Fake Marriage : Awkward (Part 1)

Fake Marriage : Awkward

image

Author : TroubleMaker
Genre : AU, Romance, marriage life, Drama ,Het ,OOC
Rating : PG – 15
Cast : Oh Sehun
Jung Soo Jung
Length : Chaptered
Disclaimers : I just borrow the cast, and the plot is real MINE

Don’t be silent reader please keep RCL dan beri saran jika penulisan saya kurang thanks. Jujur kemarin saya kecewa dengan koment yang ada dari 140+ Viewers kenapa komen cuma ada sedikit? Yang lain kemana T.T makanya mohon maaf ff ini harus di protect yaa. Satu lagi Don’t be a silent reader and don’t plagiat this ff

Recommend Song :
Got7 “A”
Exo Thunder

—-

Part 1 : Crazy Thing ever

Last part :

“Aku sangat membuthkan bantuanmu” mohonnya
“Tapi aku tidak mau tuan sehun” balasku
“Begini Krys istri yang ku maksud bukan istri sungguhan tapi aku ingin kau menjadi istri bohonganku” tuturnya
“Tapi untuk apa oh Sehun??”tanyaku lancang
“Itu karena… aku harus masuk ke sebuah perusahaan dan salah satu syarat di perusahaan itu adalah harus menikah, selama ini aku membohongi kantor tapi lama-kelamaan aku takut kebohonganku ini terbongkar. Karena itulah aku memintamu mejadi istri bohonganku, kau mau kan?” jelasnya. Hey begitu banyak perusahaan di korea kenapa dia harus bekerja di perushaan itu.
“tapi kenapa?” tanyaku lagi
“Maksudmu?” balasnya
“Dari sekian banyak perusahaan di korea selatan kau harus bekerja di perusahaan itu?” ujarku
“Itu karena… aku harus menyelesaikan sesuatu di sana Krys, jadi aku mohon jadilah istriku hanya untuk beberapa bulan” katanya
“Tapi…” sebenarnya aku kasihan juga kepada Sehun, jika dia ketahuan berbohong maka dia akan di pecat dan pekerjaan di korea kan sangat sulit huft… God please help me
Akupun menarik nafas dalam dan berkata “Baiklah sehun aku mau” kataku dengan sangat terpaksa.
Dan untuk pertama kalinya Jung Soo Jung atau Krystal menirima tawaran aneh hanya untuk balas budi. Namun mau bagaimana lagi nasi sudah terlanjur menjadi bubur, dia sudah mengucapkan bahwa dia bersedia membantu sehun dan hal yang harus di lakukan adalah menjalaninya selama beberapa bulan.

Chapter 2 : Awkward

_Awkward_

Jinja?? Benarkah Kau mau Krys?” Tanya sehun datar.

“Kau sendiri yang meminta bukan ? Kalau tidak mau ya aku tarik lagi tawaranku” Jawabku jutek.

“Baiklah sekarang ayo kemasi barang-barangmu” katanya sambil menarik tanganku lembut.

Ternyata di balik sifatnya yang jutek oh sehun ternyata dia mempunyai prilaku yang lembut ya. Eh ngomong-ngomong aku mau di bawa ke mana ?

“Sehun kita mau ke mana?” tanyaku dengan melangkahkan kaki secara cepat karna Sehun terus menarik lenganku.

“Apartmentku” jawabnya singkat.

“APA??” teriakku reflek yang sekali lagi membuat mata semua pengunjung tertuju padaku.

“Shtt… pelankan suaramu semua pengunjung melihat kearah kita” kata sehun sambil menunjuk semua pengunjung dengan matanya.

Ups… untuk kedua kalinya aku membuat semua orang memperhatikan aku, Neomu paboya.

“Ini karena kau tahu” geretuku kepadanya.

“Kau yang bertiriak kenapa aku yang disalahkan” katanya sambil mencubit pipi kiriku dengan jarinya.

Tunggu ini bukan cubitan gemas, tapi ini benar-benar cubitan yang membuat pipiku terasa sangat sakit, awas kau Oh Sehun!

Yak! Appo” bentaku sambil menginjak kakinya, kalian sudah tahu kan kekuatan high heelsku dari part sebelumnya ? kkk.

“Krys behertilah menginjak kaki orang dengan high heels” perintahnya sambil memegang kakinya yang mungkin terasa berdenyut.

“Siapa duluan yang mencubit pipiku? Lihat kau membuatnya merah” keluhku sambil menunjuk pipiku yang memerah karena ulahnya tadi.

“Lagipula itu salahmu mengapa mempunyai pipi yang sangan tembem” katanya sambil mengacak-acak rambutku.

“Jadi… menurutmu aku gendut?” kataku pelan.

“Hah? Apa ? aku tidak dengar krys” balasnya.

“Jadi kau bilang kalau aku ini gendut hah?!” bentakku.

“hey krystal pipi yang tembem bukan berarti gemuk oke? Tapi menggemaskan” tuturnya sambil tersenyum.

Omo?! Seorang sehun ternyata mememiliki senyum yang manis juga dan senyumanya itu berhasil membuat pipiku merah.

“Sudah ayo kemasi barang-barangmu Krys, aku akan minta izin ke Leeteuk hyung” perintrahnya sambil mendorongku.

“Leeteuk nuguya?” tanyaku padanya.

“Pamanmu itu” katanya singkat.

“Ohh Jung soo ahjussi” tuturku.

“Ya, cepat ambil kopermu dan naikkan ke mobilku” perintahnya.

“Hey apa ini benar ? kau akan membawaku ke apartment mu?” tanyaku ragu

“Tentu, sepasang suami istri harusnya tinggal serumah bukan?” Balasnya

“Tapi kan kita hany-“ belum selesai aku berbicara Sehun dengan sigap menutup mulutku dengan tanganya. Ternyata Sehun mempunyai aroma tubuh yang enak juga.

“shhhtt… Tutup mulutmu dan cepat bereskan barangmu tuan putri” bisiknya di telingaku yang langsung membuatku diam seperti patung.

“sudah sana” katanya ramah sambil mendorong tubuhku yang masih shock karna perlakuanya tadi.

Dengan malas kulangkahkan kakiku dalam dapur untuk mengambil 2 koperku besarku tadi dan berusaha untuk mengangkatnya. Kukerahkan semua tenagaku untuk mengangkat koper itu dan alhasil aku kehilangan keseimbangan, tapi sebelum aku merasakan hantaman yang keras. Aku merasakan ada sepasang tangan yang menahan tubuhku. Sontak aku menatap wajahnya dan ternyata orang itu adalah Luhan. Dia membantuku berdiri namun karna dia tidak kuat kamipun terjatuh lagi, tersenyum padaku. Astagaa sepertinya aku akan benar-benar menerkan namja ini.

“Hey Krys a-“ Kalimat Sehun terpotong karna melihat kami dalam keadaan yang errr sangat intim.

Karna takut terjadi kesalahpahaman tanpa babibu aku langsung mendorong tubuh Luhan yang mengakibatkan tubuhku terhantam lantai. Jangan tanya bagaimana rasanya, ini seperti menghantam beribu-ribu batu. Akupun mencoba berdiri dengan bantuan Sehun dan Luhan dan segera mencoba menyeret koper berat ini lagi.

“Sudah Krys, biar aku saja yang membawakanya” Pinta Luhan

“Aku saja ya?” Balas Sehun

“Sudahlah Hun aku saja yang membawakannya kau yang antar Krystal ke mobil sepertinya dia kesakitan” Skakmath untuk sehun hahaha

Sehun pun segera menaruh lenganku di pundaknya dan lenganya sekarang berada di pinggangku.

“Hey apa-apaan ini” Bentakku karna merasa tidak nyaman dengan posisi ini.

“Shhhtt, diamlah pingangmu sedang sakit bukan?” dan sekarang perkataanya membuatku diam dan menuruti keinginannya.

Akhirnya kami sampai di mobil BMW dengan warna biru, oh astaga ini adalah mobil impianku sejak lama. Sepertinya aku harus mencurinya kkk

Clek

Terdengar sura pintu terbuka dan ternyata mobil itu benar mobil sehun. Oh God bagaimana bisa dia membeli sebuah mobil yang harganya selangit. Aku saja yang meminta mobil itu kepada keluargaku yang di cap konglomerat di California tidak di bolehkan.

“Ayo masuk, tunggu apa lagi?” katanya menyadarkanku dari lamunanku

“Aa…aniya” akupun langsung masuk ke dalam mobil dan kulihat beberapa bagian mobil ini di modifikasi olehnya benar-benar, sepertinya Sehun adalah orang kaya.

Aku melihat kearahnya yang masih sibuk memasukan koperku ke bagasi dengan luhan. Ah lama sekali aku ingin cepat-cepat beristirahat. Akupun hanya menatap kosong ke depan membayangkan hari-hariku bersama Sehun nanti. Apakah akan menjadi menyenangkan atau mungkin membosankan ? karena terlalu lama berfikir akupun merasakan kantuk yang amat sangat, dan yang aku ingat aku tertidur pulas.

_Awkward_

“Krys…krystal wake up, kita sudah sampai”
“Krys… ayolah”

Suara berat dan sedikit serak itu perlahan-lahan menyadarkanku dari tidurku. Kubuka kedua kelopak mataku perlahan-lahan sambil mencoba mengumpulkan nyawa. Perlahan-lahan semua cahaya mulai menusuk indra pengelihatanku seakan tidak mengizinkanku untuk mencerna pikiran terlebih dahulu.

Aku terbangun dan melihat sehun yang sedang menatapku dalam di kursi kemudi, tatapan yang seakan memberikan kehangatan. Sungguh aku tidak ingin ini terjadi.

“Krys… ayo… kita sudah sampai” tuturnya pelan

Dengan sigap aku menganguk dan segera meraih kenop pintu mobil. Dengan rasa malas aku melangkahkan kakiku untuk mengambil kedua koperku. Tanpa sadar diam-diam sehun mengikutiku. Karena langkah kakinya yang besar alhasil dia yang lebih dulu mengangkat kedua koperku yang berat itu.

“Biar aku yang bawa” tawarku halus, karna memang koper-koper ini adalah milikku jadi aku yang harus bertanggung jawab kan.

“Tidak usah Krys biar satpam saja yang membawanya” tolaknya halus

Aku pun segera memakai tas selempangku dan berjalan beriringan dengan sehun. Di perjalanan kami terdiam tidak ada sepatah katapun yang kami ucapkan. Mungkin karna faktor kami belum berkenalan secara resmi atau ya aku tidak tahu.

Baru berjalan sebenatar aku di buat kagum oleh pemandangan apartment yang sangat tinggi dan megah itu. Tidak terfikir olehku berapa besar biaya yang harus di bayar untuk membeli apartment dengan fasilitas kolam renang dan taman serta area bermain ini.

“Kenapa kau begong seperti itu, kau kaget?” Tanyanya

Aniya… hanya saja…” kata-kataku terpotong karena aku tidak tahu apa yang aku harus atakana. Ayolah Krystal pikirkan alasan logis yang dapat membuatnya percaya

“Hanya saja apa?” tanyanya lagi

“Hanya saja aku suka kolam renangnya, em aku suka berenang” Tuturku. Dasar Krystal Pabo

“Cih… Alasanmu itu tidak masuk akal Jung” Katanya

“Hey! Namaku Krystal bukan Jung” bentaku padanya

“Tapi aku suka memanggilmu Jung, itu terdengar lebih pendek bukan hahaha” Tawanya

Karena kesal dengan celotehanya akupun mengembungkan pipiku sambil menghentakan kakiku ke tanah.

“Hey, lihat kau bertambah lucu jika seperti itu jung hahaha” Celotehnya lagi

“Ya O-“ aku berniat untuk membalasnya namun dia terlebih dahulu memotong

“Ayo kita masuk udara dingin mulai menusuk” Katanya sambil menyeret koperku dan meninggalkanku.

Aku mengikuti langkah besarnya itu sambil melihat keadaan sekitar. Ada beberapa anak kecil yang bermain, beberapa orang yang sedang berenang dan ada juga yang sedang berolahraga.

“Sehun-ah” panggilku karna langkahku sudah tertinggal jauh darinya.

“Apa Krys? Ayo percepat langkahmu, aku tidak mau mati kedinginan karnamu” jawanya acuh.

Pria macam apa kau ini? Bukanya menungguku, dia malah mealanjutkan jalanya. Alhasil aku harus berlari untuk mesejajarkan langkahku dengan langkahnya. Akupun berhasil mensejajarkan langkahku denganya walaupun keringat dingin dan rasa pusing di kepalaku terus menerus muncul. Aku mencoba untuk menguatkan diri karna kesadarku sudah berada di ambang batas.

“Krys, gwenchana?” Tanyanya

Gwenchana” jawabku dengan nada seadanya

“Jika kau tidak kuat bilang saja, aku akan mengendongmu” Tawarnya ramah

“Tidak usah” Tolakku

Setelah mengakhiri percakapan singkat kami, kamipun sampai di lobby. Jangan tanya seberapa besar lobby ini, lobby hotel milik keluargaku saja tidak sebesar ini. Mungkin benar sehun adalah orang kaya.

“Selamat sore tuan sehun” kata salah satu receptionist kepada sehun

“Selamat sore Sulli-ah, bisa panggilkan aku bell boy ? ” Balasnya

“Tentu tuan tunggu sebentar” katanya yeoja itu sambil mengangkat gagang telephone.

“Krys, gwenchana?” tanyanya lagi untuk memastikan.

Aku tidak tahu harus berkata apa, di satu sisi keringat dingin mulai bercucuran dari tubuhku dan di sisi lain aku tidak mau merepotkan oh sehun. Ingin rasanya aku beristirahat tapi aku tidak bisa merepotkan oh Sehun.

“Gwen-“ sebelum menyelesaikan kata-kataku.

Kakiku sudah tidak sanggup menopang tubuhku, dan aku merasakan kegelapan. Sebelum aku merasakan hantaman keras dari lantai aku merasa ada sepasang tangan yang menopang tubuhku.

“Sulli cepat panggilkan dokter”

Kata-kata itu adalah kata-kata yang terakhir aku ingat sebelum akhirnya semuanya gelap.

_Awkward_

Kurasakan kehangatan mulai merasuki diriku yang perlahan-lahan membangunkanku dari tidurku. Kucoba membuka kedua kelopak mataku dengan perlahan untuk membaur dengan cahaya yang langsung menusuk bagian-bagian mataku. Kulihat seseorang pria bertubuh kekar yang tertidur di sampingku membuatku shock bukan main. Terlebih tanganya melingkar di pinggangku membuatnya menjadi lebih intim. Aku kemudian memeriksa setiap inci tubuhku yang ternyata sudah berganti pakaian

“AAAAAAAAAAA” teriakku karna aku takut kalau bagian terpenting dalam hidupku sudah di ambil oleh pria ini.

“Hey Krys ada apa?” tanyanya. Rupanya teriakan ku tadi telah menyadarkannya,

“JANGAN SENTUH AKU, KAU BERENGSEK, KAU JAHAT OH SEHUN” Caciku padanya

“Hey hey Krystal tenang, sebenarnya kau ini kenapa?” Tanyanya panic

“KAU MASIH BERTANYA KENAPA? SETELAH KAU MEMPERKOSAKU KAU MASIH BERTANYA KENAPA? DASAR BRENGSEK” kataku sambil menarik selimut erat-erat

“Memperkosamu?” tanyanya bingung

“cih… masih bisanya kau menyangkal” kataku meremehkan

“Siapa yang memperkosamu? Tadi malam kau pingsan jadi aku membawamu ke sini, karna bajumu itu sedikit basah jadi aku meminta sulli untuk mengantikan pakaianmu dengan baju tidur” Jelasnya yang membuatku malu bukan main

“Lalu mengapa kau tidur di sini?” Bentakku

“Hey, di apartment hanya terdapat satu kamar. Jika aku tidak tidur di sini, lantas aku harus tidur di mana?” Tanyanya

“Kau bisa tidur di sofa” Kataku

“ey… kau tidak tahu jika di luar itu dinginya sperti di kutub, lagipula bukankah suami istri harus tidur bersama?” Godanya kepadaku

“Dengar tuan Oh kita hanyalah sepasang suami istri BOHONGAN, kau ingat? BOHONGAN” Jelasku sambil menekankan kata bohongan.

“Yasudahlah daripada kupingku rusak lebih baik aku mandi” kataku sambil meninggalkan.

“AWAS KAU OH SEHUN” teriakku sekali lagi.

Karena bosan akupun memutuskan untuk berkeliling apartment ini. Mula-mula mataku menerawag ke seluruh penjuru kamar. Tembok kamarnya yang berwarna putih dihiasi wallpaper berwarna hitam. Ada sabuah tv 23 inch lengkap dengan beberapa merchandise bola asal italia. Beberapa tumpukan kaset dan home theater. Ada sebuah lemari besar berwarna hitam dengan kaca di tengahnya. Akupun berjalan ke kaca itu untuk melihat keadaan diriku.

Rambut hitamku sudah mulai berwarna kecoklatan karena sinar matahari perutku mulai mengurus dan absku menghilang. Kemudian aku meraih kenop pintu yang aku yakin adalah jalanku menuju ruang tamu. Akupun membukanya secara perlahan takut-takut aku membuka pintu ke ruangan yang salah.

Aku ditabjubkan dengan pemandangan yang sangat luar biasa. Apartment sehun ternyata sebesar kamar hotelku yang paling mahal. Dihiasi furniture berwarna hitam dan putih yang merupakan warna kesukaanku juga. Aku mencoba berjalan perlahan menuju balkon, dan sekali lagi aku ditabjukan dengan pemandangan kota seoul yang terlihat dari atas sini. Ada namsan tower, hey itu restaurant Jung Soo Ahjussi Woah daebak.

Setelah puas melihat pemandangan dari balkon rumah sehun, perutku memberontak karena dari kemarin aku belum makan. Akhirnya aku memtuskan untuk mencari dapur, aku melihat sebuah pintu berwarna hitam dan tanpa ragu aku langsung membuka knop pintunya. Aku dikejutkan dengan pemandangan di hadapanku. Oh sehun sedang berdiri dengan bertelanjang dada.

Aku hanya melamun sambil menatapnya dalam, ternyata dibalik tubuhnya yang kurus tetapi bentuk badanya sangat atletis. Abs di perutnya terbentuk dengan sempurna. Otot-otot tanganya yang kecil membuatku gemas ingin mencubitnya. Pandanganku kemudian beralih ke wajahnya,matanya yang sedang menatapku dalam menyadarkanku dengan apa yang aku pikirkan saat ini.

Mianhae… aku kira ini dapur” kataku agak malu.

Gwenchana, kau menyukai bentuk tubuhku bukan?” katanya sambil menggodaku.

Aku terdiam sesaat merasakan malu dalam diriku sehingga atmosfer dingin menyelimuti kami berdua. Dan moment seperti inilah yang aku sebut awkward.

“Ada apa? Kau mau aku membuka celanaku juga huh?” godanya.

Aniya… ani” jawabku lalu aku segera menutup pintu.

Di luar kamar mandi aku meruntuk betapa bodohnya diriku. Mengapa aku melihatnya dengan pandangan seperti itu. Hais… pabo Krystal. Akupun memutuskan mengambil handuk serta bajuku yang berada di dalam koper, dan memutuskan untuk menunggu sehun keluar dari kamar mandi.

Selang waktu 5 menit akhirnya sehun keluar dengan handuk yang terikat di pinggangnya. Yang membuat abs di tubuhnya terpampang jelas. Aku segera melewati sehun dengan rasa malu dan melangkahkan kakiku menuju kamar mandi. Dengan jantung yang berdegup-degup aku mencoba meraih kenop pintu kamar mandi dan menaruh handuk serta bajuku di rak.

_Awkward_

Aku berjalan keluar kamar mandi dengan T-shirt serta hotpants karena udara di korea sedang panas-panasnya. Kulangkahkan kakiku kearah dapur karena perutku sudah tidak bisa di kompromi lagi. Akupun melihat Sehun sedang memasak dengan lihainya dia memotong dan menggoreng sesuatu.

“Sehun, biar aku bantu” tawarku

“Tidak usah krys, lebih baik kau duduk dan menunggu makanan matang “ tolaknya.

Karena malas berdebat aku melangkahkan kakiku malas ke meja makan yang berbentuk bundar itu. Akupun segera duduk untuk menunggu makanan. Jujur saja aku paling tidak suka menunggu karena itu sangat membosankan.

“Makanan siap Krys” Teriaknya.

Akupun berjalan menghampirinya dan membantunya membawa makanan ke meja makan. Aku melihat raut wajahnya yang seperti biasa “Tanpa ekspresi”.

“Selamat makan” kataku lalu menyantap mie yang berada di hadapanku dengan lahap.

“Kau lapar atau rakus Krys? hahaha” ledeknya.

“Aku lapar tau, dari kemarin perutku belum di isi makanan” belaku

“haha kau lucu krys, lihat noda mienya menempel di bibirmu” katanya sambil menjulurkan tangannya kearah bibirku dan mengusapnya pelan.

Aduh kenapa di saat seperti ini jantungku berdetak jepat? Apa aku mulai menyukainya? Andwae… aku tidak boleh menyukainya. Sekali lagi atmosfer canguh mulai menyelimuti kami kembali.

“Ah… mian” katanya

“Ne, gwenchana” balasku

Ding Dong

Bel rumah sehun tiba-tiba berbunyi, sehunpun segera beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke pintu depan. Karena penasaran akupun memutuskan untuk mengikutinya dari belakang. Sehunpun membuka pintu dan menampakan seorang pria bertumbuh lebih pendek dari sehun.

“Permisi tuan oh saya ingin mengambil berkas yang saya minta semalam” sahutnya

“Tentu tuan kim silahkan masuk” balasnya

Orang itu pun menunggu di ruang tamu denganku dan sehun. Setelah mempersilahkan duduk sehunpun berjalan ke kamar untuk mengambil berkasnya.

“Kim Suho imnida” katanya padaku.

“Ah… Krystal Jung imnida” Balasku

“Jadi kau adik Sehun?” tanyanya frontal

“Ani… ak-“

“Dia istriku” potong sehun yang entah sejak kapan kembali dari kamar.

“Setahuku kau tidak mempunyai istri tuan oh” celotehnya

“Kalau aku tidak mempunyai istri mana mungkin aku diterima bekerja di perusahaan bukan” sambungnya

“Tapi aku tidak percaya kalau dia istrimu” balasnya

“Itu terserah padamu tuan kim,Isitriku ini baru pulang dari California untuk menyelesaikan kuliahnya, oh ya ini berkasnya” katanya sambil menyampaikan beberapa beras pada suho

“Baiklah tuan sehun, terima kasih” katanya lalu pergi meninggalkan kami berdua.

Aku dan sehun pun sibuk dalam fikiran masing-masing, entah bagaimana rasanya aku mulai menyukai sifat sehun yang selalu melindungiku.

“Krys, besok aku ingin kau mengantarkan bekal ke kantorku ya?” pintanya

“aku saja tidak tahu dimana kantormu pabo” balasku

“tenang saja aku akan memberikan alamatnya padamu. Besok aku tunggu saat makan siang yak arena setiap istri besok wajib mengantarkan bekal ” sahutnya

“huft oke oke” sahutku malas

“Terima kasih Krystal” jawabnya

Ne” sahutku

Mau bagaimana lagi? Suho sudah terlanjur tahu jika aku ini istri sehun jadi mau tidak mau aku harus mengantarkan bekal ke kantor sehun besok. Padahal aku ingin mewarnai rambutku dan melakukan perawatan.

TBC

 

Iklan

17 pemikiran pada “Fake Marriage : Awkward (Part 1)

Tinggalkan Balasan ke apinslaster Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s