Have a dating with Idol ! (Chapter 1)

Have a dating with Idol ! Chapter 1

Author : Rizkyarl (rizkyara)

genre: Drama, Romance | Rating: T | Length: Chaptered

Main Cast : Yura (oc), Luhan (EXO)

Support Cast:

Park Chanyeol (EXO) as member XOXO

Byun Baekhyun (EXO) as member XOXO

Do Kyungsoo (EXO) as member XOXO

Xiumin (EXO) as member XOXO

Huang zi Tao as member XOXO

Kim Junmyeon as manager XOXO

Kris CEO sekaligus produser agensi XOXO

Nam Hyomin

Kim Shi Hoo

Summary :

“Aku ingin berkencan layaknya manusia normal”

“Aku mencintainya, aku ingin semua orang tahu.”

-Luhan-

 

 

Annyeng Haseyo…. Pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada para EXO-L yang telah membaca FF saya yg pertama yaitu Beautiful Accident in Seoul. ^^ terimakasih juga setelah membaca kalian tidak lupa meninggalkan jejak. Senang rasanya melihat respon kalian setelah membaca karya absurd saya hhe..

saya datang lagi membawa FF baru,  masih dari luhan sebagai main cast nya hehehe, jangan aneh ya! soalnya saya suka banget sama Luhan. catatan ya! FF ini bukan kelanjutan dari FF Yura dan Luhan yg kemarin, FF ini another versi dari beautiful accident in Seoul . FF ini menceritakan tentang seorang Fans yang diam-diam pacaran dengan Idolanya. Pokoknya baca aja deh hehe

Note : Para member Exo disini hanya saya pinjam untuk keperluan FF ini, Mohon Maaf apabila ada kata-kata maupun sifat yang tidak sama sifat mereka disini dengan kehidupan nyatanya. Kalau di beautiful accident nama grup mereka masih EXO tapi disini nama grupnya saya ubah menjadi XOXO, untuk menghindari kesalahan presepsi terhadap para member EXO yang sesungguhnya. Mohon maaf jika ada kesamaan nama penokohan atau jalan cerita, tapi ff ini murni karya saya sendiri, terinspirasi dari kisah cinta para idola kpop.

 

***

Senja berganti malam, tabur bintang menjadi hiasan gelapnya malam, semilir angin musim semi menyapa hangat seorang gadis di tengah keheningan taman, pukul 10.30 KST. Gadis itu menunggu apa yang ia tunggu.  Tak ada rasa takut dalam dirinya berada sendirian di tempat ini.

Seorang pria menghampirinya, mengendap di balik tubuhnya kemudian menutup mata gadis itu dengan jemarinya. Gadis itu melonjak kaget, kemudian ia menghirup aroma parfum yang tampaknya sudah tidak asing lagi

“Luhan?” tebaknya. Pria yang ia panggil luhan itu melepaskan jemarinya dan membiarkan Gadis itu menoleh kehadapannya. Pria itu tersenyum dibalik masker abu-abunya.

“Maaf, aku sedikit terlambat”

“hmm, sedikit kah? aku sudah menunggumu dari satu jam yang lalu” Gadis itu menunjukan jam tangannya kepada Luhan dengan tatapan kecewa.

“Maaf, aku minta maaf, setelah selesai show aku harus menunggu member lain yang menjadi MC sampai acara itu selesai” Luhan duduk disebelah gadis yang bernama Yura itu dan membuka maskernya.

“Haruskah aku memaafkan mu? ini bukan yang pertama kalinya kau terlambat tanpa menghubungiku sebelumnya, kau banyak membuatku menunggu” Tanya Gadis itu dengan ekspresi dinginnya.

“kau marah? Maaf” Luhan balik bertanya sedikit kaget melihat tatapan mata gadis itu yang begitu dingin.

Gadis itu terdiam tidak menjawab sama sekali.

“ Yura?” Luhan meletakkan tangannya pada bahu Yura. “Aku benar-benar minta maaf, aku tahu kejadian ini bukan hanya sekali atau dua kali, tapi aku benar-benar minta maaf.” lanjutnya.

“hmm..”

“Ayolah apa yang harus aku lakukan supaya kau mau memaafkan?” Luhan menyentuh pipi Yura.

“Bukan kalimat itu yang aku inginkan!” Yura mulai bersuara.

“maksudmu? hmm oke baiklah aku berjanji tidak akan membuatmu menunggu lagi,”

“Aku tidak butuh janji-janji mu”

Luhan menggaruk-garuk kepala meracau frustasi, pertama kalinya semenjak dua bulan mereka bersama seorang Yura bersikap seperti ini.

“Nanti free time kita liburan ya, kita habiskan waktu bersama, oke? kita ini sudah dua minggu tidak bertemu masa disaat kita bertemu kau malah marah” Ucap Luhan, wajahnya memelas.

Melihat wajah luhan yang memelas, Yura sedikit luluh, sebenarnya ia tidak marah sama sekali ia paham betul keadaan Luhan  yang sangat sibuk untuk mempersiapkan albumnya yang baru.

“Bodoh, hal yang ingin aku dengar adalah ‘terimakasih telah menungguku dan tidak meninggalkanku’ padahal itu saja, aku bosan dengan permintaan maaf mu ge, setiap terlambat selalu saja bilang maaf-maaf dan maaf, maaf tidak bisa merubah keadaan, bukannya aku tidak memaafkanmu, aku hanya tidak suka seolah kau tampak salah dihadapanku. aku suka kalimat ‘Terimakasih’ setidaknya aku merasakan sedikit apresiasi darimu bukan rasa bersalah darimu” Ujar gadis itu tersenyum.

“Maaf” Luhan menunduk.

“Tuh kan maaf lagi” Yura mengerucutkan bibirnya.

“Ya, terima kasih karena telah menungguku dan tidak meninggalkanku” Luhan mendekatkan dirinya kepada Yura dan memeluknya dalam pelukannya ia berkata “Aku merindukanmu”.

“Aku juga, sudah dua minggu kan kita tidak bertemu?”

“hmm, sekarang biarkan aku memelukmu oke?”

Luhan dan Yura sudah berpacaran selama beberapa bulan ini mereka berkenalan beberapa tahun yang lalu. Saat Yura menetap di korea sekitar setahun yang lalu mereka menjadi sangat dekat sampai akhirnya berkomitmen untuk berpacaran. Profesi Luhan sebagai public figure Korea Selatan asal China, punggawa salah satu boyband ternama, XOXO, yang  melejit hampir separuh dunia membatasi intensitas pertemuan mereka dikarenakan kesibukannya.

“Minggu depan rencananya aku sudah tidak akan tinggal di asrama lagi, aku akan mencari apartemen supaya tidak terikat jam malam.” Ucap yura seraya melepaskan pelukan dari Luhan.

“Wah ide bagus, kau tidak perlu menginap di apartemen hyomin lagi atau hotel jika terlambat pulang setiap bertemu denganku hahaha, hmm.. bagaimana kalau menyewa apartemen di tempatku saja !” Luhan tersenyum lebar mendengar pernyataan dari Yura. Kabar bahagia bagi dirinya apalagi jika mereka berada dalam satu kawasan apartemen, hampir setiap hari pasti mereka akan bertemu. Tidak seperti kali ini semenjak dua bulan berpacaran mereka hanya dua kali setiap minggunya bertemu, bahkan dua minggu kemarin Luhan sibuk persiapan albumnya jadi mereka tidak bertemu sama sekali.

“Ide mu membunuh dompetku! mana mungkin, statusku hanya seorang mahasiswi perantauan, uang dari mana untuk menyewa apartemen di kalangan eksekutif, pejabat maupun artis?” ucap Yura sedikit menaikan nada bicaranya.

“Hmm bagaimana kalau aku yang menyewakannya untukmu”

“Tidak kau bukan suamiku dan kita belum menikah, belum pantas sepenuhnya harus bertanggung jawab atas hidupku”

Luhan terdiam, mendengar kata ‘suami’ ‘menikah’, bahkan tak sedikitpun terlintas dibayangannya kata-kata itu, pacaran saja masih diam-diam. Bagaimana dia harus menikah nantinya? tapi mendengar kata ‘bertanggung jawab’ Ia rasa jika ia mencintai seseorang, dirinya harus bertanggung jawab atas orang tersebut kebahagiaannya ataupun kesedihannya meskipun mereka belum menikah.

“Ayolah! tapi sebagai orang yang mencintaimu aku rasa aku pantas. Aku khawatir kalau kau tinggal sendiri di apartemen” Bujuk Luhan. Keinginannya begitu kuat agar mereka bisa jauh lebih dekat.

“Tidak bisa, lagipula aku sudah berjanji akan menyewa apartemen bersama Hyomin di gwangjin. Kebetulan apartemen Hyomin yang lama akan dijual oleh pemiliknya”

“Oh jadi kau akan tinggal berdua bersama Hyomin, syukurlah, tak bisakah daerah gangnam saja? setidaknya sungai hangang tidak memisahkan kita ”

“Konyol, lagipula asramaku juga di gwangjin kan? sungai hangang sudah memisahkan kita” Yura terkekeh masam.

“Oh iyaya, haha tapi yang paling penting hati kita tidak berpisah”

“hhmm, soal berpisah sepertinya kita harus berpisah sekarang, ini sudah hampir 11.00, asrama jam 12.00 sudah akan ditutup, lagi pula kita jangan terlalu lama berada disini, takut ada paparazi” Ujar Yura.

Ada banyak alasan kenapa mereka harus menyembunyikan kisah cintanya. Status Yura sebagai mahasiswi asing dan orang biasa di negara ini menjadi jarak pemisah bagi mereka agar hubungannya tak diketahui oleh masyarakat luas. Apa jadinya jika publik tahu? mungkinkah tamat riwayat karir Luhan? Mungkin para fans Luhan juga akan mengamuk. Mereka sebisa mungkin harus menghindari public, terutama paparazi. Hubungan yang mereka bina hanya diketahui  beberapa kerabat dekat Luhan di China dan keluarga serta beberapa sahabat Yura yang tinggal di negara asalnya, tak satupun teman Yura di Seoul ini mengetahui hubungan mereka, bahkan sesama member XOXO pun belum ada yang mengetahui tentang hubungan Luhan. Terlebih lagi peraturan perusahaan entertainment yang melejitkan karier Luhan pu melarangnya hubungan percintaan diantara para artis sampai tiba saatnya mereka megizinkan.

“Tak mungkin ada paparazi taman ini sudah sepi, Masa kita hanya bertemu setengah jam setelah dua minggu berpisah?  masa kau tidak rindu denganku? malam ini menginap lagi saja di Apartemen Hyomin ya, okay? atau mau hotel saja?”

“Aku juga rindu tapi Hyomin sedang mengunjungi sepupunya di Mapo-gu ”

“Okay di hotel saja bagaimana?”

Yura menggeleng.

“Apartemenku?”

“Kau gila! apa kata member-member lain kalau kau membawa seorang wanita!” Yura memukul bahu luhan.

“Maksudku apartemen pribadi, kau tahu dorm yang ditempati member-member itu berbeda, Yura sayang”

“Aku tidak mau sekamar denganmu”  Yura melipatkan kedua tangannya di atas ulu hati.

“are you having your period ?” Luhan menyadari malam ini Yura terlalu banyak merajuk.

“ how could You know that?” Dugaan Luhan benar ternyata Yura sedang mengalami PMS, pantas saja.

“ then  lets drove me into my dormitory!” Lanjut Yura.

“No I wont, just go alone”

“Kalau pulang sendiri naik bis sama saja bohong, gerbang pasti sudah di tutup, Ayo antar” Yura merajuk manja.

“hmm Okay uri aegi” Luhan menuruti perkataan Yura, tapi sebenarnya ide licik terbesit dalam pikirannya begitu Yura masuk kedalam mobil ia tidak akan mengantarkan Yura tapi ia akan membawa Yura jalan-jalan menikmati suasana Seoul dimalam hari. Menyadari Luhan melajukan mobil bukan ke jalan menuju gwangjin Yura tersentak.

“kenapa ke belok kanan?”

“hehehe, kita ke sungai han dulu saja menikmati  air terjun warna-warni, sudah menginap di hotel saja ya”

“Lu ge!” Ingin rasanya Yura marah tapi lidahnya terlalu kelu untuk memarahi Luhan dikalahkan rasa rindunya yang membuncah malam ini dan pada akhirnya ia hanya pasrah menuruti perintah kekasihnya itu.

Mobil land cruiser hitam metalik telah terparkir sempurna, Luhan membuka kaca samping kiri mobilnya, Suasana romantis dipancarkan dari sorotan lampu warna-warni, kerlap lampu air mancur buatan di sisi jembatam dengan berbagai macam gerak air semakin membuat Sungai Han begitu mempesona.

Tanpa mereka sadari seseorang sedang memperhatikan aktivitas yang mereka lakukan.

Luhan pun sepertinya melupakan suatu hal sampai ia melihat jam digital di dashboard mobilnya.

“Astaga!!!! Aku lupa” Luhan memekik tajam.

“Ada apa ge?”

“Besok tanggal 25 maret kan? nanti jam 12 aku dan member yang lain berencana akan membuat pesta di dorm !” Luhan gusar, ia melupakan jadwal pesta kecil-kecilan di dormnya, kemudian ia melihat ponsel beberapa panggilan tak terjawab dan pesan masuk keponselnya.

“Ah benar, ulang tahun Xiumin oppa, Ayo gege kau harus cepat kembali ke dorm” Seru Yura.

“Ah tapi kau bagaimana?”

“Lagipula sejak tadi aku kan sudah minta pulang, gege malah membawaku kesini” Yura menyalahkan Luhan akan tetapi Yura juga tidak ingin membuat Luhan terlambat di acara penting karena harus mengantarkannya dulu ke Hotel. terlebih lagi ia tak mungkin ikut ke dorm, member EXO belum tahu status antara Luhan dan dirinya, apa jadinya jika mereka tahu? Yang menjadi masalah, dulu Luhan pernah bilang kalau satu sama lain antara mereka telah berkomitmen untuk tidak berpacaran dulu.

“aku bisa menggunakan taksi dan reservasi hotel sendiri, kau kembali saja ke dorm” lanjutnya dengan tenang, Yura mengalah, ia harus mandiri dan tidak bergantung dengan Luhan, ia bersikap dewasa tidak seperti tadi yang selalu merajuk.

Luhan terdiam sejenak, merutuki dirinya yang tidak ingat kalau dia punya dua acara malam ini, dan sepertinya ide Yura untuk pergi ke hotel sendiri bertolak belakang dengan apa yang ia inginkan

“Tidak, kau mungkin harus ikut!” Kata luhan dengan mantap, kemudian ia menyalakan mesin mobilnya menuju dorm EXO.

“Apa? bagaimana kalau mereka tahu kita berpacaran ge? bagaimana bisa kita mengumumkan status kita yang sedang berpacaran dihadapan mereka? lagipula ini acara ulang tahun Xiumin oppa? apakah kita tidak merusak acaranya dengan mengumumkan status kita? Bukankah kau bilang kita harus merahasiakannya?”

 

Incheon, 2 January 2014              

“Aku menyukaimu” Luhan berbisik ditelingaku, Aku diam, kupikir aku tak perlu menjawab karena itu merupakan sebuah pernyataan, suasana di dalam mobil ini hening, hanya desiran ombak dan tiupan angin laut yang bersautan . Tangannya menarik tanganku dan menaruhnya di atas jantungnya.

“Kau bisa dengar degupnya cepat? Ini terjadi setiap aku bersamamu” Ujarnya. Aku hanya menatap jauh kedalam matanya sampai aku melihat diriku sendiri berefleksi di hitam bola matanya.

“Aku tahu ini terlalu cepat, tapi aku merasa nyaman bersamamu, Aku bahagia jika bertemu denganmu, setiap hari aku pun menanti kau membalas pesanku, aku menyukai caramu memperhatikanku, kurasa kau melihatku bukan sebagai luhan yang berada di atas panggung, tapi kau melihat diriku Luhan yang sebenarnya” Ucapnya, Aku diam seribu bahasa, Apakah ini sebuah pernyataan cinta? sejujurnya aku sedikit tercengang mendengar pengakuannya kepada diriku malam ini. Aku pun menyukainya, sangat menyukainya jauh sebelum dia mengenalku lebih dekat, jantungku pun berdetak kencang ketika bersamanya, Aku bahagia selama beberapa bulan mengenalnya lebih jauh tentangnya, aku pun nyaman bersama dengan dirinya, dan hari ini ia bilang bahwa ia juga menyukaiku.

“Maukah kau menjadi pacarku?” Tanya Luhan. Nafasku tercekat, aku tak pernah membayangkan buntut pertemananku dengan seorang superstar, Luhan, berujung dengan Ia memintaku untuk menjadi pasangannya. Ini seperti kejatuhan berlian 24 karat, tidak, mungkin lebih berharga dari itu. Tapi apakah aku boleh menjadi pacarnya?

“A-aku juga menyukaimu ge, tapi apakah kau boleh berpacaran?” Tanyaku ragu, seingatku dia pernah bilang kalau agensi melarangnya.

Luhan terdiam, “peduli apa dengan peraturan agensiku dan perjanjian dengan para member, sudah cukup selama debut mereka melarangku mempunyai pasangan, bukankah setiap manusia yang hidup didunia punya hak untuk berpacaran? kita bisa diam-diam berkencan? hanya kita berdua yang tahu, tapi kau boleh beritahu sahabat yang bisa kau percaya atau orang tuamu jika kau mau” Tanyanya. Aku hanya diam.

“Tapi… tapi… Kau boleh menolak jika tidak menyukai untuk berpacaran dengan cara seperti ini, mungkin ini akan terlalu berat bagimu, meskipun begitu aku aku tetap menyukaimu dan selama kau berada disisiku aku sudah cukup senang.” Ucapnya seraya menurunkan nada bicaranya.

Aku menyukai Luhan gege, sangat menyukainya, ini kesempatanku untuk memilikinya, kurasa bukan hal yang berat untuk diam-diam berpacaran, toh aku selama aku jalan bersamanya, hanging out, bermain, nonton bioskop semuanya kita lakukan dengan cara diam-diam. Aku bahkan selalu mengikutinya, memakai masker dan topi untuk menutupi identitas. Aku akan mencoba.

“aku mau, dan aku akan merahasiakannya” Aku mengangguk, Luhan tersenyum.

“Benarkah?” Matanya membulat, terpancar sinar yang kuartikan mungkin sebuah pancaran kebahagiaan.

aku mengangguk untuk yang kedua kalinya.

“Terimakasih” Ia memelukku. “Aku akan menjagamu, memastikan kau bahagia disampingku dan selalu menyayangimu”

“Aku juga, aku akan memastikan hubungan kita tak tersebar dan tidak mengganggu karier mu.”  Ucapku.

Semilir angin musim dingin terasa hangat ketika aku memeluknya, desiran ombak dipantai ini adalah alunan melodi alam yang mengiringi suasana romantic untuk kami berdua.

 

-000-

Mobil Luhan terparkir sempurna di area basement  apartemen, Ia memakai kacamata hitam dan masker serta topi kemudian beranjak turun dari mobilnya seraya membukakan pintu mobil untuk Yura.

“Ayo!” Ajak Luhan.

“Kau yakin ge? Aku ragu” Tanya Yura.

“Bagaimanapun mereka bagian dari keluargaku, mereka harus tahu.”  tatapan mata Luhan melontarkan permohonan agar Yura menurut. Yura tak tega, dan tangannya sudah  ditarik Luhan untuk keluar dari mobil.

“Apa mereka tidak akan marah?” Tanya Yura sekali lagi, tapi Luhan diam tak menjawab.

-TBC-

Kalian bisa kunjungi -> asianfanfict untuk melihat next chapter, atau blog pribadi saya untuk lihat FF saya yang lain, anyway jangan lupa tinggalkan jejak ya ^^ terimakasih…

 

 

 

 

 

Iklan

15 pemikiran pada “Have a dating with Idol ! (Chapter 1)

  1. wah kirain ini sequel beautiful accident in seoul 😀 tapi tetep suka sama pasangan ini… sweet gimana gitu😝 heheh oiya thor chapter berikutnya udah di post di blog nya author nih? ijin baca yes? 😉

  2. bagus ceritanya eon, yura betah amat pacaran diam diam gitu sama luhan…
    kira kira gimana reaksi member yg lain ya tau luhan paaran, jangan sampe mereka marah deh eon sama luhan..
    o iya blognya eonni gak mau kebuka –” jadi aku nunggu next chapternya disini aja ya eon..
    Semangt nulisnya eonni ^^

  3. Jadi ini ff yg author maksud? Ffnya bagus thor!
    Luhan mau ngenalin pacarnya ke member EXO? Apa member exo bakalan marah?
    Next! Keep writing!!! ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s