha tahu 1 fakta, jika Hari tidak ada hubungan apa-apa dengan Chanyeol. Tapi tetap saja ia masih belum terima itu.

Saat melewati loker siswa kelasnya, Miichan menghentikan langkahnya. Berdiri tepat di depan pintu loker Chanyeol.

Sudah lama aku tak menyentuh pintu itu lagi.Padahal syal yang kubuat untuk hari ulang tahunnya sedikit lagi selesai…..Membuatku kangen dengan dalamnya, apa isinya berubah? Pikir Miichan.

Tanpa pikir panjang lagi, Miichan membuka loker itu. Dan ia terbelak saat mendapati lipatan kertas kuning di sana. Karena penasaran, Miichan pun mengambil kertas kuning itu. Lalu menaruhnya di dalam saku dan pergi ke kelasnya dengan berlari. Tenang saja, ia tak lupa untuk menutup pintunya.

Sesampainya di kelas, lebih tepatnya bangku dimana Miichan duduk. Sambil nafas tersengal-sengal, ia membuka kertas itu. Saat membaca kalimat pertamanya, lebih tepatnya nama terang surat itu ditujukan. Wajah Miichan langsung memerah padam.

To: Chan 10-1

20 November | Sudah lama sekali kau tak memberiku surat lagi. Pergi kemana saja? Seharusnya kau selalu memberiku surat yang selalu kau tulis mengenai kabarmu itu. Padahal kabarmu itu sangat penting, karena aku tidak siapa jati dirimu.

Aku rindu dengan dukunganmu untukku di akhir kalimatmu. Aku sangat menyukai hadiah-hadiahmu. Coklat yang kau berikan padaku juga sangat enak. Apa sungguh kau membuatnya sendiri? Jika iya, aku ingin sekali memasakkan coklat itu lagi padaku. Dan bertemu denganmu.

Aku suka surat-surat yang kau berikan padaku. Saat membacanya aku merasa sudah sangat dekat denganmu, padahal aku tidak tahu siapa kau.

Semoga aku menaruh suratku di lokerku tidak sia-sia, aku ingin sekali kau membacanya saat kau membuka lokerku. |

-Chanyeol

Membaca surat panjang Chanyeol, membuat hati Miichan berdebar-debar saat membacanya. Suhu tubuhnya naik, dan rasanya seperti tersengat listrik. Pipinya juga terasa sangat panas. Perlahan-lahan, bibir kecil Miichan tersenyum senang. Apakah benar? Usahaku tak sia-sia? Batin Miichan.

Ingin sekali rasanya untuk berteriak sekeras mungkin. Berteriak di atas gedung tinggi, mengatakan jika dirinya berhasil. Namun, belum lama rasa itu menyelimuti Miichan. Ada sebuah keraguan, kecemasan, ketakutan mengelilingi Miichan. Yaitu, Bagaimana jika Chanyeol oppa membeciku saat tahu jika orangnya itu aku? Sama sekali tertarik denganku yang bertubuh mungil ini?

***

November 27th

27 November, hari dimana sang pangeran idaman berulang tahun. Miichan memang sudah membawa syal buatannya, tetapi ia sama sekali tak menaruh syal hasil kreasi tangannya itu ke dalam loker Chanyeol. Di karenakan, ia bangun terlambat akibat begadang untuk menyelesaikan syal untuk Chanyeol.

Miichan memang bisa menahan rasa kantuknya salama ber jam-jam di sekolah. Tapi ia sudha tidak kuat saat pelajaran terkahir, ia benar-benar butuh istirahat.

PLETAKK!!

Tongkat kayu yang di pegang bu YoonGi dipukul di meja Miichan dengan sangat keras.Sebagai peringatan bagi Miichan yang tertidur.

Sontak Miichan langsung mengangkat kepalanya dan membuka matanya dengan mimik wajah sangat terkejut.Terlihat wajah bu YoonGi memelototi muridnya yang tertidur di kelas. Mata tajamnya mendelik ke arah Miichan dengan aura galaknya.

“Kim Mi Hwang!!!” bu YoonGi meneriaki nama Miichan. Miichan yang sadar atas kesalahannya, hanya menunduk sambil menahan rasa malunya. Bagiamana tidak takut dengan tatapan mengerikan bu YoonGi, dan bagaimana tidak malu saat di perkogi tidur di kelas lalu di tatap oleh seluruh pasang mata yang ada di kelas.

“Nyonya Kim…. Tahu hukuman bagi siswa yang tidak tertib saat pelajaran ibu kan??!” Dengan takut-takut Miichan menganggukkan kepalanya. bu YoonGi melipat tangannya dengan satu tangannya memegang tangkat yang selalu ia pegang saat tengah melakukan kegitan mengajar di kelas. “Ah…Baguslah jika kau tahu. Berhubung ini pelajaran terakhir…. BERDIRILAH DI TENGAH LAPANGAN SAMPAI PULANG NANTI!! “Seru bu YoonGi sambil menunjuk ke pintu, tanda jika Miichan harus keluar kelas.

Saat sampai di ambang pintu, bu YoonGi mendekati Miichan.

“Jangan mencoba kabur eo? Untuk mengantisipasi hal itu, aku akan meminta pak JeongKi untuk mengawasimu….” bisik bu YoonGi lalu berjalan ke depan kelas dan kembali menyampaikan materi yang sempat berhenti karena Miichan kepergok tidur di kelas.

Miichan hanya mengela nafas pasrah.Aishh..Kenapa harus diawasi juga? Kejam sekali.

***

Pulang sekolah, waktu di mana Miichan selesai menyelesaikan hukumannya. Dengan gontai Miichan berjalan perlahan menuju kelasnya. Kakinya sudah lemas, akibat berdiri ber puluh-puluh menit di tengah lapangan.

Saat sampai di kelas, ternyata semuanya sudah keluar kelas. Kecuali, Seoyoon. Si manejer klub basket.

“Eo, Miichan! Sudah selesai?” tanya Seoyoon sambil merapikan berkas-berkas tak jelas yang selalu yeoja itu bawa kemana-mana. Miichan menganggukkan kepalanya dengan lemas.

“Apa hari ini ada kegiatan klub?” tanya Miichan sambil mengucek-ucek matanya yang sangat berat itu.

“Ne, hari ini semua anak klub masuk. Aku duluan ne?” Seoyoon menepuk-nepuk bahu Miichan lalu berlari keluar kelas dengan terburu-buru.

Tap..Tap..Tap…….Tap.

Miichan menghentikan langkahnya saat berada di depan pintu loker Chanyeol. Tanpa memperhatikan keadaan sekitar, Miichan membuka pintu loker Chanyeol dan hendak memasukkan syal merah penjangnya sebagai hadiah ulang tahun. Namun ia menghentikan aksinya saat ada seruan keras memanggilnya.

“Ya!!!” seru Chanyeol keras saat lokernya di buka. Miichan yang masih menghadap ke loker Chanyeol mematung sesaat, Aissh..Aku baru ingat…Jika ada kegiatan klub basket…Aish… Mati aku. Batin Miichan.

Saat Miichan mendengar langkahan kaki mendekat, Miichan langsung mengambil langkah seribu. Mencoba melarikan diri dari kejaran Chanyeol. Dan Chanyeol sendiri juga tak menyerah, ia mengejar Miichan dengan langkahan lebar kaki panjangnya.

Miichan terus berlari sekuat tenaganya tanpa berbalik sedikitpun. Jika ia berbalik sedikit saja, semuanya akan kacau.

Kaki pendek Miichan membawa Miichan ke atap sekolah dan kebetulan pintu sedang dibuka. Tak ingin melewati kesempatan, Miichan langsung berlari ke atap sekolah. Saat sampai di atap sekolah, Miichan langusng menutup pintunya dan bersembunyi di dinding yang ada di dekat pintu masuk tadi.

“Haah…Haah…” Nafasnya tersengal-sengal.

BRAAKK!!

Pintunya terbuka, secara refleks jantung Miichan langsung berdegup sangat kencang. Dan ia sudah sangat takut saat itu. Tak ada tempat lain untuk sembunyi, dengan lugunya ia menutupi wajahnya dengan syal yang dibuatnya untuk Chanyeol. Dan tentu saja menutupi wajah eperti itu tak akan pernah memenangkan pertandingan petak umpet.

Chanyeol mengerutkan dahinya saat melihat seorang yeoja berdiri menyandar pada dinding dengan wajah tertutup dengan…Syal? Melihat hal konyol seperti itu membuatnya ingin tertawa, tetapi ia menahannya dan berjalan mendekat pada yeoja itu.

Tangan besar Cahnyeol membuka syal itu yang menutupi wajah Miichan. Dan saat syal itu turun sampai ke bahu Miichan dan menampakkan wajah Miichan yang sedang memejamkan matanya dengan sangat takut, membuat pipi Chanyeol menjadi sedikit memerah saat mengetahui Chan 10-1 itu adalah Miihwang, atau lebih tepatnya Miichan. Yeoja imut yang selalu ingin ia remas.

“Ya~ Buka matamu…Aku tahu jika kau tak nyaman jika seperti itu terus….” kata Chanyeol. Miichan dengan polosnya, menurut saja. Membuka matanya sesuai permintaan Chanyeol. Mata bulat beerwarna coklat milik Miichan yang membuat wajahnya sangat menggemaskan ,saat tengah menatap Chanyeol dengan menahan rasa gugupnya setengah mati.

Chanyeol mencoba mengaihkan pandangannya dari mata Miichan yang membuat tubuh besarnya lemas dan pipinya memerah, matanya beralih kepada syal merah yang di pakai Miichan.

“Untuk apa syal ini Miichan?” tanya Chanyeol. Miichan menatap kebawah, memperhatikan syal yang ia kenakan. Miichan…Jadilah Miichan yang tak banyak diam…Miichan…. Miichan mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak gugup saat menghadapi Chanyeol seperti ini.

Miichan melepas syal merahnya lalu mengenakan pada leher Chanyeol dengan berjinjit. Saat syal itu sudah terpasang di leher Chanyeol dengan apik , Miichan tersenyum meringis. Menunjukkan senyuman polosnya dengan deretan gigi yang rapih.

“Itu untuk hadiah ulang tahun oppa.Aku membuatnya sudah lama, dan tadi malam aku begadang untuk menyelesaikannya…Makanya aku tertidur di kelas tadi..Hehehe…” kata Miichan.Chanyeol tertegun saat mendengar jika Miichan menyelesaikan syal untuknya semalaman, sampai-sampai ia tertidur di kelas dan kena hukuman oleh bu YoonGi.

“…Eumm…Mianhae sudah memberikan oppa barang-barang yang aneh…..Mmmm…Aku..Aku…Minta maaf…..” Miichan mengucapkan permintaan maafnya sambil memiankan jarinya karena agak gerogi.. Takut jika Chanyeol benar-benar menolak perasaannya.

Chanyeol dan Miichan saling diam. Chanyeol masih menatap teduh ke arah Miichan yang ada di bawahnya. Sangat kecil tubuh yeoja itu, sekecil apapun tubuhnya. Ia mengakui jika surat-surat yang ditulis Miishan sudah mencuri hatinya, terlebih hatinya yang langsung meleleh saat melihat Miichan yang snagat menggemaskan.

Dia…Cantik, pintar. Dan…Lebih muda 2 tahun dariku. Dia juga tak menyerah untukku dengan salalu memberi surat atau hadiah-hadiah yang lain… batin Chanyeol, ia menarik nafasnya dan menghembuskannya perlahan.

Chanyeol memegang kedua bahu Miichan, dengan tubuh yang sedikit ia bungkukkan agar kepalanya sejajar dengan Miichan yang tubuhnya hanya mencapai dagunya saja. Chanyeol mensejajarkan wajahnya dengan wajah Miichan, sambil tersenyum lembut untuk meyakinkan Miichan yang terlihat ketakutan. Yang membuat wajah Miichan merah padam, ingin sekali ia menelan ludahnya.Tapi diurungkannya niat itu, karena takut Chanyeol mendengarnya dengan jarak sedekat ini.

Chu~ ❤

Chanyeol mengecup kening Miichan cukup lama dengan mata terpejam.Seolah ada rasa nyaman, dan hangat saat ia mencium kening Miichan dengan lembut. Dan reaksi Miichan sangat berbeda dengan Chanyeol, ia membulatkan matanya tak percaya.

Tubuh Miicahn di gambarkan seperti termometer yang dipakai untuk mengukut suhu tubuh seseorang. Dan suhu orang itu sangat tinggi, sampai ke puncak termometer dan ingin meledak.

Chanyeol membuka matanya lalu menjauhkan wajahnya kembali,menormalkan jarak wajahnya seperti sebelumnya.Nnamun masih tetap saja jaraknya masih sangat dekat dengan wajah Miichan. Seperti adiknya sendiri, Chanyeol menggesek-geksekkan hidungnya degan hidung Miichan dengan gemas sambil tertawa.

“Gomawo, kau sangat hebat Miichan…..Aku sangat suka kata-katamu yang terdengar akrab, barang-barangmu yang lucu dan makananmu yang enak.” Puji Chanyeol sambil tersenyum lebar, lalu ia menegakkan tubuhnya. Miichan masih tak bisa berbicara apa-apa dengan perlakuan Chanyeol yang sama sekali tak terpikirkan olehnya.

“Saranghae.” Kata Chanyeol sambil mempertahankan senyuman lebarnya ke arah Miichan. Dan tentu saja senyumannya di balas oleh Miichan. Tak perlu membalas kata ‘saranghae’ pada Chanyeol, ia sudah berulang-ulang kali menulis jika ia sangat suka dengan Chanyeol di suratnya. Suka, dan sangat menyukainya. Dan semua itu hanya perlu mendengar jawaban dari Chanyeol, apakah ia menerima Miichan atau tidak.

Melihat tidak ada reaksi lebih dari Miichan, Chanyeol pun memeluk tubuh kecil Miichan dari belakang. Menaruh kepalanya di bahu Miichan dan kedua tangannya melingkar di perut Miichan dengan sangat erat, walaupun ia harus menekuk kedua lutut kakinya. Setidaknya ia bisa bersandar pada yeoja yang berharga padanya.

Begitu juga dengan Miichan, ia sangat senang dan bersyukur bisa di terima oleh pangeran idamannya. Jika saja tuhan mememang merestui hubungan mereka, Miichan akan sangat bersyukur dan akan terus menjaga hubungannya dengan Chanyeol karena ia sangat menyayangi Chanyeol.

-FIN-

Ginilah ff nya.. -_- aneh? FF ini murni, 100% dari pemikiran sendiri, kesaam tokoh atau alur, aku gk tau. Karena ini MURNI pemikiran. Dan cast Miichan, karena aku suka tokoh miiko di hai!miiko yang ceria itu. Semoga mirip ya? :3 xD (gak yakin, -_-“)

Semoga dengan hadirnya ff series, bisa ngobatin kangennya sma Author ini.. … (PeDe -_- xD)

Kalo readers pada suka, tolong komen. Kalo suka akan di buat lanjutannya, karena ini series:D terima kasih buat kesetiaan readers! Mohon bantuannya! ^o^/

-Gomawo, Kim Ria

5 pemikiran pada “2Chan (Romantic 27th )

  1. My brother recommended I might like this web site. He was entirely right.
    This post actually made my day. You can not imagine just how much time I had spent for this info!
    Thanks!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s