2Chan (Get well Soon!)

2Chan (Get well Soon!)

Title: 2Chan (Get well Soon!)

Author: Kim Ria

Genre: Romance

Length: Oneshoot (Series)

Ratting: T

Main Cast: Park Chan Yeol | Kim Mii Hwang (Miichan)

FanFiction: Phobia | Hot Chocolatte

 

 

“39 derajat?! Kenapa harus sakit di saat seperti ini eo?” omel Yura saat melihat suhu tubuh adik laki-lakinya pada termometer.

“Mana aku tahu….” komentar Chanyeol. Yura hanya menghela nafas panjang, ia menatap adiknya dengan kasihan.

“Eomma dan appa sedang ke rumah nenek selama 1 minggu. Sedangkan aku harus mencicil tugas kuliah sambil mengawasi restoran hingga larut malam. Bagaimana denganmu yang sakit seperti ini?? Aigoo…” Yura duduk di kursi yang ada di dekat ranjang Chanyeol lalu memegangi kepalanya.

“Aku bisa menyembuhkan diriku sendiri. Hanya tidur sampai pagi nanti, aku pasti sembuh.”

“Huh, mana bisa? Suhu tubuhmu sangat tinggi….” Yura menoleh pada Chanyeol. Pikirannya masih belum tenang jika permasalahan tak ada jalan keluarnya seperti ini. “Kupanggil Miichan saja ne? Biar menjagamu selama aku belum datang.” Tawar Yura.

Chanyeol mengangkat kedua alisnya tak percaya.

“Mana bisa noona…. Dia harus sekolah, dia masih 14 tahun…” elak Chanyeol.

“Mau bagaimana lagi? Aku sudah lelah berpikir seperti ini terus Chanyeol….Ini sudah larut.”

“Terserah noona saja.” Yura melirik sekilas pada Chanyeol sebelum ia bangkit dari tempatnya. Yura membuang nafasnya berat, ia keluar dari kamar Chanyeol sambil menutup pintunya. Chanyeol hanya diam dan menatap pintu kamarnya yang sudah tertutup, lalu menaikkan selimutnya hingga menutupi lehernya.

###

KRRIINGGG

Mendengar suara telepon berbunyi, yang kebetulan di letakkan di dekat kamar Miichan. Membuat yeoja kecil itu secara otomatis terbangun dari tidur indahnya.

“Wuaa! Sudah pagi??!!” kejut Miichan saat ia terbangun. Ia celingukan seperti orang bingung. Masih gelap.. batin Miichan. Miichan pun menghela nafas saat menyadari itu bunyi telepon bukan alarmnya. Dengan gontai, Miichan keluar kamarnya dan menuju ke telepon rumahnya.

“Ne..Annyeonghaseyo..”

“Ah..Miichan kebetulan sekali! Ini aku Yura. Kakak perempuan Chanyeol.”

“A..Yura eonni. Ada apa malam-malam menelpon? Ada hal penting kah?”

“Ne, Chanyeol sedang sakit, sementara tidak ada yang menjaganya.Bisakah besok kau kemari?”

“….E? Sakit?Mm..Ne, Setelah pulang sekolah aku coba ke sana eonni. “

“Benarkah? Terima kasih banyak Miichan! Mianhae sudah menganggu… Annyeong.”

“Ne, annyeong Yura eon…” Miichan menjauhkan teleponnya dari telinganya saat sambungan teleponnya sudah di putus. “Ni.”

###

Untuk hari ini, Miichan membuat dirinya menjadi lebih tekun dari biasanya.

Jika biasanya di kelas ia sering tak memperhatikan guru, tidur atau hal aneh lainnya. Walaupun seperti itu, setiap ditanya ia pasti sukses membuat seisi kelas tercengang, karena ia bisa menjawab pertanyaan dengan benar, lengkap dan jelas. Walaupun ia baru setengah sadar.

Hari ini, ia menjadi lebih tekun dan memperhatikan. Karena ia harus mencatat semua materi yang di sampaikan guru selengkap mungkin.Bekerja keras untuk mendapatkan catatan lengkap, dan akan ia berikan pada Chanyeol.Miichan tahu betul jika Chanyeol cukup rapih di persoalan ‘catatan’. Tulisannya yang rapih dan mudah di pahami. Jika saja Chanyeol tak rajin mencatat pelajaran, mungkin Miichan tak akan mencatatkan pelajaran untuk Chanyeol.

Saking seriusnya, ia sampai lupa mencatat di buku tulisnya sendiri. Dan baru menyadari hal itu saat bel istirahat berdering nyaring.

“Aaaa??” Miichan mengernyitkan dahinya saat melihat catatan yang tadi ia catat sebanyak 4 lembar penuh atau 8 halaman itu bukan di buku tulisnya sendiri. Melainkan buku yang akan Miichan berikan pada Chanyeol. Miichan menundukkan kepalanya ke mejanya dan memukul-mukul mejanya kesal. “Aissh…!!!” kesal Miichan.

###

Akhirnya waktu pulang sekolah tiba, semua siswa kelas 10-1 berhamburan keluar kelas dengan sorak-sorak. Karena besok adalah hari libur akhir pekan. Disaat yang lain bersorak-sorak senang, Miichan berjalan keluar kelas dengan lesuh. Keluar kelas sambil memijat-mijat tangannya dan membayangkan keadaan Chanyeol.

Ia sangat penasaran dengan ‘oppa’nya. Karena Yura sampai meneleponnya di larut malam, pastilah keadaan Chanyeol sangat jauh dari kata baik. Chanyeol oppa.. Sakit apa eo? Pikir Miichan.Kepalanya menatap ke atas. Menatapi langit yang penuh dengan kapas putih , dan kapas itu kita sebut dengan ‘awan’.

 

(Toko Roti)

Sebelum ia pergi ke rumah Chanyeol, Miichan meminta izin pada ibunya yang masih bekerja di tokonya seperti biasa.

“Eomma, aku akan ke rumah Chanyeol oppa. Mungkin pulang malam, boleh kan?” pinta Miichan.

“Mwo? Ada apa?” tanya nyonya Kim.

“Yura eonni menelepon, jika tak ada di rumah. Chanyeol oppa sakit, lalu Yura eonni memintaku untuk menjaga Chanyeol oppa selama Yura eonni bekerja…Bolehkan?” Miichan mengulangi permintaannya. Nyonya Kim tersenyum sambil mengangguk.

“Ne, tapi tunggu sebentar…” Nyonya Kim menghentikan kalimatnya dan berjalan menuju ruang belakang, seperti mengambil sesuatu. Lalu kembali lagi membawa kantung belanja toko rotinya itu. “Ini, eomma ada roti yang masih hangat. Bawa saja ke rumah Chanyeol, berikan pada Yura ne? Jika ia pulang malam dan lapar mungkin roti ini bisa membantu. Ok?” Miichan menerima roti itu sambil menganggukkan kepalanya. Miichan mencium pipi nyonya Kim lalu tertawa kecil.

Miichan melambaikan tangannya pada nyonya Kim dan keluar dari toko rotinya.

###

Tanpa mengganti seragam sekolahnya, dan membawa bawaan sekolahnya tadi pagi. Akhirnya ia sampai pada rumah Chanyeol, yang tidak di kunci. Sudah terbuka lebar untuk Miichan yang akan mengunjungi rumah itu. Tepat di depan pintu utama rumah Chanyeol,Miichan menemui secarik kertas yang tertempel di pintu. Leih tepatnya catatan.

“Untuk Miichan, jika kau baca catatan ini. Artinya aku sudah pergi dari rumah.Tenang saja,pintunya tidak aku kunci. Tolong rawat adikku dengan baik J “

Miichan membulatkan matanya, saat membaca catatannya.Karena membuatnya menjadi khawatir akan Chanyeol yang sakit. Tanpa berpikir panjang, dengan kecepatan tinggi Miichan berlari memasuki rumah Chanyeol dan berlari pada kamar tidur Chanyeol.

 

Kreek…

Dengan hati-hati Miichan membuka kamar tidur Chanyeol. Walaupun baru terbuka sedikit, sudah jelas dari tempat Miichan berdiri jika Chanyeol tertidur pulas di ranjang tidurnya dengan selimut tebalnya yang menutupi hingga lehernya.

Saat masuk di dalam kamar Chanyeol pun terdapat catatan lagi di meja belajar Chanyeol.

“Saat kuukur suhu tubuhnya sebelum aku berangkat kuliah (10.00) suhu tubuhnya masih 39 derajat. Tolong buatkan dia udon ya? J Jika aku sampai larut tolong kau menginap disini…Gomawo Miichan~ J”

Dengan tatapan cemas, Miichan mengalihkan pandangannya dari catatan itu pada Chanyeol yang terbaring lemah di ranjangnya. Ditatapnya kembali catatan itu, 39 derajat? Ulang Miichan dalam hatinya. Sebaiknya aku membuatkannya udon lalu menaruh roti pemberian eomma ini.. pikir Miichan. Lalu menganggukkan kepalanya saat sudah mantap dengan keputusannya itu.

 

Saat menutup pintu kamar, Miichan tak sengaja membantingnya dengan keras. Dan membuat si pasien membuka matanya dengan raut wajah yang sangat lusuh. Di usap-usap matanya lalu mengacak-acak rambutnya. Dengan keadaan mata yang masih menyipit, Chanyeol menoleh ke arah dimana biasanya noonanya duduk menunggunya. Chanyeol mengernyitkan dahinya saat melihat tidak ada kehadiran sang kakak, melainkan tas sekolah yang familiar bagi dirinya yang di letakkan di dekat meja belajarnya. Miichan benar-benar kemari? Chanyeol bertanya pada dirinya sendiri.

Chanyeol menyapu seluruh pandangannya pada kamar tidurnya. Dan sama sekali tidak ada tanda-tanda makhluk hidup selain dirinya di ruangan itu.Kemana anak itu? Pikir Chanyeol. Ingin sekali kakinya turun ke bawah lalu mencari keberadaan Miichan. Tapi mengingat dirinya sakit, dan menginjak lantai rumahnya tanpa sandal ini sangat dingin membuat Chanyeol tak mau turun dan hanya menunggu Miichan akan datang dari balik pintu kamarnya.

Tak lama setelah itu, Miichan muncul dari balik pintu kamar Chanyeol sambil membawa nampan dengan mangkuk yang berisi udon hangat di dalamnya. Keduanya sama-sama terkejut saat menatap satu sama lain.

“Oppa sudah bangun?” kejut Miichan. Chanyeol tersenyum kecil lalu bangun dan duduk di ranjang tidurnya. Miichan duduk di kursi yang ada di dekat ranjang tidur Chanyeol sambil membawa mangkuk udonnya. Miichan memasang senyum khasnya yang sangat imut itu.

“Waktunya makan? Gomawo Miichan, aku akan makan sendiri..” Chanyeol mengulurkan tangannya hendak mengambil mangkuk yang ada di tangan Miichan. Cepat-cepat Miichan menjauhkannya, tanda jika ia tak mengijinkan Chanyeol mengambilnya.

“Ani oppa, aku ingin oppa cepat sembuh… Agar hari Senin besok bisa masuk lagi oppa…” kata Miichan. Chanyeol terdiam sesaat lalu tersenyum sambil menatap Miichan.

“Geurae…” Chanyeol mengalah pada Miichan, ia menggeser posisi duduknya agar Miichan lebih mudah menyuapinya nanti.

Dengan hati-hati, Miichan menyuapi Chanyeol dengan mi udon buatannya menggunakan sendok. Sampai udon itu hampir habis, mereka masih saling diam. Suasana hening, dan terasa agak dingin. Sedingin cuaca di luar, salju turun perlahan terasa dingin.

“Enak?” tanya Miichan saat menyuapkan udonnya pada Chanyeol.Chanyeol menelannya lalu membuka mulutnya.

“Ne, kau sangat pandai memasak.” Puji Chanyeol sambil tersenyum senang. Miichan hanya membalas dengan senyum tipis. Hatinya terasa miris melihat wajah Chanyeol yang sangat pucat dan nada suaranya yang tegas dan berat itu hilang begitu saja.

“Kau sendiri tak makan?” tanya Chanyeol kemudian. Miichan hanya menggelengkan kepalanya. Melihat Miichan tak seperti biasanya yang ceria, membuatnya merasa aneh. Karena yang di harapkan Chanyeol adalah keceriaan dari Miichan ini. Yang mungkin membuatnya senang dan melupakan sakit demam dan pusing di kepalanya. “Apa kau juga sakit Miichan? Kau tak banyak bicara kali ini..” kata Chanyeol kemudian.

Miichan menarik tangannya saat satu suapan terakhir itu sudah mendarat pada mulut Chanyeol, lalu menoleh pada Chanyeol dengan ragu.

“Ani, aku tidak sakit kok.” Jawab Miichan sambil membuang mukanya.

“…Lalu kenapa?Apa yang kau pikirkan?” tanya Chanyeol lagi.Miichan masih memalingkan wajahnya sama sekali tak mau menghadapkan kepalanya pada Chanyeol.

“Habis….Chanyeol oppa sakit, aku jadi kepikiran terus… Jika oppa tak sakit aku tidak usah memikirkan oppa sampai seperti ini.. Aku kan khawatir sekali..” akhirnya Miichan bersuara.Miichan meletakkan mangkuk yang sudah kosong itu di meja kecil yang ada di samping ranjang Chanyeol. Dan dengan tiba-tiba memeluk tubuh besar Chanyeol yang sangat panas itu. Kau harus ingat suhu tubuhnya sudah mencapai 39 derajat.

Dan tentu saja hal itu membuat Chanyeol sangat terkejut.Namun rasa itu turun menjadi senyuman manis, Chanyeol menerima pelukan hangat Miichan dan membelai lembut rambut pendek Miichan. Pelukan cepat yang dilakukan Miichan tak bisa Chanyeol lihat, tapi ia bisa merasakannya dengan sangat jelas. Kepala kecil Miichan tengglam dalam dadanya dan tangan yeoja itu melingkar di tubuhnya. Seolah Miichan tak mau Chanyeol pergi dari tempatnya. Dan dapat di simpulkan dengan jelas, jika Miichan benar-benar mengkhawatirkan namja raksasanya ‘Chanyeol’.

Tubuhnya sangat panas, pasti Chanyeol oppa benar-benar pusing dan kedinginankan? Bagaimana jika suhu tubuhnya terus naik? Naik, dan naik? Bagaimana jika Chanyeol oppa mati? Aku tidak mau! Pikiran kekanak-kanakan Miichan masih mendominasi kepalanya, ia benar-benar takut hal itu. Miichan mendongakkan kepalanya dan menatap Chanyeol dengan cemas.

“Oppa…Oppa jangan mengajakku bicara.”

“Kenapa harus begitu?”

“Pokoknya tidak boleh, Oppa harus istirahat…” kata Miichan smabil membuka dekapannya dan mengisyaratkan untuk Chanyeol kembali berbaring.Chanyeol tersenyum miring sambil menatap Miichan, Aku tak biegtu percaya jika kau diam dan menutup mulutmu Miichan sayang… batin Chanyeol. Miichan menarikkan selimut itu hingga menutupi leher Chanyeol. Chanyeol pun hanya menurut, dan pandangan tak lepas dari Miichan. Ia terus memperhatikan gerak-gerik Miichan.

Saat Miichan ingin pergi keluar kamar Chanyeol, baru saja beranjak dari tempatnya Chanyeol sudah mencengkal tangan kecil Miichan.

“Aigoo oppa, tunggu sebentar….Aku mau mencuci mangkuk ini….”kata Miichan dengan lembut.

 

Ceklek!

Miichan masuk ke dalam kamar Chanyeol dengan susah payah. Ia harus membawa ember kecil berisi air, handuk kecil, dan bantal air yang ia siapkan dari dapur tadi. Itu semua adalah peralatan untuk penyembuhan demam Chanyeol. Miichan tahu itu, karena biasanya jika ia demam ibunya selalu memberikan bantal air dan mengompres kepalanya. Dan itu semua adalah obat yang manjur, karena keesokan harinya ia bisa berkeringat dan suhu tubuhnya kembali normal.

Melihat Miichan yang terlihat begitu kewalahan membawa barang-barang itu, Chanyeol hanya tersenyum tipis. Hhh..Anak ini, selalu bekerja dengan keras. Sangat menggemaskan.. batin Chanyeol saat Miichan membawa perlengkapannya tadi.

“Untuk apa semua ini?” tanya Chanyeol pada Miichan yang sudah berada di samping ranjang tidurnya lagi.

“Tentu saja, untuk oppa…Tolong ambil bantal itu yang dipakai oppa.” Perintah Miichan sambil menunjuk bantal yang tengah dipakai oleh Chanyeol. Tanpa berpikir 2 kali, Chanyeol langsung menuruti Miichan. Ia mengangkat sedikit kepalanya lalu menyerahkan bantal tidurnya pada Miichan.

Setelah menerima bantal dari Chanyeol, Miichan dengan tangannya yang lihai. Dengan cepat menaruh bantal air itu pada kepala Chanyeol yang masih terangkat sedikit.

“Nyaman?” tanya Miichan ragu, karena ia takut Chanyeol tidak terbiasa dengan bantal air itu.

“Tentu nyaman, eomma selalu memberiku ini saat demam. Gomawo Miichan.” Kata Chanyeol sambil tersenyum lebar.Melihat senyuman lebar Chanyeol, Miichan hanya bisa terpaku sesaat. Ia menjadi tersipu melihat senyuman manis Chanyeol tadi.

Mencoba agar warna merah pada pipinya tak terlihat di hadapan Chanyeol, Miichan mulai mengkompres kepala Chanyeol dengan handuk yang sudah diberi air dingin yang Miichan bawa tadi.

Currr…

Suara saat Miichan memeras handuk kecil itu. Chanyeol hanya diam seribu bahasa, sambil memperhatikan yeoja kecilnya yang tengah memeras handuk itu.Lalu di letakkannya di kening Chanyeol.Miichan agak ragu meletakkan handuk itu diatas kepala Chanyeol, karena ini adalah pertama kalinya Miichan meemegang kening orang yang lebih tua darinya, memegang kening namja pujaannya untuk pertama kalinya. Terlebih, yang membuat Micihan gugup karena mata Chanyeol selalu mengikuti gerakannya.

“Kau seperti eomma..” ujar Chanyeol kemudian.

“Ne..?” Miichan yang terkejut hanya bisa mengucapkan 1 kata itu dengan raut wajah terkejut.Melihat Miichan yang terkejut, Chanyeol meringis sambil menoleh pada Miichan.

“Ne, kau mirip eomma…Kau membuatku sangat nyaman saat aku sakit begini.Rasanya berbeda dengan Yura noona.” Lanjut Chanyeol. Tersipu, itulah yang dirasakan Miichan lagi. Ia sangat malu jika ia dimiripkan dengan ibu Chanyeol, rasa senang dan sangat malu.

Miichan hanya bisa menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajah merah padamnya.

“Miichan….” panggil Chanyeol dengan suara lemahnya. Miichan mengangkat wajahnya sambil memberi isyarat tatapan pada Chanyeol yang berarti ‘apa?’ “Aku sudah bilang kau mirip dengan eommaku, bisakah kau menyanyikan sesuatu untukku? Sambil mengusap kepalaku…Aku mohon Miichan….” pinta Chanyeol dengan manja pada Miichan, suara yang lemah dan tatapannya yang begitu sulit di tolak Miichan. Sukses membuat Miichan mengalah begitu saja, dan hanya menghela nafasnya.

“Ani oppa.. Aku tak boleh menyentuh kepala oppa, aku lebih muda dari oppa…” elak Miichan mencoba mencari alasan.

“Kalau begitu pegang tanganku ini.” kata Chanyeol sambil mengulurkan tangan kirinya. Miichan terdiam sejenak menatap tangan Chanyeol yang terulur ke arahnya, ia menatap tangan itu dan wajah Chanyeol dengan bergantian. Yang pada akhirnya, Miichan meraih tangan besar itu dengan kedua tangannya. Meletakkan tangan besar di antara 2 tangannya.

Panas, sangat panas. Tangan besar Chanyeol tak terasa hangat seperti biasanya. Tetapi terasa sangat panas, terasa menyengat saat di sentuh. Pasti Chanyeol oppa sangat menderita…batin Miichan sambil menatap iba pada Chanyeol.Geurae… Aku akan menuruti permintaannya, agar dia cepat sembuh! Fighthing!

Miichan memajukan kursinya, agar ia lebih dekat pada Chanyeol. Melihat Miichan yang semakin dekat dari pandangannya, membuat namja besar ini tersenyum senang dan pandangannya tak pernah lepas dari mata Miichan yang terus memandangi tangannya.

Miichan menghirup udara yang ada lalu menghembuskannya perlahan lewat mulutnya. Ia sudah siap bernyanyi untuk Chanyeol. Agar tidak gugup saat bernyanyi, Miichan memejamkan matanya. Miichan bernyanyi dengan suara imut khasnya yang enak di dengar saat bernyanyi. Jika biasanya terdengar kekanak-kanakan dan berisik, jauh berbeda saat bernyanyi karena suara Miichan terdengar sangat indah. Miichan bernyanyi sambil mengusap-usap tangan Chanyeol itu, berniat untuk menyerap panas itu dari Chanyeol.

Tepat saat di bagian reff lagu, Miichan membuka matanya. Memberanikan dirinya untuk bernyanyi untuk pertama kalinya sambil menatap mata indah Chanyeol. Mata yang tak lepas dari dirinya sedari tadi. Mata yang indah yang hanya dimiliki Chanyeol seorang.

Perlahan Miichan bisa menyunggingkan senyuman manisnya di tengah-tengah nyanyiannya. Ia merasa saat senang saat Chanyeol menatapnya sambil tersenyum senang ke arahnya, sangat senang mendengar nyanyiannya. Dan usainya nyanyiaan Miichan, di sambut oleh suara takjub Chanyeol.

“Wuaa.. ..Aku baru kali ini kau bernyanyi, terdengar sangat imut.” Puji Chanyeol, Miichan hanya tertawa kecil. “Aku ingin kau bernyani lagi… Aku ingin tidur sambil mendengar suara indahmu Miichan…” pinta Chanyeol.

Tentu saja permintaan Chanyeol itu di setujui oleh Miichan. Miichan kembali bernyanyi lagi dengan lagu yang berbeda. Seiring suara Miichan masuk ke gendang telinga Chanyeol, namja itu perlahan menutup matanya yang sudah sangat lelah. Tertutup, tertutup…Dan kahirnya namja itu telah sampai di laut mimpinya yang indah. Bersama dengan suara Miichan yang menemaninya menjelajah lautan mimpinya.

Tertidur? Pikir Miichan. Dilepasnya genggaman tangannya dengan perlahan, lalu melambai-lambaikan tangannya pada wajah Chanyeol. Sudah tertidur… batin Miichan lega.

Miichan memperhatikan wajah Chanyeol saat tengah tertidur. Mau dia sedang tidur atau bangun, tetap saja tampan. Miichan benar-benar mengagumi ketampanan Chanyeol, mengagumi bagaimana ia bermain gitar, bermain basket, kelakuannya yang Miichan anggap sebagai kakak sendiri…Semuanya, Miichan benar-benar mengagumi semuanya yang ada pada Chanyeol.

Saat tengah melamun, entah ada dorongan dari mana Miichan teringat dengan permintaan Chanyeol yang mengusap-usap kepalanya. Dan membuat tangannya bergerak sendiri. Bergerak untuk mengusap-usap kepala Chanyeol dengan lembut. Miichan tak mau pangerannya bangun begitu saja, lalu menangkap basah Miichan yang menjilat air ludahnya sendiri seperti ini.

Miichan menghentikan pergerakan tangannya, ia baru ingat dengan kompres Chanyeol. Diambilnya handuk kecil itu dari kening Chanyeol, Miichan belum menurunkan handuk itu. Punggung tangan kanannya di tempelkan pada kening Chanyeol. Maish sangat panas….Tapi tak sepanas tadi…Apa ini berhasil? Pikir Miichan. Ditatapnya kening Chanyeol itu, Miichan mendekatkan wajahnya pada kepala Chanyeol.

“Tuan kening….Kau sebagai kunci utama penyembuhan ini ne? Jadi aku minta kerja samanya saat aku mengompres… Tolong sembuhkan Chanyeol oppa… Mohon bantuannya, tuan kening…” Miichan berbicara pada kening Chanyeol, yang pada akhirnya di kecup oleh Miichan.

Chu~ ❤

Kecupan hangat yang pertama kalinya Miichan daratkan pada wajah Chanyeol, pada kening Chanyeol.

###

Tik, tik, tik

Begitulah kedengaran jarum jam itu berbunyi, dan kini sudah berhenti tepat di pukul 2 malam tepat.

Bunyi jarum jam yang ada di kamar Chanyeol terdengar begitu jelas dan keras. Suara jarum jam itu menemani Miichan yang terjada di samping ranjang Chanyeol sambil mengompres kepala namja yang tengah tertidur dengan damai. Sesekali kepala Miichan tertunduk dan memejamkan matanya, namun cepat-cepat ia mengangkat kepalanya dan membukanya matanya. Tubuhnya sudah ia atur sendiri untuk tidak tertidur, ia harus tetap berjaga untuk merawat Chanyeol agar cepat sembuh.

Dengan tenaga tubuhnya yang masih tersisa, ia terus mengompres kepala Chanyeol itu. Aktivitas itu sudah Miichan lakukan sejak ia mengecup kening Chanyeol tadi. Tapi tangannya sudah lelah, matanya juga sudah lelah jika ia paksakan untuk berjaga seperti ini.

Tahan Miichan…Tahan….Miichan mengingatkan dirinya kembali, tapi apa daya.Tubuhnya yang mungil ini, dengan mudah terjatuh. Tubuhnya terjatuh tepat di atas tubuh besar Chanyeol yang tengah tertidur.

Kepala dan kedua tangan Miichan terjatuh tepat di atas dada Chayeol, dan kepalanya mengadap pada wajah Chanyeol. Miichan sama sekali tak merubah posisinya, karena ia sudah tak sadar. Lebih tepatnya sudah tertidur dengan sendirinya. Bahkan si pemilik tubuh pun tak tahu ia tertidur dalam posisi seperti apa, yang ia tahu ia sudah berada di surga yang indah.

Kreek…

Pintu kamar Chanyeol terbuka tepat saat kedua orang didalamnya sudah tertidur pulas. Yura membulatkan matanya saat melihat Miichan tertidur dengan posisi detengah duduk seperti itu, apalagi melihat Miichan sama sekali tak mengganti seragamnya. Tatapan terkejut Yura dalam sekejap menjadi tatapan tenang. Yura melangkahkan kakinya mendekat pada Chanyeol dan Miichan, di tatapanya satu persatu wajah-wajah polos yang tengah tertidur.

Ia senang, Miichan benar-benar merawat Chanyeol. Melihat Miichan tak mengganti seragamnya pasti anak itu tak pulang ke rumahnya. Melihat bantal air yang digunakan Chanyeol dan kompres pada kening Chanyeol membuat Yura tenang melihatnya.

“HHhh…Miichan, kukira kau hanya menemani Chanyeol dengan lugunya… Ternyata kau bertindak dewasa… Gomawo Miichan.” Bisik Yura lalu mengecup puncak kepala Miichan yang masih tertidur itu. Miichan tersenyum didalam tidurnya saat mendapat kecupan hangat di kepalanya.

Yura tersenyum menatap kedua wajah damai yang tengah tertidur. Yura kembali melangkahkan kakinya keluar kamar Chanyeol.

“Selamat tidur…”

Ceklek!

###

Cip..Cip..Cip…Cip..

Suara nyanyian burung pada musim dingin sangat terdengar nyaring saat itu. Suara indah itu, menjadi perusak mimpi indah Chanyeol. Dengan mengerutkan alisnya, Chanyeol mengusap-usap matanya. Dengan setengah sadar dan mata menyipit ia melihat kesekeliling, tak ada siapa-siapa… batin Chanyeol. Ia ingin sekali bangun, mengganti pakaiannya yang sudah mulai basah dengan keringatnya. Tetapi hal ini sangat sulit karena ada sesuatu yang menindih tubuhnya. Dengan roh yang masih terisi setengah pada tubuhnya, Chanyeol mencoba membuka matanya sepenuhnya lalu memfokuskan pada tempat yang belum ia perhatikan tadi.

Matanya terbelak saat sadar jika sesuatu yang berat itu adalah Miichan yang tertidur pulas di atas tubuhnya. Kepalanya miring kesamping, dan menghadap tepat di wajahnya. Membuat Chanyeol dapat melihat dengan jelas bagaimana wajah yeoja ini tertidur dengan damainya.

Chanyeol mencoba bangun dari tidurnya dengan hati-hati, ia bangun sambil meraih kedua bahu Miichan. Mempertahankan agar yeoja itu tidak terbangun. Setelah berhasil mengangkat Miichan dari tubuhnya, Chanyeol segera menggeser kakinya dan kini ia berada diposisi duduk di sudut ranjangnya. Dengan hati-hati, Chanyeol medekati Miichan, atau lebih tepatnya duduk tepat disebelah Miichan sambil mengangkat tubuh kecil Miichan dan menjatuhkannya perlahan pada ranjangnya.

Karena sedikit kesusahan saat meletakkan tubuh Miichan, Chanyeol hanya menahan tubuh besarnya yang hampir saja terjatuh menindih tubuh Miichan dengan kedua tangan kekarnya, membuat jarak untuk melihat wajah Miichan sangat dekat. Aigoo… Dia lucu sekali saat tertidur seperti ini, matanya yang tertutup sangat lucu seperti boneka yang di pajang Yura noona di kamarnya, bibirnya yang kecil terlihat menggemaskan, pasti sangat lucu jika bisa melihat wajah polosnya yang tertidur seperti ini…. Pikir Chanyeol sambil tersenyum-senyum sendiri. Saking tak tahannya dengan wajah menggemaskan Miichan, Chanyeol dengan sendirinya mengecup bibir Miichan sekilas.

Chu~ ❤

Chanyeol mengecup dengan kecepatan sekali kedipan mata. Takut jika ketahuan, Chanyeol cepat-cepat menjauhkan wajahnya dan mengawasi apa reaksi selanjutnya dari Miichan. Ternyata, hal yang dilakukan Miichan benar-benar sesuatu yang tak pernah terpikirkan dengan Chanyeol.

Miichan tersenyum sangat manis di tengah-tengah tidurnya saat mendapat kecupan. Sangat menggemaskan! Melihat wajah Miichan yang tertidur tadi saja sudah membuat namja jakung itu tak tahan apalagi saat melihat Miichan tersenyum dengan sangat imut seperti itu. Chanyeol benar-benar meleleh dibuat oleh senyuman Miichan.Karena tiba-tiba saja pipinya memerah, matanya tak bisa berkedip dari wajah Miichan dan mulutnya sedikit terbuka saat melihat senyuman itu, dan tangannya yang gatal hanya bisa menjambak-jambakkan rambutnya saking tak tahannya.Sungguh menggemaskan.

“Ah.. Aku mau mengganti bajuku, sampai lupa.” Chanyeol menepuk jidatnya.

 

(07.42)

Akhirnya putri tidurpun terbangun dari tidurnya. Miichan mengulet saat sudah terbangun dari tidurnya. Dibukanya kedua matanya yang sudah tertutup dengan nyenyak tadi.

Betapa terkejutnya Miichan saat mendapati dirinya berada di atas ranjang Chanyeol, lalu Chanyeol sudah dengan rapih sudah duduk meluruskan kakinya sambil membaca komik di samping Miichan. Miichan bangun dari posisi tidurnya, menatap Chanyeol dengan bingung. Tanpa berbicara dan meminta ijin, Miichan menempelkan punggung tangannya pada kening Chanyeol dan kedua sisi leher Chanyeol.

Sudah tidak panas, dan…Berkeringat?…Chanyeol oppa….Wuaa!!! Miichan bersorak pada hatinya saat menyadari Chanyeol yang ada disampingnya itu bukan ilusi. Dia benar-benar Chanyeol yang sehat seperti hari-hari sebelumnya. Terima kasih tuan kening!!

 

 

Chu~ ❤

Miichan dengan seketika mengecup lembut kening Chanyeol cukup lama, mengucapkan rasa terima kasihnya pada ‘tuan kening’ yang mau membantunya memberi jalan keluar saat Chanyeol tengah demam.

Chanyeol hanya bisa membantu, awalnya ia membiarkan tangan nakal Miichan mengecek tubuhnya dengan mengacuhkannya dan fokus dengan komiknya. Tapi untuk kali ini, ia benar-benar membeku tak bisa bergerak. Ia baru kali ini diam membantu akibat kelakuan Miichan yang agresif seperti ini. Miichan tak biasanya seperti ini, dan itu membuat Chanyeol tak percaya dengan kecupan lembut Miichan.

Miichan menjauhkan wajahnya lalu tersenyum pada Chanyeol dengan senyuman kekanak-kanakannya yang sangat khas.

“Aku sangat senang Chanyeol oppa bisa sembuh. Rasanya seperti mimpi saja, aku baru merawat oppa satu malam dan ketiduran….Terbangun dan melihat Chanyeol oppa sudah sehat… Itu keajaiban oppa!” kata Miichan dengan senyuman lebarnya. Chanyeol membalas senyuman itu sambil meletakkan tangan kanannya pada kepala Miichan lalu mengacak-acak rambut Miichan.

“Perkataanmu salah, ini keajaiban yang kaubuat Miichan…Gomawo.” Chanyeol berterima aksih pada Miichan. Miichan menganggukkan kepalanya, ia tak bisa menggulung senyumnya. Ia sangat senang Chanyeol bisa sembuh dari suhu tubuhnya yang panas tadi. Suhu tubuh yang Miichan pikir Chanyeol akan mati.

Miichan mendekap pada Chanyeol, kedua tangannya dikalungkan pada leher Chanyeol dan kepalanya diletakkan pada bahu Chanyeol dan menenggelamkannya disana. Chanyeol sedikit terlonjak saat Miichan memeluknya, namun Chanyeol membalas dekapan itu. Dibelainya rambut pendek Miichan yang lembut itu.Dan mengihrup aroma rambut lebat milik Miichan.

“Oppa jangan sakit lagi… Aku sangat takut jika oppa sakit mendadak lagi seperti ini….Dan jika sakit, oppa harus menghubungi Miichan. Miichan pasti datang, Miichan pasti datang untuk oppa, Miichan pasti akan merawat Chanyeol oppa dengan kasih sayang Miichan… Semua rasa sayang Miichan pada oppa…. Dan tak akan pernah Miichan kurangi, pasti Miichan akan menambahnya…. Chanyeol oppa harus berjanji agar tak membuat Miichan takut dan khawatir lagi ne?” kata Miichan masih didalam dekapan Chanyeol.

Chanyeol tersenyum mendengar perkataan manis dan tulus Miichan, sangat manis.

“Ne… Oppa akan berjanji.” Jawab Chanyeol.

Beruntung. Bagi Chanyeol mempunyai Miichan yang bisa bersikap manis seperti ini. Miichan yang terkadang melakukannya sesuatu yang tak terduga, dan tentu jauh berbeda dari yeoja lain yang Chanyeol kenal di lingkungannya. Miichan yang manis, Miichan yang menggemaskan, Miichan yang menggemaskan, Miichan yang sangat menyukai idirnya dan menyayanginya. Mungkin itu adalah obat yang sangat manjur jika dirinya sakit bukan? Hanya perlu dengan sentuhan hangat dan kasih sayang dari Miichan, Chanyeol dapat sembuh dalam tempo 1 malam.

 

END

 

Huwahahaha… Gimana ni? Chingu suka cerita 2Chan yang ketiga?Hehehe… Aku ga tau gimana jalan ceritanya, tapi kayaknya gk nyambung sama judulnya yg get well soon.. -_- Makasih ya udah ngikuti 2Chan ini dari episode pertamanya!! Sampai ke tiga ini…. Selanjutnya 2chan terus berjalnjut kok, Makasih banget buat semuanya yg udah komen!! Makasih ya? ({}) (^o^)/

-Gomawo!, Kim Ria

 

 

13 pemikiran pada “2Chan (Get well Soon!)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s