OVERDOSE (Chapter 8)

New Picture (2)

OVERDOSE

AUTHOR KIM SISKA

GENRE: ROMANCE, SCHOOL LIFE, & SAD

RATING: 17 ( tidak akan bertambah lagi XD )

LENGTH : CHAPTERED

MAIN CAST: KIM HANA~WU YIFAN/ KRIS~OH SEHUN~

SUPPORT CAST : ALL MEMBER EXO & BTS

Annyeong Chingudeul ….. J author kembali lagi nih ada yang kangen nga sama author#coret. Fanfic OVERDOSE nya author. XD

Bila ada kesamaan cerita tolong maafkan author, dan cerita ini murni dari otak berkarat author jadi tolong jangan PLAGIAT ya chingu J

HAPPY READING GUYS

AKU SUDAH DILUAR BATAS

MENENTANG ARUS

BAHKAN

MELAWAN TAKDIR

HANYA UNTUK MENDAPATKANMU

.

.

.

.

OVERDOSE

AUTHOR POV

                Kaki jenjang menapaki lantai keramik abu-abu dengan gagah, kacamata hitam bertengger di hidung mancungnya, ia mengedarkan pandangan hingga seorang pria yang menggunakan jas biru mendatanginya dengan tergesa – gesa.

                “ tuan muda Wu mari saya bawakan kopernya.” Ucap pria itu sambil membungkukkan tubuhnya mengambil alih koper Kris. sedangkan Kris, Ia sudah terlebih dahulu berjalan meninggalkan pria tersebut dan berhenti di depan airport tubuhnya berbalik dan mengambil kunci dari seorang pria yang berpakaian hitam di samping sebuah motor.

                MV Agusta F4 CC hitam terparkir di depan halaman dengan gagahnya, bukankah tempat ini dilarang untuk memarkirkan kendaraan? Lalu kenapa motor Kris tidak di Derek. Itu karena polisi tidak ingin mencari masalah dengan pewaris tunggal keluarga Wu.

                Ia memasang helm hitam yang hampir senada dengan warna motornya dan tulisan WYF di sampingnya, suara motor meraung saat Kris memacu gas dengan gila. Ia tidak memperdulikan kalau dapat meninggal bila salah sedikit saja.

.

.

.

.

                “ hei hyung membalas emailku, katanya ia ada di korea.” Chen berlari sambil membaca pesan yang ada di smartphonenya.

                BRAKK

                “ AUU sakit, YYAKKK siapa yang membuat tiang disini.” Teriak Chen

                “ tiang itu sudah lama ada disitu.” Suho mendekatinya lalu mengulurkan tangannya membantu Chen.

                “ apa katanya?” tanya Suho

                “ ia sudah ada di Korea dan akan ke sekolah sekarang.” Chen menggosok-gosok kepalanya yang berdenyut dan sedikit berwarna merah.

                “ ck … aku akan bertanya padanya sampai mulutku berbusa nanti.” Dengus Baekhyun lalu melanjutkan tontonannya.

.

.

.

.

                Hana menumpukan kepala dengan tangan kanan dan memandang ke luar jendela, ia melihat beberapa siswi dengan pakaian olahraga bergerak melatih kelenturan sebagai cheerleader, Tapi yeoja-yeoja itu terhenti dan mengerumuni sesuatu.

Karena penasaran ia melihat juga dari jendela, wajahnya pucat seketika, tenggorokannya terasa kering saat melihat pria tinggi yang melepaskan helmnya lalu mengibaskan rambut pirang keemasannya itu hingga terlihat begitu cantik saat terkena pantulan matahari pagi. Hanya satu kata keadaan Hana saat ini ia ‘TERPESONA’ (again).

“ KRIS SUNBE.” Teriakkan anak-anak gadis memecah keheningan pagi yang damai, Kris nampak tidak perduli. Pakaian biasa terlihat pas sekali untuknya tapi tidak pantas untuk ia bawa ke sekolah. Kaki panjangnya langsung menuju arah ruangan perkumpulan mereka.

“ ohhh Tuhan, kau lihat Kris sunbe tadi, dia tampan sekali.” Ucap seorang yeoja yang baru saja masuk ke ruangan menggagetkan Hana yang masih larut dalam lamunannya.

“ oh aku tidak tahan lagi, aku sangat ingin mencium bibir uniknya itu.” salah satu yeoja memajukan mulutnya seperti sedang mencium.

Tanpa sadar Hana menyentuh bibirnya teringat lagi bagaimana pria itu menciumnya paksa, tapi tidak dapat dipungkiri ciuman itu ia sedikit menikmatinya.

“ apa yang kau pikirkan?” tanya Sehun tiba-tiba.

“ ahh kau kapan datang.” Hana yang masih terkejut oleh kedatangan Sehun berusaha bersikap sewajar mungkin dan mencoba menutupi rona kemerahan di pipinya karena mengingat peristiwa beberapa hari yang lalu bersama sunbenya itu.

“ baru saja, kau terlihat kacau.” Sehun menyentuh wajah Hana lembut. Pipi yang tadinya normal kembali memerah lagi, tangan hangat Sehun bagai membelai di pipinya. “ kau merona?” goda Sehun.

“ ani.”

“ kau manis sekali.”

BLUSSS

“ ya Tuhan Sehun ada apa padamu hari ini.” Batinnya kali ini, ia menangkup kedua pipinya yang terasa sangat panas.

PIP PIP PIP

Sehun mengeluarkan smartphone dari saku blazer, dan membacanya sekilas ia tersenyum tipis lalu beranjak dari bangkunya.

“ aku pergi dulu Hana-ya.” Setelah Sehun pergi Hana didatangi oleh beberapa yeoja yang satu kelas dengannya.

“ apa yang Sehun katakana tadi denganmu ? MANIS ? heggg aku hampir muntah, apa Sehun mulai kekurangan IQ nya mengatakan kalau gadis ini manis.” Ucapnya sinis sedangkan Hana hanya menundukkan kepalanya tidak berani membalas.

“ YAKK menyingkir darinya atau kalian akan aku keluarkan dari sekolah ini.” Angel berteriak seram di belakang mereka membubarkan anggota tadi.

“ gumawo.” Hana tersenyum tulus.

“ itulah gunanya sahabat, kajja kita makan.” Angel menggandeng tangan Hana menuju kantin.

“ ehh … apa kalian melihat SNS yinie eoni tadi, katanya Sehun mengatakan dia manis.”

“ ahh benarkah, apa dia menggoda Sehun ya?”

“ mungkin saja.”

“ uuuuuuuu aku merinding hahaha.” Tawa gadis-gadis itu terasa perih ditelinga Hana, ia menggenggam sumpitnya kuat sampai bergetar, Matanya memerah menahan tangis.

“ sialan yeoja-yeoja itu.” Angel ingin berdiri dan membentak mereka lagi tapi Hana menahannya, ia memberi isyarat untuk jangan membuat keributan di kantin.

“ wae?”

“ sudahlah, ini tidak akan ada habisnya kalau kau melawan.” Ia merapikan alat makannya.

“ kau sudah selesai?” tanya Angel

“ mmm, aku sudah kenyang terima kasih Angel.” Ia membawa nampan almuniumnya ke meja yang sudah disediakan, Sedangkan Angel menatap punggung Hana miris.

“ KALAU SAMPAI KALIAN MENGGANGGU HANA LAGI AKAN KUPASTIKAN NAMA KALIAN DIHAPUS DARI SEKOLAH INI.” Teriak Angel lalu beranjak pergi, sedangkan keadaan kantin setelah ia mengucapkan itu .

HENING

.

.

.

.

“ kau dari mana saja ge?” tanya Baekhyun yang betul-betul serius dengan ucapan nya tadi baru saja Kris masuk ia sudah bertanya.

“ ke suatu tempat.” Jawabnya malas, Baekhyun tau kalau Kris sudah seperti ini artinya ia tidak mau ditanya lagi.

Luhan menatap Suho memberikan kode padanya, tapi Suho malah menggelengkan kepalanya. Melihat tingkah aneh anggotanya Kris mengenyit heran.

                “ apa ada yang terjadi selama aku tidak ada?” Kris mendudukkan dirinya disofa tatapannya mengintimidasi semua.tapi, bukan jawaban yang Kris dapatkan tapi beberapa orang pria yang saling mendorong-dorong sampai akhirnya Tao yang terdorong ke depan .

                “ ing … ing … it..uu itu … anu …” Tao mencoba mencari kata-kata yang pas untuk menyampaikan rencana mereka.

                “ bicaralah yang jelas Tao.” Bentak Kris

                “ catalogGucciyangbaruakankeluarhariini HAHAHA.” Tao blank seketika saat mendengar suara berat Kris membentaknya sedangkan yang lain menepuk kepalanya. Kali ini ada satu hal yang mereka pelajari “ jangan membiarkan anak sepolos Tao menghadapi seekor naga.”

                “ mereka ingin mengikuti pertandingan antar sekolah hyung.” Suara Sehun mengejutkan mereka, ia menyandarkan tubuhnya dipintu dan menatap mata Kris langsung.

                “ kukira ada apa, kalau itu mau kalian aku tidak dapat melarangnya bukan lakukanlah apapun yang kalian mau.” Jawab Kris melembut

                “ terimakasih hyung, tapi kita WE ARE ONE kan ?” tanya Do

                “ tentu saja.”

                “ jadi kami ingin kau ikut serta hyung.” Ungkap Do

                “MWOO.”

.

.

.

.

                TIN TIN

Hana kaget setelah mobil LAMBORGHINI REVENTON coklat, membunyikan klakson yang keras tepat di belakangnya, ia mengintip dari balik kaca depan tapi percuma karena kaca mobil itu berwarna hitam sehingga ia tidak dapat melihat pengemudinya.

Atap mobil terbuka perlahan-lahan sebuah wajah yang amat familiar bagi Hana keluar seraya melambaikan tangan putihnya. Senyum menawan menarik perhatian gadis-gadis yang juga menunggu jemputan di gerbang masuk bahkan ada beberapa yang mengabadikan wajahnya dengan smartphone.

“ yoo kemari Haniieee.” Teriak Jungkook keras.

Hana sweetdrop mendengar namanya diubah seenak jidad oleh Jungkook, ia berlari pelan ke arah mobil Jungkook sambil menutup wajahnya.

“ apa yang kau lakukan disini.” Tanya Hana

“ menjemputmu.” Ia keluar dengan melompat tanpa membuka pintu mobil lalu membukakan pintu mobil di samping pengemudi untuk Hana.

“ silahkan masuk.” Tangan kiri Jungkook bertekuk di perut dan tangan kanannya mengarah ke mobil.

“ kau seperti supir.” Ejek Hana

“ aku hanya supir seorang Kim Hana.” Senyum nya

TIN TIN TIN TIN TIN TIN TIN

Suara klakson berlomba-lomba di belakang mobil Jungkook, terlihat beberapa supir yang emosi karena ingin cepat-cepat menjemput majikannya harus terhalang karena adegan romantic dadakan Jungkook.

“ ck tidak sabaran sekali.” Ia masuk ke mobil lalu memacu mobilnya dengan kecepatan sedang.

Hana menutup matanya merasakan suasana musim semi Korea yang hangat dan sejuk. Jungkook memutar music hip-hop cukup keras membuat Hana mendelik padanya.

“ kenapa kau menatapku seperti itu? oh ya sebagai tanda maaf ku karena kencan yang kemarin gagal. Kita kencan lagi ya hari ini?” music kembali ia pelankan untuk mendengar jawaban Hana.

“ aku tidak mau lagi.” Ia membuang muka.

“ ahhh wae, jangan marah aku akan membelikan es krim yang banyak ne.” bujuk Jungkook.

“ oke.” Hana menyatukan ibu jari dan telunjuknya membentuk bulat serta menempelkan dimata sebelah kanan.

“ wah kau mudah disogok dengan es krim ya?”

“ ck, perasaanku sedang kacau saat ini, makanya aku mau saja kau bawa.” Hana menekuk wajahnya.

“so kita kemana.” Tanya Jungkook

“ ke Namsan Tower.”

“kapan kau pulang?” tanya Angel tajam

“ beberapa jam yang lalu.” Kris kembali focus dengan dokumennya.

“ kenapa kau tidak memberitahukanku.”

“ bukankah kau kekasih Do, dia pasti memberitahukannya padamu.” Wajah Angel cemberut lalu ia meninggalkan Kris yang masih sibuk dengan pekerjaan yang ia tinggalkan.

“ AKU INGIN MENDENGAR LANGSUNG DARIMU JELEK.” Teriak Angel

BRAKK

Suara keras terdengar saat Angel menutup pintu tanpa rasa kasihan, tubuh Kris tersentak kaget ia memandang pintu dengan tatapan nanar.

“ oppa, kenapa kau tidak mengatakan kalau Kris gege sudah pulang?”

“ chagi kalau menelpon orang kau harus mengatakn ‘HALLO’ terlebih dahulu.” Do menekan suaranya di kata hallo.

“ sudah tidak ada waktu, cepat jawab aku.”

“ kaukan adiknya, aku ini hanya sahabatnya saja angel-ah.” Jawab Do sabar.

“ kalian sama saja BODOH.” Pip

Do menjauhkan handphone dari telingannya saat Angel berteriak bodoh. “ada apa lagi dengan yeoja ini?” batinnya.

“ kenapa hyung.” Tao mendekati Do lalu memakan bolu kiwi miliknya.

“ Angel marah-marah lagi.” Do tertunduk lesu.

“ kau selingkuh darinya ya?” tanya Tao

“ mana mungkin, aku terlalu mencintainya.” Jawab Do kesal, ia mendelik kepada Tao tapi malah mendapat tawa tertahan dari Suho.

“ wah wah …. Kurasa ada seseorang yang termakan omongannya sendiri disini, bukankah dulu kau mengatakan dia memalukan.” Xiumin muncul bersama beberapa majalah dewasa.

“ ck itu urusanku.” Jawab Do seadanya.

                “ kita akan mengulang praktek yang kemarin lagi.” Lelaki bertubuh tegap yang merangkap sebagai guru olahraga itu menatap murid-muridnya dengan sangar.

                “ loh bagaimana dengan yang kemarin saem?” tanya Seungi

                “ tenang saja, nilai yang itu akan tetap ada. Praktek kali ini untuk menambah nilai saja.” Jawabnya.

                Hana kembali melemaskan tubuhnya, ia sangat tidak semangat kalau bicara tentang basket. “aku bisa tidak lulus pelajaran olahraga kalau seperti ini terus.” Batinnya.

.

.

.

.

                Hembusan angin membawa beberapa helai hitam pekat miliknya, suara – suara siswa dan siswi memenuhi koridor sekolah menjadikannya berisik sekaligus menyenangkan. Hana melangkahkan kaki membawa kotak berwarna pink menuju atap sekolah yang menurutnya tempat terbaik disekolah ini.

                “ huff …. Sampai kapan aku akan mengasingkan diri seperti ini terus.” Ia bergumam sambil menyuap beberapa telur gulung manis ke mulutnya.

                “ apa yang kau lakukan disini?” seorang gadis yang belum Hana kenal mengejutkan ia. Gadis itu mendudukkan dirinya di samping Hana.

                “ kau siapa? Dan kenapa kau bisa masuk kemari tanpa seragam.” Ia kembali memperhatikan gadis itu dari atas sampai bawah. Kemeja pink muda, rok pendek diatas lutut serta blazer jins setengah badan berwarna abu-abu menambah kesan modis padanya.

                Ia menatap kedepan menyisir rambut pirang panjangnya dengan jari-jari tangan serta memejamkan mata menikmati angin lembut yang menerpa wajahnya. Jujur Hana tercengang pada kecantikan gadis disebelanya itu.

                “ aku Kristal, siswi baru disini aku akan mulai masuk pada minggu depan so aku melihat sekolah baruku dahulu.” Jawabnya tenang.

                “ ahh benarkah, maaf tadi mencurigaimu aku Kim Hana.” Keduanya berjabat tangan lalu terlibat obrolan antar gadis.

                “ kudengar Kristal sudah pulang.” Tao membuka suara di keheningan.

                “ benarkah? Ahh sial, bagaimana kalau Kris hyung tahu.” Chen mengacak rambut frustasi.

                “ kalau begitu jangan sampai ia tahu.” Jawab Suho.

                “ itu mustahil.” Kali ini Tao melepaskan tongkat Wushunya lalu ikut mendudukkan diri di sofa mengambil vodkanya serta meneguk sekaligus.

                “ kenapa tanya Luhan penasaran

                “ karena gadis itu sudah mendaftar ke sekolah kita.”

                “ ohh God.” Xiumin merebahkan dirinya di pundak Chanyeol.

OVERDOSE

                “ bagaimana kabar perusahaan di sana Son?”

                “ kenapa kau harus bertanya, bukankah disini banyak mata-mata kalian hegg.” Kris tersenyum remeh.

                “ cobalah bersikap sopan Wu Yi Fan, sampai kapan kau seperti ini.” Wu Hangeng mencoba menahan emosinya karena berbicara dengan nada tinggi dengan anak sulungnya itu sama sama memberi minyak pada api.

                “ ck sudahlah jangan bertele-tele, apa maksudmu menelponku?” Kris menyendarkan tubuhnya pada dinding.

                “ baba sudah memiliki calon untukmu, nanti baba akan mengenalkannya.” Hangeng tersenyum.

                “ bermimpi saja aku akan menurutinya.” Kris menyeringai membayangkan wajah ayahnya yang memerah karena marah.

                “ jangan membantah dan terima saja Yifan.” Suara Hangeng mulai meninggi.

                “ kau ingin aku menerima semuanya lalu hal yang sama akan terjadi lagi.”

                “….” Hangeng terdiam ia memegang gagang telepon erat, dadanya naik turun emosi bukan lebih tepatnya ia merasa bersalah.

                “ apa kau masih mengingat itu Son.” tubuh Hangeng bergetar.

                “ tentu saja.” Kali ini nada suara Kris benar-benar tak bersahabat.

                “ tapi kali ini baba mohon wanita ini bukan seperti yang dahulu.”

                “ ia … TUT TUT TUT.

                Kris mematikan teleponnya sepihak, hatinya kesal. Pria yang dahulu sangat ia hormati, bagaikan sampah tak berarti dihidupnya. Ia mengambil kunci mobil BUGATTI VEYRON miliknya lalu pergi entah kemana.

                “ aku tidak akan pernah menuruti kemauanmu orang tua.” Desisnya seraya memacu gas mobil.

Dendam dan amarah

Membutakan segalanya, sampai suatu saat nanti

Hal itu akan membuatmu

MENYESALINYA

OVERDOSE

                “ ANGGGRRRHHHH”

                Hana menghempas bola orange bergaris hitam itu dengan kencang hingga memantul melebihi tinggi badannya. Ia mengigil kedinginan lalu berjalan lunglai mendekati bola yang bergulir pelan.

                “ aku benci basket.” Tangan kurus itu memulai lagi melempar tapi meleset dan selalu meleset. Ia menyerah mendudukkan dirinya dengan tidak elit di lapangan hampir semua berbahan semen itu, tidak menyadari seseorang memperhatikan dari kejauhan.

                “ kapan aku bisa memasukkanmu kesana.” Hana memangku bola diperutnya ia memandang miris ring basket yang masih kokoh seakan menantangnya.

TAP

TAP

TAP

                Hana sedikit terkejut mendengar dentuman bola lain dari arah belakang, ia membalikkan tubuhnya dan ekspresi wajahnya berubah melihat seseorang yang dengan santai menghentakkan bola di kejauhan yang mulai mendekatinya.

                Kris menyerigai sembari menghentakkan bolanya dengan pelan, benda bulat berwarna hitam bertuliskan GALAXY EXO. “ apa yang kau lakukan disini Koala?” tanya Kris masih menatapnya, walau cahaya meremang saat itu tapi keduanya masih dapat melihat secara jelas.

                “ ing …. Aku ingin berlatih basket.” Hana mengangkat bola orangenya setinggi dada, ia tertunduk semakin gugup ketika Kris mendekatinya.

                “ maaf.” Lirih Kris.

“ aku malam itu tidak mampu mengontrol diriku sendiri.” Ia duduk di samping hana dan ikut menatap ke depan.

                “ aku terlalu emosi dan butuh sesuatu untuk melepaskannya. Lalu kau ternyata bersedia menjadi bahan pelampiasanku.” Kekehan Kris menyulut emosi Hana, ia tahu Kris hanya bercanda tetapi menurutnya keterlaluan.

                “kapan aku mengatakan bersedia.” Ia berdiri dan menyimpan kedua tangannya di pingang.

                “ buktinya kau menikmatinya bahkan membalas ciumanku walaupun terasa kaku dan monoton.” Kris ikut berdiri lalu mengambil lagi bola hitamnya.

BLUSH~~~

                Wajah Hana terasa panas, ia tertunduk malu ingin rasanya ia menenggelamkan wajah di kolam es. Bibirnya terkunci untuk membalas lagi apa yang dikatakan Kris padanya.

                “ apa yang kau lakukan disini.” Kris bertanya seraya mendrible tinggi sambil berjalan mengitari Hana.

                “ berlatih basket.” Hana merutuki hatinya yang selalu kehabisan kata-kata untuk membalas ucapan Kris sampai tidak menyadari kalau Kris bertanya tentang hal itu 2 kali.

                “ malam-malam seperti ini.” Kening Kris bertaut mendengar kegigihan yeoja tersebut.

                “ aku harus berlatih lebih giat sunbe, karena nilaiku sangat rendah di olahraga ini.” Hana tertunduk seraya mengambil kembali bolanya.

                “ memangnya berapa nilaimu eoh?” tanyanya lagi

                “ F-“ cicit Hana hampir tak terdengar.

                “ MWO HAHAHA … apa kau sebodoh itu dalam olahraga.” Ejek Kris semakin membuat Hana tertunduk malu.

                Melihat perubahan raut wajah gadiis itu, Kris merasa bersalah lalu menghentikan dribelnya, ia mendekatkan diri pada Hana mensejajarkan tinggi badan keduannya.

                “ aku akan mengajarimu Koala.” Bisiknya.

.

.

.

.

                “ ia dimana.” Jungkook berjalan gelisah di hadapan Jimin, ia membuat Suga menggeram marah karena pusing melihat ketidaktenangan magnae itu.

                “ berhenti menjadi setrika Jungkook.” Desisi V tajam.

                “ memangnya ada apa?” Jin menboca membaca arah kegelisahan Jungkook.

                “ Hana tidak mengangkat telepon.” Ia akhirnya mendudukkan diri di samping Rapmon. Merasa kasihan hyungnya itu memijat tengkuk Jungkook ‘ sabar ‘ bisiknya.

                “ apa ia bersama setan putih itu?” ucap J-Hope monolog.

                “ tidak hyung, kata mata-mataku Sehun ada di club bersama teman-temannya.” Ia menekan lagi tombol di ponselnya tapi hanya layar yang kedap-kedip menunjukkan tidak ada respon dari seseorang yang dihubunginya.

                “ WOW spy, uri magnae tidak main-main engg?” ejek Suga

                Jungkook terlalu malas menanggapi ucapan Suga, ia masih menatap smartphonenya dengan gusar, jujur ia merasa sangat tidak tenang sejak mengetahui Sehun menjadikan Hana sebagai targetnya entah itu hanya untuk main-main ataupun serius.

                Kepalanya semakin dipenuhi prasangka-prasangka buruk, sampai akhirnya ia mengambil kunci mobil dan meninggalkan semua hyungnya yang tertegun melihat perubahan Jungkook.

                “ yang setidaknya ia membawa dompet.” Miris V menatap ke atas meja tergeletak smartphone hitam milik Jungkook.

.

.

.

.

                “ itu salah, kau melakukan sembarangan.” Komentar Kris saat Hana mendribel bola dengan pelan, ia hanya memandang ke depan ring tanpa berani melirik di sampingnya.

                Pria itu menatap jengah Hana yang terlihat begitu kaku, entah tubuh gadis itu terlalu kecil atau ia tidak sempat makan sampai tubuhnya selembek sekarang. Karena tidak tahan lagi ia mendekat lalu mengambil alih bola dari tangan Hana, seperti memeluk dari belakang tubuh kecil itu tenggelam dalam dada bidang Kris.

                DEG

                Jantungnya berdetak cepat seluruh ototnya terasa melentur seperti karet lebih tepatnya jelly, apalagi saat Kris menuntun jari-jari tangannya untuk menyentuh bola.

                “ buka kedua kakimu selebar bahu.” Kris menyenggol sedikit kaki bagian dalam Hana meminta gadis itu melebarkan kakinya.

                “ bola dipegang dengan satu tangan di depan atas kepala, sementara tangan yang lainnya menahan bola di sampingnya, Seperti ini.” Ia meletakkan bola diantara kedua tangan Hana yang mengikuti intruksinya. Keringat mulai keluar dari pori-pori Kris membuat kulit namja China-Kanada itu terlihat licin.

                “ kedua lutut ditekukkan, kemudian meloncat ke atas dengan tolakkan dua kaki.” Kali ini ia langsung memberi contoh dengan tubuhnya. Ia mendekatkan diri pada Hana menumpukan kepalanya di bahu yeoja itu.

                “Pada saat tubuh melayang di atas, dorong bola kearah atas keranjang dengan lecutan dari pergelangan tangan sehingga bola meluncur dengan arah parabola dan masuk ke dalam keranjang.” Jari telunjuknya mengarah pada ring.

                Kris menjelaskannya dengan serius, tapi berbeda dengan Hana.

                Kondisi Hana saat ini, jangankan untuk menyimak pembicaraan Kris bernafaspun terasa sulit baginya. Harum mint dari mulut namja itu tercium setiap ia mengucapkan kata, keringat bercampur dengan parfum membuat Hana harus meneguk ludah merasa panas karena aroma yang memabukkan dari Kris . Entahlah tapi yang ia pikirkan saat ini Kris tengah menggodanya dengan permainan BASKET YANG EROTIS, ya itulah yang ia pikirkan.

                “ apa kau paham Koala?” Kris menghentikan lamunan Hana.

                “ ahh .. hh n.. n nee…e sunbe.” Ucapnya tergagap, karena tidak tau harus melakukan apa ia melempar sembarangan bola itu. jangnkan untuk mendekati ring, bola itu bahkan tidak dapat melewati batas ketentuan. Kris menggeleng pelan, ia memandang tajam Hana.

                “ apa tadi kau tidak memperhatikan yang ku jelaskan koala?” tanyanya

                “ maaf sunbe.”

                “ ohh God.” Kris mengambil bola nya lalu melakukaan ‘Jump Shoot’ “ hanya seperti ini apa sulitnya?” ia mengambil lagi bola lalu melakukan ‘ Lay Up Shoot ‘ .

                “ kenapa tidak focus?” kali ini nada suaranya melembut. Hana masih takut menjawab, ia menundukkan kepalanya sambil memilin ujung bajunya.

                Kris melepaskan jaket coklatnya memasang pada tubuh Hana. “ kau kelihatannya kedinginan?”

                “ jangan sunbe aku berkeringat.” Hana melepaskan lagi jaket yang dipasang Kris tapi pria itu masih bersikukuh memasangkan jaketnya.

                “ duduk disini dan perhatikan aku.” Kris meninggalkan Hana lalu melakukan ‘ Jump Shoot’ berkali – kali sampai gadis itu mengerti.

.

.

.

.

                “ Sehun kemari ada yang ingin appa tanyakan.” Yunho meminum lagi teh herbalnya, Sehun yang saat itu baru pulang dari club langsung mengikuti perintah yunho.

                “ kau bau alcohol son.” Tebak Yunho.

                “ ingg ya, tadi aku sempat minum sedikt appa.” Sehun adalah anak yang mandiri dan bijaksana, Yunho tentu percaya kalau Sehun bisa membatasi dirinya, termasuk pada alcohol.

                “ tadi Kangin membawa appa untuk bicara empat mata, ia mengatakan kalau kau memutuskan kontrak dengan mereka, apa itu betul ?” ia menatap langsung mata coklat Sehun.

                “ ya appa.” Serasa tanpa beban, kata-kata itu keluar mulus dari kedua bibir tipisnya. Yunho memijit pelipisnya pelan, menanggapi sikap putranya ini tidak boleh menggunakan emosi.

                “ baiklah, tapi berikan appa alasan yang masuk akal .” tuntut Yunho.

                “….” Sehun hanya diam tidak berniat membalas, mana mungkin ia mengatakan kalau melepaskan kontrak miliaran dollar hanya untuk mengagalkan kencan Hana dan Jungkook.

                “ aku punya alasan tersendiri appa.” Jawab Sehun setelah hening beberapa menit.

                Yunho menghela nafas “ profesional lah son, jangan membawa hal pribadi dalam pekerjaan. Ingatlah saat ini kau menghidupi puluhan ribu orang, salah sedikit saja kau akan menghancurkan kepercayaan mereka.” Nasehat Yunho.

                “ aku mengerti appa.” Sehun bergumam kecil lalu meninggalkan Yunho sendirian di ruang tamu.

                “ paling tidak kau sedikit berubah son.” Pria berumur 46 tahun itu menatap punggung tegap putranya sambil tersenyum.

 

 

Apa yang berubah darinya

Tatapan ?

Hasrat ?

Perasaan ?

Kehidupan ?

Ego ?

Ya Hanya itu yang Yunho lihat pada Sehun, tapi bukan pada ambisinya terkuat di hatinya.

Ambisi putra tunggalnya yang melebihi batas kewajaran

 

 

 

 

OVERDOSE

 

                “ hah … hah … hah …. Lelahnya.” Hana membaringkan tubuh penuh keringatnya di samping Kris yang duduk sambil menumpukan tangan di lutut, ia memperhatikan dengan teliti gadis itu melakukan ‘Jump Shoot’ beberapa kali sampai akhirnya ada satu bola yang mulus masuk ke dalam keranjang. Karena merasa terlalu senang Hana memeluk Kris tanpa sadar, ia melepaskan pelukkannya lalu melempar bola lagi sampai kelelahan dan berbaring di samping Kris.

                “ bagaimana?” tanya Kris

                “ ini menyenangkan sekali sunbe.” Hana berbicara senormal mungkin dengan nafas yang memburu.

                Kris mengulum senyum tipis hampir tak dapat dilihat oleh Hana, ia beranjak dari duduknya lalu memenjarakan tubuh Hana dengan kedua tangannya, sebelah lutut Kris ada di belahan kaki Hana bagian dalam. Posisi ini cukup intim bagi orang lain di tempat terbuka, tapi sayangnya mereka hanya berdua saat ini.

                “ ada … apa su.. nbe?” tanya Hana gugup, Kris lagi-lagi membuat jantungnya terasa tercekat. Pria itu tidak dapat ditebak jalan pikirannya kadang bersikap manis, dingin, dan mesum.

                “ jangan bercanda sunbe ….. ini tidak lucu, lepas aku mau mmmpphhtttt.” Ucapan Hana terpotong oleh ciuman Kris, ia masih mencoba menyadarkan diri dari rasa terkejutnya. Kris hanya menempelkan bibirnya tanpa lumatan.

                Entah apa yang merasuki dirinya, Hana terhanyut dalam ciuman Kris. Ia mengalungkan kedua lengannya di leher namja pirang itu. lumatan dan gigitan halus mewarnai setiap decapan keduanya, Kris makin mengguatkan kedua tangannya yang menumpu di semen agar tidak jatuh menimpan tubuh Hana. Kepalanya kekiri dan ke kanan mencari celah agar semakin menikmati bibir yeoja yang menjadi rengkuhannya saat ini.

                Ciuman keduanya terhenti, Kris mengangkat kepalanya sehingga benang halus terlihat mengikuti arah pergerakan bibir Kris, ia menggosok bibirnya dengan ibu jari lalu menjilatnya lagi. Ia memperhatikan wajah memerah Hana dibawahnya, yeoja itu masih memejamkan mata.

.

.

.

.

                “ nah silahkan perkenalkan dirimu Kristal.” Ucap saem

                “ selamat pagi teman-teman, aku Jung Kristal siswi baru disini. Senang berkenalan dengan kalian.” Senyum manis tertera di bibir pinknya, ia mengedarkan pandangan mencari seseorang. “dimana mereka?” batin Kristal.

                “ sial dia ada di kelas kita.” Chen berbicara sekeras mungkin ketika sampai di ruangan berkumpul mereka.

                “ nugu?” tanya Suho.

                “ Kristal.”

                “ MWO berarti dia akan satu kelas dengan ku aisshhh.” Chanyeol geram lalu menduduki dirinya dengan disamping Luhan.

                “ bagaimana ya reaksi Kris hyung nanti?” Do menatap langit-langit ruangan.

                “ wanita itu terlalu banyak melukainya, tapi tidak dapat dipungkiri kalau ia begitu mencintai Kristal.” Xiumin menatap nanar pada Do.

                “ tapi kenapa yeoja itu bersekolah disini?” tanya Chen monolog.

                “ apa ia mengharapkan Kris kembali lagi padanya?” tebak Kai

                “ dengan semua yang telah ia lakukan pada Kris hegg … jangan harap.” Ucap Luhan

                Semua orang diruangan itu menganggukkan kepala setuju dengan perkataan Luhan, tapi tidak dengan Sehun. Ia terlihat sedang berpikir entah apa yang ia pikirkan hanya dirinya dan Tuhan yang tau.

.

.

.

.

                “ hey ada apa denganmu?” tegur Angel melihat Hana yang tidak focus saat belajar tadi, yeoja itu lebih terlihat asik dengan lamunannya.

                “ ahhh tidak ada apa-apa Angel-ah.” Dustanya

                Hana sebenar nya masih memikirkan Kris dan kelancangannya malam tadi. Setelah cukup lama diam setelah berciuman Kris menawarkan diri mengantar Hana pulang dan sama seperti sebelumnya, suasana di mobilpun terasa canggung dan hening.

                Ia menguap lebar matanya terasa berat, malam tadi ia tidak dapat tidur nyenyak. Memikirkan Kris yang menciumnya membuat matanya terasa sangat ringan sampai tidak ada kesempatan untuk memejamkan sebentar saja dan sekarang ini berakibat buruk di pagi harinya.

                “ hei jangan menguap terus, mulutmu seperti kuda nil.” Ejek Tao yang ikut berbaris bersama Hana.

                Yeoja itu hanya tersenyum canggung menghadapi candaan Tao, ia masih belum terbiasa dengan anak-anak EXO.

                “ hei Tao sekarang giliranmu.” Kai mendorong Tao maju untuk menyelesaikan prakteknya. Bola-bola itu masuk tanpa halangan bagi Tao, nilai sempurna pasti ia dapatkan lagi.

                “ cih sok keren sekali.” Cibir Sehun

                “ bilang saja kau iri padaku Sehun-ah.”Tao kembali duduk dan meluruskan kakinya seraya menatap siswa dan siswi yang mencoba peruntungan melempar bola ke ring.

                “ Kim Hana.”

                Hana maju dengan percaya diri, ia mengambil bola lalu memasang kuda-kuda yang diajarkan Kris.

                Pertama – TAP – gagal

                Kedua – TAP – gagal

                Ketiga – TAP – gagal

                Sampai bola keempat pun Hana kembali gagal pikirannya kalut, ia gelisah malam tadi tidak separah ini pikirnya. Ia memejamkan mata lalu mencoba mengingat yang Kris ajarkan.

                Tapi

                Aroma tubuhnya, keringatnya, tatapannya, gerakannya, seringainya, pelukannya dan – BIBIR-CIUMAN-GAIRAH…. ‘TIDAK’. Ia membuka mata keringat mengalir dari keningnya, otaknya justru mengingat hal-hal yang tak dapat membantu.

                Sehun yang memperhatikan tingkah laku Hana bangkit dari duduknya mendekati yeoja itu. ia memegang kedua bahu Hana, lalu berbisik.

                “ kunci kesuksesan dalam melempar bola adalah ‘ketenangan’. Jangan memikirkan apapun konsentrasi pada bolanya.”

                Hana memejamkan matanya sesaat lalu menatap depan dengan mantap, Sehun tersenyum melihatnya. Satu persatu bola dapat ia lempar dengan baik, Teknik Hana pun dipuji oleh gurunya.

.

.

.

.

                “ bagaimana?”

                “ yeoja itu sudah tidak ada di Korea Jungkook-ah.” Rapmon menyandarkan tubuhnya di mobil. Ia lelah seharian ini mencari kemauan Jungkook.

                “ sial, bagaimana aku bisa menemukan saksi untuk menjatuhkan Sehun dimata Hana.” Jengkel itulah yang Jungkook rasa sekarang, ia menendang ban mobil Suga dan mendapat tatapan mematikan hyungnya.

                “ aku akan menyuruh seseorang mencari gadis itu.” Jin mencoba meredam amarah Jungkook.

                “ hebat juga anak itu, dia sudah memikirkan kemungkinan kita akan mencari lagi gadis yang ia sewa untuk menghancurkanmu magnae.” Asap putih mengepul diudara setelah J-Hope selesai bicara.

                “ya …. Sudah kuduga anak-anak EXO itu terlalu jenius untuk dilawan.” Jimin ikut bicara setelah menghidupkan rokoknya bersama dengan J-Hope.

                “ aku tidak perduli.” Dengus Jungkook.

.

.

.

.

                “ kenapa kau membawaku kesini Sehun-ah?” Hana menatap bangunan elit bergaya eropa itu dengan takjub, dekorasi yang indah, music yang lembut, dan pelayan yang ramah Sungguh restoran mewah sekali pikirnya .

                “ hanya merayakan kesuksesanmu.” Jawab Sehun kecil sambil membaca buku menu.

                “ tapi ini terlalu mahal.” Hana menatap sekelilingnya, semua orang terlihat memakai jas dan gaun ada juga yang menggunakan pakaian casual tapi terlihat sama mahalnya. Ia menatap lagi pakaiannya dengan Sehun, hanya seragam sekolah biasa. Sehun pasti orang-orang mengenalnya tapi Hana? Dia hanya seorang gadis miskin yang berada di tengah-tengah orang kaya.

                “ tidak juga.” Balas Sehun singkat.

                “ untukmu, tapi untukku makan disini sama dengan uang jajan sebulan.” Obrolan mereka terhenti saat seorang pelayan manis menghampiri keduannya.

                “ aku pesan semua yang special disini.”mata Hana terbelalak kaget, ia buru –buru menghentikan pelayan yang mencatat pesanan Sehun dan menggantinya dengan steak sapi special.

                “ kau berlebihan Sehun.” Hana merengut dan meminum air putih yang sudah terlebih dahulu disiapkan pelayan.

                “ teknik mu tadi bagus, siapa yang mengajarkanmu.” Sehun bertanya

                “ Wu sunbe, ia mengajarkanku tadi malam di lapangan dekat jalan Gangnam.” Hana menatap berbinar steak yang sudah datang. Semenjak ayahnya pergi bekerja ia tidak pernah lagi memakan daging sapi Korea, Tiba-tiba perutnya dengan kurang ajar sekali minta diisi.

                “ Wu sunbe maksudmu Kris hyung?” tanya Sehun memastikan, Hana menganggukkan kepalanya pelan tidak menatap bagaimana ekspresi Sehun saat ini.

 

AUTHOR POV END

 

 

SEHUN POV

 

                “ Wu sunbe maksudmu Kris hyung?” aku mencoba bertanya padanya lagi untuk meyakinkan diriku siapa yang dia maksud dengan ‘ Wu sunbe ‘. Kulihat ia menganggukkan kepalanya, tentu saja marga Wu itu hanya ada satu dan itu milik hyung.

                SIAL mendengar bibir Hana mengucapkan nama Kris hyung membuat darahku mendidih, aku pernah melihat langsung Kris hyung mencium Hana di UKS. Aku benci melihatnya, kenapa harus Kris hyung yang menyukaimu juga?

                Kuambil wine disamping piringku dan meminumnya sekaligus, sungguh tak beretika sekali, nafsu makan ku hilang. Tanganku bergetar menahan amarah, tapi tidak aku tidak boleh memperlihatkan sisi diriku seperti ini kepada Hana.

                Kuperhatikan gadis itu sulit memotong dagingya Tentu saja, ia salah menggunakan pisau. Karena merasa kasihan aku memotong dagingku hingga menjadi beberapa bagaian lalu menukarnya pada Hana. Ia tersenyum memasukkan daging itu kemulutnya hingga menggembung lucu.

                “ jangan terburu-buru.” Aku mengusap sisi bibirnya yang belepotan saus, ia tertegun sejenak kulihat warna merah samar dari kedua pipi putihnya.

                Bukankah princess ku sangat manis dan lucu? Apakah aku harus mengalah pada Kris hyung?

                Kutarik bibir sebelah kananku membentuk seringai, inilah yang harus kulakukan. Aku tidak akan menyerahkan yeoja ini pada siapapun, bahkan jika aku harus melawan hyungku sendiri.

.

.

.

.

Karena ia hanya milikku

Milik seorang Oh Sehun

.

.

.

.

 

OVERDOSE

UNTUK PART SELANJUTNYA

“ aku hanya menjadikan gadis itu mainanku.”

“ aku bodoh terlalu banyak berharap pada lelaki sempurna sepertimu.”

“ tunggu dengarkan aku sebentar.”

Perasaan apa ini

Cintakah ?

Apa sudah terlambat untukku

“ aku membencimu.”

 

 

 

Huaahh … akhirnya rampung juga ceritanya XD, oke pertama-tama author pengen MINTA MAAF terlebih dahulu. Di chapter 6 author bikin member BIGBANG jadi teman-teman Hana yang bekerja di club. Tapi di chapter 7 author bikin lagi jadi teman-temannya Sehun dan mereka tajir semua. Ini murni kesalahan author maaf ne chingu …. Nah karena rasa bersalah author L di chapter ke 8 author panjangin lagi, jujur ini fanfic terpanjang author. J akhir kata tolong sampaikan COMENT kalian buat fanfiction ini, supaya kedepan lebih baik lagi.

Kalau ada banyak yang mau tentang masa lalunya kris, author bakan bikin full chapter 9 nya tentang kris doing. Ya itu pun tergantung readers J so coment- coment-coment. XD

Oh ya buat yang pengen lebih kenal author bisa aja saling berhubungan lewat sosmed #nga nanya tuh. #biarlah author kan narsis. XD

@siska_gomiko ( twitter )

siska sweetmedusa (FB)

@AKSIS_SISKA ( instagram )

               

               

Iklan

46 pemikiran pada “OVERDOSE (Chapter 8)

  1. Satu kata untuk chaoter ini,,
    Keren bgitz..
    Slain bwt pnasaran, konfliknya malah bkin mumet,, uda kris mw d jodohin, ada kristal sbagai masa lalu kris, sehun mkin terobsesi ma hana, ..

    Trus bnyk rahasiax lagi kyk ap yg d lakuin kristal sampe nyakitin kris, rahasia sehun yg ktax berubah,,

    Puyeng,,
    Jg lma2 updatex ya thoor, bkin q pnasaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s