Married By Accident ( Chapter 5)

married by accident part 6

MAIN CAST : Kim Jongin

                     : Kim Hyuna

                     : Krystal Jung

                     : Kim Myungsoo

                     : Oh Sehun

Genre         : Marriege Life, Romance, Angst.

PG               : 17

Author         : Sexygeek95

Lenghth       : Multichapter / Chapter 5

WARNING     : Mungkin FF ini berisi Konten NC walaupun ga vulgar Serius, karena mungkin saya akan menggunakan bahasa yang agak kasar dan Serampangan, EYD? Oh maaf masih belum bisa sempurna menggunakannya. FEEL GA DAPET, ALUR NGAWUR, PENULISAN BIKIN SAKIT MATA, PLOT PASARAN.

Disclaimer     : Walaupun tidak memiliki hak cipta mohon untuk tidak mencopy cerita saya, karena cerita ini milik saya sepenuhnya. Sementara Pemain yang saya pakai adalah MILIK TUHAN, Orang Tua dan Agency masing – Masing.

 

“bawa aku kepelukanmu jongin, “

 

Jongin menatap hyuna, sebagian hatinya berkata “jangan jongin, dia sedang mabuk, apa yang dia katakan itu dikendalikan oleh morfin dan perangsang” tetapi sebagian sisi hatinya berkata lain “jongin, ini kesempatanmu jangan naif kau juga menginginkan ini, kimmi hyuna adalah kimmi-mu”

 

Married by Accident Chapter 5

Dan mari kita ucapkan selamat tinggal kepada logika seorang Kim jongin, karena saat ini dia terbuai dengan semua kelakuan hyuna, dia sangat menyadari semua yang dia lakukan ini salah, meskipun hyuna adaah cinta pertamanya, tetapi tetap saja saat ini hyuna berstatus milik hyung kandungnya, tapi logika jongin seperti mati saat tubuh mereka menempel satu sama lain, berteriak dan memberikan desahan nikmat untuk diri mereka masing – masing.

“Mungkin kau akan menyesal besok, tapi aku berharap kau tidak akan melupakan semua ini” ucapnya di daun telinga hyuna,

“Eumhhh” hanya itu jawaban yang jongin dengar, dia menyeringai saat menatap mata sayu hyuna yang kini memperlihatkan betapa gadis itupun ikut terbuai dengan permainan panas malam ini.

— —– ————

Jongin bangun dari tidurnya, karena berkali – kali I-phone milik hyuna terus berdering pagi itu, dan melihat nama hyungnya tertera dilayar ponsel itu.

“dasar penganggu” ucapnya dan dengan tidak sopannya dia menekan tombol turn off pada layar i-phone itu. Dan kembali pada posisinya, posisi memeluk hyuna dan merengkuh tubuh kecil gadis itu dalam pelukannya, dan jongin tersenyum ketika hyuna bergerak – gerak dalam tidurnya untuk mencari posisi nyaman dalam pelukan jongin.

Jongin mengecup puncak kepala hyuna, membelai wajahnya dengan sayang “bahkan kau terlihat cantik saat tertidur, dan lebih sexy saat telanjang seperti ini, kkkk” dia tertawa pelan melihat tubuh hyuna yang polos dalam dekapannya itu.

Tetapi entah mengapa, kini dia sama sekali tidak bisa tertidur lagi, dan jongin memutuskan untuk mandi, baru saja ia akan mengambil jarak antara dia dan hyuna tapi tangan – tangan kecil hyuna semakin erat memeluk pinggangnya.

“sepertinya, ada yang bermimpi indah pagi ini” kini jongin mengurungkan niatnya dan kembali memeluk hyuna.

Detik mulai menjadi menit, menit berubah menjadi jam, perlahan mata hyuna terbuka,dia merasa kehangatan luar biasa disiang itu, tetapi dia merasa sedikit aneh kenapa selimutnya kali ini terasa berat sekali dan,,, harumnya berbeda..

Perlahan hyuna membuka matanya, dan ia mendapati sosok pria tampan dengan kulit kecoklatan sedang tertidur lelap, “oh jongin” ucapnya, oh jongin! Iya, seorang jongin sekarang tertidur disatu ranjang dengannya, memeluknya dan jangan lupakan tangan posesif jongin yang berada di pinggangnya.

“AAAAAA” kini kesadaran hyuna sudah kembali, dan dia menyadari kini seorang jongin, iya jongin bukan myungsoo sedang memeluknya, dan sialnya dia merasa persendiannya terasa remuk, hyuna memejamkan matanya kembali, berharap ini adalah mimpi buruk, berada diranjang ini dengan keadaan telanjang dan tubuh masih menyatu bersama….. kim jongin?!

“aish, berisik sekali” kini jongin mulai tersadar.

“brengsek! Lepaskan tubuhmu dari tubuhku jongin!”

GLUP.

Jongin melepas kontaknya dibawah sana, perlu dketahui jongin sama sekali tidak melepas kontaknya bersama hyuna setelah mereka melakukan adegan intim semalaman.

“kau menyebalkan!” kini hyuna bangun dan mulai membabi buta memukul jongin dengan bantalnya, menendang lelaki yang masih belum kembali ke alam sadarnya itu dan mengenaskan kini tubuh seksinya harus berciuman dengan ubin kamar hotel itu.

“sakit” kini jongin mulai geram akibat ulah hyuna, dan dia bangkit ingin sekedar membalas teriakan hyuna, tetapi jongin mengurungkan niatannya saat ia sekali lagi menyadari bahwa hyuna masih dalam posisi, telanjang.

“bisakah kau memarahiku dengan memakai baju, wajahmu dan penampilanmu seperti itu bisa membuatku menerkanmu lagi, hyuna” ucapnya santai.

Hyuna membesarkan matanya, dan menatap dirinya oh sial, hyuna bahkan lupa dia belum memakai baju dan tidak tertutup selimut. Dia buru – buru mengambil langkah seribu berlari kekamar mandi tapi.. “Ah,,” dia merasa sakit dibagian pinggang dan orgam intimnya.

“wae, tidak usah berakting seperti itu nona” tetapi kini jongin mendapatkan tatapan seidih dari hyuna, matanya berkaca – kaca dan meninggalkan jongin dengan tatapan yang sulit diartikan.

Setelah hyuna pergi membawa selimutnya ke kamar mandi hotel itu, jongi dengan malasnya memakai boxernya dan duduk diranjang mereka dan dia melihat bercak darah diatas sprei putih itu.

“holyshit, hyuna still virgin?” jongin terdiam untuk beberapa lama, dia sedikit menyesal dengan perbuatannya semalam, bagaimana bisa dia mengambil keperawanan seseorang ketika gadis itu mabuk, sungguh jongin tidak mengetahui bahwa hyungnya sama sekali belum menyentuh kekasihnya ini, dan jongin melakukannya.

“tadi malam dia menggodaku, jadi ini semua bukan murni kesalahanku” ucapnya berusaha meyakinkan hatinya.

Dan kini dia menatap hyuna dengan pakaian lengkap keluar dari kamar mandi, tanpa menatapnya “hyuna, aku ingin—“

“jangan pernah bicara denganku, aku membencimu,,, sangat!” kini hyuna pergi dengan sedikit lengkah tertatih, dan jongin menyusulnya keluar dari kamarnya.

“tungguh, oke aku salah, tapi bisakah kau menungguku, akan kuantar pulang”

“tidak mau, pergi”

“hyuna—-“ belum sempat jongin menyelesaikan kalimatnya kini dia berhenti ditempatnya saat dia mendengar percakapan seseorang dilobi hotel itu.

“mungkin dia tidak punya malu, hanya memakai boxer hello kitty disini”

 

“mungkin kekasihnya marah,”

 

“oh anak muda”

 

Jongin menelan salivanya kasar, saat ia mendapati dirinya hanya memaka bixer hello kitty berwarna pink, “ah, sial!” umpatnya tetapi saat ia mengedarkan pandangannya ia tidak lagi melihat hyuna disana. Dan dia mengambil langkah seribu dari tatapan orang – orang itu.

  • — ——- ————

Hyuna POV

Haruskah aku berada disini? Divila ini lagi? Bagaimana bila wanita itu masih berada disini, malas sekali untukku bertemu dengannya juga dengan myungsoo, “ah, dimana ponselku” umpatku, dan baru saja aku menyadari mungkin ponselku tertinggal dikamar hotel itu, yasudahlah aku malas berhubungan dengan manusia itu lagi.

Dan baru saja aku melangkahkan kaki ini divila ini, pandanganku langsung tertuju pada sosok yang menggunakan bajuku, APA?! Bajuku?! Aish, kurang ngajar sekali wanita itu, merebut perhatian myungsoo dan saat ini memakai baju yang belum sempat aku pakai!

“hyuna, darimana saja?! Aku mencarimu, kemana saja sih” kini myungsoo menatapku, tetapi sungguh aku malas bertatapan dengannya, hanya sekedar menjawab pertanyaan sederhana itu saja aku malas, eh sederhana? Bahkan aku tak yakin dapat berkata jujur tentang pertanyaan – pertanyaan itu, tidak mungkin aku menjawab “aku bersama jongin dan bercinta dengannya, myungsoo” oh no, aku dengan memikirkan kejadian tadi malam saja membuatku mual.

Jadi aku putuskan untuk meninggalkan dua manusia ini diruangan itu, dan beranjak menuju kekamarku.

Entah apa yang ada dipikiranku saat ini, tetapi aku sedang tidak ingin berurusan dengan kakak – beradik itu, aku benar – benar ingin pulang, dan aku putuskan untuk merapikan pakaianku minus pakaian yang digunakan gadis itu, hell itu baju baruku!

“hyuna, buka pintunya” ucap myungsoo terus menerus mengetuk pintu kamar ini, dia bodoh atau apa, bahkan kamar ini tidak aku kunci.

Dan aku segera mengangkat koperku membuka pintu kamar ini, pergi meninggalkan myungsoo yang masih mematung menatapku, “hyuna” panggilnya tetapi aku mengabaikannya,

“aku bisa jelaskan semuanya oke” ucapnya, sambil melepas tanganku dari koper ini, “tenangkan dirimu, beri aku kesempatan menjelaskan apa yang terjadi disini” dan saat aku menatap matanya, entah mengapa hati ini seketika luluh begitu saja, oh bodohnya kau kim hyuna.

“cepat, kesempatanmu hanya 5 menit” ucapku.

Dia tersenyum, hey untuk apa kau tersenyum bodoh! Aku sama sekali tidak tertarik dengan senyum manismu itu, “Aku hanya menyelamatkan Naeun, Kau tau sepertinya dia sedang frustasi, sebagai teman lama aku tidak tega melihatnya lagi pula aku hanya mencintaimu seharusnya kau percaya aku tidak mungkin macam – macam dibelakangmu”

aku hanya mencintaimu seharusnya kau percaya aku tidak mungkin macam – macam dibelakangmu tes, air mata ini tiba – tiba jatuh tanpa bisa aku kendalikan yatuhan berdosa sekali aku? Myungsoo benar – benar menjaga kepercayaan ini dan yang ku lakukan semalam itu jauh dari kata kepercayaan, maafkan aku myungsoo, aku–.

PRANGG

Terdengar suara gelas terjatuh diarah dapur dan myungsoo langsung berlari meninggalkanku menghempaskan tangan ini begitu saja “Naeun” ucapnya dan meninggalkanku, silahkan garis bawahi dia meninggalkanku.

Entah mengapa rasa penasaranku memuncak dan aku putuskan menyusul myungsoo yang berlari kearah dapur, dan sial pemandangan yang mengagumkan terjadi didepanku, naeun yang tangan kanannya penuh darah sementara tangan kirinya memluk leher myungsoo, dan apa – apaan myungsoo malah menggendongnya melewatiku seolah – olah aku tidak terlihat didepannya.

“Kau berlebihan myung!” ucapku yang geram karena melihat kejadian ini, bagaimana tidak yang terluka itu jari – jari naeun bukan kakinya, tentu saja dia masih bisa menggunakan kakinya untuk berjalan, kecuali dia jalan menggunakan tangan, aku tidak salahkan?

Tetapi mari kita lihat respon myungsoo hanya menatapku kesal, seperti akulah yang tersangka disini, oh yatuhan sebenarnya siapa orang ketiga disini?! “jangan bersikap manja kepada pacarku! Kau bisa mengobatinya sendiri!” ucapku yang geram lalu melemparkannya kotak P3k yang digenggam myungsoo.

Myungsoo mendelik melihat sikapku “kau, apa yang kau lakukan hyuna!” dia sedikit meninggikan suaranya,

“yatuhan myungsoo, dia hanya terkena serpihan gelas dan kau bersusah payah menggendongnya? Itu berlebihan! Kau lihat bahkan jarinya tidak buntung sama sekali,”

“berhenti bersikap ke kanak – kanakan kim hyuna!” bentaknya lagi

“JADI KAU MEMBELANYA?!” aku meninggikan suaraku

“Terserah oke, setelah aku mengobati Naeun aku akan melanjutkan bicara denganmu, tunggulah sebentar” ucapnya, dan apa – apaan dia! Siapa Naeun? Aku berstatus pacarnya dan dia lebih mementingkan wanita itu.

“Tidak perlu, aku tidak akan pernah berbicara kepadamu lagi myungsoo! Bicaralah pada itu” ucapku dan melemparkan cincin, cincin yang dia berikan saat melamarku, entah mengapa kali ini aku merasa bahwa aku bukanlah satu – satunya wanita dihati myungsoo.

END HYUNA POV

Myungsoo terkejut saat hyuna membuang cincin yang ia berikan dan berlari meninggalkannya juga naeun membawa kopernya, hampir saja dia mengejar hyuna sebelum akhirnya naeun menangis “Sakit” ucapnya seraya memeluk tubuh myungsoo, “sebentar, akan aku obati” ucap myungsoo dan sukses mengalihkan perhatiannya dari hyuna.

Sementara hyuna terus menerus mengumpat didalam taksi dan benar – benar kesal, dia bersumpah bahwa dia akan mengabaikan myungsoo supaya myungsoo tau bagaimana rasanya diabaikan “sialan!”

Dan saat ini dia tiba di incheon international airport, well hyuna benar – benar meninggalkan myungsoo rupanya, karena mungkin sikap ke kanak – kanakannya lebih mendominasi dirinya saat itu, tapi mari kita berfikir ulang, siapa yang rela berbagi kasih sayang orang yang sangat kau cintai dengan orang lain, apalagi perumpuan itu adalah mantannya, iya mantan seorang kim myungsoo.

  • —   —–

Setibanya dirumah hyuna hanya ingin buru – buru merendam tubuh letihnya dengan bermandikan air susu, dan baru saja dia ingin melangsungkan niatnya sebelum akhirnya adiknya yang sangat cerewet itu menganggu.

“jadi, biar ku tebak myungsoo hyung membawamu kembali secepat ini karena dia benar – benar bosan dengan sikap ke kanak – kanakanmu dan dia menendangmu sana iya ‘kan?”

Oh yatuhan, adik macam apa taehyung ini bahkan dia seharusnya bertanya lebih lembut kepada noona kandung satu – satunya ini, dan apa – apaan dia menggunakan kalimat “menendang” uh, itu pasti menyakitkan.

Tetapi hyuna langsung meninggalkannya, nampaknya gadis cantik itu benar – benar lelah hingga sangat malas meladeni adiknya ini, jadi dia lebih memilih menuju kamarnya dan memaksa beberapa maidnya menyediakan apa yang dia butuhkan.

Karena hyuna selalu mendapatkan yang ia mau, buktinya saat ini dia sedang berendam santai di bathupnya dengan aroma susu strawberry yang memanjakan kulitnya, tapi sialnya pikiran itu kembali menghantuinya, sedikit demi sedikit dia mulai mengingat yang malam itu dia lakukan bersama seorang jongin “AH!!!!” dia berteriak kencang dan memecahkan sebuah vas yang tidak bersalah kesembarang tempat, dia benar – benar frustasi apalagi saat ini dia juga diabaikan oleh kekasihnya, well mari kita sebut myungsoo adalah kekasih hyuna.

Dan semakin lama dia berusaha merilexkan tubuhnya maka bayangan – bayangan wajah jongin terus berputar – putar diotaknya, dan hyuna terburu – buru mengambil handuknya tanpa ia menyadari bahwa dilantai itu masih berceceran pecahan vas yang siap melukai kakinya, dan benar saja baru ia melangkahkan kakinya kini telapak kaki putih dan mulus itu harus merasakan sakitnya tertusuk pecahan gelas, sama seperti hatinya saat ini yang bagai ditusuk oleh ribuan jarum melihat kekasihnya seperti itu.

“Apa aku benar – benar tidak pantas lagi untukmu myung? Apa aku terlalu kotor untukmu? Apa dengan kembalinya Naeun dalam hidupmu adalah jalan terakhir untuk dapat membahagiakanmu em?” ucap hyuna yang sedang bermonolog ria dengan rintihan kesakitan yang berasal dari telapak kakinya.

Tetapi hyuna memilih tidur, dan menutup matanya rapat – rapat berdoa kepada TuhanNya agar esok dia terbangun dan ini semua hanya mimpi, tentang myungsoo dan… jongin..

-8-8-8-8-88-8-8

Jongin tergesa – gesa menuju Villa yang ia huni, bahkan rentetan panggilan telpon dari krystalpun dia abaikan saat itu, mungkin batinnya menyalahkan dirinya kenapa dia bisa dengan mudahnya mengambil hak seseorang, tetapi entah mengapa logikanya kali ini meyakinkan bahwa itu adalah haknya, hak mutlak miliknya, seseorang harus melempar batu ke kepala kim jongin supaya dia bisa berfikir dengan nalarnya.

 

Dan saat ia memasuki halaman rumahnya dia hanya melihat myungsoo yang dengan telaten menyuapi Naeun kala itu, ini membuat jongin semakin malas untuk berfikir dan dia memutuskan berlari menuju kamar hyuna dan dia tidak mendapati siapapun disana, kamar itu kosong.

Jongin sangat malas bertanya kepada hyungnya yang saat ini sedang menyuapi naeun, dia malah bertanya kepada dirinya sendiri kenapa naeun bisa berada dirumah ini, kenapa harus bersama myungsoo?

“aku pulang” ucap jongin dan memawa kopernya meninggalkan myungsoo yang kini telah duduk manis disamping naeun,

“Baiklah, aku juga segera menyusul” jawab myungsoo dan jongin sungguh tidak peduli,

hallo krys”

 

“….”

 

 

“pesawatku akan take off beberapa menit lagi, katakan bila kau telah selesai liburan dengan keluargamu, aku akan menjemputmu dibandara oke, take care baby”

Piip

Jongin mematikan henpon mahalnya lalu berlari menuju pesawatnya, sungguh pikirannya benar – benar terganggu, dia hanya ingin bertemu dengan hyuna sekedar meminta maaf, mungkin.

 

 

———-Married By Accident Chapter 5———

“jadi jongin! Kenapa kau meninggalkan ku dijepang sendiri huh?” kini krystal yang menyusul jongin setelah 3 hari kepulangan namja tan itupun merajuk saat mereka berdua di loby kampus.

“ada sesuatu yang harus aku selesaikan, kakek menelponku tiba – tiba” ucapnya, dan maafkan aku kakek aku harus menggunakan namamu supaya kekasihku ini diam.

 

Seketika gadis – gadis mulai sibuk mengantarkan gosip dari satu mulut ke mulut lainnya, yang sangat terdengar jelas di pendengeran krystal juga jongin, yang membuat mereka melupakan pertengkaran yang terjadi beberapa saat lalu.

“hey, kau lihat oh sehun memeluk bahu hyuna! Dan membantunya berjalan, aku bersumpah aku melihatnya, dan dimana myungsoo biasanya dia akan membabi buta bila gadisnya diganggu”

Itu adalah salah satu ucapan yang terdengar jelas ditelinga jongin, dan seketika dia melebarkan matanya saat melihat sahabatnya berdua berjalan dengan hyuna dengan posisi tangan hyuna berpegangan erat kepada lengan sehun.

“jongin!” panggil krystal karena jongin tiba – tiba meninggalkannya dan berjalan mendekati dua sosok yang mendapatkan perhatiannya itu.

“apa yang kau lakukan?” ucapnya menatap sehun juga hyuna, melontarkan pertanyaan yang ia sendiri saja tidak tahu memberikan pertanyaan itu kepada siapa.

Tetapi sehun menjawabnya “kau tidak melihat Jongin, aku membantu hyuna berjalan, kakinya terluka “ dan jongin langsung menatap kearah kaki hyuna yang hanya menggunakan sendal tanpa heels dengan berbalut kain kasa putih.

“antarkan aku, aku ingin cepat – cepat duduk sehun, aku benar – benar tidak kuat berjalan lebih lama lagi” ucap hyuna tanpa menatap jongin.

Dan sehun berjongkok lalu menepuk – nepukan bahunya memberi isyarat bahwa hyuna boleh naik ke punggungnya, “Apa yang kau lakukan!” pekik jongin tiba – tiba dan membuat semua orang disana menatap mereka bertiga, plus krystal yang kini sedang memandang kesal dibelakang punggun jongin.

“menggendong hyuna, whats else?” ucapnya santai, tetapi jongin langsung menarik tangan sehun dan kini posisi mereka sama – sama berdiri, menatap satu sama lain. “ini bukan acara telenovela oh sen! Jangan bertingakh romantis didepanku dan kau harus latihan” ucap jongin dingin,

“latihan masih setengah jam lagi tuan muda, “

“tidak kau bahkan belum menghapal gerakan baru yang aku ciptakan, kau lihat jiyeon dan Suzy berada disampingnya, mereka bisa membantu hyuna, kau harus menyelesaikan gerakan mu tuan oh”

“tapi—-“

“ikut aku atau akan ku ganti posisimu dengan—- Jongdae”

“kau pasti gila!”

“yeah, i admit it” ucap jongin berlalu dan dengan muka kesalnya sehun menyusulnya dia terus menerus menyumpahi jongin yang seenaknya menghilangkan kesempatan emasnya bersama hyuna, ini hal yang dia tunggu selama ini, dimana tidak ada myungsoo saat ini dan dia bisa memanfaatkan waktunya bersama hyuna.

Jadi yang disebut latihan adalah acara bermain game bersama sehun, untung saja hoby sehun dan jongin sama, jadi sehun tidak lagi mempermasalahkan tentang jongin yang mengganggu acaranya bersama hyuna tadi, berterimakasihlah kepada game.

“Awas kau!” umpat krystal saat ia menatap hyuna.

—— Married by Accident ——

Krystal datang ke ruang latihan dan langsung menarik jongin darisana, awalnya jongin baru saja akan membentak kekasihnya ini karena dia telah membuat jongin kalah dari sehun, tetapi niat itu diurungkannya ketika melihat mata krystal mulai berkaca – kaca.

“ada apa?” jongin langsung memeluk tubuh kekasihnya itu, dan tangisan krystalpun makin menjadi dan jongin hanya mengusap – usap punggung krystal juga mencium keningnya, berharap tindakannya ini dapat sedikit menenangkan kekasihnya.

Setelah krystal mulai sedikit tenang, jongin hendak melepaskan pelukannya tetapi tangan krystal menahannya dan memeluk jongin semakin erat
“jangan tinggalkan aku,”ucapnya dengan nada serak.

Tetapi jongin tetap diam, dia bukannya tidak ingin menjawab hanya saja kini terasa sangat sulit untuk berkata “ya, aku tidak akan pernah melakukannya” seperti yang dulu sering ia katakan kepada krystal.

“jongin….” karena tidak mendapatkan respon dari jongin akhirnya krystal memaksa jongin menatapnya, jongin makin tidak mengerti apa yang dimaksud oleh krystal karena saat ini krystal terlihat sangat rapuh.

“why baby? Something happend to you?” ucapnya lagi sambil merapihkan rambut krystal yang lembut itu.

“Nothing, tetapi aku merasa bahwa aku akan kehilanganmu jongin, entahlah tetapi aku benar – benar tidak bisa melepaskanmu kau tau kan aku begitu mencintaimu…” jeda, dan krystal makin menatap jongin.

“dan kau telah mengambil semua yang aku punya, i’m not virgin jongin, tetapi bukan itu masalahnya, aku senang bisa memberikannya kepada orang yang aku sangat cintai, tapi bisakah kau berjanji untuk tidak akan meninggalkanku em?”

Diam, jongin hanya diam dia ingat pertama kali dia melakukannya bersma krystal atas dasar mereka sama sama mau, dan suka tetapi entah mengapa pikirannya kini malah teralih ke sosok gadis yang bercinta dengannya beberapa hari yang lalu, bagaimana dengan hyuna, bukankah mereka melakukannya karena kesalahan.

“jongin….”

“dengarkan kau krys, aku sangat mencintaimu dan aku tidak akan meninggalkanmu” saat itu pula jongin langsung memeluk kekasihnya itu.

Tanpa mereka ketahui disana, hyuna yang tidak sengaja mendengar pembicaraan merekapun hanyatersenyum miris, seandainya dia berada diposisi krystal yang selalu di utamakan oleh jongin, dia pasti bahagia, sangat bahagia.

“aku tidak akan menuntut apapun jongin, aku tidak akan tega merusak kebahagiaan kalian” ucapnya dan diam – diam pergi dari ruangan itu.

Mungkin saat ini hyuna mengakui dirinya sudah kalah telak dari rival abadinya itu, buktinya dia benar – benar sudah dilupakan oleh seseorang yang dulunya berkata sangat mencintainya.

—- —— ——-

“hyuna, jangan diam saja, ayo ceritakan apa masalahmu, kami disini bukan manequin” ucap suzy, lalu ditanggapi anggukan dari jiyeon, hyuna menatap dua sahabatnya itu dengan tatapan sedih, dia bingung, apa yang harus dia katakan, semua ini terlalu membuatnya frustasi.

“hyuna, ikut aku!” baru saja hyuna akan membuka suaranya, tetapi tiba – tiba saja myungsoo datang dan menarik tangan hyuna “jangan ganggu kami!” teriaknya kepada suzy dan jiyeon.

“yatuhan, apa itu myungsoo? Kenapa dia benar – benar berbeda? Apa ini yang membuat hyuna sedih?” tanya jiyeon dan suzy tidak menanggapi apapun karena dia bingung harus memberi jawaban apa kepada sahabatnya.

“lepaskan aku myungsoo!” hyuna terus menerus menarik tangannya dari genggaman myungsoo, tetapi lelaki itu malah makin mengeratkan genggamannya, “ssakittt” tuli, myungsoo benar – benar menulikan pendengarannya, entah apa yang terjadi kepadanya sehingga ia bisa berprilaku seperti itu.

Dan kini mereka berada diruang olahraga, hanya mereka berdua dengan tatapan mata myungsoo yang terlihat marah.

“U JERK!” setelah kalimat itu kini hyuna menampar pipi mulus myungsoo, dia benar – benar kesal dengan pemuda didepannya ini.

“lepaskan myung! Sakit!!” kini hyuna dihimpit oleh tembok ruang olah raga dan badan myungsoo sementara kedua tangannya di masih myungsoo genggam erat.

‘sakit?” apa yang sakit hm?” kini myungsoo tiba – tiiba kembali menjadi myungsoo yang hyuna kenal, myungsoo dengan tatapan hangat yang selalu membuat semakin jatuh dalam cinta lelaki itu tiap kali menatapnya.

“Bagaimana dengan kesakitan yang aku alami noona kim? Dengan seenaknya kau membuang cincin yang aku berikan dengan kesungguhanku, dan apa yang kau lakukan bersama sehun pagi ini? Kenapa kau menginjinkan sehun menyentuhmu? Kau itu milikku, dan itu berarti selamanya kau hanya milikku”

“lepaskan aku myungsoo!”

“TIDAK! TIDAK AKAN PERNAH!”

“Myungs—“ tiba – tiba saja bibir myungsoo membungkam bibir tipis hyuna, menciumnya dengan lembut, berbeda dengan sikapnya beberapa detik yang lalu, dan anehnya hyuna tidak menolak, dan hyuna sangat menyadari bahwa saat ini pipinya basah, dia tidak menangis, dan saat dia membuka matanya myungsoolah yang menangis.

Myungsoo akhirnya melepaskan ciuman mereka, dan saat itu pula hyuna melihat myungsoo dengan berkaca – kaca, “myung” hyuna mencoba menghapus air mata myungsoo tetapi tangan myungsoo menghentikan gerakan jemari jentik gadis itu.

“biarkan penyelasanku jatuh bersama airmata ini hyuna, maafkan aku, maafkan aku yang sempat mengabaikanmu, aku salah, maafkan aku, jangan tinggalkan aku, aku mohon”

Jika saja hyuna masih mempunyai harga diri, dia akan menangis bersama myungsoo dan memeluknya, mengusap air matanya, tetappi saat itu dia kembali teringat akan kejadian malam itu, dan dia memastikan hatinya sendiri bahwa dia saat ini tidak pantas untuk myungsoonya.

“maafkan aku myung, lebih baik kita akhiri semuanya myung” dan baru saja hyuna melangkahkan kakinya menjauh dari sosok myungsoo lelaki itu langsung memeluknya dari belakang, “tidak akan pernah ku izinkan kau pergi selangkahpun hyun, kau milikku dan itu berlaku sampai akhir napasmu”

“…..Aku tidak pantas untukmu myung, kau pasti—“

“tidak ada satupun wanita didunia ini yang pantas denganku kecuali kau, kim hyuna”

“myung—“

“jangan tinggalkan aku, kau boleh menyuruhku menenggalamkan diri ini ke sungai han, tetapi berjanjilah sebelum aku melakukannya kau masih mencintaiku dan aku akan aik – baik saja”

Adakah yang harus hyuna katakan? Wanita mana yang tidak tersentuh dengan kata – kata seperti itu bahkan kesalahan myungsoo beberapa hari yang lalu pun seolah menghilang seiring berputarnya jarum detik pada jam diruang olah raga itu.

“aku mencintaimu”

—– —– ——————

One month later

“jongin, lihatlah” jongin memutar balik tubuhnya dan dia mendapati sosok krystal yang mengenakan baju pengantin rancangannya bersama kakaknya itu, jongin tersenyum dan mendekat kearah krystal saat itu “kau cantik krys” jongin mengecup bibir krystal.

“tentu, aku juga tampan dengan tuxedo itu” jongin tertawa kecil meyahuti pernyataan gadisnya “bukankah aku memang selalu tampan hm?”

“iya, aku akui itu” kini mereka berdua berjalan diatas catwalk dengan bergandengan tangan diringi tepukan meriah para penikmat fashion, juga jepretan kamera yang tidak hentinya membidik mereka.

“Anaku sangat tampan!” ucap Kim hana yang sangat bersemangat.

‘oh tentu, karena dia keturunan ku dia pasti sangat tampan” timpal heechul dan “hey, kau tau aku ayah dari laki – laki yang menggunakan tuxedo hitam itu, bukankah dia terlihat begitu tampan?” ucapnya pada salah satu tamu disana dan… tiba – tiba dia mengambil pulpen wartawan disampingnya untuk mendatangani notenya “tidak usah sungkan – sungkan noona, kau bisa mendapatkan tanda tanganku lebih dari ini oke” dan saat ini reporter wanita yang sedang meliput berita itu hanya menunnjukan ekspresi sweetdrop .

 

 

 

“ah, itumenyakitkan hana!” baru saja heechul berteriak dan membuat sebagian tamu memandangnya, karena hana yang menjewer kuping suaminya dengan keras.

”keluar kau kim heechul!”

“yeobo, kecilkan suaramu oke, disini banyak wartawan” dan mau tidak mau hana pun diam, dan kembali fokus kepada anaknya diatas panggung itu.

— —- —-

“oh sayang, ada apa denganmu? Kenapa kau tiba – tiba seperti ini, kau sakit?” tanya Yixinf karena khawatir kondisi anaknya yang mual – mual dan tidak bisa memakan apapun.

“ayo, kita harus pergi ke dokter oke”

“tidak mau, telfon saja dokternya dan biar dia memeriksa ku disni” ucapnya.

“baiklah sayang, tunggu sebentar” dan yixing menelpon dokter donghae, dokter pribadi keluarganya tersebut.

“jadi, apa yang terjadi ada anak ku dokter?” ucap yixing, karena dia begitu khawatir saat melihat ekspresi muka donghae.

“dokter…?” kini giliran joonmyun yang bertanya kepada donghae karena donghae tidak memberikan respon apapun.

“sebaiknya kita bicara diluar kamar saja, “ dan saat ini joonmyun dan yixingpun saling pandang satu sama lain.

“apa yang sebenarnya terjadi pada hyuna?”

“hyuna hamil…..”

Beberapa saat mereka semua diam, dan hyuna pun yang sengaja menguping pembicaraan kedua orang tuanya pun ikut terdiam.

“2 minggu…”

“jangan bercanda!” kini lengan kekar milik joonmyung mengcengkram erat kerah baju donghae.

“aku serius suho, dia hamil” ucap donghae terbata – bata karena joonmyun semakin mencengkram kerah bajunya, membuatnya susah bernapas.

“anak itu” joongmyun melepaskan cengkaramannya dan dengan kasarnya membuka pintu kamar hyuna,

Plak

Satu tamparan mendarat mulus dipipi hyuna, membuat cap telapak tangan joonmyun terlihat jelas dipipi anak kandungnya itu.

“KAU! Berani – beraninya mencoreng nama keluarga ini hyuna!”

Hyuna hanya bisa menangis mendapat tamparan dari appanya, bagaimanapun dia merasa bersalah saat ini.

“Lepaskan tanganmu dari anakku KIM JOONMYUN! Beraninya kau menyentuh putriku” kini yixing mendiring paksa suaminya

“kenapa kau selalu membela anak manja sepertinya kau lihat, apa yang dia lakukan saat ini!”

“APA? APA YANG DIA LAKUKAN? JANGAN SENTUH ANAK KU ATAU AKAN KU BUNUH KAU, KALIAN KELUAR!” kini joonmyun maupun donghae keluar dari kamar hyuna karena emosi yixing semakin tidak terkendali.

“beraninya dia menyentuh putriku!” yixing memeluk hyuna yang masih menangis, “tidak apa – apa sayang, lupakan lelaki itu bila dia berani menyentuhmu maka aku pastikan kau hanya mempunyai ibu”

“maafkan aku eomma, maafkan – aku”

“ssst, jangan menangis lagi sayang… “ yixing menetap anaknya, memberikan ketulusan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.

“katakan, apa myungsoo yang melakukannya?”

Hyuna diam, dia bingung harus memberikan jawaban seperti apa kepada eommanya dia takut, sangat takut.

“bicara pada eomma sayang, lelaki itu harus bertenggung jawab kepadamu…”

“….. dia”

Tbc..

Sengaja banget ini kaya sinetron diCUT pas bagian penting, maaafkan oke, oiya jangan bash karena ini Ada adegan yang agak NC, karena dari awal aku udah nulis kalo ff ini bakalan ratingnya PG – 17, jadi buat kalian yang belum cukup umur dan jangan dibaca bagian itunya-_- maafin winni yaaa mwaaaah……

33 pemikiran pada “Married By Accident ( Chapter 5)

Tinggalkan Balasan ke kkamjong Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s