Freaky Girl [2]

“Freaky Girl [2]”

freaky girl

Author : alfykmn || Casts : OC, Secret Cast, Sehun [EXO], Baekhyun [EXO], Luhan [EXO], etc || Genre : Friendship, Life, School-life, Love/Hate, AU || Lengrt : Chapter || Rating : Teen

(PS : already post at dreamersradio –fanfiction– dengan berbagai perubahan disini )

.

.

.

.

KRING…..

“Baik! Yang merasa laki-laki segera keluar ke ruang Bimbingan Konseling di sebelah! Kalau yang merasa laki-laki yaaaa!” koar guru –salah maksudku guru pengganti yang magang disini membuat kelas mendadak ribut dengan suara koor dari siswi kelas 11-1.

“XI LUHAN DISINI SAJA YA~~~”

“Apaan sih,” desis pemuda bersurai orange dengan pipinya yang sedikit merona membuat beberapa gadis tertawa dengan anggun –atau tertawa kecil dengan tangan yang menutupi mulutnya sedangkan Chanyoung sendiri tertawa keras-keras –meskipun tidak sekeras tawa siswa 2-1 yang sudah berada di luar kelas–. Bahkan Chanyoung hampir terjungkal ke belakang membuat Luhan hanya bisa tersenyum tipis karenanya.

Bagaimana Luhan tidak tersenyum jika melihat teman sepermainannya sejak kecil yang jarang berekspresi itu tertawa keras padahal ‘lelucon’ menyebalkan –baginya, bagi yang lain sih tidak– itu garing dan sudah biasa didengar –hanya saja sering diulang-ulang? 

“Sudah sudah diam! Xi Luhan silahkan keluar,” Senyuman dibibir Luhan menghilang karena tergantikan dengan raut wajah panik. Ia pun langsung berlari sendirian ke ruang BK yang ada disebelah karena ditinggal oleh teman-teman sekelasnya yang lain.

1….

2….

3….

“HUAHAHAHAHAHA!”Tawa keras mengguncang kelas 2-1 yang tadinya hening namun karena kepergian siswa-siswa kelas 2-1. Tidak ada tawa maupun senyum anggun dari mereka. Kebanyakkan dari mereka langsung membuka lebar mulut saat tertawa seperti saat Chanyoung tertawa bahkan beberapa gadis mengangkat kakinya hampir 90 derajat ke atas karena terjengkang ke belakang.

Sedangkan Chanyoung sendiri? Dia sudah selesai tertawa sejak dia menitikkan air matanya karena melihat raut panik Luhan yang terlihat lucu itu. Hah….Luhan memang benar-benar penghibur yang baik!

“Ya ya ya! Kim Chanyoung-ssi! Lepas jaketmu! Karena sebentar lagi-”

“Aahh….”Suara desahan menyenangkan keluar saat suasana kelas mendadak hangat setelah penghangat ruangan secara otomatis dinyalakan oleh pihak sekolah.

“Ya, kalian boleh membuka jaket kalian sekarang terutama kau, Kim Chanyoung….” sahut guru penganti tersebut penuh dengan tatapan intimidasi untuk Chanyoung sedangkan orang yang ditatapan hanya mengangkat bahunya dan bersikap seperti tak ada niat untuk melepaskan jaketnya.

“Harus aku akui kalau aku ini bukan tipe orang penyerap panas yang baik. Selain itu rasa hangat dari penghangat ruangan yang ada di depan tidak sampai kesini,” begitulah alasan Chanyoung jika dia ditanya, disuruh, atau dipaksa melepaskan jaketnya. Alasanyang selalu sama, tak pernah berubah seperti sudah ia hafal di luar kepala.

“Baiklah terserah. Ah mari kita mulai pembelajarannya. Kalian saat masih SMP pernah berjalan sejenis…..tertarik dengan lawan jenis bukan?”

“NEEEE….”

Chanyoung tak ikut menjawab karena ia sudah memutar bola matanya dengan jengah, gadis ini tak suka dengan topik yang dibahas sekarang. Begitu klise, tak berguna, dan menyebalkan.

“Nah, kali ini kita akan membahas itu lagi tapi lebih rinci. Mungkin guru Bimbingan Konseling senior disini ingin membicarakan hal ini lebih rinci dengan kalian bercerita di ruangannya tapi kurasa kalian enggan bukan untuk masuk ke ruangan yang katanya hanya didatangi orang bermasalah bukan?”

“YA!”

“Ehem! Saya berani membahas ulang hal ini karena kalian pasti terbuka dengan saya yang hanya lebih tua beberapa tahun dari kalian, tidak berpuluh-puluh tahun seperti guru BK kalian…..Ya! Baik! Tema hari ini adalah mengenai tipe pria ideal. Nah, saya akan menanyakan hal ini. Bagaimana dengan pendapat tipe pria idealmu, Kim Chanyoung?”

Baekhyun –yang kebetulan sekali ingin ke toilet yang berada di ujung lorong sana malah tak sengaja berhenti berjalan saat telingannya mendengar sesuatu dari kelas 11-1

Yeah, kita lihat seberapa bisa dia ‘berakting’ kali ini.

“Saya?”

“Ya, kamu,” Chanyoung melepaskan earphone kesayangannya, membiarkannya berada di lehernya lalu berdiri dengan kedua tangannya yang bertumpu di atas meja.

“Aku akan hal itu tapi yakin harus dijawab jadi menurutku tipe pria yang ideal itu bisa diajak ‘berbicara’, cuek, bisa membully, bisa dibully, bisa diajak berolahraga apapu, dan be himself,”ujar Chanyoung menekan kata terakhirnya membuat para gadis di depan hanya bisa memutar kedua bola mata mereka dengan malas.

Oh oh! Jangan lupakan Baekhyun! Dia malah memasang tampang malas juga.

Oh god, aku lebih memilih para gadis yang bersikap manis atau manja di depan orang sepertiku dibandingkan dengan seseorang yang berakting cool agar mendapat perhatian para namja. Sikap berakting dan tidak menjadi diri sendiri itu membuat aku mau muntah.

“Ck, gadis ini mulai lagi.”

“Memangnya dia gadis? HAHA.”

“Jangan begitu, nanti dia senang karena dia dikira bukan seorang gadis –maksudku tomboy dan….”

“Aktingnya bagus sekali. Aku kenyang makan aktingnya.”

“Baiklah, silahkan Kim Chan –Oh? Byun Baekhyun? Apa yang kau lakukan?”Baekhyun berjengit, itu terlihat dari kedua alisnya terangkat bersamaan lalu berdehem pelan, membuat suara jeritan tertahan terdengar serempak seperti membentuk paduan suara.

“Aku hanya ingin ke kamar mandi,”ujar Baekhyun pelan dnegan kedua bahunya yang diangkat.

“Oh oh, maaf. Aku kira ada apa. Bisakah kau pergi sekarang? Kupikir kehadiranmu disini…..sedikit menganggu kelasku,” ujar guru pengganti dengan nada ragu-ragu, terutama saat melihat Baekhyun menatapnya datar sedangkan murid-muridnya mulai menunjukkan wajah ungu karena menahan nafas –pengecualian untuk Chanyoung.

“Baik. Tanpa disuruh aku juga akan pergi,” Pandangan mata Baekhyun dan Chanyoung tidak sengaja bertemu. Baekhyun menyipitkna matanya, seakan-akan berbicara ‘kutunggu kau di depan nanti’ lalu dia melengos pergi begitu saja. Dan ya, Chanyoung bisa membaca artian dari tatapan mata Baekhyun dengan amat sangat baik.

“KIMMMMM CHANNNNNYOUNGGGGG! GAWAT INI GAWAT!!”

“Hey Xi Luhan! Suaramu terlalu keras dan terdengar jelas meskipun aku menyumpal telingaku dengan dentuman lagu bervolume full!”Chanyoung menurunkan earphonenya dengan kasar dan berkacak pinggang di hadapan namja dengan nama Xi Luhan ini yang sedang tengah mengatur nafasnya.

“I…Itu…B….Byun.”

“Si marga byun itu? Ada apa?”

“Mengajakmu bertanding basket sekarang….Hosh…Hosh dia sudah ada di lapangan hah….” Chanyoung menepuk punggung lalu bahu Lu Han yang naik turun terus karena masih terus mengatus nafasnya yang tidak beraturan padahal oksigen-oksigen disekitarnya sedang menari-nari di sekitar indra penciumannya, mengajak bercanda mulut dan hidungnya yang membutuhkan oksigen.

“Thanks Luhannie. Aku sudah menebak hal ini,” Chanyoung berlalu pergi tapi tubuhnya tertarik kebelakang saat merasakan ada seseorang yang menarik tangannya.

“Perlu bantuan dalam mengalahkan anak itu?”tawar Luhan memasang wajah yang mampu menarik perhatian gadis-gadis, ia memiringkan kepalanya dan tersenyum miring dengan salah satu alisnya yang naik ke atas.

“Kupikir satu lawan satu itu lebih baik. Kau tidak tau alasannya Xiao Lu. Kau baru boleh ikut saat dia membawa anak lain, ajak sekalian Kyungsoo, Sehun, Chen sekalian ya,” Chanyoung tersenyum tipis lalu berlari kecil menuju ke lapangan.

-TBC-

20 pemikiran pada “Freaky Girl [2]

    • seru gak ya…aku gak pinter buat nulis pertandingan olahraga (tapi demi bikin baekhyun lemot lemot bingung gitu/? aku rela nulis masukkin soal pertandingan disini~) gitu jadi gak tau bagus atau gak, semoga suka ya hihi:D iya kamu juga keep comment ya~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s