Freaky Girl (Chapter 1)

“Freaky Girl [1]”

freaky girl

Author : alfykmn || Casts : OC, Secret Cast, Sehun [EXO], Baekhyun [EXO], Luhan [EXO], etc || Genre : Friendship, Life, School-life, Love/Hate, AU || Lengrt : Chapter || Rating : Teen

(PS : already post at dreamersradio –fanfiction– dengan berbagai perubahan disini )

.

.

.

Pagi ini termasuk pagi yang cerah meskipun udara terasa lebih dingin dari biasanya, menambah keinginan tubuh untuk terus bergelung dengan selimut. Meskipun malas sudah menyergap tubuh, semua kegiatan yang ada di ibukota ini masih terus berjalan, mengingat ini masih awal musim dingin yang berarti belum ada aba-aba untuk liburan. Dan yah…tentu saja hal ini membuat membuat semua orang mau tak mau berjalan dibalik long coat milik mereka. Apa mungkin dinginnya pagi ini pertanda akan turunnya salju pertama?

“Salju turun!” Yap! Ternyata tebakku benar!

Bukannya ikut menjerit karena salju pertama telah jatuh, mereka –orang orang yang lalu lalang ini hanya memakai tudung jaket, memayungi diri lalu dengan langkah yang lebar –seperti sedang terburu-buru–keluar dari trotoar padat di lingkungan sekitar sekolah yang cukup menyesakkan ini.

Tidak seperti yang lain, satu dari puluhan orang di depan gerbang sekolah tersebut itu malah menyingkap lengan jaket hingga sesiku, melepaskan sarung tangan, lalu kedua tangannya menadah dengan manis, menunggu butiran-butiran salju jatuh serta meleleh di tangan.

Saat hal itu terjadi –hal yang masuk ke list favoritenya, senyum tipis dari bibirnya mengembang.

“Wah…Hangatnya…” Gumam orang –lebih tepatnya seorang gadis refleks setengah memekik itu saat butiran salju meleleh di sela-sela jarinya kemudian ia gosokkan kedua tangannya sampai tak basah, menadahkan kedua tangannya kembali seraya memandanginnya juga.

Apa itu menurutmu aneh? Hm…sepertinya tidak untuk orang-orang di sekitarnya yang hanya menatapnya sebentar lalu kembali berjalan menelusuri jalan ke arah tujuan masing-masing tanpa ekspresi seakan sudah terbiasa. Ah…sepertinya tidak semuanya karena pemuda satu ini sedang memandang gadis ‘aneh’ tadi dengan tatapan datar. Dalam hati, pemuda ini sedikit merasa dongkol dengan sikap kekanak-kanakkan dan konyol gadis tersebut.

“Wah wah wah nona manis, kau tau sendiri kan salju pertama yang tidak seberapa ini tak mampu membuatmu mati dengan cepat,” sahut pemuda tersebut dengan nada sinis yang ia tahan. Giginya bergemelutuk untuk menahan rasa gemasnya pada orang yang membelakanginya tersebut. Rasanya ia ingin memotong gadis tersebut menjadi dua.

Sementara itu, yang merasa tersindir hanya membalikkan badannya sampai mereka berdua berdiri saling berhadapan dengan pemuda tersebut.

“Jarang sekali ada yang pedulil lho,” balas gadis itu santai seraya memasukkan kedua tangannya ke dalam saku blazer.

“Hm…kau ini anak baru ya? Ah…Ya ya ya, aku tau. Kau anak baru dari kelas sebelah, si Byun Baekhyun yang terkenal itu kan?” tanya gadis itu dengan tiba-tiba ekspresinya berubah menjadi ‘heh, kau anak baru berumur beberapa minggu, berbanding telak denganku. Meskipun kita satu angkatan tapi jangan bertindak sesuka hatimu ya’.

Kedua bola mata pemuda bernama Byun Baekhyun ini berputar malas. “Aku hanya saja heran saja. Sekolah ini kenapa membiarkan orang,” Ia pun memandang gadis tersebut dari atas kepala sampai ke ujung kakinya dengan tatapan menyelidik.

Rambutnya model jamur untuk anak lelaki namun lebih terkesan acak-acakkan –atau memang sengaja?– berwarna hitam kemerahan, memakai anting hitam di telinga kanannya seperti preman –atau memang sebenarnya preman sungguhan?–, seragam usang yang dengan banyak noda di blazer yang beruntungnya tidak terlalu melanggar peraturan.

Dimata semua orang pasti gadis sengak ini dibilang keren atau aneh tapi di mata seorang Byun Baekhyun, gadis ini seperti mencari perhatian. Penampilannya tomboy, mungkin karena menyukai hal-hal yang biasanya disukai laki-laki lalu si gadis ini akan berbicara tentang kesamaan akan hal yang mereka sukai lalu blablablabla….BLAM! Mereka akhirnya berpacaran karena sama-sama cocok. Terdengar mudah dan sederhana bukan?

Semua gadis sama saja. Mencari perhatian para namja tampan dan terkenal sepertiku tapi….benar-benar…..cara gadis ini benar-benar payah dan kuno. Dia mungkin akan mendapatkan namja dengan mudah tapi bukan namja yang ‘tampan dan terkenal’ tapi namja berandalan tidak jelas asal usulnya.

“Sudah sana pergi kau, sudah mengganggu sekitar kelasku yang tenang dengan teriakkan fansmu sekarang malah menghancurkan moodku ck,” usir gadis tersebut seraya mengibaskan tangannya berkali-kali di depan wajah Baekhyun yang hanya ditanggapi dengan seringai di bibirnya.

“Kalau mau menarik perhatian para lelaki jangan seperti ini bodoh. Nikmati hal tak jelasmu saja.”

Kening gadis tersebut berkerut banyak tapi dari banyaknya kata, hanya kata ‘dasar aneh’ saja lah yang terucap keluar dari bibirnya yang mulai pucat.

Wah gawat sudah dingin saja. Harus cepat-cepat pulang ini.

Ia pun mengeluarkan tangan kanannya dari saku, kembali mewadahi butiran-butiran saljunya seraya berlari kecil menerobos lautan manusia di jalur yang tentu saja berbeda dengan Byun Baekhyun dengan badan kecilnya lalu senyumnya mengembang lagi seakan-akan pertemuannya dengan pemuda terkenal sombong yang tak pernah ia suka itu hanyalah sekedar angin lalu.

 

***

KREK….

Baekhyun membuka lebar pintu ruang guru tanpa rasa berarti apapun. Lagipula buat apa rasa-rasa tak berarti itu? Toh para guru belum datang. Jam masihlah menunjukkan pukul 5 pagi, terlalu pagi juga untuknya bicara seperti ‘Annyeonghaseyo! Aku murid baru dan ini data diri blablablabla’ di hadapan ketua kesiswaan yang jelas-jelas pamannya itu. Benar-benar hal yang membosankan dan membuang-buang waktu.

Lalu hey, kenapa seorang Byun Baekhyun datang lebih pagi? Tentu saja alasannya bukan karena jarak rumah ke sekolahnya hanya kurang dari 1 km atau hanya iseng semata yang lebih membuang-buang waktu?

SRET….

Jari-jarinya menarik acak salah satu berkas di map yang tertulis ‘Kim Chanyoung’ dengan rapih seperti orang yang profesional dalam –ehem maaf– mengambil data-data seperti itu.

Bibirnya mengembangkan senyum meremahkan saat terpapang wajah gadis yang kemarin pagi ia temui di berkas tersebut. Keberuntungan yang terlalu beruntung.

Sudah kutebak anak ini lumayan sering berurusan dengan pamanku

Nama               : Kim Chanyoung

Kelas               : 10-2 (sekarang: 11-1)

Wah wah wah lumayan cerdas juga ternyata.

TTL                 : Gyeonggi-do, 02 Februari 1998

Riwayat           : – Saat kelas 10 awal terlibat adu cekcok dengan murid alumni tahun lalu karena seniornya suka menyuruh dan senoritas yang tinggi

– Akhir kelas 10 terjadi pertengkaran satu pihak antara Chanyoung dengan kelas 11 tahun lalu karena dianggap merebut pacar orang.

“Sudah kubilang anak ini caper, ck,”gumamnya menutup keras data yang ia pegang lalu meletakkan data itu ke dalam map dalam keadaan semula.

“Eih….Byun Baekhyun? Sedang apa kau disini?” Baekhyun menoleh dan melihat orang yang informasinya baru dia ketahui –Kim Chanyoung sudah berdiri di depan pintu ruang guru dengan kedua tangannya yang terlipat di depan dada serta salah satu alisnya yang naik ke atas.

“Mengurusi kepindahanku mungkin? Ah terserah pemikiranmu saja lah toh kau tak akan percaya.”

Bola mata Chanyoung berputar malas.“Aku sudah tau kau ini keponakkan dari Byun Baekyon –ketua kesiswaan sekolah ini.”

“Oh, sudah tau? Stalker?”

“Haruskah orang yang tau dibilang stalker? Itu termasuk informasi umum kau tau.”

Gadis bernama Chanyoung ini menggoyang-goyangkan saku blazernya. “Aku kesini pun hanya penasaran ada satu orang yang datang sebelum aku datang. Selamat sudah datang mendahuluiku ya. Dan selamat juga kau sekolah memakai jaket dengan celana pendek,” lanjut Chanyoung menyindir pemuda di hadapannya secara terang-terangan.

“Sepertinya kau terdengar begitu tidak suka saat tau aku datang lebih dulu darimu,” Baekhyun mengangkat dagunya ke atas, ekspersi seolah-olah berkata ‘aku ini lebih-lebih darimu tau? Jangan kurang ajar’.

“Merasa tersaingi Tuan Byun? Ah, seingatku orang seperti kau tidak pedulian lalu kenapa kau peduli? Ah apa sikap acuh-tak-acuhmu itu hanya sekedar topeng semata?”

“Bukankah seharusnya aku yang mengatakan hal itu untukmu?” tanya Baekhyun balik dengan seringainya, yakin kalau ucapannya kali ini akan menjadi skatmat yang bagus.

“Tau apa kau tentangku anak baru. Jangan merasa tau tentangku hanya karena sudah membaca file milik pamanmu itu. Penasaran tentangku ya?”

Skatmat

Baekhyun terdiam sebentar dalam kebingungan yang melanda. Kenapa bisa-bisanya dia begitu ‘ingin tau’ tentang Chanyoug yang jelas-jelas dari awal tidak ia suka dan sama sekali tidak menarik itu?

Chanyoung hanya seorang gadis yang selalu berbicara tanpa nada dan ekspresi, wajahnya terlihat hanya bisa mencair karena salju, tingginya terlalu standar serta tubuhnya yang rata tanpa lekukan apapun itu membuat dirinya, Byun Baekhyun yang terlalu menyilaukan dan sempurna samapi dipuja para gadis penasaran?

Tapi tentu, kebingungannya soal rasa ‘ingin tau’nya masih kurang besar untuk kebingungannya kenapa Chanyoung tau kalau dia membuka datanya.

“Katamu semua gadis sama saja lalu kenapa kau sampai membuka file begitu? Bukankah dimatamu para gadis itu mencari perhatian para namja tampan dan terkenal? Kau sudah tau lalu kenapa mencari tau lagi? Lucu sungguh,” Gadis itu menatap jam tangan led apple yang melingkar manis di tangan kirinya.

“Pamanmu akan datang. Mood mengaduku jadi langsung hilang begini saat melihatmu disini kan ck. Cepat ganti bajumu kalau tak mau dikira orang gila atau dimarahi beliau karena busana seperti itu,” Mengadu…..Hal yang tentu saja diadukan ke pamannya pasti soal kenakalan remaja yang tentu marak terjadi disaat umur-umur sedang labil seperti mereka.

“Langkah kakinya sudah terdengar,”Gadis bermarga Kim itu pun mengacak-acak rambut bagian belakangnya sebelum menguap. “Miniman kau bersembunyi saja. Mumpung aku sedang baik hati nih hahaha….tak usah bilang macam-macam pada pamanmu, dia jarang mau mendengarkan,” ancam Chanyoung tepat saat mata kecil pemuda pemakai piayama itu membesar hanya karena ada plester seperti warna kulit di bawah mata Chanyoung yang lebih besar.

Bocah itu pasti bermasalah lagi.

“Kau….”Baekhyun menggantungkan kalimatnya saat yang bersangkutan sudah tidak ada di depannya. Perasaanya berubah menjadi begitu gondok saat dirasa otaknya mulai berasap karena masih terus –atau tak akan berhenti berkerja kalau tak menemukan jawabannya.

Gadis itu kenapa bisa tau kalau aku membuka file? Kenapa bisa tau kalau aku beranggapan para gadis itu sama? Sama-sama mencari perhatian para namja tampan dan terkenal? Seorang cenayang kah?

-TBC-

Note :

Huahahahahaha maaf baru dipost begini, mendadak males ngedit sana sini, tugas numpuk padahal bukan kurikulum 2013, dan berbagai alasan lainnya~

Makasih buat yang udah support comment~tanpa kalian aku gak bakalan ngedit kilat selama 2 jam-an (jadi maaf kalo rada typo gitu) tepat 5 jam setelah teaser kepost (nah loh hahaha xD)

Yang udah komen jangan lupa komen lagi disini~yang belom baca teaser silahkan baca dan komen juga~yang males baca teaser plus komen, karena nunggu chap 1 ini udah muncul lho~hehehe~

Eh tapi aku rada teryura loh hitungan berapa jam udah dapet komen sekian-sekian, semoga chap 1 komennya lebih banyak hehe~udah ah notenya, kepanjangan nih xD xD

(btw, semakin banyaknya komen semakin cepet aku inget buat ngedit dan mempercepat edit)

Sekian dari sohib gila Kim Jongdae, adek tercinta luge, kekasih Zitao, selingkuhan Mas Yixing aka alif (alfykmn) <333

22 pemikiran pada “Freaky Girl (Chapter 1)

    • ah syukurlah ada yang bilang ceritanya gak pasaran. aku ngerasa ini ceritanya pasaran banget karena tokoh tomboynya dan di awal cerita mereka berantem yang gampang ketebak bakalan pacaran di endingnya:”) makanya itu aku bikin konflik lagi selain kimchan-baek makanya genrenya banyak/? seiring waktu nanti genrenya makin banyak. semoga gak bosen fufufufu:3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s