My Alarm (Chapter 2)

                      My Alarm (Chapter 2)

Title                      : My Alarm (chapter 2)

Author                  : SeulRin (@DiftiabilaR)

Genre                    : Romance, Marriage Life

Length                   : two-shoot

Rating                    : PG-13 (tolong dikoreksi lagi ya^^)

Main cast                : Song Yuna (OC)

                                  Do Kyungsoo

Other cast                : find it by yourself^^

Recommended song: Bruno Mars – Nothing on You

                                  Bruno Mars – Marry You

                                  Bruno Mars – Treasure

Hola-hola! Ketemu lagi sama author yang paling cantik abaikan. Ini adalah chapter 2 dari FF “My Alarm”. Udah pada baca belum chapter 1 nya? Belum?? Harus baca! *maksa* hehehe bercanda^^ tapi lebih baik baca chapter 1 nya dulu yaa, biar nyambung mbak broo :v

Kayaknya author kebanyakan bacot. Langsung aja yaa capcus baca chapter 2 nya. Selamat membaca^^

Kyungsoo POV

Beautiful girls, all over the world

I could be chasin but my time would be wasted

They got nothin on yoooouuu, baby

Nothin on yoooouuuu, baby

Hah, suara siapa ini? Pagi-pagi sudah bikin ribut, mengganggu tidurku saja. Tapi tunggu dulu, suara ini tidak asing bagiku. Hei! Ini suaraku kan? Kenapa bisa terdengar pagi-pagi ini?

Aku melihat ke handphone gadis itu yang ada di meja sebelah kasurku. Di sana terdapat tulisan ‘Stop or Snooze Alarm’.

“Eh? Jadi suaraku yang lagi bernyanyi tadi adalah alarm dari handphone ini? Gadis ini benar-benar.” Ujarku sambil menggeleng-gelengkan kepala, gadis itu aneh-aneh saja. Sebegitu nge-fans nya dia sampai alarm pun adalah suaraku yang bernyanyi? Hahaha.

Aku mencari nomor telepon rumahnya di handphone-nya. Setelah ketemu, aku langsung menelepon nomor tersebut.

Yuna POV

Aku terduduk lesu di kursi ruang makan sambil memakan sarapanku dengan malas. Entahlah, aku seperti kehilangan nafsu makan. Sejujurnya aku masih memikirkan handphone-ku yang hilang kemarin.

“Handphone-ku sekarang ada dimana ya? Apakah sudah berganti tangan? Hah…” ucapku sambil menyuap sesendok sereal yang kubuat sendiri. Umma dan Appaku masih tertidur.

Kring!!! Kring!!! Kring!!! Terdengar suara telepon rumah berbunyi. Siapa sih yang menelpon sepagi ini? Membuat mood-ku semakin buruk saja.

“Nde, yoboseyo?”

“Maaf, apakah ini nona Song Yuna?”

“Ya, betul. Ada perlu apa?”

“Ah, syukurlah. Handphone-mu kemarin tertinggal di gedung SMEnt. Sekarang handphone-mu ada padaku.”

Aku terdiam. Handphone-ku tertinggal di gedung SMent?

“Nona, apakah kau masih disana?”

“Ah, ne. Jadi bagaimana sekarang?”

“Datanglah ke SM Café di meja enam pukul 08.00 pagi hari ini. Aku akan mengembalikan handphone-mu.”

Tuut…tuut…tuut… sambungan telepon terputus, aku meletakkan gagang telepon pada tempatnya kembali. “Siapa orang itu? Apakah dia staff SMEnt?” ucapku bertanya-tanya. “Ah, itu tidak penting. Yang penting handphone-ku akan kembali.” Aku melihat ke arah jam dinding.

“Oh, baru pukul… HAH?!?! SUDAH PUKUL 07.55?!?!” aku langsung mengambil tasku dan memakai sepatuku. Gawat! Orang tadi bilang dia akan menungguku pada pukul delapan, dan sekarang sudah pukul delapan kurang lima. Sedangkan dari rumahku menuju SM Café jaraknya lumayan jauh.

Aku berlari menuju halte bus, sudah ada bus yang datang. Aku mempercepat lariku agar tidak ketinggalan bus. Untunglah aku masih bisa masuk ke bus. Kalau tidak, aku harus menunggu lagi.

Kyungsoo POV

@SM Café

Aku melirik pada jam tanganku, sudah pukul 08.15 tapi Song Yuna belum datang juga. Dia kemana saja sih? Aku sudah capek menunggu, ujarku dalam hati. Aku kan sudah berkata padanya aku menunggunya pada pukul delapan, sedangkan ini sudah lewat limabelas menit.

“Hosh..hosh… aku sudah datang, maaf membuatmu menunggu lama.” Aku menoleh kepada orang di belakangku. Nah! Ini dia orang yang kutunggu dari tadi. Kenapa dia terlihat habis berlari? Apa dia kesini dengan berlari?

Yuna POV

“Hosh..hosh… aku sudah datang, maaf membuatmu menunggu lama.” Orang itu menoleh kepadaku, ia memakai topi berwarna hitam. Tapi aku masih bisa melihat wajahnya, sepertinya aku mengenalinya.

“OMO!!! DO KYUNG….” Ia langsung menutup mulutku dengan tangannya. Dia adalah Do Kyungsoo! Biasku di EXO!

“Ssstt… diamlah, disini banyak orang. Kalau sampai ada fangirl yang lain, aku bisa mati tahu.” Bisiknya padaku, aku pun menganggukkan kepalaku. Kyungsoo oppa langsung melepaskan tangannya dari mulutku.

“Yuna-ssi, kau kehilangan handphone-mu? Aku menemukannya tergeletak di meja kosong setelah fansign event berakhir,aku melihat fotomu di handphone. Maaf aku telah lancang. Tapi tujuanku melihat foto-fotomu agar aku tahu siapa pemilik handphone ini.” Ujarnya panjang lebar dan merasa bersalah. Ia menyodorkan handphone-ku, aku mengambilnya.

“Tak apa, Kyungsoo-ssi. Aku mengerti maksudmu, jadi bisa dimaklumi. Ghamsahamnida sudah mau mengembalikan handphone-ku, ne. aku tak tahu harus bagaimana lagi saat kehilangan handphone ini. Sekali lagi terima kasih.” Aku berkali-kali mengucapkan terima kasih padanya. “Oh iya, kok kamu bisa tahu namaku?”

“Eh, entahlah. Aku tidak tahu kenapa aku bisa mengetahui namamu.” Jawabnya sedikit… gugup?

“Yuna-ssi, aku harus kembali ke dorm. Aku takut member yang lain mencariku. Aku duluan ya. Semoga kita bisa bertemu lagi lain waktu.” Pamitnya sambil membungkukkan badannya. Ia langsung meninggalkanku yang masih duduk di kursi.

“Hei, apakah dia benar-benar Kyungsoo oppa? Ya ampun…” aku menyalakan handphone-ku, lalu kuperiksa dalamnya. Saat aku membuka isi fotoku, aku terkejut melihat selca seorang Do Kyungsoo. Tidak. Aku tidak mendapatkannya dari internet. Tapi dari album kamera. Ia berpose peace sambil tersenyum manis.

“Kenapa dia ber-selca dengan handphone-ku? Ya ampun…” akhirnya aku pergi dari SM Café dan berangkat menuju kampus.

Saat berada di bus, handphone-ku bergetar. Aku melihat apa yang masuk, ternyata pesan dari nomor yang tidak kukenal.

Kau begitu ceroboh sampai-sampai meninggalkan handphone-mu sendiri. Untung saja aku menemukannya. Lain kali jangan sampai ceroboh ne^^ simpan nomorku di handphone-mu. Sewaktu-waktu aku akan menghubungimu untuk mengajakmu bertemu lagi.

 

-Do Kyungsoo-

Kyungsoo oppa nge-SMS aku? Keajaiban apa lagi ini… Tuhan, terimakasih untuk hari ini…

Sejak kejadian hilangnya handphone Yuna, Kyungsoo dan Yuna setiap hari selalu mengobrol lewat Line. Sudah beberapa kali pula mereka jalan bersama, atau lebih tepatnya berkencan.

Ya, Kyungsoo memang sudah tertarik pada Song Yuna pada saat mereka bertemu di fansign event beberapa bulan yang lalu. Dan sekarang, ia sudah mencintai salah satu penggemarnya itu.

Sedangkan Yuna? Jangan ditanya, sejak awal dia memang sudah mencintai Kyungsoo. Sekarang pun ia masih mencintai Kyungsoo dan semakin mencintai pria bermarga Do tersebut.

Namun sayang, keduanya sampai saat ini masih belum berani mengungkapkan isi hati masing-masing. Masih terjebak dalam ‘Secret Love’, begitu istilahnya. Tapi mungkin hari ini Kyungsoo akan mengambil sebuah keputusan untuk mengatakan yang sebenarnya pada Yuna.

Kyungsoo POV

Sudah agak lama aku menjalin hubungan persahabatan dengan Yuna. Tapi sebenarnya, aku menginginkan lebih dari sahabat. Yah, kalian tahu sendiri apa maksudku. Aku sendiri masih bingung bagaimana caranya untuk mengatakan sesuatu pada Yuna.

“Hei, bro! lagi ngapain?” tiba-tiba Suho hyung mengagetkanku dari belakang.

“Ah,aniya. Aku tidak ngapa-ngapain, hyung.” Jawabku bohong pada Suho hyung.

“Hmm… biar kutebak, pasti kau sedang memikirkan Song Yuna kan?” Gotcha! Mukaku seketika memerah pada saat itu juga. Yah, ketahuan deh.

“Hahaha… sudahlah, Kyungsoo. Berterus teranglah padanya. Katakan bahwa kau benar-benar mencintainya.” Goda Suho hyung. Duh, kelakuan leader yang satu ini!

“Apa aku harus menembaknya juga, hyung? Tapi bagaimana caranya? Lalu bagaimana kalau aku ditolak Yuna?” tanyaku gelisah.

“Kau serius rupanya, biar kubantu. Kau kan pintar bernyanyi, coba saja kau menyanyikannya lagu sambil bermain gitar. Ingat, lagunya harus yang bisa mengungkapkan maksudmu. Setelah itu, baru berkata jujur padanya. Kau harus berani, Kyungsoo. Urusan diterima atau tidak, itu belakangan. Yang penting kau sudah berkata yang sesungguhnya. Daripada dia direbut orang lain, bagaimana?” nasihat Suho hyung. Mendengar kalimat terakhir darinya, membuat hatiku jleb udah bayangin aja rasanya jleb gimana. Benar apa kata Suho hyung, aku tidak boleh keduluan yang lain. Tidak boleh!

“Perkataanmu benar, hyung. Aku akan segera menyatakan perasaanku pada Yuna, hari ini juga.” Tekadku. Suho hyung tersenyum senang kepadaku, “Itu baru dongsaengku. Semoga kau diterima yaa.” Aku menganggukkan kepalaku mantap.

Yuna-ah., bisakah hari ini kita bertemu di sungai Han pukul tujuh malam? Ada sesuatu yang ingin kubicarakan.

Aku mengirim pesan pada Yuna lewat Line. Beberapa menit kemudian, ia membalas pesanku.

Tentu saja bisa^^ kau mau membicarakan apa?

Aduh, dia bertanya mau berbicara apa aku. Ngg.. ya sudahlah, aku jawab saja.

Lihat nanti saja, Yuna-ah. Oke? J

Yuna POV

Kyungsoo oppa ingin bertemu denganku di sungai Han. Katanya, ada sesuatu yang ingin dia bicarakan. “Kira-kira apa yang mau ia katakan? Hah, bikin penasaran saja. Baiklah, lihat nanti saja.”

07.00pm, @ Han River

Kedua orang itu sekarang sedang duduk bersebelahan. Kyungsoo dan Yuna, mereka kini menatap langit yang dipenuhi oleh bintang-bintang. Sangat indah.

“Kyungsoo-ah, sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Yuna memecah keheningan.

“Mmm.. anu… aku ingin kau mendengarkanku bernyanyi. Boleh kan?”

“Tentu saja. Bernyanyilah.”

Kyungsoo mulai memetik gitarnya. Alunan musik dari gitarnya mulai terdengar. Beberapa saat kemudian, ia pun bernyanyi.

Beautiful girls, all over the world

I could be chasin but my time would be wasted

They got nothin on yoooouu, baby

Nothin on yoooouu, baby

They might say hi, and I might say hey

But you shouldn’t worry, about what they say

’cause they got nothin on yooouu, baby

Nothin on yooouu, baby

Yuna bertepuk tangan setelah Kyungsoo selesai bernyanyi. “Kyungsoo-ah, suaramu sangat bagus. Dan juga lagu itu… aku merasa seperti bangun dari tidur karena itu lagu alarm-ku.” Ucap Yuna, Kyungsoo tersenyum senang mendengar pernyataan dari Yuna.

“Kau tahu, kenapa aku memilih lagu ini untuk kunyanyikan?” Yuna hanya menggelengkan kepalanya.

“Karena kurasa, kau adalah wanita tercantik di dunia setelah ummaku.” Yuna terdiam. Hatinya berdegup kencang, sama seperti Kyungsoo.

“Yuna-ah, sebenarnya… sebenarnya aku mencintaimu. Aku melihatmu pertama kali saat di fansign event, kau masih ingat? Aku begitu tertarik dengan wajahmu dan juga senyummu. Oleh sebab itu, aku menuliskan ‘You’re so beautiful^^’ di postermu. Kau tahu, aku hanya menuliskan kata-kata tersebut di poster milikmu. Sedangkan fans yang lain hanya kububuhkan tandatangan saja..

Pertemuan kedua kita saat di SM Café, saat kukembalikan handphone-mu yang tertinggal. Dan kau bertanya ‘kenapa kau bisa tahu namaku?’ tentu saja, karena kau adalah seseorang yang membuat hatiku tertarik padamu. Jadi, aku bisa hafal namamu.” Jelas Kyungsoo panjang lebar.

“Jadi… apakah kau mau menjadi yeojachingu-ku?” akhirnya kata-kata itu dapat ia katakan pada Song Yuna, seseorang yang dicintainya.

Yuna ingin sekali berkata ‘Ya’ tapi kenapa tidak bisa? Apa karena dia terlalu gugup?

“Yuna-ah, sepertinya cintaku bertepuk sebelah tangan. Aku tidak memaksamu, kok. Kita masih bisa berteman.” Ujar Kyungsoo masam. Oh, ayolah Kyungsoo. Yuna bahkan belum menjawab pertanyaanmu.

“Bicara apa kamu itu. Aku juga mencintaimu, Do Kyungsoo. Aku bahkan jauh lebih dulu sudah mencintaimu. Bagaimana bisa aku menolakmu?” ucap Yuna. Kyungsoo membulatkan matanya.

“Jadi kau menerimaku?”

“Menurutmu?”

Kyungsoo langsung memeluk Yuna, Yuna pun membalas pelukan Kyungsoo. Rasa senang bercampur haru menjadi satu. Betapa senangnya Kyungsoo saat ia tahu bahwa Yuna mencintainya juga, bahkan jauh sebelum mereka bertemu. Yuna pun begitu. Dia merupakan seseorang yang sangat beruntung karena dapat menjalani hubungan dengan biasnya sendiri sebagai sepasang kekasih.

Yang jelas, hari ini merupakan hari yang paling membahagiakan bagi mereka berdua. Untuk Do Kyungsoo dan Song Yuna..

07.00pm, @ Do family house

Kyungsoo POV

Hoam… aku terbangun dari tidurku. Aku sedikit melakukan perenggangan pada otot-otot tubuhku yang kaku. Hah, sudah pagi ternyata. Kulihat ke sebelah kiriku, terlihat seseorang yang sangat kusayangi masih tertidur lelap. Aku tersenyum melihatnya. Sudah 3 tahun kami bersama sebagai suami-istri. Ya, aku sudah bersamanya selama 8 tahun. Kami 5 tahun menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Waktu yang cukup lama, bukan?

Terbesit sebuah ide dalam otakku, aku akan membangunkannya dengan cara yang tak biasanya kugunakan.

Beautiful girls, all over the world

I could be chasin but my time would be wasted

They got nothin on yoooouuu, baby

Nothin on yoooouuuu, baby

Perlahan, ia membuka matanya. Dia menoleh kepadaku, aku hanya memperlihatkan gigi-gigiku yang berderet rapi. “Good morning, chagi! Hari ini kau bangun lebih telat dariku. Hehehe…” kataku meledeknya. Ia –maksudku Yuna- tersenyum kepadaku. “Kau tadi yang bernyanyi?” tanyanya.

“Tentu saja, kenapa? Sangat mirip dengan suara orang yang bernyanyi di alarm handphone-mu ya?” Aku dan Yuna tertawa bersama. Aku memang sengaja menyanyikan lagu yang sama dengan alarm handphone-nya dulu.

“Kalau dulu sih, alarm-ku dari handphone. Kalau sekarang, alarm-ku itu kamu.” Ujarnya sambil mencubit pipiku.

“Saat handphone-mu tertinggal dan kubawa, pada pagi hari alarm-nya berbunyi. Dan itu sangat mengganggu tidurku, kau tahu. Suaranya sangat keras.”

“Tapi itu suaramu sendiri kan?”

“Walau begitu tetap saja menggangguku.”

Yuna hanya tertawa mengingat kejadian tersebut. Ya, kejadian yang sudah sangat lama terjadi.

“Oppa, apa kau masih ingat bagaimana dulu kau melamarku?”

*Flashback on*

Sore hari, di Sungai Han, Kyungsoo dan Yuna sedang menghabiskan waktu bersama. Sesungguhnya Kyungsoo memiliki maksud lain saat itu.

“Yuna-ah, kau ingat kita sudah bersama selama berapa tahun?” tanya Kyungsoo secara tiba-tiba.

“Sekitar 5 tahun. Sebulan yang lalu kita merayakannya, kan?” jawab Yuna sedikit heran.

“Sebenarnya ada sesuatu yang ingin kusampaikan padamu. Dengarkan baik-baik yaa.”

It’s a beautiful night,We’re looking for something dumb to do

Hey baby,I think I wanna marry you

Is it the look in your eyes,Or is it this dancing juice?

Who cares baby,I think I wanna marry you.

Well I know this little chapel on the boulevard we can go

No one will know

Come on girl

Who cares if we’re trashed got a pocket full of cash we can blow

Shots of patron

And it’s on girl.

Don’t say no, no, no, no-no

Just say yeah, yeah, yeah, yeah-yeah

And we’ll go, go, go, go-go.If you’re ready, like I’m ready

Cause it’s a beautiful night

We’re looking for something dumb to do

Hey baby,I think I wanna marry you.

Is it the look in your eyes

Or is it this dancing juice?

Who cares baby,I think I wanna marry you.

Yuna terkejut dengan lagu yang dinyanyikan Kyungsoo. Kenapa dia menyanyikan lagu ini?

“Yuna-ah, aku tahu kau pasti bingung dan terkejut kenapa aku menyanyikan lagu ini. Baiklah, aku tak akan berlama-lama lagi,” Kyungsoo mengambil sesuatu dari sakunya, lalu membukanya.

“Song Yuna, do you want to be mine forever? Saranghae.” Yuna semakin terkejut dengan perkataan Kyungsoo. Kini di depannya ada sebuah cincin, dapat disimpulkan bahwa Kyungsoo melamarnya.

“Yes, I want to be yours forever, Oppa. Nado saranghae.” Ucap Yuna seraya tersenyum. Kyungsoo senang sekali Yuna menerima lamarannya. Dipakaikan cincin tersebut ke jari manis Yuna. Setelah itu, Kyungsoo dan Yuna berpelukan.

“I Love You, Song Yuna.”

“I Love You too, Do Kyungsoo.”

*Flashback off*

Author POV

“Kau selalu saja bernyanyi jika ingin menyatakan perasaanmu padaku.” Kata Yuna.

“Begitulah caraku menyampaikan bagaimana aku mencintaimu, Do Yuna.” Pipi Yuna pun memerah seperti kepiting rebus. Ia tersipu mendengar perkataan dari Kyungsoo.

“Oh iya, ada yang ingin kusampaikan padamu.” Ujar Kyungsoo, ia mengambil gitarnya. Lalu memainkan sebuah lagu untuk Yuna.

Give me all, give me all, give me all your attention baby

I got to tell you a little something about yourself

You’re wonderful, flawless, ooh you’re a sexy lady

But you walk around here like you wanna be someone else

I know that you don’t know it, but you’re fine, so fine

Oh girl I’m gonna show you when you’re mine, oh mine

Treasure, that is what you are

Honey you’re my golden star

You know you can make my wish come true

If you let me treasure you

If you let me treasure you

Lagi-lagi Kyungsoo bernyanyi untuk mengutarakan perasaannya. Yuna tersenyum, lalu memeluk suaminya.

“Oppa, ghamsahamnida untuk semuanya. Aku harap, kita akan selalu bersama sampai maut memisahkan kita.”

“You’re welcome, my lovely wife. Walaupun kita harus melewati rintangan apapun, aku akan selalu ada untukmu.”

Kyungsoo melepas pelukan mereka, lalu mencium kening Yuna dengan tulus.

“Saranghae, Do Yuna.”

“Nado Saranghae, Do Kyungsoo.”

Tok…! Tok…! Tok…! Terdengar suara ketukan pintu kamar mereka berdua. “Umma! Appa! Aku lapar…!” teriak Do Jaein, anak laki-laki mereka yang berumur 3 tahun. Yuna membuka pintunya.

“Jaein sudah bangun? Ayo kita sarapan dulu. Umma akan membuat makanan yang enaaakk sekali.” Ucap Yuna pada Jaein.

“Jinjayo? Hore!!! Ayo kita sarapan Appa! Umma akan membuat makanan yang enak untuk kita!” Kyungsoo hanya tertawa melihat tingkah lucu Jaein. dasar anak kecil.

Mereka pun sarapan pagi bersama.

___________________________ End_______________________________________

Akhirnya nih FF kelar juga 😀 gimana ceritanya? GJ? Kurang greget? Kurang bagus? Typo? Maafkan daku sodara-sodara, ane baru pemula disini. Bunuh author di rawa-rawa, author udah gak kuat T^T /author kambuh gilanya/. Kayaknya chapter 2 nya kepanjangan yah, hehehe.menurut kalian gimana?

Author bikin FF ini dua hari sebelum mid-test lho. Kebayang gimana ngebutnya kan? Wkwkkwk. Oya, author sebenarnya agak bingung sama rating FFnya, apa benar PG-13 atau nggak. Jadi tolong dikoreksi lagi.Tinggalkan komentar di bawah yaa, atau bisa langsung ke twitter author @DiftiabilaR. Gomawo semuanyaaa^^

Iklan

6 pemikiran pada “My Alarm (Chapter 2)

  1. mian… aq jg jd ngebut baca nya secara g sngja…
    krena author bkin nya ngebut, jd feel nya mnurut q g nyampe… alurnya kcpetan…mian bgt ya…
    klo boleh saran… gmn klo misalnya nanti author brniat bkin yg berchap, mnding agk dbykin z chapter nya, jd alur tiap chap nya bsa perlahan.. jd feel nya bsa ngena k pmbca… mian yaaa… aq ykin krya slnjtnya psti lbih baik lg…
    semangat ya… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s