A Little Too Not Over You (Chapter 2)

~A Little Too Not Over You~

ALTNY81

 

Author : Si Item

Length : Chapter (Now : Chapter 2)

Genre : Romance, Marriage Life

Main Cast : >Xi Lu Han>Kim Ah Yeon>Kim Jong In

Rate : PG-15 (?)

 

Twitter : @Sayang_Luhan

FB : Kwon Jo Ra

 

Disclaimer : This Fanfiction is Mine. No Plagiat,No Silent Readers and No Bash!! Oke. And Don’t Forget to RCL ne ? R to the C to the L RCL~~ FF ini terinspirasi dari beberapa FF.

 

THANKS TO ADMIN!!! 😀

 

I Hope you Like This FF Guys 😉

 

@-_-_-_-_-_-_-_-_-_-@

 

Previous Chapter 1

 

“Hoeek…. Hoekk…. Hoeek…” Ah Yeon merasa aneh saat tak ada yang keluar dari mulutnya. Yang keluar hanya air liurnya saja. Padahal ia sedang mual-mual.

 

Ada apa denganku ini ? 

 

GDEBUK!

 

PRANG!

“LUHAN!!”

 

Chapter 2

 

Ah Yeon cepat-cepat membersihkan mulutnya. Setelah itu, ia berlari ke dapur untuk melihat apa yang terjadi. Ah Yeon menganga sesaat. Ia melihat Luhan dengan posisi tengkurap dilantai dan disampingnya ada beberapa pecahan piring. Pemandangan yang mengenaskan.

 

“Ya ampun Luhan~ …….. Kau sedang apa eoh ?”Ah Yeon berkacak pinggang didepan Luhan.

 

“Aish … Aku terpeleset bodoh! Lantai nya licin. Aduh.. Pinggangku sakit sekali!” Luhan memasang ekspresi kesakitan. Raut muka Ah Yeon seketika berubah menjadi khawatir.

 

“Ap-Apa…… Lantainya baik-baik saja ??”

 

GUBRAK

 

Luhan menatap Ah Yeon sangar. Sedangkan Ah Yeon hanya memandang Luhan dengan tatapan polosnya.

 

“Ya!! Kenapa kau malah-”

 

“Mwo ?? Kau apa ?” seru Ah Yeon. Luhan merengut kesal lalu ia mengangkat kedua tangannya ke hadapan Ah Yeon seakan memberi kode untuk membantunya berdiri.

 

“Mwoya ?” ucap Ah Yeon heran.

 

“Bantu aku berdiri” Ah Yeon memukul tangan Luhan lumayan keras.

 

“Aw!”

 

“Berdiri sendiri. Manja sekali kau” ujar Ah Yeon cuek. Setelah itu, ia beringsut membersihkan pecahan piring yang berada disamping Luhan.

 

“Dasar kacang busuk menyebalkan…” gumam Luhan pelan.

 

@________________@

 

“Ya!! Rusa! Antarkan aku ke rumah sakit…”rajuk Ah Yeon saat mereka ingin berangkat kerja. Selesai sarapan, mereka langsung bersiap-siap untuk kerja. Saat ini, mereka sedang berada di area parkiran apartemen. Sedari tadi, Ah Yeon merajuk ke Luhan untuk mengantarnya ke rumah sakit tempatnya bekerja.

 

“Kau kan ada mobil sendiri…” ucap Luhan sambil memasukkan tas kerjanya ditempat duduk samping kemudi.

 

“Iya sih… Tapi, hari ini aku malas menyetir… Ayolah~”

 

“Naik taksi saja… Aku tak sudi mengantarmu..” ucap Luhan datar. Ah Yeon memandang Luhan bengis.

 

“Ya !! Pilih tas atau sepatu ?” Dahi Luhan mengerut pertanda ia bingung atas pertanyaan Ah Yeon. Tapi Luhan tetap menjawabnya.

 

“Sepatu”

 

PLAK!

 

Sebuah sepatu Converse merah langsung mendarat telak dikening Luhan. Pelaku dari semua ini adalah Ah Yeon. Ah Yeon memandang Luhan masih dengan tatapan bengisnya. Luhan meringis kesakitan sambil memegang dahinya yang tadinya berwarna putih sekarang menjadi merah.

 

Orang gila dari mana sih dia ? Jangan-jangan dia pasien RSJ yang kabur lalu ia berpura-pura menjadi putri keluarga Kim lagi… Oh tapi itu tak mungkin.. batin Luhan

 

“Astaga Ah Yeon! Aw… Sakit..”

 

“Itu akibatnya karena kau tak mau mengantarku” seru Ah Yeon. Luhan memutar otaknya agar Ah Yeon tidak ikut berangkat bersamanya.

 

“Ya! Kacang Busuk! Bukan kah itu Kim Jong In ?” tunjuk Luhan ke arah lobi apartemen. Mendengar nama Kim Jong In sontak Ah Yeon mengarahkan matanya ke lobi apartemen. Sedangkan Luhan buru-buru masuk ke dalam mobil dan mulai menstarter mobilnya.

 

“Mana dia ?!”

 

“Annyeong Kim Ah Yeon… kkkkk~ Bye~” ujar Luhan dengan nada mengejek. Setelah itu, ia langsung melajukan mobilnya ke luar area parkiran.

 

“YA!! XI LU HAN! MATI KAU!” Ah Yeon meneriaki Luhan yang sudah melaju duluan.

 

Aish.. aku dibohongi olehnya tsk!

 

Ah Yeon menghela nafas. Akhirnya, mau tak mau ia harus berangkat sendiri. Saat ia ingin kembali lagi ke apartemennya untuk mengambil kunci mobil, tak sengaja ia menangkap sebuah motor sport berwarna merah yang tak jauh dari tempatnya. Dengan Plat nomor 9004, Ah Yeon yakin itu adalah motor Luhan.

 

“Bukankah itu motornya Luhan ? Ah.. Pasti Park Ahjussi yang mengantar motor itu kesini” Ah Yeon sempat berpikir sebentar, sebelum ia menyeringai sambil memandangi motor itu.

 

“Aku sudah lama tak naik motor. Karena disini ada motor nganggur, Jadi, hari ini aku akan berangkat pakai motor~ Rusa… Aku pinjam motormu kekekeke~”

 

@_-_-_-_-_-_-_-@
@Kira Seoul Hospital

 

BRUM… BRUM… BRUM…

 

Sampai diarea parkiran rumah sakit, Ah Yeon langsung memakirkan motor sport itu disebelah mobil Ferrari berwarna biru. Seorang namja tinggi keluar dari mobil Ferrari itu. Namja itu menepuk pundak Ah Yeon lumayan keras yang membuat empunya tersontak kaget.

 

“Wow..Wow..Wow.. Ya!! Kim Ah Yeon! Tumben kau pakai motor ? Motor sport lagi… Habis kau curi darimana ?” canda namja itu.

 

“Kuhajar kau Chanyeol! Aku tidak mencuri motor ini! Aku hanya meminjamnya..” bela Ah Yeon saat namja itu –yang diketahui bernama Chanyeol- menuduhnya mencuri.

 

“Iya…Iya… Aku hanya bercanda~ Eh.. Ayo cepat masuk.. Kita sudah hampir terlambat” ujar Chanyeol lalu ia merangkul Ah Yeon untuk segera masuk.

 

Ah Yeon P.O.V

 

“Iya…Iya… Aku hanya bercanda~ Eh.. Ayo cepat masuk.. Kita sudah hampir terlambat” ujar Chanyeol lalu ia merangkulku. Eit.. Jangan salah paham -_- Chanyeol adalah sahabatku selain Baekhyun dan Jongdae. Chanyeol disini juga bekerja sebagai dokter, sama sepertiku. Kalau Baekhyun dan Jongdae, Mereka berdua membuat usaha restaurant yang menurutku lumayan mewah. Namanya kalau tidak salah ‘Heart Beat Restaurant’ . Aneh bukan ? Dua bocah itu yang membuatnya –Baekhyun & Jongdae- . Kata Baekhyun restaurant itu akan dibuka bulan depan. Kenapa jadi membahas restaurant dua bocah itu ? -_-

 

Sedikit cerita tentang sahabat-sahabatku, Dulu Kim Jong In juga sahabatku. Kami berlima sudah bersahabat sejak SMA kelas 1 sampai sekarang. Dan soal Jong In… ehem.. Yah kau tau lah… Sahabat jadi cinta ^_^.

Diantara sahabat-sahabatku, dulu Jong In yang paling tidak waras. Ia suka membully orang lain bahkan pada guru -_- . Dan aku paling tidak suka jika jiwa PLAYBOYnya itu bangkit. Ia suka menggoda gadis-gadis yang lewat didepannya, bahkan tante-tante pun ia goda -_-. Sekarang… Jongin yang dulu sudah tiada. Jongin sekarang sudah lebih dewasa. Tapi tetap saja.. Jika ia melihat gadis seksi lewat didepannya, ia pasti langsung lirik-lirik ke gadis itu. Menyebalkan -_-

 

“Ah Yeon!! Kau mendengarku tidak sih ?!” teriak Chanyeol tepat ditelinga kananku. Aku baru sadar jika sedari tadi aku sibuk dengan pikiranku sampai lupa jika Chanyeol mengajakku bicara.

 

“Aku mendengarmu Chanyeol!” Aku bohong jika aku mendengarkannya. Aish… Pasti Chanyeol setelah ini ngambek.

 

“Jadi… Kau tau solusinya ?”

 

“Apanya ?” ujarku dengan tampang polos. Chanyeol menatapku garang.

 

“Ck… Sudah kuduga kau tak mendengarku bicara panjang x lebar! Pergi kau! Jangan dekat-dekat denganku!” Tuh kan… Apa kubilang.

 

“Ya! Park Chanyeol! Mianhae!!”
 

Lu Han P.O.V

 

@PlanetCafe
10.00 AM

 

“Sayang.. Kau menunggu lama ?” ujarku setelah duduk dihadapan gadis ini, Choi Se Rin. Se Rin ini adalah kekasihku. Kita sudah berpacaran sejak 3 bulan yang lalu. Sampai saat ini, ia belum tahu jika aku dijodohkan dan sudah menikah. Ouuh aku tak bisa membayangkan bagaimana ekspresinya jika ia tahu itu. Aku adalah namja jahat.

 

“Ah tidak… Aku baru saja sampai 5 menit yang lalu” ujarnya sambil tersenyum memperlihatkan eye smilenya yang begitu manis.

 

“Kau tidak pesan makanan Oppa ?” tanya Se Rin.

 

“Ah tidak… Aku sudah sarapan dirumah. Oh ya … Maaf kalau aku jarang menghubungimu akhir-akhir ini…”

 

“Gwaenchana Oppa… Aku tahu kau sangat sibuk” ujarnya sambil mengerucutkan bibirnya yang membuatnya bertambah cantik. Kucubit pipinya yang sedikit chubby itu.

 

“Aish Oppa!”

 

“Kkkkk~ Kau sangat lucu jika cemberut seperti itu” ujarku.

 

Tak terasa aku dan Se Rin berbicara dicafe ini sampai lupa waktu. Kulirik jam yang melingkar dipergelangan tanganku. Astaga! Sudah jam 11.20 ! Aku bisa terlambat!

 

“Ya! Se Rin-ah! Aku harus berangkat kerja dulu ne ? Aku sudah hampir terlambat. Oh ya… Mau makan siang bersamaku nanti ?”

 

“Ah tidak usah Oppa. Ak-Aku harus menemani temanku ke rumah sakit siang ini. Sudahlah… Pergilah Oppa.. nanti kau terlambat” ujarnya . Aku pun meraih tasku dan berpamitan dengannya.

 

Aku segera melajukan mobilku ke gedung E.X Entertainment. Aku bekerja sebagai CEO di E.X Entertainment sekaligus pemilik perusahaan itu. Banyak orang yang terheran-heran denganku. Diumurku yang masih muda ini, aku sudah bisa memiliki perusahaan sendiri. Ya perusahaan ini merupakan hasil kerja keras ku selama ini. Meskipun ada campur tangan dari ayahku ‘-‘. Aku juga sudah mengeluarkan beberapa trainee untuk kujadikan artis tahun kemarin. Salah satunya EXO, Boyband baru yang mempunyai 12 member. Aku tak menyangka, mereka baru 1 tahun debut tapi sudah sangat populer. Aku memang sengaja memakai konsep yang berbeda dari Boyband lain untuk EXO. Dan yah itu cukup menarik perhatian para netizen.

 

Tak terasa, aku sudah sampai di gedung E.X Ent. Setelah memakirkan mobil, aku pun segera masuk dan langsung mendapat sapaan hangat dari orang-orang disana.

 

Ah Yeon P.O.V

 

Sekarang sudah jam makan siang. Aku dan Chanyeol berencana untuk makan diluar bersama Jongdae dan Baekhyun. Aku merindukan dua bocah itu. Aku pun segera menuju ruanganku untuk mengambil tas. Tapi saat melewati koridor rumah sakit, aku seperti melihat Jongin disana. Dilihat dari postur tubuhnya itu memang Jongin. Ehmm… Sepertinya sih.

 

“Ya!! Kau yang disana! Yang pakai jaket merah!” teriak ku pada orang itu. Mungkin terdengar tidak sopan seorang dokter teriak-teriak tidak jelas dirumah sakit, tapi aku hanya cuek saja. Bahkan dirumah sakit ini, aku dan Chanyeol mendapat julukan “Crazy Doctor”. Hufft… Itu cukup menyakitkan, tapi aku tahu itu hanya sebuah candaan.

 

Merasa terpanggil orang itu pun membalikkan badannya. Dan….. dugaanku tepat.

 

“Kim Jong In!!” Aku langsung berlari ke arahnya. Hari ini aku akan menjelaskan semuanya.

 

“Kenapa ?” ujarnya dengan nada dingin. Kenapa kau menjadi dingin kepadaku ?

 

“J-Jongin-ah… Soal kemarin… Maafkan aku… Aku dijodohkan oleh orang tuaku…” aku menundukkan kepalaku, aku tak sanggup menangis didepannya. Kurasakan ia mencengkram kedua bahuku dan mendorongku ke tembok.

 

“Kenapa kau tidak mengatakannya padaku eoh?! Kau tahu.. Kau membuatku kecewa! ”

 

“Ak-Aku takut Jongin-ah. Dan soal pernikahan itu.. Itu sangat mendadak Jongin-ah.. Orang tua kami sudah merencanakan itu tanpa kita ketahui. Jongin-ah.. hiks.. Maafkan aku..”Jongin merengkuh ku ke dalam dekapannya.

 

 

Author P.O.V

 

“Aku sangat sakit saat melihatmu berdiri di altar dengan seorang pria. Dan pria itu bukan aku! Aku pikir kau mengkhianatiku—”

 

“Sekali lagi maafkan aku Jongin-ah… hiks.. Marahi aku sepuasmu! Aku pantas menerimanya”

 

“Sudahlah.. Tidak apa-apa. Jujur aku kecewa padamu Ah Yeon-ah. Padahal sebentar lagi aku mau melamarmu, tapi…. Ah sudahlah. Kau tidak mencintai pria itu kan?”

 

“Tentu saja tidak Jongin-ah. Aku hanya mencintaimu seorang!”Jongin terkekeh pelan lalu ia mengecup dahi Ah Yeon pelan.

 

“Baguslah—”

 

“Tunggu dulu…. Kenapa kau bisa disini Jongin-ah ? Kau tidak sedang sakit kan ?” ujar Ah Yeon dengan wajah penuh kekhawatiran.

 

“Oh Tidak… Ak-Aku sedang—”

 

“Ya! Jongin Oppa!” seru seorang gadis dari ujung koridor. Jongin membelakakan matanya dan segera jaga jarak dengan Ah Yeon. Ah Yeon hanya bisa terdiam. Ia bingung dengan semua ini. Siapa gadis itu ? dan kenapa sikap Jongin jadi seperti ini ?

 

Mati aku!! Tuhan~ Tolonglah aku… batin Jongin memohon. Ia benar-benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan setelah ini.

 

Gadis yang memanggil Jongin itu mendatangi laki-laki itu dengan wajah kesal dan dengan seenaknya merangkul tangan Jongin. Tak lihatkah wanita didepannya ini sedang menatapnya garang. Jongin hanya bisa menundukkan kepalanya.

 

“Aku daritadi mencarimu oppa! Kau kemana saja eoh ?! Aku— Eh… Bukankah kau dokter Kim Ah Yeon ? Ah Annyeonghaseyo~ Jeoneun Choi Se Rin Imnida… Dokter Kim …. Bolehkah aku memanggilmu eonni ? Agar terlihat lebih akrab saja. Tidak apa-apa kan ?” ujar gadis yang bernama Se Rin ini sambil tersenyum manis pada Ah Yeon.

 

Gadis ini cerewet sekali! Batin Ah Yeon kesal.

 

“I-Iya… Kau boleh memanggilku eonni kalau kau mau”

 

“Gomawo Ah Yeon eonni~ Oh ya eonni…. Perkenalkan laki-laki disampingku ini. Namanya Kim Jong In. Dia adalah tunanganku~” ujar Se Rin sambil menggelayut manja dilengan Jongin.

 

DEG

 

“Mwo ? Tunangan ?!”

 

“Iya eonni~ Apakah kita cocok ?” Ah Yeon menatap Jongin dengan penuh amarah. Bahkan matanya hampir memerah menahan tangis.

 

“Kim Jong In….”desis Ah Yeon.

 

“Ne! Kalian SANGAT COCOK! Sampai-sampai aku ingin melempar kalian ke segitiga bermuda! Oh ya maaf.. Sepertinya aku harus pergi” Ah Yeon memutuskan untuk pergi dari tempat ini. Tapi sebuah tangan menahannya.

 

“Ah Yeon-ah~… Aku bisa—” ujar Jongin terputus. Ah Yeon menghempaskan tangan Jongin kasar.

 

“Cukup Kim Jongin! Pergi kau dari hadapanku!”

 

“Tapi—”

 

“Kalau kau tidak mau pergi, aku yang pergi!” Tanpa babibu, Ah Yeon segera berlari dari tempat itu.

 

“Ya!! Kim Ah Yeon!!” teriak Jongin frustasi. Se Rin mencoba untuk merangkul Jongin, tapi Jongin langsung menepisnya kasar.

 

“Jauhi aku gadis gila!” teriak Jongin didepan Se Rin. Setelah itu Jongin menyusul Ah Yeon.

 

“Ada apa dengan mereka berdua?” kata Se Rin masih dengan rasa penasarannnya.

 

@Other Side

 

Seorang namja tinggi tengah menyandarkan dirinya ditembok rumah sakit diujung koridor. Ia meringis pelan. Yap.. Dia adalah Chanyeol.

 

“Tadinya mau ke toilet, kenapa aku jadi menonton drama gratisan sih ? Kasihan Ah Yeon. Ah… Aku harus memberitahu ini kepada Baekhyun dan Jongdae. Kim Jong In… Tunggu aku, kau akan mati ditanganku! Bocah satu ini kenapa selalu cari masalah sih!”

 

@____________@

 

Setelah lelah berlari, Ah Yeon memutuskan untuk duduk ditaman dekat rumah sakit. Ditaman ini lumayan sepi.. Hanya ada segelintir orang saja.

Ah Yeon memeluk lututnya dan menangis dalam diam. Jongin yang sedaritadi berlari mengejar Ah Yeon, akhirnya menemukan Ah Yeon ditaman. Jongin duduk disebelah Ah Yeon dan menatap Ah Yeon dengan tatapan sendunya.

 

“Ah Yeon-ah….” Ah Yeon mengangkat kepalanya yang tertunduk, Diwajah Ah Yeon terlihat bekas aliran matanya dan matanya yang sedikit memerah. Jongin melihat Ah Yeon dengan tatapan sendu.

 

“Wae Jongin ? Apakah kau ingin membalas dendam padaku eoh ?”

 

“K-Keuge aniraaa…. Sebenarnya aku juga dijodohkan dengan gadis gila itu. Nasib kita sama Ah Yeon-ah. Aish… Kenapa didunia ini harus ada yang namanya ‘Perjodohan’! Aku benci itu.” Jongin mengacak-ngacak rambutnya frustasi.

 

“Aku ingin bersamamu Jongin-ah..” suara Ah Yeon terdengar parau.

 

“Aku juga ingin Ah Yeon-ah! Tapi…” Jongin menggantungkan perkataannya yang membuat Ah Yeon menjadi penasaran.

 

“Tapi ?”

 

“Kita harus mengakhiri ini Ah Yeon-ah”

 

JDEER

 

“Mwo ?! W-Waeyo Jongin ??”

 

“Eomma yang memaksaku untuk memutuskanmu.. Kalau aku tidak memutuskanmu, kau akan dalam bahaya.. Aku tak bisa berbuat apa-apa selain menuruti eomma. Entah kenapa saat tahu kau sudah menikah, eomma ku jadi tidak suka denganmu. Padahal dulu ia sangat menyukaimu. Haah… Andai aku bisa memutar waktu, aku ingin kembali ke masa-masa kita masih bersahabat”

 

“Nado” sahut Ah Yeon dengan nada serak.

 

“Ah Yeonnie~ Bolehkah aku memelukmu ?”Tanpa menjawab pertanyaan Jongin, Ah Yeon segera memeluk Jongin dengan erat dan menangis di pelukan Jongin. Jongin membalas pelukan Ah Yeon tak kalah eratnya seolah enggan untuk melepasnya.

 

“Aku akan selalu mencintaimu Jongin-ah..”

 

Didalam cinta, kamu harus lebih siap untuk tersakiti. Karena cinta tidak selamanya akan bersatu dan berakhir bahagia.

 

“Nado… Jika kita memang berjodoh, suatu saat nanti pasti Tuhan akan mempertemukan kita kembali . Aku akan tetap mencintaimu. Because… You’re my first love” Setelah mengucapkan itu, Jongin mencium bibir Ah Yeon pelan tanpa nafsu. Hanya sekedar menempelkan saja. Mereka berdua hanya bisa pasrah dengan keadaan sekarang.
Jika dia tidak bisa bersamamu, terimalah. Itu berarti ia tidak ditakdirkan untukmu. Mengikhlaskan itu jauh lebih baik.

 

@________@

 

@Coco Restaurant
19.00 PM

 

“APHHA ?! JONGHIN SYUDAH BERTHUNANGHAN?!” teriak Baekhyun sambil berdiri membuat seluruh pengunjung restauran itu menatapnya aneh. Chanyeol langsung menarik Baekhyun duduk kembali dan meminta maaf kepada seluruh pengunjung.

 

“Ya! Baek! Habiskan dulu makanan dimulutmu lalu berteriak !” seru Jongdae yang berada didepan Baekhyun. Baekhyun memajukan bibirnya lalu ia menelan semua makanan dimulutnya.

 

“Aish… Bocah itu. Perlukah aku menghajarnya ?! Dia menyakiti Ah Yeon!”

 

“Jangan lakukan itu Baek! Aku yakin si Jongin tidak bermaksud seperti itu. Pasti ada alasan dibalik itu semua dan tenangkan lah dirimu!” Yah Chanyeol sudah menceritakan tragedi yang terjadi siang tadi kepada Baekhyun dan Jongdae. Tapi reaksi Baekhyun berlebihan, Jongdae saja hanya santai-santa saja.

 

“Bagaimana aku bisa tenang ?! Jongin sudah— Emmpph” Jongdae yang tidak tahan dengan sikap Baekhyun langsung meyumpal mulut Baekhyun dengan daging yang sudah dibungkus dengan selada. Baekhyun menatap Jongdae garang.

 

“Ya! Neo!!”

 

“Mwo ?” ujar Jongdae santai.

 

“Tidak sopan sekali kau! Aku hyungmu!”cerocos Baekhyun didepan Jongdae.

 

“Kau ini cerewet sekali Baek”

 

“Ya! Panggil aku hyung!”

 

“Tidak mau! Kita hanya berbeda beberapa bulan saja”

 

“Heh kenapa kalian jadi berdebat hal-hal yang sepele sih ?! Lebih baik kita suruh Jongin kesini untuk menjelaskan semuanya. Mengerti ?! Jongdae! Telpon Jongin…”

 

“Aku tidak bawa HP … Suruh Baekhyun”Jongdae langsung menyengir tidak jelas. Baekhyun menatap Jongdae datar. Beberapa detik kemudian, kepala Jongdae langsung mendapat jitakan bertubi-tubi dari Baekhyun.

 

“YA! APPO! MENJAUHLAH DARIKU!”

 

@______@

 

21.00 PM

 

Ah Yeon baru saja pulang dari rumah sakit. Ah Yeon memutuskan untuk tak ikut makan bersama 3 sahabatnya. Yah karena keadaannya sekarang yang terlihat menyedihkan, ia tak mau membuat 3 sahabatnya khawatir.

 

Setelah memakirkan motor, Ah Yeon segera pergi ke apartemen nya. Saat ingin menaruh sepatunya, ia sudah melihat sepatu Luhan dan sepasang high heels di rak sepatu.

 

High Heels ?

 

Apakah Luhan membawa seorang gadis kesini ?

 

Ah Yeon hanya mengangkat bahunya seolah tidak peduli. Ah Yeon berniat untuk segera pergi ke kamarnya tapi terhenti karena melihat Luhan dan seorang gadis yang sedang menonton TV. Mereka tampak mesra. Ah Yeon mencoba untuk mendekati mereka.

 

“Ya! Bukankah kau Se Rin ?!”

 

To Be Continue…

 

Kyahahaha :v tambah gak jelas sumvah xD Maafkanakuplisss><Okkeh Silahkan Komen… Author lagi malas basa-basi xD

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

24 pemikiran pada “A Little Too Not Over You (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s