A Heart To – Luhan, Happy Aniversarry

PicsArt_1412503206866

Xi Luhan // Kim Hyuna

Fluff

PG // Ficlet

EXO SERIES A HEART TO

SEXYGEEK95 STORY LINE!!!

DISCLAIMER : THIS STORY IS MINE! But charatres belong to their god and Agency! Not allowed to copy-paste J

Contact me on :

@winnietrii or other fanfiction in Winniesulastri.wordpress.com

“happy Aniversarry Baby Hyun”

 Aku terbangun malam ini dan melihat jam diponselku “Oh.. jam 03,00 pagi” untuk sesaat aku putuskan untuk kembali lagi ke alam mimpiku tetapi saat itu juga aku ingat jika saat ini adalah pukul 03,00 am itu berarti tanggalpun sudah berganti dan saat ini aku yakini aku tidak ingin mengingat hari ini.

hari dimana aku dan luhan melewati satu tahun bersama.

Menyedihkan memang, aku berusaha tidak peduli dan mengabaikannya but see??! aku menatap layar ponselku lagi dan berharap ada ucapan selamat atas kebersamaan kita disana tapi nihil. Aku tak menemukan apapun kecuali gambar diriku yang terpampang jelas diwalpapernya.

“Luhan benar – benar melupakannya. Dan aku baik – ba– hiks” ah! Kenapa aku harus menangis?! Seharusnya aku mengerti bahwa lelaki mata rusa itu tidak menganggap ini adalah hal penting dalam hidupnya. Karena yang ia tahu adalah bagaimana cara men’dribble’ bola dan menciptakan angka banyak untuk.tim basket kesayangannya.

“Tidurlah. Tidurlah” aku berharap malam ini aku bisa terbang lagi kedunia mimpi dan melupakan hari ini. Melupakan bahwa luhan benar – benar tidak mengingatnya tapi sial sekali bahkan saat aku pejamkan mata bayangnya yang mengisi semua ruangan dalam pikiranku dan GILA! aku menggila karenanya.

Jadi aku pasrahkan hari ini shin hye memanggilku panda karena memang seperti itu adanya, mata indahku mempunyai lingkaran hitam hampir sama persis seperti yang tao punya.

“Uh huh, bahkan kau terlihat lebih parah hyuna!”

Aku hanya bisa ber-oh ria menanggapi ucapan shin hye. Jika memang itu kenyataannya aku terima, dan pagi ini berbanding terbalik dengan keadaanku sepertinya lelaki bermata rusa itu baik baik saja. Dan lihat saja senyum yang tidak pernah hilang.dari bibirnya itu, cih tentu saja dia akan tersenyum sepanjang koridor menuju kelasnya pasalnya si idola sekolah selalu disampingnya.

Dan inilah yang membuatku makin geram, saat inu bahkan kami bersebelahan diloker dengan luhan yang telah mempersiapkan semua keperluannya karena ada pertandingan basket sore nanti, dan aku yang sedang berusaha mencari perhatiannya dalam diam (yang memang gagal karena dia terus mengabaikanku. Dan sakit) kini dia melewatiku seolah tidak ada siapapun disana.

Sebenarnya sakit.

Tidak ini biasa saja.

Oh tidak ini menyakitkan! Luhan kau benar benar namja yang keterlaluan. Bahkan aku tahu kau menyadari keberadaanku dia berlalu, sementara si idola sekolah atau kapten cheersleaders atau so hee berada dalam 200 meter tempatnya berdiri saja dia panggil! ini benar – benar keterlaluan!

Dan aku memilih pergi dengan airmata bodoh ini, niat awalku adalah menonton pertandingannya dan menghampirinya lalu mengucapkan selamat atas satu tahun kebersamaan yang kami punya, tapi sepertinya itu bukan lagi hal yang penting.

Meskipun aku tahu luhan itu pikun dan akulah yang berperan sebagai memonya, aku bahagia.
Aku bahagia jika ia melupakan sesuatu dan aku membantu meningatkannya karena pasti dia berkata “Terimakasih baby, selalu bersamaku dan terus menjadi memoku ya!” dan kecupan hangat akan aku rasakan dikeningku, ya itu saja sudah cukup membuatku bahagia setahun belakangan ini.

Tapi sepertinya saat ini dia memang tidak mmbutuhkan aku yang mengingatkan tentang hari jadi kita ini. Karena hari ini jauh lebih penting untuknya, dan aku berani taruhan bahwa selepas pertandingan ini mereka akan merayakan bersama – sama kemenangan itu dan tentu saja aku yang bukan hal berarti dalam hidupnya akan terlupakan.begitu saja seperti biasanya.

Dan aku tapaki jalanan ini dengan terus bersedih sambil melantunkan lagu yang semakin menyayat hatiku, uh sebenarnya ini memalukan sekali tapi aku bisa apa! aku benci keadaan seperti ini.

“Dasar rusa pikun! aku tahu kau itu pelupa, bahkan kau melupakan aku yang sedang marah karena cemburu, dan hebatnya kau juga melupakan hari ini! dan sebentar lagi kau pasti melupakanku!!!!!” teriakku dan.beberapa orang melihatku menganggap aku gila.

Kalimatku yang jelas bisa kalian dengan’kan? iya aku sedang dalam keadaan cemburu, kenapa?! seharusnya kalian lebih peka dan mengerti, tentu saja karena so hee selalu berada disisi luhan, dan saat aku mulai merajuk si rusa itu akan berkata dengan polosnya “biarkan saja, timku butuh penyemangat saat pertandingan dan so hee juga kawan kawannya berperan untuk itu”

saat aku tak setuju dengan pendapatnya dia berkata lagi “kau berlebihan tahu? kau menganggu konsentrasiku saja huh! kau ini seharusnya menjadi penyemangat saat pertandingan nanti, bukan seperti ini”

dan kata kata itu terputar kembali dipikiranku, seminggu yang lalu tepatnya saat kami.bertengkar dan berakhir dihari minggu menyedihkan karena mulai saat itu luhan enggan berbicara kepadaku apalagi meminta maaf, oh ayolah dia adalah pribadi egois yang menganggap semua yang ia lakukan adalah benar.

Dan sepertinya benar yang ia ucapkan, aku bukanlah penyemangat untuknya, hanya sebuah memo yang akan ia lupakan ketika ia mulai mengingat semuanya.

Luhan side’s luhan pov

Akhirnya aku bisa mendapatkan kemenangan ini, aku bahagia dan memeluk satu persatu timku dan tiba tiba saja so hee memelukku mengucapkan selamat atas keberhasilan tim kami,

tapi aku rasa aku kehilangan sesuatu, aku mencoba mengingat apa yang aku lupakan dan sektika itu xiumin datang “apa kau melupakan sesuatu lu?” tanyanya.

“Eum, aku rasa iya”

“biarku coba membantu mengingatkan oke?” dan aku mengangguk.

Dan pertanyaan bodoh xiuminpun dimulai, dia menanyakan apakah aku sudah menggosok gigiku, memakai celana dalam keberuntunganku, memakai deodorant yang tahan akan keringatku, dan mengikat tali sepatuku, juga kencing!

“Oh yatuhan xiumin! bukan itu, aku rasa ini lebih penting dari sekedar mengganti kaos kakiku!” Jawabku

“Yatuhan luhan! jangan katakan kau lupa mengganti kaos kakimu dari seminggu yang lalu!!!” Pekiknya

“Emm.. aku rasa….. iya, aku lupa”

tiba – tiba saja xiumin menatapku dengan pandangan jijik. “Ih
kau jorok sekali luhan!!”

“uh.oh”

“baiklah, lupakan, lebih baik kau keluarkan ponsel mahalmu itu dan kita selfie bersama oke? kami menunggu!”

dan saat xiumin pergi baru aku menyadari, ponselku yah ponselku bahkan aku belum mengunggah selfieku sebelum pertandingan! yatuhan…

Tapi tunggu, aku merasa masih ada sesuatu yang ganjil yang belum mampu aku ingat.

Dan saat aku menyalakan ponselku yang dari dua hari lalu aku matikan, pertama kali yang aku lihat adalah reminder yang menuliskan bahwa hari ini adalah tepat satu tahun xi luhan dan kim hyuna bersama.

Untuk beberapa detik aku masih diam.

“Asdfghlsjfk! yatuhan!!!!!” aku memekik dan semua orang melihatku, aku berusaha mencari hyuna disalah satu bangku penonton dan aku tidak menemukannya, ah sial aku melupakan hari ini, Dan sudah dipastikan hyuna pasti marah.

Dan hitungan detik kemudian aku berlari dari lapangan sekolah menuju rumah hyuna.

“Hosh hosh hosh”

Aku berulang kali memencet bel rumah hyuna dan akhirnya aku dapati dirinya yang memakai baju kebesaran milikku menatapku heran.

“Oh… h-hai hyun—ah, hosh hosh’

“apa yang kau lakukan!” tanyanya.

Aku mengambil napasku dalam – dalam.

“Happy aniversarry baby hyun” ucapku dengan nada riang, dengan napas yang masih tersenggal.

“Oh.”

apa?! oh !!! oh yatuhan hyuna, bahkan aku berlari sepanjang 30 km kerumahmu untuk mengatakan hal ini dan kau berkata oh?! hanya itu?! tidak kah kau menciumku sepeti drama – dram yang ada

Sbs karena melihat pengorbananku yang romantis ini!!!!!

“pulanglah, aku ingin tidur luhan” sambungnya lagi. “Dan aku tahu kau harus merayakan kemenanganmu dengan timmu itu dan juga dengan so hee” aku begitu mendengar jelas ketika ia menekan salah satu kata dikalimatnya.

Gadis ini masih cemburu.

“Oh, jadi kau melihat pertandinganku ya?”

“tidak!”

“bohong! bahkan aku mencium aroma rumput disekitar tubuhmu” alasan konyol macam apa ini.

“Ya! kau benar. Aku melihatmu dan aku seperti orang.bodoh kau tahu? aku menolak ajakan shin hye untuk menontonmu dan aku bergegas pulang, tapi sesampainya dirumah aku melihat bajumu dan itu membuatku merindukanmu dan juga kembali lagi ke sekolah memakai baju ini berharap kau melihatku, tapi apa?! bahkan saat kau memenangkan pertandingkan itu kau memilih memeluk so hee daripada melihatku atau sekedar melambaikan tanganmu, kau jahat! aku membencimu xi—”

aku membungkam bibirnya dengan bibirku, dia berontak namun aku dorong tengkuknya dan memperdalam ciumanku, dan satu tanganku aku letakan dipinggangnya agar dia tak bisa lepas.

Dan saat aku melepaskan kontak kami dia mendorongku menjauh. “kita akhiri saja luhan…….. kau tidak lagi membutuhkanku.”

“hey! tidak bisa seperti itu oke?!”Jawabku mendekatinya.

“Kenapa?! bahkan kau saja melupakan hari ini, dan aku yakin sebentar lagi kau akan melupakanku!”

“enak saja! aku tidak melupakan hari ini kok! ” dia menatap tajam kearahku “o-oh oke, awalnya aku melupakannya
tapi akhirnya aku mengingatnya kan? dan melupakanmu?! tidak mungkin, jika memang ia aku melupakanmu mungkin saat itu aku sudah lupa cara bernapas, karena aku akan selalu mengingatmu, kau adalah satu satunya hal yang aku ingat terakhir kali sebelum aku aku tidur dan pertama kali yang aku ingat saat aku membuka mataku!!!”

dan aku bisa lihat tubuhnya bergetar, aku mendekatinya dan memeluknya posesif “please stay hyuna, i need to survive” ucapku berbisik ditelinganya.

“Aku membencimu luhan…”

” aku sangat mencintaimu.hyuna”

untuk sesaat suasana romantis ini berlangsung sayang, malam ini tidak ada rintikan hujan turun, karena jika ada ini akan menambah keromantisan didetik ini.

Tapi semua itu sirna ketika hyuna mendorongku kembali “ada apa?!” Ucapku geram

“Kau berkeringat, ini sangat tidak nyaman huh!”

“oh ayolah Xi hyuna, suatu saat nanti bukan hanya keringat yang akan menempel ditubuhmu tapi juga tubuhku yang ada didalammu”

“Dasar mesuuuuuuuuum!!!!!!! menjauh kaaau!” pekiknya

.aku menarik lengannya “kau yakin bisa menjauh tanpa mencium aroma tubuhku huh? yakin bisa tidur tanpa ucapan selamat malam dariku? dan yakin bisa melewato hari tanpa senyum.indahku ju—”

kali ini.hyuna menempelkan bibirnya pada bibirku, hanya menempelkan.saja tapi aku perlahan bergerak dan melumatnya.

“Tentu tau luhan, itu tidak mungkin bisa ku jalani… tanpamu”

Aku tersenyum “berjanjilah akan selalu bersamaku di hari jadi kita selamanya”

“aku berjanji’

Iklan

6 pemikiran pada “A Heart To – Luhan, Happy Aniversarry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s