Freaky Girl [3]

freaky girl

“Freaky Girl [3]”

Author : alfykmn || Casts : OC, Secret Cast, Sehun [EXO], Baekhyun [EXO], Luhan [EXO], etc || Genre : Friendship, Life, School-life, Love/Hate, AU || Lengrt : Chapter || Rating : Teen

(PS : already post at dreamersradio –fanfiction– dengan berbagai perubahan disini )

.

.

.

“Kupikir kau takut dan tidak akan kesini. Ternyata kau mau nunjukkan bahwa aktingmu ini benar-benar asli,” Chanyoung mengerutkan keningnya saat mendengar kata ‘akting’ masuk ke indra pendengarannya lagi.

Oke, dia memang sudah bisa mendengar kata asing itu tapi yah…dia masih tidak mengerti apa hubungannya dengan dirinya dan si akting. Ini bukanlah lelucon semata tapi sungguh ia tidak pernah berpacaran dengan si akting, berkenalan, atau sekedar melihatnya melengos di depannya. Sama sekali tidak pernah.

“Aku tidak mengerti maksudmu tapi terserahlah. Err…”Chanyoung menoleh ke belakang punggung Baekhyun dan melihat gerombolan’nya’ tengah melakukan pemanasan ringan.

Saat itu juga Luhan refleks berlari, mengejar target untuk berdiri di depan gadis tersebut lalu tak sengaja mendorong Chanyoung ke belakang sampai dia hampir jatuh ke depan.

“Aku tau kau ingin menjadi kapten dan tidak mau diperintah seorang gadis, Xiao Lu. Tapi kali ini aku yang berurusan dengan orang itu.”

“Tapi kupikir memang ada baiknya seorang gadis-”Gadis berambut pendek itu membungkam Chen –sahabatnya yang sempat memotong dengan mengangkat tangan kanannya. Alasannya tentu saja bukan karena Chanyoung si pemimpin –betapa kekanak-kanakkannya pemimpin disini tetaplah Xiao Lu– tapi pemuda bernama asli Jongdae ini menyadari tangan tadi bergerak cepat seperti ingin menamparnya, mengingat tamparan seorang gadis –meskipun bukan tulen sekalipun tetap terasa perih.

“Anggap aku bukan gadis ok? Minggir Lu. Biar aku yang di depan,” Luhan mundur dengan bibirnya yang komat-kamit karena memaki-maki Chanyoung dan gadis berambut hitam kemerahan itu hanya bisa menyeringai lebar karenanya.

“Biarku absen. Wu fan, Jongin, Tao, da-”Kening gadis tersebut berkerut. “Cuma berempat empat? Maaf merendahkan sekali ya memakai kata cuma.” Meskipun meminta maaf, gadis itu tetap tak bisa berhenti menarik salah satu sudut bibirnya, sekalipun tanpa alasan sama sekali.

Kedua bola mata Baekhyun berputar sebentar. “Iya hanya berempat. Salah satu sahabat baikku tak mau ikut, sibuk dengan kehidupannya begitu tau akan melawan anak perempuan sangar ini. untuk menghormatinya, tidak ada pemain pengganti,” Pemuda tersebut memiringkan kepalanya. “Tidak masalah untukmu bukan? Bukan berarti karena ini kau akan menang dengan mudah.”

Beberapa orang –lebih banyak dari pendukung serta tim Chanyoung tertawa kecil. Tawa yang cukup sinis.

“Oke, manusia aneh memang sering menertawakan hal yang tidak jelas,” ia menjilat bibir bagian atasnya. “Jadi biarkan kita main satu ronde dulu sesuai jumlah pemain di peraturan lalu bermain satu lawan satu. Bagaimana?”

“Boleh saja. Hey, Tuan Xi boleh aku-”

“Mengganti rokmu dengan celana? Kau takut kena masalah dengan ketua kesiswaan?” Kedua alias Baekhyun bertaut, seperti mencari masalah dan itu sukses membuat Chanyoung cukup merasa panas. Apalagi saat melihat Baekyon songsaengnim –yang dikelilingi para murid di tepi lapangan sudah memandangnya dengan tatapan ‘awas’.

“Bukan. Aku capek diomeli bibi karena rokku terus robek,” ujar Chanyoung menahan sekeras mungkin perasaan panasnya dengan sikap santai.

“Aku tidak mengizinkannya. Ayolah. Waktu itu sangat berharga walaupun hanya sedetik.”

“Seberharganya waktu, tim kami harus melakukan pemanasan dulu,” dan setelah itu Luhan, Kyungsoo, Chanyoung, Chen, dan Sehun mulai melakukan pemanasan riang seperti menggerak-gerakkan kepala, tangan, dan kaki mereka secara beurutan.

“Yak! Mari kita mulai!” seru Chen selesai melakukan ritual dan permainan pun dimulai!

Sorakkan mulai terdengar dari segala sisi, berusaha menyemangati tim andalan mereka yang dijagokan tapi tentu saja yang paling mendominasi sorakkan untuk tim Baekhyun yang penuh para cassanova.

“Dalam waktu 5 menit kau pasti kalah dariku. Berhentilah sebelum kupermalukan,” kata Baekhyun dengan tangannya yang terus men-dribble saat sedang berhadapan dengan Chanyoung yang fokus menatap pergerakkan si bola yang terus memantul itu.

“Aku tidak akan menyerah, bodoh,” Chanyoung menangkap bola dari dribble-an Baekhyun meski dengan resiko tangannya harus memerah akibat terpukul tangan pemuda dihadapannya yang kuat.

“Lain kali jangan berbicara sambil dribble. Merong!”

“Benarkah?” Chanyoung hampir saja terjatuh kalau saja ia tidak mengerem dadakkan saat Wu fan menghadangnya dengan badan menjulang.

“Tentu saja. Chen!” Chanyoung yang sebenarnya gadis-jago-lompat itu melompat lalu melempar bole ke arah Chen dan…..berhasil! Tentu saja! Dengan tingginya yang 165 itu lalu melompat –apalagi dia atlet lompat– jadi bisa mengalahkan Wu fan yang hanya mengandalkan tampan, kharismatik, serta tubuh menjulangnya.

Chen menerima operan bola dengan baik mula tersenyum lebar karena dia sudah berada di posisi pas untuk men-shoot bola ke arah ring.

Tepat saat ia bersiap melemparnya, dari sudut matanya pemuda bermarga Kim ini melihat Tao berlari ke arahnya.

Panik? Tentu tidak karena setelah itu ia….

“LUHAN!” Luhan buru-buru berlari dan lompat saat menyadari shoot dadakan plus mepet dari Chen itu mengarah kepadanya.

“Sehun!” Luhan yang sebenarnya tidak siap –apalagi saat menyadari di depan sudah ada Jongin dan Suho yang menghadang– langsung melemparnya ke belakang –lebih tepatnya ke arah Sehun yang sedang tidak dijaga siapapun –kebanyakkan dari mereka tentu saja menjaga Chanyoung dan Chen yang terlincah disini.

Hup!

Hanya dengan sekali lompatan kecil, Sehun sudah memegang bola dengan kedua tangannya saat menyadari Baekhyun berlari ke arahnya. Sehun hanya berlari 2 langkah lebar untuk menghindari Baekhyun yang kecil lalu…

“Ya! Team Sehun berhasil mendapatkan three point!”

Three pointner!!!”sorak Chanyoung memberat-beratkan suaranya untuk efek dramatis lalu meninju kepalan tangan Sehun yang mengarah ke dirinya.

“Yo yo yo yo!” seru Chen ikut meriahkan suasana dengan sok-sok bergaya seperti rapper dan heboh berkeliling lapangan hanya untuk menerima bahkan memberi high five ria pada teman satu team-nya.

“Ahahahaha-” Gadis bermarga Kim ini tiba-tiba berhenti tertawa dengan tak wajar saat merasakan bahu kirinya ditabrak –atau sengaja ditabrak. Rasa ngilu dari luka di bahu kirinya –yang sepenuhnya belum sembuh– mulai merambat sampai ke tulang membuatnya mau tak mau harus menggigit bibir.

“Kenapa? Sakit? Lalu kau akan menangis? Jangan sesenang itu, itu bukan shoot-anmu,”ejek Baekhyun tersenyum meremehkan kembali sedangkan Sehun sudah menatap tajam ke arah Baekhyun yang berjalan seperti seorang pemenang dengan cara pengecutnya.

“Kau….”

“A-Aku tidak menangis kok….”

“Kita harus ke ruang kesehatan sekarnag,” Sehun berkata dengan suara bassnya yang dalam.

“Aku tidak-”

“Darahnya membasahi seragammu bodoh,”desisnya tajam membuat mata Chanyoung melirik sedikit ke arah bahu kirinya yang berhasil mewarnai kemeja putihnya dengan warna merah darah.

“Chanyoung! Luka kemarin malam ter-”Kyungsoo sontak kaget saat gadis yang tinggi hampir sejajar dengannya itu menepuk bahunya lalu mendongakkan kepalanya hanya untuk tersenyum lesu ke arahnya.

“Siapkan baju yang bisa aku pakai oke?”

“Ah! Soal pinjam meminjam gampang!”seru Chen tak sabar –hampir setengah gregetan membuat kesadaran seorang Oh Sehun kembali dengan tingkahnya yang sudah menggendong Chanyoung secara paksa dengan backsound suara jeritan fansnya.

Bagaimana tidak menjerit? Sehun menggendong Chanyoung ala bridal style!

“Ya ya ya! Sehun-ah!”Chanyoung menggeliat, menghiraukan rasa sakit yang semakin menusuk saat tubuhnya melinguk-linguk seperti cacing kepanasaran. Secuek-cueknya Chanyoung dan sedekat apapun dia dengan Sehun, dia tetap akan mengelak tak suka jika diperlakukan begini oleh Sehun yang jelas-jelas lawan jenisnya.

Bruk…

“Argh…Bo-”

“Makanya jangan banyak bergerak!” seru Sehun seperti harimau siap mengamuk sambil berlari kecil menuju ke ruang kesehatan dalam kondisi masih menggendong gadis yang lumayan berat tersebut.

Pandangan gadis itu membuyar, entah karena kesadarannya nyaris lenyap atau matanya berkaca-kaca hanya karena melihat rahang tegas dan raut khawatiran sahabatnya dari jarak sedekat ini. Yang bisa ia ucapkan hanyalah…

“Thanks, Sehun-ah…..” ….ucapan terimakasih sebelum tak sadarkan diri.

Sementara itu, Baekhyun menatap nanar punggung Sehun yang menjauh lalu kembali memutar kedua bola matanya dengan jengah, bermaksud agar rasa bersalah yang menyelimuti hati pemuda yang memiliki harga diri setinggi seorang raja akan lenyap begitu saja.

Sialnya setelah bersikap sedemikian rupa seperti itu, rasa bersalahnya malah semakin bertambah. Apalagi saat mendengar sorakkan penuh makian dari para pendukung tim Chanyoung di tiap sisi lapangan sebelum mereka semua bubar serempak, mengabaikan teriakkan tak bermoral dari para pendukung tim Baekhyun.

“Aktingnya benar-benar pas,” Pemuda bermata kecil itu menjilat bibirnya sebentar, berusaha bertingkah senormal mungkin. “Bahkan ada pemeran yang ikut serta dalam aktingnya, Luar biasa bukan?” Setelah berkata seperti itu, ia menoleh ke arah belakang –ke arah teman-temannya yang tengah berkumpul untuk meminta dukungan sekecil apapun dan menatapnya dengan tatapan ‘kita memang berharga diri tinggi namun kau salah tau. Kenapa tak minta maaf?’.

Hey! Aku hanya menabrak bahunya, apa itu salah? Soal darah dan luka terbuka apa itu karena aku tidak tau jadi aku tidak salah bukan? Paling-paling juga itu hanya balon tipis berisi darah.

Dan juga aku sudah tau triknya tapi kenapa dadaku masih terasa nyeri dan sesak? Hey dada! Kau kenapa? Apa aku harus check up karenamu?

-TBC-

NB      : btw……..aku hampir lupa send ff chap 3 yang udah diedit gara-gara satu minggu ulangan mulu….(aku jadi punya ide buat para readers ngingetin aku lewat mt di twitter masa:vv) ==vv terus dipart part sebelumnya aku gak ngomong apa-apa ya? Hehehe maklum buru-buru:vv lalu~~~masih adakah yang sabar nunggu ini ff? Kkkkk lama banget sih si author ngeditnya sih, gebuk aja=))

Aku yang nulis part ini ngerasa rada aneh….yah aneh aja gitu, gak tau kenapa/? Udah kuedit serapih mungkin (rapih sih rapih tapi pasti tetep ada salah kosakata sama typo HEHE) tapi masih penasaran kebacanya enak gak sih para readers sekalian? Tolong jawab di kolom komentar ya hehe~

Terus juga kalo ada yang ngerasa kosakatanya salah atau kurang mendukung, bisa juga kritik di kolom komentar karena….yah serius ide sih ngalir, imajinasi masih tinggi tapi tetep aja nilai bahasa (apapun terutama bahasa indo) gak naik-naik gak kaya anak awam lain:vv kan komentar kalian tentang kosakata itu ada manfaatnya. Bisa menambah diksiku, ngehasilin karya yang lebih bagus juga. Kalian yang baca juga ngerasa enak bacanya, kena manfaatnya juga kan? Jadi tolong jangan pelit pelit komen juseyo^^ (btw sekian dari saya hehe *terbang ke exoplanet*)

Iklan

22 pemikiran pada “Freaky Girl [3]

  1. Akhirnya bisa baca juga… chanyoung kasian.. lebangetan deh baekhyun klo gak mau minta maaf! Akting? Itu mah cm akal2an baekhyun untuk ngaku ke dirinya sndiri klo dia suka chanyoung.. ok deh thor q mau capcus baca chap 4 dulu hehehe

    • akhirnya aku bisa balas komentar kalian juga (oke ini alasan yang kebangetan banget:vvvv)
      NAH! akhirnya ada yang ngeh kalo itu akal akalan baekhyun kalo dia itu ehem ehem sama chanyoung hehehe :DD okedeh aku juga mau capcus balesin komentar kamu cepetan capcus sampe part 7 yaaa makasih komentarnya hihihi~

    • duh tak apa yang penting kamu baca dan komen jangan kaya aku bales komennya telat banget huhuhuhu maafkan daku:((

      huft~aku bersyukur ada yang mengerti bahasaku meskipun sedikit sekali….okelah kalau begitu ditunggu komentar kamu selanjutnya juga hehehehe~ makasih udah komen!!

  2. Kasian bgt chanyoung lukanya jadi berdarah gegara di tabrak bahunya ama baekhyun
    SI Baek jahat amat sih.. 😡 bikin gereget
    Keep writing ya thor *^▁^*

    • iyanih gak apa apa deh baekhyun gak minta maaf tapi kan harusnya dia yang gendong chanyoung gitu sangnamja gitu manly gitu jangan jadi cabe mulu:(( (oke aku bikin baekhyun disini sangnamja tapi mah aslinya….yaudahlahya)
      tapi makasih banyak loh buat komentarnya:) hihihi~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s