2Chan (Cleopatra #1 )

2Chan (Cleopatra #1 )

Title: 2Chan (Cleopatra #1 )

Author: Kim Ria

Genre: Romance

Length: Chaptered (Series)

Ratting: T

Main Cast: Park Chan Yeol | Kim Mii Hwang (Miichan) | (1)EXO-K

FanFiction: Phobia | Hot Chocolatte /// 2Chan : Romatic 27th | First CandIss | Get Well Soon!

 

  • Hi~ 😀 ketemu saya lagi.. xD kali ini, 2Chan bukan anak kelas 1 SMA lagi…. Mereka udah gede.. :3 Udah 2 SMA, dan udah jalan hampir setengah tahun lo… xD kenapa judulnya clepotra? Pasti reader udah tahu kisahnya cleopatra, si cewek cantik yang bisa memikat hati 2 pria yang punya kekuasaan tinggi. Karena hal itulah cleopatra di sebut sebagai ‘wanita pemikat yang abadi’. Dari kutipan itu saya terinspirasi buat bikin cerita ini…Semoga Reader suka dengan 2Chan ‘cleopatra’ ini… Hehehe…

 

 

“Oppa!” sapa Miichan saat ia melihat di depannya ada Chanyeol yang kebetulan baru berangkat, sama sepertinya. Chanyeol menoleh. Chanyeol membulatkan matanya, pipinya sedikit kemerahan dan tubuhnya seperti di sengat oleh listrik sehingga membuatnya tak dapat bergerak sesaat.Ada apa dengan Chanyeol?

Tentu saja jawabannya adalah, terkejut, tak percaya dengan yang dilihatnya.

Tak percaya dengan penampilan Miichan hari ini. Yeoja kecilnya terlihat sangat berbeda hari ini. Akhir-akhir ini, biasanya rambutnya selalu di kucir kuda, atau kucir 2 saat rambutnya agak memanjang membuat rambutnya tak terlihat jika rambutnya sudah memanjang sehingga Chanyeol tak terlalu memperhatikan. Tetapi sekarang, Miichan membiarkan tergerai rapih dengan bandana putih dan poninya yang biasanya ia jepit sekarang dibiarkan saja dan Miichan menata poni itu ke samping kiri.

Miichan memiringkan kepalanya saat tak mendapat respon dari Chanyeol. Gemas melihat wajah Chanyeol yang terlihat ‘bodoh’ , Miichan mendekati Chanyeol lalu berjinjit dan meniupkan wajah Chanyeol.

“Whoa!!” kejut Chanyeol, ia sedikit memundurkan langkahnya sambil merapikan poni rambutnya yang menjadi agak berantakan. Melihat Chanyeol tak melamun lagi, Miichan tersenyum puas.

“Oppa!” Miichan memanggil lagi.

“Eum?”

Miichan mempercepat langkahnya agar dapat sejajar dengan Chanyeol.

“Oppa coba tebak hari ini aku punya berita apa…” kata Miichan dengan nadanya yang lucu. Chanyeol membuang nafasnya.

“Molla…”

“Aku di terima menjadi manejer klub sepak bola.” Kata Miichan sambil sedikit berbisik ke telinga Chanyeol. Chanyeol membelakkan matanya, ia menghentikan langkahnya sesaat lalu menoleh pada Miichan dengan tampang tak percaya dengan dahinya yang berkerut. Sementara Miichan tersenyum bersemangat.

“Kau…Menjadi manajer klub?? Kenapa kau tak bergabung dengan klubku saja? Kami juga kekurangan 1 manajer, kenapa kau bergabung dengan klub sepak bola?”

“Tadinya aku mendaftar, tapi di klub sepak bola membutuhkan lebih dari 1 manajer lagi. Lalu saat sedang mendaftar di klub basket aku langsung di tarik oleh Rina eonni mendaftar di klub sepak bola.Lalu aku di terima… Hari ini hari pertamaku di klub sepak bola!” ucap Miichan bersemangat.

“Ya! Kenapa kau tak menolak ajakan Rina?”tanya Chanyeol masih dengan nada tak percaya dan rasa kesal.

“Bagaimana mau di tolak, di klub sepak Rina satu-satunya manajer tersisa padahal membutuhkan 3 manajer…. Tak apakan? Lagipula aku tak pernah absen menonton pertandingan oppa kan?” kata Miichan sambil tersenyum lebar, senyuman menggemaskan yang membuat Chanyeol lebih tenang dan luluh. Ia mengusap-usap kepala Miichan sambil tersenyum kecil.

###

Miichan bertopang dagu dan melihat kedepan dengan tatapan bosan. Pelajaran kali ini diisi dengan jam kosong, membuat kelasnya sangat gaduh dan begitu berisik.Teman sebangkunya juga hilang entah kemana. Tak jarang guru-guru yang melewati kelasnya lalu berceramah dahulu di kelasnya. Miichan menundukkan kepalanya sesaat lalu mengangkatnya kembali.

“Wua!!” kejut Miichan saat dengan tiba-tiba Rina datang di depannya sambil tersenyum. Sebenarnya bukan hanya itu, tetapi Rina ini adalah siswi yang ada di kelas sebelahnya. Kelas 11-2.

“Rr…Rina eonni? Kenapa bisa disini? Apakah eonni juga jam kosong?” tanya Miichan.

“Ani, aku sedang izin ke perpustakaan padahal nyatanya aku kemari. Aku dengar kelasmu sangat berisik pasti itu karena tidak ada guru. Jadi daripada kau bercanda tidak jelas lebih baik kau membaca biodata anak-anak di klub sepak bola.” Kata Rina sambil menyodorkan setumpuk kertas pada Miichan. Miichan menerimanya dan melihat-lihat sekilas kertas-kertas itu. “Nah, aku hanya ingin bilang itu. Kau simpan saja kertas itu aku punya filenya di laptopku. Jangan lupa, kegiatan klub setelah pulang sekolah.” Kata Rina sambil tersenyum lalu berbalik dan berlari kecil keluar dari kelas Miichan. Miichan menghela nafasnya panjang.

“Hhh…Membaca sebanyak ini? Harus kuhafal semua kah?” kata Miichan sambil membolak-balik kertas itu. “Geurae…Aku harus baca dari sekarang, konsentrasi Michan…Kau harus bisa jadi manajer yang baik…Ingat itu.” Miichan mengingatkan dirinya sendiri. Setelah mengucapkan kalimat itu untuk dirinya sendiri, Miichan langsung mengubah mimik wajahnya sangat serius. Berkonsentrasi pada yang sedang ia baca.

Sementara Chanyeol yang asyik bercanda dengan siswa-siswa lain, tak sengaja matanya berhenti pada Miichan yang asyik dengan tumpukan kertasnya. Tawa keras Chanyeol lama-kelamaan memudar saat ia sudah menancapkan matanya di objek yang ia suka. Sepertinya aku tak bisa menganggunya… Ia sangat serius sekali. Pikir Chanyeol. Chanyeol tersenyum melihat Miichan seperti itu, selalu tekun dan bekerja keras dengan kemauannya sendiri.

 

 

Waktu istirahat Miichan juga masih sibuk dengan setumpukan kertas berisi profil anak klub sepak bolanya. Miichan mengacuhkan Rina yang sedari tadi menemaninya di kantin sekolah.

“Ya… Berhenti membaca… Aku tak suka jika seperti ini Miichan.”kata Rina saat ia menelan makanannya. Miichan melirik ke arah Rina lalu menganggukkan kepalanya.

“Geurae….” kata Miichan kemudian, ia mengalah pada Rina. Dan meminum minumannya yang belum ia sentuh dari tadi. Miichan meminum minumannya sambil melihat kesana kemari, matanya terus memperhatikan semua orang yang ada di kantin.Dan pandangannya berhenti pada seseorang yang tengah berjalan ke salah satu meja kantin. Sepertinya pernah melihat… batin Miichan. Ia terus memperhatikan namja itu sampai orang itu duduk, kepalanya masih terus berputar karena masih belum menemukan jawabannya. Dan sampai akhirnya, namja itu menyadari jika dirinya di perhatikan. Namja itu membalas tatapan Miichan dengan tatapannya yang tajam, dan membuat Miichan terkejut dan segera mengalihkan perahtiannya pada yang lain. Menyeramkan sekali….

“Miichan, kenapa kau berpikiran untuk menjadi manajer klub? Kau memikirkan apa eo?” tanya Rina kemudian.

“Euum…Molla, aku hanya iseng-iseng saja, tetapi Rina eonni sudah menyeretku dan menerimaku semudah itu. Menjadi manajer klub menyenangkan kan?” tanya Miichan. Rina mengangkat satu alisnya, lalu menatap ke arah lain sesaat sambil tertawa meremehkan.

“Ya, kau tahu. Menjadi manajer klub kau seperti menjadi budak, dan pelayan.” Miichan membulatkan matanya, membuatnya tersedak dengan minumannya.

“Mwo??? Uhuk,uhuk,uhuk…Akkhh…Uhuk,uhuk,uhuk! Eonni jangan menakut-nakuti eo!” seru Miichan sambil mengepalkan tangannya lalu memeukul meja makannya dengan keras.

“Ya! Jangan marah, aku belum selesai bicara!” Rina tak kalah seru dengan Miichan. Membuat meja kedua yeoja ini paling gaduh. Mengalahkan kegaduhan meja yang berisi lebih dari 4 orang. Karena hanya mereka yang berteriak dengan keras. Sebut saja tak tahu malu. Membuat semua pasang mata di sana menatap heran ke arah Miichan dan Rina.

“Menjadi budak dan pelayan itu…. Saat awal-awal harimu di klub… Tapi jika sudah lama kau seperti merasakan merawat adik-adikmu. Menyenangkan juga, apalagi saat melihat yang lain latihan. Terlebih saat melihat pertandingannya kau akan merasa sangat bangga. Tapi ya,…Kembali lagi. Di hari pertama itu masa-masa sulit. Itu yang aku rasakan dulu, sebenarnya tergantung kau sendiri bagaimana menanggapi mereka.” Lanjut Rina. Miichan manggut-manggut mendengar penjelasan Rina.

“Heumm…Apa saja yang harus kulakukan?” tanya Miichan dengan antusias. Rina terdiam sesaat lalu memasang senyum jahil.

“Lihat saja sendiri nanti.” kata Rina sambil menjulurkan lidahnya dan berlari begitu saja. Miichan hendak menyusulnya dengan langkahan kaki kecilnya yang cepat, tetapi tertahan saat menyadari semua orang tengah menatapnya dengan aneh yang tentu membuat Miichan malu dan gugup. Ia menutupi wajahnya dengan kertas-kertasnya, menutupi identitasnya.

“Aishh… Jika aku bertemu Rina eonni di tempat klub …. Aku pasti sudah melemparinya dengan bola sepak. Aishh..” gerutu Miichan. “Eh, tetapi jika aku seperti itu, bisa-bisa aku yang jadi budaknya… Aiisshh!”

Nasib baik juga sedang tidak berpihak pada Miichan.Belum ada 3 meter dari kantin sekolah, bel masuk sudah berbunyi. Padahal ruang kelasnya tak bisa dibilang dekat dengan kantin. Dengan terburu-buru Miichan berlari secepat mungkin meunuju kelasnya sambil memeluk kertas-kertasnya. Berkali-kali beberapa kertasnya jatuh dan terinjak oleh kakinya sendiri, membuatnya harus berhenti lalu memungutnya kembali. Benar-benar bodoh.

BRRUUKK!!

Kali ini benar-benar sial bagi Miichan, satu kertasnya jatuh dan terinjak oleh kakinya sendiri, lebih buruknya kertas itu membuatnya tergelincir dan membuat tubuhnya tak seimbang dan jatuh.Dan semua kertasnya terjatuh berserakan tak beraturan. Bukan hanya dirinya saja yang jatuh, tetapi orang di depannya yang juga tengah berlari mengejar waktu ikut terjatuh karena sedikit tersenggol tubuh Miichan.

“Aishh…Ya!!” teriak namja itu tak terima sambil bangkit dan merapikan jasnya. Miichan yang mendengar teriakan namja itu, sedikit terpancing dan melupakan jam pelajarannya. Miichan bangkit sambil membersihkan roknya, dan menatap ke arah namja di depannya dengan kesal. Namja yang sama yang tadi ia perhatikan di kantin.

Dibacanya nametage pada jas namja itu. Oh Se Hun. Setelah membaca namanya, Miichan sedikit mengecangkan dasinya dan menatap tajam pada Sehun, seolah ia tak takut dengan namja di depannya yang tengah menatap tajam pada Miichan dengan aura dinginnya.

“Ya! Aku punya nama, dan namaku bukan Ya! Dengar itu! Kau harus membantuku membereskan kertas-kertas ini!” seru Miichan sambil menunjuk ke arah Sehun. Sehun membulatkan matanya, melihat Miichan berteriak pada dirinya.

“Apa hubungannya eo? Kau yang menghancurkan waktuku!” kata Sehun lalu menginjak-injak beberapa kertas yang ada di depan kakinya lalu berlari memasuki kelasnya. Miichan menganga dan menatapnya tak percaya. Di tatapanya Sehun yang hanya terlihat punggungnya saja.

“Eiissh!! Benar-benar!! Awas saja nanti!!” kata Miichan kesal. Miichan membalikkan tubuhnya hendak membereskan kertas-kerats yang ada di belakang tubuhnya itu, tapi tubuhnya langsung mebatu saat melihat salah satu guru sudah berdiri di dapan Michan dengan tatapan yang mematikan. Sambil menurunkan kaca matanya pak Kim menjewer telinga Miichan. Tanpa memandang dia yeoja atau namja, muda atau tua.

“Kim Mii Hwang… Kau telah membuat berantakan disini dan tak segera masuk kelas. Daripada kau tak masuk kelas lebih baik kau memasuki area lapangan sekolah. Hormat pada bendera sampai jam pulang sekolah!!” kata pak Kim dengan kasarnya dan tepat di telinga Miichan. Mendengar teriakan mematikan itu, Miichan langsung berlari namun ia tak bisa lari karena pak Kim menarik kerah jas Miichan. Seolah mengisyaratkan Miichan untuk kembali. “Bereskan kertas-kertas ini, baru kau ke lapangan!!”

Miichan menelan ludahnya saat pak Kim berteriak dengan sangat keras tepat di gendang telinganya, sungguh menyeramkan. Dengan secepat kilat, Miichan langsung berangkat menjalankan tugasnya. Dan meninggalkan jam pelajarannya.

 

Chanyeol bertopang dagu, ia sangat malas dengan pelajaran kali ini. Tak ada yang berisik, dan berbuat ulah di kelasnya. Seperti tidur di kelas, terlalu ceplas-ceplos saat melontarkan pendapat dengan nadanya yang tanpa dosa. Siapa lagi jika bukan Miichan? Tanpa Miichan, kelasnya menjadi sepi dan aneh. Kemana dia?

 

 

Di tempat lain, Miichan tengah hormat pada bendera di tengah lapangan. Ia menahan rasa pegal di kakinya dan rasa hausnya di tenggorokannya yang mulai menjadi padang pasir. Sangat kering, ia butuh air.Miichan menahan semua rasa pegal dan hausnya, dan tetap menghadap ke atas bendera, menatapnya dengan mata menyipit dan tangannya di sikap sempurna untuk sikap hormat. Walaupun ini hukuman dan tak ada yang melihatnya, walaupun lelah ia juga punya kewajiban untuk menghormati negaranya sendiri bukan? Hormat pada bendera salah satu hal kecil, usaha untuk menghormati negara sendiri. Hormat pada bendera tanpa dengan kegiatan lain, seperti slingukan, menggaruk-garuk bagian tubuh yang gatal, menekuk kaki, berbicara tidak jelas dan hal-hal lainnya. Jika Miichan melakukan itu, artinya ia tak hormat dengan negaranya sendiri bukan? Benar kan?

###

Miichan berjalan menuju klubnya yang baru seperti orang mabuk. Ia tak bisa fokus, ia terlalu pusing akibat hukumannya tadi.Membuatnya sama sekali tak melihat Chanyeol saat ia melewati namja raksasa itu.

Melihat Miichan tak meyapanya dengan suara ‘cempreng’nya membuat Chanyeol heran. Chanyeol menghentikan langkahnya dan berbalik.

“Miichan!” panggilnya. Miichan berhenti dan berbalik, ia menatap Chanyeol dengan ekspresinya yang lucu. Chanyeol menghembuskan nafasnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia berjalan mendekati Miichan. Chanyeol sedikit membungkukkan tubuhnya lalu mencubit hidung Miichan dengan gemas. Yang tentu membuat Miichan terkejut, dan akhirnya dapat membuka matanya dengan lebar seperti biasanya.

“Aigoo…Kau ini kenapa? Bisa-bisanya jam pelajaran terakhir tak ada. Kau kemana eo?” tanya Chanyeol. Miichan terdiam, ia masih menggosok-gosokkan hidungnya yang kini sudah kemerahan.

“Ceritanya sangat panjang… Aku dipermalukan di kantin oleh Rina eonni, menubruk namja menyebalkan yang tak mau membantuku membersekan kertas-kertas milikku, lalu dapat hukuman oleh pak Kim untuk berjemur di lapangan….Aku sangat lelah sekali oppa…” Miichan mulai merengek manja dengan aksen kekanak-kanakannya. Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berdecak. Ia menjitak kepala Miichan.

“Miichan, kau harus bisa sedikit dewasa eo? Kau sudah 15 tahun…” kata Chanyeol menasehati. Miichan hanya diam sambil menunduk jika sudah dimarahi Chanyeol seperti ini. Chanyeol membuang nafasnya, diletakkan tangan besarnya di kepala Miichan lalu mengusap-usap Miichan dengan lembut. Chanyeol tersenyum lebut pada Miichan. Miichan dengan takut-takut mengangkat kepalanya dan menatap mata Chanyeol.

“Mianhae.. Miichan akan mencoba lebih dewasa lagi oppa….” kata Miichan dengan rasa penuh bersalah.

“Hahaha…Jangan anggap terlalu serius.” Kata Chanyeol sambil tertawa renyah. Tangan kanan Chanyeol perlahan turun, dari kepala sampai ke pipi kiri Miichan. Diusap-usapnya kulit lebut Miichan itu yang membuat Miichan mulai tersenyum. Chanyeol mendekatkan wajahnya pada Miichan dan sedikit memiringkan kepalanya lalu mengecup pipi kanan Miichan dengan lembut dan hanya sekilas saja.

Chu~ ❤

Kecupan singkat nan lembut yang sukses membuat Miichan panas dan ingin meledak.

“Sukses di klubmu itu ne? Walaupun di klub sepak bola, kuharap kau bisa terus mengikuti pertandinganku.” Kata Chanyeol. Micihan mengangguk yakin sambil tersenyum lebar. Chanyeol tersenyum tipis lalu berbalik dan berjalan menjauh dari Miichan.

“Oppa juga ne!! Semangat di kegiatan klubnya !!” seru Miichan, Chanyeol hanya menjawab dengan mengacungkan jempolnya.

 

Belum ada 5 meter dari lapangan sepak bola, Miichan sudah mendengar dengan jelas suara para anggota pemain sepak bola tengah melakukan pemanasan. Mendengar suaranya yang sangat keras dan sangat ramai, membuat Miichan beralih dari kertas-kertasnya pada suara itu. Karena sangat penasaran, Miichan pun berlari medekat pada lapangan sepak bola. Lebih tepatnya pada Rina, yang tengah berdiri memperhatikan para namja yang melakukan pemanasan sambil membawa papan dan menuliskan sesuatu pada papan itu.

“Rina eonni!!” sapa Miichan dengan keras.Rina pun menolehkan kepalanya lalu melambaikan tangannya. Setelah melambaikan tangannya pada Miichan, Rina meniupkan peluitnya dengan keras membuat semuanya berhenti melakukan pemanasan dan menoleh pada Rina. Tidak, sorot mata itu langsung berpindah pada Miichan yang sudah berdiri di samping Rina dengan senyum lebarnya.

“Ehm! Kali ini, ada manajer baru di klub sepak bola sekolah. Dia dari kelas 11-1, bernama Kim Mii Hwang dan sapaan akrabnya Miichan.Dia berumur 15 tahun…”

“MWO?!!!!” Semuanya berteriak tak percaya saat Rina menyebutkan profil Miichan. Semuanya berteriak sambil membelakkan matanya dengan menatap Miichan. Kesal karena anggota klub telah memotong pembicaraannya, Rina pun berteriak.

“Ya!! Fokus!! Perhatikan!!” Semuanya langsung menutup mulutnya, Miichan menahan tawanya saat melihat Rina berteriak dengan garangnya dan mempu membuat para namja itu tertunduk. “Geurae kita lanjutkan…. Jadi, karena umurnya 15 tahun, tolong jangan terlalu keras di hari pertamanya. Kita semua harus bekerja sama dengan anggota baru, lagipula festival olahraga tinggal seminggu lagi.Arrachi?!!”

“Ne!!!!!”

“Ayo Miichan..” bisik Rina. Miichan menunjuk dirinya sendiri sambil membulatkan matanya, ia tak percaya jika ia diberi kesempatan berbicara oleh Rina pada para namja yang sangat banyak itu.

“Eeumm..Mohon bantuannya!” kata Miichan sambil membungkukkan badannya. Lalu menengakkan tubuhnya lagi sambil menyingkirkan rambutnya ke belakang.

“Geurae, lanjutkan latihannya!!”

Disaat semuanya berlatih dan Rina sibuk dengan pelatih sepak bola, Miichan mendapat tugas untuk memberikan botol minum, handuk, tas dari para anggota, dan juga membaca profil-profil dari klub. Sebagai pemula dalam manajer klub olahraga, Miichan masih belum siap dan bisa untuk ikut menemani berlatih karena itu termasuk tugas berat. Harus memperhatikan setiap anak yang berlatih, lalu membuat catatan tentang kesalahan atau perkembangan dalam latihannya. Dan harus hafal siapa saja yang melakukan penurunan atau perkembangan. Makanya manajer harus bisa mengahafal satu per satu anggotanya.

“Aigoo…Aku belum hafal semua.” Keluh Miichan sambil menepuk-nepukkan jidatnya. Lalu Miichan memijat-mijat jidatnya sambil membuka halaman kertas berikutnya. Miichan langsung mmebulatkan matanya, diangkatnya satu kertas itu sambil mengedip-kedipkan matanya beberapa kali.

“Mwo? Jadi aku pernah melihatnya di foto ini?? Kenapa aku tak sadar??? Aisshh…” kata Miichan saat melihat jika namja yang membuatnya kesal 1 klub dengannya. “Oh Se Hun…” desis Miichan. Miichan langsung menurunkan kertas itu dan memperhatikan setiap anak yang berlatih, mata elangnya mulai bekerja mencari sosok dingin Sehun.

Matanya langsung menyipit saat ia sudah menemukan sosok Sehun, jari telunjuk mengacung pada Sehun. Lalu gerakan itu berubah menjadi kepalan tangan.

“Aku akan membalas dendamku! Aku bersungguh-sungguh! Kau membuatku pusing di lapangan tadi siang! Awas kau Oh Se Hun!”

 

“PRIIITT!! Semuanya istirahat!” seru pelatih, semuanya pun langsung berlari ke tepi. Disaat inilah Miichan mulai bekerja, ia harus melayani para namja berkeringat yang membutuhkan air dan menyeka keringatnya. Sementara Rina, ia terlihat berunding dengan pelatih dan ketua tim.

Melihat semuanya sudah mulai istirahat, Miichan langsung membawa kotak berisi banyak botol air mineral pada salah satu anggotanya agar bisa di bagikan pada yang lain. Tak lupa dengan handuknya, Miichan juga memberikan dengan cara yang sama.

“Wua.. Gomawo Miichan.”

“Aigoo, kau sangat manis.”

“Gomawo…..”

Banyak reaksi berbeda pada Miichan, tetapi Miichan masih malu jadi hanya bisa membalas dengan senyuman kecil.

Setelah tugasnya selesai, Miichan mencari tempat yang lumayan sepi dan bisa aman dari suara berisik dari para namja itu. Tempat sepi yang nyaman untuk melanjutkan membaca dengan serius.

Setelah mendapat tempat yang cocok, Miichan melepas bandananya dan mengikat poninya yang selalu menganggu matanya. Mengikatnya ke atas dan poni itu menjadi mirip dengan ikatan rambut ‘Agnes’ pada film animasi ‘Despicable Me’.

“Geurae… Ini sudah sangat sempurna…” kata Miichan senang. Ia mulai melanjutkan bacaannya kembali, dan yang mendapat giliran pertama yang ia baca adalah Sehun. Miichan menarik nafasnya lalu membuang nafasnya kembali.

“Hmm.. Daripada membaca, kenapa kau tak bertanya pada orangnya langsung eo?”

Miichan membulatkan matanya, ia langsung menolehkan kepalanya ke arah kanan atau lebih tepatnya ke sumber suara.Miichan langsung sedikit menjauhkan kepalanya saat melihat Sehun sudah datang sambil meminum botol air mineralnya dengan handuk kecil yang dikalungkan oleh Sehun menutupi keringatnya yang berucuran.

Miichan memandang Sehun dengan tatapan heran. Ia memandang dari bawah hingga ke atas lalu tanpa berpikir panjang Miichan dengan tumpukan kertasnya Miichan melakukan,

PLUUK!

Miichan memukul wajah Sehun dengan tumpukan kertas itu.Dan dapat digambarkan jelas wajah Miichan saat itu, ia terlihat sangat kesal. Sementara Sehun seperti tidak terima dengan perlakuan Miichan.

“Ya, aku mencoba ramah padamu karena kau manajer baru. Apalagi umurmu 15 tahun! Mengapa tiba-tiba memukulku eo?!” tanya Sehun tak terima.

“Tapi kau berhut..”

“Ya, gunakan kata oppa! Aku lebih tua 2 tahun darimu!” potong Sehun. Miichan memutar bola matanya sambil berdecak.

“Hh…Ne! Oppa berhutang padaku! Gara-gara oppa tak mau membantuku tadi, aku dapat hukuman harus hormat kepada bendera di terik matahari!” kata Miichan dengan nada tinggi. Sehun membuang nafasnya dengan kasar.

“Hhh…Geurae, geurae… Aku akan membayarnya dengan membantu menghafal semua anak anggota disini. Kau setuju?” tanya Sehun sambil menyodorkan tangan kanannya. Miichan menatap tangan itu dengan perasaan bingung, karena tak yakin Miichan mencoba menatap mata Sehun dan berpikir dua kali dan pada akhirnya menganggukkan kepalanya. Dan menerima jabat tangan Sehun.

“Aku setuju…Tapi oppa harus berjanji eo! “kata Miichan. Sehun menganggukkan kepalanya yakin. Miichan pun tersenyum lebar, karena bebannya sudah dapat berkurang dengan bantuan teman barunya.

Tapi senyuman lebar itu diartikan lain oleh Sehun, Sehun merasa ada sensasi lain di saat pertemuan awalnya. Sehun sudah bisa dan sependapat dengan ucapan teman-teman yang lain jika Miichan snagat manis dan imut. Eh? Apa aku suka dengan bocah berisik ini??? tanya Sehun pada dirinya sendiri. Sehun terdiam sejenak menatap lurus kedepan sambil menggosk-gosokkan bibir bawahnya dengan jari telunjuknya, lalu tersenyum kecil saat menemukan suatu ide besar dari rencananya. Sehun sedikit melirik ke arah Miichan.

“Ehm! Jika kau serius ingin menghafal dengan bantuanku, setiap istirahat tolong sempatkan untuk bertemu ya? Aku akan tunjukkan semuanya karena berada di kelas-kelas yang berbeda, dan 1 lagi. Mulai lusa klub sepak bola ada setiap hari. Untuk persiapa festival olah raga.Dan dari pulang sekolah sampai petang, pukul..Eumm…Sekitar 7 atau 8.” kata Sehun menjelaskan. Miichan menatap Sehun dengan tak percaya.

“Setiap hari seperti itu? Bukankah masih seminggu lagi oppa?”

“Sekolah kita punya motivasi untuk menang, jadi harus berlatih dengan keras.Lagi pula, latihan keras ini tak hanya dilakukan klub sepak bola.” Kata Sehun. Miichan terdiam sejenak, lalu ia memanyunkan bibirnya karena harus pulang larut. Apalagi statusnya sebagai manajer, pasti ia yang paling repot.

“Jika begitu aku akan berusaha sendiri saja, oppa terlalu lelah nantinya jika membantuku menghafal. Nanti bisa-bisa oppa tidak akan menjadi pemain utama saat festival nanti.” kata Miichan sambil menundukkan kepalanya.

“Hhh.. Jika seperti itu aku tak jadi membayar hutangku Miichan…” kata Sehun kemudian.Miichan menaikkan kepalanya lalu cengengesan.

“Heheh.. Oppa benar, kalau begitu… Oppa akan kuberi pelayanan ekstra, aku akan berjanji memperlakukan dengan baik.Demi kesuksesan pertandingan.” Kata Miichan sambil menunjukkan kelingkingnya. Sehun tersenyum tipis lalu menautkan kelingkingnya pada kelingking milik Miichan.

Setelah perjanjian itu selesai, Miichan benar-benar manaati janjinya. Ia langsung mengubah posisi duduknya menjadi menghadap kepada Sehun. Lalu dengan telaten Miichan mengusapkan keringat itu dengan handuk kecil yang di bawa Sehun.

Sehun membulatkan matanya saat Miichan mengusap keringat yang ada di sekitar lehernya dan di pelipisnya dengan sangat lembut.Membuat Sehun sedikit tak nyaman namun entah kenapa ia juga senang dan suka dengan perlakuan Miichan yang lembut. Miichan telah berubah 180 derajat, berbanding jauh dengan sebelumnya. Suhu tubuh Sehun naik dan hatinya sudah meledak, ia benar-benar tak tahan dan hanya mampu menundukkan kepalanya.

“Eit, oppa. Jangan menunduk….” kata Miichan sambil memegangi dagu Sehun, mencegah kepala itu untuk menunduk. Yang tentu saat Sehun kembali mengangkatnya, mata namja itu sama sekali tak menatap Miichan. Dan wajah kemerahannya tak dapat ia sembunyikan dari Miichan.”Mwo? Oppa…Oppa wajahnya kemerahan? Oppa sakit? “ tanya Miichan. Sehun menggelengkan kepalanya dengan kikuk. Ia langsung bangkit.

“Aaak..Aaa…AA..Aku..Aku…Aku..Akk..Aku… Harus bergabung dengan yang lain…” kata Sehun lalu berlalu. Miichan memiringkan kepalanya dengan bingung.

“Aneh…”

###

“Haaah…Haaah…Haah…”

Chanyeol langsung berjalan ke arah tas ranselnya saat peluit tanda istirahat di bunyikan sambil menyeka keringatnya dan mengatur nafasnya yang tak teratur.Ia mengambil botol air mineralnya dan mulai membuka tutup botol tersebut.

Seoyoon mendekati Chanyeol dan duduk di sebelahnya. Lalu menepuk bahu namja itu.

“Ya, bseok ada pendaftaran untuk klub basket kan?” Chanyeol hanya menanggapi dengan anggukan kepalanya. “Kalau begitu, besok istirahat kau yang akan menjadi penerima pendaftarnnya eo? Ada di aula sekolah..Hanya besok saja…” kata Seoyoon kemudian yang membuat Chanyeol menyemburkan air minumnya.

“Uhuk,uhuk..Aku tak mau!” kata Chanyeol menolak tawaran Seoyoon.

“Kita tentukan dengan suit ne? “ Seoyoon memberi jalan keluar. Chanyeol tersenyum senang, karena ia punya feeling besar jika ia akan menang.

“Batu,”

“Gunting,”

“Kertas!!”

.

.

.

.

.

.

.

.

###

(Aula Sekolah)

Chanyeol bertopang dagu sambil memutar-mutar spidolnya. Ia bosan menunggu, menungu orang yang akan bergabung dengan klub basketnya. Dari istirahat awal tadi hanya 2 sampai 3 anak saja yang datang. Sungguh menyedihkan. Bukan itu saja yang membuat menyedihkan, ia kalah dalam pertandingan suit sekali tanding dengan yeoja. Itu benar-benar memalukan sekaligus menyedihkan.

 

 

 

Sementara Miichan sibuk mencari kelas namja bernama Sehun. Ia berniat untuk mencari dari kelas 11-2 hingga 11-6 dan Miichan tersenyum senang saat melihat namja yang tengah keluar dari kelas 11-4. Miichan langsung mempercepat langkahnya dan beridiri tepat di depan Sehun.

“Sehun oppa! Kajja… Tunjukkan aku satu persatu anak klub sepak bola selain dari kelasku 11-1… Kajja….” ajak Miichan sambil menarik-narik lengan Sehun. Sehun tertawa kecil lalu melepas genggaman Miichan dan merangkul bahu kecilnya.

“Kemari,” kata Sehun sambil memutar tubuh Miichan dan kini tengah di depan kelas Sehun, 11-4. “Lihat yang sedang di pojok sana, yang sedang duduk di meja…Kau bisa lihat?” tanya Sehun. Miichan menganggukkan kepalanya. “Itu Gyu Eun Byul, atau Eunbyul dia pemain cadangan di klub dan ciri-ciri khusunya…”

“Suka mengupil?” sahut Miichan saat Orang yang ditunjuk Sehun itu, Eunbyul. Tengah mengupil sambil tertawa-tawa.

“Mwo? Kau benar sekali!” kata Sehun sambil tertawa keras lalu mengacak-acak rambut Miichan. Membuat Miichan ikut tertawa senang.

“Lalu… Lihat yang sedang berdiri bersandar di dinding yang ada di dekat jendela itu,kau lihat kan? Yang berambut cokelat tua itu….Kau lihat kan?”

“Eum! Aku lihat! Itu siapa oppa?” tanya Miichan sambil menoleh dan sedikit mendongakkan kepalanya agar bisa melihat wajah Sehun yang berdiri tepat di sampingnya dengan sangat dekat.

“Itu, Kim Weon Li. Kim Weon, dia kiper. Lihat postur tubuhnya, sangat tinggi dan kekar juga kan? “ kata Sehun masih terus menatap temannya Kimweon.

“Pasti dia kapten di tim kan?”

“Enak saja, kaptennya itu aku. Makanya aku cukup di gemari dan di sukai para yeoja…” kata Sehun membanggkan dirinya.

“Mmm… Seperti Chanyeol oppa ya?” Sehun terdiam sejanak matanya menatap ke atas mencoba berpikir. Chanyeol….? Ooo, yang kelas 11-1 itu. Bukankah dia saingan dari SMP? Saingan dibidang olah raga yang berbeda, cih.

Tak ada reaksi apapun dari Sehun, Miichan tetap menunggu reaksi itu. Namun Sehun tak berkata apapun, tetapi kepala Sehun mulai sedikit menunduk dan menoleh tepat ke arah Miichan. Membuat kedua hidungnya bersentuhan, cepat-cepat Sehun membuka rangkulannya dan sedikit menjauh dari Miichan juga sedikit menjauh. Kedua sama-sama tersipu dan sedikit gugup.

“Eeeeum…Kita lanjutkan ke tempat lain saja, teman sekelasku yang lain yang di klub sepak bola sepertinya tidak di kelas…Kajja.” ajak Sehun sambil menarik tangan Miichan dan sama sekali tak mau menatap Miichan, ia sangat malu dengan hal tadi. Miichan diam dan menurut saja dengan Sehun. Sehun oppa ini… Sepertinya mudah sekali wajahnya kemerahan seperti ini, ada apa dengannya? Pikir Miichan sambil memperhatikan Sehun yang ada di depannya.

Sehun dan Miichan berkeliling sekolah selama istirahat dan Sehun memperkenalkan semua klub sepak bola pada Miichan dan memberitahu hal-hal yang mencolok dari para anggota itu sehingga mudah di kenali. Dan saat bel masuk berdering keduanya berlari memasuki kelas-masing-masing sambil tertawa karena menganggap hal yang sangat menyenangkan. Bagi Sehun ini sangat menyenangkan dan merasa jika Miichan juga menerimanya dengan baik. Dan berpendapat pada dirinya sendiri, jika Miichan sepertinya juga tertarik padanya dengan sikapnya yang baik dengannya. Tapi apa benar? Sehun bertanya pada dirinya sendiri, sambil melihat ke arah Miichan sambil terus berlari.

Jika hal ini, bagi Miichan Sehun temannya yang sangat baik dan membimbingnya dengan sangat baik. Bagi Miichan, Sehun tak jauh berbeda dengan Chanyeol dan Luhan, mereka semua baik padanya dan mau membimbingnya. Walaupun semuanya sama, tentu Chanyeol oppa yang paling baik!

###

(Istirahat ke-2)

Chanyeol masih disibukkan dengan tempat pendaftarannya di aula sekolah. Namun kali ini berbeda, Miichan ikut dengannya.

“Untuk apa kau ikut kemari?” tanya Chanyeol sambil memainkan spidolnya.

“Aku diminta oleh teman 1 klub kemari. Daripada mencari dikelas, ia memintaku kemari.” Jawab Miichan sambil memainkan kakinya kedepan kebelakang.

“Kau sudah nyaman di klubmu?” tanya Chanyeol sambil menoleh pada Miichan.

“Ne. Aku sudah nyaman dan sudah punya teman baik dari klub. “ jawab Miichan dengan semangat.

“Sicca? Nugu?” tanya Chanyeol sambil mendekatkan wajahnya.

“Oh Se…Ah itu dia!” pekik Miichan saat melihat Sehun datang sambil melambaikan tangannya. “Sebentar oppa, aku akan kembali…” Miichan berpamitan pada Chanyeol. Kepala Chanyeol bergerak mengikuti arah kemana Miichan pergi. Dan ia terbelak saat melihat Miichan mendatangi Sehun dengan riangnya.

Bukan hanya itu yang membuatnya terkejut, ia tak percaya dengan orang yang didatangi Miichan dan dimaksudkan teman baik adalah Sehun. Saingannya saat SMP, dalam bidang olah raga khususnya. Walaupun mahir di bidang yang berbeda, tetapi Sehun bisa juga disebut rivalnya. Rival tentang kepopulerannya maksudnya.

Keduanya sama-sama punya banyak pendukung dan dikenal di tempatnya. Kedua namanya selalu di elu-elukan oleh banyak orang.

Tak jarang orang-oragn berunding, membandingkan keduanya siapa yang lebih baik. Karena itulah mereka terus bersaing untuk menjadi lebih baik dalam kemahirannya yang berbeda.

Dan yang terpenting sekarang dan menjadi masalah adalah, keduanya kini sama-sma suka dan sayang pada 1 orang. Siapa lagi jika bukan Miichan? Alasan inilah kenapa cerita ini di beri judul “Cleopatra” karena Miichan, 1 yeoja ini disukai oleh 2 namja yang namanya sudah besar dan dikenal banyak orang. 2 namja yang sama-sama populer.

Lalu apakah mereka bersaing? Bukankah mereka saling tidak mengetahui? Sehun tak mengetahui jika Chanyeol adala namja chingu Miichan, Chanyeol tidak tahu jika Sehun menyukai Miichan sementara Miichan sendiri? Ia tak ada beban apa-apa sekarang. Jadi…?

 

 

To Be Countinued!

 

-Halo readers yang saya cintai… 😀 xD hehe kini 2Chan datang dengan format chaptered, khusus di cleopatra… Hehe, suka gak? :3 makasih untuk kesetiaan redaers, sebelumnya…Mianhae ne? Phobianya kayaknya bakal lama banget,entah bakal lama atau tidak di post lagi, saya masih bingung :3 ._.V 2Chan tetep jalan? Menurut chingu gimana nih tentang 2channya? :3 ada cast baru,.. xD Tolong dukungannya ne?! ^o^/ gomawo yang komen…. tanda ❤ buat kalian semua.. 😀 hehe…

 

-Gomawo, Kim Ria-

 

 

7 pemikiran pada “2Chan (Cleopatra #1 )

  1. Aaaa seruuu….
    Ngebayangin sehun yg mukanya merah auw auw bkin gemezzz wkwkwk…
    Ditunggu lanjutannya ya, jgn lama2 hehe..
    Ohya, minta link buat ke cerita yg sebelomnya thor, soalnya susah nyarinya..

  2. Aigoo! Ini kaya kisah tappei dan yoshida memperebutkan miiko! Si sehun jadi kaya cinta pd pandangan pertama ya? Ga pertama juga sih, tp yg ketiga. Kan pertama pas sehun lg jalan terus miichan ngeliatin. Yg kedua pas mrk berdua tubrukan. Yg ketiga baru deh pas kegiatan klub.
    Yg pasti selalu menghiasi ff author kim ria adalah typo! (Maaf, ga bermaksud buat nyindir, cuma ngingetin aja). Aku tau klo stiap org punya kesalahan, tp gapapa kok. Typonya cuma dikit. Tp ada typo yg lucu. Harusnya miichan, tp ditulisnya micihan. Ga tau di paragraf dan di baris ke berapa, tp lucu aja gitu bacanya.
    at least, pokoknya aku slalu nungguin next chap ini. Ganbatte ya! ^^9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s