Freaky Girl [4]

freaky girl

“Freaky Girl [4]”

Author : alfykmn || Casts : OC, Secret Cast, Sehun [EXO], Baekhyun [EXO], Luhan [EXO], etc || Genre : Friendship, Life, School-life, Love/Hate, AU, Comedy (maybe only this part) || Lengrt : Chapter || Rating : Teen

(PS : already post at dreamersradio –fanfiction– dengan berbagai perubahan disini )

.

.

.

“PFFFTTTTT….”

Chanyoung memutar kedua matanya dengan kesal.

“Kalau kalian mau ketawa, tertawa saja. Tak perlu ditahan begitu. Daripada nanti ada angin busuk keluar dari bawah-_-“

“MUAHAHAHAHAHA…….”

“BUAHAHAHAHA…….”Chanyoung tersenyum selebar mungkin, menunjukkan deretan giginya yang putih bersih karenanya. Dari dulu memang ia merasa begitu bahagia seperti berada di surga kalau teman-temannya tertawa karena ucapan konyolnya.

Ia menoleh ke kiri dan melihat salah satu teman kesayangannya tersebut masih menunjukkan ekspresi datar dan serius –tidak seperti 3 temannya yang lain yang tengah tertawa keras sampai susah dikendalikan.

“Kau tidak tertawa, Sehun-ah?”

Sehun menggeleng pelan lalu berkata,”Tidak, aku tidak bisa tertawa saat kau sedang menahan sakit.”

Mendengar suara Sehun yang sarat dengan nada dingin, membuat 3 orang yang tengah tertawa itu terdiam lalu berdehem pelan.

“Oh iya, benar juga kata Sehun. Tapi tadi lucu sih bisa melihat ekspresi Baekhyun….”

“Benar-benar ekspresi orang sakit perut. Darah Chanyoung juga merembes begitu lucu –ah iya iya maa Sehunnie, aku mengerti kok tadi bukan tindakkan yang baik….”

“Ya ampun, kok aku bisa tertawa seheboh tadi sih.”

“Kalian kebiasaan,” sahut Sehun sinis membuat senyum lebar Chanyoung hilang.

“Ini hanya luka biasa, tidak usah dibesar-besarkan kali. Aku kan sudah biasa kena luka begini jadi –HEY! Jangan memukul lukaku!”Chanyoung menaikkan nada suaranya begitu melihat tangan kanan Sehun yang terkepal erat nyaris saja menyentuh, mengelus, atau memukul (entahlah, hanya Sehun dan Tuhan yang tau) luka di bahu Chanyoung yang hanya terbalut perban saja.

“Kalau tidak sakit harusnya kau tidak mencegah sampai berteriak heboh begitu.”

Chanyoung terdiam beberapa saat sebelum menunjukkan cengiran bodohnya begitu teringat sesuatu yang dia anggapnya menarik.

“Wuahahaha! Ayo kita bertanding dengan mereka lagi begitu aku sembuh!” ujar Chanyoung bersemangat –terutama saat melihat Baaekhyun di ujung lapangan tengah menatapnya. Ia langsung menggulung lengan baju kanannya dengan cepat, sampai gulungannya seperti di lengan kiri.

“Hanya karena kau baru saja di perban jadi kau ingin melawan mereka lagi? Itu keputusan orang bodoh, Chanyoung-ah. Sana ke kelas!!” seru Sehun, Chen, Luhan, dan Kyungsoo keras tapi tidak mampu membuat Chanyoung yang keras kepala ini menyerah dan diam begitu saja.

“Urusanku dengan-”

“Kau bisa menyelesaikannya lain waktu,” potong Chen selembut mungkin.

“Nanti aku atau kita dikira-”

“Untuk sekali ini biarkan kita dikira pengecut. Yang terpenting kita aslinya bukan pengecut kan?” potong Luhan tak sabar.

“Aku dibilang pengecut itu biasa, mungkin karena status perempuanku. Tapi kali-”

“Diledek pengecut sekali-kali mungkin menarik dan patut dicoba,”potong Chen dengan senyuman lebarnya. Meskipun asbun (asal bunyi), 2 orang teman lainnya mengangguk bersemangat, tanda setuju.

“Atau kita yang menyelesaikannya tanpamu? Bagaimana?”

No,”jawab Chanyoung pendek tanpa perlu berpikir panjang. Ini masalahnya bukan masalah teman-temannya. Teman-temannya hanya membantu jadi dia tidak mungkin menurunkan masalahnya kepada mereka yang tidak tau jelas apa obsesinya sampai ingin menyelesaikan masalah dengan seorang Byun Baekhyun.

Maaf-maaf saja, dia tidak seperti para siswi di sekolahnya yang kebanyakkan menyerahkan masalah kepada teman lelakinya begitu saja. Karena kalau saja ia –alias Chanyoung bertindak seperti itu –menyerahkan semuanya ke laki-laki maksudku–, itu sama sekali tidak gentle dan tentu bukan gayanya.

“Kalau begitu, cepat istirahat di UKS atau masuk kelas,”sahut Kyungsoo tiba-tiba, nyaris membuat Chanyoung mengerang karena pikirannya langsung terpecah begitu saja namun tak tega melukai sahabatnya yang paling baik dan perhatian ini.

Chanyoung menghela nafas sebentar sebelum menadahkan tangannya di depan Luhan membuat si empu bermata rusa tersebut hanya yang bisa mengerutkan kening.

“Aku pinjam bla-”

“Lukamu belum kering karena belum dijahit jadi jangan memakai pakaian tertutup dulu.”

“Tapi Sehun, nanti-” Sehun membalikkan badannya, menghadap Chanyoung yang sudah duluan menghadap ke arahnya.

“Dengarkan aku kali ini anak kepala batu,” meskipun ada embel-embel tak mengenakkan seperti itu, Chanyoung tetap saja tidak bisa mencegah dirinya untuk menegak air liurnya dalam-dalam.

Sehun jarang sekali menggunakan berbicara dengan nada memohon serta susunan kalimatnya yang halus juga lembut, biasanya kan anak itu spontanitas berkata sesuai apa yang ia pikirkan –tak peduli yang dia ucapkan itu kasar, tajam, dingin atau bahkan datar.

Lagipula salah satu sahabatnya ini hanya akan menunjukkan ekspresi memelas kecuali kalau itu memang benar-benar penting –tentu saja keselamatan nyawa gadis tersebut termasuk hal penting juga kalau tak mau dimangsa bibinya.

Meskipun ia sudah tau jelas akan hal-hal menyangkut Sehun tadi, setengah dirinya tentu masih tak bisa menahan diri untuk tidak membantah –meskipun hanya satu dua kata saja.

“Tapi-”

Jebal…..” Sehun menggenggam kedua tangan Chanyoung lalu meremasnya pelan, berharap rasa khawatir dan hangat dari tangannya dapat tersalurkan sampai hati kecil gadis tersebut sedikit terketuk.

“Oh cerita roman picisan,” sahut Chen malas kemudian ia menutup mulutnya dengan tangan karena menguap yang langsung mendapatkan jitakan manis tanpa bayar dari Kyungsoo tepat di ubun-ubunnya.

 “ChanHun moment….Omo, HunHan moment dikalahkan oleh ChanHun. Aku iri….huhuhuhu,” Luhan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan –maksudnya ia berpura-pura menangis tapi itu malah membuat dia terlihat berlebihan dan terlalu mendramatis. Berkat itu, dia berhasil membuat Chen dan Kyungsoo yang nyaris berdebat, memperhatikannya dengan tatapan aneh.

Bahkan Chen yang masih dendam karena ubun-ubunnya mendapatkan hadiah tadi mulai menunjukkan tanda-tanda tak wajar, salah satunya wajahnya berubah menjadi ungu seperti mainan bebek karetnya –seakan memberikan tanda kalau si pemilik wajah siap untuk mengeluarkan isi perutnya–,setelah mendengar komentar Luhan yang agak –mungkin lebih tepatnya memuakkan.

“Chanyoung-ah, kali ini menurut pada Sehun lah…..Kau tau kan kalau Sehun sudah bersikap sok romantis –ah mungkin memang benar-benar romantis– begini itu tidak bisa dibantah lagi?” tanya Kyungsoo halus mampu membuat Chanyoung meneguk air liurnya lagi –kembali sadar akan dilema yang melanda, dilema antara siat kepala batunya dan hatinya yang ternyata sedikit terketuk tadi.

Selain karena ucapan Kyungsoo yang tepat sasaran itu, Sehun mulai menatap Chanyoung dengan tatapan yang tidak biasa dan itu mampu membuat Chanyoung yang tetap berjenis kelamin perempuan ini menjadi sedikit gugup sendiri.

“A-ah ya ya baiklah….” Sehun melepaskan tangan Chanyoung dari genggamannya lalu tersenyum tipis.

“Pilihan yang bagus, anak manis,” Sehun mengelus –nyaris mengacak pelan rambut Chanyoung. “Nah jadi setelah ini kau akan memilih di kelas atau di UKS? Setelah pulang sekolah, kita HARUS pergi ke klinik untuk menjahit lukamu. Arra?”

“Tidak bisa-”

“Tidak. Tidak ada kata penolakkan,” potong Sehun kelewat tegas. Chanyoung mengalihkan pandangannya ke kanan lalu mendengus kasar seraya mengutuk teman-temannya di dalam hati begitu melihat mereka sudah kabur duluan, mencari zona aman masing-masing.

Sehun ikut menoleh lalu menatap Chanyoung kembali dengan senyum miring. “Nah nona, sekarang tidak ada yang membelamu lagi. Jadi bagaimana hm?”

Gadis tersebut memutar kedua bola matanya malas seraya melirik kedua jarum jam yang ada jam tangannya.

“Di UKS. Ini sudah waktunya pelajaran Astronomi. Aku sama sekali tidak mau kena semprot guru Kang karena melihat siswi ‘kesayangannya’ ini menggulung lengan bajunya dan tidak memakai blazer.”

Sehun mengangguk, nyaris seperti kaku. “Baiklah, aku akan menemanimu sebentar oke? Memastikan kau tidak akan kabur untuk nekat mengajak Byun sialan itu berduel kembali,” Sehun menunjuk ke depan, lebih tepatnya ruang ganti yang terlihat penuh itu. “Aku sedang pelajaran Olahraga, anak lain sedang menganti baju jadi tenang saja.”

Chanyoung mendengus pelan lalu menyeringai nakal. “Aku tidak akan menyerahkan nyawaku begitu saja kok padanya,” kemudian ia terkikih kecil sampai kening Sehun mengerut cukup dalam.

“Kau tak usah sebegitu khawatirnya, tuan Oh. Bibiku tidak akan ikhlas memangsamu yang tampan ini kok, sudah sana ganti baju. Kau tau sendiri kan toilet sekolah ini sedikit mistis?” lanjutnya separuh menggoda pemuda bermata sipit yang benci akan segala jenis hal berbau mistis beserta oknum-oknumnya.

Sehun dengan mata yang disipitkan –dari sipit makin sipit menatap gadis tersebut. “Aku menurutimu karena sedang jadi penurut bukan karena hantu dan kawan-kawannya itu. Dan yah kalau kau membahas hantu dan kawan-kawannya lagi, aku tidak akan mengajakmu bicara seperti waktu Luhan dulu.”

Yang barusan diancam hanya bisa mengedikkan bahunya lalu tersenyum santai seperti di pantai. “Iya terserah kau saja. Oh ya, kudengar kalau kita membahasnya atau sekedar menyebutkan namanya secara terus menerus nanti mereka –atau salah satu dari mereka akan datang loh. Keren sekali bukan?”

Pemuda tersebut menormalkan posisi pupilnya sebelum mundur perlahan sampai hanya kepalanya yang terlihat di balik pintu. “Aku serius akan ucapanku untuk mendiamkanmu.”

BRAK!

“Hahahaha~Coba saja sendiri tuan Oh!” seru Chanyoung keras-keras sebelum meluruskan punggungnya sampai rileks lalu menggunakan ruangan UKS ini untuk mengistirahatkan sebentar tubuhnya.

****

***

Chukkae,” Sehun dengan mood masih buruk akan hal-hal yang dibahas di UKS tadi langsung memperlambat aktivitas pemanasannya sebentar lalu menatap Baekhyun yang berada di serong dari tempat ia berdiri dengan tatapan aneh.

For what?”

“Kau lah. Kau yang hari ini sudah resmi berpacaran dengan Chanyoung kan? Chukkae tapi hati-hati dengan Chanyoung, dia-” Tawa Sehun yang monoton dan datar memotong ucapan Baekhyun. Baekhyun sendiri hanya bisa mengeraskan rahangnya untuk menahan amarah, dia sama sekali tidak suka dipotong saat berbicara oleh siapapun –entah orang terdekat atau bahkan orang lain, apalagi kalau ia sedang serius seperti ini.

Sehun langsung menghentikkan tawa tak wajarnya saat menyadari suasana terlalu hening sekarang. Ia menggerakkan kepalanya ke kanan sampai berbunyi ‘krek’ sebelum berjalan menghampiri lawan bicaranya.

“KYAAA! Sehun sunbae menghampiri Baekhyun sunbae dengan penuh gaya!”

“Mana mana? Aku tidak lihat!”

“OMO OMO! Kerennya!!”

Sehun menghiraukan jeritan dan komentar dari belakang punggungnya, malahan dia menggerak-gerakkan tangan dan kepalanya hingga berbunyi ’tek tek tek’ berkali-kali. Bunyi ‘tek tek tek’ yang cukup mengerikan dan terdengar ngilu.

Baekhyun sendiri tidak berniat berjalan mundur sejengkal pun saat Sehun mendekatinya dengan tatapan menusuk. Ia sendiri malah mengangkat dagunya, pertanda ia menantang seorang Oh Sehun di tengah lapangan.

Sehun tersenyum lebar sampai mata sipitnya benar-benar menghilang begitu mereka sudah saling berhadapan. Bukannya memukul, menarik lalu mengangkat tinggi-tinggi Baekhyun yang terbilang kecil untuknya, atau membunuh Baekhyun dengan tatapan mematikannya yang langka.

Oh tidak tidak tidak, Sehun bukanlah orang yang ringan tangan atau mudah melemparkan ancaman berbahaya yang serius sekalipun pengecualian jika dia sudah marah besar.

Satu lagi, dia juga tidak ingin menodai tangannya karena memukul Baekhyun yang menurutnya tampak begitu kotor sekaligus Sehun juga sama sekali tidak mau diceramahi ketua kesiswaan yang merangkup sebagai paman tuan Byun sombong ini serta guru Bimbingan Konsleting.

“Aku hanya mengucapkannya sekali jadi dengarkan baik-baik…..” Senyum tuan Oh langsung hilang begitu saja setelah ia mengambil jeda cukup panjang. “Tuan Byun, kau jangan lihat dia dari penampilannya. Penampilannya memang berandalan, sikapnya juga, tapi hatinya? Who’s know?”Senyuman Sehun mengembang kembali bahkan sekarang terlihat cukup menyeramkan.

“Satu lagi, dia memang bukan pacarku tapi jangan sekali-kali mendekatinya. Ada kau didekatnya, ada bahaya yang mengancamnya…..Hm yeah, actually she’s mine,” Sehun berkata sedemian rupa seraya menepuk-nepuk bahu Baekhyun cukup keras dengan wajahnya yang masih dihiasi senyuman.

“Cih, jangan bermuka dua begitu Oh Sehun,” Tak ada senyuman lagi, Sehun malah sudah langsung memasang ekspresi datar.

“Dia bukan milikmu secara ‘sah’ kan? Tapi kenapa kau seenaknya mencapnya sebagai milikmu? Belum tentu juga dia ingin menjadi milikmu. Ck, dasar aneh,” Baekhyun menggelengkan kepalanya sebentar. “Lagipula aku-sama-sekali-tidak-berniat-mendekati-Chanyoungmu-itu. Aku hanya ingin mengecek seberapa tangguhnya dia.”

“Hah? Seberapa tangguhnya dia?” tanya Sehun seakan-akan baru saja salah dengar, mungkin saja terlalu sering mendengar lagu membuat pendengarannya rusak.

Kemudian secara tiba-tiba ia tertawa cukup keras lalu ekspresinya kembali datar. “Memang kalau dia tangguh atau tidaknya itu ada untungnya untukmu? Berhadiah apa kah kalau kau sudah mendapatkan jawabannya? Oh ya satu lagi,” Sehun menjilat cepat bibirnya. “Tolong, jangan permainkan dia. Jauhi dia saja jika tidak mau kena masalah dari berbagai arah. Disini dia tidak sendirian, pendukungnya sebanyak dirimu –mungkin lebih banyak.”

Pemuda dengan tinggi menjulangnya tersebut maju satu langkah, melanjutkan perkataannya di telinga tuan Byun dengan suara berbisik. “Yah, kalau kau tidak mendengar ucapanku tidak ada peringatan manis lagi Byunbaek.”

PRITTT!!

Semua murid –entah yang kelasnya di dekat lapangan, mejanya di dekat jendela kelas, murid-murid di kantin atau sekedar lewat di koridor dekat lapangan, dan bahkan yang sedang berolahraga tersentak kaget begitu mendengar suara peluit yang memekakkan, cukup membuyarkan konsentrasi bayangan kejadian selanjutnya dari perang dingin Oh Sehun vs Byun Baekhyun yang menaik ini.

“HOI! Kalian ini jangan bengong saja!!” seru guru olahraga mereka benar-benar keras dan menghancurkan bayangan mereka semua yang memperhatikan perang dingin tadi.

“Ya kalian! Benar, Oh Sehun dan Byun Baekhyun yang sedang bergosip! Apa bergosip ada di bagian pemanasan kita?”

Mereka berdua –Oh Sehun maupun Byun Baekhyun menggeleng malas.

“Nah kalian sendiri tau bukan? Jadi Oh Sehun, Byun Baekhyun sekarang kalian berdua keliling lapangan 7 kali! Yang lain lanjutkan gerakkan pemanasan dari awal!! Jangan bengong atau berhenti atau saya mulai dari awal kembali!”

“YAH! BAPAK JAHAT SEKALI SIH!!!”

“YA SUKA SUKA SAYA DONG!”

PRITTT!!!

“Masih mengeluh akan saya hukum lebih parah! Hey kalian berdua ayo cepat mulai berlari!”

Sehun menghela nafas pelan sebelum menepuk sekali punggung Baekhyun lalu tersenyum kembali.

“Nah, Tuan Byun silahkan mulai cerna ucapanku baik-baik,” katanya sebelum berlari di depan Baekhyun ang masih cukup terpaku di tempat.

Baekhyun mengedipkan sebentar matanya sebelum mendengus kasar. “Ck, padahal permainan baru dimulai. Aku tidak akan mundur dengan mudah tuan Oh.”

-TBC-

NB      : well done….ini baru part keempat tapi aku…aku…..sudah lelahT_T

Modem paketannya abis, ditenggelamkan oleh tugas yang seabrek…..aduh rasanya mau nangis takut ngecewain readersT_T makanya aku sengaja bikin ini part jadi panjang/?

Tapi meskipun lelah gak bakalan nyerah kok tenang saja/? Dan ya semoga readers yang menikmati/suka makin makin suka, menikmatinya yang awalnya biasa aja tapi sekedar iseng baca jadi suka sekaligus menikmati. Maaf ya kalo ada banyak kesalahan:vv sampai jumpa di part kelimanya~~~ *terbang ke tempat banyak bunga bunga*

11 pemikiran pada “Freaky Girl [4]

  1. Saya tidak mengerti….!!!!!
    Maunya baekhyun itu apa sih??? Dan sehun sbenarnya suka sma chanyoung ya? Trus chanyoung sndiri gmn? Okelah… okelah… okelah. Q tunggu chap selanjutnya thor

  2. Sehun suka sama chanyoung trus kalo baekhyun itu sebenernya gmn sih dia suka sama chanyoung atau nggak thor ?? Tapi kyknya nanti baekhyun bakal suka deh sama chanyoung ….molla.
    KEEp writing thor Hwaiting *^▁^*

  3. Sehun suka sama chanyoung trus kalo baekhyun itu sebenernya gmn sih dia suka sama chanyoung atau nggak thor ?? Tapi kyknya nanti baekhyun bakal suka deh sama chanyoung ….molla.
    KEEp writing thor Hwaiting *^▁^*
    yg part 5nya cepet dipost ya thor hehe.. 😀 udah nggak sabar baca kelanjutannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s