Red

Red

chanyeol

Title; Red

Author; allegra97

Main cast; EXO’s Chanyeol, OC’s Seulgi

Length; Oneshoot

Rating; PG

Genre; School-life, AU!

I just own the story.

 

Merah.

Merah.

Mungkinkah?

 

Februari, 2014.

Hari ini aku pulang bersama Chanyeol―yang empat bulan lalu telah resmi menjadi kekasihku. Ingatanku kembali pada saat aku pertama kali bertemu denganya.

Flashback; on.

September, 2013.

Seulgi POV

Aku melangkahkan kakiku kepada tempat yang orang-orang biasa sebut Universitas. Ya, aku adalah calon mahasiswi baru. Hari ini adalah hari pertamaku menjalani ospek, -ugh aku benci hal semacam ospek seperti ini karena biasanya sunbae-sunbae akan memberi tugas yang aneh-aneh dan terkadang marah-marah tidak jelas yang sesungguhnya hanyalah akting belaka. Aku terpaksa menjalankannya demi statusku yang akan menjadi m-a-h-a-s-i-s-w-i. Telah dipastikan ini adalah terakhir kalinya aku menjalankan hal semacam ospek ini, maka aku pasrah apa yang akan terjadi nantinya. Seseorang menepuk bahuku, lalu aku pun membalikkan badanku melihat siapa yang menepuk bahuku. Rupanya, dia―Jung Pilseok―teman satu sekolah-ku sebelumnya, tapi kami berbeda kelas jadi aku tidak begitu mengenalnya, hanya sebatas tahu saja. Aku memang anak yang pendiam, temanku pun sedikit dan teman dekatku tidak ada yang satu Universitas denganku, miris memang. Aku pun memutuskan untuk bersama Pilseok saja, karena aku tidak ada teman. Suasana menjadi hening seketika karena sunbae-sunbae mulai menghampiri kami―calon calon Mahasiswi Baru yang berkumpul di lapangan. Kami pun dipersilahkan duduk dan salah satu dari sunbae-sunbae di depan memberikan sambutan, dia―Kim Joonmyeon atau lebih akrab disebut Suho―yang ku ketahui namanya mengucapkan selamat datang kepada Mahasiswa Baru dan menjelaskan apa saja kegiatan yang akan kami lalui di masa ospek ini.

Skip.

Hari ini hari terakhir aku menjalankan ospek, hari ini kami dibagi kelompok. Aku dan Pilseok berada di kelompok yang sama, syukurlah. Dan kami pun bersama Yeeun, Ayeon, dan Dahee. Aku ditunjuk sebagai ketua, -ugh sejujurnya aku mengumpat dalam hati. Aku paling malas berurusan dengan hal hal seperti ini ya Tuhaaaaaan mengapa kau nobatkan aku jadi ketua? Tidak bisakah yang lain saja? Tapi apa mau dikata, aku tetap sebagai ketuanya. Hari ini kami diberi tugas oleh salah satu sunbae yang aku akui –ehm tampan. Namanya, Oh Sehun. Aku mengenalnya karena dia adalah teman kakakku, Kim Minseok. Kami diberi tugas untuk mengumpulkan tanda tangan seluruh sunbae sebanyak-banyaknya dalam waktu 2jam. Gila. Aku stress. “Tugas macam apa ini” umpatku dalam hati. Tetapi, Sehun Sunbae memberi tugas yang berbeda padaku. Aku hanya disuruh mencari tahu nama salah seorang sunbae. Aku bahagia. Tidakkah itu sangat gampang? Dan bagai suara perabot rumah jatuh, ternyata tugasku tidak segampang yang kupikir. Aku hanya diberi ciri-cirinya, dan mencari tahu yang mana orangnya beserta namanya. “Oh tugas sialaaaaaaaaaaan” umpatku yang kedua kali. Aku buru buru membaca ciri-ciri yang dituliskan Sehun Sunbae di kertas yang tadi dia berikan kepadaku.

Tinggi. Idiot. Merah

Aku mengerutkan keningku, ciri-ciri macam apa ini. Sangat tidak spesifik. Oh apakah aku harus mencari mahasiswa bermuka bule di Universitas ini? Oh astaga! itu sangat banyak karena di Universitas ini banyak yang berasal dari Eropa dan lainnya yang bermuka bule. Aku tidak bisa membayangkan jika aku menanyakannya satu satu―TIDAAAK―itu hanya akan membuang waktu. Lalu sekarang aku harus mulai darimana? aku menghela nafasku dan mulai menyusuri koridor sambil mencari-cari orang yang kemungkinan sesuai dengan ciri-ciri yang diberi oleh Sehun Sunbae. Aku mengedarkan pandanganku dan menemukan salah seorang mahasiswi bersurai merah sedang mengobrol dengan mahasiswi lainnya menggunakan bahasa inggris tetapi mukanya seperti orang Korea pada umumnya, aku pun mencoba peruntunganku dengan menghampirinya dan menanyakan siapa namanya.

“Permisi sunbae, maaf mengganggu” ucapku

Lalu dia―sunbae bersurai merah―yang ku maksud menoleh ke arahku, “Kau memanggilku?” balasnya

“Ne, sunbae. Aku mendapatkan tugas untuk mencari nama salah satu sunbae dengan ciri-ciri yang telah aku dapat dari Sehun Sunbae

“Lalu?”

“Aku kira mungkin kau adalah orang yang Sehun Sunbae maksud, boleh aku tahu namamu sunbae?” ucapku seraya memberi senyuman andalanku padanya.

“Oh begitu, tentu saja. Namaku Park Jimin” katanya sambil membalas senyumanku.

“Kamsahamnida sunbae!” ucapku sambil berteriak dan segera berlari mencari Sehun Sunbae.

Sesampainya aku di lapangan, aku menemukan Sehun Sunbae sedang bermain basket bersama temannya –yang entahlah aku tidak tahu siapa namanya. “Sunbae!” panggilku, lalu Sehun Sunbae segera menghampiriku “Ada apa?” tanyanya. “Aku sudah mengetahui jawaban dari tugas yang kau berikan” ucapku dengan semangat. “Oh ya? Apa jawabannya?” tanyanya kembali. “Apakah yang kau maksud Park Jimin?” jawabku

1 detik.

2 detik.

3 detik.

“HAHAHAHAHAHAHA”

.

.

.

“Ya sunbae! Kenapa kau malah menertawakanku” aku mengerucutkan mulutku.

“Siapa tadi kau bilang? Park Jimin? Seulgi-ya, kau baca ciri-ciri yang kuberikan dengan baik. Park Jimin tidak pendiam. Bodoh” ujarnya

“Aish. Apa kau sudah gila hanya memberiku clue yang tidak spesifik seperti ini?”

“Kau mau aku laporkan yang tidak-tidak pada oppa-mu?”

Skak. Jika sudah berhubungan dengan oppa-ku, lebih baik aku menurutinya saja. Aku tidak ingin mendengarkan ceramah panjang dari oppa-ku itu.

“Yayayaya baiklah. Aku lebih baik menurut saja”

“Begitu seharusnya, waktumu tinggal 1 jam 20 menit. Cepat sana pergi”

Aku kembali mencari kira-kira siapa orang yang dimaksud oleh Sehun Sunbae. Berhubung hari ini adalah hari terakhir masa ospek, maka ada acara yang bertujuan untuk menutup masa ospek ini. Sunbae-sunbae tengah sibuk latihan untuk acara nanti, ada juga yang tengah sibuk di belakang panggung mempersiapkan properti-properti yang dibutuhkan untuk acara nanti. Disaat itu, aku melihat mahasiswa-mahasiswa sedang latihan dance sambil mengobrol di belakang panggung dan ada salah satu dari mereka yang bersurai merah! Aku mencoba peruntunganku yang kedua kalinya, aku menghampiri sunbae-sunbae tersebut.

“Permisi” ucapku pelan

Tidak ada yang menoleh? Apa suaraku tidak terdengar?

Aku sedikit mengeraskan suaraku, “Permisi” ulangku

Lalu beberapa dar mereka menoleh ke arahku dan mereka terlihat kebingungan dengan kehadiranku

“-ehm, sunbae, maaf jika aku mengganggu kalian. aku Seulgi, calon mahasiswi baru yang sedang mendapat tugas dari Sehun Sunbae, aku disuruh mencari nama salah satu sunbae yang telah diberi ciri-cirinya. Aku rasa salah satu dari kalian adalah orangnya-”

“Lalu?”

“-ehm, lalu.. bolehkah aku mengetahui nama sunbae yang rambutnya berwarna merah?” lanjutku

Lalu sunbae itu―sunbae bersurai merah yang kumaksud menghampiriku, “kau ingin tahu namaku?”

“ne, sunbae” jawabku

“ada syaratnya” katanya

“apa syaratnya?” ucapku

“berikan aku nomor ponselmu” ucapnya

Aish, sunbae ini ingin apa meminta nomor ponselku. Huft sudahlah, lebih baik aku turuti saja permintaannya agar tugasku cepat selesai.

“+8200001111. Cepat beri tahu namamu sunbae” jawabku agak sedikit memaksa

“Namaku Kim Seokjin. Nanti akan aku sms, Seulgi-ssi” ucapnya

“Terima kasih, Seokjin Sunbae” ucapku dan aku langsung meninggalkan Seokjin Sunbae dan teman temannya.

Aku mengetukkan jempolku pada handphone-ku berusaha mencari kontak Sehun Sunbae.

To : Sehun Sunbae

Apakah Kim Seokjin?

Message sent.

Aku duduk di kursi yang tersedia di koridor menunggu balasan dari Sehun Sunbae.

Drrt drrt. Ponselku bergetar.

1 Unread Message

From : Sehun Sunbae

Masih salah. Waktumu tinggal 45 menit.

Aku menghela napas. Aish. Kalau seperti ini bagaimana cara aku menemukannya?

Aku berlari di koridor dan menabrak seseorang yang sedang berjalan, dan orang itu memakai topi.

Joesonghamnida” ucapku

Gwaenchanha” jawabnya, lalu dia membantuku berdiri dan kemudian pergi.

Aku sedikit melihat rambutnya dari celah samping topinya yang berada dekat telinga, rambutnya berwarna merah.

Merah.

Merah.

Mungkinkah?

Sejujurnya aku sudah lelah dengan tugas tidak jelas ini. Tetapi aku memutuskan untuk mengejar orang yang menabrakku tadi, mencoba peruntunganku yang ketiga.

Aku mengedarkan mataku setelah mencoba mengejar orang tadi, kemana perginya orang itu? Cepat sekali perginya.

Aku mengikuti feeling-ku untuk menaikki tangga menuju lantai dua. Dan tepat, orang itu ada disana.

“Hey! Hey!” teriakku

Someone POV

“Hey! Hey!” aku mendengar suara seorang gadis sedang berteriak. Mungkin ia sedang memanggil temannya, pikirku.

“Hey kau yang memakai topi yang tadi kutabrak!” teriaknya lagi. Aku berhenti. Mencoba menoleh pada gadis yang berteriak itu.

Gadis itu berlari dengan napas terengah-engah, dia terlihat lucu dan baru kusadari ternyata dia cantik. “Ada apa lagi?” ucapku

Gadis itu menatapku dan berkata, “aku calon mahasiswi baru. aku diberi tugas terakhir masa ospek oleh Sehun Sunbae-“

“Sehun?” potongku

“-untuk mencari nama salah satu sunbae dengan clue yang telah kudapat, apakah mungkin kau orangnya? Sejujurnya aku sudah lelah dengan tugas ini” lanjutnya

.

.

“Kau tadi menyebut nama Sehun?” ucapku

“Ya, kenapa?” jawabnya

“Apa Sehun yang kau maksud itu Oh Sehun?”

.

.

.

Gadis di depanku ini mengangguk. Sudah kuduga, pasti Sehun mengerjainya.

“Boleh kulihat cluenya?”

Lalu gadis itu mengambil secarik kertas yang dia taruh di kantungnya dan memberikannya padaku.

Tinggi. Idiot. Merah

Apa-apaan ini. Tentu saja aku tahu siapa yang dimaksud dalam ciri-ciri ini. Ya, aku orangnya. Pasti aku, siapa lagi yang dekat dengan Sehun selain aku di Universitas ini dengan ciri-ciri seperti ini. Di satu sisi, aku kasihan padanya dan di sisi lainnya aku ingin mengerjainya juga hahaha. Gadis ini sungguh lucu.

“Bagaimana jika aku bukan orang yang dimaksud Sehun?”

Gadis ini mengembungkan pipinya, aku semakin gemas. Dia terlihat sangat lucu di mataku.

“Baiklah jika kau bukan orangnya” jawabnya lesu dan berjalan menuruni tangga menuju lantai satu.

Aku mengejarnya “tunggu!” aku menarik tangannya dan mata kami pun bertemu.

Seulgi POV

Aku pasrah karena tak kunjung mendapat jawaban dari tugas laknat ini.

“Tunggu!” aku merasa ada yang menarik tanganku dan akupun memutuskan untuk menoleh agar aku tahu siapa yang menarik tanganku.

Mata kami pun bertemu.

“Aku tahu jawabanmu, nona” ucapnya

.

.

.

Benarkah dia tahu? Kenapa tidak bilang dari tadi.

“Siapa?” jawabku

“Aku” ucapnya tanpa dosa

.

.

.

Rasanya aku ingin mencubit pipinya karena aku dikerjai juga olehnya, bukan dengan Sehun Sunbae saja.

“Namamu?”

Guess.

“Aku serius! Waktuku sebentar lagi ish“

“Baiklah baiklah, aku Park Chanyeol. Kau?”

“Kim Seulgi”

.

.

.

Dan kisah cinta kami pun dimulai.

fin.

Iklan

21 pemikiran pada “Red

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s