Nappeun Namja !!

Nappeun Namja !!

CYMERA_20140818_005920

Author : Kkamjong_FC

 

Tittle : Nappeun Namja !!

 

Cast : Kris Wu, Han Nayeon (OC)

 

Genre : —

 

Length : Oneshoot

 

Ranting : PG-15

 

 

*Happy Reading

 

“Yak… Lepaskan tanganku, bodoh !!” jerit seorang gadis memberontak mencoba melepaskan cengkraman tangan seorang namja di tangannya.

Sedangkan namja yang memiliki postur tubuh yang sangat tinggi itu tidak menghiraukan teriakan gadis yang terus melontarkan sumpah serapahnya. Namja itu terus menarik gadis itu mendekati area parkir kampus, tempat dimana mobil miliknya terparkir. Dan setelah sampai di dekat mobil Hyundai putih miliknya barulah namja itu melepaskan genggamannya pada pergelangan tangan gadis yang masih mencoba menarik tangannya dari genggaman namja itu tanpa menyadari jika sang namja berniat melepas genggamannya.

 

Dan sialnya bersamaan dengan terlepasnya tangan mungil itu, tubuh gadis itupun terjungkal kebelakang dengan pantatnya yang pertama kali menyentuh tanah. “Aaawww…!!” Gadis berambut pendek yang memiliki nama Han Nayeon itu menjerit tertahan sambil menutup matanya erat dan kedua tangannya memegang pantatnya yang benar-benar terasa sakit.

 

Sedangkan namja berperawakan tinggi itu juga sama terkejutnya dengan apa yang baru saja terjadi tapi dengan segera dia bisa mengatasi rasa terkejutnya dan memasang wajah datar. Namja jangkung yang bernama Kris Wu itu berjongkok, mensejajarkan tubuhnya dengan Nayeon lalu berujar datar pada gadis yang masih meringis itu tanpa rasa bersalah.

 

“Sudah kubilang jangan memberontak….jadi lihatlah kau jatuh karena ulahmu sendirikan ?”

 

Mendengar ucapan Kris yang terkesan datar dan menyalahkannya membuat Nayeon mengangkat kepalanya dan memandang garang namja jangkung itu. “Yak…tiang listrik, enak saja kau menyalahkanku. Kau pikir aku harus diam saja saat kau terus menarik tanganku dengan paksa ? Memaksaku mengikutimu, yang entah apa tujuanmu. Cish…dasar idiot…tidak tau malu !!” teriak Nayeon keki lalu dengan kuat gadis itu mendorong pundak Kris menjauh darinya hingga posisi namja itu sedikit oleng dan hampir saja membuatnya terjatuh.

 

Sekuat tenaga Kris menahan kekesalannya mengingat tujuannya menemui gadis keras kepala ini. Dengan segera Kris berdiri mengikuti Nayeon dan kini mereka berdiri saling berhadap-hadapan. Kris menatap sinis Nayeon yang balas menatapnya kesal.

 

“Kau orang pertama yang menyebutku idiot, Han Nayeon~ssi.” sindir Kris sinis.

 

“Dan sayangnya aku tidak peduli !!” balas Nayeon acuh, membuat Kris mendecakkan lidahnya tak percaya pada gadis di hadapannya.

 

Untuk pertama kalinya Kris berhadapan dengan gadis yang bersikap acuh terhadapnya. Dan lebih parahnya gadis ini dengan jelas menunjukkan ketidak sukaannya terhadap dirinya.

 

“Aku membawamu kesini dengan paksa karena ada yang harus kubicarakan denganmu…” jelas Kris pada akhirnya.

 

“Apa ? Apa yang ingin kau bicarakan ?” tanya Nayeon tidak sabaran. “Cepat apa yang ingin kau bicarakan ? Aku tidak punya banyak waktu membicarakan sesuatu yang tidak penting.”

 

Dengan gamblang dan sangat jelas Nayeon mengutarakan keinginannya yang cukup menyinggung Kris. Dan jelas membuat namja itu tidak bisa menahan kekesalannya lagi. Dia merasa diremehkan dengan kata-kata yang keluar dari bibir Nayeon, membuatnya geram.

 

“Cish…kau sombong sekali, Nayeon~ssi. Untuk gadis sepertimu, kau tidak cocok bersikap sombong bahkan kau tidak memiliki sesuatu yang pantas disombongkan.”

 

“Benarkah ? Yah,..terserah kau saja, apapun yang kau katakan aku tidak peduli. Jadi cepat katakan saja apa maumu ?” Kris tersenyum sinis menanggapi ucapan Nayeon.

 

“Baiklah kau tidak sabaran sekali. Tenanglah kita masih memiliki banyak waktu !!” ujar Kris datar.

 

“Huh, kita ? Mungkin hanya dirimu saja tapi tidak denganku. Waktuku terlalu berharga untuk kuhabiskan bicara denganmu, hanya membuang-buang waktu. Jika saja kau tidak menarikku paksa aku tidak akan berada di sini.”

 

“Ckckck…Selain keras kepala, kasar dan sombong ternyata kau juga sangat angkuh,…” ujar Kris tak habis pikir.

 

Nayeon menatap tajam Kris, “Cukup !! Langsung bicara saja pada intinya. Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan ?” tekan Nayeon tidak sabaran.

 

“Kau memang tidak sabaran sekali !!” Sejenak Kris terdiam dan matanya menatap sekeliling dengan menampilkan senyuman miringnya. “Haaah, baiklah,…sekarang saja, sepertinya kau memang sangat terburu-buru.”

 

“Lalu…???”

 

“Aku minta bantuanmu !!”

 

“Bantuanku ? Cish…atas dasar apa aku harus membantumu ?”

 

“Kau cerewet juga ternyata, terlalu banyak bertanya !!” ucap Kris asal membuat Nayeon berteriak tidak terima.

 

“Yak… !!”

 

“Cukup…tidak usah berteriak apalagi memakiku.” ujar Kris memotong protesan Nayeon. “Telingaku sakit sejak tadi mendengar teriakan cemprengmu itu. Ey…Baiklah…baiklah…” pada akhirnya Kris menghentikan ucapannya dan berniat menyampaikan maksudnya menarik gadis itu ke tempat ini. Dan itupun saat Nayeon hendak kembali berteriak karena Kris tak kunjung mengutarakan maksudnya dan justru terus mengatainya macam-macam.

 

“Kau ingat tempo hari saat aku membantumu melawan berandalan-berandalan yang hendak mengeroyokmukan ? Kau jelas ingat banyak memar di tubuh dan juga wajahku karena harus bertarung dengan mereka untuk membantumu. Dan untuk memar-memar itu aku meminta ganti rugi dengan kau juga harus membantuku.”

 

“Mwoya ? Jadi, maksudmu…kau mau meminta imbalan padaku, eoh ?” tanya Nayeon tak percaya mendengar penuturan Kris.

 

Dia ingat beberapa hari yang lalu saat dirinya hampir saja dikeroyok oleh beberapa berandalan yang salah satu dari mereka menaruh dendam padanya. Nayeon sangat ingat bagaimana kelelahannya dia saat tenaganya sudah hampir habis karena harus bertahan dari serangan mereka yang terus menyerangnya dengan bertubi-tubi walau awalnya dia memang bisa bertahan dan balas menyerang mereka. Tapi walaupun begitu Nayeon sadar jika dirinya tetap akan kalah meskipun dia memiliki kemampuan bela diri ataupun seorang atlet taekwondo yang pernah memenangkan beberapa pertandingan. Nayeon akan tetap kalah tanding dengan mereka yang notabene-nya adalah laki-laki sedangkan dirinya hanya seorang perempuan. Apalagi mereka berjumlah 4 orang, 1:4. Sudah dipastikan siapa yang akan menang.

 

“Apalagi memangnya…” ingatan beberapa hari itu kembali buyar saat suara datar Kris menusuk indra pendengarannya. Nayeon menatap Kris jengkel dengan decakan kesalnya.

 

“Ckck…dasar peminta imbalan. Jika saat itu kau tidak ikhlas membantuku seharusnya kau tidak usah melakukannya.” ujarnya sinis.

 

“Dan membiarkanmu mati di tangan mereka ?”

 

“I…itu..” Nayeon tergagap, dia lebih memilih memalingkan wajahnya menghindari tatapan Kris yang sangat jelas meremehkannya. Ucapan Kris benar, jika saja namja jangkung itu tidak muncul sedetik setelah dirinya jatuh terjerembab karena tendangan dari salah satu mereka di bagian perutnya pasti dirinya sudah dipastikan tidak akan selamat dari para berandalan itu. Tapi karena harga dirinya Nayeon mencoba menyangkal ucapan namja itu. “Aku akan tetap selamat walau saat itu kau tidak menolongku.” lanjutnya membela diri walau dia merasa sangsi.

 

Kris kembali tersenyum meremehkan, bahkan dia menunjukkannya dengan semakin jelas. “Jangan terlalu yakin, Nayeon~ssi. Seandainya saat itu aku tidak ada, kupastikan sekarang tidak mungkin kau bisa berdiri di sini.”

 

Nayeon memutar bola matanya kesal karena ternyata apa yang dikatakan Kris benar adanya. Nayeon sudah ingin pergi dari tempat ini kalau bisa dia ingin menghilang saja dari hadapan pria yang sudah diklaimnya sebagai namja yang harus dijauhi dari garis hidupnya. Nayeon tidak ingin berurusan dengan namja playboy macam Kris Wu, namja yang sering sekali mempermainkan hati wanita. Nayeon tidak menyukai Kris karena sikapnya itu yang senang sekali menyakiti hati wanita walau pada nyatanya namja itu sudah pernah menyelamatkannya.

 

“Cish…terserahmulah. Dari pada banyak membuang waktu berdebat denganmu sebaiknya kau katakan sekarang apa yang kau inginkan ?”

 

“Mengakui pertolonganku, eoh ?”

 

Kris merasa menang. Dia tersenyum dengan separuh bibir yang terangkat, meremehkan Nayeon yang sekarang semakin kesal.

 

“Cepat katakan apa maumu ? Sebelum aku berubah pikiran !!” ujar Nayeon terburu tidak ingin semakin lama berbicara dengan Kris.

 

“Arrasso…arraseo !!” Kris mengangguk mengerti lalu matanya melihat sesuatu di belakang Nayeon lalu kembali menatap mata gadis itu dengan serius. “Aku meminta bantuanmu sekarang dan detik ini juga.”

 

“Apa ?” tanya Nayeon menautkan alisnya penasaran dengan apa yang diinginkan namja itu darinya. Bantuan macam apa yang bisa dilakukannya detik ini juga untuk namja yang terkenal Playboy di kampusnya ini.

 

“Cium aku !!” singkat, jelas dan padat tapi sukses membuat Nayeon menganga shock.

 

“Mwoya ???” tanyanya tak percaya.”Kau gila, eoh ?? Jangan bercanda ??” lanjutnya dengan gelengan prihatin.

 

“Apa wajahku terlihat seperti seseorang yang sedang bercanda ?” ujar Kris dengan wajah seriusnya.

 

“Hahaha..” Nayeon tertawa sumbang lalu sedetik kemudian tawanya menghilang dan dia berujar dengan kata yang sengaja ditekankan. “Kau..G..I..L..A.. !! Kau kira aku mau menciummu, eoh ? Cish…kau terlalu percaya diri.”

 

“Tidak, aku tidak gila dan asal kau tau, aku melakukannya juga karena terpaksa. Jadi…ayolah cepat lakukan sekarang atau kau ingin aku yang menciummu ?” ujar Kris dengan jelas lalu Kris menggenggam tangan Nayeon, mengantisipasi jika gadis itu akan kabur.

 

“Yak… lepaskan tanganku !!” Nayeon berontak, mengibaskan tangannya agar terlepas dari genggaman Kris.

 

“Sepertinya tidak ada pilihan lain,, maafkan aku dan terima kasih !!” sesal Kris dengan datar lalu menarik Nayeon kedalam pelukannya dan mendekatkan wajah mereka.

 

“Yak..yak..jangan mendek…emmmhh !!” suara Nayeon terputus bersamaan dengan bibir Kris yang sudah membungkam bibirnya. Nayeon mencoba menjauhkan wajahnya tapi Kris menahan tengkuk gadis itu dengan kuat.

 

Nayeon masih berontak, memukul dada Kris dengan sebelah tangannya yang terbebas dari genggaman namja itu. Tapi sayangnya itu tidak berpengaruh apapun untuk namja jangkung itu. Sebenarnya bisa saja Nayeon mengeluarkan jurus taekwondo-nya untuk menghentikan Kris tapi lumatan Kris dibibirnya membuat otaknya tak bisa berpikir ke arah sana. Dia terlalu shock dengan pergerakan di bibirnya yang berasal dari bibir Kris. Baginya ini adalah yang pertama, dan kenapa harus namja playboy ini yang mengambil ciuman pertamanya.

 

Nayeon masih memukul dada Kris tapi tidak sekeras tadi, yang bisa dilakukannya hanya memejamkan mata dan mencengkram kuat kameja yang dikenakan Kris. Nayeon merasa jika saat ini dirinya sudah gila, dia mulai menikmati lumatan Kris dibibirnya. Dan karena itu dirinya terus merutuk dalam hati.

 

Kris sendiri dia juga menikmati ciumannya dibibir Nayeon yang baginya terasa manis. Awalnya Kris hanya berniat untuk sekedar menempelkan bibirnya di atas bibir Nayeon tapi tiba-tiba nalurinya menyuruh untuk memulai pergerakan, melumat bibir gadis itu. Dan entah kenapa setelah dirasanya, bibir Nayeon terasa berbeda dengan bibir gadis lain yang pernah diciumnya. Permukaan bibir Nayeon begitu lembut untuk dinikmati dan Kris mulai merasa tidak waras karena dirinya yakin jika setelah ciuman mereka selesai dia akan sangat merindukan untuk menikmati kembali bibir yang tengah diciumnya ini. Kris merasa bibir Nayeon sudah menjadi candu baginya.

 

“O.ooppa…!!” suara tercekat yang berasal dari belakang Nayeon membuat mereka berdua tersadar. Dan Nayeon sebagai pihak yang lebih dulu sadar segera mendorong Kris menjauh sehingga tautan bibir mereka terlepas. Nayeon merasa wajahnya memanas dan dia segera menyentuh bibirnya lalu segera memandang Kris yang tengah melihat sesuatu di belakangnya dengan tajam.

 

‘Bibirku !! Brengsek berani sekali dia mengambil ciuman pertamaku. Dan idiotnya aku malah menikmati ciuman itu. Shit !!’ batin Nayeon mengumpat Kris dan juga dirinya sendiri.’

 

Kris sedikit kecewa saat Nayeon melepas secara sepihak ciuman mereka tapi dia segera sadar saat mengingat tujuannya mencium Nayeon saat matanya menangkap sosok seorang gadis dibelakang punggung Nayeon. “Eoh, Jiyeon-ssi.” sapa Kris tenang bersamaan dengan tangannya yang segera membalik tubuh Nayeon sehingga membuat gadis itu berhadapan dengan seorang gadis yang dipanggil ‘Jiyeon’ oleh Kris. Kris memeluk pinggang Nayeon dari samping.

 

Tadinya Nayeon ingin melontarkan makiannya pada Kris karena sudah lancang menciumnya tapi namja itu sudah terlanjur membuat pergerakan pada tubuhnya untuk berbalik. Nayeon bisa melihat jika Kris tengah menatap gadis di depan mereka dengan senyuman yang menurutnya sangat menjijikan dan rasanya ingin sekali gadis itu menghilangkan senyuman di wajah Kris dengan bogem mentah yang dimilikinya.

 

“Lepaskan aku breng…” Nayeon memaki Kris dengan berdesis sambil memegang tangan Kris di pinggangnya, berniat melepaskan tangan itu. Tapi bisikan Kris yang tepat di telinganya dan juga remasan tangan Kris di pinggangnya membuatnya terpaksa mengurungkan niat.

 

“Diamlah dan ikuti saja permainanku agar hutangmu juga cepat terbayar !!” bisik Kris pelan dan mungkin hanya Nayeon dan Kris saja yang mendengarnya.

 

“O…oo..ppa !!” Jiyeon kembali memanggilnya tak percaya, matanya berkaca-kaca dan bisa terlihat jelas ada kesakitan di matanya. “Dia…siapa ??” tanyanya bergetar.

 

“Eoh, dia…yeojachinguku !!” Seakan tak memperdulikan reaksi Jiyeon Kris berkata tenang sambil mengalihkan tatapannya menatap Nayeon dengan pandangan yang dibuat semanis mungkin.

 

Nayeon menatap Kris tak percaya saat mendengar pengakuan namja itu yang sudah jelas jika apa yang dikatakannya 100% salah. Sejak kapan mereka berpacaran…bahkan mereka baru beberapa hari saling mengenal walau mereka berkuliah di tempat yang sama.

 

Sebenarnya Nayeon memang mengenal Kris, tapi dia hanya sekedar tau saja tanpa memiliki keinginan untuk mengenalnya lebih dekat. Kris cukup terkenal di kampusnya…dikalangan yeoja ataupun namja karena itulah dia bisa tau jika di kampusnya hidup seorang playboy macam Kris.

 

Dalam hati Nayeon merutuki Kris yang mengaku-ngaku sebagai kekasihnya. Namja itu benar-benar minta dihajar, setelah menciumnya dia masih berani mengaku-ngaku sebagai kekasihnya.

Dasar tidak tau malu !! rutuk Nayeon.

 

Nayeon mengalihkan matanya memandang Jiyeon bersalah. Gadis itu ingin berteriak bahwa apa yang dikatakan Kris tidak benar tapi sudah terlanjur. Dia sudah terlanjur masuk dalam permainan Kris, apalagi bibirnya sudah menjadi korbannya. Jadi mengingat hanya cara ini yang bisa dilakukannya agar urusannya dengan namja itu segera selesai dia jadi enggan. Nayeon ingin cepat terbebas dari Kris, dia tidak ingin lagi berurusan lagi namja jangkung ini.

 

“Be…be…narkah ?” gagap Jiyeon membuat Nayeon merasa semakin bersalah saat suara bergetar itu terdengar. “Ta…pi..bukannya kau bilang mencintaiku ? Dan saat itu..kau juga menciumku !!” tanyanya memastikan.

 

“Jiyeon~ssi, dengar yaa. Aku tidak mencintaimu, aku hanya menyukaimu dan itupun hanya sebatas teman tidak lebih. Aku tidak memiliki perasaan apapun padamu dan aku menciummu waktu itu, aku melakukannya dengan tidak sengaja.” jelas Kris dengan santai tanpa merasa bersalah. “Jadi jangan mengganguku lagi yaaa !! Berhenti mengejarku karena aku tidak ingin yeojachinguku salah paham.” ujarnya tenang masih dengan senyum menjijikannya.

 

“Baiklah kalau itu maumu oppa, aku tidak akan mengganggumu lagi.” Jelas Jiyeon dengan sedih. Gadis itu menunduk menyembunyikan air matanya. “Aku pamit…”

 

“Ya…berhati-hatilah. Kau tau jalan pulangkan ?” tanya Kris saat Jiyeon pamit untuk pergi.

 

Tanpa menjawab kata-katanya, Jiyeon berlari menjauh meninggalkan mereka. Nayeon memandang punggung Jiyeon yang semakin menjauh dengan prihatin. Kasihan gadis itu, dia harus jatuh hati pada namja brengsek seperti Kris.

 

“Nappeun namja…jadi ini yang kau mau dariku ? Kau memanfaatkanku untuk membuat gadis itu menjauhimu ?” desis Nayeon setelah Jiyeon tidak terlihat lagi dari jarak pandangnya. Nayeon melepas paksa tangan Kris dipinggangnya lalu menatap garang Kris.

 

“Syukurlah kalau kau mengerti.” ujar Kris santai menanggapi tuduhan Nayeon.

 

“Cish..kau benar-benar brengsek !!”

 

“Yah…tidak apa-apa kau menganggapku brengsek, kuanggap kata-katamu merupakan sebuah pujian !!” acuh Kris.

 

“Huh, nappeun !!” desis Nayeon kesal.Tiba-tiba rasa penasaran menghinggapi Nayeon…kenapa Kris meminta bantuannya hanya untuk menjauhi gadis bernama Jiyeon itu, kenapa tidak gadis lain saja ? Dirinya yakin jika diluar sana banyak gadis yang akan dengan sukarela membantu namja itu untuk berpura-pura menjadi kekasihnya apalagi mendapatkan ciuman namja itu.

 

“Yak tiang listrik, kenapa harus aku yang membantumu, hah ? Kenapa tidak gadis lain saja ? Aku yakin banyak gadis di luar sana yang rela kau jadikan sebagai kekasih pura-puramu,apalagi mendapat ciumanmu.” tanya Nayeon dengan kesal, mencoba menyembunyikan rasa penasarannya.

 

“Kau memang benar Nayeon~ssi, banyak gadis di luar sana yang berharap bisa mendapat ciumanku dan juga menjadi kekasihku walau itu hanya pura-pura. Tapi sayangnya aku tidak berniat menggunakan mereka. Aku yakin setelah mereka membantuku mereka juga akan terus menggangguku.” jelas Kris. “Tapi kau berbeda…kau tidak menyukaiku dan itulah alasanku meminta bantuanmu. Setidaknya kau tidak akan mengejar-ngejarku setelah apa yang kulakukan.”

 

“Cish…benar-benar licik !!” untuk kesekian kalinya Nyaeon berdesis. “Kau benar-benar minta dihajar, Kris~ssi.”

 

Kris tersenyum miring lalu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. “Sudahlah Nayeon~ssi, berhenti mengomel seperti seorang ahjumma. Seharusnya kau bersyukur karena kau gadis beruntung yang bisa menjadi kekasih pura-puraku apalagi bisa mendapatkan ciumanku.” ujar Kris narsis.

 

“Mwo ? Percaya diri sekali kau !!” desis Nayeon keki. “Asal kau tau yaa… bibirmu itu merupakan sebuah kesialan karena sudah menempel di bibirku, tiang listrik !!”

 

“Benarkah ? Tapi sepertinya tadi kau menikmati ciuman dari bibirku ini.” jelas Kris dengan puas sambil mengusap bibirnya pelan, menggoda Nayeon.

 

Nayeon merasakan wajahnya memanas, “Yak, tingkat kepercayaan dirimu itu begitu tinggi, jangan mengada-ada bodoh !!” teriak Nayeon menyangkal dengan sedikit gugup lalu segera mengalihkan matanya ke arah lain.

 

Kris tertawa geli dalam hati, menertawakan ekspresi Nayeon yang menurutnya begitu lucu. Wajah gadis itu merona merah dan kedua matanya jelas tengah menghindar dari tatapan Kris yang menggodanya.

 

“Lihatlah wajahmu yang memerah itu, Nayeon~sii. Benar-benar lucu !!” ucap Kris sambil mengacak rambut Nayeon.

 

Nayeon mengibaskan tangan Kris dikepalanya tidak suka, “Jangan beraninya kau menyentuhku lagi, idiot !!”

 

“Ck, gadis angkuh !!” decak Kris prihatin. “Baiklah…kurasa urusan kita sudah selesai jadi aku pergi sekarang.” pamit Kris lalu berbalik berjalan mendekati mobil hyundai putihnya.

 

“Pergilah dan jangan menampakkan wajahmu lagi di depanmu, tiang listrik !!” teriak Nayeon keki.

 

“Aku tidak janji !!” gumam Kris pelan.

 

Kris tersenyum miring mendengar ucapan gadis langka itu. Nayeon berbeda dengan gadis kebanyakan. Dengan jelas gadis itu begitu gamblang menunjukkan ketidak sukaannya terhadap dirinya entah karena alasan apa. Tapi dengan sangat sadar Kris jadi merasa tertarik pada gadis kasar itu. Dia menyukai ekspresi Nayeon saat sedang kesal dan menyukai kata-kata umpatan yang keluar dari bibir gadis itu yang ditujukkan pada dirinya. Yah…anggaplah Kris gila.

 

“Huh… !!” Nayeon mendengus menatap sosok Kris yang sudah masuk ke dalam mobilnya. “Hari yang menyebalkan !!” geramnya lalu segera berbalik pergi keluar dari area parkir kampus.

 

Kkeut

 

 

‘Annyeong !! Ketemu lagi sama author GeJe bin Gak Jelas ini..Sebelumnya aku minta maaf karena udah lancang muncul lagi dengan ff abal-abal super gantung ini. Ntahlah…kenapa aku suka sekali bikin ff yang nggak jelas gimana akhirnya..Tapi masih berharap kalau para reader suka sama ff buatanku meski gantung dan aku butuh komentar kalian. Yoswis deh…sekian dan terima kasih !!’

 

31 pemikiran pada “Nappeun Namja !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s