This Is What I Feel (Chapter 3)

THIS IS WHAT I FEEL (Chapter 3)

Author: Himeponchan3789

Genre: Humor, Hurt, Romance

A/N: Sori ya selama ini Author ga ninggalin pesan apa-apa, itu karena author tidak yakin ff pertama yang author buat akan dibaca dan masih ada yang minat melihatnya…hehehe sampe-sampe lupa tulis nama author sendiri, sampe pada saat diupload author kalang kabut karena lupa nama author tak terpampang disono lol….sekali lagi maaf … kalo gitu ENJOY!! 😉

Cast:

Ryu Hye Ju (as: Jung Se hyeon)

Oh Sehun

J.E.H (Huang Chae Rin)

Kris/Kevin Wu

Other member EXO

“Mungkin benar, aku memang iri pada sahabatku yang begitu berani dan leluasa…aku ingin seperti dia” – Se Hyeon

“Aku selalu bermimpi untuk menjadi senaif – mu Se Hyeon, kau terlalu polos…tapi kepolosanmu itu adalah ciri khasmu, kau bisa terus tersenyum tanpa ada palsu didalamnya begitu manis…” -Chae Rin

Suasanapun menjadi aneh Chae Rin dan Kris saling bertatap-tatapan terlihat Chae Rin memberikan tatapan membunuh, dan Kris tatapan merendah,”aku duluan ya Chae Rin a… maaf aku mengganggu” ucap Se Hyeon polos “tidak Se Hyeon aku ikut!!” dan mereka beserta Sehun dan managernyapun meninggalkan Kris diruang tunggu pemotretan tak beberapa saat setelah itu “Kris ayo ruang pemotretan sudah siap kau harus ganti baju” ucap managernya “ok” jawab Kris singkat.

Mereka kembali keruangan diskusi mereka tadi pagi, manager Sehun sedang pergi… Sehun terus menatap Chae Rin, orang yang bersangkutan menatap balik “apa?” ucap Chae Rin merasa tak nyaman “kau mengenal Kris?” Tanya Sehun, Chae Rin mendengus “memang kenapa Sehun-sshi?” ucapnya… Sehun menatapnya “aku…tidak ada.. bagaimana dia menurutmu?” Tanya Sehun lagi, Chae Rin menatap Sehun bingung “maksudmu?” Sehun berdecih “tidak apalah” mereka tak sadar bahwa sedaritadi Se Hyeon yang mengelap kameranya mendengar ucapan mereka berdua telinganya sudah panas ‘apakah Sehun tertarik kepada Chae Rin?’ mata Se Hyeon menyuri pandang kemereka berdua.

Se Hyeon menunduk ‘mereka terlihat begitu cocok’ ucapnya dalam pikirannya…seketika itu manager Sehun datang dan mereka mulai membahas tentang projek yang akan dikerjakan, mereka terus seperti itu sampai akhirnya Sehun dan managernya mengakhiri diskusi karena sudah tepat pukul 7 malam. Mereka semua saling berganti nomer handphone agar komunikasi lancar

Se Hyeon POV

Sehun dan managernya pergi duluan karena ada urusan sedangkan kami tentunya memutuskan untuk pulang bersama … Chae Rin sekarang duduk dikamarku sungguh aku tadi benar-benar merasa iri padanya aku terus menatapinya “Se Hyeon kenapa?” aku rasa dia mulai merasa tidak nyaman “kau kenapa?” dia mengulangi pertanyaanya “aku…” aku masih ragu mengatakannya pada Chae Rin bahwa aku iri padanya bisa berbicara begitu tenang dengan Sehun.

“jangan dipendam katakan Se Hyeon” ucapnya dia menatapku lembut “aku iri padamu” ucapku dan langsung menunduk tak berani menatapnya “iri? Iri apa? Kenapa jadi iri-irian kau lebih baik dalam pekerjaan Se Hyeonaa” aduuh Chae Rin ini “aku iri kau dan Sehun bisa berbicara dengan tenang sedangkan aku” dia terkekeh “kau ini kenapa bisa iri hanya karena hal itu… semua bisa berbicara seperti aku bahkan kau, kau hanya terlalu kaku Se Hyeonaa.. makanya percaya dirilah” ucap Chae Rin

Aku menatapnya wajahnya begitu cantik dia kalem sedangkan aku…“tapi kau begitu cantik Chae Rin aku tidak sepertimu…” ucapku jujur “kau lebih cantik dariku! Lihatlah dikaca !” ucapnya dan perdebatanpun terjadi

“tidak ah, kau lebih cantik” ucapku

“kau”

“kau”

“kau”

“……………………………………………………………..”

15 menit kemudian

“kau tau berdebat denganmu pasti kalah Se Hyeona” ucap sahabatku itu “lagipula siapa peduli dengan kecantikan Se Hyeon” ucap Chae Rin lagi… “itu katamu, laki-laki akan melihat kecantikannya dulu Chae Rinaa” Chae Rin tersenyum “kau sudah dewasa ya” ucapnya “maksudmu aku tak dewasa selama ini? Aku sudah 20 tahun!!” ucapku kesal “yang kulihat selama ini kau tak pernah memikirkan cinta lagi setelah kejadian itu , bekerjapun sama saja seperti kau belajar disekolah” jelas Chae Rin “tapi hari ini kau bisa menyimpulkan itu, sungguh fenomena” ucap Chae Rin berlebih “kau meremehkanku sekali Chae Rin, lagipula….” ucapanku terpotong dan kulanjut dibenakku ‘itu hal yang biasa…’ Chae Rin menatapku dengan bingung “lagipula?” aku menepuk pipinya “lagipula untuk apa hal seperti itu dipermasalahkan” ucapku “kau aneh, dasar kau ini… haaah” dia mengacak rambutku

Kami bercanda tawa sampai akhirnya dia berdiri “sebaiknya aku pulang sekarang, adikku sudah mengirimkanku pesan untuk segera pulang kalau begitu aku pulang ya” aku menemaninya sampai kelobby dia menaikki mobilnya sambil melambaikan tangannya “aku ingin menjadi seperti dia tapi…apa aku bisa?” aku terdiam ‘sepertinya tidak bahkan berbicara dengan bule saja masih gagap apalagi menjadi Chae Rin yang selalu berurusan dengan luar negri memang sih karyaku disalurkan keluar negri juga tapikan aku belum pernah pidato dengan bahasa inggris bahkan pidato ke-3 ku tak berbeda dengan pidato pertamaku, menjatuhkan mic dan ditertawakan untung saja aku dimaklumkan, cihh hidup ini merepotkan’ ucapku dalam hati

Huang Chae Rin POV

Aku menyetir didalam mobilku dan tiba-tiba 1 pesan masuk aku membuka pesan itu dan terlihat dari nomor tidak diketahui aku membalasnya dengan kata-kata “ini siapa?” ternyata itu Sehun, dia terus mengirimkanku pesan…apa maksudnya ini? Hah sungguh aneh

Aku menuruni mobilku dan masuk ke apartmentku didalam ada adikku sedang makan popcorn sambil menonton tv “kau baru pulang wushu Tao” tanyaku, adikku murid wushu sampai sekarang “iaa tadi pulang cepat, noona kenapa lama sekali aku jadi makan malam sendiri” ucapnya aku melihatnya lirih “aku tadi mendiskusikan pekerjaan” jawabku jujur dia menepuk-nepuk sofa mengisyaratkan aku untuk duduk akupun duduk dan dia berkata “bersandarlah dibahuku, noona jangan terlalu mementingkan pekerjaan aku benar-benar kesepian” ucapnya

Akupun bersender dipundaknya “kau tau Tao seminggu ini aku belom menyatakan kalau aku benar-benar rindu padamu ya, sungguh aku sangat rindu padamu kupikir kau bahkan lupa pada noonamu sendiri karena saat diAmerika kau tak menghubungiku” ucapku dia mendengus “aku mengirimkanmu E-mail sebanyak 10x sehari apa noona tak sadar?” ucapnya aku menatapnya “benarkah, aku tak melihat emailmu tuh” ucapku menatapnya bingung “dasar Marukochan saja yang kau pentingkan” ucapnya “YAA!” aku menjitak kepalanya “apa yang kau lakukan Appo noona!” ucapnya dia langsung berdiri “Ya mau kemana kau?” ucapku agak keras “kekamar ada yang harus kukerjakan” ucapnya lagi dan masuk kekamarnya

Aku berjalan kekamarku sambil membawa tasku aku melihat hpku 20 pesan banyak sekali saat kubuka “SEHUN” MWO! Ini gila apa yang dia mau sebenarnya sih aku mencoba tidak membalas pesan-pesan itu tidak ada pesan lagi setelah itu… aku terdiam ‘Se Hyeon apa yang sekarang menimpaku adalah kutukan Se Hun?’ pikirku ngeri aduh gawat kalau dia tau bisa-bisa dia mengira aku menusuknya dari belakang.

Aku segera menghapus semua pesannya aku membuka laptopku mengecek banyak e-mail yang kudapat sungguh entah kenapa aku merasa tak tenang hand phoneku bergetar dan itu untunglah itu Se Hyeon “Se Hyeon, kau kenapa?” tanyaku “CHAE RIN AKU MERINDUKANMU!” teriaknya, yaah inilah Se Hyeon bahkan aku rasa baru 1 jam aku meninggalkannya “harusnya aku tadi tak membiarkanmu meninggalkanku kau tau disini membosankan!” ucapnya aku tersenyum ‘seperti biasanya, dasar bodoh’ pikirku “jadi kau mau aku apa?” tanyaku “online Skype mu dong!! Nanti pulsaku habis” aku terkikik mendengarnya “kalau begitu kenapa tak kau sms aku saja” aku mendengar dia menggerutu “kau tau Chae Rin aku tau dirimu kau tak pernah membalas pesan kecuali PENTING!” ujarnya kesal “maaf baiklah aku sudah online aku tutup telponmu …”TUT belum selesai ucapanku dia sudah menutup dan CLING terlihat dilayar komputerku [SE HYEON BABY IS CALLING YOU] aku mengklik tombol accept dan munculah wajah dodol dengan sederetan gigi putih yang menghiasinya…

“Chae Rin!!” panggilnya “dasar dodol jauhkan wajahmu dari kamera itu kau memenuhi layar komputerku…” ucapku “benarkah? Ohh iya lihat apa yang ibuku buat sebuah syal untukku dan lihat ini barang-barang utk merias wajah dari tanteku kau tau tadi dia memarahiku dia bilang aku tidak pernah dewasa” ucapnya kesal ‘seperti biasa curhatan dodolnya memang selalu lucu’ pikirku sambi terkikik aku menjawab “ya memang itu benar koq” dia menatapku kesal “memang apa yang dia katakan” tanyaku dia menjawab dengan imutnya “dia bilang aku terlalu polos, tidak bisa dandan, pikiran tidak panjang dan lain-lainnya saat menyerahkan alat make up sebenarnya karena aku tolak pemberiannya tadi dia jadi marah-marah” aku tertawa “tentu saja kau ini bagaimana sih, kau sudah 20tahun tidakkah kau berpikir untuk mempercantik dirimu hah…?” dia menatapku kesal “ucapanmu malah lebih menusuk dari tante..dasar menyebalkan Chendol..” ejeknya padaku kesal “apa katamu? dasar lemot…jangan mengejekku”aku meneriakinya dan dia menutup telinganya sesaat setelah itu kami berbicara dan bercanda

Kami berbicara sampai tengah malam…

~keesokan harinya~

Se Hyeon POV

Pagi yang menggugupkan suara handphoneku terdengar “YAAA!!! KAU SE HYEON APA KAU TAK MENDENGAR AKU MENELPONMU HAH?!” itu Chae Rin “aku telat bangun” jawabku takut-takut “kau ikut mobilkukan bisakah kau turun sekarang juga kita hampir telat!” ucapnya marah ‘aduuhh kenapa jadi terliihat aku yang anak pemalas padahal biasa dia yang mengeluh’ pikirku… aku segera turun setelah menutup telfonnya terlihat Chae Rin melihatku dengan pandangan polos ‘benarkah yang tadi menelfonku dia?’ pikirku “ini makanlah aku yakin kau belum makan” ucapnya santai “kau tadi kerasukan apa katanya telat kenapa kau seperti santai sekali?” tanyaku bingung, dia terkikik “apa kau tak sadar ini baru jam setengah 7 aku hanya mengerjaimu, tidak mungkin aku serajin itu untuk pergi kekantor” benar itulah Chae Rin.

Hari ini adalah hari pertama pengerjaan buku itu aku harus bekerja keras aku tak akan mengecewakan semuanya!! Ucapku dalam hati… aku masuk kemobil Chae Rin dia menjalankan mobilnya dengan kecepatan standar sebenarnya aku juga punya mobil tapi masih dibengkel karena kemarin aku membiarkan seseorang mengendarai mobilku tapi malah dikendarainya dengan ugal-ugalan alhasil aku kena marah Chae Rind an tanteku karena tidak pikir panjang.

Dia menguap kelihatan dia mengantuk aku rasa ini salahku karena tadi malam “Se Hyeonaa….aku benar-benar ingin jalan-jalan kita ke mall saja yok tidak usah kekantor” ucapnya aku menatap Chae Rin bosan “kau memang selalu malas lagipula siapa yang buka mall jam segini dasar aneh” ucapku dia menatapku kesal “kau yang terlalu rajin harusnya ada malaikat malas yang menghinggap diseperempat badanmu agar tidak terlalu rajin“ balasnya kesal

“pemalas”

“sok rajin”

“pemalas”

“sok rajin”

“pemalas”

“dasar sok rajin”

“tak tau malu” ucapku aku mengetoknya “harusnya malaikat rajin hinggap padamu” lanjutku lagi “tak tau diri, memukul kepala orang sembarangan” balasnya “enak saja kau, kau yang tak tau diri” ucapku kesal

“kau”

“kau”

“kau”

“kau”

“hmp!”

Dan pada saat tak tepat bunyi klakson mobil belakang kami berbunyi “kurasa kita harus berhenti berdebat sekarang” ucapnya “siapa yang ajak berdebat duluan, aku juga tak mau kalau bukan karenamu” dia menatapku kesal dan melajukan mobilnya setelah itu Chae Rin tetawa kecil “apa yang lucu?” tanyaku dia menatapku “kau dan aku benar-benar lucu seperti anak kecil” dia menjawab jujur, emang ia sih hahahah tak apalah namanya juga teman toh tidak ada yang melarang… dia melambatkan mobilnya sebenarnya perjalanan dari apartmentku kekantor tidak jauh hanya 20 menit tapi kalian tau gadis disebelahku a.k.a sahabatku ini sengaja melambat-lambatkan mobilnya ini aku hanya bisa diam karena tak mau berdebat lagi dengannya.

~beberapa menit kemudian~

Aku merenggangkan badanku sungguh pantatku sudah panas duduk dikursi mobilnya itu “Akhirnya sampai juga!” ucapku sembari membuka pintu mobil tapi ada yang aneh kemana Chae Rin, akupun kembali melihat kedalam mobil ternyata dia masih bermalas-malasan “HOI CHAE RIN KITA SUDAH TELAT KAU MASIH MALAS-MALASAN” teriakku kesal dan tiba-tiba “nona Jung” itukan suara Xiumin “ohh hai hahahaha” aku tergagap jujur saja aku malu berteriak tadi semoga tak didengarnya “nona Huang mana?” tanyanya lagi “aku disini…” terdengar suara Chae Rin yang malas sambil melambaikan tangan dari dalam mobil “oh hehe sudah jam 8 lewat sebaiknya kita segera masuk, yang lain sudah menunggu… Sehun sudah didalam juga” kami berdua melototkan mata padanya “SEHUN SUDAH DIDALAM?!” Xiumin menutup telinganya “bagaimna bisa dia duluan” ucap Chae Rin “kau tak sadar tadi kau sengaja melambatkan mobilmu” ujarku kesal.

Kami berduapun berjalan, lebih tepatnya berlari karena memang sudah terlambat…kami sudah berada tepat didepan pintu tempat akan mulainya pemotretan dan didalam terdengarlah suara KIM JOONMYEON!! Kami berdua panas dingin “ayo buka pintunya yang lain sudah menunggu” suara Xiumin terdengar “iyaa haha”

Dan ketika pintu itu terbuka terlihatlah bos mereka seorang KIM JOONMYEON dengan senyum angelic yang membohongi semua orang itu membuatnya terlihat adil dan bijaksana tapi bagiku yang sudah sering melihat kemarahan dan omelannya itu dia sama sekali TAK BERPERIKEMANUSIAAN DAN KEADILAN pernahkah kalian melihat seorang fotografer dan desainer grafik tiba-tiba berevolusi menjadi penulis?! Dan pernahkah kalian melihat seorang fotografer dan desainer grafis menjadi OG(office girl) itulah yang aku dan Chae Rin rasakan karena memang boss terhormat kami ini sudah dekat dan dengan seenak perutnya menyuruh kami…padahal dengan yang lain dia memasang wajah ANGELICNYA itu tapi pada kami … cih memang dasar bos menyebalkan kena ajab baru tau

Bos kami itu berjalan mendekati kami bibirnya membisikkan “WACTH OUT!” yah tentu saja kalau kami tak bisa menuntaskan tugas kami kali ini bisa-bisa aku tidak akan mendapat gajiku 3 bulan haaah… “bos tidak berkemanusiaan” bisik Chae Rin pelan.

3 jam pemotretan ini berlangsung masih ada 2 jam untuk pengeditan, sungguh tidak kusangka Sehun bisa dipotret seperti ini bahkan sangat-sangat-sangat patuh ia padaku jujur aku benar-benar gugup tadi untung Chae Rin membantuku… Haaah dia gagah sekali

Sehun POV

Haaaah aku serasa seperti orangan sawah panas sekali terkena lampu sorot begitu, aku gugup itu yang kurasakan tentu saja kalian tau orang yang baru saja akan kudekati berada tepat didepanku dan bahkan dia berteriak padaku dengan tenangnya… suaranya memang cempreng sih tapi enak didengar BAGIKU… aku duduk dikursi semua makeup artist mengelilingiku membenarkan make upku kulihat nona Jung dan dia nona Huang melihati fotoku satu-satu waktunya pengeditan… haha sungguh aku tak pernah selelah ini gigiku rasanya kering karena tadi dipaksa berfoto dengan wajah HAPPY FACE jujur saja aku tidak biasa karena memang yang aku lakukan berfoto dengan pose cool…( -_- author muak menuliskan pose cool tapi yah apa boleh buat … klo tak ditulis nanti “BUAGH” #dipukul Sehun)

Aku menutup mataku sebentar “kerja bagus!” ucap nona Jung aku membuka mataku membelalakan mataku itu suaranya ? dia bisa berteriak okay mungkin ini berlebihan tapi kemarin dia malu-malu sekali, semua bertepuk tangan “semuanya sudah bekerja dengan baik! sebaiknya kalian semua istirahat” ucap nona Huang “Sehyeonie! Aku lapar ayo makan” kulihat nona Jung menatap nona Huang datar “sabarlah sebentar lagi juga selesai kita harus membereskan ini sedikit lagi” aku bengong … “jujur saja kalau bukan karena ini aku tak akan datang kerja aku BOOOOSSAAAAN” suaranya sengaja dikecilkan tapi tetap saja aku bisa mendengar aku terkikik … ternyata nona Huang orangnya imut sekali…

Aku ingin tau dirinya lebih dalam… aku menyeringai tak ada yang melihat…aku berdiri “bagaimana kalau kalian aku traktir…” semua melihatku “benarkah?” Tanya Xiumin “tentu saja aku traktir kalian semua makan sushi” ucapku santai “aku tidak… aku mau dengan Se Hyeon saja makan… kami sudah janji” aku menatap gadis itu “tapi aku ingin mengajak kalian berdua juga… kalian berdua yang paling menonjol tadi” ucapku bersikeras agar orang yang sebenarnya ingin ku ajak ikut “tidak terima kasih…” ucapnya “maaf Tuan Oh” ucap nona Jung “yasudah kalau begitu” kulihat mereka berdua keluar dari studio berdua …. “jadi bagaimana traktir-traktirannya?” Tanya salah satu pegawai “sepertinya tidak jadi… aku mau makan nasi kotak saja yang disana sayang sudah dibeli tak dimakan” ucapku terlihat semua karyawan menghela nafas “aku mengerti perasaanmu Sehunaa…bersabarlah” ucap Xiumin “tidak perlu kau katakan, aku pasti akan bersabar hyung… aku akan mendapatkannya” ucapku tanpa menatapnya

XIUMIN POV

             Entah kenapa aku merasa setelah perjanjian itu Sehun seperti ini…aneehh…kalau aku tebak dia menyukai nona Jung kah? Sehingga dia seperti ini? Aku tak mengerti sekarang dasar anak mudah menyusahkan orang saja bisanyabahkan aku tak tau apa yang akan terjadi besok haah susah ditebak… entah kenapa aku merasa seperti masuk dalam sebuah serial drama…

“hyung, apa aku masih ada jadwal?” Tanya Sehun tanpa menatapku “sepertinya habis ini masih…kau ada pertemuan dengan model yang akan bersanding denganmu dimajalah minggu depan” ucapku jujur… kulihat raut wajahnya ‘bisakah kau hentikan pertemuan itu’ dapat kubaca JELAS diwajahnya “maaf untuk kali ini tidak… aku sulit menyusun jadwalmu Sehun jangan seperti anak-anak begitu” ucapku “haaah menyebalkan”

terdengar smartphoneku berbunyi “Hyun-jangan-dicucup,-ang-atsan-ya-manya-tau-pencin(hyung jangan ditutup, angkat sana mana tau penting)” aku terkejut karena baru saja aku hendak mematikan handphoneku karena kupikir mengganggu makan aku mengangkat handphoneku dan terdengar suara disana “Min Seok ini aku….kau dimana sekarang apa kau sibuk?” suara itu “halo Min Seok… apa kau dengar aku? aku Bom apa kau ingat Park Bom dulu aku kehilangan semua kontakku karena adik monyetku itu maaf” ucapnya DUDUDUNG ‘Park Bom? dia sudah pulang dari Amerika?!’ aku menatap Sehun yang menatapku “Siapa Hyung?” tanyanya, aku berdiri dan tak menghiraukannya aku berjalan keluar “Park Bom kenapa kau menelponku?” tanyaku dengan nada bingung “kenapa Min Seok ya, aku sudah selesai studiku di-Amerika… ” ucapnya “lalu ?” tanyaku dia adalah temanku yang katanya dia menggantikan ayahnya yang memiliki YG Entertaiment maka ia kembali dari Amerika “aku ingin minta tolong….dengar-dengar kau bekerja sama dengan perusahaan SH Entertaiment” ucapnya “iya kenapa?” jangan bilang… “aku ingin melakukan kerja sama dengannya dan aku ingin kau membantuku bisa?” ujarnya “kau tau Bommie ya, bukannya tidak mau aku juga bekerja dan kau harus menghargainya kenapa tidak kau minta tolong pada orang lain ?” ujarku “aku maunya kamu yang membantuku Min Seok…ini juga bukan hal buruk…aku hanya meminta bantuanmu…” ucapnya dengan nada sedih “baiklah Bom aku akan membantumu tapi untuk kali ini saja” terdengar dia kegirangan

“terima kasih Min Seok…” aku pun membalasnya dengan ya “temui aku jam 7 di Cafe Golden” ucapnya “ya…” dan aku menutupnya, aku kembali kedalam terlihat Sehun masih memakan makanannya “ada apa hyung” akuu tersenyum “kau tau Sehun ada beberapa hal pribadi yang tak perlu kau tau haha” ucapku, dia menatapku kesal “cuih yang benar saja” dan dia kembali makan

To be continue…

Huwaaaaa….. akhirnya chapter ini selesai 😀 Author akan memasukan 2ne1 juga disini….

Thank you semua yang udah nyempatin baca dan review semoga ceritanya menarik ;D

Iklan

Satu pemikiran pada “This Is What I Feel (Chapter 3)

  1. Bom itu siapanya xiumin y? Terus nnt sehun jadinya sama sehyeon atau chaerin? Semoga aja sama sehyeon deh
    lanjut thor ^_^
    hwaiting ^.^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s